Setelah sekian lama Yuuki MAGER dan dikarenakan otak yuuki konslet sama ujian akhirnya updete juga. Jadinya updete fic ini lama. Maaf yak! Nii-chan udah pulang ke Kostannya. Theheheheheh... Jadi, Yuuki yang ambil kekuasaan punuh pada fic ini. MUAHAHHAHAHAHAHAHAH -Uhuk!Uhuk!Uhuk! Terima kasih sarannya ya.. Minna-tachi!
Yaaap... Maaf yaa Reviewnya di chapter kemarin gak dijawab dikarenakan mungkin nii-chan pikir itu review untuk yuuki, kali yak? Hadeeeh... Bagi yang menunggu kelanjutan Fic yuuki yang paling amburadul berjudul 'Tobi itu Perempuan?' Mending jangan ditunggu! Karena yuuki udah Re-Publish ulang dan juga dengan cerita berbeda dari yang lama. Yup! Fic itu berjudul 'Why Be Like This?' Bagi yang ingin tau ceritanya silahkan dibaca.
Mungkin kalian akan nggak ngerti dengan cerita itu. Karena banyak kejanggalan disana. Ini MUNGKIN YA! Yuuki aja sampai muter-muter liat itu cerita. Dan juga Hurt/Comfourtnya Cacat banget deh dijamin kalian nggak akan suka. Heheheheh.. Dan jangan lupa RnR kalau mampir yaak! *Promosi FF* (Ini orang menghina fic sendiri atau banggain ficnya sih?)
Oke. Karena sekarang kita menjawab review, Udah kalian mingkem aja dulu. Dan juga yang ada dibawah ini bukan dikhususkan untuk menyinggung! Ingat yak! Jangan bikin yuuki memperingatkannya 2x ! Sudah cukup 1x aja! Oh ! Dan maaf disini ada adegan pertarungan tapinya baru pertama kali bikin. Maklumin aja, Jelek.
Balasan Review (Disingkat aja):
Q : Apakah Yuuki dan temen-temen nggak ribet apa? Kan rumahnya jauh-jauh...
A : Baiklah... Jadi begini... Zyuki itu Nii-channya yuuki. Kalau Mikano teman sekolah, Ai ada dirumah. Jadinya yuuki nggak perlu ribet dong! Heheheheh..
Q : Yuuki sakit apa? Kyaaaa~ Jadi kalian berdua pacaran? Kyaa...
A : Errr... Ini yuuki agak bingung. Yang pertama yuuki sakit Tifus. Yang kedua... Apa maksudnya? Maksudnya Yuuki sama Nii-chan? Atau SasuNaru?... Ekhem.. Bisa yuuki tegaskan YUUKI SAMA NII-CHAN BEDA 4 TAHUN dan Bukan Incest -(-_-""-). Kalau SasuNaru masih rahasia. Dan itu dilakukan tanpa sadar.
Q : Lanjutka.
A : Ini sudah yuuki lanjut.
Q : Thor! Kok fic lu gaje-gaje semua sih?
A : Mang napa kalau Gaje? Namanya juga masih belajar Bweeee *Ditimpuk sendal jepit*. Tapi fic yuuki memang dari dulu gaje. Dikarenakan yang memproduksi juga otak yang kegeser sama Limossin.
Q : Lanjut dong. Penasaran nih..
A : Ini sudah lanjut. Maaf menunggu lama.
Q : Next thorr, tolong yaa thor jangan sering sering muncul .., aku bukannya mau flame yaa.
A : Ah iya. Terima kasih. Dan ini sudah lanjut.
YUP. Mungkin segini dulu.. Dan Terima kasih yang sudah review ! :D Happy reading to My Fic. (Ngasal Pake Bahasa Inggris)
.
.
Kehidupan Baru Naruto
.
.
Rated : T aja deh (Masih Aman).
.
.
Genre : Adventure, Humor, dan beberapa bumbu laen.
