Disclaimer: Bleach Tite Kubo
Story Fuuyuki Ayasegawa
Genre: Romance, Hurt/comfort
Rate: T
Warning: AU, OOC, typo (kalau ada), complicated relationship
Keterangan:
- "Bla bla bla" = Speak
- 'Bla bla bla' = Inner
Don't Like, Don't Read!
Happy Reading \(^•^)/ \(^•^)/ \(^•^)/
Surprize in my life
Preview
Gadis berambut jingga tengah meregangkan otot-otot tubuhnya yang masih terbaring dikasur. Ia masih enggan untuk bangun dari tempat tidur. Tapi ia merasa ada sesuatu yang janggal.
'Wangi kamarku terasa berbeda. Kasurnya juga terasa lebih empuk. Tubuhku terasa hangat' ucap Orihime dalam keadaan setengah sadar. Ia hendak mengubah posisi tubuhnya menjadi duduk, namun ia sangat terkejut melihat lengan yang melingkari pinggangnya.
Ia melihat tubuhnya dan bersyukur ia masih menggunakan pakaian, tapi tunggu.. Ini bukan pakaiannya. Fikiran-fikiran buruk mulai menghantui otaknya. Ia panik dan tidak bisa berfikir jernih.
"Ah, aku dimana? A-apa yang terjadi?" ucap Orihime setengah berteriak. Mendengar suara sang gadis, pria itu bangun dan menatap Orihime.
Chapter 2
"Ohayou Orihime, gomen membuatmu terkejut" ucap si pria yang ternyata adalah Ishida Uryuu. Orihime sedikit lega mengetahui orang tersebut adalah orang yang dikenalnya. Ishida juga terlihat masih mengenakan pakaiannya.
Tapi ia kembali tersadar dengan situasi saat ini. Mengapa ia bisa tidur bersama Ishida?
"Ohayou Ishida-kun. Kenapa aku bisa disini. Kita tidak emm,, melakukan hal aneh bukan?" tanya Orihime sedikit takut fikiran buruknya benar-benar terjadi. Ishida tersenyum lalu memegang pipi kanan Orihime.
"Kemarin kau mabuk berat, sehabis dari pesta pernikahan itu kau mengajakku ke bar. Karena jarak rumahmu cukup jauh jadi aku membawamu kesini. Gomen jika ini membuatmu terkejut" jawab Ishida singkat dan membuat Orihime semakin penasaran.
"Sou ka. Ne Ishida-kun, kau belum menjawab pertanyaanku. Kita tidak melakukan hal aneh bukan, iya kan?" tanya Orihime masih was-was akan jawaban apa yang Ishida berikan. Ishida tampak menyeringai,,
"Tidak ada yang aneh kalau sudah menjadi suami-istri, ne Orihime-chan?" jawab Ishida sambil mendekatkan wajahnya pada Orihime. Sedangkan Orihime merasa wajahnya sudah berubah warna saat ini.
"S-suami istri? Tapi itu kan hanya didepan Tatsuki, Renji, Rukia dan Ichigo. Tolong jangan menggodaku seperti itu Ishida-kun" jawab Orihime gugup dan malu. Tanpa diduga Ishida mencium kening Orihime dan membuat jantungnya berdebar tak karuan.
"Ah kau tidak mengingatnya ya. Semalam kita sudah menjadi suami-istri Orihime-chan" jawab Ishida yang kini membuat Orihime panik.
"K-kau jangan bercanda Ishida-kun. A-aku serius. Tolong jelaskan yang sebenarnya" pinta Orihime yang masih belum bisa mengingat dengan jelas kejadian tadi malam.
"Baiklah akan ku jelaskan, tapi sebaiknya kita mandi terlebih dahulu. Sarapan pasti sudah disiapkan dibawah" jawab Ishida yang sama sekali tidak membuat Orihime tenang, malah ia semakin gelisah sekarang.
"Sumimasen Ishida-kun, sebaiknya aku pergi sekarang" ucap Orihime sambil berlari menuju pintu dan keluar. Ia mencari arah tangga turun karena kamar Ishida berada dilantai 2. Tapi belum lama berlari ia sudah menabrak seseorang dan kini tengah merangkulnya.
"Ah Ohayou Hime. Kenapa kau berlari dengan pakaian seperti ini? Apa kau berniat menggodaku, hm?" tanya seorang pria berambut blonde panjang padanya.
Wajahnya yang tampan sempat membius Orihime sesaat, tapi Orihime kembali sadar dan berusaha melepaskan diri dari rangkulan pria tersebut.
"Sumimasen, kau siapa? Kau tinggal bersama Ishida-kun?" tanya Orihime takut-takut. Pria itu tersenyum manis dan Orihime yakin senyuman itu mampu meluluhkan perempuan manapun jika melihatnya.
"Ah tega sekali kau melupakan suamimu yang tampan ini Hime. Apa Ishida sudah mencuci otakmu supaya melupakanku?" jawab pria itu dengan raut wajah dibuat sedih yang malah terlihat kawaii dimata Orihime.
