Give Me a Second Chance
.
.
Author : You Know Me (?)
Cast : Lee Hyukjae, Lee Donghae, Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, and Other
Warning : Yaoi. Boys Love. Male x Male. Fanfic absurd dengan penceritaan yang sangat amburadul. Miss (ty) bergentayangan.
Saiia hanya meminjam nama para Cast disini. Hanya cerita ini yang murni punya Saiia.
Untuk kebetuhan cerita,jadi saiia mengganti marga Eunhyuk menjadi Kim.
Don't be Plagiat,Don't be flame, Don't be copy paste.
Selalu terapkan prinsip,"DON'T LIKE DON'T READ," Okeeehh.
.
.
Enjoy Reading~
.
.
Chapter 5
Eunhyuk menghela nafas sekali. Sekedar mencoba untuk menekan rasa sesak yang sekarang menyerang dadanya. Tak lama sampai senyuman miris tersemat samar dikedua belah bibirnya. Jadi seperti ini akhirnya? Bisiknya perih dalam hati. Kembali Eunhyuk membawa kedua manik kelamnya untuk menatap wajah pria didepannya. Menatapnya lama seolah hanya wajah itu yang menjadi pusat dunianya.
Hanya ada sorot penuh kekecewaan yang nampak jelas di mata itu. Membuat Donghae meringis perih karena dia lah yang sudah menyebabkannya hingga seperti itu. Donghae menggeleng keras,mencoba untuk terus meyakinkan diri akan keputusannya. Biarlah, ini yang terbaik untuk mereka berdua. Setidaknya seperti itu lah yang kini ada dipikiran namja tampan bermarga Lee itu.
Ia tidak mau menyakiti hati seseorang itu lebih dari ini. Ia sadar. Sangat sadar jika sikapnya selama ini sudah menyakiti Eunhyuk lebih dari apa yang kerap kali ia bayangkan. Dan entah kenapa hatinya mencelos hebat kala melihat segaris air menuruni pipi mulus itu sebelum Eunhyuk memilih untuk membuang muka darinya. Tidak mengizinkannya untuk melihat bagaimana hancurnya perasaan pria manis itu akibat dari keputusan sepihaknya.
"Wae?"
Bisikan lirih itu membuat Donghae dengan segera membuang tatapannya saat Eunhyuk kembali memandangnya dengan binar sendu. Dia tidak sanggup. Sungguh. Ia merasa menjadi sosok brengsek yang dengan teganya menyakiti hati seseorang yang sudah mencintainya selama ini. Menghiburnya kala sedih kembali ia rasakan saat ingatan tentang sosok Sungmin kembali menghampirinya.
Sungmin?
Donghae tersenyum getir. Bahkan saat ia kini sedang bersama Eunhyuk, seseorang yang berstatus sebagai kekasihnya,nama Sungmin seolah tidak mau pergi dari pikirannya.
"Apa karena Sungmin?"
Donghae tersentak kaget. Spontan ia kembali menatap Eunhyuk yang kini tak memandangnya. Dan senyum sinis yang tersemat diujung bibirnya membuat Donghae membeku.
"Aku tahu jika selama ini kau menyukai Sungmin," Eunhyuk menggumam pelan dengan mata menerawang," Aku tahu kau menerimaku tak lebih hanya untuk sebuah pelarian dari rasa sakit yang tengah kau rasakan saat itu."
Eunhyuk membawa matanya untuk kembali menatap Donghae. Sekalipun air mata kini semakin deras mengucur dari kedua manik kembarnya. Agaknya Eunhyuk memilih untuk membiarkannya begitu saja. Dan Eunhyuk terkekeh kecut menemukan wajah kaku Donghae yang menatap kosong padanya.
"Aku benarkan?"
Donghae mengepalkan kedua tangannya erat. Saking eratnya hingga ia seolah bisa merasakan bagaimana buku-buku jemarinya menancap kedalam kulit tangannya. Memberikan rasa sakit yang mampu menyalurkannya kesetiap sendi dalam tubuhnya. Membuatnya sesak karena udara yang seolah pergi darinya. Ia tidak tahu,sungguh, jika selama ini Eunhyuk tahu bagaimana perasaannya yang sesungguhnya. Perasaannya pada Sungmin. Terlebih namja bergusi indah itu mengabaikan satu hal itu begitu saja. Seolah semuanya tidaklah penting untuk perasaannya sendiri.
