Hyung, 520 (Wo Ai Ni) !
Cast: Sehun & Luhan (Hunhan)
Genre: Incest, Bromance,
Rate: T - M
Length: Twoshoot
Note: Alur berantakan dan dibuat berdasarkan imajinasi semata.
Don't Like Don't Read!
Aku ingin bertanya padamu hal seperti apa yang kau sebut CINTA? -
Augstn AD
Present
.
.
.
.
Hyung, 520 !
[PROLOG]
Flasback On
Incheon Internasional Airport
"Appa, seperti janjiku. Aku akan membawa Luhan."
"Cih, jadi kau benar-benar akan melakukannya?"
"Ya, aku akan berusaha semampuku appa. Aku mohon izinkan aku membawa Luhan bersamaku"
"Sehunii apa yang kau bicarakan?" tanya Luhan bingung.
"Kau tau apa akibatnya bukan? Eommamu mungkin akan sangat marah jika tau kau mengambil Luhan darinya."
"Aku tau, tapi aku yakin appa akan membelaku bukan. Aku kan anak appa"
"Cih.. Kau pikir aku akan membelamu hah? Biarkan saja kau diamuk ibu tirimu itu. Aku hanya peduli pada Luhan yang pasti juga akan terkena imbasnya"
"Tidak akan, semarah apapun eomma padaku ia akan tetap memaafkan Luhan appa. Sekalipun aku tidak dekat dengannya tapi ia tetap eommaku bukan?"
"Ya tentu saja. Dia tetap eomma mu, dan Luhan tetap menjadi anakku. Kami hanya lebih menyayangi Luhan ketimbang Kau hahahaha"
"Appa"
Luhan hanya memandang bongung pada keduanya. Ia benar-benar tidak mengerti apa yang terjadi.
"Pergi dan jagalah Luhan dengan baik. Aku hanya perlu menerima laporan keuanganmu setiap bulan. Bekerjalah dengan baik Sehun"
"Ne appa. Terimakasih"
Sehun memeluk appanya dengan penuh rasa sayang. Walaupun awalnya sang appa menentang keinginannya namun Luhan yang ikut ia bawa membuat sang appa akhirnya melunak.
Flashback Off
Masih ga ngerti?
Oke flashback lagii
Flashback On
Sehari sebelum keberangkatan Luhan.
Sehun tak lelah mengatakan kata cinta tepat ditelinga Luhan yang sudah terlelap. Ia mengusap lembut surai Luhan sambil memandang wajah teduh hyungnya.
"Apa yang harus aku lakukan Hyung? Aku tidak ingin kehilanganmu hiks.. Aku sangat mencintaimu hyung.."
Sehun mengusap airmatanya perlahan. Ia tahu ia tidak punya pilihan, namun apa boleh buat. Ia mencintai hyungnya sendiri dan orang tuanya dengan tega memisahkannya dari hyungnya. Sehun rasanya ingin menangis membayangkan hidup tanpa Luhan lagi.
Kali ini ia sudah membulatkan tekadnya. Ia sudah tidak peduli lagi dengan apapun yang akan terjadi. Dibenaknya hanya ada Luhan. Ia harus membuat Luhan tetap berada disisinya. Bagaimanapun caranya.
Sehun beranjak keluar kamar dan berjalan pelan menuju kamar utama yang ditempati eomma dan appanya. Namun samar-samar ia mendengar pembicaraan keduanya dari Luar.
"Mau sampai kapan kau akan keras kepala seperti ini? Mereka sudah sangat dewasa Minniee"
"Kyu, itu bahkan hanya hal kecil. Mengapa kau seperti ini?"
"Bagiku itu bukan hal kecil. Kau lihat bagaimana mereka sangat dekat bukan? Kau harusnya lebih tau dari pada aku!"
"Ya aku tahu, aku sudah tau. Aku hanya tidak sempat memberitahu mereka. Aku sangat sibuk. Salahmu juga kenapa tidak menyampaikan hal ini pada Sehun. Jelas-jelas kau tinggal dengannya selama tiga tahun di Jepang"
"Lalu kau. Kenapa kau tidak mengatakannya terlebih dahulu pada Luhan?"
"Aku sudah bilang aku sangat sibuk menangani cabang terbaru di China. Aku hampir tidak ada waktu mengurusi hal kecil seperti ini Kyu. Sudahlah.. Aku tidak ingin membicarakannya"
BRAK
"Eomma appa. Apa yang kalian sembunyikan dariku dan Luhan hyung?"
