Give Me a Second Chance
.
.
Author : NoonaRyeo
Cast : Lee Hyukjae. Lee Donghae. Cho Kyuhyun. Lee Sungmin. Kim Ryeowook.
Warning : Yaoi. Boys Love. Male x Male. Absurd dengan penceritaan yang sangat cepat. Miss (ty) bergentayangan.
Saiia hanya meminjam nama para Cast disini. Ide dan alur cerita murni punya saiia.
Untuk kebetuhan cerita,jadi saiia mengganti marga Eunhyuk menjadi Kim.
Don't be Plagiat,Don't be flame,Don't be copy paste.
Selalu terapkan prinsip " DON'T LIKE DON'T READ ." Okeeehh.
.
.
Enjoy Reading~
.
.
Chapter 3
"Hyukkie."
Eunhyuk yang baru saja pulang sekolah dan akan menuju kamarnya terpaksa berhenti. Memutar tubuhnya ia menemukan Sungmin duduk disofa ruang tamu dengan seseorang yang juga duduk didepannya. Kening Eunhyuk mengkerut,siapa kira-kira namja yang terlihat seumuran dengannya itu.
Dengan langkah pelan Eunhyuk menghampiri Sungmin,tersenyum tipis dan mendudukan diri disampingnya.
"Ne Hyung?" Tanya Eunhyuk.
"Hyung mau mengenalkanmu pada teman Hyung." Sungmin tersenyum.
"Hae kenalkan,ini Kim Hyukjae adikku mulai sekarang,dan Hyukkie ini Lee Donghae,teman Hyung disekolah."
Namja yang dikenalkan Sungmin sebagai Lee Donghae mengangguk pelan, mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Eunhyuk seraya tersenyum manis.
"Lee Donghae."
"Kim Hyukjae."
Eunhyuk mengigit bibirnya saat merasa bibirnya ingin menjerit senang karena tangannya yang kini bersentuhan dengan tangan seseorang yang harus diakuinya tampan itu. Dengan gugup Eunhyuk melepaskan jabatan tangannya,melirik sebentar Donghae yang sialnya kini tengah menatap padanya.
Merasa wajahnya memanas,Eunhyuk menundukan kepala,membuat Donghae yang masih memperhatikannya dibuat terkekeh melihat tingkahnya.
"Wae Hae?"
Donghae mengalihkan tatapannya pada Sungmin,dan menggeleng seraya masih tersenyum kecil.
.
.
Haehyuk Fanfiction~
.
.
Eunhyuk melangkah dalam diam. Kepalanya menunduk dengan sebelah tangan yang menggengam tali tasnya. Ia baru saja mendapat kabar kalau sang ibu kandung,Mrs. Lee dan sang ayah pergi ke Jepang. Dengan begitu Sungmin akan sendirian dirumah,hal inilah yang sejak tadi menggangu pikiran Eunhyuk. Haruskah ia kembali kerumah untuk menemani Sungmin atau ia tetap akan tinggal dirumah sang ayah kandung dan mengabaikan Sungmin begitu saja?
Eunhyuk menghela nafas pelan. Mendudukan diri dibangku halte terdekat dari sekolahnya.
Sungmin
Memikirkan nama itu membuat Eunhyuk tersenyum hambar. Nama seseorang yang selama ini ia hindari. Eunhyuk membuang nafas berat saat ingatan tentang penyebab merenggangnya hubungan mereka melintas,ia menggeleng-gelengkan kepala untuk mengusirnya. Ia sudah terlalu malas untuk memikirkan itu semua,karena hal itu akan mengingatkannya bahwa ia membenci mereka berdua,Sungmin dan Donghae. Dua nama yang selalu membuat Eunhyuk mengggeram kesal jika mendengar seseorang menyebutkannya.
Eunhyuk terkekeh lucu,menertawakan dirinya sendiri karena membiarkan ia terus terbelunggu oleh rasa kebencian yang ia simpan dalam hati. Bukankah jika ia memang sudah terlalu malas untuk memikirkan itu semua,seharusnya ia tidak akan membiarkan rasa itu menguasai dirinya?
