Denting piano mengalun menjadi sebuah melodi yang merdu disudut ruang tamu rumah Jongin. Merobek kesunyian malam demi mengisi pendengarannya yang terasa sepi. Jongin memainkannya dengan nada syahdu ditemani secangkir coklat panas yang masih mengepul. Dia memainkan piano sambil mendendangkan sebuah lagu sedih bertajuk "If You" dari boy grup BIGBANG.
Kau tlah meninggalkanku
Dan ku tak bisa berbuat apapun
Cinta meninggalkanku
Dan bodohnya ku hanya berdiri disini
Melihatmu, pergi dan semakin jauh saja
Jadi titik kecil, dan menghilang
Akankah berlalu begitu saja
Kumengingatnya... kumengingatmu...
Bisa dibilang Jongin sudah setengah sinting. Ketika orang lain menghindari segala hal yang menyakitkan, dia malah senang melakukannya. Mengingat Kyungsoo dengan segala keindahannya memang menyakitkan namun menjadi candu tersendiri baginya.
Dalam tubuh manusia, Cinta beroperasi di ventral pallidum, atau pusat area kenikmatan di dalam otak, sekaligus bagian yang aktif ketika seseorang menikmati candu. Mereka dikombinasikan dengan siraman hormon lainnya dari tubuh yang menyebabkan seseorang kecanduan dengan orang yang mereka cintai. dan ketika cintanya tak terbalaskan, maka ia akan bertingkah seperti pecandu yang kesakitan mencari obatnya. Itulah yang Jongin rasakan selama ini. Ia kecanduan Kyungsoo.
Dan salah satu hal yang dapat ia lakukan untuk mengatasi kecanduannya ini adalah dengan mengenang Kyungsoo sepanjang malam. Entah dengan cara bernyanyi, menulis lirik, membuat musik sedih, melamun, bahkan melampiaskan dengan menghancurkan barang jika ia merasa nafasnya semakin sesak.
If you... If you...
Jika semuanya tak terlambat mungkinkah kita masih bisa bersama..
If you... If you...
Jika saja kau juga berjuang mungkinkah ini kan jadi lebih mudah
Kumohon kembali padaku
Bagaimana dengan mu?
Apa kau memang baik-baik saja
Tak mudah lupakanmu
Perpisahan ini mungkin sudah takdirnya..
Melihatmu pergi dan semakin jauh saja
Jadi titik kecil dan menghilang
Akankah kutemukan yang lainnya
Kumengingatnya... kumengingatmu...
Hatinya sedang berjuang menghadapi malam penuh penyiksaan setiap kali ia merindukan Kyungsoo. Jongin harus meminum obatnya jika ia ada kegiatan penting besok pagi agar ia bisa tidur. Karena tanpa obat, ia tidak akan bisa tidur. Jika tidur pun, tidurnya tidak akan nyenyak. Sama seperti malam kemarin. Ia bisa tidur tanpa minum obat terlebih dahulu karena kelelahan setelah menjalani perjalanan panjang dari London ke Seoul. Tapi nyatanya.. tidurnya masih saja terganggu dengan mimpi-mimpi buruk yang menyiksa.
Jongin sangat menyadari jika semua ini memang salahnya. Saat itu ia terlalu mementingkan Taemin tanpa peduli bagaimana perasaan Kyungsoo. Ia meminta mengakhiri semuanya tanpa sedikitpun rasa bersalah namun sedetik setelah Kyungsoo berbalik untuk pergi semuanya berubah. Ketika Kyungsoo benar-benar menghilang, ia merasa ingin memutar kembali waktu dan berharap ia tidak pernah mengatakan kalimat apapun yang bisa menyakiti hati Kyungsoo-nya.
If you... If you...
Jika semuanya tak terlambat mungkinkah kita masih bisa bersama..
If you... If you...
Jika saja kau juga berjuang mungkinkah ini kan jadi lebih mudah
Kumohon kembali padaku..
Suatu ketika hujan turun sperti hari ini ku melihat bayangan dirimu
Kenangan kita yang tersimpan dalam hati selalu membuat ku merindukanmu
Baru ku tahu betapa sedihnya
Ketika berpisah
If you... If you...
Jika semuanya tak terlambat mungkinkah kita masih bisa bersama..
If you... If you...
Jika saja kau juga berjuang mungkinkah ini kan jadi lebih mudah
Kumohon kembali padaku..
Awalnya Jongin pikir akan mudah untuk dirinya melupakan Kyungsoo. tapi apa yang ia dapat? Tersiksa setiap malam? Bahkan saat dulu ia sedang bersama Taeminpun ia selalu memikirkan Kyungsoo. Ia baru tahu hari-harinya tanpa Kyungsoo bisa membuatnya begitu kesepian. Padahal kini Taerin -anaknya- selalu ada disampingnya.
Tanpa Kyungsoo semuanya terasa sulit. Malam terasa sangat gelap dan dingin. Jongin selalu merasa kesulitan untuk melaluinya. Jongin selalu percara dan yakin Kyungsoo bisa kembali padanya. Ia selalu menunggu sampai saat itu tiba seperti orang bodoh.
Jongin sebenarnya tidak diam saja. Ia selalu mencari Kyungsoo. Selalu. Tapi karena hubungan asmara yang mereka jalani dulu tidak begitu lama ditambah kurangnya perhatian Jongin terhadap Kyungsoo membuatnya hampir buta informasi tentang gadisnya sendiri. Ia tidak tahu Kyungsoo berasal dari keluarga mana. Anak siapa. Siapa saja anggota keluarganya. Dan bahkan alamat gadis itu saat di Seoul. Jongin tidak tahu. dan itu benar-benar ia sesali.
