Give Me a Second Chance
.
.
Author : NoonaRyeo
Cast : Lee Hyukjae,Lee Donghae,Cho Kyuhyun,Lee Sungmin,and Other
Warning : Yaoi. Boys Love. Male x Male. Absurd dengan penceritaan yang sangat cepat. Miss (ty) bergentayangan.
Saiia hanya meminjam nama para Cast disini. Ide dan alur cerita murni punya saiia.
Untuk kebetuhan cerita,jadi saiia mengganti marga Eunhyuk menjadi Kim.
Don't be Plagiat,Don't be flame, Don't be copy paste.
Selalu terapkan prinsip,"DON'T LIKE DON'T READ," Okeeehh.
.
.
Enjoy Reading~
.
.
Chapter 4
Drrt Drrt~
Eunhyuk mengulurkan tangannya untuk menggapai ponselnya yang ia letakan diatas nakas disamping ranjang saat getaran dari benda persegi itu mengusiknya. Sedikit mengernyit melihat nama Sungmin terpampang dilayar ponselnya. Eunhyuk menghela nafas pendek sebelum mengangkat panggilan Sungmin dengan enggan.
'Yoboseyo,Hyukkie.'
"Ne. Waeyo?"
'Hyukkie,bisakah kau pulang dan menemani Hyung dirumah?'
Eunhyuk diam,menimbang keputusan apa yang akan ia ambil. Ia tahu hal ini pasti akan terjadi mengingat Sungmin tidak suka berada sendirian di rumah. Kedua orang tuanya sedang pergi ke Jepang sekarang,yang mungkin akan Eunhyuk iyakan begitu saja jika ia tidak mengingat kalau ia kini malas bertemu dengan Sungmin.
'Hyukkie?'
"Geure. Aku kesana sekarang."
'Arra. Hyung tunggu.'
.
.
Haehyuk Fanfiction
.
.
Eunhyuk menghela nafas kasar. Rasa kesal sedikit menyelimuti hatinya. Bagaimana tidak,seseorang yang menelfonnya beberapa saat lalu,yang memintanya untuk kembali kerumah untuk menemaninya, kini justru tengah tertawa bersama dengan seseorang yang juga ia kenal. Bukan apa-apa, menurutnya jika memang Sungmin sudah ada yang menemani,kenapa masih harus memintanya untuk kembali kerumah?
Eunhyuk memutar bola matanya malas, sedikit berdehem untuk memberitahukan eksistensinya pada kedua orang yang masih tertawa di sofa ruang tamu itu.
"Hyukkie,kau sudah datang?" Tanya Sungmin yang sebenarnya tidak penting sama sekali. Sekedar berbasa-basi untuk menyamarkan rasa gugup dalam dirinya. Yang sebenarnya ia pun bingung untuk alasan apa hingga ia harus merasa gugup.
Eunhyuk menggumam malas,sebelum melangkah menuju kamarnya. Mengabaikan begitu saja kedua orang yang sebenarnya terlalu malas ia lihat. Bahkan ia tidak tahu saat pandangan mata Donghae yang tidak bisa diartikan mengikuti setiap langkah kakinya. Menatap dalam diam punggung sempit itu.
Sungmin yang memang sudah kembali pada posisi awal,tersenyum lirih saat sorot mata teduh namja didepannya begitu lembut menatap tempat yang baru saja menelan tubuh Eunhyuk.
Sungmin menggeleng dalam benaknya, mencoba menyangkal perasaan aneh yang kembali mengusiknya. Membuat namja imut itu menghela nafas pelan, mencoba untuk kembali menormalkan detakan jantungnya yang sempat berdenyut aneh.
"Hae."
"Hm?" Atensi Donghae kembali pada Sungmin,sedikit berdehem kecil sebelum tersenyum tipis.
"Sudah ada Hyukkie." Kata Sungmin tidak bermaksud apa-apa.
"Kau mengusirku?" Donghae mencibir. Walapun tahu apa maksud ucapan Sungmin,tapi sedikit menggodanya tak apa kan?
"Bukan begitu maksudku," Sungmin menggerutu,"Kau bilang kan hanya akan menemaniku sampai dia datang."
Donghae tertawa pelan,memilih beranjak dari sofa yang didudukinya saat setelah matanya menatap jarum jam pada pergelangan tangannya.
"Aku pulang saja,lagi pula sekarang sudah malam." Ucap Donghae.
Dengan cepat Sungmin berdiri dari duduknya saat melihat Donghae yang sudah akan melangkah."Hae, bukan itu maksudku. Sungguh."
"Aku mengerti Min," Donghae terkekeh kecil,"Hanya saja ini memang sudah malam. Aku harus pulang sekarang."