.
.
Disclaimer : Masashi Kishimoto tapi, Ceritanya milik Nii-chan. (Yuuki cuman bantu ancurin :v Lagipula Id ini punya Nii-chan kok. *Ditimpuk Kaos Kaki Nii-chan karena banyak bacot*)
.
.
Warning : OOC,OC,Gender Swicht ,alur ngaco, Fem!Naru, tidak sesuai dengan filmnya , eyd ancur-ancuran. Jurus Kebanyakan Karangan anak TK (Maksudnya bahasa campur-campur :v), Typo bertebaran,GAJE, OverPowered!Naru, GodLike!Naru ,Bisa menyebabkan penyakit yang tak diketahui asal-usulnya, Slight! BL.
.
.
Pair : SasuFem!Naru (Nanti bertambah)
.
.
Summary : Naruto yang dikucilkan oleh penduduk Konoha menyimpan dendam yang luar biasa Tapi, apakah dia kuasa untuk menghancurkan konoha? Apalagi dengan perbedaan tubuhnya yang sangat drastis ini. (Bad Summary).
.
.
.
.
Happy Reading ^_^
.
.
.
Dipagi hari yang cerah. Di sebuah training ground yang jarang dipakai (atau memang nggak pernah dipakai?). Berdiri 3 anak bocil yang menunggu sensei hobi telat yang mereka juluki 'The B**ep Sensei'. 2 Diantara mereka sedang bercanda sesekali mereka bertengkar karena urusan yang SAAANGAAT kecil.
Sedangkan, Yang satu lagi hanya cemberut sambil menggerutu tentang kemesraan 2 temannya dan tentang Senseinya.
"Hei Sakura-chan.. Kau kenapa?" Tanya bocil berambut kuning A.K.A. Ujumaki Naluto (:v) kepada bocil merah jambu a.k.a. Haruno Sakura. Sakura hanya mengglare Naruto yang bertanya padanya. Ia sedang kesal karena daritadi hanya dikacangin dan baru ditanya sekarang? Apalagi menunggu senseinya itu sangat boooosaaaaaan.
"Dobe. Biarkan saja dia." Ucap Bocil raven berbentuk pantat ayam dengan cuek+dingin+datar sedatar papan cuci piring(?) A.K.A. Uchiha Sasuke kepada sang pujaan hatinya yang bertanya pada sakura. Padahal dalam hati ingin sekali ia memeluknya tapi karena ada sakura jadinya tidak jadi.
Sakura mengerucutkan bibirnya SOK imut. Sedangkan, Naruto hanya berkedut kesal karena sang pujaan hatinya seperti itu. "TEME! KENAPA KAU SEPERTI ITU KEPADA SAKURA-CHAN!"
"Hn."
Naruto cemberut terbukti dengan pipinya yang chubby menggembung dengan bibir mengerucut kesal. Ingin sekali ia melempar si Teme Kejurang tanpa dasar di Suna.
Sedangkan, Sasuke hanya merona. Mati-matian menahan diri untuk tidak 'menyerang' si Dobe tersayang. Ajaib. Nafsunya langsung turun ketika melihat kepulan asap putih yang menampilkan Jounnin bermasker yang hobinya telat.
"Yo. Maaf aku telat, Tadi aku melihat nenek-nenek yang membawa barang berat. Sebagai Shinobi yang baik hati aku menolongnya. Ternyata rumah nenek itu berkebalikan dengan training ground ini. Hingga aku perlu kembali. Diperjalanan aku melihat kucing hitam. Mitos mengatakan kucing hitam pembawa sial. Karena itu, aku memutar balik takut terkena sial. Setelah menjauh aku malah tersesat dijalan yang bernama 'Kehidupan'" Jelas Jounnin tadi A.K.A. Kakashi dengan Eye Smilenya dan tanpa rasa bersalah plus muka Innocent.
