Fanfic
Rated M (MyungJong Shipper/BlackLemon~ )
Un-Kontrol
.
Myungsoo kembali datang ke rumah Sungjong sekitar pukul 8 malam. Dan ia mengeluh tentang kuliahnya. Bagaimana dosennya ternyata datang terlambat dan test yang berlangsung lama.
Sungjong tergelak mendengar cerita kekasihnya itu. Sementara Myungsoo memasang wajah kesal dan terus menautkan alisnya rendah-rendah.
"Yang penting test-nya sudah selesai 'kan?" Sungjong merunduk untuk mengintip wajah Myungsoo sambil menunjukkan senyumnya.
Dan Myungsoo melirik kekasihnya itu perlahan. Senyuman Sungjong mulai menghiburnya.
Senyuman manis dari bibir merah beraroma ceri. Myungsoo ingat bagaimana rasa bibir itu jika tengah berada dalam raupannya. Bagaimana Sungjong mulai kewalahan hanya dengan satu ciuman. Dan ingat bagaimana Sungjong segera meminta sex setelahnya.
Sekarang Myungsoo juga ingat mengapa ia ingin segera datang ke rumah kekasihnya ini!
Myungsoo mengalihkan matanya dari bibir Sungjong, menuju wajah cerah Sungjong. Kekasihnya yang polos namun agresif ini benar-benar menggemaskan. Ia tak pernah tahan terhadap pesona sensualnya.
Dan coba lihat penampilannya malam ini!
Myungsoo melirik baju Sungjong.
"Ne, hyung?" Sungjong mengerjap. Memanggil Myungsoo yang hanya diam menatapi dirinya.
"Kancingmu terbuka." Myungsoo tiba-tiba menunjuk kancing kemeja putih yang Sungjong kenakan.
Sungjong reflek menjauh sambil menutupi kerah rendahnya dengan tangan. Sambil cemberut lucu.
"Hei? Mau kubuka semua?" Myungsoo berbalik menghadap Sungjong. Raut muramnya tiba-tiba lenyap dan ia menjadi bersemangat.
"Tidak!" Pekik Sungjong. "Mood-mu cepat sekali berubah sih?!" Tubuhnya makin dirapatkan ke sofa dan menjauhi Myungsoo.
Padahal baru sejenak tadi Sungjong sudah berhasil menghiburnya, tapi Myungsoo justru kelewatan dengan memikirkan hal-hal pervert dari kekasihnya itu.
Myungsoo tertawa menanggapi tingkah Sungjong yang menolaknya.
"Kau yakin tidak mau?"
"A..aku… mau nonton TV." Sungjong menunjuk TV yang sejak tadi menyala di hadapan mereka.
Sungjong sebenarnya bersedia saja jika Myungsoo menyerangnya. Tetapi saat ini mereka sedang berada di ruang tengah.
Ia ingat dulu dirinya dan Myungsoo pernah melakukan 'itu' di tempat ini, dan tiba-tiba bel rumahnya berbunyi. Teman Sungjong datang ke rumahnya tanpa memberitahu lebih tahu. Itu benar-benar membuat Sungjong kebingungan. Ia harus berhenti di tengah-tengah aktifitas dari Myungsoo dan buru-buru ke kamar mandi. Sementara Myungsoo membukakan pintu.
Saat itu Sungjong menghabiskan banyak waktu di kamar mandi agar saat menemui temannya nanti, ia tak menunjukkan raut mupeng atau sebagainya.
"Aku tunggu di kamar…" Myungsoo tiba-tiba bangkit dan beranjak pergi.
"Eh?! Tunggu? Hyung mau menginap?" Sungjong terkejut.
"Tentu." Jawab Myungsoo heran. Kenapa juga Sungjong harus kaget?
"Besok aku sekolah…" Rengek Sungjong sambil menghentakkan kakinya ke lantai. Membuat bantal di pankuannya nyaris jatuh.
"Ya. Lalu?"
Dan Sungjong diam.
Bagaimana ia menjelaskan pada Hyung-nya itu bahwa tiap tidur dengan Myungsoo dirinya tak akan tahan untuk tidak menempeli pria itu. Bahwa tiap kali satu ranjang dengan Myungsoo dirinya selalu mendapat sensasi aneh yang tak kunjung selesai kecuali jika Myungsoo sudah menjejalkan tubuhnya ke ranjang dan paling tidak meninggalkan bekas kemerahan di lehernya.
Besok Sungjong harus sekolah. Dan bagaimana jika malam ini kissmark saja tidak cukup ?
"Apapun alasannya aku akan menginap!" Cetus Myungsoo setelah melihat Sungjong lama tak menjawab dan hanya memandanginya dengan salah tingkah.
Duh!
.
.
.
Pukul 10.
Akhirnya Sungjong memutuskan untuk mematikan TV, serta lampu ruang tengahnya. Memastikan semua pintu rumahnya terkunci. Kemudian ia berjalan menuju kamarnya.
Ia membuat sedikit celah untuk mengintip sebelum benar-benar membuka pintu.
