Disclaimer: Bleach Tite Kubo
Story Fuuyuki Ayasegawa
Genre: Romance, Hurt/comfort
Rate: T
Warning: AU, OOC, typo (kalau ada), complicated relationship
Keterangan:
- "Bla bla bla" = Speak
- 'Bla bla bla' = Inner
Don't Like, Don't Read!
Happy Reading \(^β’^)/ \(^β’^)/ \(^β’^)/
Surprize in my life
Chapter 5
"Konbanwa minna, ano sumimasen membuat kalian menunggu" ucap Orihime sambil berojigi. Semua yang berada di meja makan menoleh pada Orihime.
"Ah daijobu-daijobu Hime-chan. Ne silahkan duduk Hime" ucap Szayel dari tempat duduknya.
Orihime melihat kursi yang masih kosong seperti pagi tadi. "Ano, umm apa mereka tidak hadir lagi?" tanya Orihime sedikit takut, ia masih berdiri di dekat meja makan.
"Ah mereka baru saja pulang, mungkin sebentar lagi menuju kesini. Mereka sudah pasti ingin bertemu denganmu Hime-chan" jawab Szayel dengan senyumannya, ia mengerti maksud perkataan Orihime.
"Ah sou ka. Kalau begitu aku duduk disini saja. Tidak apa kan Ayasegawa-san?" ucap Orihime sambil tersenyum.
"Tentu saja tidak apa Hime-chan. Aku sangat senang sekali bisa makan didekatmu" jawab Yumichika yang masih berdandan ala perempuan.
"Ehmm,,, ehmm... Sepertinya kau melupakan sesuatu Hime-chan" ucap Yylfordt berpura-pura sedih.
"Eehh gomen ne Yylfordt-san. Bagaimana kabarmu hari ini?" tanya Orihime dengan senyumnya. Yylfordt terlihat sangat senang setelah disapa Orihime.
"Baik, sangat baik setelah kau menyapaku Hime-chan. Oh ya, Ishida tidak melakukan sesuatu padamu kan? Kalian tadi cukup lama dikamar" ucap Yylfordt sambil menyeringai pada Ishida.
Orihime tampak bingung sedangkan Ishida tampak merona serta sedikit salah tingkah.
"Tentu saja tidak, baka! Jangan samakan aku sepertimu Yylfordt. Tadi Orihime masih tidur pulas hingga membutuhkan berbagai cara untuk membangunkannya" jelas Ishida yang didengarkan secara seksama oleh Yylfordt, Szayel dan Yumichika.
"Hee,, begitu ya. Lalu cara apa saja yang kau lakukan untuk membangunkan Hime-chan, Ishida?" tanya Yylfordt yang masih senang menggoda Ishida.
"Urusai na. Tentu saja aku membangunkannya dengan cara baik-baik. Sebaiknya kau mencuci otakmu agar tidak berfikiran hentai" jawab Ishida berusaha menutupi salah tingkahnya.
"Jadi Ishida-kun sudah lama ya membangunkanku? Huwaaaa kenapa tidak bilang Ishida-kun? Aku kan malu" ucap Orihime yang baru sadar.
"Daijobu Orihime, aku hanya 15 menit berada dikamarmu. Lagi pula aku senang memandangi wajah polosmu saat tidur" jawab Ishida sambil tersenyum pada Orihime.
"Ah iya iya. Lalu apa yang kau lakukan selama 15 menit dikamar Hime, Uryuu-kun?" tanya Yumichika ikut menggoda Ishida.
"Kalian ini berhenti menggodaku seperti itu. Jangan berbicara yang tidak-tidak didepan Orihime" ucap Ishida sambil mengenakan serbetnya. Sedangkan Yylfordt dan Yumichika tengah menertawakan sikap salah tingkah Ishida.
Lalu muncullah dua orang pria yang terlihat asing bagi Orihime. Kedua pria tersebut memiliki kharisma yang sama kuat, bedanya yang satu berwajah dingin sedangkan yang satunya tampak ramah.