Keduanya nampak terkejut dengan kehadiran Sehun. Eomma seperti tidak dapat lagi membangun benteng pertahanannya. Ia memandang wajah Sehun yang penuh tanya.
"Sehunii, anak eomma. Maafkan eomma dan appamu yang tidak memberitahukan hal ini sebelumnya. Sebenarnya Kau dan Luhan bukanlah saudara kandung"
"APA?"
"Benar Sehun. Appa menikahi eommamu tepat disaat kau berusia 3 bulan yang saat itu usia Luhan juga baru 3 tahun dan ibu kandungmu sudah tiada. Awalnya appa pikir akan memberitahu kalian suatu hari nanti, namun setelah apa yang appa lihat tadi pagi membuat appa berubah pikiran. Kau dan Luhan terlihat sangat dekat"
"Ya appa. Aku bahkan mencintai Luhan Hyung"
"APA?" kali ini eomma yang berteriak histeris.
"Mianhae eomma" lirih Sehun.
"Tidak, seharusnya eomma dan appalah yang meminta maaf pada kalian. Eomma tidak pernah memperhatikan kalian. Eomma sangat sibuk dengan pekerjaan eomma Sehunii.. Eomma bahkan membentakmu kemarin"
"Tidak apa-apa eomma"
"Namun Luhan harus tetap pergi ke Jepang. Appa sudah membuat perjanjian awal saat menikah bahwa Luhan akan membantu perusahaan appa di Jepang. Sementara kau akan mewarisi perusahaan Oh Coorp di Korea."
"Aku tidak setuju. Mengapa kalian harus menentukan jalan hidupku dan Luhan hyung. Eomma dan appa selalu sibuk dengan urusan sendiri. Lalu mengapa kami tidak berhak melakukan apapun yang kami inginkan?"
"Itu karena kau masih sangat kecil Sehun. Kau bahkan baru saja lulus sekolah menengah. Kau pikir apa yang mampu kau lakukan?"
"Appamu benar Sehunii"
"Tidak eomma, aku tidak ingin berpisah dengan Luhan. Aku sangat mencintainya eomma"
"Sehun, berhenti bersikap kekanakan!"
"Kumohon appa. Aku akan melakukan apapun asal jangan pisahkan aku dari Luhan hyung"
Namun hanya gelenganlah yang Sehun terima dari sang appa. Sementara eomma hanya memalingkan pandangannya kearah lain.
"Baiklah. Jika memang seperti itu, aku akan membawa Luhan pergi bersamaku. Aku akan berjuang mencari kebahagian untukku dan Luhan yang bahkan tidak pernah kami dapatkan dari orang tua kami" ucap Sehun menantang sambil melangkah pergi.
Appa sudah sangat hafal dengan sikap keras kepala Sehun yang juga menurin darinya. Ia akan mengambil resiko meninggalkan rumah serta membawa Luhan bersamanya. Hal itu hanya akan memunculkan perang baru dirumah dengan istrinya.
"Sehun, pergilah ke China dan urusi perusahaan cabang disana" Ucap appa yang langsung menghentikan langkah Sehun.
"Apa? Kyu jangan gegabah. Sehun masih sangat muda. Aku tidak yakin ia mampu melakukannya"
"Dia anakku Minnie, aku percaya pada kemampuannya. Sama seperti kau yang selalu membanggakan Luhan. Karena dia anakmu bukan?"
Wanita paruh baya itu terdiam mendengar apa yang baru saja dicetuskan oleh suaminya itu. Ia langsung menatap Sehun.
"Kau tidak akan membawa Luhan kan?"
Namun Sehun hanya tersenyum sebagai jawaban sang eomma. Kemudian ia berlalu meninggalkan kamar itu. Dan terburu-buru menyiapkan segala kebutuhan untuk kepindahannya dan Luhan ke China
Flashback Off
Gimana masih bingung?
Jadi eomma sama appa itu nikah disaat usia Luhan 3 tahun dan Sehun baru berumur 3 bulan. Tapi karena keduanya nganggep masalah pernihakan ini hal kecil makanya ga pernah disampaikan ke dua anak mereka sehingga timbullah kesalahpaman saudara antara Sehun dan Luhan yang sebenarnya sama sekali gada hubungan darah..
Aku juga gatau kenapa akhirnya gini, padahal konsep awal mau bikin sad ending.. Eh malah ga tega T.T
Jadilah cerita absurd bin aneh ini -_- alur berantakan ditambah pemakaian kalimat yang kurang tepat.. Hmmm
Kritik dan saran sangat diterima readernim #bow
See you next story
Salam Rusa ^^
Mind to review?
