Author : Hann Hunnie

Title : Cokelat rasa vanilla Chapter 6

Cast : Kim Jongin, Oh Sehun, and other cast.

Pairing : KaiHun, etc.

Rated : T

Genre : Romance, drama, comedy.

Warning : gak suka ? Gak usah baca -_- disini Sehun nya gue buat agak feminin, jadi yg gak suka Sehun menye menye mending gak usah baca deh, takut nya malah ngeganggu hehe ^^

.

.

.

Happy Reading

.

.

.

"Tidak mau turun? Baekhyun lagi ngasih Chanyeol air minum tuh. Sana kasih Jongin air minum juga!" Kyungsoo menoleh, menatap Sehun yang kini tengah menyedot bubble tea nya.

Sehun menggeleng pelan lalu tersenyum tipis.

"Jongin udah ada yang ngasih tuh. Dari tadi Krystal Kayanya nempel banget sama Jongin" ucapnya tanpa mengalihkan pandangannya dari si kapten basket dan si ketua cheerleader yang tengah asik bercengkrama di pinggir lapangan sana.

Mata bulat Kyungsoo mengikuti arah pandang sahabatnya itu.

"Seperti nya, Jongin memang berniat menjauhi ku, ya?" Gumam Sehun lirih, manik caramelnya masih terfokus menatap dua orang yang bercengkrama di bawah sana.

"Ehh? Siapa bilang?"

"Dia bahkan kemarin tidak sempat menjenguk ku"

"Dia mungkin tidak tau kalau kau sakit, Sehunnie"

"Tapi Chanyeol tau"

"Chanyeol kan pacarnya Baekhyun"

"Tapi Chanyeol juga teman Jongin" Sehun cemberut. "Masa Chanyeol tidak memberitahu Jongin kalau aku masuk rumah sakit"

"Ya-" Kyungsoo menggaruk kepalanya, bingung.

Duhh bisa gawat kalau si ketua osis itu merajuk disini.

Ck, lagian si Jongin ngapain juga sih deket deketin Krystal? Bikin salah paham saja!

"Aku mau pulang saja, ya?" Ucap Sehun dengan kedua mata berkaca kaca.

Tuh kan!

"Y-yah, kan pertandingannya belum di mulai. Masa mau pulang sih" Kyungsoo mendudukan Sehun di sebelahnya. "Jangan pulang dulu, okay?"

"Tapi-"

"Sttt ..." Namja bermata bulat itu mengisyaratkan Sehun untuk diam, lalu menatap sahabatnya itu serius. "Kau menyukai Jongin kan?"

"Hhhh ..." Sehun memutar bola matanya malas. "Sudah jelaskan?! Kenapa malah di pertanyakan?!"

"Kalau kau menyukainya, kenapa menyerah sekarang?"

"Siapa yang menyerah?!"

"Kau tentu saja! Masa sama Krystal aja kalah"

Sehun melotot. "Aku tidak kalah! Siapa bilang aku kalah dari wanita itu?! Tentu saja aku lebih unggul di banding si Krystal menyebalkan yang hanya mengandalkan kecantikan tapi tidak ada Isi otaknya!"

"Ffppttt" Kyungsoo menahan tawanya mendengar ucapan bernada jengkel namja di sebelahnya itu.

Okay-

misi pertama : buat Sehun merasa tersaingi oleh Krystal!

"Ya kalau soal akademik kau memang lebih unggul. Tapi, kalau soal mendekati Jongin, seperti nya kau masih berada beberapa level di bawahnya"

"Enak saja!" Bibir tipis itu kembali mempout. "Aku yang lebih dulu dekat dengan Jongin!"

"Siapa bilang?" Kyungsoo menaikan sebelah alisnya.

Sehun mengerjapkan matanya. "Y-ya memang begitu kan?"

"Che! Makanya jangan buku saja yang di urusin!" Kyungsoo berucap kesal. "Krystal itu udah suka sama Jongin sejak lama. Mereka juga sempat dekat, tapi aku tidak tau kalau mereka memang dekat sampai sekarang"

"Hah? Serius?!"

Kyungsoo mengangguk. "Tentu saja"

"T-terus?"

"Ya tidak ada terusannya" ucap si namja mata bulat. "Eum- tapi mungkin saja Jongin dan Krystal meneruskan hubungan mereka ke jenjang yang lebih dari sekedar teman"

Sehun menatap Kyungsoo horror, sesaat setelah sahabatnya itu berucap.