"Kenapa?" Donghae berbisik lirih. "Kenapa kau melakukan itu?" Dan ia dengan bodohnya memilih untuk menjadikan Eunhyuk sebagai penyembuh lukanya tanpa mau memperdulikan bagaimana perasaan lelaki manis itu.
Eunhyuk tersenyum kecut. Matanya memandang kosong dengan pikiran menerawang."Menurutmu kenapa?" Eunhyuk berbisik lirih.
Donghae diam. Memandang sendu wajah manis didepannya dengan perasaan bersalah yang teramat sangat.
"Aku mencintaimu. Kau tahu itu."
Senyuman miris dibibir Donghae menular pada Eunhyuk.
"Dan kau memilih untuk mengakhiri hubungan ini setelah tahu mereka berpisah. Katakan Lee Donghae. Tidakah kau memiliki secuil ruang kosong dihatimu untukku?"
Donghae terdiam. Kepalanya menunduk dalam. Ruang kosong dihatinya? Adakah? Ia bahkan tidak yakin,masih adakah ruang kosong dihatinya untuk ia isi dengan nama Eunhyuk? Yang ia tahu, selama ini hatinya sudah ia berikan untuk Sungmin.
"Mianhae."
Eunhyuk tertawa hambar. Sanggup membuat hati Donghae semakin mencelos sedih mendengarnya.
"Bagus. Aku semakin terlihat menyedihkan sekarang." Eunhyuk menggumam datar. Mengusap kasar air mata yang kembali menuruni pipinya sebelum beranjak pergi meninggalkan Donghae yang terdiam begitu saja.
"Mianhae Eunhyukkie."
.
.
Haehyuk Fanfiction~
.
.
Sungmin memandang dalam diam keadaan pemuda tampan yang duduk disampingnya. Tangannya ia gunakan untuk menampung berat badan namja yang kini sedikit menyender padanya. Ingatannya kembali kebeberapa jam lalu saat Donghae menghubunginya. Memintanya untuk menemaninya minum. Sedikit heran sebenarnya kenapa tiba-tiba sahabatnya itu meminta ia untuk menemaninya. Seingat Sungmin,Donghae bukanlah tipe seseorang yang akan lari pada alkohol jika sedang ada masalah. Tapi sekarang, bahkan namja tampan itu sudah dalam keadaan mabuk.
Tidak ada hentakan musik yang mengalun keras. Tidak ada kerlipan lampu warna-warni atau apapun yang berbau khas club malam. Hanya ada warung sederhana dipinggir jalan yang menjadi tempat tujuan mereka berdua. Beberapa botol soju yang sudah kosong menghuni meja kayu yang mereka tempati. Menandakan jika hampir semua isinya sudah berpindah tempat kedalam perut seorang Lee Donghae. Karena Sungmin lebih memilih untuk duduk diam dari pada ikut menenggak minuman beralkohol itu.
Donghae. Pemuda itu mulai meracau tidak jelas sekarang. Membuat Sungmin mengernyit sedih melihatnya. Temannya. Sahabat kecilnya kini sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja. Dan Sungmin tahu pasti apa penyebabnya.
"Cho Kyuhyun brengsek." Donghae semakin meracau tidak jelas. Wajah pemuda tampan itu sudah memerah hebat akibat dari minuman alkohol yang dikonsumsinya beberapa saat lalu.
"Kita pulang." Sungmin menggumam pelan. Merasa sudah cukup melihat keadaan Donghae sekarang yang jauh dari kata baik.
Sedikit kesusahan,Sungmin membawa tubuh Donghae untuk memasuki taksi yang sudah ia dapatkan tadi. Berpikir jika ia tidak akan bisa membawa motor Donghae dengan keadaan sang pemilik motor yang kini sudah hampir tidak sadarkan diri.
