Give Me a Second Chance
.
.
Author : NoonaRyeo
Cast : Lee Hyukjae. Lee Donghae. Cho Kyuhyun. Lee Sungmin. Kim Ryeowook.
Warning : Yaoi. Boys Love. Male x Male. Absurd dengan penceritaan yang sangat cepat. Miss (ty) bergentayangan.
Saiia hanya meminjam nama para Cast disini. Ide dan alur cerita murni punya saiia.
Untuk kebetuhan cerita,jadi saiia mengganti marga Eunhyuk menjadi Kim.
Don't be Plagiat,Don't be flame,Don't be copy paste.
Selalu terapkan prinsip "DON'T LIKE DON'T READ." Okeeehh.
.
.
Enjoy Reading~
.
.
Chapter 2
Eunhyuk membuka manik kembarnya. Memandang intens lembayung senja yang terpatri dikedua matanya. Kembali memejamkan mata saat deru angin menghampiri menggelitik wajah. Hembusan nafas pelan terdengar dari belah bibir kisabblenya.
Eunhyuk mengedarkan pandangannya. Menatap sekeliling tempat dimana ia berada sekarang. Tidak. Eunhyuk bukannya tidak tahu tempat apa yang disambanginya ini. Ia tahu.
Atap
Hanya saja ini adalah kali pertama ia menginjakan kaki disini. Membuat sedikitnya ia perlu tahu apa-apa saja yang terlihat oleh kedua manik serupa kucing miliknya.
Tidak ada apa-apa yang menurutnya penting disini,hanya ada kursi besi lah yang ia duduki sekarang. Memilih mengabaikan,Eunhyuk kembali menghela nafas. Terdengar lebih berat kali ini.
Menumpukan dagu diatas kaki yang terlipat dengan mata yang memandang kosong sepasang sepatunya dengan pikiran menerawang. Memikirkan kembali tentang perjalanan hidupnya selama ini.
Ia bukanlah anak yang terlahir dari keluarga yang tidak mampu,hingga harus mengemis untuk meminta belas kasihan dari orang lain. Bukan juga anak dari seseorang yang seolah-olah bisa memiliki dunia karena harta berlimpahnya. Jika boleh dikatakan,setidaknya ia beruntung dilahirkan oleh kedua orang tua yang bisa dikatakan 'memiliki nama'. Membuat ia harus merasakan bagaimana orang lain memandang iri padanya yang terlahir dari keluarga kaya.
Eunhyuk tersenyum lirih. Apa mereka akan tetap memandang iri,jika mereka tahu kehidupan apa yang sudah aku jalani? Matanya berkaca-kaca, saat ingatan tentang kehidupan yang ia jalani menghampiri,dan Eunhyuk memilih untuk membiarkan itu. Setidaknya,jika ia menangis,ia sendiri disini. Tidak akan ada orang yang melihatnya.
Terlahir dari keluarga kaya membuatnya seperti seseorang yang tidak berharga,karena kesibukan yang dijalani kedua orang tuanya benar-benar membuat ia kekurangan kasih sayang. Memaksanya harus tetap diam saat hati kecilnya ingin mengeluh tentang kesibukan kedua orang tuanya. Dan Eunhyuk hanya bisa melampiskan kekesalannya dengan berdiam diri saat keributan sarat akan teriakan itu mulai terjadi.
Sibuk-bertengkar-saling menyalahkan, dan akhirnya memilih untuk berpisah.
Ia tidak pernah berpikir bahwa hal seperti itu benar terjadi dalam kehidupannya. Hal yang ia pikir hanya akan terjadi didalam kehidupan penuh setting ternyata benar-benar menghampirinya. Membuatnya dipaksa untuk memilih salah seorang dari kedua orang yang memang ia sayangi. Eunhyuk menangis, melampiaskan sesak yang mendera dihadapan kedua orang tuanya yang menatap penuh sesal.
Satu yang selalu ia ingat adalah saat dimana keduanya memeluk Eunhyuk dengan erat. Menggumamkan kata maaf,dan berjanji bahwa kasih sayang akan selalu Eunhyuk dapatkan dari keduanya. Tanpa kekurangan secuil apapun.
