Give Me a Second Chance

.

.

.

.

Author : You Know Me (?)

Cast : Lee Hyukjae, Lee Donghae, Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, and Other

Warning : Yaoi. Boys Love. Male x Male. Fanfic absurd dengan penceritaan yang sangat amburadul. Miss (ty) bergentayangan.

Saiia hanya meminjam nama para Cast disini. Hanya cerita ini yang murni punya Saiia.

Untuk kebetuhan cerita,jadi saiia mengganti marga Eunhyuk menjadi Kim.

Don't be Plagiat,Don't be flame, Don't be copy paste.

Selalu terapkan prinsip,"DON'T LIKE DON'T READ," Okeeehh.

.

.

Enjoy Reading~

.

.

Chapter 6

Kedua kelopak matanya sudah membuka sempurna. Bahkan rasa kantuknya sudah pergi entah kemana. Tapi seseorang yang memang masih berbaring nyaman itu tak kunjung mau beranjak dari ranjangnya. Selimut putih yang membungkus tubuhnya semalaman pun sudah terabaikan begitu saja disisi ranjang.

Eunhyuk menghela napas kasar pertamanya dihari ini. Entah kenapa rasanya malas sekali untuk beranjak dari ranjang empuknya. Namja kurus dengan senyum khasnya itu mendudukan diri dengan kasar. Mengacak gusar surai pirangnya dan menghela napas sekali lagi.

Dengan malas,Eunhyuk melangkah menuju kamar mandi yang memang ada didalam kamarnya. Sempat terlintas dipikirannya niatan untuk membolos hari ini. Entahlah,ia bahkan terlalu malas untuk memikirkan alasan kenapa pikiran seperti itu sempat melintas. Well,sungguh,tidak punya alasan khusus untuk itu.

.

.

Haehyuk Fanfiction~

.

.

"Kau sudah bangun?" Tanya Sungmin memutar tubuhnya sebentar saat mendengar langkah kaki seseorang. Dan menemukan sosok sahabatnya yang sudah rapi dengan pakaian yang sudah ia siapkan untuknya tadi. Pertanyaan yang membuat seseorang yang memang baru saja memasuki area dapur itu tersenyum tipis melihat Sungmin yang tengah berkutat dengan masakannya.

Donghae menggeret kursi meja makan dengan pelan. Mendudukan diri disana."Seperti yang kau lihat."

Sungmin terkekeh. Membuat Donghae juga melakukan hal serupa. Jelas sekali jika pertanyaan itu tak lebih dari sebuah basa basi belaka.

"Ahjumma dan Ahjussi belum pulang?"

Sungmin mengangguk. Meletakan dua piring berisi nasi goreng kimci diatas meja makan sebelum kembali sibuk untuk membuat minuman.

"Kau mau kopi apa susu?" Tanya Sungmin tanpa mengalihkan pandangannya dari kulkas. Mengambil sekotak besar susu strawberry dan Vanilla.

"Kopi saja." Sahut Donghae. Matanya memandang lapar tiga piring nasi goreng didepannya.

"Harusnya tidak perlu bertanya lagi." Sungmin terkekeh mendengar jawaban Donghae. Bukan hal baru lagi jika Donghae lebih memilih kopi,mengingatnya yang sangat menyukai minuman pahit satu itu.

Donghae mendengus. Memilih menyenderkan setengah tubuhnya pada sandaran kursi dengan tangan berlipat. Merutuki sikapnya yang beberapa saat lalu sempat memandang lapar nasi goreng buatan Sungmin. Ck,seperti orang yang sudah tidak pernah makan satu minggu saja. Pikirnya geli.

"Ah ngomong-ngomong,kenapa kau tidak memintaku untuk membuatkanmu coklat panas saja? Kau ingatkan jika semalam kau mabuk?" Sungmin memandang Donghae heran.

Donghae mengangkat kedua bahunya tak acuh. Sungmin memang tahu tentang kebiasannya yang akan selalu minum coklat panas setelah hangover akibat mabuk. Tapi berterima kasih lah pada seseorang yang sudah mau membuatkannya semalam.

"Kau tidak hangover?" Tanya Sungmin lagi. Meletakan dua gelas susu keatas meja dan menyempatkan diri untuk menatap Donghae.

"Sudah. Semalam." Jawab Donghae tanpa balas menatap Sungmin. Pandangan matanya tengah fokus pada segelas susu berwarna pink didepannya. Tidak perlu menebak lagi untuk siapa kiranya susu itu. Dari warnanya saja,nama seseorang langsung menyelinap masuk kedalam pikirannya.

"Kenapa tidak membangunkanku?" Sergah Sungmin. Kental sekali jika nada khawatir terselip disana. Membuat Donghae memandang cepat kearahnya. Tertawa kecil melihat Sungmin yang memandangnya dengan sorot khawatir.

