Author : Hann Hunnie

Title : Cokelat rasa vanilla Chapter 2

Cast : Kim Jongin, Oh Sehun, and other cast.

Pairing : KaiHun, etc.

Warning : gak suka ? Gak usah baca -_- disini Sehun nya gue buat agak feminin, jadi yg gak suka Sehun menye menye mending gak usah baca deh, takut nya malah ngeganggu hehe ^^

.

.

.

Happy Reading

.

.

.

"Jongin!" Sehun setengah berlari menghampiri namja tan yang tengah menempelkan sesuatu di mading.

"Oh hai Sehun" Jongin tersenyum. "Ada apa ?"

"Ke ruang kepsek yuk"

"Huh ? Mau apa ?"

"Ummm ... Itu, kemarin aku sudah menemui miss Tori dan meminta ijin untuk kegiatan perkemahan ini, tapi miss Tori bilang harus ada penanggung jawab kegiatan, karena kegiatan di laksanakan saat libur sekolah, jadi pihak sekolah tidak mau bertanggung jawab kalau terjadi apa apa" Sehun menjelaskan.

"Oh ..." Jongin menganggukan kepalanya, mengerti. "Kenapa tidak kau saja yang bertanggung jawab ? Kau bilang kegiatan inikan di bawah tanggung jawab osis" namja tan itu berjalan di samping Sehun. Mereka akan ke ruang miss Tori sekarang.

"Aku kan belum tentu bisa ikut, Jongin"

"Kau belum meminta ijin pada ibu mu ?"

Sehun menggeleng. "Mommy tidak suka sama kegiatan seperti itu. Aku tidak pernah di ijin kan ikut, dari dulu juga gitu. Lagian kegiatan ini tidak ada Surat ijin orang tuanya, mommy sudah pasti tidak mengijinkan karena pihak sekolah juga tidak mau bertanggung jawab kalau ada apa apa"

"Kan ada aku, Hun. Kalau buat jagain kamu mah gampang, lagian kamu bukan bayi yang bakal bikin repot aku kan ?"

Uhuk!

Entah kenapa, Tapi Sehun merasa kalau kedua pipinya tiba tiba saja memanas saat mendengar ucapan Jongin barusan. Duhh ... Di jagain Jongin, kesannya gimana gitu, kkkkk.

"Mau ya ? Baekhyun sama Kyungsoo juga udah pasti ikut kok" ucap Jongin lagi.

"Huh ?" Sehun dengan malu malu menolehkan kepalanya ke arah Jongin.

"Ummm ... Aku tidak janji" ucapnya sebelum ia dan Jongin memasuki ruangan kepala sekolah mereka.

.

.

.

Setelah menyelesaikan urusannya dengan kepala sekolah, Kai dan Sehun kembali berjalan beriringan menuju kelas. Mereka memang jadi lumayan dekat sejak dua hari yang lalu, maksud ku mungkin karena mereka sering bertemu untuk membahas masalah kegiatan perkemahan yang akan dilaksanakan sebentar lagi, jadi terlihat seperti teman dekat.

"Cieee yang berduaan terus"

Kedua nya dengan kompak menolehkan kepalanya, menatap seorang namja bermata bulat yang kini menyematkan senyum mengggodanya.

"A-apasih Kyung" Sehun berucap salah tingkah.

"Cieee anak mommy deket sama cowo, kkkk" itu Baekhyun yang bilang.

"Ih apaan sih" Sehun cemberut, membuat Baekhyun dan namja bermata bulat bernama Kyungsoo itu tertawa.

"Aww Sehunnie merona. Manisnyaaa~" kedua teman Sehun itu kembali menggoda si namja cantik, membuat kedua pipi yang merona itu semakin terlihat memerah.

"Ih! Siapa yang merona!" Sehun memukul kepala Kyungsoo dan Baekhyun bergantian, kesal.

