SEQUEL : TAKE CARE OF MY BOYFRIEND
Cast: Sehun – Luhan – others
Rate: T
Genre: Hurt Confort / Romance
Warn! GS – DLDR – Typo(s) – No Bash !
.
.
.
.
.
Happy Reading
.
.
.
.
Sesosok lelaki tampan yang tengah bersandar dikursi keagungannya ini masih setia menatap foto dirinya tengah mencium pipi seseorang wanita yang telah lama pergi dari hidupnya. Pergi? Iya. Dirinyalah yang membuat wanita yang dicintainya ini pergi. Dia, Oh Sehun, CEO dari cabang perusahaan yang didirikan oleh ayah dari mantan istrinya, Byun Baekhyun.
Dua bulan setelah kejadian beberapa tahun yang lalu itu, orangtua dari mereka meminta untuk mempercepat acara pernikahan. Sehun tidak bisa untuk menolak, karena melihat keluarga nya yang sangat bahagia. Ia pun hanya bisa meng-iya-kan, walaupun hatinya menolak. Memang bodoh!
Sehun mengingat kembali ketika Byun baekhyun sangat semangat memilih gaun yang akan digunakan untuk pernikahan mereka. Ikut dalam mempersiapkan segala sesuatunya tanpa mengeluhkan rasa lelah. Namun kebahagiaan tidak berlangsung lama. Karena pada saat mereka melakukan hubungan intim setelah sah menjadi pasangan suami istri, sehun bukan mendesahkan nama baekhyun, melainkan nama seseorang yang memenuhi pikirannya. Luhan.
Saat itu, sehun benar-benar tidak sadar akan ucapannya. Karena memang sebelum-sebelumnya ia selalu memikirkan luhan, namun ia sembunyikan dan mencoba untuk berbahagia. Tapi kenyataannya? Sehun sudah mengeluarkan sebuah nama yang membuat hati istrinya sakit.
Baekhyun kala itu terkejut kemudian dengan sekuat tenaga, mendorong tubuh sehun yang berada diatasnya. Air matanya menetes. Hatinya sakit. Sehun yang sadar pun hanya bisa meminta maaf. Saat itu juga ia menceritakan semuanya kepada baekhyun. Tentang dirinya dan Luhan.
Baekhyun semakin menjerit histeris. Disisi lain mungkin ia merasa bersalah kepada luhan, tapi disisi lain juga ia sangat membenci sehun. Sosok yang menjadi suaminya. Saat itu juga, baekhyun pergi dari apartment mereka. Sehun berteriak frustasi. Hatinya juga teriris sakit. Ia sadar telah menyakiti dua wanita. Sehun melempar semua barang yang ada didekatnya, tangan kanannya pun bersimbah darah akibat ia memukul sebuah cermin.
Setiap hari sehun mengunjungi apartment baekyun untuk meminta maaf. Sampai akhirnya baekhyun memaafkannya. Baekhyun meminta perceraian, namun sehun menolak, karena akan menyakiti keluarga mereka. Baekyun menerima penolakan sehun saat ini namun dengan syarat mereka tetap bercerai dibulan keenam pernikahan mereka. Agar kedua keluarga tidak curiga. Selama masih menjadi suami-istri mereka masih tinggal bersama namun tidak dengan tidurnya. Baekhyun mulai menjaga jarak dengan sehun. Dan sehun tidak bisa berbuat apa-apa. Karena memang ini semua karena dirinya.
Lamunan sehun terbuyarkan oleh seseorang yang menggebrak pelam meja kerjanya. Sehun sedikit menggeram, namun akhirnya ia terenyum melihat sosok lelaki tinggi blasteran kanada-china didepannya ini.
"Kau mengagetkanku Kris wu!"
"ck! Aku tidak berniat mengagetkanmu tuan Oh! Aku sudah berjam-jam disini dan kau masih tidak menyadarinya."
"sungguh?" Tanya oh sehun tidak percaya
"hahaha Tidak. Aku baru saja disini." Jawab kris santai sambil menyandarkan punggungnya disandaran kursi tepat didepan oh sehun.
"jadi apa yang kau lamunkan?" Tanya kris
"aku tidak melamunkan apa-apa" sanggah sehun
"pembohong!"
