Fanfic
Rated M (NC. MyungJong Shipper/BlackLemon~ )
Another Kontrol
.
Setelah kemarin Myungsoo yang pulang kuliah dengan merengut. Maka kali ini adalah giliran Sungjong.
BLAMM!
Lihat! Ia bahkan membanting pintu. Lantas menghentak masuk dengan raut teramat sebal.
"KIM MYUNGSOO!" Sungjong menggeram marah. Gigi-giginya saling menggemeletuk. Dan wajahnya jadi seperti pikachu dengan listrik seribu watt di seluruh tubuhnya.
Tapi tunggu… Myungsoo tidak ada di sana. Ya, tentu ia tak di sana. Ini adalah rumah Sungjong, dan Myungsoo sendiri pasti sedang kuliah.
Sungjong berpikir sebentar. Dan "Tring!" Sebuah ide muncul entah dari otak mesum-nya yang sebelah mana. Cepat-cepat ia mengeluarkan handphone-nya.
"Myungsoo! Ini akan jadi pembalasan karena kau membuatku berdiri di luar kelas hari ini..!" Ucap Sungjong dengan kesal. Dan dengan raut kesal pula ia mengetik pesan untuk kekasihnya itu:
"Hyung, malam ini ke rumah. Menginaplah…"
Sungjong mengetuk "Send" di layar handphone-nya. Dan seringaian-nya mengembang tinggi.
Aduh~
Tiba-tiba, untuk sejenak Sungjong mengelus pinggang ramping kesayangannya, yang akhir-akhir ini terus menjadi area cengkeraman Myungsoo. Tiga malam ini ia terus sex dengan Myungsoo. Dan kalau diingat capek juga.
Tapi tunggu dulu! Malam ini akan berbeda! Tunggu saja Kim Myungsoo!
.
.
Pukul sembilan malam.
Bel rumah Sungjong berbunyi dengan riang(?).
Sungjong mengalihkan pandangan dari TV di depannya. Menoleh ke arah pintu depan. Ah.. Itu pasti Myungsoo! Jadi ia segera bergegas ke depan.
"Sebentar hyung~" Jawab Sungjong dengan nada luar biasa manja. Dan tentu itu sengaja.
Sungjong memutar kunci, lalu membuka lebar-lebar pintu rumahnya.
"Sungjongie lihat aku bawa a… … EH!?" Mulut mungil Myungsoo membeku dalam posisi menganga.
Kekasihnya Lee Sungjong, membukakan pintu untuknya, dengan rambut setengah basah dan bibir merah ranum yang tak kalah basah(?). Piyama-nya berwana putih dengan garis biru tipis, dan lagi-lagi, dengan dua kancing atas terbuka mengekspos salah satu bahu putih yang menggoda itu.
Tapi tunggu! Bukankah Myungsoo harusnya sudah terbiasa dengan pemandangan ini? Kenapa masih kaget? Bukankah Lee Sungjong bahkan pernah telanjang di bawahnya?
Ah tunggu dulu. Aku belum menjelaskan. Bahwa Lee Sungjongie tidak memakai celana!
Sekarang bayangkan paha putih mulus nan ramping itu terpampang jelas di hadapanmu.
Piyama Sungjong memang lumayan panjang. Apalagi memang sengaja diposisikan 'melorot'. Tapi, tetap saja, di angkat sedikiiiiit saja, underwear-nya pasti sudah kelihatan.
"Kau membukakan pintu dengan penampilan begini?!" Rutuk Myungsoo yang kini cepat-cepat melangkah maju dan menutup pintu di belakangnya.
"Hyung tidak suka?" Bibir merah itu mengerucut manis. Sungjong memilin jemarinya yang hanya terlihat separuh karena tertutup lengan piyama kebesaran itu. Memilin dengan gerakan manis dan aegyo luar biasa.
"Bu..bukan tidak suka. Tapi bagaimana kalau yang datang bukan aku? Bagaimana kalau orang lain?" Entah mengapa Myungsoo salah tingkah.
"Memangnya aku akan mengundang siapa lagi?" Sungjong menghentak. Seperti bocah kecil yang sedang merajuk.
Myungsoo menggaruk tengkuk. "Kau memintaku datang, lalu menyambutku dengan penampilan begini. Kau mencoba memancingku? Apa kita akan melakukan 'itu' lagi?"
Rasanya perut Sungjong mengejang. Itu memang tujuannya. Tetapi mendengar Myungsoo mengatakan hal itu, rasanya seperti Myungsoo sudah menebak rencananya. Menyebalkan!
Padahal Sungjong punya rencana untuk nanti.