"Hei,tenanglah. Aku tidak apa-apa. Tak perlu khawatir." Sungmin memang sedikit berlebihan jika sudah menyangkut tentang hangover yang tiap kali ia alami. Itulah mengapa Sungmin selalu benci jika dirinya mabuk.

"Lalu bagaimana?"

Donghae mengangkat kedua bahunya lagi."Seseorang sudah mau bersedia membuatkannya untukku" Diakhiri dengan senyum kecil.

"Hah? Siapa?"

"Menurutmu siapa?" Donghae tersenyum lagi melihat ekpresi Sungmin.

Sungmin terdiam. Tak lama sampai ia menatap Donghae lagi."Hyukkie?" Tanyanya ragu.

Donghae mengidikan kedua bahunya dengan senyum kecil.

"HAH? Benarkah?"

Donghae mendesis."Kau berlebihan sekali." Cibirnya mendengar pekikan Sungmin yang membuat telingaya berdenging.

Sungmin terdiam. Tak lama sampai hembusan napas terdengar dari bibirnya yang bershape 'M'. Memutar tubuhnya saat telinganya mendengar suara nyaring dari mesin kopi.

.

.

.

Eunhyuk tidak tahu kenapa dirinya bisa berakhir disini sekarang. Dimana ia tengah duduk sambil menyantap sarapan paginya dengan dua orang yang juga duduk bersebrangan dengannya dimeja makan. Hell,ia bahkan tidak bisa menelan makanannya dengan baik. Menghela napas sekali,Eunhyuk mencoba menetralisir rasa yang cukup mengganggunya sekarang ini.

Sebenarnya keheranan juga sedang melanda dirinya. Cukup heran melihat pakaian Sungmin dan seseorang yang duduk disamping Sungmin- Donghae,jika Eunhyuk mau menyebutnya- yang masih mengenakan pakaian biasa. Tidak seperti dirinya yang kini sudah berseragam lengkap. Alih-alih menanyakannya,Eunhyuk justru memilih diam.

"Aku tidak sekolah hari ini Hyukkie. Pihak sekolah sedang_"

"Aku mengerti." Eunhyuk menyahut mau mendengar penjelasan lebih tentang alasan Sungmin tidak pergi kesekolah. Bukan urusannya kan?

Sungmin sempat terdiam beberapa saat, saat lagi-lagi Eunhyuk memotong ucapannya. Ia tahu pandangan heran yang sempat dilemparkan Eunhyuk padanya dan Donghae tadi. Itu lah yang membuat Sungmin berinisiatif untuk menjelaskannya. Tapi bahkan belum selesai ia menjelaskannya,Eunhyuk sudah memotongnya.

Sungmin mengambil gelasnya,dan meneguk susu vanillanya. Memilih tidak mau mengambil pusing sikap Eunhyuk kali ini. Meskipun denyutan sakit kembali harus ia rasakan karena sikap sang adik. Sungmin tidak tahu sampai kapan hubungannya dengan Eunhyuk akan seperti ini. Bersikap layaknya mereka adalah seseorang yang saling membenci satu sama lain. Ia bahkan rela mengesampingkan egonya demi bersikap baik dengan sang adik. Berpura-pura tidak pernah terjadi sesuatu diantara mereka demi hubungan baiknya dengan Eunhyuk. Sungmin tahu. Sangat tahu malah. Mungkin Eunhyuk sangat membenci dirinya. Tapi, bolehkah ia membela diri? Jika apa yang sudah terjadi diantara Eunhyuk dan Donghae bukanlah kehendaknya. Ia tidak bisa memaksa seseorang untuk mencintainya. Pun begitu,ia tidak bisa menyuruh seseorang untuk tidak mencintainya kan?

Sungmin menghela napas. Niatan untuk kembali melanjutkan sarapannya entah pergi kemana. Rasa kenyang tiba-tiba langsung menghampirinya. Membuat lelaki manis bermarga Lee itu kini hanya mengacak-acak malas makanannya. Pemandangan yang tak luput dari sepasang mata seseorang yang duduk disampingnya.

Donghae memandang Sungmin cukup lama. Ia tahu tentang hubungan buruk kakak beradik itu. Sungmin yang kerap kali tertangkap matanya tengah melamun, membuatnya dengan tegas memaksa Sungmin untuk bercerita padanya. Dan yeah,hampir semua tentang hubungan buruknya dengan Eunhyuk.

Donghae meringis dalam hati. Sadar bahwa semua berawal karena dirinya. Lelaki berlengan kekar itu memilih mengalihkan pandangan matanya. Menatap intens seseorang yang duduk didepannya. Yang tengah menyantap sarapan paginya dengan tenang. Seolah tidak tergganggu dengan suasana kaku seperti ini.

