Disclaimer: Bleach Tite Kubo

Story Fuuyuki Ayasegawa

Genre: Romance, Hurt/comfort

Rate: T

Warning: AU, OOC, typo (kalau ada), complicated relationship

Keterangan:

- "Bla bla bla" = Speak

- 'Bla bla bla' = Inner

Don't Like, Don't Read!

Happy Reading \(^•^)/ \(^•^)/ \(^•^)/

Surprize in my life

Chapter 4

"Ayasegawa-san... Ayasegawa-san... Daijobu ka?" panggil Orihime pada Yumichika. Ia menghampiri Yumichika karena sedari tadi Yumichika terlihat melamun.

"Ah,, etto,, daijobu desu Hime-chan. Gomen aku sedikit melamun" jawab Yumichika sedikit gugup lantaran bisa-bisanya ia melamun dihari yang masih pagi.

"Sou ka. Apa yang sedang kau fikirkan Ayasegawa-san? Apa kau sedang ada masalah?" tanya Orihime sedikit khawatir.

"Eh? Iie,,, iie,, aku tidak memiliki masalah apa-apa, sungguh. Aku hanya terkesima melihatmu berada diantara bunga-bunga. Kau tampak bahagia sekali Hime" jawab Yumichika sambil berjalan perlahan. Orihime mengikuti Yumichika dengan berjalan disampingnya.

"Benarkah? Kau tidak perlu segan jika ingin berbincang apa saja denganku. Anggap saja aku teman lamamu Ayasegawa-san. Ah, aku sangat menyukai bunga. Dulu Sora-Nii selalu mengajakku ke ladang bunga matahari.

Rasanya menyenangkan sekali berada diantara bunga-bunga. Apalagi saat matahari mulai tenggelam, semuanya terlihat seperti laut berwarna emas" ucap Orihime sambil mengenang masa kecilnya bersama mendiang kakaknya.

"Tentu saja Hime-chan, kau kan juga istriku. Sudah sewajarnya jika kita saling berbagi cerita. Ah begitu ya. Pasti menyenangkan sekali jika kita bisa kesana"

Akan tetapi ekspresi Orihime berubah menjadi sedikit murung. Yumichika khawatir melihat perubahan Orihime.

"Hime, daijobu? Apa ada perkataanku yang membuatmu sedih? Gomen Hime"

Orihime menggelengkan kepalanya, ia berusaha tersenyum meski matanya terlihat berkaca-kaca.

"Aku tidak apa-apa Ayasegawa-san. Aku hanya teringat Sora-Nii. Ia sudah meninggal sejak aku SMP. Ano,, gomennasai Ayasegawa-san, sampai sekarang pun aku tidak pernah tahu dimana ladang bunga matahari tersebut berada.

Karena saat itu aku masih kecil dan belum mengerti apa-apa. Setiap aku menanyakan tempatnya pada Niisan, ia hanya tersenyum dan menjawab suatu saat nanti aku akan menemukannya bersama seseorang yang benar-benar mencintaiku.

Hehehe seperti cerita di dongeng saja" Orihime mengakhiri pembicaraannya.

Yumichika tersentuh dengan cerita Orihime. Ia lupa kalau Orihime memiliki seorang kakak dan itu pun sudah tiada. Merasa bersalah, Yumichika memeluk Orihime.

"Gomen ne Hime, aku sudah mengingatkanmu lagi pada mendiang kakakmu. Pasti berat menjalani semuanya sendiri apalagi di masa-masa kau harusnya bersenang-senang bersama temanmu.

Mulai sekarang kau harus menikmati hari-harimu Hime. Kami sudah berjanji akan membahagiakanmu. Kalau kau butuh teman berbicara tidak perlu sungkan untuk menemuiku. Aku akan selalu ada untuk mendengarkanmu" ucap Yumichika penuh simpati.

Orihime yang awalnya terkejut karena aksi Yumichika kini tersenyum haru padanya. Air matanya mengalir tanpa ia sadari. Yumichika menyeka air mata tersebut dengan jarinya. Ada rasa pilu dihatinya melihat Orihime menangis.