Dengan enggan Sungmin mengangguk, sedikit tidak rela sebenarnya. Membuat Donghae menaikan sebelah alisnya tidak mengerti.
"Wae?"
"Hm?" Sungmin mendengung bingung.
"Kau tidak rela aku pergi?" Donghae menyeringai.
Sungmin mendecak,tapi kemudian tersenyum tipis."Apa kau akan tetap tinggal jika aku memintanya?"
"Kenapa tidak?" Senyum Sungmin merekah.
"Tapi tidak hari ini." Lanjut Donghae tertawa melihat wajah Sungmin yang langsung cemberut.
"Itu sama saja Lee Donghae!" Sungmin mendecak.
Donghae tertawa keras. Melangkah menuju pintu keluar dengan tangan yang melambai tinggi,"Aku pulang."
Sungmin terkekeh kecil melihat tingkah Donghae,teman masa kecilnya yang kini sudah berubah menjadi namja tampan yang banyak digilai yeoja disekolahnya. Ya,pesona Lee Donghae memang tidak bisa diabaikan.
Sungmin memutar tubuhnya,bersiap melangkah menuju kamarnya dilantai atas saat melihat Eunhyuk yang melangkah menuju dapur dengan ponsel yang menempel ditelinga kirinya. Kening Sungmin berkerut,rasa penasarannya menyerang dirinya. Penasaran siapa kiranya seseorang yang tengah melakukan line telepon dengan Eunhyuk hingga membuat adiknya tersenyum lebar seperti itu.
Sungmin meringis,berpikir kapan terakhir kali Eunhyuk tersenyum seperti itu padanya. Niat Sungmin yang akan menghampiri Eunhyuk terhenti saat indra pendengarnya mendengar nama seseorang yang akhir-akhir ini mengusik hati dan pikirannya disebut-sebut.
Sungmin menghela nafas pelan. Memilih untuk kembali pada tujuan awalnya, kamar.
.
.
Eunhyuk mendudukan diri dikursi meja makan dengan ponsel yang masih terselip diantara bahu dan telinganya setelah mengambil air dingin didalam kulkas. Bibirnya mendecih mendengar suara tawa dari line seberang.
'Jadi kau disana sekarang?'
"Ne. Wae?" Eunhyuk meminum sebentar air yang sudah ia tuang pada gelas bening. Decakan pelan terdengar dari seberang.
'Padahal aku berniat memintamu untuk menemaniku minum.'
Giliran Eunhyuk yang mendecak. Sedikit meringis khawatir akan kebiasaan sahabatnya yang suka sekali minum, "Tidak malam ini Cho. Dan aku tidak mau mendengar kau pergi minum malam ini."
'Kenapa?'
"Apanya?"
'Kenapa kau melarangku eh?'
"Bukan apa-apa. Kau terlalu sering minum Kyu."
'Kenapa aku harus menurutimu?'
"Karena aku memperingatimu."
Tidak terdengar lagi suara Kyuhyun, membuat Eunhyuk untuk sesaat melihat layar ponselnya. Dan sambungan telepon masih aktif,"Cho?"
'Kata-katamu mengingatkan ku pada seseorang.'
Kening Eunhyuk terangkat."Nugu?"
'Donghae.'
.
.
.
.
Donghae memasuki area pub yang menjadi tujuannya setelah memarkirkan mobilnya lebih dulu. Setelah kepulangannya dari rumah Sungmin, namja tampan itu memilih untuk bergabung dengan teman-temannya di club tempat biasa mereka menghabiskan waktu bersama. Abaikan fakta bahwa mereka masih duduk dibangku Senior High School.
Namja tampan dengan setelan casual itu mendudukan diri disamping Siwon setelah menepuk pelan bahu namja tampan berdimple itu. Mengangguk singkat melihat Yesung yang mengangkat tangan padanya. Tidak mengacuhkan namja yang duduk disamping Yesung yang tidak memandangnya sama sekali. Donghae mengangkat kedua bahunya cuek,tidak mau mengambil pusing sikap Kyuhyun yang memang sangat menyebalkan.
"Kau datang sendiri?"
Donghae menaikan sebelah alisnya mendengar pertanyaan Siwon. Apa maksudnya dengan datang sendiri?
Mengerti akan tatapan bingung yang dilayangkan Donghae,Siwon justru terkekeh sebelum kembali menyesap minuman beralkohol yang sudah tersaji diatas meja didepannya. Melirik sebentar pada Kyuhyun yang masih asyik dengan dunianya. Siwon menggeleng tak habis pikir. Bukannya namja itu yang mengajaknya keluar malam ini? Tapi kenapa ia seolah sibuk dengan dunianya sendiri.