Sungmin memilih untuk membawa Donghae ke rumahnya. Mengingat kini kedua orang tuanya sedang tidak berada di rumah. Terlebih,ia tidak mungkin membawa Donghae kembali kerumahnya dalam keadaan kacau seperti ini. Urusan motor Donghae,ia bisa kembali kesini nanti setelah membawa Donghae pulang.
15 menit waktu yang ditempuh untuk menuju ke kediaman Sungmin. Dengan sedikit bantuan dari sang supir taksi, Sungmin membawa tubuh Donghae menuju kamar tamu. Ia bahkan tidak sadar saat sosok Eunhyuk sudah berdiri diujung tangga. Menatapnya dengan kening berkerut melihat Sungmin merangkul tubuh seseorang yang sangat amat ia kenal menuju ke kamar tamu dalam keadaan tidak sadar.
Eunhyuk mendengus. Bersiap berbalik sebelum suara Sungmin mengintrupsi. Membuatnya kembali memutar tubuh.
"Donghae mabuk. Bisakah kau menjaganya? Aku harus pergi sebentar." Sungmin menatap wajah sang adik dengan sorot ragu. Mau bagaimana lagi,terpaksa ia meminta bantuan Eunhyuk mengingat ia harus kembali untuk mengambil motor Donghae. Dan sedikit menghela napas lega kala melihat anggukan malas yang dilakukan oleh Eunhyuk.
"Aku tak akan lama." Pamit Sungmin sebelum kembali keluar dengan sang supir taksi yang sudah melangkah lebih dulu. Menyempatkan diri untuk melempar senyum lembut pada Eunhyuk.
Eunhyuk menghembuskan nafasnya kasar melihat kepergian Sungmin. Mata bulat sipitnya sedikit melirik pada jam dinding besar yang tergantung di samping kamar tamu.
"Ini bahkan belum terlalu malam." Eunhyuk menggumam pelan. Entah apa maksud dari gumamannya itu. Namja April itu memutar tubuhnya untuk kembali melangkah menuju kamar pribadinya,yang sempat tertunda tadi.
"Merepotkan." Eunhyuk mendesis kesal sebelum menutup pintu kamarnya dengan pelan.
.
.
"Apa yang kau lakukan disini eoh? Wookie?"
Sosok namja mungil yang tengah berdiri di depan tempat ice cream didalam minimarket dekat rumahnya itu terlonjak kaget mendengar suara seseorang mengintrupsi kegiatannya yang sedang memilih ice cream. Sembari mengelus dadanya yang masih berdetak kencang akibat kaget,namja mungil bernama Ryeowook itu memutar tubuhnya. Kontan kedua bola matanya memutar malas melihat namja tampan yang sangat amat ia kenal kini tertangkap oleh kedua maniknya.
Bibirnya mencebik kesal saat namja tampan itu justru menyeringai menatapnya.
"Kau mengagetkanku Hyung!" Ryeowook mencubit keras pinggang seseorang itu.
"Ya! Appo Wookie!" Kyuhyun memekik keras merasakan keganasan manusia mungil disampingnya ini.
"Itu akibat kau yang sudah mengagetkanku evil Hyung."
"Apa-apaan panggilan itu." Kyuhyun mencibir. Mengikuti langkah kaki Ryeowook yang kini berjalan menuju kasir.
"Hyung memang evilkan," Kata Ryeowook santai,"Lagi pula,apa yang kau lakukan disini eoh?"
Kyuhyun memasukan kedua kepalan tangannya kedalam saku jaket yang ia pakai. Melakukan gerakan kecil dengan kedua kakinya sembari menunggu sang kasir menghitung belanjaan Ryeowook.
"Tidak ada. Hanya ingin menghampirimu saja tadi saat melihatmu dari seberang jalan."
Ryeowook mendecih mendengarnya. Menggumam terima kasih saat pegawai kasir memberikan kembalian padanya.
"Setidaknya belilah sesuatu Hyung."
"Kenapa?"
Ryeowook memandang malas wajah tampan disampingnya. Dan tersenyum lebar melihat Kyuhyun mengambil barang belanjaannya dari tangannya.