"Ah selamat datang Aizen-sama, Ulquiorra-sama" ucap Kira sambil membungkuk hormat pada dua orang tersebut. Pria berambut coklat menjawab sapaan Kira dengan senyum sedangkan pria berkulit pucat hanya menganggukkan kepalanya.
Mereka duduk di kursi yang sudah biasa mereka tempati. Pria berambut coklat memilih kursi di tengah paling ujung layaknya pemimpin di mansion ini, sedangkan pria berkulit pucat duduk di kursi sebelah kanan paling ujung, tepat di antara Ishida dan pria berambut coklat.
Orihime mendengar nama mereka akan tetapi ia belum tahu mana Aizen dan Ulquiorra.
'Aizen? Ulquiorra? Apa mereka suamiku yang dikatakan tadi pagi? Tak bisa kupercaya! Mereka terlihat seperti bukan orang sembarangan.
Aku tidak boleh bersikap yang aneh-aneh mulai sekarang. Eehh? Aku tidak aneh kok...Ah bagaimana ini, pria yang berkulit pucat itu terlihat dingin dan sedikit menyeramkan.
Apa jangan-jangan ia seorang vampir yang sedang menyamar seperti novel yang pernah ku baca? Ehh? Iie iie. Berhenti berfikir yang tidak-tidak Orihime' inner Orihime yang mulai ngelantur.
"Hime, Hime,,, Daijobu Hime-chan?" panggil Yumichika yang sedari tadi menyadarkan Orihime dari lamunannya. Sekarang semua orang yang berada di meja makan menatap Orihime dengan pemikiran yang beragam.
'Orihime, kenapa dia? Apa ia sedang kurang sehat? Seharusnya aku memeriksa kondisinya terlebih dulu sebelum membawanya kesini' inner Ishida khawatir.
'Kenapa dengan Hime-chan? Apa jangan-jangan ia takut melihat Ulquiorra? Hah, bocah itu benar-benar seperti mayat hidup. Wajar setiap perempuan takut meskipun wajahnya terbilang lumayan.. Tapi tetap aku yang lebih tampan' inner Yylfordt yang berujung narsis.
'Eh kenapa Hime? Ah sepertinya ia terkejut melihat Aizen-san dan Ulquiorra. Kau masih saja polos Orihime' inner Szayel.
'Ada apa dengan Orihime-sama? Ah jangan-jangan ia tidak menyukai menu makanannya?' inner Kira panik. Jauh berbeda dari yang lain.
'Hm,, gadis yang menarik. Apa ia terpesona dengan wajahku? Atau ia ketakutan melihat Ulquiorra? Ah tidak sia-sia aku masuk keruangan ini bersama Ulquiorra. Arigatou Ulquiorra berkatmu Orihime pasti lebih tertarik padaku' inner Aizen yang narsis juga ternyata.
'Perempuan aneh' inner Ulquiorra singkat, padat dan jelas.
Orihime sudah tersadar dari lamunannya. Ia menatap heran ke-6 pria yang tengah memandanginya saat ini. Ketika matanya bertemu pandang dengan Ulquiorra, Orihime menelan ludah. Ia merasa hawa disekelilingnya mendadak dingin.
"A-ano, sumimasen aku sedikit melamun" ucap Orihime sambil memaksakan senyumannya.
"Hah yokatta, ku kira kau sedang kurang sehat Hime-chan. Oh ya apa yang sedang kau fikirkan Hime? Ceritakan saja pada kami, tidak perlu sungkan" ucap Yumichika sambil mengusap kepala Orihime.
"Hoy Yumichika, jangan mencuri kesempatan seperti itu. Hime-chan perkenalkan mereka adalah Aizen dan Ulquiorra. Mereka berdua juga suamimu Hime" ucap Szayel sambil tersenyum.
"Ah yoroshiku, Orihime Inoue" ucap Orihime berojigi dari tempatnya.
"Aku Aizen Sousuke. Santai saja my princess. Tidak usah terlalu formal begitu" ucap Aizen dengan suara yang halus serta senyum mautnya.