Urat Persimpangan mulai terlihat di kepala Naruto dan Sakura. Sasuke walaupun kesal ia harus menjaga imagenya. Naruto menarik nafas lalu membuangnya untuk meredam kekesalan kepada sang sensei. Namun, Tidak bagi sang haruno. Ia malah tambah terbawa emosi.
"KAKASHI-SENSEI! KAU BERBOHOOOOONG!" Teriaknya sama Kuah berbau Pete china. (Yuuki: Pfft.. :v).
Seakan tak mendengarnya. Kakashi melirik Sasuke dan Naruto sembari membatin. 'Hmmm... Mereka tenang-tenang saja...' Setelah itu, Kakashi merogoh kantung ninja tempat ia menyimpan Shuriken, Kunai dan lainnya. Setelah dapat apa yang ia cari. Ia berkata.
"Seperti yang kubilang. Kita akan melakukan tes. Dan tes itu adalah merebut lonceng ini dariku."
Naruto dan Sasuke terlihat menyueki kakashi. Karena mereka tau tujuan dari tes ini. Berbanding terbalik dengan sakura. Ia menatap bingung lonceng yang dibawa kakashi.
"Sensei! Loncengnya hanya dua!" Ujar Sakura penasaran. Kakashi memberikan Eye Smilenya. Seraya berucap.
"Yang tidak dapat loncengnya akan diikat ditiang itu."Tunjuk kakashi ke arah ketiga batang pohon yang berderet. Ia melanjutkan. "Dan yang tidak mendapat loncengnya akan kukembalikan ke Akademi."
Sakura melongo. Sungguh ia ketakutan. Ia kemudian bertanya kembali. "Bukannya kita telah menjadi Gennin?"
"Ya. Tapi ujian itu hanya untuk kalian. Pertanda telah lulus dari akademi. Tapi, Kelanjutan ujian itu akan diuji kembali oleh Jounnin Sensei."
SKAK MAT. Sakura benar-benar takut sekarang.
"Baiklah. Karena, Kalian akan mengambil lonceng ini. Waktu kalian sampai jam makan siang."Ujar Kakashi. "Sekarang... MULAI!"
Sasuke dan Sakura menghilang. Bersembunyi diantara pepohonan yang cukup lebat di dekat sana. Naruto hanya menutup mata sambil tersenyum manis. Berbanding terbalik dengan aura hitam yang ia keluarkan dari belakangnya. Kakashi menatap bingung Naruto.
"Kenapa kau tak sembunyi?" Tanya Kakashi penasaran.
"Untuk apa Kalau aku bisa melawanmu sekarang juga." Naruto megang tangannya layaknya sedang memegang sebuah pedang. "Fire Release : Dragon Sword." Sebuah pedang merah berlapis api dengan ujung gagangnya berhias 6 naga yang melingkar berwarna emas muncul dari ketiadaan. Mata Kakashi membulat melihatnya.
Benarkah seorang gennin bisa melakukannya? Sungguh ia tak percaya. Melihat naruto bisa memanipulasi api seperti ini.
.
.
[Oke Back to Story Bos!]
.
Naruto menggenggam(Ribet nulisnya -_-) Pedang apinya lalu menebasnya secara membabi buta kearah Kakashi. Dengan reflek yang terlatih ia menghindari serangan mematikan itu. Ia berniat menggenggam tangan Naruto Tapi, Sepertinya tidak bisa karena naruto telah menyebutkan jurusnya.
"Poenhix Slash" Benar saja naruto menyerang dengan tebasan berbentuk ratusan burung api yang menyerang kakashi secara membabi buta.
Mata kakashi membulat. Ia membuka penutup mata kirinya(Bener gak?) yang menampilkan Sharinggan 3 tomoe yang berputar pelan. Ia membuat Handseal dengan cepat.
"Katon : Gokakyo no Jutsu" Ujar Kakashi menyebutkan jutsunya. Keluar api dengan instesitas sedang kearah Naruto yang menaruh pedang ditangan kanannya didepan secara horizontal dan tangan kirinya dibelakang seraya ia berucap.
