'Your Lips'
.
.
.
.
.
HunKai
Uke!Kai
.
.
.
.
.
Sehun menyenderkan kepalanya di atas meja sehingga kepalanya menghadap ke belakang. Ia bukannya sedang malas untuk memperhatikan pelajaran. Namun objek dibelakangnya lebih indah dari pantat sexy sang guru.
Kim Jongin. Namja yang sudah membuat seorang Oh Sehun gila. Sehun yang biasanya selalu menampilkan expresi datarnya akan menunjukkan tingkah yang konyol jika melihat Jongin. Seperti- mencari perhatian? Caper? Atau apalah itu.
Kim Jongin, namja manis yang ramah. Selalu mendapat peringkat tertinggi dikelas. Sang anak emas sekolah.
Kadang teman-temannya merasa iri padanya karena dianggap 'dispecialkan' oleh sekolah. Sebenarnya sih memang iya.
Jongin selalu membawa pulang piala setelah mengikuti lomba. Mulai dari lomba dance, hingga lomba cerdas cermat. Mungkin itu yang membuatnya lebih 'dispecialkan' oleh sekolah? Entahlah.
Jongin itu hyperaktif. Kadang juga tingkahnya tidak normal. Tapi itu lah sisi ke imutan Kim Jongin yang berhasil membuat hampir seluruh warga sekolah menyukainya, tak terkecuali Sehun.
Sebenarnya Sehun itu menyukai Jongin baru-baru ini. Waktu ia sekelas dengan Jongin. Dua tahun ia sekolah disini belum pernah sekelas dengan Jongin. Dan baru kali ini Sehun sekelas dengan namja manis itu sekarang Sehun sudah jatuh hati padanya. Ckck.
Sehun tersenyum ketika melihat bibir Jongin bergerak-gerak imut. Seperti sedang menyanyi tanpa suara. Bagian tubuh Jongin yang paling Sehun suka adalah bibirnya. Makannya Sehun selalu tersenyum ketika melihat bibir itu tersenyum, cemberut, tertawa, melongo atau lainnya. Sehun jadi ingin memakannya ketika mengingat bibir menggoda itu. Oh! Hilangkan otak pervert mu itu Sehun!
•••oOoOoOo•••
"Hun, ada Jongin" Chanyeol -teman karib Sehun- berbisik ditelinga Sehun ketika melihat Jongin berjalan mendekati mereka. Ah! Tepatnya ke kantin. Sehun yang melihatnya langsung berbinar.
"Hey Chan, aku sudah tampan belum?" Tanya Sehun sambil menaik-turunkanalisnya.
"Mataku? Tidak ada kotorannya 'kan?"
"Bibirku, bibirku? Tidak ada sisa makanannya 'kan?"
"Kalau hidungku? Tidak ada upilnya 'kan?"
PLAK
"Kau ini mau bertemu Jongin atau apa sih? Seperti presiden yang akan pidato di depan massa saja" Chanyeol mencibir. Benarkan? Tingkah konyolnya mulai muncul.
"Hehe" Sehun hanya nyengir tak jelas.
Jongin sudah didepan matanya! Bagaimana ini? Sehun gugup! Sehun butuh nafas buatan! Oke. Ini terlalu lebay.
"Hei, Jong-"
PLAK
"Ya! Kenapa kau memanggilnya?" Sehun menjitak kepala Chanyeol karena se enak jidatnya ia memanggil Jongin-nya.
"Aku 'kan hanya menyapa! Tidak boleh?" Balas Chanyeol angkuh.
"Ti-"
"Annyeong, Chanyeol. Annyeong Sehunnie"
-dak
Sehun menganga ketika melihat Jongin menyapanya. Dan apa tadi? Sehunnie? Ugh. Imut sekali. Haha. Bahkan Chanyeol tidak dipanggil dengan embel-embel '-ie'.
Sehun masih mematung menatap Jongin yang sudah duduk tak jauh darinya.
"Hei, Chan! Apa aku bermimpi?" Tanya Sehun tanpa mengalihkan pandangannya.
"Berhentilah bersikap konyol, Sehun! Menjijikkan!" Cibir Chanyeol.
"Aku hanya sedang senang, Chan"
"Kau sangat menyukainya ya?" Tanya Chanyeol.
"Sangat sangat sangat sangat sangat sa-"
"STOP! -lalu kenapa tidak menembaknya saja?" Usul Chanyeol.
"Aku... Tidak berani. Hehe"
Chanyeol memutar bola matanya malas.
"Kau itu sudah pernah pacaran berapa kali? Mantanmu saja banyak sekali. Masa tidak berani nembak Jongin sih?"
"Jongin 'kan special. Tidak seperti mantan-mantankuyang lain" jelas Sehun.