Baru beberapa langkah saat Kyuhyun berniat mendorong pintu kaca didepannya,seseorang sudah menariknya lebih dulu dari luar. Membuat Kyuhyun terdiam saat wajah seseorang didepannya tertangkap oleh kedua matanya,seseorang yang kini juga memandang kaget padanya.
"Sungmin Hyung."
Pekikan Ryeowook seolah menjadi alarm bagi keduanya untuk segera tersadar dari kegiatan saling menatap. Lain Kyuhyun yang berdehem pelan, seseorang yang ternyata Sungmin itu justru tersenyum kaku sebelum menatap Ryeowook yang memandangnya dengan bahagia.
"Wookie."
"Aku duluan." Kyuhyun menatap Ryeowook,seolah mengatakan jika -aku akan menunggu di mobil- lewat tatapan matanya. Membuat alis namja manis adik dari Eunhyuk itu mengerut bingung. Hei~ kapan ia mengatakan akan pulang bersama Kyuhyun?
Sungmin tersenyum hambar melihat punggung Kyuhyun yang menjauh. Jantungnya yang sesaat tadi berdetak kencang karena bertemu dengan seseorang yang pernah menjadi kekasihnya,kini justru berdenyut nyeri. Memang apa yang kau harapkan Lee Sungmin? Pikirnya miris. Bahkan kau sangsi jika dia pernah menyukaimu.
"Hyung? Kau melamun?"
Sungmin menggeleng. Apa hubunganmu dengannya Wookie? Pikirnya sedih.
"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Sungmin. Menarik lembut lengan Ryeowook untuk mengikutinya. Menyingkir dari bibir pintu saat melihat orang lain ingin keluar.
Ryeowook menggeleng. Mengikuti langkah kaki Sungmin dengan senyum lebar,"Tidak ada,hanya membeli sesuatu tadi."
Sungmin mengangguk. Matanya meliar untuk mencari sesuatu yang sekiranya ingin ia beli."Dengan namja tadi? Kyuhyun kan namanya?"
"Kau mengenalnya Hyung?" Ryeowook membawa tubuhnya untuk berdiri didepan Sungmin.
Sungmin mengangkat kedua bahunya. "Mungkin seperti itu."
Kening Ryeowook mengerut bingung mendengar jawaban ambigu Sungmin sebelum memilih untuk mengangkat bahunya. "Aniyo. Kami hanya tidak sengaja bertemu disini."
Sungmin memandang Ryeowook cepat."Benarkah?"
Ryeowook mengangguk."Begitulah."
"Kau dekatnya dengannya Wookie?"
Ryeowook mengangguk,"Mungkin dekat." Katanya sembari tertawa kecil saat mengingat kedekatannya dengan Kyuhyun selama ini.
Sungmin memandang intens wajah manis Ryeowook. Mencoba menyelami manik caramelnya yang cerah.
"Kau menyukainya?" Sungmin bahkan menahan napas saat pertanyaan itu meluncur begitu saja dari bibirnya.
"Hm?" Ryeowook mendengung bingung. Sebelum tawa kerasnya mengalun kesetiap sudut ruangan mini market tempat mereka berada sekarang. Membuat Sungmin mengernyit kaku saat semua orang menatap mereka dengan pandangan terganggu.
"Ya! Jangan tertawa." Sungmin meringis kaku sembari membungkuk meminta maaf.
"Kau bercanda Hyung?" Ryeowook terkekeh kecil. Bahkan sudut matanya sudah berair karena tawanya cukup membuatnya sakit perut.
"Apa maksudmu dengan bercanda? Beberapa kali aku melihat kalian pergi bersama." Sungmin mendengus kesal. Kesal saat mengingat mereka berdua dan kesal karena sang adik sudah membuatnya malu tadi.
"Oh ayolah Hyungie. Aku bahkan sudah memiliki kekasih. Dan itu bukan Kyuhyun."
Sungmin memandang Ryeowook bingung."Kau sudah punya kekasih?"
Ryeowook mengangguk malu."Namanya Yesung Hyung. Lain kali akan aku kenalkan padamu." Kata Ryeowook. Tertawa gugup saat mengingat wajah tampan kekasihnya.