Tapi tunggu dulu,,, suami? Sudah 2 kali ia mendengar kata yang sama dari orang yang berbeda pagi ini.
"Chotto, kau bilang suami? Kapan aku menikah denganmu? Aku juga tidak mengenalmu. Apa yang sebenarnya terjadi disini?!" Orihime berkata dengan frustasi sebab belum menemukan penjelasan apapun.
Lalu muncul seorang perempuan dari kamar didekat Orihime dan pria asing tersebut berada saat ini. Perempuan itu berambut indigo panjang yang diikat longgar dibelakang, sedangkan dari depan rambutnya terlihat panjang sebahu.
Ia memiliki mata berwarna ungu muda dan berkulit putih yang halus.
Cantik, itulah kata yang terbersit difikirannya. Perempuan itu tampak anggun dan elegance, seperti putri bangsawan. Berbeda jauh dengan dirinya yang terlihat kekanakan dan bukan dari kalangan atas.
"Ohayou Hime, Yylfordt apa yang kau lakukan? Jangan membuat Hime tidak nyaman berada disini" ucap perempuan itu sambil menghampiri Orihime dan tersenyum padanya.
"Hei apa-apaan kau, jangan merusak kemesraan kami. Ku kira kau sudah berangkat untuk pemotretan hari ini" tanya pria yang diketahui bernama Yylfordt pada perempuan tersebut.
"Pemotretan dilakukan siang nanti Yylfordt. Ah, tampaknya pemaksaan adalah kata yang paling tepat dibandingkan yang kau bilang.
Lihat, Hime terlihat ketakutan seakan kau serigala kelaparan yang hendak memangsanya. Hime sebaiknya kau ikut denganku" ucap perempuan tersebut sambil menggenggam tangan Orihime.
"Hei, kau ini jangan seenaknya saja. Hime sebaiknya kau yang lebih berhati-hati padanya, karena sebenarnya dialah yang serigala berbulu domba" ucap Yylfordt memperingati Orihime. Orihime semakin bingung dengan situasi disini. Apa maksud perkataan Yylfordt?
"Tidak perlu kau dengarkan perkataannya Hime. Dia tidak bisa menahan diri jika melihat gadis manis sepertimu. Ayo ikut ke kamarku, disana ada banyak pakaian yang cocok untukmu" ucap perempuan tersebut sambil tersenyum hangat.
'Pemotretan? Apa perempuan itu seorang artis? Waaahhhh keren! Tapi kenapa aku tidak tahu ya? Ah baka, aku kan hampir tidak pernah menonton televisi. Hehehe' inner Orihime.
Orihime balas tersenyum dan mengangguk pada perempuan itu dan mereka menuju kamarnya yang berjarak beberapa langkah saja dari tempat mereka bertemu saat ini.
Setelah tiba dikamar perempuan tersebut, Orihime menatap takjub pada isi didalamnya. Disana banyak sekali gaun-gaun dan baju casual yang terlihat mewah. Sudah bisa dipastikan kalau harga baju-baju tersebut jauh berkali lipat dibandingkan pakaian termahal miliknya.
Perempuan itu memilihkan dress selutut berwarna salem dengan luaran berbahan silk dan berwarna senada untuknya. Orihime tampak takjub melihat baju tersebut, ia merasa minder jika harus mengenakannya.
"Nah Hime, ini dress untukmu. Aku yakin pasti akan sangat cantik bila kau yang memakainya" ucap perempuan tersebut pada Orihime.
"A-ano, boleh aku meminjam kamar mandimu? Aku belum membersihkan diri pagi ini" tanya Orihime dengan sungkan.
"Ah tidak perlu sungkan begitu Hime-chan. Kau tentu saja boleh menggunakannya bila kau mau. Ah iya ini underwear dan bra untukmu. Aku yakin kau tidak membawa cadangannya bukan?" ucap perempuan tersebut dengan sangat ramah.
Orihime pun mengangguk dan mengucapkan "Arigatou" padanya. Tiba-tiba pintu kamar terbuka, tampak helaian berwarna pink menyembul dari balik pintu kemudian memasuki kamar.
"Ah ternyata Hime ada disini. Ishida mencemaskanmu, ia mengira kau benar-benar kabur dari sini" ucap pria berkacamata yang terlihat aneh dimata Orihime karena tidak biasanya seorang pria memiliki rambut berwarna pink. Warna yang idientik dengan perempuan.
'Hee? Rambutnya berwarna pink? Apa ia sengaja mengecatnya? Hihihi ia terlihat lucu' inner Orihime sambil terkikik geli melihat pria dihadapannya tersebut.
"Ah kau pasti menertawakan rambutku ini Hime?" ucap pria itu sambil mengerucutkan bibirnya. Ia malah semakin terlihat lucu dimata Orihime. 'Hihi dia terlihat lebih menggemaskan jika berekspresi seperti itu' inner Orihime.
"Hei jangan memasang tampak sok imut begitu Szayel. Wajar kan setiap orang yang baru bertemu denganmu pasti bereaksi seperti itu. Sudah sana bilang pada Uryuu-kun kalau Hime bersamaku.