"Kau dari rumah Sungmin kan?" Tanya Siwon lagi. Yang ia bahkan tidak tahu saat Kyuhyun sempat melirik padanya. Mengumpat dalam hati mendengar pertanyaan yang baru saja terlontar dari bibir tipis namja bermarga Choi itu.
Donghae menggumam pelan,"Bukan berarti aku akan mengajaknya juga kan?" Donghae menuangkan minuman pada gelas kecil sebelum meneguknya.
"Apa yang kau lakukan disana?"
Siwon mendecih mendengar pertanyaan Yesung. Entah kenapa seseorang yang memang lebih tua dari ketiganya itu selalu bertanya tentang suatu hal yang sebenarnya tidak penting sama sekali. Bukankah Donghae sudah mengatakan jika ia akan menemani Sungmin lebih dulu sebelum menyusul mereka saat menghubunginya?
Mengerti akan lirikan yang dilayangkan Siwon padanya,Yesung terkekeh. Membuat Siwon dan Donghae menaikan sebelah alis mereka tanda bingung. Lain Kyuhyun,namja dengan evil smile khas itu justru mendengus jengkel mendengar pembicaraan yang sebenarnya ia terlalu malas untuk mendengarnya. Maka dengan cuek Kyuhyun lebih memilih untuk mengotak atik ponselnya.
"Lalu kenapa kau meninggalkannya Hae?" Tanya Yesung lagi. Melirik sebentar pada Kyuhyun yang masih sibuk dengan dunianya sendiri.
"Sudah ada seseorang yang menemaninya." Jelas Donghae.
"Siapa?"
"Apa aku sudah pernah bilang jika Kim Hyukjae adalah adik tiri Sungmin?"
"Entahlah,aku tidak ingat." Sahut Yesung cuek,membuahkan decakan sinis dibibir Donghae.
"Apa kau mau mengatakan jika Hyukjae lah yang kini menemani Sungmin?"
Donghae mengangguk membenarkan mendengar ucapan Siwon.
"Kau peduli sekali padanya." Cibir Siwon.
"Kenapa tidak? Dia teman kecilku." Donghae menggumam.
"Kau yakin? Aku rasa lebih dari itu." Ucap Siwon lagi.
Tak
Ketiganya serempak mendongak melihat Kyuhyun yang sudah berdiri. Kening Yesung terangkat,bermaksud bertanya lewat tatapan matanya.
"Aku ke toilet." Jelas Kyuhyun cepat,dan melangkah pergi begitu saja.
Yesung mendengus,Siwon menaikan sebelah alisnya,sementara Donghae terdiam,tak lama sampai ia memilih untuk tidak memperdulikannya.
"Kenapa dia?" Tanya Siwon bingung.
Yesung mendecih,"Menurutmu kenapa eh? Tentu saja dia terganggu mendengar kau membahas soal Sungmin dihadapannya." Yesung melirikan matanya pada Donghae. Mendengus kecil melihat Donghae yang menatap kepergian Kyuhyun dalam diam.
"Sebenarnya apa yang sudah kau lakukan Hae?" Tanya Yesung dengan wajah serius.
Donghae tersentak kecil mendengar suara Yesung,terlebih namja berambut hitam pekat yang ditata sedikit berantakan itu menanyakan sesuatu yang selalu malas untuk ia bahas. Maka saat Yesung melihat gerak gerik Donghae yang kembali akan mengelak dari pertanyaan yang selalu ia tanyakan, langsung mengintrupsi cepat. Tidak mengizinkan Donghae untuk mengelak lagi kali ini.
"Apa susahnya untuk menjawab heh? Cukup kau mengatakannya,maka kami tidak akan bertanya lagi."
Donghae mendecak kasar. Bukan apa-apa. Hanya saja,ia terlalu malas untuk membahas satu hal ini.
Dan setelah cukup lama ketiganya terdiam dengan pikiran masing-masing, hembusan nafas pelan yang dilakukan Donghae membuat Yesung dan Siwon menatap padanya.
"Aku tidak mau sahabat kecilku jadi korban seseorang brengsek macam dia. Ya,walaupun sudah terlambat." Kata Donghae memulai. Pada akhirnya,namja tampan itu memilih untuk menceritakannya.
"Huh?"
Donghae mendecak,"Kalian tahu kan jika dia hanya namja brengsek?"
"Dan namja brengsek itu temanmu Hae." Sahut Siwon cepat.
"Tidak jika dia sudah menyakiti Sungmin." Kata Donghae cuek.
"Memang apa yang sudah dilakukannya?"
Donghae tersenyum sinis saat ingatan tentang satu hal yang membuat ia sangat membenci Kyuhyun memenuhi benaknya."Dia mengkhianati Sungmin dengan tidur bersama seorang yeoja, yang sialnya aku dan Sungmin melihat itu dengan mata kami sendiri."