"Wind Release : Dragon Sword" Terbentuk pedang berwarna biru dengan angin yang memutarinya, Gagangnya berwarna Biru tua dengan ukiran 6 naga berwarna hitam. Ia bergumam lagi.
"Combo : Twin Angel" Dengan gerakan anggun seperti menari ia menggerakan tangan kanannya yang memegang pedang api kearah bola api itu lalu mengayunkan pedang angin di tangan kirinya terus seperti itu sampaai...
'TRAK! PRANG!' Bola api itu pecah berkeping-keping. Naruto menyeringai sedangkan, Kakashi berkeringat dingin.
.
[Sedangkan ditempat Sakura dan Sasuke]
.
Sakura melongo melihatnya sedangkan, Sasuke tepar dengan hidung bercucuran darah. Gara-gara melihat naruto dengan gerakan anggunnya. Sungguh sangat tidak elit bagi seorang uchiha.
"Sasuke-kun! Kau tidak apa-apa?" Tanya Sakura panik melihat SANG Pujaan hati pingsan dengan mulut seperti menggumamkan sesuatu apalagi dengan senyum mesumnya. -_-
Sedangkan, Sasuke... Mari kita lihat lebih dekat. OOOWWCH ini sungguh OOC sekalii.. Mau tau? Oke saya kasih liat. Ia sedang bergumam.
'Naru-chaan... Kau Seksi sekali sayaaang...' Kira-kira seperti itulah dia. (-_-")/
.
.
[Back to Pertarungan(?)]
.
"Kakashi-sensei... Apakah sudah cukup? Kalau masih mau lagi aku siaaap melayani... Mau makan apiku?" Tanya Naruto beserta senyuman manis terpampang jelas dimuka imutnya. Tapi Aura hitam dibelakangnya seakan tidak setuju apa yang dilakukan sang pemilik tubuh. Kedua pedangnya sekarang telah hilang ditelan angin dan juga kedua lonceng ada ditangannya.
Kakashi kesusahan meneguk ludah. "Eeee...Ee... Ekhem... Baik-lah aku menyerah..." Kakashi Sweatdrop karena naruto yang berteriak kegirangan ketika ia berucap tadi.
Sakura dan sasuke(Yang dibopoh karena kesusahan berdiri) telah datang disana. Kakashi melirik sebentar sasuke yang tersenyum mesum. 'Hmm.. Aku telah temukan generasi selanjutnya..'
"Baiklah... Aku sangat kecewa kepada kalian berdua. Karena tak tau tujuan tes ini diadakan. Sebagai gantinya kali-" Pidato kakashi terpotong oleh naruto yang telah bersiap dengan pedang apinya yang telah disangkutkan dileher kakashi. Kakashi meneguk ludah kembali.
"Kalau begitu ambil ini!" Perintah Naruto melempar lonceng yang tadi ia ambil kepada sakura yang masih membopoh sasuke. "Aku tak membutuhkannya. Lagipula aku tak tertarik menjadi ninja toh. Untuk apa?" Naruto mengucapkan itu tanpa beban walaupun dalam hatinya ia sedang sedih. Sebenarnya ia mau menjadi ninja tapi tes ini untuk mendahulukan teman bukan? Jadi itu semua tak masalah.
Kakashi melongo melihat naruto padahal ia sangat berbakat bahkan bisa mengalahkannya dengan mudah. Sebaiknya ia meluluskan tim ini daripada naruto tidak menjadi ninja? Ribet lagi. "Baiklah kalau begitu... Kalian semua..." Kakashi menjeda untuk memberikan efek dramatis :v " LULUS!"
Sasuke yang sudah bisa berdiri sambil menutup hidungnya hanya tersenyum. Sakura yang melompat kegirangan. Sedangkan, Naruto juga tersenyum seperti ibu-ibu melihat anaknya berprestasi. (OOOWH... Ibu yang baiikk... #PLAK!)