Ia akan mandi dan bersiap-siap disini. Sebaiknya kau segera keluar, Hime akan risih jika ada laki-laki asing didekatnya" ucap perempuan yang masih misterius itu pada pria yang diketahui bernama Szayel.
"Hoo, lalu apa yang kau lakukan disini? Kau jangan mencuri kesempatan dengan penampilanmu saat ini" ucap Szayel sambil menyeringai pada perempuan itu dan Orihime.
Orihime lagi-lagi dibuat bingung. Ia benar-benar tidak mengerti apa maksud perkataan Szayel.
"Kau jangan banyak bicara Szayel, baiklah aku juga keluar dan segera ke ruang makan. Hime setelah selesai nanti kau bergabung bersama kami diruang makan. Kami semua menunggumu disana. Oh ya kau boleh memakai make up milikku. Jaa Hime"
Mereka pun pergi meninggalkan Orihime sendiri dikamar perempuan misterius itu. Ia segera memasuki kamar mandi dan membersihkan diri. Lalu ia teringat ucapan perempuan itu sebelum pergi "Kami semua menunggumu disana..."
"Sebaiknya aku bergegas. Mungkin aku bisa mendapat penjelasan dari mereka nanti" gumam Orihime yang kini telah selesai membersihkan tubuhnya. Ia mengenakan pakaian yang tadi disiapkan untuknya. Ia juga memakai make up natural saja pada wajahnya supaya terlihat lebih segar.
Setelah semuanya rapi Orihime pun keluar dari kamar dan berjalan menuju ruang makan. Tapi rumah ini benar-benar membuatnya pusing, ia tidak tahu dimana letak ruang makannya. Nampaknya ini bukan rumah biasa yang ia kenal.
Lalu muncul pria berambut blonde seleher dengan poni panjang menutupi mata kirinya. Ia terlihat mengenakan pakaian seperti butler. Pria itu tersenyum lalu membungkukkan sedikit tubuhnya dihadapan Orihime.
"Ohayou Orihime-sama. Perkenalkan saya Kira Izuru, saya adalah butler dirumah ini. Izinkan saya mengantar anda, saya yakin anda belum mengetahui dimana tempatnya. Tuan-tuan sudah menunggu anda diruang makan" ucap Kira dengan sangat sopan.
Orihime mengikuti sang butler hingga tiba diruangan yang terlihat cukup luas jika dibilang ruang makan. Disana terdapat meja makan panjang dengan banyak kursi ditiap sisinya. Seperti meja makan di istana yang pernah ia lihat dari film tentunya.
Semua yang berada dimeja makan dengan kompak melihat kearahnya. Orihime jadi grogi, seolah ia seorang putri yang sangat ditunggu kehadirannya.
"Tuan-tuan, saya sudah mengantarkan Orihime-sama" lapor Kira pada semua yang sudah berkumpul di meja makan.
"Ah silahkan duduk dimanapun kau suka Hime" ucap Syazel yang duduk disisi kiri paling ujung. Orihime melihat ada 3 kursi kosong. 1 terletak ditengah paling ujung disamping Szayel duduk. Lalu 1 disisi kanan tepatnya dipaling ujung disamping Ishida duduk.
Dan 1 lagi disisi kiri tepat disamping perempuan misterius itu. Orihime memilih duduk didekat Ishida karena ia ingin menagih janji Ishida untuk memberi penjelasan saat tadi dikamarnya.
Orihime teringat sesuatu yang janggal dari kalimat yang sedari tadi Kira ucapkan.
'Tuan-tuan? Bukannya ada satu orang perempuan lagi disini selain aku? Tidak mungkin kan Kira-san malas menyebutkannya karena hanya ada satu orang saja?' fikir Orihime yang tidak habis-habisnya dibuat bingung pagi ini.
Mereka memulai sarapan dengan tenang. Tidak ada seorang pun yang berbicara. Mungkin itu salah satu peraturan dirumah ini. Orihime yang tadinya ingin menanyakan sesuatu pada Ishida pun mengurungkan niatnya.
TBC
Hallo minna fuuyu mau sedikit jelasin struktur meja makan dicerita. Masih ingatkan ruang rapat Aizen dengan para Espada? Nah seperti itulah modelnya, bedanya disini peran dari para charanya aja. Hehehehe. Arigatou ya reviewnya walau masih sedikit, mungkin karena masih chap 1.
- Guest(XXY) : Hehe iya Orihimenya udah gede ceritanya. Arigatou ya reviewnya ^_^
- Guest(bucy): Sumimasen kalau alurnya agak cepat. Semoga cerita selanjutnya tidak mengecewakan ^_^ Arigatou reviewnya.
- Nelli is my name: Arigatou Nelli-san ^_^ Yumichika udah nongol kok :) Arigatou reviewnya ^_^
Minna ditunggu reviewnya ya ;) mohon tidak melakukan aksi flame. Hehehe. Jaa~