Myungsoo berbaring di tengah ranjangnya. Lampu kamar masih menyala dan Sungjong bisa dengan jelas melihat Myungsoo sudah tertidur sambil masih memasang headset di telinganya.
Sungjong masuk. Lalu menutup pintu di belakangnya.
"Tidur pakai headset?" Gumam Sungjong sambil menghampiri kekasihnya. Membukakan headset itu dari kedua telinga Myungsoo. Meraih ponsel Myungsoo, mematikan musik-nya dan menaruhnya di meja nakas.
Myungsoo menggeliyat. Masih tertidur.
Sungjong menuju kamar mandi untuk mengganti bajunya dengan piyama. Mencuci muka dan menggosok gigi. Semua ia lakukan dengan cepat. Dan ia tak tahu pasti mengapa ia begitu terburu-buru.
Myungsoo memang di ranjangnya. Tetapi lelaki itu sedang tertidur pulas. Apa yang Sungjong harapkan?
Lagipula besok ia sekolah!
"Sadarlah Sungjong!" Sungjong menepuk pipinya sendiri. "Besok sekolah! Tahan dirimu dan jangan menempel terlalu dekat!" Jemari Sungjong mengepal, menyemangati diri sendiri.
.
Sungjong perlahan menarik selimut.
Menghadap ke arah berlawanan dengan Myungsoo dan mencoba memejamkan mata.
Satu menit.
Dua menit.
Tiga menit.
Sungjong hampir berhasil terlelap.
Tapi… Tiba-tiba Myungsoo menggeliyat pelan. Mengeluarkan suara erangan samar.
Sungjong kembali sadar. Namun ia menahan diri untuk membuka mata.
Suara gemeresak dari arah Myungsoo terdengar. Sepertinya Myungsoo terbangun.
"Jongie?" Panggil Myungsoo serak.
Bahu Sungjong hampir terlonjak jika ia tidak menahannya. Kenapa harus bangun sihhh!
"Kau sudah tidur, hm?" Dan Myungsoo beringsut mendekati punggung Sungjong. Matanya masih setengah terbuka.
"Lama sekali sih nonton TV-nya. Padahal aku menunggumu. Aku mendengarkan musik supaya tidak ketiduran, tapi malah jadi begini…" Myungsoo menggumam panjang seperti orang mengigau.
Lalu suasana hening sejenak. Sebelum terdengar suara Myungsoo sedang menggaruk tengkuknya. "Kenapa kau tidur sih?"
Sungjong merasakan bahwa Myungsoo mengintip wajahnya lewat bahunya.
Sungjong mempertahankan raut tertidurnya.
Tapi, tiba-tiba satu lengan Myungsoo meraih ke depan dada Sungjong. Lalu perlahan menarik kekasihnya itu ke dalam pelukannya.
Sungjong yang terkejut langsung menggeram kesal.
Ia memang belum tidur. Tapi perbuatan Myungsoo ini tiba-tiba sekali! Ia jadi kaget.
Namun Sungjong masih pura-pura menggeliyat dan kembali tidur. Ia juga masih berpikir dua kali untuk membalikkan tubuhnya dan balas memeluk Myungsoo.
Myungsoo menempelkan wajahnya ke rambut Sungjong dan Sungjong mendengar lelaki itu menghirup pelan. Lantas Myungsoo mengeratkan pelukannya. Merengkuh Sungjong seolah ingin mengatakan bahwa Sungjong adalah miliknya.
Perlakuan Myungsoo sangat lembut, tapi juga berlebihan disaat yang sama. Seolah ia ingin 'bermain' dengan Sungjong namun tetap tak ingin membangunkannya.
Lengan Myungsoo turun ke perut Sungjong, tapi hanya sebentar. Lengan-nya kembali naik dan meremas bahu Sungjong.
Lalu suara nafas yang menghirup lagi.
Oke! Cukup! Lama-lama Sungjong bisa keringat dingin jika ia terus pura-pura tidur sementara Myungsoo tak berhenti mempermainkan tubuhnya.
Sekarang jangan salahkan Sungjong jika beberapa jam ke depan ia akan jadi agresif!
Sungjong membuka mata bulatnya.
Kemudian dengan cepat ia berbalik. Menghadap Myungsoo!
Myungsoo terkejut. Mengira ia sudah membangunkan kekasihnya. Mengira Sungjong akan marah padanya.
"Jongie, maafkan a…"
Lee Sungjong mendorong tubuh Myungsoo hingga telentang dan ia segera naik ke atas tubuh lelaki itu. Dan dalam saat yang sama, ia menyelipkan bibir atasnya ke dalam mulut Myungsoo.
Gerakan yang sangat tiba-tiba. Hingga membuat piyama Sungjong yang memang sangat longgar, melorot dan menampakkan kulit bahunya yang kini terasa panas.
Myungsoo secara reflek ingin melepaskan pagutan kekasihnya dan meminta penjelasan. Tapi ia justru meraih bahu Sungjong yang telanjang. Dan, tentu saja, membuat kekasihnya ini semakin terangsang.