"Well. Aku hanya mengingat tentang mantan kekasih ku dulu" kata sehun sambil menampilkan senyum paksanya
"kau masih mengingatnya? Come on man! Kau bisa mencari yang lain. Kau sudah lama menduda kan" ucap Kris yang heran melihat kelakuan temannya ini. Mengingat sehun betah menyandang status duda.
"aku masih mencintainya, Kris" ucap sehun sambil memejamkan matanya
Kris menyadari kalau sehun tengah memeluk sebuah pigura "Coba aku ingin melihat wanita yang membuatmu seperti ini"
Sehun membuka matanya dan melihat kearah kris, yang menatap pigura yang dipeluknya "Tidak" ucapnya singkat lalu memasukkan pigura itu kedalam lacinya.
"Aku tidak akan menyukainya, karena aku telah memiliki seorang istri dan anak" kata kris
"Kenapa kau kemari? Rapat kita adakan besok Kris, kalau kau lupa" Tanya sehun untuk mengalihkan pembicaraan
"ck! aku hanya ingin kemari, karena aku bosan diperusahaanku. Sudah tidak ada lagi yang ku kerjakan"
"apa kau sudah makan siang?" lanjut kris
"belum" jawab sehun singkat
"kalau begitu, ayo kita makan dicafe sebe ─" kata-kata kris terpotong karena adanya sebuah panggilan
"tunggu sebentar ada video call dari istriku" Sehun hanya mengangguk mengiyakan
"hay daddy!" pekik seorang anak perempuan disebrang sana sambil melambaikan tangan mungilnya
"hay my princess" Kris yang mengetahui anaknya –Sophia Wu- yang melakukan video call pun hanya bisa tersenyum senang melihat anak yang dirindukannya
"kapan daddy pulang?" kata Sophia sambil memanyunkan bibirnya
"secepatnya sayang. Daddy akan pulang secepatnya untuk membawa kalian ke korea"
"aku merindukanmu dadd" ucapnya sambil mengeluarkan air mata
"daddy juga sangat merindukanmu sayang" kata kris masih dengan senyumannya
"hay, anak cantik jangan menangis, nanti hilang cantiknya" goda kris kepada anaknya
"uuh! Daddy aku tetap cantik!" kesal anaknya
"hahaha iya, kau tetap cantik sayangku, mommy mana?" Tanya kris ketika baru menyadari istrinya tidak disamping sang anak.
"mommy lagi membuatku susu"
"sepertinya mommy datang, aku mencintaimu daddy..bye"
"daddy mencintai kalian juga sayang, bye". Kris hanya terkekeh melihat kelakuan putri semata wayangnya. Karena ia yakin kalau istrinya tidak mengetahui putrinya diam-diam menghubunginya dengan menggunkan ponsel sang istri. Kris menggeleng-gelengkan kepalanya.
"tadi putrimu?'' Tanya sehun sambil beranjak dari kursinya
"beruntungnya dirimu Kris" lanjutnya sambil memakai jas kerjanya
"iya aku sangat beruntung memiliki dua princess dihidupku" Jawab kris sambil tersenyum membayangkan kedua princessnya. –anak dan istri-
"jangan sia-siakan mereka. Seperti aku dulu" lirihan sehun membuat kris menatapnya.
"tidak akan pernah. Karena aku sangat mencintai mereka. Sudahlah, kau jangan terus-terusan diliputi penyesalan seperti ini" kris menepuk pelan pundak sehun.
"Bagaimanapun juga, aku telah membuat kesalahan besar kris. Kau tidak akan mengerti itu. Dan sampai sekarang aku belum bisa menemukannya" Kris hanya diam menanggapi ucapan sehun, kemudian mengikuti sehun berjalan keluar ruangan.
Kris Wu merupakan rekan bisnis sehun. Mereka bertemu sekitar enam bulan yang lalu. Kebetulan perusahaannya menjalin kerjasama dengan perusahaan kris. Dari situlah mereka jadi semakin dekat. Kris juga mengetahui sedikit tentang kehidupan sehun. Sehun sendiri yang menceritakannya. Awalnya sehun tidak ingin cerita apa-apa, karena bagaimanapun ini privasinya. Namun, kris mulai jengah karena sehun selalu saja melamun ketika sedang bekerja. Dan kris tidak menyukai itu. Dengan alasan untuk mengurangi pikirannya, akhirnya sehun mulai menceritakan tentang wanita yang dicintainya, dan mantan istrinya. Tapi sampai saat ini, sehun belum memberitau siapa wanita itu.
.
.
.
.
.
