Disclaimer: Bleach Tite Kubo

Story Fuuyuki Ayasegawa

Genre: Romance, Hurt/comfort

Rate: T

Warning: AU, OOC, typo (kalau ada), complicated relationship

Keterangan:

- "Bla bla bla" = Speak

- 'Bla bla bla' = Inner

Don't Like, Don't Read!

Happy Reading \(^•^)/ \(^•^)/ \(^•^)/

Surprize in my life

Preview

Orihime teringat sesuatu yang janggal dari kalimat yang sedari tadi Kira ucapkan.

'Tuan-tuan? Bukannya ada satu orang perempuan disini selain aku? Tidak mungkin kan Kira-san malas menyebutkannya karena hanya ada satu orang saja?' fikir Orihime yang tidak habis-habisnya dibuat bingung pagi ini.

Mereka memulai sarapan dengan tenang. Tidak ada seorang pun yang berbicara. Mungkin itu salah satu peraturan dirumah ini. Orihime yang tadinya ingin menanyakan sesuatu pada Ishida pun mengurungkan niatnya.

Chapter 3

Ritual sarapan telah selesai. Mereka masih belum ada yang beranjak dari kursi masing-masing. 'Sepertinya ini saat yang tepat untuk menanyakan yang sebenarnya pada Ishida-kun'

"Ano Ishida-kun, bisa kau jelaskan padaku sekarang?" tanya Orihime to the point. Ishida menatap Orihime yang sangat mengharapkan penjelasan perihal semua yang terjadi. Bukan hanya Ishida, semua yang berada dimeja makan turut menatap Orihime.

Ishida tersenyum lalu mengusap kepala Orihime. "Kau benar-benar gadis yang tidak sabaran ya? Baiklah akan kujelaskan meskipun ada yang tidak hadir" jawab Ishida yang masih belum menjelaskan.

"Memangnya masih ada berapa orang lagi yang tinggal dirumah ini?" tanya Orihime.

"Masih ada 2 orang lagi Hime. Presiden direktur perusahaan Espada corp yang selalu duduk disana (sambil menunjuk kursi makan ditengah, tepatnya dipaling ujung)

dan seorang pengacara jenius yang kursinya saat ini kau tempati Hime" jawab Szayel yang ikut pembicaraan.

"Sou ka. Kalau boleh tahu siapa mereka?" tanya Orihime pada 4 pria dihadapannya.

"Mereka juga suamimu Hime" jawaban yang sangat mengejutkan dari perempuan misterius disebrangnya.

"Heee! S-suami? Sebenarnya apa yang sedang terjadi disini? Kumohon kalian jangan membuat lelucon seperti ini" jawab Orihime frustasi.

Ia merasa dipermainkan oleh orang-orang dirumah ini. Perempuan misterius itu beranjak dari tempat duduknya, ia berjalan menghampiri Orihime.

"Hime, kau sama sekali tidak ingat kejadian tadi malam?" tanya perempuan itu, Orihime hanya menggelengkan kepala dengan lesu dan wajah murung.

"Daijobu Hime, minna sebaiknya kita segera menjelaskannya pada Hime. Kasihan bila ia dibuat bingung terus menerus" ucap perempuan itu memberi intsruksi pada yang lainnya.

"Bukankah lebih baik kalau mereka berdua juga hadir disini? Sekalian memperkenalkan diri kembali pada Hime-chan" usul Yylfordt yang mendapat anggukan dari yang lainnya.

"Memang benar apa yang kau bilang Yylfordt, tapi apa Hime kita bisa menunggu sampai mereka datang?" tanya Szayel pada Yylfordt.

Mereka berempat menatap Orihime, menunggu persetujuan dari sang 'istri'. Lalu Kira turut serta dalam pembicaraan tersebut.

"Sumimasen tuan-tuan, mungkin ada baiknya menjelaskan beberapa point terlebih dahulu pada Orihime-sama supaya ia bisa sedikit mengerti. Untuk penjelasan lebih detail akan dilakukan setelah semuanya hadir. Bagaimana tuan-tuan?"