"Kau yakin?"
Donghae melirik sinis pada Siwon."Apa maksudmu dengan kau yakin? Kau berpikir aku berbohong?"
"Bukan seperti itu,maksudku kau yakin jika Kyuhyun melakukan itu dengan sadar karena dia berniat untuk mengkhianati Sungmin?" Tanya Siwon. Benarkan? Hei~ biar bagaimana sedikitnya ia tahu bagaimana Kyuhyun.
"Apa kau baru saja mengatakan jika dia tidak sengaja melakukannya? Tsk,Yang benar saja." Ucap Donghae tak habis pikir dengan maksud perkataan Siwon.
"Siapa yang tahu." Kata Siwon cuek.
"Kenapa aku berpikir kau menyukai Sungmin?" Tanya Yesung,yang bahkan ia sendiripun tidak tahu kenapa bisa berpikir seperti itu. Yang sebenarnya melenceng dari topik pembicaraan.
Donghae tersenyum simpul sembari menggidikan kedua bahunya.
"Apa maksudmu?" Tanya Siwon bingung.
"Aku memang menyukainya,wajar kan? Kami selalu bersama,saat sampai dia mengatakan jika dia sudah berpacaran dengan Kyuhyun,aku marah." Donghae kembali meneguk minumannya.
"Aku merasa kehilangan sosoknya yang selalu bersamaku. Aku pikir dengan tidak memperdulikannya lagi bisa membuat ku lebih baik,tapi tidak. Aku tidak bisa mengabaikannya begitu saja,terlebih dia memilih Kyuhyun."
"Tapi saat melihat wajah bahagia Sungmin,aku jadi berpikir untuk membiarkannya bersama dengan Kyuhyun."
"Kau mencintai Sungmin?"
Donghae mengukir senyum simpul,"Ya, mungkin seperti itu. Tapi saat melihat senyum bahagianya ketika ia mengatakan jika ia sudah punya seseorang yang dicintainya, membuatku kembali berpikir. Mungkin ia tidak pernah menganggapku lebih dari seorang sahabat." Donghae tertawa. Menertawakan dirinya sendiri lebih tepatnya.
Ketiganya terdiam,sibuk dengan pikiran masing-masing.
"Dan saat itu juga aku menerima Eunhyuk sebagai seseorang yang memang sudah menyukaiku sejak awal."
"Kau berpacaran dengan Eunhyuk?"
Donghae tersenyum miris,"Ya."
"Dan aku justru menyakitinya."
"Apa maksudmu?"
"Ya! Bukankah sekali brengsek selamanya akan tetap brengsek?"
"Huh?"
"Kyuhyun. Entah apa yang terjadi pada mereka selanjutnya,aku tidak tahu. Yang aku tahu,Sungmin datang padaku dan mengatakan jika ia sudah mengakhiri hubungannya dengan Kyuhyun."
.
.
.
.
Sungmin masih terjaga. Padahal waktu sudah menunjukan pukul 1 dini hari. Tapi namja manis itu tidak bisa memejamkan kedua matanya sama sekali untuk segera terbang kealam mimpi. Pikirannya masih melalang buana menerka tentang hubungan apa yang tidak ia ketahui antara Eunhyuk dan Kyuhyun,seseorang yang pernah menjadi bagian dari hidupnya. Seseorang yang memang masih menempati bagian lain dihatinya. Dan Sungmin tidak akan menampik satu hal itu. Katakan ia bodoh karena masih menyimpan rasa pada seseorang yang sudah menyakitinya terlalu dalam.
Sungmin menghela nafas panjang. Posisinya yang terlentang diatas ranjang membuatnya bisa menatap langit- langit kamarnya. Pikirannya menerawang jauh,memikirkan tentang hubungannya yang sangat buruk dengan sang adik,Eunhyuk.
Sungmin terkekeh kecil melihat tingkah malu-malu Eunhyuk setelah Donghae mengucapkan satu kata yang membuat pipi putih Eunhyuk langsung memerah hebat. Sementara sang pelaku langsung pergi begitu saja sembari tertawa lebar.
"Kau menyukai Donghae,Hyukkie?" Tanya Sungmin masih tertawa pelan.
Eunhyuk tidak menjawab. Namja manis itu lebih memilih untuk menundukan kepalanya sembari menggigit kuat bibirnya,mencegahnyauntuk tidak berteriak histeris karena Donghae yang baru saja menyebutnya manis. Hei~ ia menyukai Donghae sejak pertama kali bertemu,saat Sungmin Hyungnya mengenalkannya pada namja tampan berbibir tipis itu.