"Aku selesai." Ucap Eunhyuk yang langsung beranjak dari tempat duduknya. Mengabaikan dua pasang mata yang langsung menatap padanya,Eunhyuk memilih untuk membawa piringnya ke tempat cuci piring.

"Sudah mau berangkat?" Tanya Sungmin melihat Eunhyuk yang langsung menggendong tasnya.

Eunhyuk menggumam malas. Melangkah begitu saja meninggalkan meja makan dengan dua pasang mata yang masih mengikuti langkah kakinya.

Sungmin mendesah lelah. Lelah tentang sikap Eunhyuk,juga lelah kepada dirinya sendiri.

Donghae tersenyum simpul. Meletakan sendoknya sebelum membanting pelan punggungnya pada sandaran kursi.

Sungmin memandangnya bingung."Wae?"

Donghae menggeleng seraya tersenyum kecil. Tangannya mengusak rambut Sungmin dengan lembut.

"Aku harus pulang sekarang jika tidak mau terlambat." Kata Donghae dan beranjak dari tempatnya. Disusul Sungmin yang mendecih karena Donghae yang baru saja merusak tatanan rambutnya.

"Baiklah. Hati-hati dijalan." Sungmin meletakkan kedua lengannya dikedua sisi bahu Donghae dan mendorongnya dengan pelan menuju pintu. Membuat Donghae terkekeh.

"Kau mengatakan hati-hati dijalan padaku,tapi tidak dengan adikmu." Donghae mencibir geli. Yang membuat Sungmin meringis sendiri.

"Aku lupa mengatakannya." Jelas Sungmin terkekeh. Dan Donghae makin mencibir mendengarnya.

Sungmin menyandar pada daun pintu sambil menunggu Donghae yang tengah bersiap.

"Aku pulang sekarang. Terima kasih untuk sarapan paginya." Donghae mengerling sekali. Tertawa pelan melihat Sungmin yang mencebik. Membalas dengan enggan lambaian tangan Donghae.

"Dasar bodoh." Gumam Sungmin melihat Donghae yang sudah pergi dengan motor sport kesayangannya. Diakhiri dengan kekehan ringan.

.

.

.

.

"Tumben sekali kau telat tadi pagi Hae?" Seorang namja bermata sipit yang diketahui bernama lengkap Kim Joongwon menggumam pelan. Sementara seseorang yang namanya baru saja disebut,tidak menghentikan kegiatannya yang tengah melahap makan siangnya barang sedetik pun kala mendengar namanya disebut.

"Aku bertanya padamu bodoh!" Lanjut Yesung saat tak kunjung mendengar jawaban Donghae.

"Kau tidak lihat aku sedang makan?"

Yesung mendecak setelahnya. Melirik malas pada Donghae sebelum lebih memilih menatap seseorang yang duduk persis disampingnya. Seseorang yang juga tengah sibuk dengan benda keramat bernama psp. Yesung mendesah pelan. Kenapa ia harus dikelilingi oleh orang-orang yang bahkan selalu sibuk dengan dunianya sendiri? Tidak mau menghiraukan sekelilingnya. Abaikan namja tampan yang duduk didepannya yang juga tengah sibuk dengan ponselnya. Melihat itu,Yesung memilih untuk mengambil ponselnya juga. Lebih baik ia menghubungi kekasih mungilnya saja. Dari pada kesal sendiri.

Donghae mendesah lega setelah melahap habis makanan siangnya. Memilih mengedarkan sepasang iris teduhnya melihat teman-temannya tengah sibuk dengan kegiatan masing-masing. Dan Donghae menemukan sosok Eunhyuk yang tengah duduk dimeja yang cukup jauh dari mejanya. Bersama seseorang yang bernama lengkap Kim Kibum. Seseorang yang cukup dekat dengan Eunhyuk selama ini. Setidaknya,Donghae patut bersyukur sekarang, karena Eunhyuk memiliki teman. Bukan apa-apa, hanya saja,saat kali pertama Eunhyuk menapakan kaki disekolah ini,tak banyak orang yang mau dekat dengannya mengingat sikapnya yang kurang bersahabat dengan orang lain.

Kibum sendiri merupakan sosok seseorang yang sikapnya tak jauh berbeda dengan Eunhyuk. Sama-sama tidak suka berbasa-basi dengan seseorang. Jika tidak suka,maka ia akan bilang tidak. Tidak perlu memasang topeng ramah hanya untuk mendapat perhatian dari orang lain. Mungkin itu yang membuat keduanya merasa cocok.

Donghae tersenyum miring. Tidak masalah jika itu Kibum,yang memang memiliki sifat seperti itu. Seseorang yang selalu berpembawaan tenang. Tapi jika sudah berbicara mampu membuat orang lain bungkam karena ucapan tajamnya. Tapi tidak dengan Eunhyuk. Donghae tahu bagaimana perangai namja kurus satu itu. Seseorang yang cukup ceroboh, tidak bisa diam,dan bolehkah ia mengatakan jika Eunhyuk adalah seseorang yang cerewet? Donghae terkekeh memikirkannya.