Satu-satunya orang yang bisa ia mintai informasi adalah Sehun, teman sekolah Kyungsoo saat di London. Namun ia harus menelan segala rasa pahitnya saat Sehun tutup mulut. Dia tidak mau memberi tahu apapun pada Jongin. Satu-satunya pesan Sehun yang sampai saat ini membekas di kepalanya adalah.
"Hyung harusnya lebih mengerti di banding aku, ketika kita mencintai dua orang dalam waktu bersamaan. Seharusnya kita memilih yang kedua. Karena jika Hyung benar-benar mencintai Taemin Noona. Hyung tidak akan mencintai Kyungsoo juga. Itu hanya pendapatku saja 'sih"
...
Dio kembali memulai harinya dengan wajah masam. Bagaimana tidak, para fans nya itu benar-benar memuakkan. Jumlah mereka semakin banyak, otomatis semakin berisik. Bukannya sombong, tapi Ia memang merasa tidak perlu memiliki fans fanatik seperti mereka. Dia orang dibalik layar. Dia Produser, bukan Idol yang memang sangat membutuhkan dukungan fans. Dia bukan tipe orang seperti Mino yang merasa harus populer juga diluar sana.
Pintu masuk gedung baru saja tertutup, ia melihat Mino juga baru datang lengkap dengan senyuman 'so coolnya. Ia memutar mata malas melihat tingkah Mino yang sempat-sempatnya menggoda beberapa karyawan wanita yang kebetulan berpapasan dengannya. Moodnya sedang buruk, ia butuh pelampiasan.
"SONG MINO KEMARI KAU" Bentaknya.
Mino mengerutkan kening sambil melihat kearah Kyungsoo yang berada beberapa meter didepannya. Tanpa menghiraukan perasaan buruknya ia melangkah dengan pasti kearah Kyungsoo.
"Ada ap-"
PLAK
"YAK!" Mino memegang pipi kirinya yang baru saja mendapat sebuah tamparan.
"Aku hanya ingin memukulmu" ucap Dio kelewat cuek membuat Mino menggeram frustasi.
"Yak! jika kau tidak suka aku menggoda gadis lain bilang saja baik-baik tidak usah main tampar. Aku tahu kau pasti cembu-"
"berhenti atau ku robek mulut besarmu itu"
Dan Mino langsung bungkam. Wajah serius Dio tadi benar-benar menyeramkan. Dio menarik tangan Mino lalu menyeretnya "Ayo kita harus ikut mengevaluasi beberapa trainee di training center" ucapnya sedikit kencang sengaja agar yang lain bisa mendengar dan tidak berpikir macam-macam.
...
Hari ini adalah jadwal evaluasi bulanan untuk trainee yang akan dijadwalkan debut pada pertengahan ataupun akhir tahun 2016. Jongin bersama rombongannya yaitu Mino-Dio selaku produser, dan beberapa artis yang memang juga ditugaskan untuk mengevaluasi seperti Hanbin dan Yoongi yang akan ikut menilai dari segi musik, serta Donghyuk, Baekhyun dan Hoseok yang akan menilai dari segi vokal dan dance. Evaluasi hari ini dipimpin oleh Jongin karena Jiyong sedang ada urusan lain di Jepang.
"Bos baru, kemarin aku melihat kau dengan anakmu dikantin" Mino membuka pembicaraan. Mencoba mengakrabkan diri dengan bos barunya.
"tidak usah memanggilku seperti itu, cukup Jongin Hyung saja seperti yang kalian lakukan pada Jiyong Hyung"
"Ah ya, memang lebih baik seperti itu aku pikir Hyung orang yang gila hormat. Kkkk"
Jongin hanya tersenyum mendengar candaan Mino. "Ah ya tentang anakmu itu. aku tidak melihatnya kemarin pagi saat Hyung datang. Kenapa dia tiba-tiba ada disini?"
"ah, kemarin anakku datang menemuiku sepulang sekolah. Dia sekolah di taman kanak-kanak yang sama dengan Haru"
"oh begitu. Dia sangat cantik dan lucu. Ibunya pasti cantik yah" celetuk Mino membuat Jongin diam seketika.
Merasa keadaan menjadi kaku akhirnya Yoongi pun angkat bicara "kau tidak perlu mengorek urusan pribadi orang lain saat berada diperusahaan Minow"
"eh? Ah ya maaf maaf haha yasudah ayo para trainee pasti sudah menunggu kita"
Beberapa Trainee memang sudah menunggu. Mereka berdiri serentak untuk memberi hormat saat Jongin dan yang lainnya masuk. Wajah para trainee terlihat menegang saat melihat Dio. Baru saja mereka bernafas lega bulan kemarin karena Dio tidak ada, tapi sekarang ia sudah kembali. Dio itu produser yang selalu berbicara apa adanya tanpa memikirkan perasaan orang. Sudah tak terhitung lagi berapa Trainee yang ia buat menangis. Tapi bagaimanapun juga ia memang produser yang hebat, karya-karya nya selalu sukses dan membuat perusahaan untung banyak. Belum lagi sekarang ada Hanbin yang memiliki sifat hampir sama dengan Dio, kakaknya. Ditambah ada Yoongi si mulut pedas lainnya, habislah mereka hari ini.
Setelah semuanya duduk dan siap Jongin langsung meminta para trainee untuk mulai menampilkan apa yang telah mereka siapkan selama sebulan ini dan merekapun mulai bernyanyi. Semua penilai memperhatikannya dengan seksama. Mino menggerakkan badannya mengikuti irama musik. Berbeda sekali dengan orang disebelahnya yang hanya bertopang dagu dan menatap mereka malas.