Selama bertahun – tahun ini sehun selalu mencari keberadaan luhan. Ingin meminta maaf kepadanya, ia ingin membawa luhan kembali kepelukannya. Sehun mulai mencari diflat kecil milik luhan, namun pemilik flat sudah berbeda, kemudian menghubungi teman-teman luhan yang sehun ketahui, tapi mereka mengatakan bahwa luhan kembali ke china. Mengetahui itu, sehunpun langsung terbang ke china, menuju kediaman luhan, namun keadaan rumah luhan terlihat kosong. Akhirnya ia kembali kekorea, dan menyewa seseorang untuk mencari keberadaan ataupun informasi tentang luhan, tapi sampai sekarang hasilnya nihil.
Selama itu pula, sehun selalu menangisi luhan, memendam penyesalan yang teramat sangat sakit untuknya. Sekarang Ia mengerti bagaimana kesakitan luhan, karena ia sekarang mengalaminya. Merasakan sakit ketika ditinggalkan oleh orang yang benar-benar mencintainya.
Hari ini sehun mengunjungi sebuah kafe yang tidak jauh dari apartmentnya. Ia sedang menunggu temannya. "aishh! Selalu telat." Kesalnya sambil melihat jam tangan. Sudah 15 menit ia menunggu sambil menyesap segelas capucino latte yang telah dipesannya.
Ia mengedarkan pandangan ke luar jendela. Melihat banyaknya kendaraan berlalu-lalang dan pejalan kaki. Mereka banyak yang mulai memasuki kafe-kafe maupun restaurant yang berada diseberang, mengingat saat ini adalah waktu untuk makan siang. Ia melihat toko boneka yang terletak diseberang jalan, matanya hanya terfokus pada toko itu saja. Tidak. Bukan pada tokonya melainnya pada sesosok wanita yang memakai dress selutut berwarna pink soft, dengan rambut hitam gelombang sepunggungnya tengah sibuk memilih-milih boneka. Sampai wanita itu membawa boneka beruang yang ukurannya lumayan besar sehingga menutupi wajahnya. Sehun beranjak dari kursinya ingin berlari untuk memastikan apakah wanita itu adalah orang yang dicari selama bertahun-tahun ini. Namun baru ia memundurkan kursinya, wanita itu telah masuki taksi.
"Tidak. Tidak. Dia bukan Luhan. Mungkin karena aku terlalu merindukannya" pikir sehun. Iapun mendudukkan drinya kembali.
"Maaf aku telat" ucap seseorang yang menarik kursi tepat didepan sehun
"ck! " jawab sehun sambil menyilangkan kakinya
"Kyungie tadi menelponku, dia muntah-muntah terus. Akhirnya dari kantor aku pulang sebentar untuk melihat keadaannya" jelas Jongin –teman masa sekolah sehun-
"berisi lagi?"
"iya baru 2 bulan" jawab jongin sambil melambaikan tangan ke pelayan kafe dan mulai memesan makanan. "kau ingin pesan apa?" Tanyanya ke sehun
"tidak. Aku sudah kenyang"
"akhirnya Jongsoo akan memiliki adik" sahut jongin sambil tersenyum bahagia
"bahagia sekali" perkataan sehun itu membuat jongin semakin memancarkan wajah bahagia. Dan sehun sedikit iri
"Tentu. Anak adalah anugrah yang diberikan Tuhan. Tentu saja aku sangat bahagia. Apalagi memiliki anak dari orang yang kucintai.
Kata-kata jongin tertohok dihati sehun. Sehun hanya tersenyum pahit. Jongin yang melihat raut wajah sehunpun langsung melanjutkan kata-kata nya.
"sehun, kau harus merasakannya. Tidakkah kau ingin? Maka carilah pendampingmu untuk menggantikan Baekhyun"
"Aku tidak akan tertarik dengan wanita lain, selain dirinya" sehun mulai memejamkan matanya
"tidakkah kau lelah?" pertanyaan jongin membuat sehun membuka matanya kembali, lalu menatap jongin
"Tidak ada kata lelah untuk wanita yang ku cintai, jong." Ucapnya penuh penekanan.
"kau telah didahului oleh Suho. Kau masih ingat dia?" sehun mengangguk karena memang ia masih mengingat teman kelasnya masa SHS dulu bersama jongin
"Istrinya baru dua bulan kemarin melahirkan. Istrinya keturunan china juga. Namanya Xi…entah lah aku lupa" Sehun hanya terdiam memikirkan sebuah nama. Mungkinkah?