Tak lama sampai kekehannya berganti dengan senyum hambar. Yah, ia lah seseorang yang sudah membuat sosok Eunhyuk yang seperti itu pergi entah kemana. Berganti menjadi pribadi Eunhyuk yang lebih pendiam. Tidak ada lagi tawa lebar yang selalu ia lihat dulu diwajah Eunhyuk kini. Yang ia temukan hanya wajah datar tanpa ekpresi. Seraut wajah yang selalu membayanginya selama ini. Yang selalu membuatnya didera perasaan bersalah yang penuh sesal.

Donghae selalu berharap tentang adanya kesempatan kedua untuknya. Kesempatan untuk memperbaiki hubungannya dengan Eunhyuk. Setidaknya,kesempatan untuk meminta maaf pada seseorang yang sudah ia sakiti. Tapi,semakin ia berharap, semakin besar pula rasa bersalah yang dirasakannya. Yang membuatnya ragu. Yang membuatnya terkadang selalu berpikir,haruskah ia mendapat kesempatan itu. Karena bahkan,untuk menatap wajahnya saja,Eunhyuk enggan melakukannya. Ia yakin,jika Eunhyuk sudahlah teramat membencinya. Terlihat jelas disorot mata itu.

Donghae tersadar dari lamunannya saat mendengar suara Siwon. Melirik sebentar pada sosok itu sebelum mengikuti arah pandangnya yang tengah menatap Kyuhyun yang sudah berdiri.

"Aku pergi dulu." Ucap Kyuhyun dan melangkah begitu saja. Mengabaikan wajah penuh tanya dari ketiga temannya.

Donghae mendecak melihat tingkah Kyuhyun. Seseorang yang sudah berteman dengannya sejak memasuki Senior High School ini memang memiliki sikap dan sifat yang sangat menyebalkan menurutnya. Selalu seenaknya. Tidak pernah mau menghormati mereka yang memang lebih tua. Tapi,toh ia,Siwon,dan Yesung tidak mau mempermasalahkannya.

Mereka berteman memang belum lama,tapi dalam waktu hampir dua tahun inilah mereka selalu bersama. Sekalipun mereka tidak satu kelas sekarang. Waktu yang lebih dari cukup untuk mereka mengetahui bagaimana pribadi masing-masing. Itu lah yang membuat Donghae tidak bisa membenci Kyuhyun. Terlepas bagaimana hubungannya dengan sang sahabat, Sungmin. Mungkin iya ia membenci Kyuhyun karena hubungannya dengan Sungmin,tapi Donghae lebih memilih untuk bersikap biasa-biasa saja. Lagipula,Kyuhyun juga tidak menganggapnya musuh karena sempat menghajarnya dulu. Walaupun ada saat-saat dimana hubungan keduanya mendingin.

Donghae menaikan sebelah alisnya seraya mengerut bingung melihat Kyuhyun yang berjalan menuju kearah meja didepan sana. Meja yang dihuni Eunhyuk dan Kibum. Dan Donghae mendengus tanpa sadar saat Kyuhyun sudah mendudukan diri di kursi yang tersedia.

Apa-apaan anak itu? Pikirnya heran bercampur kesal.

Sementara ditempat Eunhyuk,namja manis penyuka pisang itu tengah mengerut bingung melihat Kyuhyun yang sudah duduk dengan nyaman disampingnya.

"Boleh bergabung?" Hanya basa-basi. Sungguh. Terbukti saat senyum simpul khasnya terukir melihat Kibum dan Eunhyuk mendecih hampir bersamaan.

Alih-alih meladeni Kyuhyun,Eunhyuk dan Kibum lebih memilih untuk melanjutkan makannya. Membuat Kyuhyun tertawa cukup keras.

"Kalau kau kesini hanya untuk menumpang tertawa. Lebih baik kau pergi." Ucap Kibum datar. Yang langsung diangguki Eunhyuk yang memang sempat melotot padanya.

"Oke.. oke.. Maaf." Kekeh Kyuhyun. Mencomot telur gulung dari piring Eunhyuk dan langsung memakannya begitu saja. Yang sukses mendapat pelototan tajam dari sang empunya makanan.

Mengabaikan itu,Kyuhyun lebih memilih mengunyah makanan hasil curiannya dengan khidmat. Berniat mencomot milik Kibum yang langsung mendapat geplakan sayang pada tangannya.

"Pelit sekali." Cibirnya seraya mendengus.