"hei berilah mereka apresiasi sedikit saja, mereka sudah susah payah menyiapkan semua ini selama sebulan" bisik Mino setelah lagunya berakhir.
"Aku tidak bisa pura-pura manis sepertimu" ujar Kyungsoo yang dibalas Mino dengan wajah mengejek.
"ada yang mau berkomentar?" tanya Jongin sambil fokus menulis sesuatu dikertasnya setelah penampil para trainee selesai.
"Lumayan, aku melihat ada perkembangan dari bulan lalu. Hanya untuk lagunya mungkin memang kurang rapi. Kita bisa perbaiki bersama-sama. Aku yakin kalian bisa debut kelak. Fighting!" Mino memberi komentar pertamanya lengkap dengan senyum ceria. Dasar tebar pesona.
"Aku kurang setuju" ucap seseorang membuat Jongin menoleh. Dio-lah yang berbicara. Dengan wajah dan nada bicara datar "Jennie-ssi" panggilnya membuat gadis itu mendongkak untuk melihatnya dengan wajah tegang.
Dio berdeham sebelum melontahkan komentarnya "tolong dengarkan baik-baik. Aku sangat menyukai lagumu saat evaluasi dua bulan kemarin karena lagunya terdengar unik. Aku berpikir, Jisoo atau Hanna belum tentu bisa membuat jenis musik seperti itu"
Hanna dan Jisoo mengangguk mengiyakan. Sedangkan Jennie hanya mengigit bibir bawahnya. Tidak yakin Dio akan memujinya sampai akhir.
"lakukanlah apa yang bisa kau lakukan dengan baik, jangan memaksakan apa yang tidak kau kuasai. lakukan hal yang unik lagi, jangan mengikuti tren yang ada jika kau merasa tidak sesuai. Karena ini untuk debut grupmu. Mengerti?"
"ya" jawab Jennie cepat.
"liriknya terlalu biasa saja, melodinya kurang menarik bukan unik malah jadi aneh. Vokal kalian juga menurutku tidak berkembang" tambahnya.
"ehem" beberapa orang yang ada didalam ruangan itu berdehem. Dio berkata seperti itu tanpa ekspresi. Seperti seseorang yang tidak punya hati.
"Apa selama ini kalian benar-benar latihan?" lanjutnya.
"Kami berlatih menari kemarin dan langsung pulang setelahnya" jawab Jisoo.
Dio tersenyum sinis. "Bagaimana bisa kalian tidak latihan vokal sedangkan kalian akan debut menjadi penyanyi?" tanyanya dengan nada bicara sedikit meninggi. "saat Jiyong sajangnim memutuskan untuk mendebutkan kalian. Seharusnya kalian merasa tidak nyaman. Kalian akan debut setelah Baekhyun, Amber, BTS, AKMU, Redvelvet, iKON... ekspektasi publik terhadap kalian pasti sangat tinggi, kalian tidak bisa bersantai lagi. Perusahaan memiliki batas waktu, tidakkah kalian merasa frustasi?"
"Aku setuju" Hancur sudah hari para trainee. Hanbin mulai ikut berbicara. "Kalian semua harus latihan, apa kalian terlalu yakin akan benar-benar debut dibawah naungan GD Entertainment? Jika aku ada diposisimu aku akan latihan sepanjang malam, membuat lagu sebagus dan semenarik mungkin, bekerja keras karena frustasi. Itu yang aku lakukan sebelum bisa debut disini. Tidak ada waktu untuk bersantai, kalian harus merasa ini adalah masa paling sulit kalian sebelum bisa debut dengan sukses"
Yoongi menghela nafas sebelum ikut memberikan komentar dan masukan untuk para juniornya "Apa kalian tidak lihat grup-grup yang lain? mereka sangat menginginkan kesempatan emas seperti yang kalian miliki sekarang. Aku bahkan melihat mereka melakukan segalanya lebih baik dari kalian. Mereka masih tidak tahu kapan mereka akan debut. Mereka depresi. Sedangkan kalian yang dapat melihat kesempatan itu di depan mata, seharusnya bisa memanfaatkannya dengan sangat baik. Tidakkah kalian pikir Jiyong Hyung bisa saja berubah pikiran untuk mendebutkan grup lain terlebih dahulu jika kalian seperti ini terus? Do well, please!"
"kkkk~ Aku jadi ingat dulu saat masih trainee ketika para produser atau bahkan Jiyong Oppa memarahiku, aku selalu merasa ingin mati saja" bisik Baekhyun pada Hoseok dan Donghyuk.
"Aku juga sudah biasa dimarahi seperti itu. Tapi sebenarnya itu bagus untuk melatih mental mereka. Karena jika sudah debut dunia yang mereka hadapi akan semakin kejam" ujar Hoseok menanggapi.
"Aku juga sudah kebal di tegur Hanbin Hyung, bahkan Jinhwan Hyung saja tidak masalah jika ditegur Hanbin Hyung saat latihan. Itu kan demi kebaikan grup juga" Donghyuk ikut menanggapi sambil berbisik juga.
"Aku minta file track kalian tadi. Aku akan coba mengkomposisi ulang" ucap Dio lalu menutup catatannya.
Jongin berdeham sebelum memberi saran penutup pada calon girl grup didepannya "salah satu cara untuk menjadi pemenang di dunia musik adalah membuatnya lebih menarik, lebih entertaining. Kalain harus memiliki keunikan" ucapnya membuat para trainee mengangguk serentak tanda mengerti.