Astaga, Sehun kan jadi malu sama Jongin. Hhhh ... Kedua bocah itu memang harusnya di ungsikan saja ke EXO planet, ck. Bikin malu aja.

Jongin tertawa pelan. "Yaudah, aku ke kelas ya ? Oh ya, kalau besok mau ikut, datang ke sekolah aja ya ? Kita berangkat jam delapan kok"

Sehun tersenyum, ia lalu mengangguk pelan. "Hmm, tapi kalau jam delapan aku belum datang juga, tinggal saja"

"Hmm ... Aku mengerti" Jongin membalas senyum Sehun. "Byee"

"Byee ... Jongin" namja cantik itu melambaikan tangannya saat Jongin sudah kembali melangkahkan kakinya menuju kelas yang hanya berselisih beberapa kelas dengan kelas nya.

Iya, kalau Sehun ada kelas 11.1 maka Jongin ada di kelas 11.5, kkkkk.

Namja cantik itu tersenyum senyum sendiri mengabaikan Kyungsoo dan Baekhyun yang membuntuti nya dari belakang.

"Duh ... Kalau jatuh cinta itu, berasa dunia milik berdua ya, Kyung. Kita aja sampai di abaikan"

Sehun menoleh ke belakang sesaat setelah ia mendengar ucapan Baekhyun. "Oh ada kalian ya ? Kkkkk"

Baekhyun memutar bola matanya. "Heuh ... Sehun! Jangan sampai kau benar benar jatuh cinta pada Jongin ya!" Namja bereyeliner itu merangkul bahu Sehun.

"Ish! Jatuh cinta apaan sih. Siapa yang jatuh cinta, huh ?" Sehun cemberut.

"Tapi akhir akhir ini kau dekat dengan Jongin, tau" Kyungsoo menambahkan.

"Aku kan hanya membantu nya menyukseskan acara perkemahan yang akan di laksanakan, itu saja kok"

"Hngg ... Anak mommy seperti mu itu belajar saja yang fokus, jangan pacaran" Kyungsoo sok menasihati.

Sehun mendengus. "Siapa yang pacaran ih!"

"Kau lah! Tadi itu tingkah mu menunjukan gejala orang jatuh cinta" ucap si namja bereyeliner alias Baekhyun.

Sehun sudah membuka mulutnya bersiap untuk menyangkal ucapan Baekhyun, tapi keduluan Kyungsoo. Hngg ... Gak jadi deh.

"Tapi tapi, wajar saja sih kalau Sehun terpesona pada Jongin. Meski anak itu tidak pintar, kulitnya hitam, terus pesek juga, tapi Jongin itu keren, terus pembawaannya itu cool gitu deh. Yakan Byun ?" Tanya Kyungsoo dengan mata berbinar.

"Deuhh" Sehun memutar bola matanya. "Detail sekali. Jangan jangan kau lagi yang suka sama Jongin!" Jemari lentik nya menoyor kepala si namja bermata bulat.

Kyungsoo nyengir.

"Hehe"

.

.

.

Bel pulang baru saja berbunyi, kelas yang tadinya sunyi senyap perlahan mulai ricuh dengan teriakan beberapa siswa yang menyambut riang usainya kegiatan pembelajaran mereka hari ini.

Seperti biasa. Sehun, si anak mommy sudah menunggu jemputannya di depan gerbang sekolah.

Saat ada temannya yang akan mengajaknya untuk bermain game center atau sekedar nongkrong di kafe, maka namja cantik itu akan menjawab. "Maaf, aku tidak bisa. Mommy menyuruh ku untuk segera pulang" dengan senyum manis yang memang selalu tersemat di bibir tipisnya.

Tidak banyak teman yang Sehun punya sih. Mommy nya terkesan membatasi pergaulan Sehun, meski banyak yang tertarik dengan si ketua osis cantik itu, tapi tidak ada yang berani untuk mendekati Sehun lebih jauh.

