Give Me a Second Chance

.

.

.

NoonaRyeo

.

Cast : Lee Hyukjae, Lee Donghae, Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, and Other

.

.

Warning : Yaoi. Boys Love. Male x Male. Fanfic absurd dengan penceritaan yang sangat amburadul. Miss (ty) bergentayangan.

Saiia hanya meminjam nama para Cast disini. Hanya cerita ini yang MURNI Punya Saiia.

Untuk kebetuhan cerita,jadi saiia mengganti marga Eunhyuk menjadi Kim

.

.

"No Plagiat... No Flame... No Copy Paste... and,Don't Bash the Chara..."

.

.

Selalu terapkan prinsip,"DON'T LIKE DON'T READ," Okeeehh.

.

.

Enjoy~

.

.

Chapter 9

Musim dingin telah tiba. Salju mulai turun berjatuhan. Melayang ringan di udara sebelum jatuh ke atas tanah dan menumpuk. Eunhyuk mendongakkan kepalanya menatap benda serupa kapas putih itu melayang di atasnya. Dia tengah berdiri disamping tiang lampu yang menyinarinya. Dengan tangan yang tersembunyi di dalam saku mantel. Rambutnya tertutupi topi rajut dengan sebuah syal merah yang melingkari leher putihnya.

Eunhyuk tersenyum saat salju putih itu jatuh di atas tangannya yang terjulur. Senyum lembut terpoles dibibirnya yang memerah. Dulu,dia sering melakukan hal seperti ini bersama ibunya. Berdiri di depan rumahnya,dan menadahkan tangan ke atas. Menunggu butiran salju membasahi tangannya yang kecil. Ibunya bahkan harus memaksanya dulu agar ia berhenti melakukan itu ketika bibirnya mulai bergetar karena dingin.

Eunhyuk menghela napas. Uapnya melayang berbaur bersama angin yang berhembus. Eunhyuk mengusapkan tangannya yang basah pada celana hitamnya. Kakinya yang terbungkus sepatu boot coklat,melangkah. Menapaki salju yang mulai menutupi bahu jalan. Eunhyuk membersihkan salju yang menempel di mantelnya dan melangkah masuk ke dalam kedai di pinggir jalan.

Eunhyuk mendudukan diri dimeja dekat pintu masuk. Tersenyum tipis saat seorang pelayan menghampiri mejanya. Memilih memesan seporsi sup pangsit untuk dinikmatinya. Manik bulat sipitnya menatap sebentar ke sekeliling ruangan. Keadaan di dalam kedai tidak terlalu ramai,juga tidak terlalu sepi. Kepalanya mendongak, menatap ke arah pintu ketika suara gemerincing bel serupa lonceng,menyapa gendang telinganya. Dan Eunhyuk menyesali perbuataannya beberapa saat lalu.

Di sana, dia melihat seseorang yang sangat dikenalnya. Berdiri didepan pintu dengan mata yang mengedar. Sontak,ia langsung mengalihkan pandangannya saat sosok itu menatap kearahnya. Dalam hati Eunhyuk berharap jika sosok itu tidak menyadari keberadaannya.

"Boleh aku duduk di sini?"

Sebuah suara menggaung ragu. Dan Eunhyuk tahu jika apa yang ia harapkan,tidak terjadi. Kepalanya mengangguk mengiyakan. Hell,dia tidak mungkin mengusir sosok itu dari tempatnya, kan?

"Ya." gumamnya pelan dengan kepala sedikit menunduk.

"Terima kasih." Lee Donghae tersenyum senang. Dia tidak menyangka jika Eunhyuk akan mengizinkannya untuk duduk bersama.

Sup pangsit Eunhyuk datang. Donghae langsung membuka suaranya. Memesan seporsi Tteokbokki untuknya. Membuat sang pelayan mengangguk mengerti. Donghae kemudian mengernyit samar saat melihat Eunhyuk yang tak kunjung menyantap sup pangsitnya yang mengepulkan uap.