Ia masihlah anak kecil berumur 10 tahun ketika harus merasakan bagaimana kehidupan keluarganya. Dan saat itulah kali pertama Eunhyuk bertemu Sungmin. Memilih untuk selalu tetap bersama sang Umma membuat Eunhyuk mencoba untuk tersenyum mengerti ketika tiba-tiba sang Umma mengenalkan seseorang padanya. Mengumumkan bahwa ia akan mencoba membina keluarga baru. Dan menjadikan Sungmin sebagai saudara tiri yang lebih tua.
Tidak sampai disitu. Tidak lama sang ibu melangsungkan pernikahannya,kembali Eunhyuk dipaksa untuk menelan pil pahit saat lagi-lagi ia di buat terkejut dengan kabar pernikahan sang ayah. Tidak. Ia bukanlah seorang egois yang melarang kedua orang tua nya untuk menikah lagi.
Ia hanya terlalu takut. Takut tidak bisa merasakan kasih sayang dari kedua orang tuanya lagi,mengingat status mereka yang kini sudah memiliki keluarga baru. Terlebih kini ia memiliki dua saudara tiri sekaligus.
.
.
.
.
Cklek~
Dengan tergesa Eunhyuk menghapus air matanya. Tidak memperbolehkan seseorang yang baru saja membuka pintu melihatnya yang sedang menangis.
Merasa sudah lebih baik,Eunhyuk menghela nafas pelan. Mencoba menetralisir suara yang ia yakin masih pecah akibat tangis tanpa suaranya.
"Eoh? Ada orang rupanya," Sosok yang ternyata Kyuhyun itu melangkah menghampiri,"apa yang kau lakukan disini?" Lanjutnya melihat Eunhyuk lah seseorang yang sedang duduk membelakangi. Memandang dengan sebelah kening yang terangkat saat pertanyaannya tak kunjung mendapat jawaban.
Tanpa suara,Kyuhyun mendudukan diri disamping Eunhyuk. Melirik sebentar wajah seseorang yang terlihat masih menundukan wajah.
"Apa yang kau lakukan?"
"Bukan urusanmu."
Kyuhyun terkekeh. Menyenderkan penuh berat badannya pada sandaran kursi. Mencari kenyamanan dari benda keras yang menjadi senderannya dengan tangan yang menyilang,Kyuhyun kembali melongokan kepala. Sekedar untuk melihat wajah Eunhyuk.
"Kau menangis?" Kyuhyun menggumam, sedikit kaget saat mendapati mata sembab Eunhyuk.
"Sudah aku bilang bukan urusanmu Cho!"
Kyuhyun mencibir. Mengabaikan Eunhyuk yang sempat melotot padanya."Wae? Kau ada masalah? Kau bisa menceritakannya padaku."
Eunhyuk mendesis. Memutar bola matanya saat menatap Kyuhyun dan menemukan wajah yang harus ia akui tampan itu sedang tersenyum menggoda.
"Alasan apa yang mengharuskan aku untuk bercerita padamu?" Giliran Eunhyuk yang mencibir. Membuat Kyuhyun makin mengentalkan raut menggodanya.
"Teman?" Sukses membuat Eunhyuk memandang aneh padanya.
"Ada apa dengan tatapan mu itu eoh?"
"Alasan apa yang membuatmu menyebutkan satu kata itu?"
Khyuhyun mendecak. Membuat Eunhyuk terkekeh kecil melihat wajah keruh Kyuhyun.
"Sama-sama ditinggalkan mungkin." Kyuhyun menggumam tak acuh. Berhasil membuat kening Eunhyuk berkedut kesal mendengar jawaban asal Kyuhyun.
Gumaman yang kembali membuat wajah Eunhyuk mendatar. Kembali menatapkan matanya memandang langit yang mulai menggelap.
"Hyuk."
"Hm?"