Oh ayolah, daddy Sehun bisa saja mencincang mereka kapanpun kalau putra semata wayangnya ketauan berpacaran.

Sebenarnya ini terlalu berlebihan, Joonmyun dan Yifan bahkan terlalu menekan Sehun dengan peraturan yang mereka buat. Yeah ... Semua orang tua memang ingin yang terbaik untuk anaknya, Yifan dan Joonmyun juga begitu. Ia ingin Sehun menjadi seseorang yang sukses di masa depan.

Dan prioritas utama Sehun adalah belajar. Itu yang selalu kedua orang tuanya tekankan.

Tidak ada yang namanya bersenang senang dengan teman, dan tidak ada yang namanya pacaran, apalagi dengan kencan sampai larut malam.

Sehun kadang iri, melihat Baekhyun yang di perbolehkan melakukan apapun yang ia suka oleh kedua orang tuanya. Atau Kyungsoo yang mempunyai seorang ibu yang selalu mendukung bakat yang ia miliki.

Sehun suka dance, sejak kecil ia suka. Namun Joonmyun tidak pernah mengijinkannya untuk ikut hal hal seperti itu. Namja cantik itu hanya bisa menurut karena-

Yeah ... Apa lagi yang bisa seorang anak lakukan saat orang tuanya melarang mereka ?

Saat teman temannya berlibur semester selama satu bulan penuh, maka Sehun harus membagi setengah waktu liburannya untuk belajar. Saat teman temannya sudah mulai mengerti dan mengenal apa itu 'cinta monyet' maka Sehun hanya boleh mempelajari soal soal olimpiade.

Well, kehidupan Sehun memang terkesan monoton. Selama tujuh belas tahun eksistensi nya di dunia, namja cantik putra salasatu pengusaha itu hanya tau kata belajar, belajar dan belajar.

"Jangan melamun, nanti ada sadako lewat, loh"

Sehun terkejut saat seseorang tiba tiba saja menepuk pundaknya. Kepalanya menoleh.

"Astaga Jongin! Ku kira siapa. Ya Tuhan kaget sekali"

Jongin -seseorang itu- tertawa. "Makanya jangan melamun"

Sehun cemberut. "Tidak melamun kok"

"Terus ?"

"Tidak ada terusannya"

Lagi, namja tan itu tertawa. "Ah ya, sedang apa disini ?"

"Menunggu jemputan"

"Wow. Kau masih suka di jemput ?"

Sehun mengangguk. "Hmm ... Begitulah"

"Sehun, kau bukan lagi anak sekolah dasar yang harus di antar jemput kan ?"

Namja cantik itu menoleh. "I-iya sih, tapi mommy memang tidak suka kalau aku belum berada di rumah atau pulang telat. Jadi yeah ... Beginilah"

"Tidak pernah bermain ?"

"Tidak"

"Apa yang selalu kau lakukan saat bosan ?"

"Belajar"

"Belajar ?"

"Hmm" Sehun mengangguk.

"Belajar bisa membuat mu semakin bosan"

"Itu untuk orang pemalas seperti mu, kkkk" namja cantik itu tertawa membuat Jongin mendengus.

Si Sehun ini kalau bicara kadang suka bikin ngejleb hati orang.

"Sudah ya Jongin, jemputan ku sudah datang. Sampai jumpa lain waktu" Sehun melambaikan tangannya sebelum memasuki mobil jemputannya.

"Byee Sehun, besok jangan lupa ya. Usahakan untuk ikut"

Namja cantik itu hanya tersenyum sebelum menutup pintu mobil nya. Menatap kearah Jongin lewat kaca jendela sebelum mobil yang ia tumpangi itu melaju, menembus ramainya jalanan kota Seoul.

.

.

.

"Sayang, besok sudah mulai libur sekolah kan ?" Joonmyun menatap Sehun yang tengah mengunyah makan malamnya.