"Ha-hai Sousuke-san.." belum sempat Orihime meneruskan kalimatnya, Aizen sudah memotong perkataannya.
"Aizen Princess, mulai sekarang biasakan memanggilku dengan nama itu. Karena kau sudah menjadi nyonya Sousuke bukan?" ucap Aizen dengan tatapan dan senyum mautnya.
"Hai, wakarimashita A-Aizen-san" jawab Orihime yang sepertinya terbius oleh pesona Aizen. Ishida menunjukkan ekspresi tidak suka, Yylfordt mendecih, Szayel bersikap biasa, Ulquiorra masih datar-datar saja.
'Tatapannya, senyumannya dan cara bicaranya benar-benar mampu meluluhkan. Ia seperti seorang womanizer. Tapi pria itu lebih menarik perhatianku. Sikap datarnya membuatku penasaran' inner Orihime kini beralih memikirkan mereka berdua.
"Ne Ulquiorra kau belum memperkenalkan dirimu pada Orihime" ucap Szayel yang sedikit penasaran dengan reaksi apa yang akan ditunjukkan Ulquiorra.
"Ulquiorra Schiffer. Terserah saja mau memangilku apa" ucap Ulquiorra singkat.
"Eehhh? H-hai Ulqui-san" jawab Orihime yang nampak ketakutan. Ulquiorra terlihat menatapnya dengan tajam. Suasana mendadak hening beberapa saat.
"A-apa aku melakukan kesalahan?" cicit Orihime yang merasa udara diruang tersebut menjadi suram hingga menyesakkan.
"Ayolah Ulquiorra, jangan menakuti Orihime dengan wajahmu yang tanpa ekspresi itu. Kau membuatnya jadi tidak nyaman" ucap Ishida yang khawatir melihat Orihime seperti tertekan.
"Aku tahu Ishida" jawab Ulquiorra sambil menatap langsung Ishida yang berada disampingnya. Ishida tampak ngeri juga ditatap seperti itu.
Meskipun mereka sudah lama saling mengenal tapi tetap saja, siapa yang tidak takut ditatap oleh orang berwajah tanpa ekspresi dan berkulit pucat pula.
"Minna sebaiknya kita segera menyantap semua hidangan yang telah disediakan sebelum menjadi dingin. Hime, apa ada yang tidak kau sukai dari menu hari ini?" tanya Aizen mencoba membuat Orihime merasa nyaman.
"Tidak Aizen-san. Semuanya nampak menggiurkan sekali" jawab Orihime yang sudah rileks melihat senyum ramah Aizen kepadanya.
"Sou ka? Baguslah kalau begitu. Mari kita mulai makan malam hari ini.." ucap Aizen memimpin acara makan malam.
"Ittadakimasu.." seru semua yang berada di meja makan. Kira meminta izin untuk pergi selama mereka makan.
Selama makan tidak ada seorang pun yang berbicara, sama seperti saat sarapan tadi pagi. Orihime harus mulai membiasakan diri dengan suasana di mansion ini.
Karena bila ia makan bersama teman-temannya, mereka bebas bercerita apa saja hingga selesai makan.
Ditengah kegiatannya menyantap makan malam, Orihime menatap satu persatu para suaminya. Semua terlihat makan dengan sikap yang elegan.
Terutama Aizen, Ulquiorra dan Ishida. Cara mereka makan seperti bangsawan. Sedangkan yang lainnya terlihat lebih santai dan sangat menikmati makanannya.
'Waahh mereka terlihat sangat anggun saat menyantap makanannya. Seperti makan malam di istana saja. Untung aku tahu table manner, arigatou Niisan' inner Orihime sambil menyantap makanannya.
Selesai makan malam bersama, Aizen meminta semuanya berkumpul di ruang baca. Sepertinya ada hal penting yang akan disampaikan. Selama perjalanan kesana Aizen mendekati Orihime dan berjalan disampingnya.