Eunhyuk terkekeh sadis melihatnya. Kyuhyun yang mendengarnya langsung memutar kedua bola matanya malas. Sedangkan Kibum lebih memilih melahap makanannya dengan tenang. Mengabaikan kedua orang itu.

Kekehan yang tak luput dari sepasang mata milik Lee Donghae. Yang bahkan tanpa sadar juga ikut tersenyum melihat tawa Eunhyuk. Bukan tawa lepas memang,tapi cukup membuatnya merasa senang karena bisa melihatnya.

"Baiklah,aku harus pergi sekarang," Ucap Kyuhyun,"Ada sesuatu yang harus kuurus. Jadi semangat untuk ujian kenaikan kelas minggu depan,oke." Lanjut Kyuhyun dan melangkah pergi. Setelah sebelumnya menepuk lembut kepala Eunhyuk. Sebenarnya ia ingin melakukan hal serupa pada Kibum,hanya saja,ia mengurungkan niatnya karena dirinya tahu,Kibum tidak suka perlakuannya satu itu. Membuat Kyuhyun terkekeh sendiri.

Eunhyuk dan Kibum sontak melakukan rolling eyes mendengar perkataan Kyuhyun. Hell, ada angin apa sampai namja bermarga Cho itu mau mengatakan basa basi seperti itu?

.

.

.

.

Donghae mendesah lagi. Dengan kepala yang bertumpu pada tangannya yang sikunya ia tumpukan pada meja,fokus matanya tak sedetikpun teralihkan dari punggung seseorang yang duduk tepat didepan mejanya. Bahkan suara Jung Saenim yang tengah menjelaskan materi pelajaran pun tak dihiraukannya. Sedari tadi,sejak jam pelajaran dimulai hingga sekarang,ia sama sekali tidak bisa berkonsentrasi. Otaknya masih memikirkan tentang kedekatan Eunhyuk dengan Kyuhyun saat dikantin tadi.

Selama ini,ia memang sadar soal kedekatan mereka berdua. Hanya saja,dirinya tidak mau mengambil pusing tentang itu. Sekalipun rasa tak nyaman cukup mengganggunya saat melihat keduanya tengah bersama. Tapi, entah kenapa,saat mengingat tawa Eunhyuk tadi, rasa tak nyaman itu semakin terasa ia rasakan. Fakta bahwa Eunhyuk bisa tersenyum didepan orang lain,tapi tidak didepannya,cukup membuatnya kesal.

Donghae menghela napas,sebelum mengangkat tangannya. Membuat Jung Saenim menatapnya dengan pandangan bertanya.

"Saem,bisakah saya izin ke toilet?"

Jung Saenim mengangguk sebagai jawaban. Selanjutnya,dalam diam,Donghae melangkah keluar dengan langkah tenang. Bahkan ia tidak tahu saat sepasang mata menatap punggungnya hingga ia keluar dari kelas.

Eunhyuk mendesah kesal. Kesal pada dirinya sendiri lebih tepatnya. Kesal karena ia yang selalu merasa ingin tahu apa-apa yang berhubungan dengan namja tampan satu itu. Bahkan,hanya izin ke toilet saja ia langsung berpikir yang tidak-tidak.

Tidak mau terlalu lama memikirkan sikapnya yang selalu bertolak belakang dengan pikirannya,Eunhyuk memilih untuk kembali fokus pada pelajarannya.

.

.

.

Donghae membuka pintu toilet,yang sontak gerakannya terhenti untuk sesaat kala menemukan seseorang yang ia kenal tengah berdiri didepan wastafel. Mengabaikan itu,Donghae kembali melangkah dan berdiri tepat disamping sosok itu. Menadahkan kedua telapak tangannya diarea sensor yang langsung membuat aliran air langsung keluar dari keran. Donghae membasuh wajah tampannya. Mungkin dengan begitu bisa menjernihkan pikirannya.

Donghae menatap cermin didepannya,mengerut bingung saat wajah seseorang yang berdiri disampingnya terproyeksi tengah meliriknya.

"Ada yang ingin kau katakan?" Merasa jengah karena sosok itu- Kyuhyun- terus meliriknya,Donghae mengajukan sebuah pertanyaan.

Kyuhyun tertawa. Menepuk pelan bahu Donghae yang masih menunduk didepan wastafel. Memutar tubuhnya dan melangkah untuk keluar. Donghae mendecih melihatnya.

"Ku lihat,kau semakin dekat saja dengan Eunhyuk." Ucapan Donghae menghentikan langkah kaki Kyuhyun. Dengan santai Kyuhyun memutar setengah tubuhnya. Menaikkan sebelah alisnya mendengar ucapan temannya itu. Ia tidak salah dengar kan?