Namja cantik itu mengangguk sambil kembali menerima suapan dari mommy nya.

"Mom dan dad memutuskan untuk pergi ke Jeju besok loh" namja paruh baya itu tersenyum.

"Oh ya ?" Sehun mendongak menatap mommy nya.

Joonmyun mengangguk. "Kami sudah membeli ticket pesawat. Untuk mu juga, kau harus ikut ya ?"

Sehun diam, otak cerdasnya berpikir keras. Kalau mommy dan daddy nya akan berngkat besok, itu artinya Sehun ada kesempatan untuk ikut perkemahan musim panas. Yosh! Dia tinggal memikirkan alasan apa yang cocok agar dia bisa menolak ajakan mommy nya untuk ikut ke Jeju.

Yeah ... Meski pada akhirnya Sehun tau kalau ia harus berbohong. Tapi kalau sekali kali kan tidak apa apa ya ? Kkk.

"Kau mau ikut kan Hunnie ?" Tanya Joonmyun lagi.

"Huh ? Ah itu mom euh ... Hunnie tidak bisa" ucap namja cantik itu pelan.

"Loh kenapa ? Bukannya sudah libur sekolah ya ?"

"I-itu, Hunnie di suruh miss Tori untuk ikut mengawasi sunbae yang akan mengikuti ujian besok"

"Mengawasi ? Memangnya kamu guru ? mesti diikut sertakan mengawasi peresta ujian segala" ucap Joonmyun heran.

"Ih mommy, Hunnie kan ketua osis. Dari dulu juga ketua osis sering di ikut sertakan untuk mengawasi ujian para sunbae"

Serius, Sehun itu paling gak bisa buat bohong. Sekali nya bohong, pake alasan yang tidak masuk akal. Okay, doakan saja semoga Joonmyun mommy Percaya dengan kebohongan yang Sehun buat, kkkk.

"Tapi tahun kemarin nggak tuh, kamu gak di suruh ikut mengawasi kan ?"

Skak mat!

Sehun lupa kalau dia sudah menjabat dua kali sebagai ketua osis.

"Aaaa t-tahun kemarin Hunnie nyuruh wakil Hunnie untuk ik-"

"Udah deh, Hunnie. Kalau tidak bisa berbohong, jangan bohongi mommy"

Sehun cemberut, ketauan deh.

"Mommy~ Hunnie tidak berbohong" namja cantik itu merengek.

"Pokonya, kamu harus ikut ke Jeju besok. Titik!"

"Mommy~"

Joonmyun tidak menanggapi rengekan putranya itu.

Sehun mencebikan bibir bawahnya. "Besok Hunnie mau liburan sama Baekhyun dan Kyungsoo, mom. Hunnie udah janji sama mereka"

"Kamu itu kenapa sih ? Sekarang udah gak mau kalau di suruh ikut liburan sama mommy sama daddy. Semester kemarin aja kamu rengek rengek minta liburan sama Baekhyun! Sampai kapan pun mommy gak akan ngijinin kamu liburan liburan gak jelas sama temen temen kamu itu ya! Kalau terjadi apa apa sama kamu, siapa yang mau tanggung jawab huh ?"

Mulai deh si mommy ngomel.

"Hunnie udah besar kok! Hunnie udah bisa jaga diri Hunnie sendiri" mata bermanik cokelat itu terlihat berkilaun air mata.

Sehun itu kalau mommy nya ngebentak sedikit aja pasti bakal nangis. Yeah ... Tipikal anak manja gitu deh.

"Udah besar darimana nya ? Kamu itu baru tujuh belas tahun, belum tau gimana bahayanya di luaran sana. Mommy kaya gini karena mommy itu sayang sama Hunnie, mommy gak mau terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan sama kamu, sayang"

"Yakan tapinya hiks ..."

Tuh kan Sehun nya nangis.

"Nggak ada tapi tapian, kamu harus ikut besok!"