Semuanya tampak mengangguk setuju kecuali Orihime, Melihat Orihime diam saja Ishida pun menanyakan jawaban dari Orihime "Bagaimana Orihime? Apa kau setuju?"

Orihime masih terlihat memikirkan sesuatu. Ia berharap bisa secepatnya mendapatkan penjelasan menyeluruh, tapi tidak ada salahnya juga saran dari Kira.

"Baiklah. Tidak masalah walau hanya garis besar atau beberapa point saja, yang penting aku tahu mengapa semua bisa seperti ini" ucap Orihime dengan tersenyum kecil.

"Ah sou. Ada yang ingin kau tanyakan terlebih dahulu Hime?" tanya Szayel memulai pembicaraan.

"Ano, sebenarnya eto,,, s-suamiku, apa benar Ishida-kun, Yylfordt-san dan 2 orang yang tidak hadir hari ini mereka semua suamiku?" tanya Orihime menahan malu.

"Yap! Mereka benar suamimu tapi bukan hanya mereka saja, aku dan Szayel juga suamimu Hime" jawab perempuan yang hingga saat ini masih belum memberitahukan namanya pada Orihime.

"Nani! Jadi aku me-memiliki 6 suami! Bagaimana mungkin?! Chotto, kau juga suamiku? Apa tidak salah? Kau kan perempuan" jawab Orihime histeris.

"Ahahaha sudah ku duga. Kau itu lebih pantas jadi perempuan Yumichika. Dengan dandanan seperti itu semua orang tidak akan percaya kalau kau adalah laki-laki" ledek Yylfordt pada orang tersebut.

"Urusai na. Aku juga tidak mau terus menyamar seperti ini. Gomen Hime aku belum memperkenalkan diri sejak awal. Namaku Yumichika Ayasegawa dan aku laki-laki" ucap Yumichika pada Orihime yang kini bengong menatapnya.

"Hei Orihime kau kenapa? Daijobu ka Orihime?" tanya Ishida yang khawatir melihat ekspresi Orihime.

"Ah daijobu Ishida-kun. Aku,, aku hanya tidak percaya saja. Ayasegawa-san bisa lebih cantik dari seorang perempuan. Aaahhh aku maluuu!" ucap Orihime yang membuat sweatdrop orang-orang disana.

"Eeh? Kenapa harus malu Orihime? Kau juga ehmm cantik Orihime" ucap Ishida yang kini merona wajahnya. Orihime yang tadinya menunduk kini menatap Ishida.

"Nani? benarkah Ishida-kun? A-arigatou, tapi kalau aku memang cantik kenapa Kurosaki-kun tidak pernah bisa melihatku?" jawab Orihime yang kini murung. Szayel, Yumichika dan Yylfordt menatap Ishida seakan meminta penjelasan 'siapa Kurosaki?'

"Sudahlah Orihime, untuk apa kau menghabiskan waktu memikirkan bocah baka itu? Sekarang sudah ada aku yang jadi suamimu dan akan selalu bersamamu" ucap Ishida sambil memeluk Orihime.

Tentu saja sikapnya tersebut mendapat delikan tajam dari tiga orang yang juga 'suami' Orihime.

"Ehemm,, sepertinya perlu diingatkan kembali Ishida, kami juga suami Hime. Jadi kau tidak bisa memonopoli disini. Ingat soal perjanjian kita" ucap Szayel sambil melipat tangannya didada.

"Benar Hime, kami semua akan memenuhi kewajiban sebagai suami. Kau tinggal bilang saja apa yang kau ingin dan kami pasti memberikannya untukmu" ucap Yumichika sambil memisahkan Orihime dari pelukan Ishida.

"Dan yang paling penting kau harus menyukai kami berenam dengan adil. Tidak boleh ada yang lebih. Begitulah yang tertulis diperjanjian" ucap Yylfordt menambahkan.