"GD Entertainment memiliki banyak produser. Ada Mino, Dio, Zico, Teddy Hyung, Lidya, Tablo Hyung dan lainnya. Jika Jiyong hyung mau, dia bisa saja menyuruh mereka untuk menyiapkan album kalian bahkan hanya dalam waktu satu minggu. Semua orang bisa menulis lagu, yang penting adalah seberapa baik kalian melakukannya. Buatlah musik yang hanya kalianlah yang bisa membuatnya. Kalian terlalu biasa. Aku harap orang-orang dibelakangku ini bisa membantu hingga kalian dapat lebih berkembang"
"oke aku akan menambahkan sedikt" ujar Dio saat Jongin hendak mengakhiri evaluasi kali ini "dengarkan baik-baik, ketika kalian mulai berpikir jika kalian yang terbaik diantara trainee lain, semuanya akan berakhir" ucapnya tajam penuh penekanan. Membuat para trainee lagi-lagi mengangguk tanda mengerti.
...
Dio sedang berkonsentrasi penuh mendengarkan setiap baris komposisi lagu yang telah Jennie buat. Ia berdecak kesal saat ada beberapa nada yang ia anggap tidak pas dan memutuskan untuk mengkomposisi ulang semuanya. Dio terlalu berkonsentrasi sehingga ia tidak menyadari atau mungkin sengaja tidak peduli saat ada seseorang yang baru saja masuk kedalam studio. Seluruh fokusnya masih tercurah pada layar laptop yang menampilkan gelombang irama musik, tuts piano di hadapannya, bulpoint dan catatan kecil yang sesekali ia beri coretan. Dengan iseng orang yang baru masuk ke studio itu menarik turun headphone Dio hingga mengalung di lehernya.
"Jangan menggagguku saat bekerja Song Min-" omelannya terputus karena ternyata bukan Mino yang menjahilinya barusan "Yoongi-ya?"
"apa kepalamu isinya hanya Song Mino saja?" goda Yoongi sambil tersenyum tipis. Ia menarik kursi kosong lalu mendudukan dirinya disamping Dio.
"kenapa kau kemari?" Dio mengapaikan ucapannya.
"Aku akan mengkomposisi ulang lagu kami yang akan dibawakan untuk acara akhir tahun, agar lebih spesial. Ah kemana Mino biasanya ia selalu menempelimu layaknya lintah, seperti Taehyung"
"Dia sedang bermain chicken fight bersama member RedVelvet di studio dance. Mungkin ia pikir perusahaan membayarnya hanya untuk bersenang-senang" jawab Dio cuek lalu kembali mengarahkan pandangan pada laptop di depannya.
"dia seperti anak kecil yang terjebak ditubuh orang dewasa"
"dia memang selalu lupa umur, bahkan gender" balas Dio seadanya membuat Yoongi terkekeh.
Dio dan Yoongi memang berteman dekat. Mereka bergabung diperusahaan sejak awal tahun 2011 ketika mereka baru lulus sekolah menengah. Sebelum direkrut oleh Jiyong dulu Dio sudah cukup terkenal di dunia maya karena keahliannya dalam meremix ataupun membuat musik. Karya-karyanya ia tampilkan di akun SoundCloud-nya dengan ID Do_dio. Meski ia menandatangani kontrak untuk bekerjasama dengan GD Entertainment ia tetap meneruskan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi hingga ia lulus pada pertengahan 2015 sebagai sarjana di bidang musik. Sedangkan Mino dan Yoongi adalah rapper underground yang Jiyong rekrut untuk bergabung dengan agensinya. Namun mereka memilih jalan yang berbeda, Yoongi menjadi trainee dan debut bersama BTS dengan name stage Suga. Sedangkan Mino dan Dio lebih memilih menjadi orang dibalik layar. Mereka berteman dekat karena seumuran dan memiliki waktu bersama yang cukup lama.
"lalu bagaimana perkembangan hubungan kalian?" tanya Yoongi yang kini sudah membuka laptopnya untuk memulai pekerjaannya.
"apanya yang bagaimana?"
"Aku pikir kau cukup pintar untuk mengerti maksudku"
"Apa kau suka bergosip? Kenapa tidak bergabung dengan dispatch saja?" dan Yoongi kembali dibuat tertawa olehnya. Dio dan Mino memang sangat dekat, bahkan terlalu dekat. Sampai orang-orang selalu penasaran apa mereka benar-benar hanya berteman atau memiliki hubungan lebih.
"idemu bagus juga. Aku akan bergabung dengan dispatch dan memergoki kalian yang sedang berkencan diam-diam lalu aku akan menunjukannya pada Taehyung, dia pasti menangis.. kkk~"
"Kau tahu? orang yang caranya untuk berbahagia adalah dengan cara menyakiti hati orang lain. orang itu akan kualat"
"terima kasih petuahnya. Kau membuatku langsung sadar" cibir Yoongi membuat Dio terkekeh juga. Dan mereka pun kembali larut dengan urusan masing-masing. Jika sedang dalam mode bekerja mereka seolah hanya hidup dengan dunia sendiri-sendiri bersama gelombang irama musik dilaptop masing-masing lengkap dengan headphone yang menyumpal telinga.
...
Jam menunjukan pukul delapan malam dan suasana di gedung GD Entertainment masih terbilang ramai. Jongin melangkahkan kakinya menuju studio untuk mencari Yoongi karena ada beberapa hal yang harus ia sampaikan. Ia sudah mencoba menghubungi artisnya itu namun hanphonenya mati. Sebenarnya Ia juga bisa saja meminta bawahannya untuk mencari Yoongi. Tapi Jongin adalah tipe orang yang tidak mau merepotkan orang lain selagi ia bisa mengerjaknnya sendiri. lagi pula yah.. hitung-hitung ia menghapalkan ruangan-ruangan yang ada di gedung ini. Ia kan masih baru disisi.