"Mommy hiks ... Jangan gitu dong hiks ... Hunnie kan juga punya kehidupan Hunnie sendiri hiks ... Masa Hunnie harus terus ikut ikut sama mommy sama daddy sih"

"Mommy nggak denger ya" Joonmyun mengabaikan Sehun yang kini menangis nangis di sebelahnya.

Sehun mempoutkan bibirnya. Hiks ... Sehun harus gimana ? Ucapan Joonmyun itu sudah seperti petisi yang di tanda tangani. Tidak bisa di ganggu gugat meski namja cantik itu menangis darah sekalipun.

"Dad pulang~"

Kedua namja manis yang tengah saling 'ngambekan' itu sama sama menoleh, menatap seorang namja tampan yang kini menatap kedua nya dengan alis bertaut.

"Hunnie, kenapa menangis ?"

"Hiks ... Daddy~" Sehun mulai melancarkan aksi merajuknya. Namja cantik itu mendekati daddy nya lalu mengatakan kalau mommy nya jahat.

"Mommy jahat kenapa, hmm ?" Yifan membawa tubuh Sehun untuk duduk di pangkuannya, mengabaikan Joonmyun yang tengah mempoutkan bibirnya kesal karena Sehun lebih bisa menarik perhatian Yifan daripada diri nya.

"Hiks ... Mommy maksa Sehun hiks ... Ikut ke Jeju hiks ... Padahal Hunnie kan sudah janji mau hiks ... Berlibur sama Baekhyun dan Kyungsoo hiks ..."

"Mommy bukan maksa! Mommy cuma mau Hunnie ikut aja. Kita sudah lama tidak liburan bersama" Joonmyun membela diri. "Dad ayolah, Hunnie baru pulang dari Singapura tiga hari yang lalu setelah mengikuti olimpiade Mipa selama seminggu. Mommy kangen sama Hunnie, mommy mau liburan sama sama lagi seperti setahun yang lalu waktu kita ke Vancouver"

"Tapi Hunnie hiks ... Sudah janji sama Baekhyun hiks ... Masa lagi lagi Hunnie batalin sih hiks ... Kaya waktu liburan semester kemarin hiks ..."

"Jadi kamu lebih milih Baekhyun daripada mommy ?" Joonmyun memasang wajah sedihnya.

"Hiks ... Mommy~ bukan begitu~" rengek Sehun.

Hngg ... Yifan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Pusing pala Yifan kalau sudah harus mengurus dua malaikat nya yang saling merajuk seperti ini.

"Hhh ... Hunnie, dad tanya ya. Kamu mau liburan sama Baekhyun kemana ?"

"Ke hiks ... Eum .. Ke ... Ke Dae ... Dae ... Daegwallyeong Samyang hiks ..." Jawab Sehun asal.

"Daewallyeong samyang ? Mau ngapain kesana ?" Tanya Yifan lagi.

"Hiks .. Mau liat hiks .. Sapi sama domba hiks ... Makan rumput hiks ..."

"Fffppttt" Joonmyun dan Yifan sama sama menahan tawa mereka mendengar jawaban putranya itu.

"Ih jangan ketawa! Hiks ... Jahat ih!" Sehun cemberut.

"Baik baik, maafkan daddy" namja tampan paruh baya itu berucap setelah benar benar bisa menahan tawanya. "Jadi, kapan kamu kesana ?"

"Besok dad, hiks ... Sebenarnya itu acara sekolah yang di adakan sama osis. Hunnie kan ketua osis nya masa iya Hunnie gak ikut"

Okay, Sehun berbohong lagi.

"Katanya mau mengawasi ujian, sekarang mau liburan ke Daegwallyeong Samyang. Yang benar yang mana sih, Hunnie ?" Itu Joonmyun yang tanya.