"Kenapa diam saja? Makanlah." ucap Donghae pelan.

Eunhyuk mendengus. Mulut kecilnya mulai melahap sup pangsitnya. Tak memperdulikan Donghae yang terus menatapnya. Donghae berdehem pelan. Mencoba menahan senyum ketika melihat tangan Eunhyuk sedikit bergetar. Well,Eunhyuk memang gugup. Dia mati-matian menahan kegugupannya sekarang karena kemunculan Donghae.

Namja Kim itu berdehem sekali. Sadar akan sikapnya yang menurutnya sudah sedikit berlebihan.

.

..::.. Haehyuk ..::..

.

Eunhyuk hanya menatap Donghae datar saat namja itu berhenti didepannya. Duduk diatas motornya,dan terus menatapnya.

Mengantar,katanya?

Eunhyuk mendengus samar, hendak melanjutkan langkah kakinya saat Donghae langsung mencekal lengannya.

"Naiklah."

Eunhyuk menggeleng. "Tidak perlu. Aku bisa pulang sendiri." gumamnya sedatar angin yang berhembus.

"Aku akan mengantarmu." sahut Donghae tegas.

Eunhyuk melirik Donghae sinis. Dia menggerakan tangannya. Mencoba melepas cekalan tangan Donghae.

"Kau tidak perlu mengantarku. Aku bisa pulang sendiri." ucap Eunhyuk mulai kesal akan sikap Donghae yang akhir-akhir ini sering sekali memaksa dirinya. Apa sikapnya mulai lembek hingga Donghae yang dulu tidak berani mendekatinya,kini mulai kembali mengusiknya?

Eunhyuk hendak kembali melangkah. Tapi lagi-lagi Donghae menahan lengannya. Eunhyuk menghela napas jengah.

"Baiklah jika kau tidak ingin menggunakan motorku."

Baru saja ia akan berbicara,Donghae sudah lebih dulu memotongnya.

"Lagi pula,udara begitu dingin jika kita menggunakan motor." lanjut Donghae. Sedikit menarik tangan Eunhyuk untuk mengikutinya.

Eunhyuk terpaksa menurut karena Donghae yang menggenggam tangannya kuat. Sesekali ia menggerakakn tangannya yang terus digenggam Donghae sepanjang jalan menuju halte bis. Eunhyuk menghela napas pasrah karena usahanya yang tak kunjung berhasil. Dia memandang punggung Donghae didepannya. Kemudian,pandangan matanya jatuh kearah tangannya. Entah kenapa, melihat itu membuat Eunhyuk ingin tersenyum.

Tepat ketika keduanya sudah tiba di halte,Eunhyuk melepas paksa cekalan tangan Donghae dilengannya,dan langsung masuk ke dalam bis saat alat transpotasi itu berhenti didepan mereka. Meninggalkan Donghae yang mengulum lidah menahan senyum,dan langsung menyusul Eunhyuk. Dia berjalan lebih jauh. Matanya menemukan Eunhyuk yang duduk dibelakang. Donghae menghampirinya untuk duduk di kursi disisi yang lain.

Setidaknya,Eunhyuk bisa merasa lega karena Donghae tidak duduk bersamanya.

.

.

.

Eunhyuk menghentikan langkah kakinya seraya menghela napas kesal. Dia memutar setengah tubuhnya. Menatap Donghae yang berjalan beberapa langkah dibelakangnya.

"Kau bisa pulang sekarang." gumam Eunhyuk datar.

Donghae menggeleng. "Aku akan mengantarmu hingga sampai."

"Aku sudah sampai." lanjut Eunhyuk sedikit menekan kata-katanya.

Donghae terkekeh samar mendengarnya. "Sampai rumahmu."

Eunhyuk mendengus. Sedikit berpikir, kenapa sosok itu menjadi begitu keras kepala,sekarang. Menyebalkan!