Dan entah kenapa senyum Sungmin perlahan memudar saat melihat anggukan kepala yang dilakukan Eunhyuk. Apa adiknya itu baru saja membenarkan pertanyaannya tentang ia yang menyukai Donghae?
Sungmin menggeleng. Mencoba menepis pikiran-pikiran aneh yang menyerangnya. Kemudian kembali mencoba tertawa untuk menggoda Eunhyuk.
Sungmin mengusap wajahnya kasar saat ingatan tentang Eunhyuk menghampiri pikirannya. Tentang rasa aneh yang sempat menyerangnya saat mengetahui jika Eunhyuk menyukai Donghae,teman kecilnya,teman mainnya. Seseorang yang akan selalu ada untuknya. Seseorang yang akan meng-iya-kan begitu saja permintaannya.
Sungmin terkekeh saat kini ingatan tentang Donghae lah yang kini menghampiri pikirannya.
"Dasar bodoh."
.
.
.
.
Kedua kakak beradik yang sebenarnya hanya selisih bulan itu kini tengah duduk menghuni meja makan. Tidak ada suara yang terdengar,sekalipun dari sendok yang beradu dengan piring ataupun peralatan makan lainnya. Hanya keheningan yang menemani Sungmin dan Eunhyuk. Lain Eunhyuk yang melahap makanannya dengan tenang,Sungmin justru terlihat hanya mengaduk makanan yang tersaji diatas piringnya dengan enggan.
Otaknya masih berpikir tentang kejadian semalam,saat mendengar Eunhyuk menyebut nama Kyuhyun. Seseorang yang sejak ia lihat terakhir kali tengah bersama Ryeowook.
"Aku selesai."
Sungmin mendongak cepat mendengar suara Eunhyuk,melirik sebentar piring Eunhyuk yang ternyata sudah kosong, tidak seperti piringnya yang masih penuh dengan makanan. Sungmin berdiri cepat dan melangkah menyusul Eunhyuk yang hampir mencapai pintu keluar.
"Hyukkie,kita berangkat bersama yah."
Langkah kaki Eunhyuk terhenti. Sedikit memutar kepalanya tanpa melihat Sungmin yang berdiri dibelakangnya.
"Sekolah kita tidak satu arah kan."
Sungmin mengangguk mengiyakan,"Aku tahu. Maksudku,kita berjalan bersama menuju halte." Kata Sungmin cepat.
Eunhyuk tidak menjawab,memilih untuk kembali melanjutkan langkah kakinya. Membiarkan Sungmin yang berjalan diam dibelakangnya.
"Hyukkie,bolehkah Hyung tanya sesuatu?"
Kembali Eunhyuk tidak menjawab. Dan melihat Eunhyuk diam saja membuat Sungmin berpikir jika adiknya itu mengiyakannya. Bukankah diam berarti ia,sekalipun kemungkinan tidak tetap ada. Dan Sungmin memilih opsi pertama.
"Kau mengenal Kyuhyun?" Tanya Sungmin ragu.
Sedikitnya membuat Eunhyuk menaikan sebelah alisnya mendengar pertanyaan Sungmin.
"Wae?"
Wae?
Langkah kaki Sungmin terhenti. Apa maksudnya dengan wae? Apa berarti benar jika Eunhyuk mengenal Kyuhyun? Karena jika Eunhyuk tidak mengenalnya, bukankah ia akan menjawab tidak? Ah,mungkin memang benar jika mereka saling mengenal.
Sungmin kembali melanjutkan langkahnya melihat Eunhyuk yang sudah duduk dibangku halte,menunggu bis yang akan membawa mereka kesekolah masing-masing.
Sungmin mendudukan diri disamping Eunhyuk,ragu menyerang pikirannya antara kembali menanyakan tentang hal yang mengganggunya sejak semalam atau membiarkannya begitu saja.
"Tanyakan saja."
"Sejak kapan?" Lanjut Sungmin cepat.
"Kita satu sekolah,wajarkan jika aku mengenalnya?" Eunhyuk sangat tahu apa maksud pertanyaan Sungmin. Tapi namja dengan senyum indah itu memilih untuk mengabaikannya. Membuatnya sedikit berpikir,haruskah ia menceritakannya?
"Bukan itu maksudku." Kata Sungmin pelan.
"Lalu?"
Sungmin mendesah pendek. Sedikit berpikir,sebenarnya ia sangat malas jika berbicara dengan seseorang yang menyahuti omongannya dengan sekenanya. Tapi mengingat hal apa yang ingin ia ketahui,membuat Sungmin memilih untuk mengabaikan satu hal itu. Terlebih ia kini sedang berbicara dengan Eunhyuk. Adiknya. Seseorang yang mungkin sudah ia kecewakan mungkin?