"Yang benar yang mau liburan. Tadi Hunnie bohong sama mommy biar mommy ngijinin Hunnie ikut sama teman teman"

"Okay, dad tidak masalah kalau tidak sampai menginap"

Kedua mata Sehun berbinar seketika. "Dad bolehin Hunnie ikut ?"

"Menginap tidak ?"

Namja cantik itu menggeleng. "Tidak kok. Sore nya Hunnie langsung pulang lagi"

"Yasudah dad ijinkan"

"Yeayyy~" Sehun bersorak gembira, berbeda dengan Joonmyun yang malah semakin mempoutkan bibirnya.

Kalah lagi deh, hiks.

"Tapi ingat, selama dad dan mommy di Jeju, kamu jangan keluruyan kemana mana, jangan lupa untuk belajar. Dad akan menyuruh Bibi Jung menemani mu di rumah selama lima hari dad dan mom di Jeju. Mengerti ?"

Sehun mengangguk. "Mengerti! Yes! Hunnie sayang daddy sekali~ muahhh" namja cantik itu mengecup pipi Yifan. "Sayang mommy sekali juga muaaahh" ia turun dari pangkuan Yifan lalu mencium pipi mommy nya sebelum kemudian berlari menuju kamar.

Joonmyun mendengus. "Kenapa dad ijinkan sih ?!"

"Tidak apa apa mom, Hunnie kan sudah besar. Sekali kali main sama temannya kan tidak apa apa"

"Tapi dad~ mommy kan maunya Hunnie ikut kita~" Joonmyun merajuk.

"Udahlah mom, anggap aja kita lagi honey moon kedua"

.

.

.

Pagi itu, Joonmyun dan Yifan berangkat pukul tujuh menuju Gimpo airport. Awalnya Joonmyun meminta Sehun mengantar mereka sampai ke airport hanya saja Sehun menolak dengan alasan akan bersiap siap, jadinya Sehun hanya bisa mengantar kedua orang tuanya sampai depan teras rumah saja.

"Hunnie, selama mom dan dad tidak ada di rumah. Jangan pergi malam malam, jangan lupa belajar, jangan keluar rumah kecuali saat ada jadwal les, nanti sore setelah pulang dari wisata mu, langsung pulang ke rumah tanpa ada acara main main sama teman teman mu, mengerti ? jaga rumah baik baik dan jaga dirimu baik baik ya sayang. Mom tidak akan lama" Joonmyun mengecup kening, kedua pipi dan berkhir di bibir tipis Sehun.

Namja cantik itu mengangguk. "Iya iya mom"

Yifan tersenyum, ia mengusak rambut putra kesayangannya itu sebelum kemudian mengecup kening Sehun lama.

"Dad dan mom berangkat ya. Jaga dirimu baik baik"

"Iya dad. Byee byee ... Hati hati~" Sehun melambaikan tangan nya saat Yifan dan Joonmyun mulai memasuki mobil yang akan mengantar mereka ke bandara.

"Byee sweety" Joonmyun melambaikan tangannya dari dalam mobil.

"Byee mom. Love youu~"

Sehun menghela napas lega saat mobil yang mengantar orang tuanya itu mulai tak terlihat lagi oleh kedua matanya.

"Bibi Jung! Katakan pada paman Lee agar segera mengantar ku ke sekolah yaa~"

.

.

.

Sepanjang perjalanan menuju sekolahnya, senyum tak pernah pudar dari bibir tipis Sehun membuat paman Lee sesekali melirik tuan mudanya yang entah kenapa terlihat seperti bahagia sekali pagi ini.

"Tuan muda. Tuan besar dan nyonya meminta saya untuk menjemput mu sore nanti. Kira kira saya harus menjemput tuan muda pukul berapa ?" Paman Lee memecah keheningan yang terjadi.