"Orihime,,, " panggil Aizen yang sudah disebelahnya.
"Hai, Aizen-san. Doushite?" jawab Orihime.
"Apa saja kegiatanmu hari ini Orihime? Apa kau suka tinggal disini?" tanya Aizen dengan senyum mautnya.
"Ano sumimasen, soal itu aku juga belum tahu. Ah tadi pagi Ayasegawa-san mengajakku ke taman belakang, disana banyak sekali bunga-bunga yang indah. Ia juga mengajakku ke ruang baca, banyak sekali buku-buku menarik disana" jawab Orihime terdengar senang.
"Daijobu Orihime. Tidak perlu terburu-buru, nanti kau juga akan terbiasa. Ah begitu ya. Nampaknya kau senang bersama Yumichika?" ucap Aizen dengan senyumnya yang membius.
"I-iya, sepertinya dia orang yang baik. Dia seperti kakak perempuan bagiku" jawab Orihime jujur.
"Ah sou ka. Jadi kau menganggapnya seperti itu ya. Hehehe. Apa kau belum tahu?" tanya Aizen yang mengira Orihime belum mengetahui siapa Yumichika.
"A-aku sudah tahu Aizen-san. Walaupun ia berpenampilan seperti perempuan tetap saja ia laki-laki. Aku cukup nyaman saat bersamanya" jawab Orihime yang membuat Aizen terdiam.
'Hmm,,, cukup menarik. Seseorang sepertinya mampu menarik perhatian perempuan. Tipe laki-laki seperti apa yang sebenarnya disukai gadis ini?' inner Aizen yang semakin tertarik dengan Orihime.
Aizen dan Orihime tiba diruang baca. Sedangkan yang lain sudah lebih dulu tiba disana.
"Ah sudah kumpul semua ternyata. Baiklah kalau begitu kita mulai pembicaraan hari ini. Orihime, kau bisa duduk disebelah Ulquiorra atau kau ingin dibawakan kursi lain Orihime?" Tawar Aizen yang mengerti ketakutan Orihime.
"Ah tidak perlu Aizen-san, aku duduk disini saja" jawab Orihime yang tidak ingin rasa takutnya diketahui Ulquiorra. Ia tidak mau dianggap sebagai gadis lemah dan cengeng.
Orihime berjalan mendekati tempat duduknya. Ruangan itu memiliki meja dan kursi yang berbeda. Aizen keluar ruangan karena mendadak ponselnya berbunyi.
Di sisi kiri, Yumichika dan Szayel duduk di sebuah sofa bergaya retro dengan warna ungu gelap yang sebenarnya bisa diduduki oleh 3 orang.
Terdapat meja kaca persegi panjang didepannya. Mereka tampak asik bercerita, entah apa yang sedang dibahas oleh mereka.
Kemudian disampingnya Ishida dan Yylfordt masing-masing duduk di sofa minimalis berwarna blue navy dan terdapat meja kayu bundar didepannya. Mereka tampak sibuk dengan kegiatan masing-masing.
Ishida tengah mengerjakan sesuatu di laptopnya, sedangkan Yylfordt tengah memainkan ponselnya sambil memakai earphone.
Ulquiorra berada di sisi kanan. Ia duduk di sofa single bergaya minimalis dengan warna dark green serta terdapat meja marmer persegi panjang didepannya. Disebelahnya terdapat sofa yang serupa dengan milik Ulquiorra.
Di sisi utara terdapat kursi ala singgasana berwarna merah maroon serta meja marmer yang berada di sampingnya. Kursi tersebut milik Aizen yang tampaknya selaku pemimpin di mansion ini.
Semua terlihat sibuk dengan kegiatan masing-masing. Orihime merasa terasing di antara mereka. Begitu juga dengan Ulquiorra yang sedari tadi sedang mengerjakan beberapa dokumen di mejanya.
Orihime sudah duduk di samping Ulquiorra. Ia coba sedikit mengintip dokumen yang sedang dikerjakan Ulquiorra. Namun ia mencium wangi yang tidak asing baginya.