Ah biarlah! Lanjutkan saja!
"Mm hm…" Sungjong mengangguk pelan. Itu sebagai jawaban untuk pertanyaan Myungsoo tadi.
"Eh?" Tampang kaget Myungsoo tampak bodoh. "Sayang, minggu ini kita sudah berapa kali melakukan 'itu'? Padahal kemarin kau menolak karena harus sekolah. Apa karena besok hari libur, kau ingin lagi?"
"Kalau tidak mau aku tidak paksa hyung kok." Sungjong menjawab polos.
Membuat Myungsoo berpikir (ngapain juga dia mikir?-_-). Sungjong dengan penampilan seperti ini akan sangat sulit untuk ditolak.
Lihat saja dua paha ramping itu. Rasanya Myungsoo ingin membukanya dan menggerakkan selangkangannya ke area 'itu'.
"Itu bawa apa?" Sungjong menunjuk kresek yang ditenteng kekasihnya.
"Apel. Ada minuman juga."
"Ohh~ Taruh saja di dapur. Aku tunggu di ruang TV." Sungjong dengan cuek-nya melenggang menuju ruang tengah.
Myungsoo mengangguk ragu-ragu. Lalu melangkah menuju dapur.
Ia membuka kulkas dan menaruh kresek-nya begitu saja.
Berpikir sejenak tentang Sungjong. Myungsoo mulai merasa curiga.
Lelaki manis itu memang sangat agresif. Namun tidak pernah sejauh ini sebelumnya. Ia sangat tahu betul tentang Sungjong. Sejak pertama kali mereka memutuskan berhubungan sex, dan Sungjong menjadi 'ketagihan', tetap saja, mereka tak pernah melakukan 'itu' hampir empat kali dalam seminggu.
Myungsoo jadi sangat curiga. Ia mencoba kembali mengingat beberapa hal sebelum ini. Dan beberapa detik selanjutnya, ia ingat bahwa kemarin malam ia telah menyerang Sungjong sampai jam 3 pagi.
Ooohhh~! Sungjong pasti telat dan kena hukum! Dan ia merencanakan sesuatu untuk malam ini. Itulah mengapa ia mengundang Myungsoo!
Ah! Visual ini pinter juga :v
.
.
Myungsoo mulai menguap saat ia menghampiri Sungjong di ruang TV. Membuat Sungjong menoleh.
"Ngantuk?" Tanyanya polos.
Myungsoo mengangguk dengan enggan. Lalu duduk di sofa. Sengaja mengambil posisi sangat berdekatan dengan kekasihnya.
"Besok 'kan libur~ Ayo lembur~~" Tiba-tiba Sungjong menoleh dan mengguncang bahu Myungsoo.
"Aku capek. Aku tidak mau." Myungsoo lantas beringsut dan menempelkan punggungnya di sandaran sofa.
Sungjong diam. Tatapan polosnya tampak kaget untuk sejenak. Sejak kapan Myungsoo menolaknya?
"Sebentaaaarrr…" Rengek Sungjong. "Kayak waktu ituuu~ Sebentar saja hyung."
"Aku tidak bisa sebentar."
"Eh?"
Myungsoo melirik Sungjong yang bingung. Lalu bergumam : "Lakukan sesuatu agar aku mau."
"Lakukan? Apa?" Sekali lagi sebuah pertanyaan polos. Dalam pikiran Sungjong, ia sudah merasa melakukan segalanya. Lipgloss di bibirnya, parfum yang menggoda, dan piyama besar ini.
Sekarang ia harus apa lagi?
Masih berpikir.
Apa penampilannya belum cukup?
Ah! Itu dia! Kalau penampilannya masih kurang, berarti ia harus 'melakukan' sesuatu!
Sungjong mengecilkan volume TV. Lalu beralih menatap Myungsoo. Lelaki yang menolaknya dan tengah beringsut di sofa.
Baik! Jadi ia akan menjalankan rencananya sekarang! Myungsoo tidak boleh menolak!
Sungjong sedikit bangkit dari duduknya. Kemudian melangkahkan paha rampingnya, agar ia bisa duduk tepat di atas pangkuan Myungsoo. Duduk tepat di atas selangkangannya.
Dua paha putih itu kini terlipat rapi di kedua sisi tubuh Myungsoo.
Membuat Myungsoo diam-diam menelan ludah.
Sungjong mencengkeram kedua bahu Myungsoo. Sebagaimana yang sering ia lakukan ketika sedang hampir klimaks di bawah Myungsoo.
"Hyung kenapa tidak mau sih?" Sungjong bergerak seduktif. Menjadi semacam perangsang bagi lelaki yang kini gigit bibir di hadapannya.