Sementara sosok Donghae masih sibuk membasuh mukanya. Seolah apa yang baru saja diucapakannya bukanlah sesuatu yang penting. Padahal,jika ia mau mengakuinya,karena alasan itu lah ia berada disini. Membasuh muka karena merasa terlalu pusing memikirkan kedekatan Kyuhyun dan Eunhyuk. Yang membuatnya bertemu dengan Kyuhyun. Di toilet.

"Kenapa?" Tanya Kyuhyun.

Donghae diam. Kenapa? Tentu saja karena aku tidak menyukainya,pikirnya. Jawaban yang mungkin akan Donghae ucapkan jika ia tidak ingat tentang siapa dirinya. Ia tidaklah punya hak untuk mengutarakan apa yang dipikirkannya soal ketidaksukaannya tentang kedekatan mereka berdua. Hell,memang siapa dirinya?

Donghae membalikan tubuhnya. Menatap Kyuhyun dengan sorot tegas."Kau menyukainya?" Pada akhirnya Donghae lebih memilih menanyakan kemungkinan satu itu.

Kyuhyun makin menaikan sebelah alisnya. Sebelum tawa lepasnya terdengar hingga kesetiap sudut toilet. Wajah Donghae mendatar,sekalipun raut heran cukup kental terukir disana.

"Apa yang kau katakan eoh?" Kekeh Kyuhyun.

Donghae tidak menjawab. Lebih memilih menatap intens Kyuhyun.

Kyuhyun masih terkekeh saat menemukan sorot mata tegas Donghae. Decakan terdengar dari bibir tebalnya.

"Jika pun aku menyukainya,bukan urusanmu kan? Kenapa? Kau mau mengambilnya lagi,seperti saat kau mengambil 'dia'? Atau kau mau membuatnya kembali padamu?" Ucap Kyuhyun tanpa ragu.

Donghae terdiam. Apa maksud dengan membuatnya kembali padamu? Donghae memandang cepat wajah Kyuhyun. Dan menemukan wajah itu tengah menyeringai.

"Apa maksudmu? Kau tahu pasti bukan aku yang membuat Sungmin pergi darimu? Dan lagi,apa maksudmu dengan membuatnya kembali padaku?"

Kyuhyun mendengus."Kau memang tidak merebutnya, tapi kau menyukainya. Menyukai seseorang yang sudah menjadi milik sahabatmu sendiri. Well,itu bukan urusanku sekarang." Jelas Kyuhyun menatap santai wajah Donghae yang mendatar.

"Kenapa? Apa kau mau mengatakan jika apa yang sudah kau lakukan bukanlah kehendakmu?" Donghae tersenyum sinis.

Kyuhyun mengangguk santai seraya mulutnya menggumam,mengerti apa maksud ucapan Donghae. Bukan karena dia membenarkan itu. Sungguh.

"Aku mengerti. Lalu? Apa kau mengencaninya setelah itu?"

Donghae mendengus kesal mendengar ucapan Kyuhyun. Mengencaninya katanya eh? Terlebih ia juga cukup geram karena Kyuhyun yang selalu menggunakan kata ganti untuk menyebut Sungmin. Yakinlah,ia tidak pernah lagi mendengar Kyuhyun menyebut nama Sungmin setelah kejadian itu.

"Kenapa?" Donghae menatap Kyuhyun tepat dimanik matanya,"Kenapa kau yang bersikap seperti ini pada Sungmin?! Kau tahu Sungmin yang terluka disini,lalu kenapa kau bersikap seolah kau tidak perduli sama sekali soal perasaan Sungmin?!"

Kekehan Kyuhyun menghilang. Membalas tatapan mata Donghae tanpa sungkan."Memang bagaimana sikapku? Kau berkata seolah kau tahu semua tentangku?" Kyuhyun mendecih. Memutar tubuhnya dan bersiap melangkah lagi. Sebelum suara Donghae kembali menghentikannya.

"Kau tahu Sungmin mencintaimu Kyuhyun!"

Kyuhyun tersenyum simpul. Tanpa mau memutar tubuhnya,ia berkata,"Kalau dia mencintaiku,dia tidak akan mudah percaya dengan apa yang baru dilihatnya begitu saja." Ucap Kyuhyun.

Donghae menatap punggung Kyuhyun dengan intens. Wajahnya mengerut bingung.

"Dia bahkan tidak mau mendengarkan penjelasanku." Kyuhyun terkekeh. Melangkah lagi dan kembali berhenti,tepat dibibir pintu.

"Katakan Lee Donghae. Begitu besarkah cinta yang kau miliki untuk Sungmin hingga kau lebih memilih meninggalkan seseorang yang memang lebih mencintaimu?" Tanya Kyuhyun. Diam beberapa saat, sebelum lebih memilih untuk meninggalkan Donghae.

Donghae membeku. Menatap pintu yang baru saja menelan tubuh menjulang Kyuhyun dalam diam. Apa? Apa maksudnya? Apa maksud ucapan Kyuhyun? Apa selama ini Kyuhyun sudah tahu tentang hubungannya dengan Eunhyuk?