Sungmin mengangguk. Ia bahkan tanpa sadar menghela napas lega."Lalu?"
"Lalu apanya?"
"Kyuhyun."
"Oh. Dia teman Eunhyuk Hyung. Kami berkenalan dulu,saat Eunhyuk Hyung resmi menjadi saudaraku." Ryeowook tersenyum tipis saat mengingat bagaimana dulu Eunhyuk mengenalkannya pada Kyuhyun. Namja yang hingga saat ini selalu melindunginya.
"Dulu?" Kening Sungmin terangkat bingung."Dulu saat dia resmi menjadi Hyungmu?"
Ryeowook mengangguk."Eum."
"Bukankah itu sudah lama sekali?"
Ryeowook mengangguk lagi."Ne."
Sungmin terdiam. Saat Eunhyuk resmi menjadi Hyung dari Ryeowook? Berarti saat Appa Kim menikah dengan Umma Wookie? Dan Sungmin tersentak saat ingatan tentang pembicaraannya dengan Eunhyuk di halte bus tempo hari merasuki pikirannya.
Apa Eunhyuk dan Kyuhyun sudah kenal lama lebih dari apa yang ia bayangkan?
.
.
.
.
Eunhyuk keluar dari dalam kamar saat rasa haus menyerangnya dipagi buta seperti sekarang ini. Maniknya yang masih belum terbuka sempurna menuntunnya menuruni tangga menuju dapur. Bibirnya menggerutu samar saat mengingat Sungmin yang terlambat pulang. Membuatnya terus terjaga hingga tengah malam karena menunggu. Dan berakhir dengan ia yang ketiduran.
"Sebentar apanya? Bahkan hingga jam 11 malam batang hidungnya tak kunjung kelihatan."
Eunhyuk membuka pintu kulkas, mengambil sebotol air mineral dan langsung meneguknya begitu saja. Matanya mengedar dengan bibir yang masih menempel diujung botol. Dan ia hampir saja tersedak saat matanya menemukan seseorang berdiri dibibir pintu kamar mandi di dekat dapur. Menatapnya dalam diam dengan sorot mata yang meredup. Eunhyuk mendesis melihatnya. Apa-apaan tatapannya itu?
Seseorang yang ternyata Donghae itu melangkah ragu untuk menghampiri Eunhyuk. Kebingungan melanda dirinya. Antara menyapa sang tuan rumah atau mengabaikannya seperti biasa.
"Kau terbangun?" Donghae menghela napas lega karena berhasil menjaga suaranya agar tidak terdengar gugup. Memilih untuk menyapa Eunhyuk,karena menurutnya,bukanlah tindakan sopan jika mengabaikan keberadaan sang tuan rumah,tempat dimana ia berada sekarang.
Eunhyuk diam. Tidak ada niatan untuk membalas pertanyaan- menurutnya- tak penting itu.
"Hyuk."
Eunhyuk berhenti melangkah mendengar namanya disebut.
Donghae meneguk ludahnya gugup. Oh ayolah,ia sungkan melakukan ini. Tapi bagaimana dengan perutnya yang kini bergejolak perih? Ia butuh coklat hangat sekarang. Kebiasannya saat merasa perutnya tidak enak akibat mabuk.
"Bolehkah aku meminjam dapurmu?"
Kening Eunhyuk terangkat sebelah. Dapur? Namja pemilik gusi indah itu memutar setengah tubuhnya. Melirik Donghae sebentar sebelum menghela napas pelan melihat namja tampan itu kini tengah memegangi perutnya.
Eunhyuk memutar tubuhnya. Melangkah menghampiri ruang dapur dan berdiri disamping meja makan. Melirik Donghae lagi sebelum menggumam,"Mau kubuatkan apa?" dengan datar.
Donghae mendongak cepat. Kepalanya sontak menggeleng untuk menolak tawaran Eunhyuk."Tidak. Aku buat sendiri saja."
Donghae meringis kaku saat Eunhyuk menatap dingin padanya.
