Minna-tachi! Yuuki dan kawan kawan kembali lagiii~ Baru beberapa hari fic ini dibuat. Tapi yuuki malah kangen sama kaliaaan... Kalian kangen nggak? Sepertinya chapter kemarin kurang dipahami oleh readers :v entahlah hanya menebak mungkin salah mungkin benar. Jadi, Jangan tersinggung ya!
ShappireOnyx Namiuchimaki : IYAAAAP! Siap pak!(!) Saya tidak akan menghapus fic nista itu! Sebagai gantinya saya akan publish KILAT! YEEEEY~ (?).
Yaaah.. Cuman segitu.. Padahal membalas Review itu serruuuu banggeet. AYO! Cepat cepat di review sebelum kehabisan! (?) *Pakai nada Promosi*
Oke. Sekarang karena yuuki dan kawan-kawan publishnya cepat. Silahkan dinikmati! Mohon maaf jika ada penulisan kata yang salah baik itu tidak disengaja walaupun disengaja. HAPPY READING! DON'T LIKE. DON'T READ!
.
.
.
Warning
.
.
Typo(s), OOC, Oc, Gaje, Abal-Abal, EyD ancur kena bom nagasaki, Alur kadang lambat kadang ngebut, Jurus pakai bahasa indonesia :v . Alive!MinaKhusi, Fem!Naru, Seluruh cerita berbeda dengan cerita 'Tobi itu Perempuan?' Yang lama. Dan yang paling penting...
.
YANG TIDAK SUKA TIDAK USAH BACA!
.
.
.
.
.
Keterangan:
"Hmmm" Human talking.
'Hmm..' Inner.
"GAKI." Bijuu/Summoning Talking.
'GAKI' Bijuu/Summoning Thinking.
.
.
.
.
.
.
.
(Yuuki: Gwe yang nuliiiss Yeeeey~)
.
.
.
Dipagi hari yang cerah yang mengusik para warga maupun shinobi untuk bangun dari mimpi indah mereka. Terkecuali, 2 orang wanita yang berada di kasur rumah sakit yang telah disediakan.
Sudah sejak semalam mereka tidak sadarkan diri. Para dokter tidak tau apa yang membuat mereka tak sadarkan diri. Mungkin meminum racun? #PLAK!_KELEBIHANBEGO!# Ataukah mereka diserang oleh orang yang tak dikenal? Tapi, ada 2 hal yang membuat mereka bingung adalah tanda matahari di telapak tangan kanan wanita berambut merah. Dan tanda bulan ditelapak tangan kiri wanita berambut hitam.
Yang kedua adalah keluarga wanita berambut merah yang tak kunjung datang. Apakah mereka tidak peduli dengannya? Atau bagaimana?
"Enggggh..." Sebuah erangan dari wanita berambut merah memecah keheningan. "Dimana aku?"
Sang suster yang kebetulan sedang mengecek kondisi tubuh pasienpun tersenyum. "Kau ada dirumah sakit. Kemarin kau tak sadarkan diri."
"Benarkah?..." Gumamnya menunduk. 'Apa yang terjadi?'
Sang suster pergi karena pekerjaannya telah selesai. Pintu tertutup rapat. Meninggalkan 2 wanita yang masih terbaring dikasurnya.
Wanita berambut merah mengalihkan pandangannya kearah kanan tempat sahabatnya yang masih tidak sadarkan diri. Dengan sang adik sedang tertidur di tangan kanannya. Ia tersenyum miris.
'Itachi...' Batinnya.
.
.
.
.
Sebuah erangan muncul dari bibir mungil wanita berambut hitam. Perlahan ia membuka matanya. Pertama yang ia lihat adalah ruangan berwarna putih dengan sang adik yang ada di pangkuannya.
'Sasuke...' Ia tersenyum melihat adiknya mengigau dalam tidur. Entah apa yang di impikannya.
"Yukito? Kau sudah bangun?" Tanya sosok berambut merah dengan iris violet menatapnya dengan tubuh masih terbaring dikasur. Wanita berambut hitam bernama Yukito itu mengangguk.
"Ini jam berapa Megumi?" Tanyanya penasaran. Sosok berambut merah yang bernama megumi itu menolehkan kepalanya kearah jam dinding yang terletak tak jauh darinya.