Donghae mengepalkan kedua jemari tangannya. Tak lama sampai kekehan sinis terdengar dari bibir tipisnya. Menyenderkan tubuhnya pada wastafel, Donghae mengusap kasar wajah tampannya.

.

.

Give Me a Second Chance~

.

.

Eunhyuk mengeratkan jaketnya. Udara sore ini memang cukup dingin. Dan Eunhyuk tidak sabar untuk cepat-cepat sampai dirumahnya. Berendam dengan air hangat untuk merilekskan otot-otot tubuhnya, dan berakhir dengan bergelung nyaman diatas ranjang,terdengar tidak begitu buruk untuk ia lakukan. Gah,membayangkannya saja bisa membuat Eunhyuk tersenyum. Tapi agaknya,hal itu harus sedikit tertunda. Salahkan saja Sungmin yang tadi mengabarinya untuk mampir ke supermarket. Mengatakan jika bahan masakan habis,yang artinya tidak ada sesuatu yang bisa dijadikan bahan makan malam,malam ini.

Lelaki kurus bermarga Kim itu menghentikan langkah kakinya saat melihat taman diseberang jalan. Melirik sebentar jam yang terpampang pada layar ponselnya,Eunhyuk menimbang-nimbang. Haruskah ia kembali melanjutkan langkah kakinya,atau menuruti keinginannya untuk mampir sebentar. Sekedar duduk-duduk diatas bangku taman dengan gemercik air mancur sebagai pemandangannya.

Mendesah lagi,Eunhyuk lebih memilih untuk melanjutkan langkah kakinya. Mengingat sekarang hampir jam 6 sore. Biarlah,mungkin lain kali ia akan mampir ke taman itu.

5 menit waktu yang dibutuhkan Eunhyuk untuk sampai dikediamannya. Dan keningnya berkerut melihat motor Donghae terparkir apik didepan pintu rumahnya. Mendengus kesal,Eunhyuk lebih memilih langsung membuka pintu rumahnya. Dan ia menemukan Donghae tengah duduk santai disofa dengan ponsel sebagai fokus utamanya.

Mengabaikan keberadaan seseorang itu,Eunhyuk lebih memilih melangkah menuju dapur untuk meletakan barang belanjaannya. Belum sampai ia menuju ketempat tujuannya,dirinya berpapasan dengan Sungmin yang sudah berpakaian dengan rapi. Eunhyuk menaikan sebelah alisnya,sebelum mendengus tidak peduli.

"Kau sudah pulang?" Sungmin tersenyum lembut melihat Eunhyuk.

"Menurutmu?!"

Sontak senyum Sungmin memudar. Keduanya terdiam beberapa saat,sampai Eunhyuk memilih untuk melanjutkan langkahnya. Rasa kesal entah kenapa langsung menyerangnya. Kenapa? Apa ini yang membuat Sungmin menyuruhnya mampir ke supermarket,agar ia pulang terlambat? Karena Donghae yang datang berkunjung? Eunhyuk mendecak. Tidak tahu kah Sungmin,jika ia juga merasa lelah. Ia lelah karena jam pulangnya terlambat mengingat ada jadwal ektrakurikuler yang harus ia ikuti,tapi Sungmin menyuruhnya berbelanja lebih dulu- yang harusnya ia bisa pulang lebih cepat- hanya karena kedatangan Donghae? Sial!

Eunhyuk membanting pelan barang belanjaannya keatas meja makan. Mengabaikan Sungmin yang menatapnya sendu. Sungmin tahu pasti apa yang tengah membayangi pikiran Eunhyuk sekarang.

"Donghae tiba-tiba datang berkunjung,dan memintaku untuk menemaninya mencari sesuatu." Jelas Sungmin langsung. Sedikit ragu sebenarnya.

Eunhyuk mengabaikannya. Lebih memilih meminum air dingin yang baru saja diambilnya dari dalam kulkas dengan kasar.

"Kenapa harus menjelaskannya padaku?" Eunhyuk menyahut datar."Terserah apapun yang ingin kalian lakukan. Aku tidak peduli."

Sungmin tersenyum masam. Rasanya sikap Eunhyuk sudah semakin keterlaluan. Tidak tahukah Eunhyuk, jika ia merasa sakit karena sikapnya selama ini. Yang selalu bersikap dingin padanya. Dia bertahan,bersikap seolah tidak pernah terjadi sesuatu diantara mereka, semata hanya karena ia ingin mencoba memperbaiki hubungan keduanya. Mungkin dengan ia yang selalu mengalah,Eunhyuk akan mengerti. Tapi,seolah semua yang ia lakukan hanya menjadi sebuah kesia-siaan belaka,jika pada akhirnya, Eunhyuk tidak pernah menyambut baik akan niat baiknya selama ini. Sungmin mendengus.