Ia mendapat informasi dari Amber jika Yoongi tadi berada di studio bersama Dio sehingga Jongin mungkin tidak akan terlalu sulit menemukannya. Jongin melirik salah satu bilik pintu yang sedikit terbuka. Itu studio musik, ia pikir mungkin Yoongi ada disana.
"Yoongi-ya ap-" ucapannya terputus ketika ternyata Yoongi tidak ada disana.
Hazel coklat gelap miliknya menangkap malah seseorang yang tengah terlelap sambil menyandarkan diri pada kursi kerjanya, itu Dio. Jongin sempat mematung beberapa saat. Wajah yang biasanya nampak galak itu kini nampak menggemaskan. Dio tidur dengan tenang. Lehernya dilingkari oleh bantal leher bermotif pororo yang lucu. Ia seperti sudah terbiasa terlelap dengan posisi seperti itu.
Jongin merasakan dadanya menghangat menyaksikan pemandangan didepannya. Ia seperti melihat Kyungsoo-nya yang manis sedang terlelap. Mereka benar-benar mirip. Bukan hanya wajah, tapi pororo itu... Kyungsoo sangat menyukai pororo.
Diurungkannya niatan untuk mencari Yoongi ke ruangan lain. Ia lebih memilih tetap berada disini dan memandangi wajah tenang rekan kerjanya. Jongin mulai memberanikan diri melangkahkan kakinya untuk semakin mendekati kursi kerja Dio.
Ia mendudukan dirinya di kursi kosong sebelah Dio. Di lihatnya wajah Dio dengan seksama. Tangannya perlahan terulur untuk sekedar merapikan poni Dio yang nampak berantakan.
"Kau sangat mirip dengannya. Boleh kah aku berharap jika kau sebenarnya adalah Kyungsoo-ku?" bisiknya pelan. Takut membuat Dio terbangun. "Aku mungkin gila. Sudah jelas-jelas kau bukan Kyungsoo. jika kau Kyungsoo kau pasti sudah menghindariku dari awal" Jongin menghela nafas lalu kembali menarik tangannya yang tanpa ia sadari sudah membelai kepala Dio lembut. "Kau bahkan lelaki. Bagaimana mungkin aku pikir kau adalah Kyungsoo" lirihnya sambil terkekeh pelan, menertawakan kebodohannya sendiri.
"Hyung apa yang kau lakukan disini?"
Jongin langsung tersentak saat mendengar suara berat Mino yang tiba-tiba berada di depan pintu dan menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan. Suara Mino yang tidak bisa dibilang pelan itupun mampu membuat tidur Dio terusik. Dio mengusap matanya pelan lalu memandang Mino dengan heran namun sedetik kemudian ia juga nampak kaget saat mendapati Jongin menduduki tempat Yoongi tadi sebelum ia tertidur.
"uh- aku..." Jongin nampak gugup. Ia merasa tertangkap basah sedang memperhatikan seseorang. Dan orang itu adalah Dio, seorang pria, tidakkah itu terasa aneh? "Aku tadi mencari Yoongi, Amber bilang dia ada disini tapi sepertinya ia sudah pergi"
"Yoongi memang sudah kembali ke dormnya sejak satu jam yang lalu" ujar Mino.
"ah.. baiklah kalau begitu aku akan menghubungi no telepon dormnya saja" Jongin berdiri dengan kaku lalu segera pergi dari sana.
Mino menghela nafas pelan. "sudah cukup istirahatnya?" ia nampaknya tidak mau membahas soal keberadaan Jongin lagi jadi ia memberi pertanyaan lain pada Dio.
Dio masih terlihat linglung. Mata bulatnya nampak kosong namun terlihat menggemaskan. Mino tersenyum tipis melihatnya. Ia berjalan mendekati Dio, mengusap rambutnya pelan, lalu menyandarkan kepala Dio diperutnya yang rata. "Mau makan malam?"
"huh?" Dio seperti belum sadar sepenuhnya, ia masih kebingungan.
"Dio Oppa mau aku bawakan makan malam kemari?" Mino bertanya dengan aegyonya yang menggelikan. Dan kelakuan 'so imut Mino itu mampu membuat Dio langsung sadar 100%.
"menjijikan. Kita makan di kantin saja" jawab Dio ia melepaskan tangan Mino yang masih berada di atas kepalanya. Merapikan sedikit penampilannya lalu segera berdiri.
"Ayoooo~" ujar Mino masih dengan aegyo-nya yang mampu membuat Dio merinding. Ia menjulurkan tangan berharap bisa menggandeng Dio ke kantin. Tapi yang ia dapat hanya geplakan tangan dan pelototan.
"Kau pikir aku bocah kecil, aku bisa jalan sendiri" ucap Dio lalu berjalan begitu saja melewati Mino yang kini hanya terkikik dibelakangnya.
...
"Apa hatimu terbuat dari batu?"
Jongin tersenyum kecil mendengar omelah Chanyeol setelah ia menceritakan tentang kisah masa lalunya yang kelam. Mereka bertemu di sebuah cafe saat jam makan siang untuk pertama kalinya setelah hampir lima tahun tidak bertemu karena Jongin yang tak kunjung kembali ke Seoul dan tahu-tahu dia kembali dengan seorang gadis kecil yang ia akui sebagai anaknya. Benar-benar teman yang brengsek. Awalnya Jongin memang selalu menyempatkan diri kembali ke Seoul saat liburan sekolah namun sejak lima tahun yang lalu ia menghilang dengan tidak tahu diri.