"Masih jam 8 lewat 45 menit. Kita masih punya waktu untuk pergi ketempat latihan yang direncanakan sebulan yang lalu, kan?" Tanya megumi kembali. Yukito mengangguk mengiyakan ucapan megumi. "Errr... Tapi tubuh kita masih belum bisa digerakkan... Mungkin, Pengaruh obat?"
Yukito sweatdrop atas otak sahabatnya yang biasanya cerdas malah jadi konslet begini. "Entahlah aku tak tau."
Megumi cemberut. "Mouu... Kau kenapa lagi sih? Setelah ditinggal adikmu masih saja seperti ini!". Yukito terdiam ia menatap adiknya yang masih tertidur. Apa ia lupa bahwa ia harus pergi ke akademi?
Andai saja ia bisa bergerak mungkin ia akan menendangnya langsung kedalam kelas.
.
.
.
Megumi yang dikacangin hanya tertawa hambar sambil sweatdrop. Mirip orang gila. "Oey... Dobe... DOBEEEE!"
Yukito mengalihkan pandangannya kearah sahabat yang biasanya pendiam itu. Mungkin ini sisi lainnya kali?
"Apaan siiih? Bisa diem kagak? Aku mau tidur tau..." Ucapnya santai seakan tak merasakan KI yang dikeluarkan sang generasi kedua dari 'Akaichisio no Habanero'. "Oh iya.. Apa orang tuamu datang?"
Megumi diam ia menunduk sedih, Bagaimana mau di jenguk? Mereka seperti tak menganggapnya. Walaupun mereka mencoba meminta maaf padanya. Sama saja Tou-sannya sibuk. Lalu, Kaa-sannya harus menyiapkan segalanya untuk Naruko dan Menma. Entah ia dianggap apa?
Yukito yang sepertinya mengerti hanya menggumam. "Haah... Sudahlah jangan dipikirkan.. Kan, Masih ada Ha-"
'BRAAAK!' Tiba-tiba pintu terbuka dengan sangat keras. Menampilkan wanita berambut kuning sepunggung dengan mata emeraldnya. Ia seperti habis berlari.
"H-Hana-chan?" Gumam megumi kaget.
"PAAAANJAAANG UMUUUR! Baru aja mau diomongin." Teriak Yukito OOC mengabaikan harga diri uchihanya.
'Oey.. Kau itu Ahok, ya? Tumben dia kayak begitu.' Batin Hana tak tau apa yang sebenarnya terjadi. (Zyuki: Saya yakin readers-san tidak akan mengerti jalan pikirannya yang plin-plan.|Yuuki: #Pundung#)
"Hah... Tadi aku... hah.. Mendengar kabar bahwa.. Hah... Kalian pingsan... benar,kan?" Tanya Hana. Nggak ngeliat sahabatnya yang sweatdrop karena nggak melihat kalau mereka sedang terbaring diranjang rumah sakit.
"Kau bodoh, ya? Tak melihat kami apa?!" Teriak Megumi kesal karena sahabatnya yang satu ini otaknya selalu padat bukan cair walaupun ia sendiri nggak ngaca. Hana membalasnya dengan tertawa canggung sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal.
"Maap." Hanya kata itu yang teru- PLAAAK! (ZYuki: Elu ngapain ngikutin gweee?!|Yuuki: Biar keren, Nii-chan! #DIgamparlagi.)
Yukito yang dianggap angin hanya memperhatikan adiknya dengan sangat teliti diikuti pandangannya yang menajam seakan mau menerkam adiknya yang tak kunjung bangun. Elu kata kagak pegel apa tangan ditindih kek begitu?!
"Otouto... Bangun..." Gumam Yukito dengan suara SANGAT lembut. Gumaman itu diabaikan oleh adiknya yang masih bergelut dalam mimpi. Dengan iler mengucur deras dari mulutnya.
Yukito yang kesal makin mengeraskan volume suaranya. "Otouto bangun!"
Masih diabaikan oleh adiknya?! APWAAA?! Apakah ia ingin membangunkan uchiha madaraa versi perempuan?! #PLAK! (Madara: Gwe laki-laki tulen bego.|Yuuki: HALAAH bohong! Itu bukti rambut elu panjang apa?|Madara: Katon: GOKAKYU NO JUTSU.|Yuuki: #Gosong.)
"OTOUTO BANGUUUUN!" Teriak yukito makin greget sampai badannya bisa di gerakkan lagi. Ia menendang sasuke sampai menabrak tembok.