Eunhyuk kembali melangkah. Keduanya berjalan tanpa ada yang bersuara. Donghae hanya terus tersenyum melihat tubuh ramping Eunhyuk didepannya. Dia tidak menyangka jika hari ini ia akan bertemu Eunhyuk. Well,sekolah memang sedang libur, karena mereka baru saja melaksanakan ujian akhir semester. Membuatnya tidak bisa bertemu atau sekedar melihat sosok itu. Bibir tipisnya menyungging senyum lembut. Walaupun sikap Eunhyuk masih sangat dingin padanya,tapi Donghae sedikit merasa senang karena Eunhyuk tidak lagi menolak kehadirannya-seperti dulu.

Donghae menabrak punggung Eunhyuk ketika ia terus sibuk dengan pikirannya. Tidak menyadari jika Eunhyuk sudah berdiri didepan pintu.

Donghae tersenyum kaku. "Maaf."

Eunhyuk hanya mendengus. Tangannya terulur hendak membuka pintu ketika pintu lebih dulu dibuka dari dalam. Sungmin muncul disana.

"Kau sudah pulang?" ucap Sungmin. "Oh? Donghae-ah..."

Donghae tersenyum sembari mengangkat tangannya. Sungmin menaikkan sebelah alisnya,dan menatap Eunhyuk. Eunhyuk balas menatap Sungmin datar. Dia menyingkirkan tubuh sungmin dari bibir pintu,dan melangkah masuk. Langsung meniti tangga menuju kamarnya.

Sungmin mengalihkan pandangan matanya dan mengidik tak acuh. Dia mengernyit geli saat melihat ekpresi Donghae.

"Eii~ ada apa denganmu?" tanya Sungmin bingung.

"Tidak apa-apa," Donghae terkekeh, "aku harus pergi sekarang."

"Tidak mau masuk dulu?"

Donghae menggeleng,"Aku harus mengambil motorku yang aku tinggal didepan kedai." ucapnya sambil tertawa pelan.

"Eh?"

.

..::.. HaeHyuk..::..

.

Donghae baru saja keluar dari kamar mandi ketika ponselnya bergetar. Sebelah alisnya terangkat melihat nama Kyuhyun terpampang dilayar ponselnya. Tumben sekali Kyuhyun menghubunginya.

"Ya?" sahutnya sembari melangkah menuju lemari pakaiannya. Memilah baju yang ingin dikenakannya.

'Kau mau ikut denganku?'

Donghae menghentikan gerakannya sesaat, "Kemana?"

'Ke rumah Kim Ahjussi.'

"Kim Ahjussi?"

'Eunhyuk sakit. Kalau kau mau ikut, kutunggu ditempat biasa.'

Donghae mendecak saat Kyuhyun langsung memutus sambungan teleponnya. Dan Donghae terdiam saat teringat ucapan Kyuhyun yang mengatakan jika Eunhyuk sakit.

"Baru kemarin aku melihatnya baik-baik saja. Dan sekarang dia sakit? Astaga~"

.

..::.. HaeHyuk ..::..

.

"Demi Tuhan,Lee Sungmin! Kenapa kau cerewet sekali?! Diamlah! Kau membuatku bertambah pusing!"

Ryeowook terkikik melihat wajah cemberut Sungmin setelah Eunhyuk meneriakinya.

"Sudahlah,Sungmin hyung. Tidak perlu berlebihan seperti itu. Dia hanya demam." sahut Ryeowook masih terkikik.

"Sudah tahu hanya demam. Kenapa berisik sekali! Dasar manja."

