Yaaaap... Kembali lagi denganku di Fic iniii~
Waaah... Aku sungguh terharu dengan Review kalian ( ). Hontou ni Arigatou... Nggak nyangka kalau fic ini ada yang menyukainya...
Sebagai gantinya, Aku Updete kilat... Huhuhuhuhuh... (TTATT) *Cengeng amat nih anak?!*... Oh iya... Kalian bisa panggil aku Zyu (v^.^v) ... Atau nggak pakai nama asliku di Profil.. Silahkan dilihaaat~ Update ini udah kilat belum?
Seluruh review sudah kujawab ya.. Jadinya aku tak menghutang apapun :P
By The Way ENIWEY(?) In The BASWAY(?). Mari kita ke T-K-P...!
Selamat dinikmati,,,
.
The Light In My Heart By Zyuki Hiroshi
.
.
WARNING
Typo, Alur Maju mundur cantik(?), Zyuki otaknya lagi kegeser, Memakai Sistem SMPSM (Sistem Makan Pagi Sebelum Mengerjakan), dan juga Seluruh fic yang ada disini hanya karangan otak sedengku jadi jangan dianggap serius,GodLike!Naru , Fem!Kyu, Jurusnya beda/sama ama yang di DxD, Hati-hati Karena fic ini jalan ceritanya dibuat kg mainstream :v, Terakhir
.
.
.
Yang tidak suka tidak usah baca!
.
.
.
.
~Romance & Adventure~
.
.
.
.
Happy Reading to My Fic, Minnaaaaa~~
.
.
Chapter 2
~•Farewall Unknown•~
.
.
.
.
.
'Menyerahlah kau... Kyuubi...'
'Kau tak pantas hidup...'
'Dasar anak haram!'
'Siluman...'
'Kyuubi-san... Jangan dengarkan mereka...'
Kenapa? Kenapa mereka seperti itu... Tou-chan... Kau dimana... Kenapa tempat ini sangat gelap? Tou-chan? Tou-chan? Tou-chan!
.
.
.
"TOU-CHAN!" Keringat bercucuran di dahi maupun di bantal. Nafas tak teratur. Mata membola. Kurama... Bermimpi buruk...
Kurama terbangun dan melihat sekelilingnya. Jam di Dinding menunjukkan Pukul 22.43 Malam. Ia turun dari tempat tidurnya. Keluar dari kamar mencari Ayahnya.
Ia takut. Sangat takut tentang mimpi itu. Dimana ia berpisah dengan sang ayah lalu kehilangan ingatan dan menyimpan kebencian yang sangat besar. Hingga, Anak itu...
Anak itu yang membuatnya sadar, Apa yang ia perbuat dan membawanya ke jalan yang benar.
Dilihatnya sang Ayah yang tertidur di Sofa. Ia bersyukur mimpi tadi tidak menjadi kenyataan. Karena ia tak mau lagi kehilangan keluarga kandungnya.
Kurama berjalan kearah Ayahnya a.k.a. Shirogawa Naruto. Menyentuh pipi ayahnya dengan jari telunjuk kanan. Melakukan hal itu hingga berkali-kali. Anehnya, Ayahnya belum bangun.
"Tou-chan?" Kurama berdecak kesal karena ayahnya masihlah belum terbangun dari tidur cantiknya. "OTOU-CHAAAAN!"
Naruto tersentak kaget mendengar teriakan itu. Perlahan membukasetengah sebelah matanya dengan malas untuk melihat siapa yang datang, Walaupun ia tau siapa yang datang itu.
"Berisik... Ini masih malam, Baka..." Balas Naruto kembali menutup matanya lagi. Kurama mau tak mau menjewer telinga ayahnya supaya bangun.
"TOU-CHAN! KUBILANG BANGUN!" Mata Naruto terbuka lebar karena merasakan sakit yang sangat dibagian telinganya. Sambil berteriak.. "ITTTAAAAAAAAI!"
Kurama menggembungkan pipinya kesal lalu berjalan kearah kamar mandi. Semenit kemudian ia kembali dengan membawa seember penuh dengan air dingin (Jangan lupa kan Es batu yang menggenang di permukaan airnya).
'BYUUUR!' Terdengar teriakan kedinginan dari rumah sang Ayah-Anak itu.
.
.
.
.
.
[145 Tahun kemudian]
.