Sasuke mengerang kesakitan. Udah dipaksa keluar mimpi kejedot tembok pulak?! Sakit tauk!
"Ittai..." Gumamnya menahan sakit. "Kaa-s-" Ia terkejut melihat kakaknya didepannya. Sungguh ia lupa kalau Ka- ups Maksudnya Nee-san paling benci dipanggil 'Kaa-san'
"Kau panggil aku apa? Sasu-chan..."Ujarnya dengan lembut. selembut gergaji mesin(?). Sasuke meneguk ludah ketakutan melihat nee-channya seperti ini seperti melihat Madara Uchiha bangkit lagi dengan wujud baru.
"Gomen Onee-cha-an..." Tapi gumaman itu tak didengarkan olehnya. Ia berjalan kearah sasuke dengan langkah pelan. Bagai shinigami yang akan mengambil nyawa sasuke.
Semenit kemudian terdengar suara teriakan minta ampun dari Sasuke Uchiha dari rumah sakit.
.
.
.
[Skip Time]
.
.
Terlihat 3 wanita berambut warna-warni sedang berbicara serius di sebuah rumah yang terbuat dari Elemen kayu atau Mokuton. Entah apa yang mereka bicarakan. Karena dari sini nggak kedengeran suaranya... #PLAK!
"Kau serius, Yuki-chan? Kau tidak menyesal, Kan?" Tanya si rambut kuning a.k.a Hana Haruno. Raut wajahnya menampakan kekhawatiran atas sahabatnya ini.
"Yaa... Keputusanku sudah bulat. Jika kalian ingin menghalangiku silahkan." Jawab sang rambut hitam a.k.a. Yukito Uchiha. Sambil mengangkat bahu. "Aku bisa apa?"
"Hmm... Apa tak ada cara lain?" Tanya si rambut merah a.k.a. Megumi uzumaki angkat bicara. Dan jawabannya tau, kan? Hanya berupa gelengan. "Kalau aku sih terserahmu Yuki-chan. Karena aku juga tak tau apa yang terjadi kedepannya. Pesanku hanya : Jaga dirimu dan jangan mati. Itu saja."
Yukito mengangguk sambil tersenyum. Hana menunjukan gelagat ingin bertanya. "Kau pergi kapan?"
"Umm.. Mungkin besok jam 3 pagi. Hari juga telah sore, kan? Lagipula amegakure itu jauh baka." Jawab yukito memelas. Hana menepuk jidatnya lalu menoleh kearah megumi yang sedang berfikir.
"Hmm.. Sebaiknya, kau jangan pergi yukito. Mengingat adikmu yang polos itu pasti akan lebih cepat masuk kedalam kutukan klan uchiha. Aku tau kau tak akan pernah masuk kesana. Tapi, ini sasuke yang masih kecil." Gumam megumi panjang tak biasanya ia berbicara seperti itu. Jari telunjuknya ia tekuk didagu pose berfikir.
Yukito terdiam. pandangannya lurus kedepan. 'Apa iya?' itu pikirannya sekarang.
"Kalau itu aku setuju ! Apa kamu tak tega? Adikmu itu lhoo..." Hana mengiyakan ucapan megumi.
Yukito masih diam tak bergeming. Ia bingung harus apa. "Hn. Mungkin aku akan menunggunya menjadi gennin lalu aku akan membuat rencana. Khu...khu..khu..." Ia menyeringai. Sungguh ia mirip sekali madara uchiha generasi kedua.
Megumi menatap yukito intens. Didalam pikirannya ia sedang dilanda perasaan tak enak yang akan terjadi dengan yukito. Entah apa itu yang pasti lebih berbahaya dari kematian. "Yuki... Kau yakin akan pergi? Lalu apa rencanamu?"
"Tentu saja. Tapi aku akan menunggunya menjalani survival battle. Kalau rencananya sih..."
.
.
.
.
(Zyuki: Gwe yang nulis yak :v Mulai dari sini gwe yang ambil alih).
.
.
.
.
[Skip time malam hari setelah ujian gennin (err apa ya namanya?) di Uchiha compund]
.
.
'Tadaima!' Seru suara cempreng dari luar rumah.