"Coklat hangat saja." Gumaman pelan dari Donghae membuat Eunhyuk dengan segera melakukan kegiatannya. Tanpa menjawab ataupun menatap Donghae lagi. Membuat Donghae semakin mendesah gusar.
Sial! Kenapa aku seperti bocah yang takut pada ibunya? Donghae mengumpat dalam hati.
10 menit waktu yang dibutuhkan Eunhyuk untuk membuat coklat hangat permintaan Donghae. Bukan permintaannya juga sih.
Eunhyuk menyodorkan segelas mug berisi coklat hangat kehadapan Donghae sebelum melangkah pergi menuju ruang keluarga dengan mug nya sendiri.
"Gomawo Eunhyukkie."
Langkah kaki Eunhyuk terhenti mendengar gumaman itu. Tangannya yang sedang memegang mug mengepal erat. Menghela napas sekali,namja manis itu kembali melangkah setelah mendengung samar.
Donghae tersenyum hambar melihat punggung Eunhyuk yang menjauh. Bahkan untuk sekedar duduk bersama, Eunhyuk tidak mau melakukannya. Sefatal itu kah kesalahannya?
Tentu saja bodoh! Umpatnya.
Donghae menyeruput pelan-pelan coklat hangatnya sembari memejamkan matanya. Ingatan tentang Eunhyuk kembali menyerang angannya. Entah kenapa, akhir-akhir ini satu persatu semua hal yang berhubungan dengan Eunhyuk,tentang semua hal yang sudah pernah mereka lakukan dulu selalu berputar- putar didalam pikirannya. Seolah memaksanya untuk kembali mengingat bagaimana waktu yang sudah ia lalui dengan seseorang yang kini mungkin sudah sangat membencinya.
Donghae menghela nafas berat. Tatapan matanya kosong dengan pikiran yang menerawang. Mengingat kembali saat dimana ia dengan begitu egoisnya memutuskan hubungan mereka secara sepihak. Bahkan hingga sampai saat ini wajah kecewa Eunhyuk masih membayang dalam benaknya. Membuatnya selalu dihantui rasa bersalah selama ini.
Ia bahkan selalu bertanya-tanya sejak saat itu. Benarkah keputusan yang ia ambil? Jika benar,kenapa ia justru merasakan sesuatu yang teramat kosong didalam hatinya sejak hari itu. Hari dimana ia memilih untuk melepaskan seseorang yang tanpa sadar justru sudah merebut sebagian dari hatinya.
Ya. Donghae tahu itu. Dan ia terlambat menyadarinya. Klasik sekali bukan?
Ia pikir ia memang mencintai Sungmin. Memilih untuk meninggalkan Eunhyuk dan berniat menjadikan Sungmin sebagai miliknya. Picik sekali bukan? Mencari kesempatan dalam kesempitan. Ingin mencari perhatian Sungmin saat namja imut itu sedang berada dalam keadaan yang teramat kacau. Mengabaikan seseorang yang mungkin tengah merasakan sakit akibat sikapnya.
Dan seolah niat itu hanya tinggal niat saat justru ia tidak sanggup untuk melakukannya. Wajah Eunhyuk selalu membayangi harinya. Bagaimana Eunhyuk tersenyum. Bagaimana Eunhyuk yang selalu merona merah kala ia menggodanya. Dan bagaimana wajah menangis Eunhyuk yang selalu membuatnya gelisah. Terlebih saat Sungmin menangis didepannya akibat dari seorang Cho Kyuhyun. Semua itu seolah menamparnya. Menyadarkannya dari sesuatu yang sanggup membuatnya melakukan semua itu.
Donghae menghela napas sekali lagi. Namja tampan itu mengusap frustasi wajahnya sembari tersenyum sinis. Menertawakan bagaimana bodohnya ia selama ini.
.
.
Give Me a Second Chance~
.
.
.
TBC
.
.