"Hn"
Tanpa Sehun sadari, Chanyeol menyeringai setan sambil mengetik Sebuah pesan di ponselnya.
'Berkumpul di tempat biasa'
-send-
•
•
•
•
•
HunKai/SeKai
•
•
•
•
•
Chanyeol dan teman-temannya sedang berkumpul di atap sekolah. Mengabaikan Sehun yang -mungkin- nanti akan mencarinya. Luhan, Tao, Baekhyun, Zelo, Mark, Daehyun dan Sungyeol. Itulah teman-teman Chanyeol.
"Sekarang mau membuat rencana apa?" Zelo membuka suara.
"Membuat rencana untuk menyatukan Sehun dan Jongin" jawab Chanyeol tersenyum lebar.
"What? Jonginkuuu~" -Luhan
"Tidak, aku juga sedang PDKT dengannya. Hueee" -Mark
"Jongin? Kim Jongin. Oh no!" -Tao
"Jongin yang manis itu? Aku juga mengincarnya!" -Sungyeol.
"Hei! Kalian tidak boleh seperti itu! Sehun adalah sahabat kita. Sahabat harus saling membantu dong" ujar Chanyeol menengahi.
"Aku menyerah. Aku serahkan Jongin pada Sehun" ucap mereka akhirnya.
•••oOoOoOoOo•••
"Kita akan buat rencana yang bagaimana?" Tanya Baekhyun.
"Begini saja. Kalian tau bagian tubuh Jongin yang paling Sehun suka?" Tanya Daehyun.
"Bibir!" Jawab Chanyeol dan Baekhyun serempak.
"Ah! Aku tau!" Ujar Daehyun antusias.
Ke tujuh makhluk itu mendekat ke arah Daehyun. Menyusun rencana untuk Sang Tuan Muda.
•••oOoOoOoOo•••
Luhan mendesah kecewa. Rencana yang Daehyun buat benar-benar konyol, kau tau? Bukan hanya Luhan yang seperti itu. Tao, Sungyeol dan teman-temannya yang -juga- menyukai Jongin mendesah kecewa.
"Kenapa harus bibir, Dae? Pipi saja sepertinya aku tidak ikhlas" Protes Luhan dan diangguki beberapa temannya.
"Agar lebih fulgar. Haha. Lagipula Sehun juga sangat menyukai bibir Jongin 'kan?" Jelas Daehyun.
"Baiklah. Tapi sepertinya aku tidak ikut melaksanakan rencana kalian itu" Ujar Luhan.
"Aku juga" -Mark
"Aku juga" -Sungyeol
"Aku juga" -Tao
"Ya! Kalau kalian tidak ikut semua siapa yang akan menjalankan rencana ini?!". Tanya Daehyun sedikit kesal.
"Kan masih ada Chanyeol, Baekhyun dan Zelo" Jawab Luhan lesu.
"Tidak! Kalian harus ikut!"
•
•
•
•
•
HunKai/SeKai
•
•
•
•
•
Chanyeol, Baekhyun, Luhan, Tao, Mark, Zelo, Daehyun dan Sungyeol hanya cengar-cengir tak jelas saling memberi kode. Sekarang mereka sedang berada di koridor sekolah. Didepannya ada Sehun yang membelakanginyayang mungkin sedang -marah? Mungkin. Karena tadi mereka meninggalkan Sehun.
Saat ini sudah waktunya pulang. Mereka sengaja keluar kelas dulu tadi agar Sehun mengikutinya. Dan menunggu Jongin di koridor untuk menjalankan aksi mereka.
"Kalian dari mana saja?" Tanya Sehun dengan sedikit penekanan. Benarkan? Dari nada bicaranya saja sudah ketara kalau Sehun marah.
"Tidak kemana-mana" Jawab Tao.
Mata Tao berbinar ketika melihat Jongin. Mereka saling berbisik-bisik. Namun Sehun belum juga menyadarinya.
Mereka mengambil posisi masing-masing sesuai rencana tadi. Daehyun berdiri tepat dibelakang Sehun. Setelah Jongin tepat sampai didepan Sehun, Baekhyun berteriak heboh.
"Wooaahh.. Lihatlah, diatas ada singa"
Reflek Jongin berhenti dan mendongak. Padahal yang Baekhyun ucapkan tadi sama sekali tidak masuk akal 'kan? Ckck.
Dengan cepat Daehyun yang berada dibelakang Sehun mendorongnya hingga menabrak Jongin. Dan lagi! Bibirnya! Bibir Sehun yang menubruk bibir Jongin! Semua yang masih berada di koridor berteriak heboh. Keduanya membelalakkan matanya.
Jongin mendorong tubuh Sehun hingga terjengkang. Matanya berkaca-kaca.