Karena sehun tidak menanggapi lagi, maka Jongin memulai percakapan tentang pekerjaan mereka.
.
.
.
.
.
Big Bang – IF YOU #playing (disarankan saja :) )
Sehun pov
Aku melempar jas yang tengah ku kenakan kesembarang tempat, melepaskan dasinya. Lalu kemudian merebahkan diriku di tempat tidur. "haah…" ku hela napas sambil melirik jam tangan yang kupakai, tepat pukul 12 malam.
"lu..kau dimana?" bibirku menggumamkan pertanyaanya sambil memejamkan mata. Aku memeluk tubuhnya sendiri dengan air mata yang menetes . Luhan telah pergi…begitupun dengan cintanya. Dan sekarang aku merasa seperti orang bodoh yang secara terus menerus meratapi penyesalanku. Aku tidak bisa melakukan apapun selain menunggu dan menunggu. Karena semua yang aku lakukan untuk menemukannya tidak mendapatkan hasil seperti yang diharapkan.
Aku masih mengingat masa lalu dengan luhan ku. Masa-masa dimana kami saling mencintai satu sama lain. Berbagi kebahagian bersama. Bagaimana seorang luhan yang dengan tulus memberikan semua rasa cintanya kepadaku. Bagaimana seorang luhan dengan setia masih tetap mencintai bajingan seperti diriku, sampai akhirnya luhan merasa lelah. Dan mengapa penyesalan selalu datang terlambat? Tidak bisakah Tuhan untuk sebentar saja mengulang waktu, sehingga aku dan luhan tidak akan merasakan hal yang seperti ini? Yang sesakit ini? Seandainya Tuhan memberikanku waktu untuk bertemu dengannya, aku berjanji tidak akan melepaskan maupun menyakitinya lagi. Tapi apakah Tuhan mendengarku?
"oh Tuhan!" teriak sehun sambil memukul dadanya , menjambaki rambutnya frustasi. Ia sadar telah mendapatkan karma, bahkan mungkin lebih berat. Udara disekitarnya seakan mulai menghilang. Nafasnya serasa tercekat. Dadanya serasa ditusuk oleh ribuan jarum. Dan terasa sesak secara bersamaan.
Tuhan, Aku membutuhkan Luhanku
Sampai kapan aku bisa bertahan seperti ini?
Sampai kapan kau menghukumku seperti ini, Tuhan?
Luhan..apakah kau baik-baik saja?
Aku sadar kalau perpisahan ini salah, dan aku menjadi tidak baik-baik saja.
.
.
.
.
Rapat telah selesai beberapa menit yang lalu. Namun aku belum berniat untuk bangkit dari tempatku. "kau kenapa lagi?" Tanya Jongin yang ternyata sedari masih berbincang dengan kris. Aku hanya menggelengkan berniat untuk menjawab.
"ck! Kau tidak perlu heran jongin. Dia memang selalu seperti itu. Aku yakin ini pasti karena wanita yang meninggalkannya" dalam hati aku membenarkan semua perkataan Kris.
"sudahlah. Apa perlu aku mengantarmu ke bar?" Tanya jongin
"Tidak. Aku tidak apa-apa." Jawabku malas
"kau ingatlah istrimu sedang hamil masih saja memikirkan bar" aku terkekeh mendengar kalimat itu keluar dari mulut kris
"Aku ingat. Dan bukan aku yang ingin kesana. Melainkan mengantar sehun. Lalu setelah itu aku pulang" aku menggeleng-gelengkan kepala pelan mendengar jawaban jongin. Aku tidak yakin kalau ia sampai tidak ikut masuk kedalam bar. Ck! Dasar.
"Aku lapar, ayo kerestaurant biasa"
"maaf aku tidak bisa. Aku harus menjemput putriku disekolah barunya. Hari ini dia pulang lebih awal. Dan aku akan makan siang dirumah" ucapan kris membuat aku dan jongin menatap kearahnya
"mereka sudah berada dikorea?" Tanya jongin. Kulihat kris menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan.
"Sejak kapan? Kapan-kapan akan aku ajak istriku untuk berkenalan dengan mereka" sahut jongin antusis.
"Hampir seminggu. Tidak masalah. Kau juga harus berkenalan dengan keluarga kecilku ,Sehunah" aku hanya tersenyum mendengarkan kris. Ah! Betapa bahagianya kalian.