"Apa hanya sebatas teman satu sekolah?" Tanyanya ragu.
Eunhyuk menaikan sebelah alisnya,"Apa maksudmu?"
"Semalam aku mendengar kau menyebut nama Kyuhyun saat sedang bertelepon. Apa itu dia? Yang berbicara denganmu semalam? Kalian sering melakukan line telepon?" Sungmin sadar jika satu hal itu bukanlah urusannya,tapi mau bagaimana lagi,dari pada ia hanya menerka-nerka sendiri. Karena sungguh,rasa penasaran itu seolah menggerogoti dirinya
"Ya,itu dia." Jawab Eunhyuk singkat. Yang sebenarnya ia pun bingung bagaimana menjelaskannya.
Hei~ Sungmin atau siapapun itu tidak ada yang tahu tentang hubungannya dengan Kyuhyun. Seseorang yang sudah menjadi temannya sejak dulu,bahkan sebelum kedua orang tuanya bercerai. Kecuali Ryeowook tentu saja,Eunhyuk memang pernah mengenalkan mereka berdua.
"Begitu ya." Gumam Sungmin pelan. Sedikit kecewa dengan jawaban Eunhyuk yang terlalu singkat. Yang bahkan tidak menjawab kebingungannya sama sekali.
Tepat saat Sungmin baru saja menggumam,bis yang akan membawa Eunhyuk menuju sekolahnya datang. Membuatnya beranjak untuk segera menaiki bis yang sudah berhenti didepannya.
"Aku berangkat dulu."
.
.
.
.
Eunhyuk melangkah dalam diam dikoridor sekolahnya. Hembusan nafas kecil terdengar dari bibir merahnya sembari kedua matanya memutar malas saat bisikan-bisikan siswa lain yang membicarakan tentang dirinya menembus gendang telinganya. Membuat Eunhyuk menggeleng tak habis pikir, kenapa semua siswa suka sekali membicarakannya? Semenjak ia menjadi siswa baru hingga kini sudah 3 bulan ia menetap disekolahnya,gunjingan tak sedap tentangnya selalu menghampiri kedua telinganya. Tentang ia yang terlalu dinginlah,cueklah,yang tidak suka bersosialisasi lah,yang terkadang membuatnya menghela nafas jengkel.
Dan Eunhyuk menaikan sebelah alisnya saat mendengar ucapan salah seorang siswa yang menyangkut pautkan hubungannya dengan Kyuhyun menembus gendang telinganya. Hell no,hubungan seperti apa yang mereka maksud?
Berpacaran?
Langkah Eunhyuk sontak terhenti, sebelum kembali melangkah seraya menggeleng heran. Berpacaran dengan Kyuhyun? Tsk. Yang benar saja,kikik Eunhyuk dalam hati.
Baru beberapa langkah saat badannya sedikit terdorong kedepan,dan Eunhyuk mengernyit bingung melihat Kyuhyun sudah berdiri disampingnya dengan sebelah lengan yang mengalung dilehernya. Jangan lupakan evil smile yang membingkai wajah tampannya.
"Kau terkejut?" Kata Kyuhyun menyeringai,membuat Eunhyuk mendengus dan melepas kasar lengan Kyuhyun yang bertengger dibahunya.
"Apa yang kau lakukan eh?" Tanya Eunhyuk. Sedikit melirik keadaan sekitar,dan mendesah pendek saat melihat beberapa siswa mencuri pandang padanya seraya berbisik,yang Eunhyuk tahu,pasti mereka sedang membicarakannya.
Dan mata Eunhyuk menemukan Donghae disana,dibelakangnya,berdiri dengan Siwon dan Yesung yang tidak jauh dari tempatnya. Memandang kearahnya,lebih tepatnya pada Kyuhyun dengan tatapan yang tidak bisa ia mengerti. Membuatnya tanpa sadar mengerut bingung.
"Tsk. Kau mengabaikanku?" Decakan pelan dari Kyuhyun menyadarkan Eunhyuk dari kegiatannya. Atensinya kembali fokus pada Kyuhyun sembari menaikan sebelah alisnya.
Kyuhyun berkacak pinggang didepan Eunhyuk,ekor matanya yang sempat melirik pada Donghae yang masih menatapnya membuat namja dengan rambut sedikit ikal itu menyeringai senang. Kyuhyun tersenyum kecil dan kembali mengalungkan lengannya dileher Eunhyuk. Menghela Eunhyuk untuk mengikuti langkah kakinya. Mengabaikan ketiga temannya begitu saja yang menatap kepergiannya dengan pandangan masing-masing.