'Wangi ini.. Kurosaki-kun... Tak ku sangka ia memiliki selera yang sama dengan Kurosaki-kun' inner Orihime yang menangkap aroma perpaduan bunga zaitun dan kayu guaiac yang menenangkannya.
Merasa ada yang memperhatikan Ulquiorra menoleh ke arah Orihime. Orihime yang masih terbuai aroma parfum tidak menyadari kalau Ulquiorra tengah menatapnya yang kini sedang memejamkan mata.
'Perempuan ini, apa yang ia lakukan? Kenapa ia membuat wajah seperti itu' inner Ulquiorra tidak mengerti dengan apa yang Orihime lakukan. Ulquiorra mendekatkan wajahnya ke arah Orihime, ia semakin dekat hingga ia bisa merasakan hembusan nafas Orihime.
Lalu ia berbisik pelan di telinga Orihime "Apa yang kau lakukan, Onna? Kau sedang mencoba menggodaku?"
Orihime terkejut menyadari Ulquiorra yang berbisik padanya. Rasa malu, terkejut dan takut bercampur jadi satu. Apalagi melihat wajah Ulquiorra yang berjarak beberapa mili darinya. Ia bisa merasakan wangi mint yang berasal dari nafas pria dihadapannya.
Ditambah tatapan matanya yang tajam dan dingin akan tetapi terlihat sendu bagi Orihime. Ia seperti terkena genjutsu dibuatnya. Jantungnya pun serasa ingin meledak karena berdebar tak karuan.
'Kami-sama, matanya indah sekali. Hijau seperti batu zamrud dan hutan pinus. Oh jantungku, sudah lama sekali tidak bereaksi seperti ini sejak terakhir kali melihat Kurosaki-kun. Mungkinkah...' inner Orihime yang masih kontak mata dengan Ulquiorra.
"Apa yang sedang kau fikirkan, Onna? Kau ingin aku menyentuhmu?" ucap Ulquiorra pelan.
Orihime merasakan panas diwajahnya mendengar suara dan kalimat seduktif dari Ulquiorra. Akan tetapi ia segera menyadarkan dirinya, ia tidak mau dipermainkan lebih jauh oleh pria asing dihadapannya saat ini.
"Su-sumimasen, aku tidak bermaksud mengganggumu. Hanya saja, kau mengingatkanku pada seseorang" ucap Orihime sambil menjauhkan dirinya dari Ulquiorra.
Ulquiorra menatap Orihime datar selama beberapa saat. Kemudian ia kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda. Orihime kembali memandangi Ulquiorra yang kembali sibuk.
Tanpa mereka sadari Yylfordt tengah memandangi mereka dari tempatnya. Ia baru saja menyaksikan interaksi Orihime-Ulquiorra sehingga ia tidak mengerti apa yang sedang terjadi.
"Hey Ulquiorra, jangan berwajah datar seperti itu. Sekarang kan sudah ada perempuan disini, kau akan membuat Hime-chan menjauhimu kalau terus begitu" ujar Yylfordt yang sengaja mengusik Ulquiorra.
"Apa peduliku Yylfordt" jawab Ulquiorra dingin dan singkat tanpa menoleh sedikitpun. Ia tampak sibuk mengurusi dokumen-dokumen miliknya.
"Heeh,,, dasar manusia kalong. Tidak bisakah kau berwajah sedikit ramah? Seumur hidup aku belum pernah melihatmu tersenyum sekalipun Ulquiorra" ujar Yylfordt yang frustasi dengan sikap dingin Ulquiorra.
Ulquiorra menghentikan kegiatannya, tiba-tiba terdengar suara seperti sesuatu yang patah. Suara tersebut berasal dari pulpen yang kini patah jadi dua ditangan Ulquiorra.
"Apa masalahmu Yylfordt. Kicauanmu sangat menggangguku" jawab Ulquiorra sambil mendeathglare Yylfordt.