"Huh ? Ummm ... Paman Lee tidak usah menjemputku nanti sore"

"Loh, tapi tuan besar menyuruh saya untuk menjemput nanti sore"

"Tidak usah paman, sebenarnya Hunnie mau pergi berkemah. Tapi paman Lee jangan bilang bilang sama mom sama dad ya. Mereka pasti marah kalau tau aku ikut acara seperti ini"

Hhh ... Pantas saja tuan mudanya itu membawa satu koper besar. Taunya mau camping toh.

"Kapan tuan muda pulang ? Biar saya bisa kembali menjemput tuan muda saat pulang nanti"

"Hanya tiga hari kok. Hunnie pulang sebelum mom dan dad pulang. Jadi, kalau mom dan dad tanya tanya tentang Hunnie. Bilang saja Hunnie ada di rumah, okay ?"

"Saya mengerti tuan"

.

.

.

"Jongin, sudah pukul delapan, kita mu berangkat pukul berapa ?"

Asal kau tau, namja jangkung bernama Park Chanyeol itu sudah bertanya seperti itu kurang lebih tujuh kali.

"Sebentar Park" Jongin masih berdiri di ambang pintu bis.

"Nunggu siapa lagi sih Jongin ? Semua sudah ada di bis kan ?" Tanya Baekhyun yang duduk di sebelah Chanyeol.

"Sehun" jawab Jongin tanpa mengalihkan pandangannya.

"Huh ? Sehun ? Astaga Jongin, kamu mau nunggu sampai matahari terbenam juga si anak mommy gak akan datang" ucap Chanyeol kesal.

Ck, temannya ini. Chanyeol kira nunggu anggota yang belum datang, taunya nungguin Sehun.

"Jongin, mommy nya Sehun gak mungkin bakal ngijinin Sehun ke acara seperti ini. Menginap dirumah aku aja tante Joonmyun gak pernah ngasih ijin, apalagi menginap di hutan" ucap Kyungsoo.

"Iya, Jong. Berangkat aja sekarang. Jacheon forest kan jauh dari Seoul" siswa lain ikut menanggapi.

Jongin menghela napasnya. Si cantik Sehun beneran gak bakal ikut ya ? Hngg .. Gagal deh rencana Jongin yang mau pedekate-in Sehun.

Dasar modus!

"Yaudahlah, berangkat sekarang aja pak. Sehun mungkin tidak akan ikut" namja tan itu menutup pintu bis sebelum mendudukan dirinya di jok kedua dari depan, sendirian aja, karena Chanyeol lebih milih duduk sama Baekhyun. Emang sih ya nasib Jones mah kaya gitu, giliran temen lagi sama pacar, dia di tinggal sendirian, kkkk.

"KYAAAAA STOOPPP! STOPPP! STOPPPP!"

Teriakan seseorang membuat pak supir bis menghentikan laju mobilnya seketika. Sebenarnya bukan karena teriakannya sih tapi karena si pelaku(?) teriakan itu memblokade jalan yang akan di lalui dengan cara membiarkan dirinya berdiri di tengah jalan sambil melambai lambaikan tangan nya.

Oh, bukan gaya Wu Sehun sekali~.

.

Sehun memasuki bis sesaat setelah Jongin membantunya menyimpan koper di bagasi.

"Serius Sehun, kamu mau camping atau pindah rumah sih ? Bawa perlengkapan sampai satu koper begitu ?" Itu Baekhyun yang tanya.

"Aku kan tidak tau apa yang harus aku bawa, jadi aku membawa semua nya yang aku perlukan" jawab Sehun dengan polosnya.

"Itu tante Joonmyun ya yang nyuruh kamu bawa perlengkapan sebanyak itu ? Tumben banget om Yifan sama tante Joonmyun ngijinin kamu ikut camping" ucap Kyungsoo.

"Tidak. Aku sendiri yang mau membawa semua barang itu. Lagian mommy sedang ke Jeju, jadi nya aku bisa ikut deh, hehe"

"Kamu gak minta ijin sama mommy mu ?" Tanya Jongin.