Yesung melirik Donghae,dan mata sipitnya menemukan Donghae masih menatap punggung Kyuhyun dan Eunhyuk yang semakin menjauh dengan sorot mata yang tidak bisa ia mengerti.
Donghae tersenyum simpul. Sembari mendengus,namja tampan berbibir tipis itu kembali melanjutkan langkahnya. Membuat Yesung dan Siwon saling memandang untuk sesaat,dan menghela nafas hampir bersamaan sebelum kembali melangkah.
.
.
Kyuhyun membawa Eunhyuk keparkiran, menyuruhnya untuk memasuki mobilnya untuk duduk disamping kemudi. Dan tanpa banyak bicara,Eunhyuk melakukan seperti apa yang Kyuhyun suruh.
Kyuhyun melajukan mobil sportnya setelah duduk dibangku kemudi. Dibiarkannya begitu saja atap mobil yang terbuka,membuat semilir angin menerbangkan setiap helaian halus rambut keduanya.
Kyuhyun tersenyum kecil saat ekor matanya melirik Eunhyuk yang tengah mengulurkan tangannya keluar mobil. Mencoba merasakan bagaimana angin kencang menerpa lengannya. Senyum manis Eunhyuk seolah menular padanya. Membuat Kyuhyun terkekeh sembari mengusap sayang kepala Eunhyuk.
"Aku lupa kapan terakhir kali kau tersenyum seperti itu."
Eunhyuk mendongak cepat menatap Kyuhyun. Sembari memutar tubuhnya namja manis itu merengut bingung,"Apa maksudmu?"
"Apa kau sangat mencintai Donghae?" Lanjut Kyuhyun sembari memarkirkan mobil sportnya dipinggir jalan.
Mendengar nama Donghae disebut-sebut dalam pembicaraannya membuat raut Eunhyuk berubah datar. Kembali memutar tubuhnya untuk menatap kedepan,namja dengan senyum yang sangat indah itu memilih untuk membuang tatapannya keluar mobil.
"Aku sangat merindukan senyumanmu itu,kau tahu. Setelah perceraian kedua orang tuamu aku merasa kau menjadi sosok yang lain." Kyuhyun tersenyum lirih. Matanya memandang kedepan dengan pikiran menerawang. Sementara Eunhyuk tidak bergeming sama sekali mendengar ucapan Kyuhyun.
"Senyummu tidak pernah sampai kemata sejak saat itu. Bahkan padaku,untuk sahabatmu sendiri."
Eunhyuk masih terdiam. Membiarkan kedua telinganya mendengar setiap untaian kata yang diucapkan Kyuhyun.
"Sampai saat kau datang padaku dengan senyum yang sudah lama sekali tidak aku lihat dari bibirmu. Jika aku boleh menebak,apa itu karena Donghae?" Kyuhyun menatapkan matanya untuk memandang Eunhyuk.
Eunhyuk menggigit bibir bawahnya,tidak tahu harus menjawab apa. Karena ia yakin jika Kyuhyun pasti sudah tahu jawabannya.
"Hyuk." Kyuhyun membawa tubuh Eunhyuk untuk menghadapnya. Tersenyum tipis melihat Eunhyuk yang menunduk.
"Dan karena Donghae lah aku kembali kehilangan senyummu itu. Apa kau sangat mencintai Donghae?" Lanjut Kyuhyun.
Eunhyuk diam,tak lama sampai satu isakan lolos dari bibirnya. Membuat Kyuhyun dengan segera membawa tubuh Eunhyuk kedalam dekapannya. Tangannya terulur untuk menekan tombol otomatis pada mobilnya,membuat mobil yang beberapa saat lalu dibiarkannya terbuka,kini sudah tertutup rapat.
Tak perlu kata-kata lagi untuk menggambarkan bagaimana perasaan Eunhyuk yang sebenarnya pada Donghae. Kyuhyun tersenyum kecut, merasa karena dirinya tidak tahu menahu tentang perihal hubungan keduanya sama sekali. Bahkan ia baru mengetahuinya setelah keduanya berpisah,pun ia tahu dari orang lain.
Kau bodoh Cho Kyuhyun.
.
.
Give Me a Second Chance~
.
.
Donghae memandang kedepan dengan pikiran menerawang. Ia yang kini tengah duduk diatap sekolah terkekeh sinis sebelum kembali meminum soft drink yang digenggamnya. Ingatannya kembali pada kejadian beberapa saat lalu,saat kedua mata teduh miliknya melihat setiap interaksi yang terjadi antara si brengsek Kyuhyun dengan Eunhyuk. Membuatnya tersenyum hambar. Donghae sadar,sangat sadar saat rasa aneh menyerang dirinya, seolah ada sesuatu yang tengah meremas jantungnya. Memberinya rasa sakit yang tidak bisa ia mengerti sama sekali. Dan hal itu sukses membuat seorang Lee Donghae berpikir keras.