Oh! Tidak! Tidak! Itu tidak boleh terjadi!

Ini adalah pertama kalinya Sehun jatuh cinta! Jadi, bagaimanapun caranya Sehun harus bisa menjadi kekasih Jongin! Harus! Pokonya harus!

"L-lalu aku harus bagaimana?"

Kyungsoo setengah menyeringai.

Kkkk, Sehun sudah masuk jebakannya.

"Ya kalau kau ingin Krystal yang akhirnya mendapatkan Jongin, ya kau biarkan saja dia mendekati Jongin. Tapi-"

"Tidak begitu hiks-"

"Err ..." Kyungsoo memutar bola matanya. "Jangan menangis dulu, aku belum selesai bicara"

Sehun menyedot ingusnya, lalu menghapus air mata yang sudah membasahi kedua pipinya itu. "Hiks- aku tidak mau si Krystal itu menjadi kekasih Jongin hiks-"

"Makanya dengarkan aku dulu!"

"Apa? hiks-"

"Hentikan dulu tangisan mu"

Sehun cemberut, ia lalu kembali menghapus air matanya. "Sudah"

"Nah begitu lebih baik" Kyungsoo tersenyum, ia lalu mendekatkan tubuh nya pada Sehun, membisikan sesuatu di telinga kiri namja cantik itu.

'Begini, sekarang kau pergi ke tempat Jongin, lalu berikan ini padanya'

Kyungsoo memberikan satu botol air mineral pada Sehun.

"Tapi-"

"Ck, jangan tapi tapian! Ketika Krystal melakukan hal seperti itu, maka kau juga harus melukannya! Buat Jongin merasa kalau kau juga perhatian padanya. Jadi sekarang turunlah dan berikan itu pada Jongin"

Sehun mengigit bibir bawahnya, manik caramel indah itu menatap Kyungsoo dan botol air mineral di tangannya bergantian. "A-aku malu, Kyung~"

"Hhhh ... Yasudah tidak usah saja! Jangan salahkan aku kalau besok kau mendengar kabar Krystal berpacaran dengan Jongin!"

"Y-ya! Jangan seperti itu~" Sehun merengek.

"Yasudah sana turun dan berikan itu pada Jongin"

"Tapi-"

"Sehun pengecut!"

Namja cantik itu melotot. "Aku tidak pengecut! Enak saja!"

"Sehunnie bukanlah namja pemberani!"

"Hentikan Kyung! Atau aku akan mencekik mu sekarang juga!"

"Apa ?" Kyungsoo menantang. "Akui saja kalau kau sudah kalah dari Krystal!"

Sehun mendelik. "Aku tidak kalah dari nenek lampir itu! Lihat! Aku akan turun sekarang dan memberi kan ini pada Jongin! Lihat saja!"

Dengan kesal si ketua osis cantik itu melangkahkan kakinya, menuju lapang basket tempat Jongin berada, menghiraukan Baekhyun yang mengaduh karena tak sengaja tertubruk oleh bahunya.

Namja mungil bereyeliner itu menatap Sehun dengan kedua alis bertaut bingung sebelum kemudian maniknya beralih menatap Kyungsoo yang tengah mengeluarkan tawa setannya.

Oh ... Pasti SatanSoo merasuki jiwa uri Kyungsoo lagi.

"Kenapa dengan anak mommy itu?" Tanya nya sambil mendudukan dirinya disebelah Kiri Kyungsoo.

"Kkk, lihat saja nanti~"

"Kau mengerjainya lagi ya?"

Kyungsoo mengendikan bahunya, masih dengan tawa yang keluar dari bibir tebalnya, manik kelam miliknya belum juga beralih dari Sehun yang kini sudah berada di area lapang basket.

"Aku hanya sedikit memanasi Sehun lalu berbohong dan mengatakan kalau Krystal adalah gadis yang sudah dekat dengan Jongin sejak lama dan kaboom! Sehun benar benar merasa kesal dan tersaingi, kkk"

"Oh bodoh" Baekhyun memutar bola matanya. "Bagaimana tidak dekat, Jongin dan Krystal itu sepupuan!"

"Hhahahaha" tawa Kyungsoo kembali meledak. "Kita lihat saja apa yang akan uri Sehunnie lakukan~"

Baekhyun menghela napas.

Err ... Kyungsoo itu memang manusia titisan iblis ya?