"K-kau!" Jongin menunjuk tepat di depan wajah Sehun. Menatap Sehun dengan pandangan tak percaya. Satu tetes air mata jatuh di pelupuk matanya. Ia berlari menjauh dari kerumunan di koridor.
Sehun masih mematung. Mencerna apa yang baru saja terjadi.
"Jongin!" Setelah otaknya mencerna peristiwa tadi, ia segera bangkit dan berlari mengejar Jongin. Tangannya terulur untuk menarik tangan Jongin.
SRET
Jongin berbalik. Menatap kecewa ke arah Sehun.
"Maaf. Maafkan aku" Sesal Sehun.
"Kenapa -kau -"
"Bukan aku. Temanku yang mendorongku." Ujar Sehun mencoba menjelaskan.
Jongin menunduk. Isakannya kembali terdengar.
"Hikss. K-ku kira k-kau menyukaiku sungguhan. Makannya k-kau menciumku. T-ternyata tadi h-hanya kecelakaan"
"..."
"S-sebenarnya a-aku menyukai S-sehun. T-tapi aku tak berani m-mengungkapkannya. K-ku kira tadi Sehun menciumku k-karena Sehun juga menyukaiku. Tapi t-ternya-"
Chuu~
Jongin membelalakan matanya. Namun kemudian ia memejamkan matanya setelah melihat Sehun yang juga memejamkan matanya
.
Sehun melepas tautannya. Ia mengusap lembut bibir Jongin.
"Bibir ini, adalah bibir yang ingin ku miliki dari dulu" Sehun tersenyum. Sedangkan Jongin hanya diam memperhatikan gerak-gerik Sehun.
"Aku senang kau bicara seperti itu tadi. Saat kau mengatakan kalau kau menyukaiku"
Jongin menunduk
"Itu artinya cintaku selama ini tidak bertepuk sabelah tangan"
Jongin mendongak.
"Aku, Oh Sehun lebih menyukai Kim Jongin"
Jongin menatap Sehun dengan pandangan bertanya.
"Ya. Sebenarnya aku juga suka pada Jongin" Ucap Sehun tulus.
"A-aku tidak mengerti"
Sehun memutar bola matanya. Jongin memang anak yang cerdas. Tapi kenapa otaknya lemot sekali, ya tuhan!
"Aku, Oh Sehun menyukaimu, Kim Jongin. Jadi, maukah kau Kim Jongin menjadi pacarku? Menjadi pacar Oh Sehun?" Jelas Sehun dengan sedikit penekanan.
Jongin menutup mulutnya tak percaya. Setetes air mata jatuh lagi dari mata indahnya.
"H-hei. Kenapa menangis?" Tanya Sehun. Ia memeluk Jongin. Menenggelamkan wajah Jongin didadanya.
"A-aku tak percaya ini, hukss. Sehunnie menyukaiku?"
"Hn. Lalu bagaimana?"
"Bagaimana apanya?" Jongin mendongak menatap Sehun.
"Itu Jongin! Kau mau tidak jadi pacarku?" Sehun menghela nafasnya. Ia harus bersabar. Ini namanya perjuangan Oh Sehun. Tetap semangat!
"Ne. Aku mau" jawab Jongin. Ia menunduk. Menyembunyikan pipinya yang ber-blushing ria.
Sehun memeluk Jongin. Mengecup kepala Jongin lama.
"Gomawo"
1
..
2
..
3
..
4
..
5
..
6
..
7
..
8
..
9
..
10
..
"KYAAAAAAAA! HUEEEE! SEHUN DAN JONGIN ROMANTIS SEKALI! CHANYEOL, KAPAN KAU MENEMBAKKU? KALAU KAU TIDAK MAU DAEHYUN JUGA TIDAK APA-APA!"
Kalian pasti tau suara siapa itu? Siapa lagi kalau bukan Byun Baekhyun? Namja mungil tapi bersuara menggelegar.
Oke. Kita tinggalkan Byun Baek yang sedang mengkhayal ria.
"Bagaimana? Ideku bagus 'kan?" Tanya Daehyun bangga.
"Aku kira tadi Jongin akan marah pada Sehun" Ujar Zelo.
"Tidak akan. Aku sudah tau kalau Jongin sebenarnya juga menyukai Sehun. Terlihat dari pandangannya ketika melihat sehun"
"Kau sangat pandai, Dae!"
-FIN-
Udah pernah diposting di grup fb juga \./
Thanks to
EXO 12-XLKSLBCCDTKS, k1mut, LM90, kimm bii, Red Rose9488, Wiwitdyas1, enchris.727, jonginisa, KaiNieris, geash, hunkaiship14, BabyWolf Jonginnie'Kim, Kamong Jjong, orchestra, FTafsih, kimm bii, xxchancimit, Mizukami Sakura-chan, .9