"Aku…" Sungjong mulai menggerakkan pantatnya, tepat di atas pangkuan Myungsoo. Dan di hadapan Myungsoo ia memejamkan matanya erat-erat. "…Aku… ingin …" Sedikit desahan meluncur dari bibir merah Sungjong. Cengkeraman tangannya menguat.
Wajah Myungsoo memerah. Jantungnya berdegup kencang. Melihat kekasihnya mencari kenikmatan sendirian.
Apa ini bagian dari rencana Sungjong?
Sepertinya bukan…
Sial! Gesekan pada selangkangan Myungsoo mulai membuat juniornya bereaksi.
"Hyunghh!" Desis Sungjong merasakan area di bawahnya mulai menonjol dan mengeras.
Sungjong terus bergerak liar. Beberapa kali pahanya menghentak samar. Ia juga menarik kerah Myungsoo beberapa kali, meminta Myungsoo membalas perbuatannya.
"Kau benar-benar ingin melakukannya ,sayang?" Tanya Myungsoo. Suaranya nyaris tak terdengar. Seperti bisikan. Rasanya ia tak tahan lagi.
Penis-nya terasa penuh, membuat celananya semakin sesak saja. Ia mulai berpikir untuk menjejalkan Sungjong ke ranjang dan menindihnya selama beberapa jam ke depan.
"Eeengghhh~" Sungjong merebah ke bahu Myungsoo, desahannya tepat menerpa daun telinga Myungsoo dan menimbulkan sensasi menggelitik yang menjalari kepalanya.
Myungsoo menyentuh paha Sungjong yang basah karena keringat. Lalu merengkuh tubuh kekasihnya. Berniat menggendong Sungjong ke kamarnya.
Sebelum tiba-tiba … …
"Tunggu! Hyung mau apa?!" Sungjong bertahan. Membuat Myungsoo gagal untuk bangun.
Myungsoo mematung.
Lee Sungjong yang tadi tampak hilang kontrol, sekarang justru sadar sepenuhnya.
"Sudah. Aku tidak mau!" Sungjong langsung turun dari pangkuan Myungsoo dan kembali duduk ke posisi semula. Meraih remote dan membesarkan volume. Menonton TV seolah tak pernah terjadi apa-apa.
"SUNGJONGIEEEE~!" Bibir tipis itu merengek keras-keras.
Yeah! Akting Sungjong sempurna!
.
xD
.
BRAAK! Myungsoo membanting pintu kamar mandi.
Pantas saja junior Sungjong tidak bereaksi apa-apa! Padahal tadi kelihatannya sudah klimaks! Jadi itu hanya akting?!
Myungsoo merutuk dalam hati.
Kekasihnya baru saja mempermainkannya. Dan lihat saja selangkangannya yang masih begitu sesak. Sungjong benar-benar sudah merencanakan ini dengan baik.
Ya ampuunn~ Myungsoo malu sekali! Padahal junior-nya jelas-jelas sudah tegang di bawah Sungjong.
Setelah ia sudah terangsang, Sungjong mencampakkan 'benda'-nya begitu saja.
Sungjong pasti sedang tertawa-tawa saat ini di ruang TV!
Aaaarrgghh~ Myungsoo harus apa sekarang?
Malu sekali! Mana dia juga menginap malam ini!
Ia membetulkan celananya untuk mengurangi sesak. Ketika pandangannya tiba-tiba menangkap botol kecil berisi cairan di rak dinding.
Myungsoo terkejut. Ia ingat benda itu. Dan sedetik kemudian, wajah tampannya berbinar cerah.
.
.
Sungjong menghentikan tawa-nya saat Myungsoo kembali ke ruang TV.
"Bagaimana?" Goda Sungjong, menahan tawa.
"Apa?" Tanya Myungsoo sambil menaruh segelas jus lemon di meja.
"Tadi kan sudah hampir menusuk?" Senyuman Sungjong tampak jail.
"Kau tega sekali." Gumam Myungsoo cemberut, lalu kembali beringsut di sofa.
"Hehe.. wajah Hyung tadi lucu sekali."
Myungsoo diam. Menatap layar TV.
"Aktingku bagus?" Sungjong memiringkan kepala dengan lucu.
Myungsoo masih diam.
"Tadi pagi Hyung bikin aku telat ke sekolah sih~ Aku jadi dihukum, berdiri di koridor sendirian."
"Kau sendiri yang menyerangku kemarin malam."
"Hyung duluan yang pegang-pegang."
Myungsoo kembali diam.