Yylfordt menelan ludah, ia tidak menyangka Ulquiorra akan menanggapi ucapannya hingga seperti itu. Yylfordt pun memilih diam dari pada nasibnya sama seperti pulpen tersebut.
"Sepertinya mood Ulquiorra sedang labil. Kau salah sudah mengganggunya Yylfordt" ucap Ishida yang ternyata sudah menyaksikan Interaksi Ulquiorra-Orihime sejak awal.
Ia tidak menyangka Ulquiorra berbicara sedekat itu dengan Orihime. Biasanya Ulquiorra acuh dan tidak ambil pusing jika ada perempuan yang mengamatinya diam-diam.
Yylfordt hanya mengerucutkan bibirnya mendengar perkataan Ishida. Ia sudah biasa mendengar kata-kata tajam dari Ulquiorra, akan tetapi hingga mematahkan pulpen seperti tadi sungguh baru dilihatnya.
Aizen sudah kembali keruangan. Ia langsung duduk di kursinya.
"Sumimasen sudah membuat kalian menunggu. Baiklah langsung saja. Kita berkumpul disini untuk menjelaskan sesuatu pada Orihime.
Aku tidak ingin membuatnya bingung kenapa ia bisa sampai disini dan terikat perjanjian dengan kita. Mungkin kau sudah tahu beberapa point Orihime.
Dan kau juga sudah melihat surat perjanjiannya kan Orihime? Maaf kami membuatmu melakukan perjanjian tersebut, bukan tanpa tujuan kami melakukannya.
Kami butuh bantuanmu Orihime, tentunya dengan berpura-pura menjadi istri kami. Mulai sekarang kau harus bisa dekat dengan kami ber-6. Supaya chemistri bisa terbangun dan tampak meyakinkan.
Kami juga akan memberikan apapun yang kau inginkan, karena sudah kewajiban kami sebagai suami untuk memenuhi segala keperluanmu.
Dan kau tidak boleh menolak jika kami memberikan sesuatu padamu. Tugasmu adalah menemani kami ke acara-acara penting jika kami meminta. Saat itulah peranmu sebagai istri harus dijalankan dengan baik.
Juga setiap harinya kau harus memilih dengan siapa kau akan tidur. Maksudku supaya bisa lebih mengenal dan akrab.."
"Chotto matte, bagaimana mungkin aku harus tidur dengan orang yang berbeda setiap hari? Aku bukan perempuan seperti itu!" Orihime memotong perkataan Aizen dengan emosi. Ia merasa dipermainkan oleh perjanjian tersebut.
"Tenang dulu Orihime. Kau hanya menemani tidur saja, kau bisa menolak jika kami mulai berlebihan dan melawan jika kau merasa terancam. Bukan begitu Aizen-san?" ucap Szayel berusaha menepis persepsi negatif dari perkataan Aizen tadi.
"Ah seperti itulah maksudnya Orihime. Tenang saja kau tidak perlu khawatir. Jika aku melakukan sesuatu padamu, aku akan bertanggung jawab dengan menjadikanmu istri yang sebenarnya.
Aku akan membuatmu jadi nyonya Aizen Sousuke dan mendapatkan kekayaan dari Espada Corp. Aku juga akan membuatmu jadi wanita paling bahagia di dunia" ucap Aizen dengan penuh percaya diri.
Akan tetapi Orihime tidak menyukai hal tersebut. Ia kecewa dengan sikap Aizen yang berbeda.
"Gomen Aizen-san, aku tidak tertarik dengan apa yang kau tawarkan. Bagiku kebahagiaan bukan semata berasal dari harta kekayaan. Aku tidak ingin menjadikan pernikahan sebagai mainan.
Lagipula aku sama sekali tidak ingat kalau sudah menandatangani perjanjian tersebut. Aku sedang mabuk saat itu. Kalau sekedar berpura-pura menjadi istri serta menemani acara penting kalian aku tidak masalah.
Tapi harus tidur dikamar bersama orang asing aku tidak bisa menerima itu. Bisa dibilang perjanjian tersebut tidak sah karena memanfaatkan orang yang sedang tidak dalam keadaan sadar" ucap Orihime kesal.