Haaaaalllooooooo~ Annyooooooooooong #LambailambaibarengChoco. Ada yang kangen saiia? #Ghaadakayanya. Nah saiia ganti pertanyaannya. Masih adakah yang nunggu ff ini? Ada pasti. Iya kan? Iya dong. Oke siip #Jduagh
Maap yeee baru sempet nongol. Maklum orang sibuk #NyuciboxerHyuk. Mehihihi~
Eerrrrrrr. . . #lirikkeatas. Huks. . Maap yee kalo ceritanya semakin ngawur bin Gaje. Udah update telat,giliran update jadinya ancur begitu, Yassalaaam -_-
Pertama,
Terima kasih buat yang udah nyempetin diri ngasih review di chap kemaren. Mehihihi~ saiia ketawa-ketawa sendiri baca Review yang pada gedek sama Donghae yah? Hahahaha, sama ko,saiia juga gedek sama itu ikan satu. Berasa paling oke kali yah udah nyakitin Hyuk Baby #ikutanemosi #dibegalDonghae
Oiaaaaaaaa, Welcomeeeeeeee in my home #sokinggris, buat reader baruuuu #Pelukcium. Enjoy yaaaaa. Semoga tulisanku bisa sedikit menghibur kalian. #Cieeeeee
Kedua
Ternyata banyak juga ye yang berharap saiia khilap. Ahihi~ apa kalian bener-bener berharap saiia khilap? Yakin? Entar digebuk Donghae lohhh #dzing
Soal Kyuhyuk. Apa Kyu suka sama Hyuk? Hayooooh,menurut kalian Kyu suka gha sama Hyuk? #Smirk
Pasti akan terjawab ko nanti #Nantinyakapan? Buakakakakak~~ tunggu aja okeeeh #sokmisterius #ditabok
Ketiga,
Soal Haemin. Nah nah nah,semoga penjelasan diatas bisa sedikit menjawab tentang bagaimana hubungan Haemin yang sebenarnya. Kalo masih belom paham mari kita maen tebak-tebakan lagi #PelukChoco
Keempat,
Kyumin moment? #Tunjukkeatas. Ada ko pasti, walopun cuma sebentar dan gha sesering Haehyuk ataupun yang lainnya. Seperti yang saiia bilang kemaren,saiia gha akan terlalu fokus ke Kyumin ataupun yang lainnya. Maksudnya, aku hanya mencoba untuk memfokuskan diri ke masalah Haehyuk dan Hyukmin. Tentang bagaimana nanti hubungan Kyumin,pasti nanti akan ada masanya ko #nahloh. Mian kalo mengecewakan :)
Kelima,
Hubungan Kyuwook sudah terjawab kan? Okeeh siip. Saiia memang gha berniat menjadikan mereka sebagai sepasang kekasih ataupun saling menyukai. Saiia hanya akan menjadikan Kyuhyun sebagai sosok kaka bagi seorang Kim Ryeowook yang manja dan cengeng #DitendangBabyWookie.
Terakhir,
Well, Welcomeeeeeeee in my home #sokinggris, buat reader baruuuu #Pelukcium. Enjoy yaaaaa. Semoga tulisanku bisa sedikit menghibur kalian. #Cieeeeee
Oiaaaaaaaa,buat Haehyuk546,aduuuuh aku baca reviewmu jadi merasa gha enak. Huks. . . Cukup kalian suka sama karyaku udah bikin aku seneeeeeng ko. :D Jadi gha perlu melakukan itu padaku okeeeeeh ~_~ Walopun mungkin hanya bercanda tapi sukses bikin aku terharu loh #peluk
Okeeeh abaikan abaikan. Saiia mulai lebeh.
Oiaaaa satu lagi #Banyakbangetsih? Apa ada yang nunggu May I Love U? #krikkrik #Buangnafas. Saiia stuck diff itu #Pundung. Saiia merasa terlalu gegabah saat memilih untuk membuat itu ff tanpa memikirkan alurnya matang-matang. Jadinya gini deh, terbengkalai dan tak terurus/? Terlalu banyak cast yang bikin saiia sedikit pusing. Jadi maaf ya buat yang nunggu karena belom update lagi sampe sekarang.
Daaaaaaaaaan~
Cukup sekian cuap-cuapnya. #Kissbye
.
.
Hope U like it :)
Sorry for typo,and
See yaaaaaa~
.
.
Jum'at,20 Februari 2015
NoonaRyeo ~_~