Seratus Empat Puluh Lima tahun pun telah berlalu. Ayah dan Anak inipun juga sudah berbeda dengan yang dulu. Sekarangpun mereka hidup berpindah-pindah karena banyak yang mengincar Kurama karena ia adalah Bijuu ekor sembilan walaupun ia juga setengah malaikat.
Mereka sedang berlari karena dikejar segerombolan orang yang membawa alat ninja dan mereka mengincar Kurama untuk dijadikan senjata.
Mata orang-orang itu berwarna merah darah dengan 1/2/3 Tomoe yang memutarinya. Bahkan ada yang berbentuk Shuriken berwarna hitam.
Naruto Menggendong kurama supaya lebih cepat lalu mengeluarkan 6 pasang sayapnya. Terbang tinggi diudara.
"Tunggu ! Siapa itu?" Teriak pemimpin dari segerombolan itu menyuruh mereka berhenti. Sayangnya seorang pemuda salah satu dari mereka tidak mendengar hal itu dan langsung menggunakan Handseal.
Muncullah bola api yang besar. Mengincar sayap malaikat tadi a.k.a. Naruto Shirogawa. Ia kaget karena perintah dadakan itu. Ingin ia menghentikan laju bola apinya.
Namun, Terlambat. Bola api itu telah mengenai sang malaikat hingga terjatuh kearah sungai bersama sang Kyuubi.
"BODOH! DIA ADALAH UTUSAN KAMI-SAMA!"
.
.
.
Zyuki Hiroshi
.
.
.
Kaget. Ya, Itulah kaget yang ia rasakan. Detak jantungnya berdetak 5 kali lebih cepat melihat ayahnya terjatuh bersama ia yang ada di dalam pelukan hangatnya.
Ayahnya meringis berkali-kali sesekali ayahnya melihat kearah sayapnya yang terbakar terkena bola api tadi dan membuat mereka terjatuh. Keringat mengucur deras dari pelipis ayahnya.
Kurama mau tak mau harus menitikkan air mata. Sambil berkata.
"Tou-san... Kenapa kau menyelamatkanku..."
Dilihatnya ayahnya tersenyum lembut padanya. "Jangan bilang seperti itu, Wahai Putriku... Dan maaf... Sepertinya kita tak akan bertemu dalam waktu lama ini... Maafkan Tou-sanmu ini ya..." Ayahnya meletakkan tangannya dipuncuk kepala kurama. Mengusap lembut puncuk kepalanya. "Pesanku, Janganlah engkau membenci manusia, Makan apa saja yang dapat kau makan walaupun kau tak perlu makan, Jangan membeda-bedakan teman Bijuu mu karena merekapun sama menderitanya seperti dirimu, Terakhir... Janganlah kau keluar dari jalan yang seharusnya, Ne? Kurama-chan..." Tangan ayahnya bersinar dipuncuk kepalanya. Menutupi indra penglihatannya. Sekejappun ia pingsan tak sadarkan diri.
"Maafkan aku ini ya... Hiraku-chan.. Aku perlu melakukannya... Gomen... Kuharap kau tetap tenang dialam sana... Fuin..." Hanya itu yang bisa ia dengar dari mulut sang ayah. Sebelum Tubuhnya tak sanggup lagi menahan memory-nya yang disegel oleh sang ayah hingga ia pingsan.
.
.
.
.
The Light in My Heart
.
.
.
.
Segerombolan orang tadi yang mengejar kini tetap berlari kearah sungai tempat 'Utusan sang Kami-sama' Terjatuh. Mereka melihat seorang wanita 17 tahunan bersurai merah yang pingsan didekat sungai tersebut. Disebelahnya ada bulu sayap berwarna Kuning cerah bersinar terang walaupun terkena gelapnya bayangan awan.
Hening... Satu kata yang dapat di gambarkan dalam suasana ini. Anginpun berperan untuk menjaga kesunyian itu.
"I-Itu... .Kyuubi.. Lalu, Dimana Utusan Kami-sama?" Seorang bapak-bapak berucap memecahkan keheningan disana.
Mereka merasakan chakra kebencian yang besar. Anginpun membuat tornado besar disekitar wanita itu. Hingga merekapun harus menutup mata mereka dengan sebelah tangan.