"Okaeri nasai... Kau sudah pulang, ne. Sasuke... Bagaimana testnya?" Tanya wanita berambut hitam sepaha dengan poni kanannya yang panjagn sebelah menutupi mata kanannya (Kalo bingung bayangin aja madara cwe :v) a.k.a Yukito Uchiha. Ia menggunakan celemek putih dengan pinggirannya berwarna pink.
"Tentu saja aku berhasil lulus! Aku kan hebat!" Teriak Sasuke kelewat semangat sambil memeluk kakaknya.
Yukito membawa sasuke ke ruang makan. Ia telah menyiapkan makan malam dari tadi. "Oh iya? Bagus dong kalau kau lulus. Kupikir kau tidak akan lulus." Ejeknya.
Sasuke cemberut. Kenapa sih kakaknya seperti ini? "Oh iya! Nee-chan janji, kan? Mana hadiahnya!". Yukito tersentak. Wajahnya menjadi serius. Ia masih belum siap meninggalkan adik kesayangannya seorang diri. Tapi, ini demi mereka berdua.
"Tentu. Nee-chan tidak akan lupa! Sekarang tutup matamu." Perintah yukito. Sasuke menutup matanya. Wajahnya menampakan senyuman yang lebar.
Yukito tersenyum miris. Ia mengambil sesuatu dikantungnya. Ternyata itu Hiate-atenya yang ia simpan. Ia memang berniat memberikannya pada adiknya. karena dia sebentar lagi akan pergi meninggalkannya.
Akhirnya yukito melepas hiate-ate milik adiknya yang terpasang di jidat lalu memakaikan hitai-ate berwarna hitam miliknya. "Sekarang buka matamu."
Sasuke menatap polos kearah yukito. Ia bingung apa yang di berikan kakaknya. Saat melihat cermin matanya membulat. "K-Kenapa, Kenapa Nee-chan memberiku HITAI-ATE Nee-chan?" Ujar sasuke menatap tak percaya kearah kakaknya yang tersenyum.
"Karena aku merasa umurku sudah tak panjang lagi." Bohongnya. Ia memang sudah merencanakan ini dengan sahabatnya.
"TIDAAK! NEE-CHAAN TIDAK BOLEH PERGI!" Teriak sasuke tidak terima kakaknya mati. Yukito menggeleng pelan.
'Rencana ini harus berhasil. Ini juga ada hubungannya denganmu sasuke.' Batinnya. "Yaa. Siapa yang tau, kan?" Ujar yukito mengangkat bahunya.
Pipi sasuke sembab. Memang ia sempat menangis tadi. Kakaknya mati? Tidak mungkin! Nee-channya keluarga terakhir yang ia miliki selain Itachi.
"Ssst. Jangan menangis, Nee-ch-" Perkataanya terpotong ketika sasuke memeluknya. Ia tersenyum manis.
"HUAAAA! NEE-CHAN TIDAK BOLEH PERGIII!" Teriaknya tak karuan menginginkan kakaknya bersama dengannya. Yukito meletakan jari telunjuk kanannya tepat di mulut sasuke kecil.
"Ssst. Kubilang jangan berisik atau kau akan terdengar oleh orang la-" Perkataannya terpotong. Matanya membulat ketika kunai menancap tepat pada jantungnya. "OHOK!"
"NEE-CHAAN! (Hiks) KAU TIDAK APA-APA KAAN! (Hiks) (Hiks)." Teriak sasuke keras ketakutan melihat sosok berjubah hitam dengan tudung. Tapi, yang paling seram adalah ... MATANYA BERWARNA PUTIH PUCAT.
"Otouto... Pergi... (Ohok)... Pergi dan melapor (OHOK) Pada-... Jiji..." Gumamnya lirih dengan jari telunjuk dan tengah tangan kanannya menyentuh dahi adiknya. Sampai kegelapan menjemputnya.
"Khu.. Khu.. Khu... Rupanya sang adik yang berteriak, ya? Hooo?" Ucap sang berjubah hitam bertudung itu mendekatkan kepalanya kepada wajah sasuke yang ketakutan setengah hidup(?). Ia melepas Hitai-ate kakaknya lalu memeluknya.
Menenangkan... Ya. Tenang dan hangat. Itulah yang ia rasakan ketika memeluk pelindung kepala milik kakak tercintanya itu. Didalam hatinya ia sakit. Sakit ketika melihat kakaknya mati dihadapannya sendiri. Keluarga terakhirnya telah mati. Dan sekarang tinggal menunggu waktu untuk membalaskan dendamnya yang lama.