"Tetap menginap yaa? Aku janji tidak akan menggoda hyung lagi." Sungjong memeluk lengan Myungsoo. Kegiatan balas dendamnya sudah ia akhiri.
"Yaa?" Sungjong mengguncang tubuh Myungsoo ke kiri dan ke kanan dengan manja.
"Lain kali, kalau kau begitu lagi, aku tidak akan segan-segan menyerangmu sesukaku."
"Aiishhh.. jangan begitu~" Pipi Sungjong mulai ditempelkan ke bahu Myungsoo. Kalau dipikir-pikir, kasihan juga kekasihnya ini.
"Apa itu rasa Lemon?"
Myungsoo mengangguk satu kali.
Dan itu membuat Sungjong tampak senang. Ia meraih gelas di hadapannya, kemudian melirik Myungsoo sejenak, sebelum menempelkan bibirnya ke ujung gelas.
.
Few minutes later…
Rambut Sungjong yang tadi sudah nyaris kering, sekarang kembali basah. Bukan karena air dari wastafel. Melainkan karena keringatnya sendiri.
Bibirnya memerah seperti menahan sesuatu. Dan nafasnya sedikit tak keruan. "Panas.." Desahnya sambil mengibas-ngibaskan kerah piyama-nya.
Sungjong menggerakkan paha dengan gelisah. Selangkangannya terasa sedikit menggelitik, dan hangat.
Ia meraih gelas lagi, ingin minum, sebelum kemudian ia sadar Myungsoo sedang mengawasinya. Sebelum kemudian ia pun sadar akan sesuatu.
"Hyung masukan apa ke minuman ini?" Tanya Sungjong dengan suara nyaris lemas. Ia tak tahan lagi dengan rangsangan kuat di atas pahanya.
Myungsoo mengambil gelas di tangan kekasihnya itu.
"Obat perangsang…" Satu senyuman puas dari Myungsoo, sebelum ia sendiri meneguk habis Lemon-Perangsang(?) itu.
.
Jadi…
Mau tidak mau, minggu ini ada empat kali adegan erotis di ranjang Sungjong.
Punggung Sungjong bersandar pada sandaran empuk di ranjangnya.
Baju tidurnya melorot hingga dua bahu polosnya terlihat, lengkap dengan tetesan-tetesan keringat.
Myungsoo membuka kancing-kancing yang tersisa. Menyebabkan piyama itu melorot sepenuhnya. Pantat Sungjong berada di pangkuannya seperti adegan sebelumnya. Hanya saja kali ini tak ada sehelai pun kain penghalang.
"Hhhh… Eummhh.." Tangan Sungjong mengepal erat saat junior Myungsoo perlahan melesak masuk. Dan kali ini Myungsoo menolak untuk setengah-setengah.
Myungsoo mencengkeram pinggang Sungjong. Seolah itu akan membuat rectum Sungjong makin menghimpit juniornya.
Tapi Myungsoo belum ingin 'menyerang'. Ia hanya diam dalam jeda yang lumayan membuat canggung.
"Hyunghhh…" Lenguh Sungjong yang telah meminum sepertiga gelas Lemon-Perangsangnya.
"Hmm?"
"Kau tak mau bergerak?" Sungjong sudah siap dengan cengkeramannya di sprei.
Myungsoo, yang hanya minum seperempat Lemon-Perangsang, hanya menjawab. "Sebentar, sayang…"
"Aku ingin bergerakk…" Sungjong tak tahan dengan benda padat dan tegang yang hanya berdiam dalam tubuhnya.
Sementara Myungsoo tak bergeming. Ia hanya ingin merasakan sensasi berada di dalam tubuh Sungjong. Dalam dinding rectum-nya yang hangat. Penisnya yang penuh, berada dalam himpitan rectum kekasihnya. Terasa nikmat meski tanpa gerakan sama sekali.
Tetapi Sungjong merasa lain.
"Hyungg aku … tak tahan lagi… mmhh, aku ingin bergerak." Sungjong menggelinjang kecil.
Dan sekarang Myungsoo setuju.
Jadi Sungjong menarik diri dari sandarannya, menggelayut pada kedua bahu Myungsoo dan mulai menggerakkan tubuhnya naik-turun. Menggesekkan dinding rectum-nya yang panas.
Sungjong terus menggerakkan paha dan pantatnya naik-turun.
Terlampau agresif, nyaris seperti seorang yang menggilai sex.
"Uuhmm, Ahhgh, mhhh…" Hingga Sungjong tak tahu lagi desahan seperti apa yang ingin ia keluarkan untuk mengimbangi kenikmatan ini. Terus bergerak seakan tidak akan ada akhirnya.