"Baiklah besok kita akan mengambil misi pertama. Bersiap-siaplah. Aku mau melapor dulu kepada hokage sama. Sebaiknya kalian beristirahatlah. Jaaaa~" Ucap kakashi lalu menghilang dengan Shunshin.
"Hufft.. Hari yang melelahkan... Ne, Teme... Pulang yuk..." Ajak Naruto dengan mata sayu alias ngantuk. Sasuke melirik naruto sebentar. Lalu mengangguk.
Mereka berjalan tanpa menyadari sakura yang ditinggalin sama temannya. Ck, Ck, Ck, Kasiiaaan deh lo.
"Sasuke-kuuuun.. Tungguuu.." Gumamnya lirih sambil menangis.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tapi boong :v Masih banyak kok.
.
.
.
[Diperjalanan SasuNaru]
.
.
"Cacukeeee... Geendooong..." Ucap Naruto manja. Karena ia telah lelah sekali akibat menahan diri untuk tidak membunuh kakashi tadi(?). (Mang capek ya?).
"Hn. Dobe bentar lagi sampai." Balas Sasuke cuek tapi ia tetap menggendong si Naruto. Naruto memeluk leher sasuke lalu membenamkan wajahnya di bahu sasuke. (Yuuki: ARRRGHH GWE KAGAK KUAAAT NULISNYAAAAA!).
"Kau hangat suke."Gumam Naruto disela membenamkan wajahnya. Sebenarnya ia hanya menyembunyikan rona merah setiap digendong. Sasuke menjawabnya dengan senyuman.
"Kita sampai..." Ujar Sasuke menurunkan naruto yang masih merona didepan pintu rumah yang lumayan besar yang bergaya khas jepang.
Naruto sudah lama tinggal dirumah sasuke jadi jangan tanya kedekatannya dengan sasuke bagaimana.
"Ayo masuk.." Naruto mengangguk mengikuti langkah Sasuke yang sudah masuk duluan. Ia menutup pintu lalu melepas sepatu ninjanya.
"Sasuuu... Aku ngantuk... Tidur dulu ya.. Kau panaskan saja makanan bekas semalam.. Hoaaaahm.." Perintah Naruto masih dengan matanya yang sayu berjalan menaiki tangga dan masuk kekamarnya. Dan hanya dijawab dengan 'Hn' Dari Seorang Uchiha.
.
Sasuke yang bingung karena dirinya tidak pernah masak hanya memperhatikan Kompor, Makanan bekas semalam, Panci dan alat-alat masak lainnya. Ibu jari dan telunjuk ia letakkan didagu pose berfikir.
Sungguh ia sangat bingung cara memasak. Dalam pikirannya hanya ada 'Bagaimana cara dobe memasak masakan ini?'
Akhirnya setelah kejadian merana karena nggak tau cara masak. Ia mulai bergerak dari tempatnya. Mengambil panci dan wajan. Memulai memanaskan makanan. Dan bodohnya...
Ia memasak Sup miso dengan Wajan penggorengan lalu ia oseng-oseng dengan spatula. (Kan bego -_-). Lalu, Dia memasukan ikan goreng kedalam panci yang ia isi dengan air. Menyalakan kompor dan menunggu beberapa menit.
Sampai jadi... Makanan yang sangat amat dan teramat ancur. Yaitu,
Sup miso yang gosong dan Ikan goreng sayur tawar. Sasuke menyicipi makanan buatannya. Sesendok ia memasukan makanannya... Ia langsung bolak-balik kedalam kamar mandi meninggalkan dapur yang sangat acak-acakan. (Yuuki: Kelakuan Nii-chan ini mah -_-)
.
.
[Dikamar Naruto. Naruto PoV dan diwaktu yang sama]
.