Sehun menggeleng. "Kalau aku minta ijin, mommy tidak akan mengijinkan ku, jadi aku berbohong pada mereka agar di ijin kan ikut"

"Ciee anak mommy sudah besar, sudah bisa berbohong pada om yifan dan tante Joonmyun kkkkk"

Namja cantik itu tersenyum lima jari. "Memang nya hanya Kyungsoo yang bisa bohongin mama sama papanya. Aku duduk sama kamu, ya Kyung"

"Eh tidak tidak! Kau tidak lihat ada aku yang duduk sama Kyungsoo disini ?" Zitao -kau bisa memanggilnya pacar Kyungsoo- menolak permintaan Sehun mentah mentah.

Namja cantik itu cemberut. "Terus aku duduk sama siapa ? Ih jahat!"

"Tuh kursi di sebelah Jongin masih kosong" usul Chanyeol, soalnya namja jangkung itu tidak mau kalau sampai Sehun merengek rengek padanya minta duduk sama Baekhyun.

Jongin menoleh ke arah Sehun, lalu tersenyum tampan membuat pipi Sehun memerah tanpa sadar.

Ciee, Sehun merona~

"Iya sini, duduk sama aku aja. Masih kosong kok"

"Aaaaeummm ta-"

"Udah sana duduk sama Jongin atau kamu mau berdiri selama lima jam di sana ?" Ucap Baekhyun.

Lagi, sehun mempoutkan bibirnya mendengar ucapan Baekhyun.

"Iya iya!" Ucapnya kesal sambil berjalan dengan malu malunya(?) menghampiri Jongin dan mendudukan dirinya di sebelah namja tan itu.

"Cieee Jongin sama Sehun"

"Apasih! Jelek tau" Sehun mencebikan bibir bawahnya mendengar godaan Chanyeol.

"Udah gak usah di dengerin. Chanyeol emang gitu orangnya" Jongin sok menengahi. Padahal mah dia senang senang aja di cie ciein apalagi sama Sehun, Wkwkwk.

Namja cantik itu hanya tersenyum sebelum mengalihkan pandangannya keluar jendela bis. Tidak membiarkan Jongin melihat rona merah samar di pipinya.

"Perjalanannya lumayan jauh, kalau mau tidur, tidur aja dulu. Nih, kamu bisa nyender di bahu aku. Gak papa kok"

Wajah Sehun semakin memerah saat mendengar ucapan Jongin.

Astaga ... Sesuatu di dalam tubuh Sehun terasa ada yang meletup letup. Jantung nya malah berdetak semakin menggila saat tangan Jongin menarik kepalanya dengan lembut lalu menyandarkannya di bahu lebar namja tan itu.

Ya Tuhan ya Tuhan ... Sehun tidak bisa mengontrol semerah apa pipinya sekarang.

'KYAAA MOMMY RASANYA HUNNIE MALU SEKALIII' Jerit Sehun dalam hati.

.

.

.

TBC

.

.

.

Bhaakk kenapa jatohnya malah kaya gini nih ff xD

Maaf ya kalo bahasanya terkesan gak formal. Kkkkk.

Sehun nya terlalu menye ? Iya emang sengaja wkwk gue tau Sehun cowo, harusnya nggak menye kaya gini, cuma entah kenapa gue Lebih enjoy nulis Sehun yang punya karakter ke feminin femininan(?), Kesannya bikin gemes aja gitu. Gak masalah kan ? Kkkkkk. Kalo gak suka ya kalian bayangin aja Sehun nya manly atau gak usah baca ff nya wkwkwk

Sedih deh sekarang ff KaiHun makin dikit TT faktor Sehun makin tinggi malah bikin banyak ff sehun semenya banyak bgt TT padahal menurut gue, manisnya Sehun tetep ada dan gak ilang kok

Ini udah panjang belum ? masih mau lanjut ?

Makasih yg udah nyempetin buat review. Review lagi ne ^^

See youu~

Hann Hunnie