"Euuhhmmm…" Terus saja mendesah semacam itu. Meski sebenarnya dalam dirinya, ia ingin sekali meracau; Enak sekali hyung… Ah hyuunghhh… Aku tidak bisa berhenti… P*nismu enak sekali hyung, kenapa kau bisa setegang dan sepenuh ini… Aku ingin terus sex denganmu... Kenapa kau bisa terasa senikmat ini.. hyung… dan seterusnya.
.
Beberapa menit berlalu, Sungjong memelankan gerakannya. Tapi ia tak berhenti. Hanya memelankan intensitasnya. Ia takut kenikmatannya berkurang atau hilang.
Myungsoo menyusupkan tangan kebelakang. Meremas pantat Sungjong yang naik-turun. Ia hanya bisa gigit bibir pada keagresifan namja ini. Dan tak butuh waktu lama, sperma Myungsoo meluncur naik. Keluar membanjiri rectum yang menggeseknya.
"Hhhhhhh…" Myungsoo melenguh singkat, nyaris menggigit bahu Sungjong di hadapannya karena namja ini telah sukses mambuatnya orgasme.
Sungjong mempercepat gerakan. "Hyungghhh… ahhh… hyungh, kauhh pastiihh, memasukkan terlalu banyak… obatnyahhh…"
"Kenapa hmm? Kau tak bisa berhenti?"
Sungjong kian lincah saja. "Pegang aku hyung…" Desahnya, lalu melumat bibir Myungsoo. Ia bergerak makin menjadi-jadi.
Myungsoo menurut untuk memegang penis kekasihnya. Jadi, di tengah usahanya untuk mengimbangi Sungjong, ia menyelipkan tangannya di antara tubuh mereka berdua. Dan, dapat!
Ia segera meremas benda menggembung itu dengan tangannya yang penuh keringat.
Sungjong melepas ciumannya dan seketika menggelinjang. Ia nyaris berhenti, namun tidak ia lakukan. Gerakannya cuma melambat sedikit. Lalu spermanya mengucur keluar.
Padahal hanya sekali sentuh. Pikir Myungsoo, jadi ia meremas-remas makin kuat. Dan suara manis Lee Sungjong melenguh hebat. Disusul suara desahan-desahan yang membuat Myungsoo hampir gila.
Desahan Lee Sungjong, coba saja kau bayangkan sendiri.
Myungsoo tengah mendengarkannya seperti alunan musik memabukkan.
Beberapa saat kemudian, Sungjong berhenti. Bahu hingga kedua pahanya basah luar biasa.
Ia merasakan rectumnya berdenyut sakit, namun penis Myungsoo di dalamnya tak kalah berdenyut. Dan sejenak kemudian, sperma Myungsoo kembali membanjirinya.
"Uhhhmm, banyak sekali…" Ucap Sungjong manja.
"Semuanya milikmu." Myungsoo tersenyum sebelum mengecup bibir Sungjong singkat. Lalu mendorong namja kelelahan itu hingga berbaring di bawah, dan ia di atasnya.
Myungsoo memilin ujung junior Sungjong yang basah.
"Chagi, sekarang giliranku yang bergerak…" Ujar Myungsoo. Dan mulai menggesekkan juniornya yang memang belum keluar sama sekali.
Tenaga Myungsoo jauh lebih kuat dari Sungjong. Hingga rasanya ranjang di bawah punggung Sungjong ikut bergerak akibat gerakan Myungsoo.
Obat perangsang yang Sungjong minum rasanya belum hilang dan efeknya masih menjalari seluruh tubuhnya.
Sungjong mengalah dan menyerah untuk mengimbangi Myungsoo, jadi ia hanya memeluk Myungsoo erat-erat, menempelkan tubuhnya pada dada kekasihnya.
"Lakukan dengan keras hyuunghh…"
.
.
.
End.
.
.
*Author Mimisan*
Hallo MJs~
Kadang aku memandangi poster Myungsoo di kamarku dan berkata. "Myung, aku tak bisa berhenti… aku tak bisa berhenti memikirkanmu yang sedang melakukan THIS AND THAT kepada Sungjongggg~" LOL
Aku akan membuat Buku MyungJong Fanfic Printed lagi~
Dan mungkin akan ada sedikit NC di dalamnya~
Semua fanfic-nya BARU~ Mungkin ada 4 Fanfic atau entahlah~
Aku berpikir untuk memberikan Boneka Lee Sungjong-ku pada salah satu pembeli. :3
Atau… entahlah heheheh
/kembali hibernasi/