"Aku baru mengetahui ini. Jadi bisakah aku mendengar kebenarannya langsung dari mulutmu?" Kata Kyuhyun serius. Memandang penuh wajah Eunhyuk yang terlihat sedang memejamkan mata.
"Apa yang kau dengar?" Eunhyuk menyahut pelan.
"Katakan jika ini semua tidak benar. Kalau kau pernah menjalin hubungan dengan ikan sial satu itu."
Eunhyuk sedikit terkekeh mendengar panggilan pedas yang keluar dari mulut Kyuhyun. Kembali menghadapkan wajah untuk menatap Kyuhyun,Eunhyuk mengangkat tak acuh kedua bahunya.
"Bagaimana jika aku mengatakan kalau semua itu benar?" Eunhyuk menaikkan sebelah alisnya.
"Sial!"
Kemudian keduanya terdiam saat setelah umpatan kasar Kyuhyun lontarkan. Membiarkan pikiran-pikiran penuh tanya menghinggapi keduanya. Tidak. Bukan keduanya sepenuhnya,karena hanya Kyuhyun lah yang terlihat dari wajah sedang melamun,lain Eunhyuk yang memilih untuk mengotak-atik ponselnya.
"Hyuk."
"Hm?"
"Kau mencintainya?"
Gerakan tangan Eunhyuk terhenti. Diam untuk beberapa saat sampai senyum kecil terukir dibelah bibir merahnya."Kenapa kau bertanya seperti itu?"
"Karena jika kau mencintainya,sedikitnya aku tau sakit yang juga kau rasakan." Kyuhyun mengalihkan tatapan matanya. Membiarkan Eunhyuk yang kini berganti memandangnya.
Eunhyuk mendengus."Kau berbicara seolah-olah kau mencintai Sungmin." Eunhyuk berkata sarkatik tanpa harus memikirkan sopan santunnya yang menyebut Sungmin tanpa embel-embel hyung.
"Apa maksudmu?"
Mendengar nada datar dari suara Kyuhyun membuat Eunhyuk terkekeh. Terlebih kini kedua manik mata itu sedang memandang tajam padanya.
.
.
Give Me a Second Chance~
.
.
Langkah kakinya menuntun pelan. Pikirannya menerawang entah kemana. Dengan tatapan mata yang tak fokus, Sungmin menendang-nendang udara kosong. Melakukan gesture seolah menendang kerikil atau apapun yang tertangkap oleh kedua matanya.
"Sungmin Hyung?"
Sungmin dibuat mendongak saat mendengar suara seseorang yang menyebut namanya. Tersenyum kecil melihat seseorang yang sudah mendudukan diri disampingnya ketika ia baru saja duduk di bangku halte bis.
"Wookie?"
Sang namja manis mengangguk. Memeluk sebentar seseorang yang menjadi saudara tiri Eunhyuk dengan senyum tipis.
"Apa yang Hyung lakukan disini?" Tanya Ryeowook. Mengikuti gerakan yang dilakukan Sungmin. Menggerak-gerakan kedua kakinya.
"Sedang menunggu seseorang. Kau sendiri? Apa yang kau lakukan disini hm?" Sungmin mengusap lembut kepala Ryeowook. Seseorang yang sudah ia anggap adik sendiri. Setidaknya,bukankah Ryeowook juga kini berstatus sebagai adiknya? Mengingat ia adalah adik tiri Eunhyuk yang berstatus sebagai adik tirinya juga.
"Nugu? Kekasih mu Hyung?" Ryeowook menaik turunkan alis nya menggoda. Terkekeh kecil melihat Sungmin yang kini mendesis mendengar ucapan sok tahunya.
Sungmin mengetuk pelan kening Ryeowook. Membuat siempunya kening mendesis pelan karena keningnya yang menjadi korban kejahilan tangan Hyung imutnya itu.
"Jangan sok tahu bocah." Ryeowook mempoutkan bibir mendengar sebutan bocah yang dilayangkan Sungmin padanya. Baru saja akan memprotes saat mendengar seseorang menyebut nama Sungmin.
"Hae? Kau sudah datang?"
.
.
.
.
"Aku pulang."