Ryeowook tertawa keras mendengarnya. Sudah sejak tadi ia hanya melihat Sungmin yang terus mengganggu Eunhyuk yang tergolek pasrah diatas ranjang. Sungmin terus saja berbicara karena merasa Eunhyuk yang sedikit berlebihan. Dia hanya demam,tapi bibirnya tak pernah berhenti untuk merintih. Membuat rasa khawatir Sungmin berubah menjadi kesal. Kedua bersaudara itu tiba dirumah keluarga Mr. Kim kemarin malam,mengejutkan penghuni rumah ketika cuaca diluar sedang ekstrim, tapi mereka melihat Sungmin dan Eunhyuk berdiri didepan pintu rumah. Yang berakhir Eunhyuk yang mendadak demam.

"Demi Tuhan,Lee Sungmin...!"

Sungmin terkekeh. Dia mendekap tubuh Eunhyuk yang terbungkus selimut. Menggoyangkannya dengan kasar,membuat Eunhyuk mengerang kesal.

"Umma...!"

Eunhyuk berteriak kencang. Sungmin langsung melepas dekapannya dan memandang kesal pada Eunhyuk.

"Ya! Kenapa kau memanggilnya?! Kau sengaja melakukan itu padaku?!" Sungmin mendelik. Dia memang masih merasa sungkan dengan kedua orang tua Eunhyuk dan Ryeowook. Biar bagaimana,dia hanyalah orang asing. Sekalipun Mrs. Kim memintanya untuk tidak merasa canggung,tapi tetap saja ia masih sungkan.

Eunhyuk mendengus. Dia membalikan badannya memunggungi Sungmin. Sungmin yang merasa kesal langsung menggeplak kepala Eunhyuk. Eunhyuk mengerang saat kepalanya semakin berdenyut. Sementara Ryeowook terus tertawa melihat tingkah kedua hyungnya. Dia merasa terhibur akan kehadiran dua orang itu. Sedikit bersyukur karena hubungan keduanya yang sudah kembali seperti dulu. Walaupun dia tidak tahu masalahnya,tapi dia berharap hubungan Eunhyuk dan Sungmin tidak lagi merenggang.

Pintu kamar Eunhyuk terbuka. Sungmin langsung turun dari ranjang saat melihat Mrs. Kim lah yang berdiri disana.

"Ada apa,Hyukkie? Kenapa berteriak-teriak?" tanya Mrs. Kim lembut dan melangkah memasuki kamar bernuansa biru itu.

"Sungmin menjahatiku." adu Eunhyuk seperti anak kecil.

"Bu-bukan seperti itu,Ahjumma." Sungmin menggeleng cepat. Menggerakkan kedua tangannya melakukan gesture menolak. Sementara Ryeowook hanya tersenyum geli melihat Sungmin yang mendadak gugup.

Mrs. Kim hanya tertawa. Dia dengar dari suaminya jika Eunhyuk akan menjadi sosok yang manja ketika sakit. Dan ya,dia melihatnya sekarang.

"Kalian ini," ucap Mrs. Kim sembari menggeleng heran, "Hyukkie,ada Kyuhyun dibawah." lanjut Mrs. Kim memberi tahu.

"Kyuhyun hyung?" sela Ryeowook.

Mrs. Kim mengangguk. Sungmin melirik Ryeowook sekilas sebelum menatap wanita paruh baya itu.

"Kau ingin Umma menyuruhnya langsung kemari?"

Eunhyuk mendesau sekali dan mengangguk pelan. Dia tidak menyangka jika Kyuhyun akan datang.

.

.

.

Eunhyuk menahan napas tanpa sadar saat melihat seseorang yang melangkah bersama Kyuhyun. Mata bulat sipitnya memicing kearah namja itu ketika sudah berdiri disamping ranjangnya. Kyuhyun yang menyadari tatapan mematikan Eunhyuk hanya terkekeh.

"Kau datang juga?" Sungmin menatap Donghae kaget. Dia tidak menyangka jika Donghae ada disini sekarang.

Donghae hanya tersenyum. Dia sedikit gugup saat melihat Eunhyuk yang terus menatap pada Kyuhyun. Donghae tidak bodoh sampai tidak tahu arti tatapan itu.