Orihime masih belum bisa menerima apa yang tengah terjadi saat ini. Ditambah lagi ada kata perjanjian? Kapan hal tersebut terjadi? Seingatnya ia tidak melakukan perjanjian apapun.

"Ano sumimasen, dari tadi aku mendengar kata perjanjian? Sebenarnya perjanjian apa yang dimaksud? Aku sama sekali tidak mengingatnya" tanya Orihime yang kini merasakan kepalanya sangat berat karena kejadian hari ini.

Mereka berempat saling berpandangan, entah apa yang sedang mereka fikirkan? Lalu Szayel berdehem dan mulai berbicara.

"Kau yakin tidak bisa mengingatnya Hime?" Orihime hanya menggelengkan kepalanya, Szayel kembali melanjutkan bicaranya,

"Begitu ya, baiklah akan ku jelaskan. Perjanjiannya kau harus menjadi istri kami hingga waktu yang ditentukan.

Selama perjanjian berlangsung kau tidak boleh memiliki hubungan diluar dengan laki-laki lain, dan harus bersikap adil pada para suami. Bagaimana Hime, apa kau ingat sesuatu?"

Orihime masih diam, otaknya mencerna setiap kata yang Szayel ucapkan barusan. Ia masih ragu dengan perkataan Szayel. Melihat Orihime yang masih tampak ragu, Szayel memanggil Kira untuk mendekat.

"Kira-san tolong ambilkan dokumen itu" perintah Szayel yang dijawab Kira dengan membungkuk hormat. Beberapa menit kemudian Kira datang membawa sebuah map ditangannya. Lalu Kira menyerahkan map tersebut pada Szayel.

Syazel menunjukkan map tersebut pada Orihime dan menyuruh untuk melihatnya. Ternyata itu adalah dokumen perjanjian yang isinya "... bahwa Orihime menyetujui untuk menjadi istri dari 6 orang yang bertanda tangan dibawah ini selama waktu yang ditentukan..."

Setelah membaca inti perjanjian tersebut Orihime terdiam, ia kembali syok karena tanda tangannya terukir jelas diperjanjian tersebut.

"Jadi kalian adalah suamiku?" tanya Orihime yang dijawab anggukan oleh 4 pria disana.

"Kenapa aku tidak bisa mengingatnya? Seperti ada memori yang hilang dalam kepalaku. Bagaimana aku bisa bertemu kalian? Bukankah aku sedang bersama Ishida-kun?" Orihime kembali bertanya.

Mereka berempat saling lempar pandangan. Sedangkan Orihime meremas kepalanya frustasi karena masih belum bisa mengingat apapun.

"Kumohon jawablah, aku hanya menginginkan penjelasannya. Tenang saja, aku tidak akan marah pada kalian" ucap Orihime yang sangat penasaran.

"Baiklah kalau begitu Hime. Kemarin Ishida bertemu denganmu di acara pernikahan teman kalian. Ishida bilang kau mabuk berat karena frustasi, ia membawamu kesini supaya kau tidak melakukan hal bodoh, dan kebetulan kau sesuai dengan kriteria yang kami cari untuk dijadikan istri" jelas Szayel singkat.

Orihime masih belum puas dengan jawaban yang diberikan. Ia kembali bertanya pada 'suami-suami' didepannya.

"Sou ka. Arigatou Ishida-kun sudah mengkhawatirkanku, tentu saja aku tidak akan melakukan hal bodoh seperti yang kau fikirkan.

Kalau aku tidak bisa berfikir sehat, sudah dari dulu aku melakukannya Ishida-kun" Orihime tersenyum pada Ishida, Ishida balas tersenyum malu-malu.

"Ah soal kriteria istri, bagaimana kau dan yang lain bisa begitu yakin kalau aku sesuai dengan kriteria? Kalian kan tidak mengenalku" tanya Orihime sambil memandangi mereka berempat.