Tidak,Eunhyuk tidak membenci Sungmin. Biar bagaimana,Sungmin adalah Hyungnya,sekalipun bukan Hyung kandung,tapi Eunhyuk menyayanginya dengan tulus. Bahkan mereka dulu sangat kompak. Ya,Dulu. Dulu sebelum seseorang mengatakan bahwa ia mencintai Sungmin.
Eunhyuk mendongak mendengar suara bising motor yang berhenti didepannya. Matanya melotot untuk sesaat saat melihat siapa orang yang baru saja memarkirkan motornya dan duduk dibangku halte yang sama dengannya. Tatapan Eunhyuk mengedar,membuang nafas pelan saat melihat rintik hujan mulai turun diluar sana.
Eunhyuk menadahkan telapak tangannya,membiarkan tetes demi tetes air hujan untuk menggelitikinya seraya tersenyum kecil. Ia tidak pernah suka saat hujan turun,karena menurutnya hujan hanya akan mengingatkannya pada kejadian itu,kejadian dimana ia menangis sendiri didalam kamarnya. Malam dimana rintik hujan seolah mengejeknya yang tengah menangis,
Tapi ia sangat suka saat rintik hujan jatuh menerpa tubuhnya,mungkin jika ia tidak ingat kalau ia sedang flu sekarang,Eunhyuk tanpa ragu akan menerobos hujan,berlari dan tertawa dengan senang. Eunhyuk tersenyum, bahkan membayangkannya saja sudah membuat Eunhyuk tertawa tanpa sadar.
Ia bahkan lupa pada seseorang yang duduk tidak jauh darinya. Seseorang yang memperhatikannya sejak tadi. Seseorang yang kini sedang tersenyum memandang padanya. Donghae menyilangkan kedua lengan dan kakinya secara bersamaan,menatap penuh minat pada Eunhyuk yang masih asyik dengan kegiatannya.
Tidak ada orang lain selain mereka berdua,setidaknya itu membuat Donghae menghela nafas lega karena tidak akan dianggap orang gila karena tersenyum sendiri. Atensi Donghae berpindah pada ponselnya yang bergetar,bibirnya tanpa sadar mendengus saat kegiatannya yang tengah memperhatikan Eunhyuk harus terganggu.
Tangannya dengan lincah menggeser icon berwarna hijau yang terpampang dilayar ponsel,menempelkan benda persegi itu pada telinganya dan menggumam untuk menjawab sapaan seseorang dari sebrang.
"Ne Min-ah?"
Donghae tidak tahu saat Eunhyuk yang baru saja mencuri dengar percakapannya dengan seseorang diline seberang kini tersenyum hambar,tahu pasti siapa yang menghubungi Donghae. Siapa lagi yang ia panggil Min selain Sungmin,Hyungnya. Eunhyuk tersenyum tipis,sangat tipis yang bahkan kau tidak akan tahu jika kau tidak memperhatikannya.
Eunhyuk kembali menarik tangannya saat rasa dingin kini mulai menjalar ditubuhnya. Ia Menggosokkan kedua telapak tangannya dengan dengan sedikit keras,sekedar untuk mencoba menghangatkan diri dari terpaan hawa dingin,terlebih kini ia sedang sedikit kurang enak badan akibat flu yang dideritanya.
Hatchim
Donghae mendongak cepat saat telinganya yang masih mendengarkan ucapan seseorang diline seberang terinstrupsi oleh suara orang bersin. Dan Donghae melihat Eunhyuk yang tengah mengusap hidungnya yang memerah. Kening Donghae berkerut saat menyadari wajah Eunhyuk yang sedikit memucat. Tanpa mengucapkan salam atau apapun itu,Donghae memutuskan panggilannya,mematikan ponselnya lebih dulu sebelum kembali ia masukan kedalam saku celana.