"Kyuhyun hyung kenal Donghae hyung?" tanya Ryeowook bingung.

"Kami satu sekolah. Wae?" sahut Kyuhyun.

"Eh? Berarti Hyukkie hyung juga mengenalnya?" tanya Ryeowook pada Eunhyuk. Eunhyuk hanya mendengus.

"Kenapa hyung diam saja saat aku bercerita dulu?"

Kyuhyun,Donghae,dan Sungmin mengerut bingung.

"Memang kau cerita apa,Wookie?"

Ryeowook hendak menjawab saat Eunhyuk langsung menyelanya cepat.

"Memang kenapa aku harus memberitahumu?" sahut Eunhyuk datar.

Donghae terdiam. Sungmin melirik Kyuhyun yang tengah menatap pada Eunhyuk.

"Benar juga," Ryeowook menggumam, "tapi setidaknya kau bisa mengatakannya padaku hyung,kalau kalian saling mengenal."

"Apa itu penting untukmu?"

Ryeowook cemberut. Bibirnya mencebik kesal. "Ternyata benar kata orang. Orang yang sedang sakit itu memang menyebalkan!" ucap Ryeowook cepat dan melangkah pergi meninggalkan kamar Eunhyuk.

"Ya! Kim Ryeowook! Kemari kau!"

Eunhyuk mendesis saat kepalanya kembali berdenyut. Dia memandang tiga orang yang tersisa dan menghela napas pelan.

"Bisakah kalian keluar juga? Aku ingin istirahat sekarang."

"Hey~ mereka sengaja datang kemari untuk menjengukmu. Kenapa sekarang kau malah mengusir mereka?" Sungmin memandang malas Eunhyuk.

"Ini juga karena mu. Kepalaku hampir mau pecah mendengar mulut cerewetmu sejak tadi!"

"Tsk. Kenapa kau berlebihan sekali,eh?"

Eunhyuk tidak menyahut. Hanya menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya dan membelakangi ketiganya. Kyuhyun menggeleng,sedang Donghae tersenyum geli melihat tingkah dua bersaudara itu.

"Kupikir dia memang butuh istirahat." ucap Kyuhyun. Eunhyuk yang mendengarnya mengangguk didalam selimut.

.

..::.. HaeHyuk ..::..

.

"Sudah terlalu malam untuk kalian pulang. Kenapa tidak menginap saja? Lagipula, salju sedang turun deras di luar." ucap Mrs. Kim pada Donghae dan Kyuhyun yang tadi berpamitan pulang padanya.

"Rumah kami tidak terlalu jauh,Ahjumma." sela Kyuhyun.

"Itu rumahmu. Bukan rumah Donghae. Bukankah tadi Donghae bilang kalau ia membutuhkan waktu 40 menit untuk sampai ke rumahnya. Di luar salju sedang turun lebat,Kyuhyun."

"Kalau begitu,kenapa tidak Donghae saja yang menginap?" Kyuhyun mengusulkan. Donghae mendelik mendengarnya.

"Apa kau tidak suka tinggal di sini? Lagipula Ahjumma tidak yakin jika Donghae akan setuju kalau kau meninggalkannya disini."

"Benar,Kyuhyun-ah. Kenapa tidak menginap saja? Terlalu bahaya jika kalian pulang sekarang." sahut Mr. Kim.

Donghae dan Kyuhyun menghela napas hampir bersamaan. Mereka saling melirik sebentar dan mengangguk pasrah. Mereka juga merasa tidak enak jika harus menolak permintaan kedua orang tua itu.

Ryeowook tersenyum cerah. Dia menghampiri Kyuhyun dan menggandeng lengannya. "Kau bisa tidur denganku,hyung."

Mrs. Kim menggeleng melihatnya. Ryeowook memang sangat dekat dengan Kyuhyun. Sedang Sungmin mendengus tanpa sadar. Kyuhyun hanya tertawa menatap Ryeowook.