"Itu bukan hal sulit Hime. Kami sudah tahu semua tentangmu dari Ishida. Dibalik sikapnya yang pendiam, Ishida memiliki selera yang bagus ternyata" ucap Yylfordt menyeringai pada Ishida.

"A-apa maksudmu Yylfordt?" tanya Ishida yang terlihat sedikit salah tingkah, ia membenarkan posisi kacamatanya.

"Hei sekarang sudah hampir jam 9, apa kalian tidak pergi bekerja hari ini?" Ucap Yumichika sambil menunjuk jam besar dipojok ruangan. Szayel dan Ishida melotot, tidak percaya waktu berjalan begitu cepat.

"Ah sial aku ada meeting dengan Urahara-san jam setengah 10 nanti. Minna aku pergi dulu, oh ya Hime tetap waspada selama aku tinggal, kau satu-satunya perempuan di mansion ini" ucap Szayel sambil berbisik pada Orihime.

Orihime tersenyum melihat tingkah Szayel padanya, sedangkan Yylfordt mendecih. "Cih, aku bisa mendengarmu Szayel. Hime sebaiknya kau juga waspada kepadanya" protes Yylfordt.

"Orihime, aku juga pergi dulu. Kalau ada apa-apa segera hubungi aku. Ittekimasu" pamit Ishida pada Orihime, ia juga mengecup kening Orihime sebelum pergi. Sikapnya tersebut membuat Yumichika dan Yylfordt melongo.

"Hei Ishida, kau curang! Kau membuat suami yang lain iri" protes Yylfordt pada Ishida yang sudah berlari keluar ruangan.

"Yare-yare, baru kali ini aku melihat Uryuu-kun bersikap manis pada perempuan. Ah sebaiknya kau juga bersiap-siap Yylfordt. Bukankah hari ini kau ada rekaman?" tanya Yumichika yang sedang mengetik sesuatu di laptopnya.

"Ah iya! Aku hampir saja lupa! Arigatou Yumi-chan sudah mengingatkanku. Masih ada 1 jam lagi sebelum dimulai. Hime aku juga pergi dulu ya. Hati-hati dengannya, jangan tertipu oleh tampilannya"

"Urusai Yylfordt. Aku bukan penggoda sepertimu. Sudah cepat pergi sana, manajermu dari tadi menghubungiku" ucap Yumichika sambil menghampiri Orihime.

"Hahaha, iya iya. Ittekimasu. Jaa" pamit Yylfordt sambil mencubit pipi Yumichika.

"Hei kau,, hah dasar anak itu. Nah Hime kau tidak pergi kerja hari ini?" tanya Yumichika pada Orihime yang asik memandangi setiap sudut ruangan tersebut.

"Aku sudah izin cuti dari kantor kemarin Ayasegawa-san" jawab Orihime singkat.

Yumichika menghampiri Orihime, ia mengulurkan tangannya "Sou ka. Kalau begitu aku akan mengajakmu berkeliling mansion, karena mulai sekarang kau akan tinggal disini bersama kami"

"Nani? Tapi bagaimana dengan rumahku? Kalau aku tinggal disini perjalanan ke tempat kerjaku akan jadi lebih jauh" jawab Orihime yang mulai khawatir dengan jalan cerita hidupnya yang akan berubah 360 derajat.

"Tenang saja Hime, rumahmu sudah dipasang alarm keamanan, bahkan jika diperlukan kami bisa menambahkan penjaga disana. Soal kerja tidak perlu difikirkan,

kau bisa meminta Kira-san untuk mengantarmu setiap hari. Ia juga akan mengurus berbagai kebutuhanmu, jadi tidak perlu sungkan karena itu sudah tugasnya" jelas Yumichika pada Orihime.

"Ah tidak perlu sampai seperti itu umm,, Ayasegawa-san. Itu bisa menarik perhatian orang sekitar nantinya. Toh rumah itu sudah seperti rumah tak berpenghuni selama ini.