Suara tenor Ryeowook menggema di rumah besar keluarganya. Tersenyum lebar melihat Eunhyuk yang sedang menonton TV dengan serius. Terlihat dari gerak-geriknya yang merasa tidak terganggu sedikitpun dengan teriakan cemprengnya.
Dengan senyum cerah,Ryeowook melangkah lebar menghampiri Eunhyuk. Mendudukan diri dengan brutal,membuat Eunhyuk berjengit kaget karena tidak merasakan kehadiran namja manis yang selalu dipanggilnya bocah manja itu.
Eunhyuk memutar matanya bosan melihat cengiran lebar sang adik. Sebulan sudah menempati rumah sang ayah kandung,sedikitnya membuat Eunhyuk tahu tingkah grasak grusuk Ryeowook. Namja manis yang selalu memiliki cara untuk selalu mengganggunya. Setidaknya itu lah menurut Eunhyuk.
"Wae?"
Eunhyuk membiarkan Ryeowook mengambil alih keriping kentang yang beberapa saat lalu masih ia pegang.
"Aku tadi bertemu Sungmin Hyung."
Ryeowook tak tahu saat Eunhyuk kembali memutarkan kedua bola matanya.
"Hm. Lalu?" Eunhyuk kembali mencomot keripik kentangnya. Menunggu dengan malas kelanjutan apa yang akan ia dengar dengan mata yang masih fokus pada layar TV didepannya.
"Kau tidak merindukannya Hyung?" Tanya Ryeowook polos.
"Wae? Kau tidak suka aku disini? Kau ingin aku kembali ke sana?"
Ryeowook mengerucutkan bibirnya mendengar nada tidak bersahabat Eunhyuk. Membuatnya kadang berpikir,kenapa Eunhyuk Hyungnya itu selalu jadi seseorang yang menyebalkan kalau ia sudah mulai membicarakan soal Sungmin. Dan seingat Ryeowook hal ini terjadi sejak dulu. Saat ia menemukan Eunhyuk sedang menangis dikamarnya. Ryeowook yakin jika sesuatu sudah terjadi diantara kedua Hyung nya itu. Membuatnya terkadang jengkel sendiri karena tidak tahu hal apa yang sudah membuat hubungan keduanya berubah. Padahal mereka dulu sangat akrab.
Merasa bersalah,Eunhyuk melirik wajah sang adik. Dan menghela nafas melihat Ryeowook yang sudah memajukan bibirnya.
"Maafkan aku. Aku hanya bercanda."
"Aku tahu."
Eunhyuk mendengus. Terkekeh setelahnya melihat cengiran lebar Ryeowook. Tangannya terulur untuk mengusap kepala sang adik tiri. Rasa sayangnya pada Ryeowook sudah tidak diragukannya lagi. Ia menyayangi Ryeowook dan juga Mrs. Kim yang bertatus sebagai ibu tirinya. Rasa sayang yang benar-benar ia rasakan tanpa memandang jika mereka bukanlah keluarga kandungnya.
Lalu? Apakah ia juga menyayangi keluarga baru sang ibu kandung? Maka Eunhyuk akan menjawab dengan yakin bahwa ia juga menyayangi mereka,Mr. Lee serta Sungmin. Sedangkan pada sang ibu kandung,Eunhyuk dengan tegas akan menjawab bahwa ia selalu menyayangi seseorang yang sudah melahirkannya itu.
"Ternyata Sungmin Hyung sedang menunggu temannya Hyung. Dan kau tahu,aku sempat berkenalan dengannya." Ryeowook terkekeh jika mengingat wajah tampan seseorang yang menyebut dirinya Lee Donghae. Membuatnya merona tanpa sadar.
Eunhyuk yang memang sudah tersadar dari lamunannya pun dibuat bingung melihat tingkah malu-malu sang adik.
"Nugu? Kenapa wajahmu eoh? Kau menyukainya?" Eunhyuk menatap jahil. Terkekeh melihat wajah memerah Ryeowook.
Bibir Ryeowook mencebil. "Aku sudah punya Yesung Hyung kalau kau lupa Hyung."