Mendengar hal tersebut Ulquiorra Menoleh pada Orihime. Ia menatap tajam.
"Kau bilang kami memanfaatkanmu, Onna? Asal kau tahu, Ishida memang membawamu kesini karena ia merasa bertanggung jawab sudah membawamu ke bar dan minum sampai mabuk. Tapi tidakkah kau ingat saat pertama kali kau tiba di,,,"
"Yamette Ulquiorra. Jangan diteruskan, biar aku yang menjelaskan perlahan pada Orihime. Aku yang lebih bertanggung jawab padanya disini" Ishida memotong pembicaraan Ulquiorra.
"Kebohongan apa yang akan kau katakan Ishida? Perempuan ini bukan anak kecil. Ia harus mengetahui yang sebenarnya. Kau akan membuatnya menjadi perempuan yang manja dengan sikapmu" ucap Ulquiorra sambil menatap Ishida.
Ishida mengepalkan tangannya yang terasa gatal, ingin rasanya mendaratkan tangannya di perut lelaki dingin itu. Orihime pun tidak terima dengan judge Ulquiorra terhadapnya.
"Tahu apa anda soal diriku? Katakan saja apa yang terjadi kemarin. Aku tidak merasa takut sedikitpun. Dan aku bisa perkarakan soal ini sebagai penipuan dan pemaksaan kehendak" tantang Orihime yang sudah terlanjur emosi.
"Orihime, kau jangan berkata seperti itu. Ulquiorra sudah hentikan. Tidak biasanya kau menanggapi ucapan orang lain. Lagipula kami juga yang salah karena secara tidak langsung sudah memanfaatkannya bukan?" ucap Yumichika berusaha menenangkan.
"Hn, jadi kau membela perempuan ini Yumichika. Baiklah kalau begitu. Kalian manjakan saja perempuan ini. Dan kau jangan harap aku akan bersikap manis pada perempuan sepertimu. Dan ingat, aku adalah seorang pengacara handal dikota ini.
Semua orang mengenalku, kalau kau ingin mempermalukan dirimu sendiri silahkan saja Onna. Aku sangat ingin melihat air mata darah mengalir diwajahmu" Uquiorra berlalu dari ruangan tersebut setelah dirasanya puas menekan mental Orihime.
"Hime Daijobu? Sudah jangan hiraukan perkataannya. Ia sebenarnya orang yang baik, hanya saja saat ini mungkin suasana hatinya sedang kacau" ucap Szayel membujuk Orihime.
"Orihime gomennasai. Aku harap kau dan Ulquiorra bisa cepat akrab. Seperti yang Szayel bilang, ia sebenarnya bukanlah orang yang jahat. Gomen kalau kata-kataku tadi membuatmu tersinggung.
Kami bukanlah pria seperti yang kau fikirkan. Kumohon kau bersedia membantu kami Hime. Kau sesuai dengan kriteria istri yang kami cari" ucap Aizen yang kini sudah berada dihadapan Orihime.
Melihat Aizen tampak memelas dihadapannya, Orihime tidak tega juga untuk menolaknya. Ia menghela nafas dan menatap satu persatu wajah 'suami'nya.
"Baiklah, sepertinya aku tidak bisa menolak. Lagipula disurat perjanjian itu sudah ada tanda tanganku. Tapi, soal memilih dengan siapa harus tidur setiap malam,,, aku masih,,, "
"Tenang saja Hime, kau hanya tidur dikamar kami saja. Kau tahu kami semua tidak memiliki banyak waktu luang untuk saling mengenal. Saat kau bermalam dikamar kami saat itulah kau bisa lebih mengenal kami.
Kita bisa mengobrol apa saja tanpa interupsi dari yang lain. Kalau kami mulai kelewatan kau bisa menolak atau melawan Hime. Bagaimana?" jelas Yumichika berusaha meyakinkan Orihime.