Ano apa itu tidak merepotkan Kira-san? Aku sudah terbiasa melakukan segala sesuatunya sendiri" jawab Orihime, ia menerima uluran tangan Yumichika. Mereka berjalan meninggalkan ruang makan.

"Ah hahaha benar juga. Mungkin alarm keamanan saja sudah cukup. Tentu saja tidak apa Hime. Karena kau sudah menjadi istri kami,

segala keperluanmu menjadi tugas untuk Kira-san juga. Dia sudah bekerja disini selama hampir 12 tahun" jawab Yumichika menjelaskan pada Orihime.

"Sou ka. 12 tahun? Lama sekali. Dimana kalian mengenal Kira-san?" tanya Orihime.

"Ya tidak terasa memang, dulu ayahnya juga bekerja disini. Setelah ayahnya meninggal ia yang meneruskan tugas ayahnya.

Padahal kami semua tidak memaksanya untuk bekerja disini. Walaupun dia dan ayahnya bekerja disini, tapi kami semua menganggapnya sudah seperti keluarga" jelas Yumichika pada Orihime.

Mereka tiba ditaman belakang mansion. Orihime tampak antusias melihat taman yang luas dengan banyak bunga menghiasinya. Terdapat gazibu juga ditengah taman tersebut.

"Waaahhh indah sekali. Aku tidak menyangka ada taman seindah ini disini" Orihime terlihat sangat antusias dengan pemandangan tersebut.

Yumichika tertegun beberapa saat melihat reaksi Orihime yang terlihat indah dimatanya. Orihime menari berputar-putar ditengah hamparan bunga seperti aktris-aktris di film bollywood.

"Cantik dan indah. Tidak salah aku memilihnya" gumam Yumichika yang selalu menjunjung tinggi keindahan.

TBC

Hallo minna. Gomen Fuuyu baru update, Fuuyu lagi pusing sama fic fuuyu yang lain karena masih belum ada kelanjutannya. Gara-gara file yang Fuuyu simpan kehapus sama teman (T_T)

Untung file fanfic yang laen selamat(?). Fuuyu seneng ternyata ada yang suka sama fic yang masih belum jelas ini. Hehehe.

- (Guest)Mizuki Schiffer: Ulquiorra ya? Fuuyu usahain chap depan udah bisa dimunculin. Gomen ya Mizuki-san. Arigatou reviewnya. Stay tune terus yaa.

- Ade854: Arigatou udah review di fic Fuuyu yang ini. Stay tune terus ya :)

- (Guest)Orihime: Hehehe iya bener banget #savejomblo. Ya udah nanti Fuuyu kasih Szayel atau Yylfordt gimana? :D Arigatou ya reviewnya :D Stay tune terus ya :)

- Oormiwa: Arigatou Oormiwa-san udah review :) doakan ya semoga ceritanya bisa lebih seru n cetaarr. Hehehe. Orihimenya gak lupa ingatan kok :) cuma disegel aja(?) Fuuyu usahain chap depan ada penjelasannya. Stay tune terus ya :)

- INOcent Cassiopeia: Wah Ulqui lovers yaa? Haha iya Orihime bikin iri aja punya suami 6. Arigatou ya supportnya :D Chap depan Fuuyu usahain Ulquiorra udah nongol. Arigatou ya review dan favesnya.

- Nelli is My Name: Wah Nelli-san lagi UTS ya? Ganbatte Nelli-san. Semoga dengan membaca fic ini bisa bikin semangat saat UTS(?) hehehe. Yup, Yumichika disini jadi perempuan karena tuntutan kerja aja. Soal IshiHime,,, masih dirahasiakan :D nanti bakal dijelasin di chap mendatang :) Soal rate m *ngelirik Orihime* nanti Fuuyu pertimbangin dulu ya ^_^

Arigatou minna buat semua respon positifnya. Fuuyu seneng fic ini bisa diterima dengan baik.

Sampai jumpa chap depan, semoga bisa update kilat. Jaa na~~