.

.

"Jongin"

Namja tan yang tengah asik mengobrol dengan seorang gadis cantik itu menoleh saat dirasa ada seseorang yang memanggilnya.

"Uh? Sehun?"

Sehun -seseorang itu- tersenyum manis, ia lalu segera menghapiri Jongin dan-

Eum ... Krystal tentu saja.

"Hai Jongin"

"H-hai ..." Balas Jongin sedikit kikuk. "Bagaimana bisa kau ada disini, Sehun? Kaki mu sudah sembuh?"

Namja cantik itu mengangguk. "Tentu saja, kau terlalu sibuk ya sampai tidak sempat menjenguk ku kemarin?"

"Bukan begitu" Jongin mendudukan dirinya di bangku yang tersedia di pinggir lapangan, diikuti oleh Sehun yang mendudukan diri di sebelah namja tan itu. "Awalnya aku berniat untuk menjenguk mu bersama Chanyeol, Baekhyun dan Kyungsoo saat itu. Tapi eum- aku hanya sedikit merasa tidak enak pada Yifan samchon dan Joonmyun Imo, jadi ku pikir yeah ... Eum-"

"Kau masih memikirkan ucapan daddy ku yang menyuruh mu menjauhi ku, ya?" Sehun memotong ucapan namja di sebelahnya itu.

"Eum .. Y-ya, hanya sedikit merasa tidak enak saja, Sehun" Jongin tersenyum. "Tapi syukurlah kalau kaki mu sudah membaik. Kau membuat ku khawatir saat Chanyeol memberitahu ku kalau kau masuk rumah sakit"

Gumpalan merah Samar itu menghiasi kedua pipi Sehun saat Jongin mengatakan kalau namja tan itu khawatir padanya.

Duhh ... Ternyata Jongin masih peduli padanya.

"Aku baik baik saja, Jongin. Maaf sudah membuat ku khawatir"

"Tidak usah minta maaf" tangan kecoklatan itu terulur mengusak surai caramel milik Sehun. "Yang penting kau sudah baik baik saja sekarang. Maaf tidak bisa menjenguk mu saat kau sakit, maaf juga tidak menghubungi mu waktu itu, aku benar benar tidak memiliki banyak waktu untuk bermain dengan Ponsel ku. Zitao melimpahkan semua urusan basket padaku, jadi yeah ... Aku sedikit sibuk"

"Tidak masalah" Sehun kembali tersenyum, menampakan eyesmile cantik nya. "A-"

"Oppa"

Keduanya sama sama menoleh kan kepala, menatap gadis cantik ekhem- Krystal yang kini setengah berlari kearah mereka.

Oh, saking rindunya dengan Jongin. Sehun bahkan sampai tidak sadar kalau Krystal sudah tidak ada bersama mereka.

"Kenapa Soojungie?"

Eh? Kok panggilan Jongin untuk Krystal manis sekali ya? Dan apa tadi? Krystal memanggil Jongin 'oppa'?

Sebenarnya, sudah sedekat apa mereka?

Ish! Kok Sehun jadi kesal sih?!

"Pertandingannya akan segera di mulai, sebaiknya oppa segera bersiap siap"

"Ah .." Jongin mengangguk. Ia lalu kembali mengalihkan pandangannya pada Sehun yang tengah mencebikan sedikit bibirnya.

Uh? Ada apa dengan calon kesayangan Jongin itu? Bukankah tadi bibir tipis itu masih mengembangkan senyum manisnya?

"Sehun?"

"Apa?!" Balas Sehun galak.

Jongin menaikan sebelah alisnya. "Kau-" matanya menatap lekat manik caramel milik Sehun. "Baik baik saja?"

"Uh?" Sehun mengerjapkan matanya. "A-aku-"

Ayolah Sehun! Jangan sampai Jongin curiga kalau kau sedang cemburu!

"Aku-" namja cantik itu kembali tersenyum. "Aku baik baik saja, hehe. Eum- yasudah kau akan segera bertandingkan?"

Jongin mengangguk.

"Kalau begitu aku akan kembali" Sehun beranjak dari duduknya. "Ini eum- untuk mu" tangan putih itu terulur, memberikan air mineral yang tadi di bawanya.

"Ah ..." Jongin tersenyum. "Terimakasih ya"

"Eum ..." Namja cantik itu mengangguk. "Semangat Kim Jongin! Kau harus kalahkan mereka, okay?"