Mrs. Kim menatap Donghae,senyumnya perlahan memudar menatap wajah namja tampan itu. Dia sedikit penasaran dengan sosok itu sejak tadi. Terlebih saat melihat sorot khawatir dimata sendu itu ketika ia mengatakan jika Eunhyuk memang sakit.

Mrs. Kim menatap suaminya saat merasa tangan Mr. Kim mengelus lengannya. Ibu kandung Ryeowook itu hanya tersenyum dan kembali menatap Donghae. Dan melempar senyum tipis kala pandangan keduanya bertemu.

.

..::.. HaeHyuk ..::..

.

"Kau belum tidur?"

Donghae terlonjak kaget di kursinya. Tersenyum gugup saat mendapat Mrs. Kim tengah berjalan kearahnya.

"Ahjumma mengejutkanku." sahut Donghae pelan.

Mrs. Kim terkekeh, "Benarkah? Kalau begitu Ahjumma minta maaf."

Donghae tersenyum kaku. "Aku hanya belum mengantuk,Ahjumma."

Mrs. Kim mengangguk. Dia melirik sebentar jam yang tergantung diatas pintu dapur. Jam dua pagi.

"Apa kau tidak bisa tidur? Atau kamarnya kurang nyaman?" tanya Mrs. Kim lembut.

Donghae menggeleng cepat, "Aniyo. Bukan seperti itu,Ahjumma. Aku hanya belum mengantuk saja." jelas Donghae sembari tersenyum. Dia sedikit gugup sekarang.

"Jangan gugup begitu. Ahjumma mengerti." Mrs. Kim membuka pintu lemari es dan mengeluarkan sebotol air dingin.

"Mau Ahjumma buatkan coklat panas?"

Donghae mengusap rambut belakangnya dengan senyum gugup. Mrs. Kim yang melihatnya hanya tersenyum geli.

"Jangan merasa sungkan,Donghae." lanjut Mrs. Kim dan melangkah menuju meja pantry.

"Gomawo."

Mrs. Kim mengangguk, "Tunggu sebentar,ok."

.

.

.

"Boleh Ahjumma bertanya sesuatu?" sela Mrs. Kim setelah Donghae meminum sedikit coklat panasnya. Donghae hanya mengangguk.

"Apa kalian saling mengenal?"

"Kalian?" Donghae menyahut bingung.

"Kau dan Eunhyuk." jelas Mrs. Kim.

Oh!

"Kami teman satu kelas,Ahjumma." Donghae menjawab tenang.

"Hanya itu?" sahut Mrs. Kim lagi.

"Maksud Ahjumma?"

"Apa kau menyukainya?"

Donghae hampir tersedak mendengarnya. Dia menatap cepat wajah cantik wanita paruh baya itu. Mrs. Kim hanya tertawa melihatnya,dan menatap Donghae dengan senyum lembut.

"Tidak perlu dijawab. Ahjumma sudah tau jawabannya." sahut Mrs. Kim dan beranjak dari kursinya. "Kembalilah ke kamar dan lekas tidur. Jangan tidur terlalu larut. Tidak baik untuk kesehatan." lanjutnya dan melangkah pergi. Meninggalkan Donghae yang terus menatap punggungnya yang menjauh.

"Ahjumma." seru Donghae pelan.

Mrs. Kim kembali memutar tubuhnya. Dan menatapnya dengan senyum tipis. "Ya?"

"A-aku... aku mencintainya." gumam Donghae lirih. Mata sendunya terus menatap wajah Mrs. Kim.

"Arraseo." Mrs. Kim mengangguk. Kembali memutar tubuhnya setelah menyempatkan diri melempar senyum keibuan pada Donghae.

.

.

Give Me a Second Chance~

.

.

"Kau mendengarnya?"