"KALIAN... TELAH MEMBUNUH... TOU-CHAN... TAKKAN KUMAAFKAN KALIAN... KALIAN HARUS KUHAPUSKAN... GRRRRRRRRRH..." Geram wanita berambut merah dengan rambutnya yang diikat Ponytail melambai-lambai meminta melepas diri dari ikatan hingga membentuk 9 ekor yang bergerak liar.
Mereka membulatkan matanya. 'Ayah?! Jangan-jangan tadi...' Batin mereka serempak.
Sang wanita tadi kita sebut saja Kurama karena udah ketauan. Kini telah muncul daging yang menyelimuti badannya. Perlahan daging itu membesar-Membesar-Membesar dan membesar.
Hingga besarnya, Sebesar gedung bertingkat 1000 lantai (Ngasal). Dan...
'BOFF! JLEGARR!' Hingga kepulan asap terjadi disana dan sebuah kaki monster menapakkan kakinya ditanah.
"-KYUUBI! LARI!" Segerombolan itupun lari, Terkecuali seorang pemuda dengan rambut jabrik panjang sepunggung berwarna hitam dan poni yang menutupi sebelah matanya kanannya.
Pemuda yang tidak lari itu menatap datar kearah monster rubah oranye berekor 9 itu. perlahan namun pasti. Ia membentuk seringai kejam. Iapun membentuk Handseal.
"Kick Sealing : Pets controlled" Rapal pemuda itu menghentakkan tangan kanannya ketanah. Dan muncullah Fuin-Fuin yang sulit dibaca dengan mata telanjang. Fuin-Fuin itu membentuk sebuah lubang besar.
Monster Kyuubi, Kurama itu mengaum keras ketika ekornya terhisap kedalam lubang itu. Perlahan-lahan tubuhnyapun ikut terhisap. Sebelum terhisap sepenuhnya ia mengaum keras.
"MANUSIA JAHANNAM! TERKUTUKLAH KALIAN! TERKUTUKLAAH!" Sedangkan didalam hati kecilnya ia membatin. 'Ayah... Tolong aku.. Hiks...'
Pemuda itu menyeringai senang ketika Kyuubi sudah masuk kedalam Fuinnya. Pupil matanya melirik Bulu burung (Zyuki : Jangan mikir yang aneh-aneh #MerindingDisko) berwarna kuning cerah
"Khuu... Khu... Khu... Sepertinya Bulu itu bisa kugunakan untuk menguasai dunia... Ukhu,,, Khu,,, Khuu,,," Seringai Pemuda itu kejam lalu melangkahkan kakinya kearah bulu sayap itu. Seringai itu makin lebar dan lebar sampai Mata berisis Onxynya menyipit.
Pemuda itu menyentuh bulu sayap yang terjatuh. Akan tetapi, Setelah ia memegangnya bulu sayap itu terbang kearah Fuin yang masih belum tertutup.
"A-Apa yang terjadi... Ke-Kenapa bulu itu terbang dengan tiba-tiba?" Tanyanya pada dirinya sendiri. Iapun menutup lubang Fuin yang ia ciptakan untuk menyegel Kurama. Lalu berjalan kearah rombongan tadi pergi.
.
.
.
.
.
.
.
83 Tahun Kemudian
.
.
.
Delapan puluh tiga tahun pun telah berlalu, Peradaban pun juga telah berubah. Mereka kini telah memakai sistem Pedesaan. Walaupun begitu, Perang pun tetap tak bisa di hentikan.
Dahulu sebuah legenda menceritakan.. Bahwa ada seorang malaikat yang gagah berani menghentikan perang pertama di Muka Bumi ini. Banyak yang bilang itu hanya mitos, Karena malaikat itupun tidak pernah terlihat sekalipun di Muka bumi ini.
Disebuah desa di perbatasan wilayah negara api, Desa terkuat diantara Ke lima desa Ninja yang lainnya. Yaitu,
Konohagakure no Sato, Itulah namanya. Desa yang sejak dulu memegang kekuasaan Kyuubi no Youkou. Rubah berekor sembilan yang kita ketahui ini Putri dari sang penyelamat Dunia. Uzumaki Kurama.
Penduduk disinipun Ramah-Ramah. Akan tetapi, Didalamnya terdapat kotoran yang tak pernah bisa disucikan.
Di Hutan Kematian, Atau Shi No Mori. Terlihat cahaya yang bersinar terang. Amat terang yang menyinari bagian terdalam dari hutan itu.