Tubuh tegapnya ia sandarkan di sofa cafe yang nyaman dan matanya menerawang ke depan dengan tatapan kosong. Chanyeol yang duduk didepannya hanya berdecak sebal.
"Kau sudah menyakitinya terlalu dalam. Kau memang pantas ditinggal. Ah tidak, bukankah kau yang meninggalkannya? Jika aku menjadi... siapa namanya?"
"Earth" jawab Jongin.
"Earth? Bumi?" Chanyeol mengernyit bingung.
"Yah... karena dia adalah bumiku, tempat ku berpijak, tempatku bersandar disaat aku terpuruk dan sedih. Tapi aku telah menghancurkannya. Sehingga aku bingung harus hidup dimana"
"eheeeiii" Chanyeol menunjukan wajah geli mendengar ucapan Jongin yang cheesy "Kau pikir itu manis? kau berharap aku berteriak mengatakan 'ah Jongin-ah kau romantis sekali' cih menjijikan"
Jongin terkekeh mendengar komentar pedas Chanyeol "Chan sebenarnya aku menemukan seseorang yang benar-benar mirip dengan Kyungsoo di perusahaan"
"benarkah? Siapa?" tanya Chanyeol sambil mengaduk minumannya.
"dia salah satu produser, tapi dia seorang pria."
"kau sinting. Aku harap kau mau meluangkan waktu untuk mengunjungi psikiater setelah ini" Jongin tertawa miris mendengar ocehan Chanyeol.
"tapi bagaimana pun juga aku akan berterima kasih padamu"
"atas?"
"waktumu. Kau sutradara hebat, Aku tahu kau sedang sibuk shooting drama terbarumu"
"Ahhh maaf aku tidak tahu kau sangat mengidolakanku sampai kau tahu jika aku sedang sibuk shooting"
Jongin memutar bola matanya malas "aku tahu dari Baekhyun"
"Ahhhh Baekhyunie-ku" wajah Chanyeol mendadak berbinar saat mendengar nama kekasihnya.
"Baekhyunnie-ku?" Alis Jongin bertaut saat mendengar ucapan Chanyeol "Kalian berkencan?"
"kau tidak tahu? parah sekali padahal Baekhyun kan artismu juga"
"aku kan baru di perusahaan. Mana ku tahu berita tentang kencan-kencan para artis. Lagipula menurutku itu tidak penting"
"itu penting, karena kita berada di industri hiburan Korea. Kau tidak tahu saja bagaimana hebohnya Korea saat berita tentang hubunganku dan Baekhyun terekspos hahaa" Jongin ikut tertawa mendengar gurauan Chanyeol mengenai industri hiburan korea yang memang sangat sensitif terhadap berita-berita kencan para artisnya.
"sebenarnya aku masih ingin menemanimu disini tapi aku benar-benar sibuk, aku harus kembali ke lokasi shooting" sesal Chanyeol
"tidak apa, pergilah. Kau harus mendapat banyak uang agar bisa menikahi Baekhyun"
"pikiran oranng yang sudah memiliki anak memang berbeda yah" sindir Chanyeol "yasudah aku akan pergi, ah sebenarnya aku berharap bisa ikut pesta tahun baru bersama GD-Fam besok malam tapi aku sedang dikejar deadline"
"Yak kau bukan bagian dari kami"
"memang kenapa? Lagi pula tahun kemarin saja aku ikut dan Jiyong sajangnim tidak mempermasalahkannya"
"dasar tidak tahu malu" kini Jongin yang mencibir.
Chanyeol hanya terkekeh lalu segera beranjak dari sana. Ia melambaikan tangan ke arah Jongin dan segera berjalan menuju mobilnya yang terparkir di depan cafe.
...
Untuk malam tahun baru kali ini Jiyong mengundang artis-artis serta beberapa rekan kerjanya untuk berpesta di villa miliknya yang terletak cukup jauh dari pusat kota Seoul. Para artis GD-Ent memang sangat sibuk, mereka memiliki beberapa jadwal untuk mengisi acara akhir tahun. Namun mereka tetap menyempatkan diri untuk hadir di pesta ini. Pesta tahun baru bersama GD-Fam sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja. Mereka bahkan rela langsung pergi kemari setelah tampil disalah satu stasiun TV tanpa merasa terpaksa sedikitpun.
Pesta kali ini sangat meriah. Jiyong telah mendekorasi halaman belakang villanya menjadi sedemikian rupa. Kolam renang yang cukup luas pun kini di penuhi oleh bola-bola plastik berukuran kecil dengan warna yang beragam tanpa ada air didalamnya. Di tengah-tengah kolam itu terdapat sebuah panggung berukuran sedang dihiasi lampu-lampu yang terkadang menyorot kearah langit. Di luar kolam juga terdapat jajaran meja dan kursi untuk menikmati hidangan yang sudah disiapkan. Pesta outdoor memang sangat pas untuk merayakan malam tahun baru.
Mereka sudah mengitung mundur untuk menyambut tahun 2016 tidak lupa membunyikan terompet serta menyalakan kembang api selama beberapa menit. Semua bersorak gembira menyambut tahun baru yang mereka harap bisa membuat GD-Fam semakin sukses dan kompak lagi. Setelah suasana tidak terlalu bising, seluruh lampu yang ada disana pun dimatikan.
dug
"ATTENTION"
Suara dentuman musik mulai mengalun dengan kencang membuat orang-orang disana kembali bersorak.
"PARTY PEOPLE!" Bobby tiba-tiba berteriak di atas panggung mengundang semuanya untuk kembali bersorak lebih kencang.
"WE ABOUT TO GO STUPID NOW, LET'S GET DUMB!" Hanbin juga berada di panggung beserta member iKON yang lain dan mengajak yang lain untuk turun dan bermain dengan bola-bola yang ada di dalam kolam dengan isyarat tangannya.