Tiba-tiba petir menyambar. Sasuke yang melihat cahaya petir itu menyinari bawah tudung orang yang ada didepannya ini. Matanya melebar ketika melihatnya.
"Nii-san?"
Itachi. Ia melihat itachi yang memasang wajah datar seolah-olah tidak berbuat salah kepada nee-channya. Dalam hatinya ia telah berteriak menyumpah serapahi itachi yang membunuh Nee-channya.
Itachi yang tak punya pilihan lain akhirnya membawa mayat nee-chan lalu menghilang dengan shunsin.
Sasuke masih terkejut. Ia terkejut ketika melihat kakaknya membunuh Nee-channya juga. Apakah tak cukup keluarganya? Apakah tak cukup? Ia menangis, Menangisi kepergian nee-channya yang ia anggap telah 'mati'.
.
.
.
.
.
.
[Di hutan perbatasan Konoha]
.
.
'POFF' Sebuah kepulan asap menampilkan 2 insan. Yang satu orang yang berjubah tudung (Entah apa namanya :v) Yang kedua wanita yang digendong oleh orang tadi.
"Tchih. Setidaknya berhasil mengelabui sasuke. Tapi, bukannya ini malah menambah dendam yang ia terimanya? ARRRGH aku bingung!" Ujar orang bertudung itu. Ia mengeluarkan handseal sederhana lalu mengucapkan 'KAI'
Kepulan asap [Lagi] tercipta disana menampilkan wanita cantik dengan kulit seputih porselen dan rambut hitam ravennya yang panjangnya sudah sepaha.
Wanita yang digendongnya juga bangun. "Boss. Tugasku sudah selesai! Bye~" Setelah itu kepulan asap [Lagi] tercipta disana.
'TAP ! TAP !' Dua orang wanita berambut beda warna yang satu kuning yang satu merah muncul disana. Berdiri tegap menatap temannya yang berambut hitam tadi.
"Huuft.. Kau mengacaukannya lagi Yukito..." Gumam si rambut merah dengan malas. Ia bersidekap dada sambil menunjuk hidung mancung teman berambut hitamnya yang bernama Yukito itu.
"Eheheheh... Maap.. Lagipula tadi terdesak. Maaf ya Megumi..." Balasnya tertawa hambar menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Terdesak apanya! Kau mengkhawatirkan kami tau! Saat melihat sasuke menekuk lututnya sambil menangis. Kau tau?" Sekarang yang rambut kuning yang menimbrung.
"Iya deh.. Maafin dong! Maaf ya Megumi, Hana... Oh iya. Sekarang sudah saatnya aku pergi. Tolong jaga adikku ya?" Pesan Yukito kepada kedua temannya -Coret- Sahabatnya itu. Ia bersiap pergi terbukti oleh lutut kanannya yang sudah ia tekuk bersiap melompat.
"Oke! Jangan lupa kirimkan pesan pada kami, ya? Dan ingat! Jaga dirimu! Oke?" Balas Megumi senang. Wajahnya terlihat ceria walaupun hatinya tidak rela ditinggal sahabat karibnya ini. Tapi apa daya?
"Siip deh! Jaaa~" Teriak Yukito lalu melompat dengan cepat kearah hutan. Tujuannya sekarang adalah Amegakure sekaligus tempat organisasi kriminal Rank-S yang ada disana.
.
.
.
.
.
[Diperjalanan yang sunyi :v]
.
.
Yukito PoV
.
Aku senang sekaligus sedih. Senang karena dapat bertemu dengan itachi. Sedih meninggalkan konoha, Sahabatku, dan Adikku. Entah perasaan asing ini selalu hinggap jika aku pergi menjalanani misi Rank-S.
Aku telah sampai di perbatasan Desa Kumo (Zyuki: ARRGH! GWE LUPA DESA AME ITU DIMANAAAA?! KIRI ATO KUMOOOO?! *Suara sapi* Oh iya! Maaf motong cerita! terpaksa ini disuruh sama adik saya :v). Sebentar lagi aku akan sampai di amegakure yang author sendiri nggak tau dimana. Sungguh tak bertanggung jawab.
'KRESEK! KRESEK!' Suara kantong plastik-ehh salah salah. Maksudku semak-semak yang berisi daun(?) bergerak-gerak. Sepertinya ada musuh disekitar sini.