Cahaya kian lama Meredup. Memperlihatkan sesosok Pemuda dengan rambut secerah matahari pagi dan mata Blue Shaffire yang menenangkan. Di punggungnyapun terlihat 6 pasang sayap yang berkilauan diterpa angin. Ia memakai baju zirah berwarna emas dengan tanda Salip di dadanya.
Darah segar mengalir tak tertahankan dari ujung bibirnya. Pertanda ia sedang kenapa-napa(?). (Readers : Oi Tong! Napa Ente motong cerita? |Zyuki : Enak aja Ane yang motong! Ente kali yang motong ceritanya!|Barengan : *Saling jambak-jambakan*).
Pemuda itu a.k.a. Shirogawa Naruto pun terbang, Pergi dari tengah hutan itu. Melihat ada sebuah desa ia pun mendarat dan menghilangkan sayapnya. Bajunya pun telah ia ganti menjadi Kaus Oblong polos berwarna hitam. Dan celana panjang berwarna biru melekat pada tubuhnya.
Ia pergi masuk kedalam desa itu tanpa dicurigai siapapun. Toh, Dia tak memiliki chakra. Ia merasakan hawa anaknya disekitarnya. Entah apa yang ia pikirkan.
Ia langsung berlari mengejar hawa itu dan ternyata di sebuah gang sempit terlihat anak kecil yang menunduk takut dengan para warga Shinobi/Non-Shinobi yang memperhatikannya dengan tatapan membunuh.
Naruto membulatkan matanya. 'Jangan-jangan, Kurama...' Ia mulai berpikiran tentang Kurama mati lalu bereinkarnasi atau disegel. Walaupun jawaban yang paling memungkinkan adalah disegel dalam tubuh anak kecil itu.
Ia langsung menghilang lalu muncul kembali didepan anak itu sesaat sebelum pisau daging yang melayang kearah anak kecil itu dilempar.
Pisau daging pun terlempar secara tidak sengaja. Tapi, Naruto tetap membiarkannya seperti ini. Rasa sakit itu tak berarti baginya sebab, lebih sakit kehilangan orang yang disayangi ketimbang terkena pisau tersebut.
Merentangkan tangannya didepan sang anak kecil itu yang sekarang sedang membelalakkan matanya karena ada yang menyelamatkannya walau belum pernah bertemu.
Pisau dagingpun menancap tepat pada jantungnya. Tapi ia tetap tak bergeming. Puluhan senjata tajam tak segan-segan untuk mengoyak tulang maupun dagingnya. Tapi ia tetap tak bergeming.
Kepalanya berdarah dan darah mengucur dari dahi hingga dagu. Karena terkena hantaman batu bata. Ujung mulutnya membentuk sebuah senyuman.
Ia menggunakan gelombang kekuatannya untuk membuat para Shinobi dan warga desa itu pergi.
Dan benar saja para warga desa itupun pergi menjauh karena level mereka tak sebanding dengan malaikat yang menyamar menjadi manusia itu.
"Hey nak. Apa kau tidak apa-apa?" Tanya Naruto kepada bocah berambut kuning jabrik pendek. Ia terlihat ketakutan melihatnya mendekat.
Naruto memiringkan kepalanya bingung. "Ada apa? Apakah di Wajahku ada sesuatu?" Tanya Naruto bingung. "Oh iya... Namamu siapa?"
"Namaku Uzumaki Menma..."Ucap bocah yang bernama Menma itu dan masih terlihat ketakutan. "Lagipula..."
"Lagipulaa?" Beo Naruto masih memiringkan kepalanya. Menma menundukkan kepalanya.
"Lagipula... SIAPA KAU?! DAN APA TUJUANMU MENOLONGKU?! APA KARENA KAU MAU MEMBUNUHKU?!" Menma berteriak kepada Naruto yang hanya menunduk dan tersenyum.
Menma menatap bingung ke arah Naruto. Sedangkan, Naruto hanya terkekeh kecil.
"Heheheh... Kata siapa? Kata siapa aku ingin membunuhmu? ... Itu adalah Dosa yang terbesar di Alam sana..." Naruto mendongakkan kepalanya dan memperlihatkan mulutnya mengulum senyum miris sedangkan, Matanya menunjukkan kepedihan superduper luar biasa. "Aku hanya ingin memastikan keadaan Putriku..."