"Aku tahu apa yang tengah kau pikirkan. Dan lagi. . . kau mengatakan tidak peduli,tapi kau masih bersikap seperti ini."

Eunhyuk diam. Terdiam lebih tepatnya. Tidak. Bukan karena perkataan Sungmin,tapi karena nada bicaranya lah yang membuat Eunhyuk diam.

Kecewakah Sungmin padanya? Hingga nada lelah begitu kentara sekali pada nada bicaranya.

Eunhyuk memutar tubuhnya,dan menemukan Sungmin yang tengah memandangnya dengan intens.

"Katakan Hyuk? Kenapa kau membenciku yang bahkan aku tidak tahu dimana letak kesalahanku?" Sungmin memandang Eunhyuk tepat dimanik matanya.

"Haruskah aku menyalahkan Donghae karena sudah membuat kau membenciku? Kau pikir aku tidak terluka karena sikapmu? Kau bersikap seolah semua letak kesalahan ada padaku? Kau membenciku karena Donghae lebih menyukaiku. Katakan Hyuk,bisakah aku mengatakan pada seseorang untuk jangan menyukaiku?" Sungmin memandang Eunhyuk dengan kecewa. Kecewa akan sikap Eunhyuk yang seolah selalu menyalahkannya dengan apa yang sudah terjadi diantara mereka.

Sungmin tersenyum kecut melihat Eunhyuk yang terdiam. Melirik sebentar pada jemarinya yang mengepal dikedua sisi tubuhnya.

"Kau egois jika seperti itu." Lanjut Sungmin,dan melangkah pergi meninggalkan Eunhyuk sendiri. Melangkah menuju ruang tamu. Menghampiri seseorang yang sudah menunggunya sejak tadi.

Eunhyuk masih diam,bahkan sampai punggung Sungmin sudah tidak terlihat. Mendengus keras, Eunhyuk lebih memilih mendudukan diri dikursi meja makan. Tawa hambarnya mengalun pelan.

"Kasihan sekali hidupmu eh?"

Terkekeh kecil,Eunhyuk menangkup wajahnya dengan kedua tangannya. Mengusap kasar pipi sebelah kanannya saat merasa sesuatu telah membasahinya.

"Hiks."

.

.

.

"Hei,sudah siap?"

Donghae berdiri melihat Sungmin yang melangkah menghampirinya. Sontak senyum Donghae perlahan memudar,berganti dengan raut bingung saat melihat wajah Sungmin.

"Kenapa?" Tanyanya lagi.

Sungmin menggeleng seraya tersenyum tipis."Pergi sekarang?"

Sekalipun kebingungan masih melanda dirinya,tapi Donghae tetap tersenyum dan mengangkat kedua bahunya dengan santai."Kau sudah siap?"

Sungmin mengangguk sebagai jawaban. Memutar tubuhnya dan melangkah lebih dulu. Yang membuat senyumnya langsung menghilang. Sungmin menghela napas,mencoba untuk menetralisir rasa sakit yang tengah menyelimutinya kini.

Sementara Donghae menatap punggung Sungmin dalam diam. Memutar kepalanya,Donghae meliarkan tatapan matanya untuk memandang rumah Sungmin lebih dalam. Dan Donghae menghela napas pendek kala matanya tak menemukan seseorang yang beberapa saat lalu ia lihat.

.

.

.

.

TBC~

.

.

.

.

Sedikit penjelasana tentang para Cast. Disini Haemin memang gha tau tentang Kyuhyuk yang udah sahabatan sejak dulu. Jika Haemin sahabatan sejak mereka kecil,sedangkan Kyuhyuk sahabatan sejak mereka di sekolah dasar.

Kyuhyun tau kalo Hyukmin saudara,tapi dia gha tau kalo Haehyuk pernah pacaran. Sedangkan Hyuk tau kalo Kyumin pernah pacaran. Nah kalo soal Ryeowook,dia juga ga tau tentang hubungan Haemin.

Kkkkkk~~ maap ye kalo ceritanya makin gaje bin ngawur. Maap juga baru sempet update. Maklum, orang syibuk #NgepeldikamarHyuk

Oiaaa,buat readerku tersayaaang. Minta do'a nya yaaaa, besok rabu ane mau tes kerja. #Kaloghadiundurlagi. Semoga ane lolos tesnya #Amin, biar cepet" kerja lagi,dan gha nganggur yang berkepanjangan. Kkkkk. . .

Panjang kan yah? Oke sip. Semoga gha bosen bacanya. Jahahahaha. . . .

.

.

.

Hope U Like it :)

Sorry for typo,and

See Yaaaaaa~

.

.

.

Senin,16 Maret 2015

NoonaRyeo ~_*