Kyuhyun menyilangkan kedua tangannya diatas dada. Tubuh jangkungnya menyandar pada dinding disampingnya. Menatap Donghae yang masih duduk di meja makan. Membelakanginya.

"Aku tahu kau disana."

Eunhyuk mendengus. Dia keluar dari balik lemari dan berdiri menatap Kyuhyun yang membelakanginya. Eunhyuk terbangun saat rasa haus mendera kerongkongannya. Namja dengan pinggul kecil itu hendak menuju dapur saat ia melihat Kyuhyun berdiri tak jauh dari pintu dapur. Mendengarkan apa yang ibunya dan Donghae bicarakan,dan tidak menyadari keberadaan mereka.

"Kau dengar itu? Dia bilang,dia mencintaimu." ucap Kyuhyun sambil terkekeh. "Si bodoh itu.

"Kau sengaja melakukan ini?" sela Eunhyuk cepat.

Kyuhyun memutar tubuhnya. Menatap Eunhyuk dengan sebelah alis yang terangkat. "Melakukan apa?"

"Apa maksudmu dengan mengajaknya kemari?"

"Tidak ada." jelas Kyuhyun santai.

"Kyuhyun!"

Kyuhyun mendengus saat nada bicara Eunhyuk berubah. Dia menatap Eunhyuk intens dengan tangan yang masih bersidekap.

"Ayolah~ tidak ada alasan khusus kenapa aku mengajaknya kemari."

Mata bulat sipitnya menatap Kyuhyun tajam. Membuat Kyuhyun terkekeh melihatnya. Eunhyuk memutar tubuhnya,dan langsung melangkah meninggalkan Kyuhyun. Kembali menuju kamarnya. Mengabaikan kerongkongannya yang terasa sakit karena terasa kering.

Kyuhyun mendengus samar melihat Eunhyuk yang meninggalkannya. Dia memutar kepalanya kembali menatap punggung Donghae,sebelum mengidik tak acuh dan melangkah pergi.

TBC~

Special thanks for...

Lubaby,Misshae d'cessevil, LeeDHKyu, kartikawaii, Adorableun, abilhikmah, Yenie Cho94, chaerashin, nurul. , Rinhyuk,wullancholee, HaehyukYunjae,chu, HAEHYUK IS REAL, Polarise437,mizukhy yank eny,Fione Maple, 69912052

Maaf jika kalian merasa bingung. Tapi ini masih tetep Eunhyuk (Haehyuk) ko yang jadi cast utama. Dan kalau dibilang ini kaya seperti Sungmin yang jadi cast utama daripada Eunhyuk,saiia cuma mau bilang, berarti saiia berhasil dong menghidupkan karakter Sungmin dan Eunhyuk sampe disini? #digebug

Apa saiia terlalu kontras(?) dalam menjabarkan karakter mereka disini? Beberapa chap ini saiia memang lebih menekankan hubungan Hyuk x Min.

Maaf jika penceritaannya makin gha jelas dan makin amburadul. Saiia sudah berusaha untuk membuatnya sejelas mungkin. Tapi kalau masih membuat bingung,apalah daya saiia #lemparsenyummanis

Dan buat 'seseorang' yang entah dia melihat ini apa gha,yang kemarin ngetroll disini. Saiia tahu siapa kamu,dear... #smirk Terima kasih loh sudah bikin saiia ketawa kemarin #plok

Saiia tahu tulisan saiia masih sangat jauh dari kata baik. Maka dari itu,saiia sangat butuh kritik dan saran yang membangun untuk bisa menjadi baik. Bukan 'kata-kata manis' seperti itu. Dan saiia pikir,tidak sepantasnya anda berucap seperti itu jika anda memang 'seorang Author' :) :) :)

Maaf jika saiia terlalu frontal(?) #sungkeminreader

Sampai ketemu dichap selanjutnya...

.

.

Hope U like it,

Sorry for typo,and

See Yaa~~

.

.

.

September,10 2015

NoonaRyeo ^^