Sepeninggal kris, aku dan jongin memutuskan untuk makan berdua. Tidak banyak yang kami perbincangkan, selain masalah perusahaan.
.
.
.
.
Hari ini hari minggu. Dan saatnya untuk orang-orang bersantai dirumah. Namun tidak denganku. Baru saja aku selesai sarapan dengan roti dan segelas susu hangat, aku mendapat panggilan dari kris. Ia mengajakku untuk bertemu di kafe yang biasa kami selalu kunjungi. Dengan alasan Ia akan mengenalkanku dengan istri dan anaknya. Jongin dan kyungsoo juga telah dihubungi.
Aku masuk kedalam kafe dan mengedarkan pandanganku kesekeliling kafe. Dan Kulihat Kris sedang melambaikan tangan ke arahku. Aku berjalan menuju meja tempatnya. "istri anakmu mana?" tanyaku langsung dan menarik kursi tepat didepan kris.
"mereka masih diapartmen. Aku datang terlebih dahulu karena ada sedikit urusan dengan klienku" jelasnya. Ku hanya menganggukkan kepala sambil melihat-lihat daftar menu. "ah! Sebelum kau datang, Jongin tiba-tiba mengatakan kalau ia tidak bisa datang. Kyungsoo mual-mual terus."
"dadyyyyy!" ku toleh kebelakang karena mendengar teriakan seorang anak kecil. Ia berlari menuju meja kami. Gadis itu memeluk lengan kris. Kulihat kris mencium puncak kepalanya sayang. Aku tersenyum melihat kedua orang didepanku ini. Seandainya saja….
"mana mommy?"
"mommy tadi masuk toilet itu, dadd" jawab gadis yang ku ketahui bernama Sophia ini sambil menunjuk arah toilet yang dibelakangku. Ia menatapku bingung. Mungkin karena pertama kali kami bertemu.
"kenalkan ini teman daddy"
"halo uncle, aku Sophia wu" ucapnya sambil mengulurkan tangan mungilnya. Tidak lupa disertai dengan senyum indahnya. Mengingatku akan seseorang.
Ku ulurkan tanganku untuk menjabat tangannya "Oh Sehun, sehun"
"kau sangat cantik sekali" lanjutku sambil mengusap lembut kepalanya.
"tentu. Seperti mommy" ucapnya sambil tersenyum. Wajah gadis ini perpaduan kris dan juga mungkin istrinya.
"nah sekarang, my princess duduk dekat Sehun daddy, okay" ucap kris
"eh?" aku dan Sophia memasang wajah bertanya
"lebih baik anakku memanggimu dengan sebutan daddy. Agar kau bisa merasakan kalau menjadi ayah itu sangatlah sempurna. Tidak masalah kan?" aku terpaku mendengar penjelasan kris. Lama kemudian aku tersenyum, dan menoleh kearah gadis yang duduk disampingku ini.
"coba panggil uncle dengan sebutan daddy" perintahku kepada Sophia
"daddy..Sehun daddy" ucapnya sambil tersenyum. Aku memeluknya dari samping. Oh Tuhan beginikah rasanya memiliki seorang anak? Kris ikut tersenyum melihat kami tertawa sambil bercanda.
"Kris, maaf aku tadi ketoilet. Perutnya serasa tidak enak" aku lepasnya pelukaku ke Sophia setelah mendengar suara wanita dibelakangku. Suara ini…
"tidak apa-apa sayang, duduklah.. dan kenalkan ini temanku"
Aku lalu berdiri dari kursiku dan melihat kearah wanita itu.
DEG…
Pandangan kami bertemu. Wanita yang ku rindukan. Wanita yang kucintai. Wanita yang selama ini ku cari. Wanita yang telah pergi dari hidupku.
Luhan….Luhanku…kau kembali…
.
.
.
.
.
.
END or TBC?
Akhirnya, buat readers yg meminta sekuel, ini aku uda update. Gimana? Ngefeel ga? Kalo ga..maafin yee
Ini mau dilanjut lagi atau end aja?
Kalo banyak yg minta lanjut, bakal dilanjut. Tapi kalo ga….ya sampai disini aja cerita ini. Heheheheh ^^
Makaasi yg uda review follow dan favorite dichapter sebelumnya ya…
Review lagi,boleh? Jangan pelit ya …love u readers