Yumichika menghadap Orihime, menatapnya beberapa saat. Perlahan Yumichika mendekatkan wajahnya pada Orihime. Orihime nampak gugup, ia tidak tahu harus berbuat apa. Jarak diantara mereka semakin menipis.

Bahkan hidung mereka hampir bersentuhan. Orihime memejamkan matanya, ia tidak sanggup melihat apa yang akan terjadi. Akan tetapi Yumichika menghentikan pergerakannya. Ia menatap Orihime yang tengah memejamkan matanya dengan erat.

Yumichika tersenyum melihat tingkah Orihime tersebut. Ia merangkum pipi Orihime dengan kedua tangannya. Orihime semakin gugup, jantungnya sudah berdebar tidak menentu. Tiba-tiba ia merasakan sesuatu yang lembut dan hangat menyentuh keningnya.

Orihime memberanikan diri membuka mata. Dilihatnya Yumichika tengah mencium keningnya. 'Ah ternyata dia hanya mencium keningku saja. Hanya,,, Nani? Iie,,, iie,,, aku tidak mengharapkan yang macam-macam' inner Orihime.

Hanya beberapa detik saja Yumichika mencium kening Orihime. Yumichika tersenyum geli melihat ekspresi Orihime. Kali ini Orihime menampakkan wajah polos seperti anak kecil yang tidak jadi diberi permen.

"Hehehe kau membuatku gemas Hime. Dalam beberapa menit kau sudah membuat beberapa ekspresi yang berbeda. Ah sumimasen aku menciummu. Untuk saat ini aku hanya memberimu ciuman di kening.

Anggap saja itu salam perkenalan dariku. Mungkin next time aku memberikannya disini, jadi bersiap-siaplah Hime" ucap Yumichika sambil menyentuh bibir Orihime dengan telunjuknya.

Orihime merasa panas di pipinya. Baru kali ini ada pria yang menciumnya walaupun sebatas ciuman di kening. Anehnya ia tidak merasa kesal atau dilecehkan, ia merasa nyaman bersama Yumichika meskipun baru mengenalnya.

"A-ano b-berhenti menggodaku Ayasegawa-san. Ne, bagaimana kalau kau mengajakku berkeliling lagi Ayasegawa-san, aku ingin cepat menghafal denah tempat ini" Orihime mencoba mengalihkan rasa malunya.

"Ah baiklah. Sepertinya kau mulai menyukai tempat ini Hime" ucap Yumichika sambil menggandeng tangan Orihime dan ia sudah mulai terbiasa dengan sikap Yumichika.

Mereka tiba di sebuah ruangan dengan pintu cukup besar. Orihime penasaran dengan ruangan tersebut. Yumichika membuka pintunya dan mengajak Orihime masuk.

Orihime menatap takjub akan isi ruangan tersebut, disana terdapat begitu banyak buku dengan berbagai macam ukuran dan ketebalan.

"Nampaknya kau juga menyukai ruangan yang satu ini Hime. Yap, ini adalah perpustakaan kami. Disini ada banyak buku dengan berbagai macam genre.

Kau boleh membaca buku-buku disini sesuka hatimu Hime" jelas Yumichika sambil memilih sebuah buku dari rak yang berada disisi kiri ruangan.

"Wah sugoi. Tidak kusangka tempat ini memiliki perpustakaan. Rasanya seperti cerita di film-film" ucap Orihime sambil melihat-lihat buku yang ada.

Yumichika tersenyum melihat tingkah Orihime yang masih seperti anak-anak. Ia menghampiri Orihime yang asik melihat daftar buku di tiap rak.

"Ano Ayasegawa-san, apa disini ada novel? Ehee kalau tidak ada juga tidak apa. Aku bisa membaca buku tentang sejarah atau yang lainnya" Tanpa ba-bi-bu, Yumichika mengajak Orihime ke sisi kanan ruangan.

Ia menunjuk ke deretan buku-buku yang ada disana. "Itu semua novel-novel koleksiku yang pernah ku baca. Kau boleh meminjamnya sesukamu Hime-chan. Oh Akhirnya aku memiliki teman untuk sharing novel" ucap Yumichika yang tampak bahagia.