Ku keluarkan kunai dari kantong senjata. Beruntung kali ini aku sedang pakai topeng dan jubah yang tadi kupakai.
"Siapa disana?" Tanyaku dingin dengan suara yang terlatih eh. salah, Maksudku suara buatanku atau Suara laki-laki(?).
Terdengar kekehan diikuti bayangan hitam keluar dari sana. Ketika tampak dekat aku melihat... Pemuda berpierching dengan rambut jabrik berwarna oranye. Ia memakai jubah dengan pola awan merah. AKATSUKI!
"Hai... Nona.." Gumamnya. Aku terkejut. agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. aku memukulnya, sambil berkata.
"Sepertinya kau salah orang. Dan juga... aku ini laki-laki." Bohongku tentunya dengan suara buatan. Dengan bodohnya ia percaya.
"Kau terlihat kuat. Bagaimana kalau kau masuk organisasiku." Ucapnya lagi. Aku tersentak walupun tak terlihat olehnya.
"Organisasi? Organisasi apa?" Balasku pura-pura tak tau. Walaupun dalam hati aku bersyukur karena menemukan salah satu anggotanya. Jadi aku tak per repot-repot mencarinya berkeliling desa.
"Tentu saja ORGANISASI AKATSUKI." Ujarnya autis. Aku melongo tak percaya. Apakah ini orang-orang dari akatsuki? Semoga saja adikku tidak seperti ini... Semoga...
"EEh? Memangnya ada?" Tanyaku berpura-pura kembali. Aku bersidekap dada bergaya seperti Uchiha madara. Ya, Aku suka bergaya seperti ini. Entah kenapa?
"Tentu saja! Kita akan mengumpulkan semua bijuu lalu menguasai dunia yang penuh kebencian ini." Jawabnya lalu dengan wajah blo'on ia mengangkat kedua tangannya menghadap kearah bulan. Aku bingung.. Ini organisasi penjahat atau organisasi perkumpulan orang bodoh sih?
"Tentu. Kalau itu tujuannya." Balasku menyeringai walaupun tak terlihat.
"Emm.. Bolehku tanya. Namamu siapa?"
O..ow... Ini pertanyaan paling gawat. Bagaimana ini? Aha! Mungkin berbohong seperti itu bisa !
"Khu.. Khu... Khu... Namaku adalah.. Uchiha Madara..." Ujarku berbohong masih bersidekap dada. Dalam hatiku aku sudah tertawa guling-guling dengan jawaban bodoh yang kukeluarkan. Walaupun aku mirip tapi tak masalah bukan? Ahahahahah.
Kulihat matanya membulat tapi di wajahnya tercipta raut ketidak percayaannya. "Oh ya? Bisa dibuktikan?"
"Tentu." Ujarku mengaktifkan mata Eternal mangekyou saringgan. Sejak kecil aku selalu menggunakan ini dan tidak buta. Entah kenapa? Jadi aku menganggapnya seperti ini. (Yuuki: Maaf Gami-nee yuuki ambil ide ceritanya :D Gomen ... Gomen XD|Zyuki: Hush! Hush! Sana balik! Ini cerita bagian gwe!|Yuuki: Iye ah ! Berisik! #Ngacir).
Ia terkejut kembali ketika melihat mangekyou dari mataku. Karena tercipta bolongan yang bisa melihat mataku. (Eerr agaknya enggak nyambung deh. *Digampar karena motong cerita mulu*).
"Jadi bagaimana?" Tanyaku masih dalam posisi tadi. Ia terlihat berfikir lalu mengiyakan ucapanku. Ia memberiku perintah untuk mengikutinya. Walaupun aku tak sudi mendengar perintahnya.
Kami berjalan terus hingga sampai pada menara yang ujungnya seperti antena entah apa itu. Sampai saat ini juga aku masih terus memakai topengku.
"Kita sudah sampai." Ucapnya lalu mendongak keatas setelah itu masuk kedalam menara dengan langkah pelan. Kataku sih dia sok cool. Mukanya aja udah kaya preman ibu kota. Gimana mau cool?
Aku mengangguk lalu mengikutinya. Sekarang aku harus membiasakan diri irit bicara. Tapi, nanti kalau aku memberi taukan nama madara... Mungkin mereka akan kaget. Hm... PAKAI ITU SAJA!