Eunhyuk tertawa."Lalu kenapa kau merona heh?"
"Itu karena dia tampan Hyung." Ryeowook tersenyum lucu. Membuat Eunhyuk mendecak gemas.
"Nugu?"
"Hm?" Ryeowook menggumam bingung.
"Namanya." Jelas Eunhyuk lagi.
"Ah. Temannya Sungmin Hyung?" Eunhyuk mengangguk."Donghae. Lee Donghae namanya." Lanjut Ryeowook dengan senyum kecil.
.
.
Give Me a Second Chance~
.
.
Eunhyuk memandang penuh perhitungan bangunan didepannya. Antara kembali melanjutkan tujuannya atau memutar kembali tubuhnya dan melangkah pergi.
Entah kenapa malam ini ia begitu merindukan sang ibu. Membuatnya meminta izin pada sang ayah untuk mengunjungi ibu kandungnya. Yang tentu saja disetujui oleh Mr. Kim. Mengingat jika selama sebulan ini Eunhyuk tidak bertatap muka dengan yeoja yang kini menyandang sebagai Mrs. lee.
Baru saja Eunhyuk akan membuka pintu gerbang,suara deruman mobil menghentikan gerakannya. Sedikit menyipit saat ingin melihat siapa gerangan seseorang yang berada didalam mobil terhalang oleh sinar lampu. Dan Eunhyuk mengerut bingung melihat Sungmin lah yang baru saja keluar dari bangku penumpang. Dan tatapannya sontak mendatar saat melihat seseorang yang duduk dibalik kemudi adalah Lee Donghae. Membuat Eunhyuk mendengus tanpa sadar.
"Hyukkie?"
Sungmin yang melihat Eunhyuk pun segera menghampiri. Mengabaikan Donghae yang baru saja keluar dari mobilnya.
"Apa yang kau lakukan disini? Kenapa tidak masuk?" Tanya Sungmin beruntun. Menarik pelan lengan Eunhyuk untuk mengikuti langkahnya.
"Aku baru saja mau pulang." Eunhyuk menggerakkan tangannya. Melepas pelan lengan Sungmin yang membelenggu tangannya.
"Eh? Sudah mau pulang? Aku pikir kau baru saja datang. Apa kau sudah bertemu Umma?"
Eunhyuk meringis mendengar kalimat panjang Sungmin. Dengan malas ia mengangguk. Biarlah,mungkin lain kali aku akan menemuinya,pikir Eunhyuk.
Sungmin mengangguk mengerti. Memandang dalam diam punggung yang perlahan menjauhinya itu. Tatapan matanya menyendu. Sungmin tersenyum hambar,bersiap kembali melangkah untuk memasuki rumahnya saat kembali mengingat nasib Donghae yang ditinggalkannya.
"Astaga!"
.
.
.
.
Donghae masih disana. Berdiam diri didalam mobil yang terparkir tidak jauh dari rumah Sungmin. Memandang penuh seseorang yang tengah berjalan dengan kepala menunduk.
Ia mengulum bibirnya. Menatap Eunhyuk yang kini sudah mendudukan diri dibangku halte. Donghae membuang nafasnya. Menyenderkan kepalanya pada jok mobil dengan mata tertutup. Tersenyum tanpa sadar saat bayangan wajah Eunhyuk yang tersenyum lebar merasuki pikirannya.
Donghae kembali membuka mata. Dan keningnya menyatu sempurna melihat sebuah mobil yang tidak asing berhenti tepat didepan Eunhyuk. Membuatnya mendengus jengkel melihat seseorang yang baru saja keluar dari balik kemudi. Bahkan ia sadar saat rasa aneh menjalar merasuk ketubuhnya.
"Cho Kyuhyun."
.
.
TBC~
.
.
Hahahaha~~ saiia pikir ini akan selesai dengan 2shoot apa 3shoot,tapi ternyata melenceng jauh.
Maafkan saiia yang labil ini #bow
Sorry for typos :)
Selasa,30 Desember 2014
NoonaRyeo ~_~