Orihime tertegun melihat sikap Yumichika yang memang sama sekali tidak terlihat maskulin. Tapi tidak masalah baginya, karena di mansion ini hanya Yumichika orang asing yang bisa membuatnya nyaman.

Itu pun karena Yumichika berpenampilan seperti perempuan. Orihime merasa seperti memiliki kakak perempuan disini. Akan tetapi mengingat Yumichika seorang laki-laki membuat Orihime sedikit menjaga jarak.

Tidak terasa waktu sudah menunjukkan jam 12 siang. Yumichika mengajak Orihime keruang makan. Selama diperpustakaan mereka asik membicarakan novel-novel yang pernah mereka baca serta film-film kesukaan mereka.

Orihime semakin merasa nyaman berada didekat Yumichika. Bahkan Ishida yang nota bene teman SMA nya pun belum pernah sedekat ini dengannya. Orihime mulai merasakan perasaan yang lain pada Yumichika.

"Ne Hime-chan, bagaimana kalau besok malam kita menonton film di bioskop? Ku dengar ada film-film menarik" ucap Yumichika yang mulai melancarkan aksinya mendekati Orihime.

"Um, tentu! Aku pastikan besok jadwalku kosong. Aku sudah lama sekali tidak pergi ke bioskop" jawab Orihime dengan penuh antusias.

Terdengar ponsel Yumichika berdering, ia menjawab panggilan ponselnya.

"Moshi-moshi. Ah iya, tenang saja aku akan segera kesana setelah makan siang. Jaa" Yumichika mengakhiri pembicaraan.

"Hime-chan sumimasen aku harus segera pergi. Hari ini aku ada pemotretan untuk baju musim panas. Kau mau ikut Hime-chan?" tanya Yumichika yang ingin Orihime ikut dengannya.

"Daijobu Ayasegawa-san. Wah aku tidak sabar ingin melihat hasilnya. Eto, sumimasen Ayasegawa-san sepertinya aku disini saja. Ada yang harus aku kerjakan" jawab Orihime sedikit tidak enak dengan penolakannya.

"Ah baiklah kalau begitu, ku sarankan kau tetap dikamar sampai aku atau Uryuu-kun pulang. Aku tidak bermaksud menakutimu tapi lebih baik kau tetap waspada Hime-chan. Ittekimasu" ucap Yumichika sambil mencium kening Orihime sebelum pergi.

Orihime masih terdiam ditempat duduknya. Ia segera menghabiskan sisa makanannya kemudian mencari Kira. Ia belum diberitahu dimana kamar untuknya tinggal.

Ia berjalan menuju halaman belakang, berfikir Kira mungkin ada disana. Sesampainya di halaman belakang Orihime segera menghampiri bunga mawar ungu yang menarik perhatiannya sejak awal.

Akan tetapi baru saja beberapa langkah ia berjalan nampak sesosok pria dengan perawakan cukup tinggi berambut seperti duren mendekati bunga tersebut. Pria itu tengah menunduk menatapi mawar itu, kemudian menghirup aromanya.

Setelah selesai melakukan ritualnya pria itu mengangkat wajahnya, ia menatap langit yang bisa dibilang agak berawan siang ini. Orihime terkejut melihat wajah pria tersebut, wajah yang nampak familiar baginya.

"Ti-tidak mungkin...! Di-dia..."

"Sumimasen Orihime-sama, apa anda membutuhkan sesuatu?" tanya Kira yang tiba-tiba muncul dibelakangnya. Orihime menghadap Kira, "Ah iya, aku ingin menanyakan dimana kamarku dan dia, apa yang dilakukan..."

Orihime hendak menanyakan pria yang barusan dilihatnya, tapi ketika Orihime membalikkan tubuhnya pria itu hilang entah kemana.

"Ada apa Orihime-sama? Anda tampak kurang sehat saat ini? Sebaiknya anda beristirahat, mari ku antar ke kamar anda Orihime-sama" ucap Kira sambil menuntun Orihime berjalan.

