Yooo... Minna-tachii... Apa kabar kalian semuaaaa? Ada yang sakit? Keciaaan deeeh. (Readers : Belum pernah dibacok nih anak). Becanda kok. Semoga cepet sembuh lah. Maaf yak kalian nungguin fic ini sampai Lumutan sana-sini heheheh. Oke gak usah banyak cing-cong.. Gomenne.. Maaf aku gak bisa ngomong banyak Karena ini Zyuki yang ketik. Berhubung ini fic milikki aku mulai ya? Ceritanya. Janagn lupa tuk Review! ^~^
Yang menunggu Naru-chan muncul. Disini ada lhooo... Dan aku bikin spesial untuk 'Uzumaki Megami' & 'ShappireOnyx Namiuchimaki' atas permintaan Yuuki sebelum kerumah nenek. Eheheheheh...
Oke Happy Reading to my fic !
.
.
.
Sudah tiga tahun berlalu. Itachi kini telah bersama kakaknya di organisasi bernama akatsuki. Walaupun ia tak tau jika itu adalah kakaknya sendiri.
.
.
.
.
Why? Why Be Like This?By Zyuki &Yuuki Hiroshi
.
.
Warning
.
Typo, OOC, OC, EyD hancur, Fem!Naru, Tidak sama seperti film aslinya. Dan terakhir...
.
YANG TIDAK SUKA TIDAK USAH BACA!
.
.
.
.
.
Happy Reading, Minna ^_^
.
.
.
.
.
[ITACHI PoV]
.
Aku terbangun dan melihat bahwa hari telah sore. Kulihat keatas pohon tempatku menyender. Ternyata anak itu masih ada.
Anak itu? Ya. Itu adalah partnerku sejak satu tahun yang lalu. Ia bernama Tobi, Yang kubingungkan ada dua darinya. Yaitu, Pertama Chakranya hampir mirip dengan Nee-san walaupun samar. Dan yang kedua adalah...
Uchiha terakhir hanya kami bertiga. Nee-san, Aku dan Otouto. Jadi, Sebenarnya siapa dia?
Kulihat kearah timur, Ternyata matahari sudah mau kembali ke persembunyiannya. Biasanya jam segini Nee-san akan marah jika aku tak pulang (Zyuki : Malang sekali kau tak tau kalau tobi itu kakakmu itachi -_-). Tapi, aku tak peduli hal itu. Menurutku, Melihat matahari terbenam adalah keindahan alam paling terindah yang pernah kulihat.
Sayang itu semua harus terhenti karena Leader Akatsuki mentelepatiku. Ia mengatakan untuk aku dan Tobi pulang kemarkas. Karena ada misi. Entah misi apa, Yang pasti mungkin tak jauh dari memasak atau menangkap Ayam kampung sebelah(?).
Kutatap kembali keatas pohon tempat tobi tertidur. Ia terlihat nyenyak sekali tertidur seperti itu. Walaupun aku tak melihatnya karena ia memakai topeng. Eheheheh...
Kupanggil Tobi dari bawah pohon (Yaiyalah masa' dari langit -_-).Ia terbangun menatapku seraya menguap. Apa nafasnya tidak bau? (Zyuki : Aku yakin kalau kau bilang itu kepada tobi. Ia akan membunuhmu itachi).
"Kita dipanggil Leader." Ucapku masih menatap kearah tobi yang turun dengan jubah yang berkibar layaknya Jemuran kering. (Author Dikubur kedalam sumur).
Kulihat Tobi mengangguk. "Leader B*k*p manggil? Buat apaan?" Balasnya. Aku mengangkat bahu. Tidak tau.
"Lebih baik kita pergi jika tidak mau menjadi sasaran empuk majalahnya." Ucapku lalu memulai berlari diikuti Tobi.
.
.
[Itachi PoV OFF]
.
.
.
.
Why be Like This?
.
.
.
Terlihat dua sosok berambut merah dan kuning. Mereka berdua terlihat berbincang di bangku taman yang mereka duduki.
"Ujian Chunnin sebentar lagi akan dimulai. Semoga saja Yuki-chan baik-baik saja, ya? Aku rindu dengannya." Ucap sosok berambut merah dengan iris mata Violet. A.K.A. Uzumaki Megumi.
Sosok berambut kuning dengan iris mata emerald. A.K.A. Haruno Hana mengangguk. "Semoga saja."
.
.
WBLT ?
.
.
Terlihat dua sosok yang berlari ke arah desa Amegakure atau Desa hujan. Mereka berdua adalah Itachi dan Tobi. Memang dari tempat tadi yang biasa mereka singgahi untuk melihat matahari terbenam tidak jauh dari desa amegakure.