Donghae yakin jika ia tidaklah memiliki rasa khusus pada Eunhyuk,rasa yang dapat menjadikannya sebuah alasan kenapa ia sampai merasakan perasaan yang seperti itu.
Eunhyuk tidaklah lebih dari seseorang yang menjadi pelampiasan rasa kecewanya pada Sungmin saat itu. Ia bahkan tidak pernah menganggap Eunhyuk sebagai kekasihnya,setidaknya itulah yang selalu ia yakini pada dirinya sendiri. Ia mencintai Sungmin bukan Eunhyuk. Sekalipun Eunhyuk mampu memberi warna tersendiri dalam kehidupannya,tapi Donghae yakin jika ia hanya menganggap Eunhyuk tak lebih dari seseorang yang menyenangkan. Senyum indahnya mampu menular padanya saat rasa kesakitan tentang Sungmin kembali ia ingat. Seolah seperti Eunhyuk datang untuk membawanya pergi dari sesuatu yang mampu membuatnya tenggelam dalam sebuah harapan yang tak berujung.
Donghae terkekeh hambar. Merasa ia terlalu kejam memperlakukan Eunhyuk yang bahkan saat ia melihat sorot mata itu,ia menemukan banyak cinta yang begitu besar yang Eunhyuk tujukan hanya padanya. Yang sanggup membuatnya selalu didera rasa bersalah yang begitu dalam karena sudah menyakiti seseorang yang mencintainya dengan tulus.
"Eunhyukkie."
Senyum tipis terukir diwajah tampan Donghae kala kedua belah bibir tipisnya menyebut sebuah nama yang rasanya sudah lama sekali tidak ia sematkan disetiap kata yang keluar dari mulutnya.
"Mianhae."
.
.
.
.
TBC~
Sedikit tidak yakin dengan chap ini sebenarnya,tapi yasudahlah. Semoga tidak mengecewakan ne #Senyumlebar
Pertama ~
Mian kalo di chap ini gha ada Haehyuk momentnya. Tapi mau bagaimana lagi, harus ngikutin alur sih biar nyambung, #Hubungannyaapa? Lagian chap kemaren juga hampir semuanya Haehyuk moment kan? Iya kan? Iya dong #Dor
Kedua ~
Nah kalo masalah Kyuwook,aku gha akan membuat hubungan keduanya sampai yang seperti itu(?) #Maksudnya?
Hahahahaha. . . Kyuwook ya Kyuwook, 'bukan' Kyumin. Paham gha maksudnya?
Engga yah? Hahaha. . . Kalo engga ya berarti buat PR #Doeng
Ketiga ~
Banyak yang penasaran sama hubungan Haemin ternyata. Sama ko saiia juga penasaran #Apasih
Mehihihihi. . .
Ayo kita maen tebak-tebakan #Plok Hahaha. . . Buat Haemin emang sengaja dibuat mysteri ko #Smirk
Jadi silakan kalian bayangkan sendiri bagaimana hubungan mereka ne #Dibantaimasa
Keempat ~
Nah yang bilang kalau chap kemaren kependekan,aduh,aku ngetik + post lewat henpon,jadi gha tau dan gha pernah narget berapa word disetiap Chapternya. Paling kalo menurutku itu udah cukup ya udah aku post #Nyengir
Semoga chap ini sudah lebih panjang yah :) Tapi kalo masih pendek ya mari salahkan jari Yesung saja oke #Nahloh
Kelimaaaa ~
Ini kan memang Haehyuk fanfiction,jadi endingnya juga harus Haehyuk kan? Iya dong. Muahahaha. . . Do'a kan aja semoga saiia tidak khilaf(?) dengan menjadikannya sebagai Kyuhyuk #Naikturunalis
Keenam ~
Terima kasih banyak buat yang udah mau menyempatkan diri untuk memberikan review kalian di ff abal saiia ini. Huks, saiia terharuuuu #Tebarkiss. Yang ngefollow,yang ngefav,yang cuma lewat,yang cuma nengok/?,yang cuma ngintip/? juga saiia ucapkan terima kasih #Sebarkembang.
Daaaaaaan satu lagi,saiia juga mau ngucapin terima kasih buat yang udah ngasih fedback di ff Love After Love saiia. Gha nyangka ternyata ada yang suka juga #Buangnafaslega.
Okeee,sudah cukup cuap-cuapnya, sampai ketemu diChap selanjutnya :D
Hope U like itu Guys :)
See yaaaaa ~
.
.
Sorry for typooooos :3
Jum'at,30 Januari 2015
NoonaRyeo ~_~