Entah kenapa aku merasakan firasat tidak enak. Seperti ada yang mengganjal didalam tenggorokanku. Rasanya seperti keselek permen MENT*S.
.
[Naruto PoV END]
.
Naruto berjalan kearah kasur tidur. Ia sangat mengantuk sejak tadi. Sesaat sebelum ia terbang menuju alam mimpi. Ia mencium bau gosong. Pikirannya telah melayang. Sasukekan tidak masak. Ia mengingat-ingat apa yang ia katakan pada sasuke tadi.
'.. Kau panaskan saja makanan bekas semalam...' Ingatan itu mengiang-ngiang sangat jelas didalam kepalanya. Matanya membulat.
Naruto membuka pintu cokelat pembatas antara kamarnya dan lorong. Ia pergi menuju dapur.
Dengan emosi tak terkontrol ia berteriak sangat sangat dan sangat keras hingga akhir waaktuuuu~ Tanpamuuu Huuuuu. #PLAK! *abaikan* Sangat keras hingga terdengar ke seluruh penjuru konoha. "KENAPA DAPURNYA ACAK-ACAKAN!"
.
.
Saat ini sasuke sedang merana meratapi nasibnya, Dua ember masing-masing 1 di kedua telinganya. Dengan satu kaki mengangkat dan dia sedang berdiri diatas meja. Didepannya terlihat sosok seperti 'Shinigami' yang menatapnya dengan amara tingkat tinggi.
"Teme..." Suara lembut yang terdengar seperti suara lantunan lagu kematian baginya. Sasuke melirik naruto a.k.a. yang dianggap sasuke shinigami. "Kenapa-Dapurnya-Acak-Acakan." Ucap naruto penuh penekanan ditiap katanya. "Dan juga kenapa kau memasak ikan goreng dengan panci?"
Sasuke diam, Bingung mau menjawab apa. "Jawab sasuke..." Sasuke dengan muka temboknya melirik-lirik sudut lain supaya tidak bertatapan dengan iris shappire pujaan hatinya yang sedang marah itu. Pupil matanya bergerak-gerak gelisah.
"Kau tau kan.. Aku tak bisa memasak..." Gumam sasuke masih dalam aktivitasnya yang tadi. Naruto mengangguk. Senyuman manis tak kunjung lepas dari wajah imutnya yang terlihat menyeramkan.
Dalam batin sasuke ia tertawa miris. Masa kalah sama 'Uke' Sendiri?
"Laallluuuu...?" Tanya naruto kembali. Sasuke meneguk ludahnya dengan susah payah.
"Kau tak pernah mengajarkanku cara memasak... jadinya begitulah."
Detik itu juga terdengar suara pekikan dari sasuke yang ditimpuk oleh alat-alat dapur dirumahnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bay de Wey eniwey in the Basway. Akhir kata..
.
.
TBC and RnR!
.
.
Akhirnya bersambung juga. Maaf sasuke... Aku membuatmu sangat nista disini... Maaf yaaa *Wajah polos tanpa dosa*
Oke minna.. Maafkan yuuki yang updete terlalu lama. Karena magernya itu lhoo.. Ngareeet banget. (Oke sepertinya yuuki kelewat alay).
Jadi.. Maafkan saya. Yuuki disini lagi mampir aja. Soalnya yuuki lagi susah kalau mau kesini itu! Harus melewati internet sehat. barulah yuuki bisa mampir.
Dan juga, Doakan yuuki yaa. Besok sampai hari sabtu. Yuuki akan UAS dan kedepannya akan UN. Dan juga yuuki doakan supaya kalian yang sedang menghadapi marabahaya dari ujian dapat keluar dengan nilai TERTINGGI! Amin.
Oke. Akhir kata. Terima kasih dan sampai jumpa di Chapter berikutnyaaaa~ *Lambai-Lambai pakai Tissu*
.
.
.
.
..::Zyuki & Yuuki Hiroshi OUT!::..