"Tidak, aku baik-baik saja Kira-san. Eto tadi aku melihat seseorang yang ku kenal tapi tiba-tiba dia hilang begitu saja" tutur Orihime. Kira nampak datar-datar saja menanggapi ucapan Orihime.

"Tapi anda tidak terlihat baik-baik saja Orihime-sama. Seperti yang anda tahu, disini hanya ada aku, ke-6 tuan-tuan, serta anda Orihime-sama" jawab Kira yang masih menuntun Orihime menuju lantai 2.

Orihime masih yakin kalau ia melihat seseorang yang dikenalnya. Dan ia juga tidak sedang kurang sehat. "Ano Kira-san tuanmu yang tidak hadir saat sarapan tadi seperti seperti apa rupanya?" tanya Orihime penasaran sekaligus ingin memastikan.

"Sumimasen Orihime-sama, bukannya aku tidak mau memberitahu anda, tapi akan lebih baik jika anda melihatnya langsung malam nanti. Selamat istirahat Orihime-sama,

kalau anda membutuhkan sesuatu jangan sungkan memanggilku. Permisi" pamit Kira meninggalkan Orihime yang kini mematung didepan kamarnya.

Orihime memasuki kamar barunya. Ia takjub melihat interior serta furniture yang mengisi kamarnya. Tempat tidurnya terlihat sangat nyaman dan mewah.

Ia merasa seperti seorang putri dengan segala fasilitas mewah yang ditawarkan padanya saat ini. Entah ia harus senang atau tidak dengan keadaannya sekarang.

"Waahhh sugee! Ini seperti di dongeng-dongeng. Oh lihat ranjang itu seperti sedang menarikku saat ini. Yosh, akan ku gunakan dengan baik waktu istirahatku yang tersita selama ini. Selamat tidur" ucap Orihime yang langsung tidur diranjang barunya.

Sepertinya Orihime mulai menikmati tinggal dimansion ini.

Tak terasa waktu sudah menunjukkan hampir jam 7 malam. Satu persatu penghuni mansion kembali dari aktivitasnya. Makan malam sudah tertata rapi di meja makan.

"Kira-san, kemana Orihime? Dari tadi aku belum melihatnya" tanya Ishida penasaran.

"Ah iya. Pantas saja aku merasa ada sesuatu yang kurang sedari tadi. Dimana Hime-chan Kira-kun?" tanya Yylfordt ikut penasaran.

"Orihime-sama sepertinya sedang beristirahat dikamarnya sejak tadi siang. Apa tuan-tuan ingin aku yang menuntunnya kesini?" tanya Kira pada Ishida dan Yylfordt. Saat ini baru mereka berdua yang tiba di meja maka.

"Sou ka. Tidak perlu Kira-san. Biar aku saja yang mengajaknya kesini" jawab Ishida sambil berjalan keluar ruangan.

"Hoy chotto Ishida, biar aku saja yang membawanya kesini. Aku juga ingin dekat dengan istriku" ucap Yylfordt sambil menghentikan langkah Ishida. Ishida menatapnya tajam beberapa saat.

"Iie. Kau tunggu saja disini. Aku tidak yakin kalau kau yang pergi ke kamarnya. Itu sama saja seperti mempersilahkan serigala masuk ke kandang ayam" jawab Ishida datar kemudian berlalu meninggalkan ruang makan.

"Heh, konoyarou. Seenaknya saja dia mendekati Hime. Apa dia lupa kalau aku juga berhak mendekatinya" protes Yylfordt yang pastinya tidak didengar oleh Ishida. Szayel yang baru saja tiba diruang makan hanya menghela nafas melihat wajah Yylfordt yang tampak kesal.

"Hoy Aniki, untuk apa kau menampakkan wajah seperti itu? Wajar saja jika Ishida-kun seperti itu. Salah sendiri kau memiliki sifat suka bermain-main dengan perempuan" ucap Szayel memojokkan Yylfordt.

"Urusai Otouto. Lebih baik aku, tidak dicampakkan oleh perempuan. Lagi pula aku dan mereka sama-sama mendapatkan kesenangan bukan?" jawab Yylfordt mencemooh Szayel.