"Tentu, untuk mu"

Sehun tertawa. Lalu-

Entah keberanian dari mana, tapi tiba tiba saja Sehun semakin mendekatkan tubuhnya dengan Jongin, sedikit berjinjit -bayangin disini Sehun pas MAMA era ya? Pas masih tingginya di bawah Jongin, hehe- dan-

Chup!

.

.

"Whoaaaaa"

Baekhyun dan Kyungsoo hampir menjatuhkan rahang mereka saat melihat Sehun yang mengecup pipi Jongin di depan banyak orang. Keduanya bisa melihat Sehun yang berlari kearah mereka dengan kedua pipi yang merona parah, dan Jongin yang masih diam membatu di tempatnya.

'Oh .. Oh ... Tidak! Anak ku! Sudah berani main kecup kecup seme ganteng!' Ratap Baekhyun dalam hati.

"B-baek kau lihat itu?" Tanya Kyungsoo, masih dengan wajah blanknya.

"Ah-huh" Baekhyun mengangguk tanpa mengalihkan pandangannya dari Sehun.

"Kau memotretnya?"

Namja bereyeliner itu mengalihkan pandangannya pada Kyungsoo. "Kau pikir aku sempat melakukan itu? Aku bahkan merasa terkena serangan jantung! Oh, serius kemana Sehunnie ku yang polos, dan pemalu itu, hiks" tangan Baekhyun terangkat memukul pelan kepala Kyungsoo. "Kau sih! Kau yang menyebabkan semua ini terjadi!"

"A-aku tidak tau kalau Sehun akan melakukan hal senekat itu!" Kyungsoo membela diri. "Tapi yasudahlah, tidak apa apa. Setidaknya sekarang Sehunnie pernah punya pengalaman mencium pipi seseorang selain mommy dan daddynya"

Baekhyun mendelik. "Sehunnie itu adalah yang termuda di antara kita! Aku masih belum rela kalau dia melakukan hal semacam itu!"

"Apa salahnya? Hanya cium pipi kan? Itu tidak akan membuat Sehunnie hamil!"

"Tapi tetap saja!"

"Ck, sudahlah yang terpenting Sehunnie tidak seperti mu yang sudah berani main sampai desah desahan dengan Chanyeol"

"Sialan!"

.

.

.

Ting!

Prriiitttttt

Bunyi peluit panjang dibunyikan, pertanda pertandingan basket antara Seoul Science High School melawan School of Performing Arts berakhir dengan perolehan score yang tidak terlalu berbeda jauh.

SSHS unggul beberapa point dari SOPA, itu artinya pertandingan hari ini dimenangkan oleh tuan rumah.

"Kau bermain sangat keren, lain kali ajarkan aku bermain basket!"

Jongin tersenyum sesaat setelah meminum air yang diberikan oleh namja cantik disebelahnya itu. "Terimakasih, lain waktu aku akan mengajari mu bermain basket"

"Eum .." Sehun mengangguk antusias. "Aku sempat cemas saat babak pertama kalian tertinggal beberapa point, tapi untung saja kalian bisa memutar balik keadaan, dan-"

Bepp ... Bepp ... Bepp ...

Ponsel Sehun berdering, membuat namja cantik itu menghentikan ucapan nya. Jemari lentiknya merogoh saku blazer tempat ia menyimpan ponselnya.

'Daddy Naga calling'

Klik

"Ya, Hunnie disini"

'Sayang, masih ditempat less?'

"Eung ..." Sehun melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya. "Y-ya tentu saja dad. Apa dad sudah tiba di tempat less ku?" Tanyanya was was.

'Ah, begini sayang. Baru saja nainai menelfon, mengatakan kalau grandfa tiba tiba saja masuk rumah sakit. Mom dan dad sudah ada di airport, kami akan pergi ke China untuk menengok grandfa, dan sepertinya dad tidak bisa menjemput mu hari ini, dad sudah menyuruh pak Jung untuk menjemput mu nanti, arraseo ?'

Namja cantik itu tidak bisa lagi menyembunyikan senyumnya.

Yes! Kebohongan nya kali ini pasti tidak akan ketahuan!

"Tentu dad! Hunnie mengerti! Yasudah kalau begitu hati hati, sampaikan salam Hunnie untuk grandfa dan nainai. Hunnie sayang daddy, byee muahhh"

'Byee .. Sayang, jangan lupa untuk segera pulang kerumah dan tidak main kemanapun, okay?'

