'Gunting-Batu-Kertas'

.

.

.

.

.

HUNKAI

.

.

.

.

.

"Ahhh~" desahan kecewa itu keluar lagi dari bibir kissable Kai.

"Aha! Aku menang lagi!" Seru Sehun bersemangat. Sedangkan Kai mengerucutkan bibirnya kesal.

"Apa? Kau mau minta apa lagi huh?!" Tanyanya sewot. Hell, dua jam bermain 'Gunting-Batu-Kertas' bersama Sehun, ia hanya menang satu atau dua kali. Dan selebihnya selalu Sehun yang menang.

Tadinya Kai ingin mengajak Sehun bermain game saja karena tidak bisa tidur di tengah malam begini. Tapi Sehun malah mengusulkan permainan membosankan macam ini.

Sebenarnya, ia cukup tertarik dengan permainan ini karena 'Siapa-yang-kalah-harus-memenuhi-permintaan-yang-menang'. Karena dipikirannya, ia akan selalu menang melawan Sehun. Seperti saat main game.

Tapi ini?

Yah, walaupun permintaan Sehun tidak berat juga. Seperti, memijit punggung Sehun yang terasa pegal, membuatkan teh hangat untuk Sehun, menyuruhnya melakukan aegyo, dan yang lain.

Tapi tetap saja! Tidak seru jika harus selalu Sehun yang menang! Rasanya ewwww- sekali!

"Main game saja, Sehun~" Kai merengek dengan wajah memelas.

"Kau itu kalau sudah main game akan lupa waktu, Jongin! Bisa-bisa kau tidak tidur semalaman. Nanti kalau Kyungsoo dan Suho hyung memarahimu bagaimana?" Tanya Sehun. Kai yang mendengarkannya semakin melengkungkan bibirnya kebawah. Jika disandingkan dengan bebek karet milik Jongdae, mungkin bibir Kai saat ini akan terlihat sama seperti bebek karet itu. Hahahaha...

"Satu kali lagi. Dan ku pastikan kau akan tidur setelahnya" ujar Sehun. Kai mendongak.

"Benarkah?" Tanyanya.

"Hmm"

Sehun Gunting.

Kai Kertas.

"Yasudah! Tadi kau mau minta apa?" Tanya Kai

"Aku minta kau menyanyi untukku" Jawab Sehun.

Kai mengernyitkan dahinya. Menyanyi? Menyanyi apa?

"Menyanyi apa?"

"Terserah"

Kai berfikir. Tapi kemudian ia pun mulai menyanyi.

"When I see your face,

There's not a thing that I would change..

'Cause you're amazing.

Just the way you are.."

"And when you smile..

The whole world stops and stares for a while.

'Cause, KAI, you're amazing.

Just the way you are.."

Sehun tersenyum setelah melanjutkan lagu yang Kai nyanyikan tadi. Itu lagu Bruno Mars - Just The Way You Are. Bukankah lagu itu sangat romantis? Apalagi tadi Sehun menyebutkan namanya di tengah lirik lagunya. Uhh, romantisnya! Sungguh romantis. Roman- Romantis apanya?! Salahkan jantung Kai yang berdetak sangat cepat. Bahkan -mungkin- Sehun bisa mendengar detak jantungnya.

"'Cause KAI you're amazing, Just the way you are.." Sehun mengulang lirik terakhir lagu itu, dimana ia mengganti lirik yang mulanya 'Girl' menjadi 'Kai'.

Jika mereka sepasang kekasih, mungkin akan terlihat sangat romantis.

"Saranghae" bisik Sehun. Kai semakin menegang mendengarnya.

Tangan Sehun memeluk tubuh Kai erat.

"Cause Kai you're amazing, Just the way you are.." Sehun mengulang lagi lirik lagu itu.

"S-sehun"

Sehun tidak menjawab panggilan Kai. Ia justru mengeratkan pelukannya. Dan entah kenapa Kai merasa sangat nyaman.

Keduanya masih terdiam dengan posisi seperti tadi. Hingga akhirnya Sehun melepas pelukannya dan menatap Kai dalam. Ia menangkup wajah Kai dengan kedua tangannya. Wajahnya perlahan mendekat, menghapus jarak antara keduanya.

'Manis' batin Sehun ketika merasakan bibir itu menyentuh bibirnya.

Awalnya Kai terkejut. Namun setelah melihat mata Sehun yang terpejam, ia pun ikut memejamkan matanya dan mengalungkan tangannya di pundak Sehun.

Hanya lumatan kecil yang Sehun lakukan. Dan Kai tidak berontak sama sekali.

Sehun menggiring tubuh Kai menuju ranjang tanpa melepas ciumannya.

"Eunghh" Kai melenguh ketika Sehun melepas ciumannya.

"S-sehun" Kai menunduk. Ia malu melihat Sehun. Tadi itu sungguh gila!

"Jongin, tatap aku" Sehun mengangkat dagu Kai, hingga wajah manis itu terangkat dan menatapnya.

"Saranghae" ucap Sehun. Ia memeluk Kai hingga keduanya ambruk di single bed milik Sehun.

Lama dengan posisi seperti ini. Kai mulai mendengar dengkuran Sehun. Kai tersenyum.

"Selamat tidur, Sehun" Ujar Kai.

"Nado saranghae" bisiknya tepat di telinga Sehun, kemudian menyamakan posisinya dipelukan Sehun dan mulai memejamkan matanya.

Ternyata pelukan Sehun terasa nyaman untuknya. Tubuh Sehun hangat, tidak seperti wajahnya yang sedingin es.

Terlalu nyaman, dan membuatnya mengantuk.

Mungkin saat ia tak bisa tidur, ia akan menyuruh Sehun memeluknya dan ia akan tidur dengan nyenyak.

Sedangkan Sehun?

Namja itu malah membuka matanya dan tersenyum dengan lebarnya.

Sehun mengeratkan pelukannya kemudian mengecup pucuk kepala Kai berkali-kali.

"Aku tau kau juga mencintaiku, Jong" monolognya.

"Jaljayo Jonginnya Sehun"

Chu~

-FIN-