Dipandangnya lama wajah Eunhyuk dari samping,keraguan menghinggapi pikiran Donghae,antara memberi kan jaket yang sedang ia pakai pada Eunhyuk atau membiarkan namja itu kedinginan begitu saja. Bukan apa-apa,hanya saja mengingat hubungan keduanya yang bisa dibilang sangat jauh dari kata baik membuat Donghae harus berpikir dua kali. Terlebih Eunhyuk bahkan selalu menjaga jarak darinya.
Donghae menghela nafas kasar. Rintik hujan sudah mulai mereda,hanya menyisakan tetesan-tetesan kecil yang yang seharusnya membuat ia kembali melajukan motornya untuk kembali kerumah. Tapi melihat Eunhyuk yang masih berdiam diri ditempatnya sedikit membuat Donghae merasa khawatir. Eunhyuk terlihat seperti seseorang yang sedang sakit.
Dengan ragu Donghae mendekat pada Eunhyuk,menyodorkan jaket yang beberapa saat lalu ia pakai pada namja yang kini sedang memeluk tubuhnya sendiri. Eunhyuk mendongak saat melihat sebuah jaket berada didepan matanya. Saat melihat Donghae yang sudah berdiri didepannya,Eunhyuk menggeleng pelan.
"Terima kasih." Ucap Eunhyuk pelan tanpa mengulurkan tangannya untuk menerima jaket pemberian Donghae.
Donghae mengulum bibirnya melihat penolakan nyata dari Eunhyuk. Tangannya yang memegang jaket ia biarkan menggantung begitu saja. Menunggu kalau-kalau Eunhyuk akan berubah pikiran dan menerima jaket pemberiannya.
Donghae mendengus saat Eunhyuk tak kunjung mengambil jaket ditangannya. Dengan kesal Donghae berkacak pinggang didepan Eunhyuk yang masih membuang muka. Tangannya terulur untuk memakaikan sendiri jaketnya pada tubuh Eunhyuk,membuat Eunhyuk berjengit kaget saat merasakan jaket Donghae sudah menyelimuti tubuhnya.
Baru saja tangan Eunhyuk terulur untuk melepaskan jaket Donghae,gerakan tangan Eunhyuk mendadak terhenti saat mendengar perkataan namja yang kini sudah mendudukan diri disampingnya.
"Tubuhmu akan lebih hangat jika memakai itu." Donghae menggumam datar seraya memasukan kedua lengannya kedalam saku celana. Udara cukup dingin ternyata.
Untuk beberapa saat keduanya terdiam. Eunhyuk membuang tatapannya yang sempat terpaku pada wajah tampan Donghae,tangannya tetap terulur untuk melepaskan jaket Donghae. Membuat Donghae mendecak kesal.
Eunhyuk meletakan jaket Donghae dibangku begitu saja diantara keduanya. Kembali memeluk dirinya sendiri untuk menghalau dingin yang kembali menyerangnya. Donghae menghela nafas kesal,kembali berkacak pinggang dihadapan Eunhyuk. Bibirnya ia kulum,memandang tajam kepala Eunhyuk yang kini menunduk.
Donghae mengambil jaketnya, memakaikannnya kembali pada tubuh Eunhyuk dengan sedikit kasar. Eunhyuk menggeliat,mencoba menolak apa yang sedang dilakukan Donghae. Sedikit menyentak tangan Donghae yang berada dibahunya.
Gerakan tangan Donghae terhenti. Memandang datar wajah Eunhyuk yang kini menatapnya. Donghae menghela nafas pelan,kembali tangannya bekerja untuk memakaikan jaketnya pada tubuh Eunhyuk.
"Kenapa kau keras kepala sekali?!" Nada suara Donghae sedikit meninggi. Membiarkan begitu saja jaketnya yang belum terpasang rapi pada tubuh Eunhyuk.