"Ayay captain! Hunnie akan segera pulang dan tidak main kemanapun. Bye dad.."

Klik

Sehun memutus sambungan telfonnya secara sepihak, lalu bergumam 'yes!' beberapa kali, membuat namja tan di sebelahnya itu menatapnya dengan kedua alis bertaut, bingung.

"Jadi?"

"Huh?" Sehun menoleh menatap Jongin yang baru saja bertanya. "Apa?"

"Eum? Apa? Bukannya aku yang harus bertanya begitu?" Jongin menghadapkan tubuhnya pada Sehun. "Jadi, apa yang membuat Sehunnie-ku ini senang, eum?"

Senyum lebar kembali tersungging di bibir tipis milik Sehun, namja cantik itu lalu menceritakan semua nya pada Jongin, mulai dari ia yang bolos less, lalu berbohong pada daddy nya, tentang mom dan dad nya yang pergi ke China dan kebohongan kedua nya yang pasti tidak akan ketahuan oleh daddy nya seperti waktu itu.

"Oh ... Jadi Sehunnie bela-belain nonton basket sampai bolos less?" Tanya Jongin.

Sehun mengangguk. "Untuk Jongin tentu saja!"

"Aku tidak senang kalau Sehunnie jadi sering berbohong seperti ini" manik kelam setajam elang milik Jongin menatap Sehun serius.

"K-kenapa?"

Jongin menghela napas, lalu tersenyum tipis. "Aku tidak suka saja. Berjanji padaku kalau ini terakhir kalinya kamu membohongi kedua orang tuamu, okay?"

"Umh ... B-baiklah, aku janji"

Namja tan itu kembali tersenyum. "Baiklah, kalau begitu dimana paman Jung akan menjemput mu?"

"Ditempat less ku" jawab Sehun.

"Kalau begitu tunggu sebentar disini ya? Aku ambil baju diloker dan membersihkan diri dulu, nanti aku antar ke tempat less mu, otte?"

Sehun tersenyum, ia mengangguk. "Eum... Tentu"

Jongin mengusak pelan rambut Sehun sebelum melangkahkan kakinya menuju ruang ganti.

"Hun!"

"Apa?" Sehun menoleh, dan manik caramelnya bisa menangkap Baekhyun yang tengah berjalan kearahnya, dengan Chanyeol, lalu Kyungsoo dan Luhan berjalan di belakangnya.

"Ayo ke tempat less mu sekarang, nanti keburu daddy mu menjemput" ucap Baekhyun.

"Tunggu Jongin dulu bagaimana?"

Si pacar Chanyeol itu melirik jam tangannya. "Sudah mau jam setengah enam. Apa tidak apa apa? Nanti daddy mu keburu jemput"

"Paman Jung yang akan menjemput, dad dan mom pergi ke China karena grandfa masuk rumah sakit, jadi tidak masalah kalau aku sedikit terlambat"

"Huh? Serius?" Itu Kyungsoo yang bertanya.

"Eum..." Sehun mengangguk. "Dad baru saja menelfon ku. Jadi mungkin kalian bisa pulang duluan saja, Jongin akan mengantar ku kok"

"Sehunnie" namja bermata bulat itu mendudukan diri nya di sebelah si cantik. "Mau ikut tidak?"

"Huh?" Sehun menaikan sebelah alisnya. "Kemana?"

"Ke rumah Baekhyun. Kami akan berkunjung ke rumah Baekhyun" Chanyeol menjawab.

"Oh begitu-" Sehun mengangguk mengerti. "Aku mau sih, mumpung mom dan dad tidak ada dirumah. Tapi, kira kira Jongin mau ikut tidak ya?"

"Kemana?"

Jongin yang baru saja kembali dari ruang ganti bertanya, membuat semua pasang mata beralih menatap kearahnya.

"Ke rumah Baekhyun" jawab Sehun. "Jongin ikut ya? Aku juga mau ikut"

Jongin menaikan sebelah alisnya. "Kau harus segera pulang kan, Wu Sehun?"

"Iya..." Namja cantik itu mendekati Jongin. "Tapi karena mom dan dad sedang tidak ada dirumah, jadi tidak apa apa ka-"

"Kau bilang apa pada daddy mu tadi?"

"Umm... Aku akan langsung pulang ke rumah"

"Kau berjanji apa padaku?"