"THEN GET DUMBER" sahut Bobby
"LET'S GET DUMB" teriak Hanbin dan orang-orang disana pun bersorak meneriakan "OLLE OLLE" secara serentak hingga terulang sampai 3 kali.
"WE GOIN, YEAH!"
Dan iKON pun membuka pesta ini dengan lagu terbaru mereka 'dumb&dumber' lagu ini memang sangat cocok untuk di nyanyikan di acara pesta seperti ini. Lihat saja bagaimana orang-orang menikmati penampilan mereka. Semuanya menari seperti orang konyol tidak peduli mereka produser, artis, staff atau bahkan tamu-tamu spesial yang di undang Jiyong sekalipun yang sebenarnya bukan anggota GD-Fam. Bermain-main dengan bola-bola plastik, berenang-renang didalamnya, saling melempar kesana-kemari, menari seperti tidak ada lagi hari esok. Semuanya nampak senang dan menikmati pesta yang sudah disiapkan oleh bos mereka yang baik hati.
nanananana
nanananana
nanananananana
watch me go, dumb
Mereka bernyanyi bersama sambil membuat lingkaran yang dipimpin oleh Mino. Mereka berlari-lari kecil sambil memegangi bahu orang didepannya, mengelilingi panggung dengan beberapa orang yang tertawa gembira. Bahkan Dio yang selalu nampak dingin dan galak pun berada di tengah-tengah mereka, dan yang terpenting dia sedang tertawa lepas. Benar-benar penampakan yang jarang terlihat.
nanananana
nanananana
nanananananana
we goin dumb and dumber, yeah
dan semuanya bertepuk tangan saat iKON menyelesaikan lagu pertama mereka yang berhasil memanaskan suasana pesta. Tidak mau kalah dengan juniornya BTS pun kini naik keatas panggung untuk menyanyikan lagu 'Fun Boys' Rapmon CS terlihat sangat bersemangat hari ini.
"JA, WASSO" teriak Rapmon yang langsung dibalas teriakan berbunyi "AH HEUNGTAN SONYEON DAN" dari orang-orang yang berpesta.
kegiatan itu berlangsung berkali-kali sampai suga menyanyikan partnya "HEUNG HEUNG TAN TAN HEUNG HEUNG TAN TAN"
"nado nal jal molla" lantun Jongkook yang langsung disambung kembali lagi oleh 3 rapper BTS.
"heungtan sonyodan, saebyokdari jil ttaekkaji" Suga memulai rap nya dengan penuh semangat. Dia mengajak semuanya kembali menari dan menularkan kegembiraan lagu tersebut pada semua orang yang ada disana.
Suasana semakin memanas. Mereka kembali menyanyi dan menari bersama menikmati saat-saat seperti ini yang sangat jarang terjadi. Melepaskan segala penat yang selama ini mereka dapatkan diperusahaan.
Taehyung menarik Baekhyun dan Dio keatas panggung untuk menari dan menyanyikan "woah woah woah woah" bersama-sama. Mereka membuka dan menutup kaki sambil bergeser kekanan-kekiri dengan tangan yang berputar-putar. Semuanya nampak tertawa lepas bersama-sama. Mereka memang tidak menarikan koreografi yang biasa mereka tampilkan di depan publik. Malam ini, mereka bebas bergerak sesuka hati.
Mino tidak mau kalah, ia naik keatas panggung mengambil mic lalu menyanyikan part J-Hope dan Rapmon seenaknya. Tapi kedua member itu tidak merasa terganggu. Mereka malah menertawakan aksi Mino yang nge-rap secara asal-asalan bahkan liriknya juga ia ganti seenak jidatnya.
Pesta tahun baru kali ini memang sangat sukses dan menghibur. Semuanya nampak senang dan menikmati pesta. Namun jika diperhatikan dengan seksama sebenarnya ada satu orang yang sedari tadi hanya memperhatikan yang lain sambil duduk disalah satu kursi dipinggir kolam. Itu Jongin, dia hanya duduk sendiri memperhatikan yang lain.
Malam ini moodnya benar-benar rusak setelah menerima telpon dari Ibunya. Ia kembali didesak untuk menemui seorang wanita yang di jodohkan dengannya beberapa bulan yang lalu. Jongin memang selalu menolak meski gadis yang dipilih oleh ibunya itu adalah gadis yang sangat cantik dengan karir yang cukup bagus sekalipun. Jongin hanya merasa tidak bisa memiliki ikatan hubungan dengan siapapun kecuali Kyungsoo.
Jika Jongin sudah menolak seperti itu maka Ibunya akan menyangkut pautkannya dengan keadaan putrinya. "Taerin butuh sosok Ibu Jongin-ah, dia sudah besar. Kau juga butuh seseorang yang bisa mengurus dan memperhatikanmu setiap saat, kau harus menikah" itulah yang selalu di katakan nyonya Kim pada anak lelaki satu-satunya. Tapi Jongin tidak pernah mengiyakan ia selalu beralasan "Aku bisa menjadi sosok Ayah dan Ibu sekaligus untuk Taerin. Aku bisa mengurusnya sendiri".
Jongin menggenggam gelas berisi minuman beralkohol ditangan kanannya dengan erat. Gelas itu terisi penuh. Ia sebenarnya bukan orang yang biasa mabuk meski ia hidup di eropa selama hampir 10 tahun. Jongin adalah orang yang mencintai kesehatan. Dia bahkan tidak merokok. Tapi pikirannya sedang kacau, orang bilang 'alkohol bisa meredakan kekacauanmu'. Sehingga tanpa pikir panjang Jongin langsung meneguk isi gelas sepenuhnya.