Menma tertegun akan ucapan orang didepannya. Ia makin menatap bingung orang yang tak dikenalnya dan sekarang ada didepannya. 'Putri? Maksudnya?'
"Maksudku... Sesuatu yang tersegel didalam perutmu itu lho..." Balas Naruto karena dapat merasakan kebingungan dari Menma. Menma membelalakkan matanya menatap Naruto.
.
.
Hening...
.
.
.
'PLLUUK!' Terlihat seorang wanita berambut merah memeluk Naruto secara tiba-tiba. Dan tepat didepannya.
Naruto menatap lembut wanita didepannya. Lalu membalas pelukan wanita itu sambil mengelus lembut rambut merah panjangnya.
"Gomen karena meninggalkanmu terlalu lama... Kurama..." Naruto melepas pelukannya dan menatap wajah wanita yang diketahui anak kandung dari seorang Shirogawa Naruto.
Dengan mata Merah Ruby beriris Vertical yang berkaca-kaca Kurama kembali memeluk dan menangis sekencang-kencangnya dipelukan sang ayah.
"Hiks... Hiks... Tou-san... Kau tau... Hiks.. Berapa lama aku menunggumu bangkit... ? Hiks... Hiks.." Isaknya masih mencoba mempererat pelukannya. Otomatis baju sang ayah basah terkena air mata dan... (Ingusnya).
"Sudahlah.. Dasar cengeng... Baru kutinggal sebentar saja sudah seperti ini... Dasar..." Naruto mendengus gemas akan kelakuan putrinya.
Adegan Ayah dan Anak itu masih berlanjut hingga sebuah suara mengintrupsi mereka. Itu adalah suara orang yang daritadi mereka kacangi.
"Etto... Jii-chan dan Nee-chan ini siapa?" Tanya orang yang mereka kacangi a.k.a. Uzumaki Menma dengan tampang polos. Kurama bergegas melepas pelukannya dengan sang ayah yang langsung terjungkal kebelakang.
"Apa maksudmu, Gaki..." Tanya Kurama dingin. Apa ia lupa bahwa Faktor bocah didepannya juga keturunan dari saudara kandungnya?
"T-Tidak apa-apa..." Menma menundukkan kepalanya. "Aku hanya mengingat... Kalau aku seperti melihat Kaa-chan dan Tou-chan dari mimpiku..."
Mata Naruto melotot lalu, bertanya 'Apa katamu?'. Otomatis Menma mengulangi perkataannya yang tadi.
"Ohhh,,, Kalau begitu anggap saja aku ini Ayahmu... Dan dia adalah Ibumu... Walaupun dia sebenarnya anakku sih... Theheheheheh..." Tawa garing meluncur dari mulut Naruto dengan lancarnya.
Menma langsung meluncur memeluk Naruto yang bilang bahwa menganggapnya sebagai seorang Ayah. "Arigatou... Arigatou... Arigatou..."
Naruto mengangguk pelan sedangkan Kurama menghilang dan Chakra oranyenya kembali masuk kedalam perut Menma.
Naruto yang merasakan tidak adanya pergerakan mencoba mengangkat wajah bocah yang akan menjadi anak angkatnya. Ia tersenyum.
"Ternyata sudah tidur, Toh..."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continnued
.
.
.
.
.
Akhirnya bisa juga Update setelah menghindar dari adikku yang mau pakai ID FFn yang sebenarnya ID ini milikku...
Oke, Aku sedang capek karena kemaren habis dari Kost'an di Jakarta. Tanpa banyak cing-cong aku ingin langsung tidur.
Silahkan tanya Spoiler... Dan aku akan menjawabnya asalkan tidak mengganggu alur... Oke?
By The Way...
Kuucapkan Bye~ Bye~ Dan juga Fic 'Kehidupan Baru Naruto' Masih Hiatus... Oh iya.. Ada review dari adikku... Kujawab khusus untuk adikku tersayang...
"Aku mengganti PassWordnya agar kau belajar yang sungguh-sungguh dan tidak bermain-main... Lagipula ini ID, Kan milikku :p BWEEEEEK..."
Oke, Paketku habis... Bye-Bye~
.
.
.
.
.
.
Terima kasih yang sudah membaca!
.
.
.
.
.
.
-Zyuki Hiroshi OUT!-