Sehun cemberut. "Tidak lagi berbohong pada mom dan dad"

"Jadi?" Jongin menatap Sehun.

"Ck, iya iya, aku pulang" namja cantik itu semakin mencebikan bibirnya. "Maaf ya teman teman" Sehun menatap semua temannya dengan tatapan menyesal. "Mungkin lain kali"

Baekhyun tersenyum. "Tidak apa apa. Kau pulanglah, jangan sampai pak Jung menunggu mu terlalu lama ditempat less"

Sehun mengangguk. "Semuanya, aku duluan ya?"

"Hmm ... Bye Sehun, Jongin" Luhan melambaikan tangannya.

"Aku duluan" Jongin tersenyum sebelum kemudian menggenggam tangan Sehun, meninggalkan aula olahraga tempat pertandingan basket di adakan.

"Jadi, mereka sudah resmi ya?" Tanya Luhan saat Jongin dan Sehun sudah hilang dari pandangan mereka.

Chanyeol mengendikan bahunya.

"Entahlah, tapi ku rasa belum. Benarkan sayang?"

Baekhyun mengangguk. "Yeah... Sehun belum bercerita apapun padaku"

"Sudahlah jangan terlalu di pikirkan" ucap Kyungsoo. "Lebih baik kita segera pulang karena hari sudah sore dan aku tidak ingin berlama lama disini, bisa bisa aku bertemu dengan gwasin sekolah"

Baekhyun melotot.

"YA! JANGAN MENAKUTI KU!"

.

.

.

"Kenapa Jongin jadi menyebalkan sih?!" Sehun mengerat kan pelukannya dipinggang si namja tan. Kini keduanya itu tengah di perjalanan pulang, jadi Jongin memutuskan untuk mengantar Sehun kerumah saja tidak ke tempat less karena ternyata paman Jung sedang ada urusan mendadak.

"Apanya?" Tanya Jongin tanpa mengalihkan pandangannya dari jalanan.

"Kenapa tidak ingin main kerumah Baekhyun! Kan jarang jarang aku bisa main bersama mereka kalau sedang ada mom dan dad"

"Kau kan sudah berjanji untuk tidak membohongi kedua orang tua mu, Sehun"

"Tapikan- mereka sedang tidak ada! Mereka tidak akan tau kalau aku berbohong"

"Tuh kan!" Jongin berbelok dan menepikan motor yang di kemudinya. Namja tampan itu membuka helm nya lalu berbalik menatap Sehun yang sepertinya sedang dalam mode kesal itu. "Ini yang aku takutkan! Kalau sudah berani berbohong sekali maka kau akan mengulanginya lagi. Lagi, dan lagi lalu menjadi kebiasaan. Aku tidak ingin kau menjadi anak yang seperti itu, Sehun"

"Ya tapikan tidak setiap saat! Aku hanya berbohong di waktu tertentu sa-"

"Sama saja!" Jongin memotong ucapan Sehun, membuat namja cantik itu semakin mempoutkan bibirnya.

Ish! Dasar menyebalkan! Jongin menyebalkan!

"Tolong Sehun, kalau kau ingin semuanya menjadi mudah, tolong turuti semua ucapan ku" Jongin turun dari motornya lalu berdiri di hadapan Sehun yang kini duduk menyamping di motornya.

"Aku sedang berusaha untuk mengembalikan kepercayaan daddy mu padaku" tangan kecoklatan itu menangkup kedua sisi pipi putih Sehun. "Kau mengerti kan?"

Manik caramel Sehun membalas tatapan serius namja di hadapannya, lalu menganggukan kepalanya patuh.

"Aku mengerti" gumamnya sebelum kemudian ia memeluk tubuh atletis itu, menyandarkan kepalanya di bahu nyaman Jongin.

"Aku hanya tidak ingin menjauhi mu seperti apa yang di katakan oleh daddy mu" Jongin menghirup aroma shampoo namja dipelukannya itu.

"Aku menyukai mu, Wu Sehun"

.

.

.

To be continue

.

.

.

Maaf ye update lama :v dan maaf ini cerita makin gajelas dan apa banget kkk

Terimakasih sama reader yang udah nyempetin buat review, maaf gak bisa bales satu satu, tapi gue baca semua review kalian, dan itu membahagiakan, kkkk.

Okay, berkenan untuk review lagi

See you

Hann hunnie~