Sepertinya Ia tidak ingat apa efek dari menegak alkohol. Ia mungkin akan kehilangan kesadaran, atau bahkan akal sehatnya.
Jika otak manusia diibaratkan seperti komputer dengan prosesor RAM kuat dan memori yang besar maka ketika alkohol masuk kedalam tubuh, RAM otak yang kuat itu akan menjadi lemah, berarti kacau. Bisa bayangkan sendiri bagaimana anjloknya kondisi Jongin yang bahkan mungkin baru beberapa kali menegak minuman beralkoloh sepanjang hidupnya.
...
Pesta masih berlangsung. Kini mereka sedang menikmati penampilan Jiyong yang berkolaborasi dengan Mino, Dio, Baekhyun dan Wendy Redvelvet. Mereka menyanyikan lagu Fantastic baby. Keahlian Rap Jiyong dan Mino sudah tidak usah diragukan lagi. di tambah vokal Baekhyun dan Wendy yang luar biasa dan Dio sendiri, dia bukan idol tapi vokalnya bahkan bisa lebih baik dibanding idol-idol lainnya.
Mereka masih menyanyi dan menari bersama. Menikmati malam dengan bersuka ria. Bahkan Amber, Taehyung, Hoseok, Hanbin, dan June (Junhoe) ikut menari di atas panggung. Tanpa ada satu orangpun yang menyadari Jongin mulai berjalan menuju kerumuhan dengan langkah sedikit sempoyongan. Awalnya ia ikut menari dengan orang-orang di tengah bola-bola plastik. Ia bahkan sempat menari bersama-sama dengan Jimin, Jin, Chanwoo dan Yunhyung seperti orang sinting. Hingga matanya tidak sengaja menangkap seseorang yang masih menyanyi dengan lincah di atas panggung.
"Kyungsoo-ya" gumamnya pelan hingga tidak ada satupun yang mendengarnya.
Ia mulai naik ke atas panggung. Hoseok menyambutnya dengan gembira, ia kira Jongin ingin ikut menari di atas panggung. Tapi ternyata Jongin malah menepis uluran tangannya. Jongin malah berjalan menuju... Dio.
Dio tidak menyadari jika Jongin kini tinggal beberapa langkah lagi dibelakangnya. Hingga ia merasa ada orang yang menariknya dan memaksanya untuk berbalik dan...
CHU~
Jongin mencium bibirnya.
Dio sempat terpaku beberapa saat ia bahkan menjatuhkan mic nya begitu saja sampai akhirnya ia sadar dengan apa yang terjadi padanya. Ia mendorong dada Jongin. Jongin memang melepas ciumannya sesaat sambil bergumam "Kyungsoo-ya please~" dengan wajah memelas lalu kembali menarik tengkuknya dan menciumnya semakin dalam. Ia bahkan menahan tengkuk Dio hingga Dio tidak bisa melepaskan diri.
Mereka berada diatas panggung sehingga semua orang bisa melihat kejadian itu. Semuanya. Suara dentuman musik pun semakin mengecil seiring dengan Jongin yang semakin memperdalam ciumannya. Bahkan Jongin tidak menyadari apa yang ia lakukan meski suara musik sudah berhenti. hingga-
BUGH
"APA YANG KAU LAKUKAN BRENGSEK"
Dan Jongin langsung terjatuh setelah Mino menarik dan meninju rahang kirinya. Tidak hanya jatuh, nampaknya Jongin juga langsung pingsan. Bukan karena pukulan Mino yang sangat keras namun juga akibat dari efek alkohol yang ia tegak sebelumnya.
TBC
Pesta tahun baru diatas sebenernya impian gue pribadi sih, bisa pesta bareng idol-idol itu kan rasanya gimanaa banget gitu yak :( wkwk
Ini hadiah tahun baru dari Alkey PCY buat kalian semua reader-readerku tercinta *peluk-satu-satu* dan buat yang nanya kapan JAS PUTIH di lanjut aku 'usahakan' besok malem atau sabtu malem yah.. rencananya sih ada scene tahun baru juga hihi.
Kalau FF JAS PUTIH itu temanya ttg kedokteran nah FF ini tuh temanya ttg Industri Hiburan Korea, terutama musiknya. Jadi selain ceritain ttg cinta-cintaan dan kegalauan Kim Jongin di ff ini juga bakal terselip tentang industri hiburannya. Komentar-komentar Dio, Hanbin, Yoongi sama Jongin pas ngomelin Trainee juga itu omongannya Papa YG sama Hanbin di acara WINNER TV sama M&M. Suka aja sama omelannya papa YG bikin nyesek tapi bener gitu wkwk.
Aku multifandom tp lebih ke BIGBANG, EXO, iKON, BTS, WINNER sih jadi yah maaf kalau misalkan disini castnya terlalu banyak wkwk harap maklumin yah :*
Oh BTW karena di sini Jongin mau di Jodohin berarti dia SINGLE, jadi kemana sebenernya MAMANYA TAERIN? Terus apa ada yang penasaran dengan reaksi DIO setelah dicium jongin seenak jidatnya? Dan gimana hubungan DIO-MINO sebenernya?
Tungguin chapter selanjutnya yaaaa wkwk
Dan terakhir... terima kasih sebanyak-banyaknya buat para reader yang udah kasih review, aku baca semua dan seneng banget, kalian sumber semangat banget buat nerusin ff-ff ku wkwk. Terima kasih banyak yah :*
Jangan sungkan buat kasih komentar, kritik, saran ataupun kesan di kolom review untuk chapter ini yah..
LOVE
XOXO