Setelah berfikir beberapa menit Orihime sudah bisa memantapkan dirinya.
"Baiklah a-akan ku coba" Jawab Orihime.
"Ah Yokatta. Selamat datang di mansion Las Noches Orihime. Gomen kami tidak memberi sambutan yang menarik untukmu. Mulai sekarang kau adalah satu-satunya ratu di mansion ini" ucap Aizen sambil mencium tangan Orihime.
"A-ano tidak perlu seperti itu. Aku merasa tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kalian" ucap Orihime dengan rona merah diwajahnya.
"Ne Hime-chan kalau begitu sekarang tentukan malam ini kau akan bermalam dikamar siapa?" ucap Yylfordt yang baru membuka suaranya.
Orihime nampak terkejut, tapi ia sudah terlanjur menerima perjanjian tersebut. Ia menarik nafas lalu...
"Baiklah, malam ini aku akan bermalam dengan..."
TBC
Hallo minna-san... Moga gak jadi aneh ya ceritanya, Fuuyu coba dipanjangin nih durasinya. Soalnya pada minta yang panjang nih(?) ππ. Ulquiorra udah nongol di chap ini walaupun cuma datar-datar aja ekspresinya(?), moga di chap depan bisa nongol lagi π
Gomen ya TBC nya sinetron banget ππ biar penasaran. Khu,,,khu,,,khu,,, Kira-kira Orihime nginep dikamar siapa yaaa? Yang tebakannya benar dapat ucapan selamat dari Fuuyu (?) #Author gak modal# π
- Tami04 : Hallo Tami-san. Moga chap ini cukup panjang ya π walaupun masih belum ada interaksi yang bernuansa romance antara Orihime dengan 'suami-suami'nya. Haha iya bener jadi agak ribet juga ini ngundinya siapa yang dapet giliran. Tapi Fuuyu usahakan semua kebagian porsi yang cukup.
Kenapa Yumichika? Karena dari awal debutnya di anime, gak tau kenapa Fuuyu langsung love at the first sight sama doi. Di fic ini akan bertaburan cowok-cowok ganteng lhoo π Arigatou gozaimasu reviewnya Tami-san πstay tune terus yaa.
- INOcent Cassiopeia : Hallo Ino-chan. Moga chap ini cukup panjangnya, kalau kurang nanti Fuuyu jauh-jauhin jarak spasinya biar keliatan panjang π#error# Jatuh cinta,,, Hmm bisa dibilang begitu. Soalnya Orihime itu cocok dengan kriteria istri idaman mereka.
Spoiler dikit, selain Ishida ada juga diantara mereka yang udah lama kenal Orihime. Hohoho. Ulqui udah nongol nih Ino-san. Moga perannya disini tidak mengecewakan. Siapakah cowok di halaman belakang? Saat ini identitas masih dirahasiakan. Pokoknya cowok ganteng juga π dan bukan hantu. Hehehe. Arigatou gozaimasu reviewnya Ino-chan. Stay tune terus yaa.
- Nelli is My Name : Hallo Nelli-chan. Hehehe nanti Fuuyu kasih Ishida atau Aizen buat Nelli-chan Iya Orihime belum bawa baju-baju miliknya jadi yang dia pake itu baju dari Yumichika yang pastinya sexy-sexy π
Kemungkinan bisa jadi rate M tapi Fuuyu tanya sama para tetua dulu yaaa π Gimana UTS nya Nelli-chan? Moga hasilnya bagus ya berkat fic ini (?) #apa hubungannya?# hehehe. Arigatou gozaimasu reviewnya Nelli-chan. Stay tune terus yaaa.
Arigatou minna udah meluangkan waktunya baca fic Fuuyu sampai chap ini. Moga lebih banyak lagi peminat dan pembacanya. Arigatou untuk review, follow dan favenya π juga untuk reviewer yang selalu hadir ππ Di chap depan Fuuyu usahakan ada romantic scene Orihime dengan pasangannya.
Ditunggu reviewnya ya minna. Jaa~~