Eunhyuk menggigit bibirnya,menahannya untuk tidak membalas ucapan penuh emosional Donghae,karena ia yakin jika ia membalas ucapan Donghae maka ia pastikan akan berakhir dengan adu mulut seperti biasanya. Eunhyuk hanya sedang terlalu malas untuk bertengkar dengan Donghae,tidak dengan kepalanya yang entah kenapa kini berdenyut sakit.
Eunhyuk kali ini membiarkan Donghae melanjutkan pekerjaannya. Biarlah,dari pada ia mati kedinginan disini. Tidak apa-apakan sekali kali menerima kebaikan dari seseorang yang bahkan kau terlalu malas untuk berurusan dengannya?
.
.
Give Me a Second Chance~
.
.
Kyuhyun menghentikan laju mobilnya saat kedua manik kembarnya melihat sosok yang dikenalnya sedang berdiri didepan pintu toko buku. Tersenyum kecil saat melihat sosok yang sejak tadi diperhatikannya itu kini tengah mengerucutkan bibir.
Kyuhyun terkekeh,melajukan mobilnya untuk menghampiri sosok tersebut. Kyuhyun membuka pintu mobilnya,melambai singkat pada namja mungil yang kini memekik senang.
"Kyuhyun Hyung."
Kyuhyun tertawa,mengusap lembut rambut seseorang yang kini sudah berdiri didepannya.
"Annyong Wookie."
Namja yang ternyata Ryeowook itu mengangguk pelan. Tersenyum manis melihat namja tampan yang sudah lama tidak dilihatnya kini ada didepannya seraya tersenyum lebar.
"Apa yang kau lakukan disini eh?" Tanya Kyuhyun.
Sontak Ryeowook mengerucutkan bibirnya saat mengingat tentang penyebab ia terjebak hujan beberapa saat lalu,hingga membuatnya terpaksa berteduh didepan toko buku.
"Aku terjebak hujan,terpaksa berteduh disini." Jawab Ryeowook dengan bibir yang dimajukan.
Kyuhyuh mengangguk,membuka pintu mobilnya untuk Ryeowook."Masuklah,ku antar kau pulang."
Ryeowook mengangguk semangat, memasuki mobil Kyuhyun dan mendudukan diri dibangku penumpang dengan nyaman seraya tersenyum manis. Kemudian Kyuhyun memutari body mobil,duduk didepan kemudi dan mulai melajukannya.
Kyuhyun tidak tahu saat seseorang diseberang sana menatap mobilnya dengan pandangn menyendu. Satu yang ada dipikiran Sungmin,namja yang kini sedang menunduk setelah melihat mobil Kyuhyun menjauh adalah,ada hubungan apa antara mantan kekasihnya itu dengan Ryeowook,sang adik tiri.
Sungmin membuang nafasnya dengan kasar,kembali melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti beberapa saat lalu saat melihat mobil Kyuhyun.
.
.
.
TBC~
Sedikit penjelasan tentang keluarga Eunhyuk.
Kedua orang tua Eunhyuk bercerai saat ia duduk dibangku sekolah dasar. Nah saat keduanya sudah bercerai,ayah dan ibu Eunhyuk nikah lagi. Sang ibu kandung menikah dengan ayah Sungmin,Mr. Lee yang membuat Eunhyuk dan Sungmin bersaudara. Tapi Eunhyuk tetap memilih untuk menggunakan marga ayahnya, dalam cerita ini marga Eunhyuk Kim. Sedangkan ayah Eunhyuk menikah lagi dengan Ibu Ryeowook.
Ohya... Saiia tidak akan menceritakan lebih tentang hubungan Kyumin. Saiia hanya mencoba berusaha untuk memfokuskan diri dengan masalah Haehyuk dan MinHyuk.
Tentang apa hubungan Haemin dan Kyumin,Kyuhyun akan dijelaskan ditiap Chapternya.
Bagaimana? Apa masih terlalu membingungkan? Mian ne jika pembawaan saiia dalam cerita terlalu belibet atau terlalu susah untuk dipahami.
Sorry for Typos :)
Rabu,07 Januari 2015
NoonaRyeo ~_~