"Anoyarou, kalau kau bukan kakakku sudah kupastikan.."

"Yamero minna. Ma ttaku, sampai kapan kalian bertingkah seperti anak-anak? Yylfordt, setidaknya Szayel memiliki sifat bertanggung jawab dan gentle pada perempuan.

Biarkan saja Uryuu-kun mendekati Hime, ia memiliki tanggung jawab lebih karena telah membawa Hime kesini. Bisa dimengerti Yylfordt-kun?" lerai Yumichika tepat pada waktunya. Yylfordt mendecih kemudian duduk dikursinya.

"Hime, bangun. Sudah waktunya makan malam" ucap Ishida sambil kepala Orihime.

"Nghh,,, 5 menit lagi Niisan" igau Orihime.

"Hime sayang bangun. Yang lain sudah menunggumu diruang makan" Ishida menepuk-nepuk pipi Orihime.

"Ngghh,,, kau duluan saja Tatsuki-chan" igau Orihime kedua kalinya, belum ada tanda-tanda ia akan bangun dari tidurnya.

Tidak ingin berlama-lama Ishida memberanikan diri mendekatkan wajahnya pada Orihime. Perlahan menipiskan jaraknya. Hingga tinggal beberapa mili lagi bibirnya menyentuh bibir mungil Orihime,

"Ishida-kun, apa yang kau lakukan?" Orihime tiba-tiba membuka matanya.

Ishida dengan reflek segera menjauh, ia tidak menyangka Orihime memergokinya yang hampir saja menciumnya.

"Ah, a-ano,,, sudah waktunya makan malam Orihime. Semua sudah berkumpul diruang makan" ucap Ishida berusaha menyembunyikan rasa gugupnya.

Orihime menunjukkan ekspresi bingung. "Eh? Memangnya sekarang jam berapa Ishida-kun?" tanya Orihime yang masih mengumpulkan nyawa.

"Sekarang sudah jam 7 malam Orihime. Ayo kita keruang makan, perutmu juga pasti sudah lapar saat ini" ucap Ishida sambil mengusap kepala Orihime.

"Ah chotto matte Ishida-kun, aku mau mencuci muka dulu dan merapikan diri. Jangan pergi dulu ya" ucap Orihime yang sudah sadar, kemudian berlari menuju kamar mandi yang berada dalam kamarnya.

Setelah menunggu 5 menit Orihime keluar dari kamar mandi dengan penampilan yang sudah fresh. Ia juga mengganti pakaiannya dan memakai parfum. Ishida menelan ludah melihat penampilan Orihime saat ini.

Orihime mengenakan mini dress berwarna peach tanpa lengan. Pas sekali hingga menampakkan setiap lekukkan pada tubuhnya.

"Nanda Ishida-kun? Ayo kita keruang makan, aku tidak mau membuat mereka menunggu lebih lama" ucap Orihime seraya menarik lengan Ishida. "Ah hai" jawab Ishida pasrah diseret Orihime.

TBC

Kayanya chap ini kepanjangan ya? Fuuyu rencananya mau munculin Ulquiorra di chap ini tapi masih belum bisa :( Gomennasai minna.

- INOcent Cassiopeia: Gomennasai Ino-chan :( Fuuyu belum bisa munculin Ulquiorra di chap ini(T_T) tapi di chap depan Fuuyu baru bisa munculinnya. Iya Orihime cuma nikah kontrak aja tapi bisa jadi beneran juga nantinya *spoiler* Ayo siapakah presdir Espada corp? Di chap depan semua bakal dikupas walau gak tuntas. Hehee. Ayo dukung UlquiHime biar mereka bisa bersatu(?). Arigatou gozaimasu Ino-chan reviewnya.

- Oormiwa: Arigatou gozaimasu Oormiwa-san reviewnya. Semoga chap ini tidak mengecewakan.

Arigatou reviewnya, semoga di chap depan bisa banyak yang review. Semoga chap depan tokoh-tokoh yang masih misterius bisa pada nongol. Ditunggu reviewnya ya minna. Jaa~~