'Friend?'

••

••

Apa kau yakin kita adalah teman?

Entahlah, aku hanya merasa ada yang aneh saat kau berkata seolah-olah kita hanya teman biasa.

Banyak sekali kenanganku bersamamu.

Saat kau menghapus air mataku, saat kau mengkhawatirkanku, saat kau memarahiku, saat kau membullyku, saat kau memelukku, dan saat kau ekhem一menciumku一ekem.

"Jong.."

Itu dia! Orang yang sedari tadi melayang-layang dalam otakku. Oh Sehun.

"Ya?" Balasku tanpa menoleh kearahnya. Ia berdecak sebal. Aku tersenyum dalam diam. Tentu saja tanpa sepengetahuannya. Aku senang menggodanya.

"Kalau dipanggil lihat orangnya, Jong!"

Aku menoleh. Ini yang aku suka darinya. Walaupun sedang marahpun ia tetap menampilkan expresi flat anehnya itu. Ck.

"Iyaa. Ada apa?" Tanyaku.

Ia tersenyum lalu mengusak rambutku. Aku mempoutkan bibirku namun sedetik kemudian aku tersenyum.

"Nanti sepulang sekolah ikut aku ya?"

Mataku berkedip berkali-kali. Apakah ini ajakan kencan?

"Ke-kemana?"

Oh God! Kenapa aku jadi gugup begini? Bukankah aku sudah terbiasa jalan berdua dengannya? Sungguh memalukan!

"Menemui Krystal." Jawabnya.

Senyumku memudar. Kepalaku perlahan menunduk.

"Jong?"

"E-eh?"

"Gwenchanna?" Tanyanya.

Dasar bodoh!

Ia memelukku. Menenggelamkan wajahku didada bidangnya. Hangat.

"Jangan menangis, Jong. Aku tau kau ingin punya pacar. Tapi mungkin ini belum waktunya."

Bukan! Bodoh! Aku sedih bukan karena iri denganmu yang sudah punya pacar secantik -sesexy- Krystal. Tapi karena harapanku berkencan denganmu hancur.

Dasar! Oh -pabbo- Sehun!

-hunkai-

Ia menggenggam tanganku disepanjang jalan. Saat ini aku dan Sehun sedang menuju ketaman untuk menemui Krystal.

Huftt. Apa ia mengajakku hanya untuk dijadikan obat nyamuk?

"Hun"

"Hn?"

"Bisakah kau melepaskan tanganku? Nanti kalau Krystal lihat bagaimana? Dia bisa salah faham" pintaku. Walaupun sedikit tak rela sih.

Bukannya dilepas, ia malah mengeratkan genggamannya.

Dasar!

"Hunn~" Rengekku. Manja? Memang aku manja padanya. Aku sering merengek padanya.

"Tidak mau" jawabnya singkat.

"Terserah!"

'Nanti kalau krystal salah faham baru tau rasa!' Lanjutku dalam hati.

-hunkai-

"SEHUN!"

Itu dia yang dari tadi kita cari. Krystal. Ia sedang melambaikan tangan ke arah kita. Kita? Perlu ku perbaiki kalimatku tadi.

Krystal sedang melambaikan tangannya ke arah Sehun. Yah, lebih tepatnya seperti itu.

"Hey!" Seru Sehun.

Ia berlari menghampiri Krystal. Melepas tautannya di tanganku.

Aku hanya diam melihat mereka yang sedang mengobrol. Aku tak mendengar apa yang mereka bicarakan. Karena jaraku dengan mereka lumayan jauh.

Namun beberapa menit kemudian aku melihat Krystal tersenyum ke arahku. Lalu menghampiriku dan menepuk pundakku.

"Hei Jong!" Sapanya.

Aku mendongak.

"Jaga sehun ya?" Aku mengernyitkan dahiku. Apa maksudnya?

"Hei Sehun! Kau tidak salah menyukainya? Lihatlah tampang bodohnya. Hahaha"

Eh? Apa maksudnya sih? Aku tambah tidak mengerti. Apa tadi Krystal mengejekku?

"Ish. Dia tidak bodoh krys! Mana mungkin orang yang bodoh bisa masuk dalam hatiku"

"Baiklah hun"

Aduh pusing pala ongin..

"Ekhmm. Jong.." Panggil Sehun.

"Ya?" Aku medongak.

Ia menempelkan dahinya ke dahiku. Hindung kami bersentuhan.

Deg!

Apa ini?

"Aku mencintaimu. Maukah kau menjadi pendampingku?"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

BUAGH

ARGHH

"JONGIN!"

Ouch. Kenapa pantatku sakit sekali?

"JONGIN! BANGUN SEKARANG ATAU KAU TIDAK DAPAT JATAH MAKAN SATU HARI INI?"

Eh? Sepertinya tadi aku bersama Sehun. Kenapa ada suara eomma?

Aku membuka mataku.

Ini di一 kamarku?

Jadi?

TADI HANYA MIMPI?

Shitttt!

Drtttt.. Drttt..

Aku mengambil ponselku di atas meja nakas..

1 pesan dari Sehun. Aku membukanya.

From : Hunnie

Pagi sayang 3

Tunggu! Sayang?

Aku menepuk jidatku cukup -sangat- keras.

SEHUN KAN MEMANG PACARKU!

YEAH! STUPID KIM JONGIN!

-FIN!-