Kulihat anggota-anggota organisasi sedang duduk-duduk disofa. Ada yang bermain tanah liat dengan ikat kepala Iwagakure. Ada yang bermain boneka dengan ikat kepala Sunagakure. Ada yang sedang menghitung uang dan ada yang sedang komat-kamit tidak jelas dengan ikat kepala Amegakure. Dan yang lainnya.
Dan yang membuatku senang adalah... Wanita berambut biru dan ITACHI! Gyaaaa! *Abaikan -_-*. Akhirnya aku akan mempunyai teman baru. Eeh? Kok tatapannya kepadaku tajam ya? Mirip piso. Ah sudahlah.
"Bisa kau perkenalkan dirimu." Tanya pemuda berambut oranye tadi. Aku mengangguk. Hmm... Sepertinya pura-pura autis seperti mereka boleh juga...
"Watashi wa Uchiha Tobi desu! Yoroshiku onegai simasu!" Ujarku penuh semangat errr mungkin sedikit bumbu autis. Kulihat mereka semua melongo melihatku, Apalagi itachi dan pemuda oranye itu.
"O-Oh... Namaku Uchiha Itachi... Hn," Aku membatin 'Aku sudah tau semua tentangmu, bodoh.'
"Namaku Hoshigaki Kisame.." Pemuda hiu berambut biru tua dan kulit biru. Aku bingung sebenarnya dia spesies apa?
"Aku Konan.." Balas wanita berambut biru itu sambil tersenyum. Mataku berbinar entah apakah terlihat atau tidak. Tapi aku yakin terlihat.
"Pein." Errr... Ini dia pemuda oranye berpierching. Hufft- dasar jelek!
"Deidara."
"Sasori."
"Aku kakuzu dan yang beruban itu Hidan." Aku melongo. Mukanya jelek banget. Walaupun yang beruban itu manis. Khe.. Khe.. Khe.. Sepertinya cocok untuk ide doujinshi yang dibuat Yuuki.
"Yay! Salam kenal minna!" Teriakku mengangkat tangan kananku dengan jari telunjuk mendongak keatas.
"Hn/Salam kenal/Iya/BlaBlaBla*Komat Kamit*" Jawab mereka. Aku tersenyum melihat mereka seperti melihat teman-teman diakademi.
.
.
[Yukito PoV End]
.
"Leader-sama... Apakah ada misi?" Tanya yukito berjongkok khas prajurit tempur. Padahal mukanya sudah merah padam karena seumur hidupnya belum pernah melakukan ini kecuali, saat ia bermain Raja-Rajaan bersama sahabatnya dulu.
"Tidak. Untuk saat ini kita akan nganggur." Jawab Pein.
'BUAAAGH!' Muncul cahaya merah dan ungu bersamaan dengan itu wajah pein bonyok.
"HOEY! APA YANG KAU LAKUKAN?! Eh.. Yuuki Dan Zyuki toh. Kenapa?"
"Seharusnya gwe yang nanya! Kenapa elu ngubah-ngubah naskah, hah?!" Teriak Zyuki geram.
"Eh rubah buluk! Elu kagak ngasih naskahnya Blo'on!"
"Ah ehlah boong lu! Gwe udah ngasih naskahnya, Bego!"
"Pein. Ini Naskahnya..." (Konan)
"Hn. Coba gwe liat." (Pein). Pas diliat.
TBC...
"What? Tubercullosis?" (Pein)
"Eh tolol. Itu TBC To Be Continnued- Eh? Kok TBC? Hwaaaa..." (Yuuki)
"Hn. Gwe sengaja, Karena itu gwe datang. MUAHAHAHAHAHAH-BUAAAG! *Digampar Yuuki*" (Zyuki)
"Nii-chan Pe'a! Bukannya kita disuruh untuk tidak motong cerita, HAAH? *Aroma wangi tersebar ke penjuru ruangan*" (Yuuki)
Semuanya pada teler.
OKe minna.. TBC YAAK! JAAAAA-Ne~~~~~
.
.
.
TBC
.
Yuuki: Akhirnya TBC juga. Eh. Tapi kok pingsan yak? Ah masa bodo. Oh iya! Jangan lupa RnR! *Menghilang dengan cahaya merah*
.
.
.
..:::Yuuki Hiroshi OUT!:::..
.
.
..:::Zyuki Hiroshi OUT! *Masih dalam keadaan teler*:::..