Sungjong sendiri sadar kalau Myungsoo kebingungan dengan kelakuannya yang tanpa aba-aba langsung menyerang Myungsoo.
Ia masih mencium kekasihnya ketika ia rasakan pipinya memerah karena malu. Sangat malu.
Tapi sudah tanggung 'kan?! Sudah kepalang basah! Siapa suruh Myungsoo menggerayanginya!
Sungjong menaikkan bahunya. Jemari lentiknya meremas rambut legam Myungsoo. Siapa peduli Myungsoo yang diam saja. Jika sudah begini, mau tidak mau, Sungjong harus mendapatkan sex dari Myungsoo.
Oh! Tunggu! Myungsoo diam saja? Kau pikir seorang Kim Myungsoo bisa diam saja di saat keagresifan Sungjong muncul di depan matanya?
Perkara Sungjong tiba-tiba menyerang dirinya, itu bisa ditanyakan nanti. Sekarang ladeni dulu apa yang ada dihadapannya!
Myungsoo mulai melingkarkan lengannya ke punggung Sungjong. Lalu membalas ciumannya. Meraup sekalian bibir bawah Sungjong dan menghisapnya dalam-dalam.
(Dan ini yang kutakutkan. Mereka jadi sama-sama agresif -_-")
.
Myungsoo tetap membiarkan Sungjong –yang notabene adalah seorang uke–, berada di posisi di atas tubuhnya. Biarkan saja, pikirnya. Toh ia sedang menikmati bibir merah dan kenyal ini.
"hyungghh~" Desah Sungjong saat bibir bawahnya berhasil keluar dari lumatan Myungsoo.
"hm?" Respon Myungsoo. Lalu melepaskan dua belah bibir itu dari mulutnya.
Sungjong diam. Tangannya perlahan bertumpu di antara kedua bahu Myungsoo. Ia masih merasa malu. (Bukankah biasanya Sungjong yang di bawah?). Rasanya ia baru saja merendahkan Myungsoo. Tapi kenapa Myungsoo diam saja?
Ia memperhatikan Myungsoo. Kekasihnya yang memakai kaus hitam legam lengan panjang.
Dan Myungsoo diam saja. Balas menatap dengan tatapan elang-nya, yang tak pernah berhasil Sungjong baca.
"Maafkan aku…" Sungjong cemberut. Kemudian ia menunduk dan membenamkan wajahnya ke dalam dada Myungsoo. "Ya ampun, aku malu sekali…" Bisiknya.
Myungsoo mendengus tersenyum. Lalu memeluk Sungjong. "Kenapa kau tiba-tiba menyerangku begini, sayang?"
"Hyung bikin aku tidak bisa tidur. Hyung pegang perutku! Hyung pegang-pegang bahuku! Hyung juga cium rambutku! Itu semua membuatku ingin melakukan sex denganmu. Tapi tadi kau malah melakukannya setengah-setengah. Kalau memang ingin membangunkanku, bangunkan saja! Aku tidak mau setengah-setengah. Buang-buang waktu!"
Myungsoo tertawa. "Jadi begitu ya?"
Sungjong mengangguk. Wajahnya masih merah ketika ia mengatakan semuanya.
"Jadi sekarang bagaimana? Kau masih ingin diatasku atau bagaimana? Tapi tetap aku yang masuk loh ya!"
Sungjong terkekeh. "Sekali-kali ada di atas Myungsoo-hyung seru juga…"
"Ya! Jangan merendahkan Seme-mu sendiri. Masih beruntung aku ini penyabar…" Myungsoo mengatakannya sambil mendorong tubuh Sungjong ke samping. Merebahkan kedua bahu Sungjong dengan benar. Lalu ganti ia yang naik(?)
Myungsoo melirik kancing piyama Sungjong. Dan perlahan membukanya satu-persatu.
Pipi Sungjong memerah. Merasakan sensasi menggelitik di atas perutnya saat jemari Myungsoo bergerak membukakan kancingnya.
"Dua jam tidak cukup lho, Jongie." Myungsoo menyeringai.
DEG!
"Andwee! Besok sekolahhh!"
End.
.
.
.
Kali ini…
No NC.
No Sex.
NO "eunnghhhh~~" "hyungnghhh lakukan disana~" "hyungghh aku mau keluar~~" etc.
Kenapa? Karena aku benci cerita panjang-panjang xD
Apa MJs sadar aku sedang hiatus? Mungkin tepatnya semi-hiatus.
Anu, tolong berhenti menulis komen semacam ini; "Bikin Lagi Fanfic MyungJongnya yang banyak."
Tolong berhenti XD
Karena aku sudah menulis lebih dari 22 Fanfics MyungJong. Silakan kunjungi profil ffn Akihi Takizawa ini. Dan kalian akan menemukan bahwa aku tidak hanya menulis SATU fanfic.
Oke itu saja.
Next Fanfic akan berjudul "First Sex" Jadi bisa kalian bayangkan akan ada NC besar-besaran di sana HAHAHAHAH.