Setelah 45 menit perjalanan, Mereka sampai didepan menara Eifel (Eeh Salah... Maksudnya..) Menara dengan ujung atasnya yang lancip mirip menara eifel. Mereka berdua masuk kedalam dan melihat..
Pria berambut oranye jabrik sedang membaca novel bersampul oranye dengan gambar Silang (X) dan terkadang ia tertawa mesum dengan darah mengucur dari hidungnya. A.K.A. Pein.
Kedutan muncul di kepala Tobi. Tapi, Dia kan lagi penyamaran menjadi laki-laki dan masa' Laki-laki nggak suka sama yang namanya Novel 'Porn'. Kan aneh. (Padahal Zyuki juga nggak suka kek begituan -_-" Tapi sukanya... Yaoi lah dikiiit.. Gak sampai yang.. Ekhem.. ekheman... Ngilu rasaya ... :p).
"Senpai! Kenapa manggil? Biasanya langsung bilang lewat ? Setan apa nih?" Tanya Tobi nggak nyambung. Pein yang sadar diliatin melirikkan matanya kearah Tobi.
"Kalian lama sih... Aku kan bosen.." Jawabnya tambah nggak nyambung. Itachi yang nggak ngomong mempunyai gelagat ingin ngomong.
"Ayam apa? Kampung apa? Biar kita yang cari." Ucap Itachi datar sambil bersidekap dada. Pein menatap bingung Itachi. Maklum ia bingung Wong PIKUN.
"Maksudnya? Aku mau ngasih kalian misi..." Pein menggantung perkataannya membuat Tobi geregetan buat makan tuh Yahiko.
"Misi... Misi... Emmm... Misi..." Pein masih berfikir. "Misi... Misi apaan yak? Ehh coba liat naskahnya."
"Nih.." ( Itachi, Nyerahin berkas naskah)
"Hmmm.. Hmmm.. Oke ... THOR! ULANGIN WOY!" (Manggut manggut)
.
.
.
.
Berisik lu -_- Maaf minna terjadi kesalahan letak geografis indonesia ada di? (Di Gebuk massa)
.
.
.
OKE BACK TO STORY!
.
.
"Kalian tau Ujian Chunnin akan diselenggarakan, kan?" Tanya pein dan hanya dijawab anggukan. "Misi kalian adalah menangkap Jinchuriki Kyuubi dan Ichibi pada Ujian chunnin yang akan diselenggarakan di KONOHA."
Itachi berpoker face 'ria' dan Tobi melongo mendengarnya. Jinchuriki kyuubi? Jangan gila. Itu kan teman dan adik temannya. Walaupun temannya tidak akan ketauan karena Kyuubi yang ia miliki adalah murni dari Kami-sama atau lebih mudahnya megumi itu Kyuubi sendiri dan yang ada didalam tubuhnya adalah rubah peliharaannya. (Ketauan Ngarang :v).
"Ekhem.. Sekarang mulai... Tapi, Kau tobi masakin Takoyaki dulu dong. Laper nih." Ucap Pein kepada Tobi yang masih melongo.
"Yeeeee... Serah lah.." Balas tobi sembuh dari kepelongoannya. Ia berjalan kearah dapur didalam markas.
Dia mengambil daging gurita mentah yang sudah dipotong-potong lalu merebusnya. Sedangkan, Ia sedang membuat adonan untuk Takoyaki. Setelah selesai ia membakar adonan cair itu dipanggangan khusus takoyaki. Ia menaruh gurita yang tadi direbus pada setengah dari adonan itu (Yg lagi dipanggang). Setelah itu ia menuangkan kembali adonan yang ia buat kepanggangan untuk menghasilkan bulatan sempurna. Begitulah sampai Takoyaki itu berjumlah 24 buah.
Tobi mengambil piring lalu menatanya berbentuk persegi panjang. Lalu menuangkan bubuk rumput laut (Rumput laut yang di jadikan seperti merica bubuk tapi warna hijau) ia menambahkan bawang khas Jepang dan menuangkan kecap tiram dan untuk toping terakhir ia menaruh Daun Selada. Dan TARAAAA JADI. (Resep dari Yuuki yang aku sendiri nggak sengaja ngeliatnya dari buku diarynya :v Muahahahahah... Bersiaplah aku untuk kena bogeman mentah darinya.. Tapi buatannya enak lho.. Walaupun baru umur 11 tahun JEMPOL DEH! Dan sangat susah banget Mendeskripsikannya :p)
"Nih.." Ucap Tobi setelah sampai didepan Pein sambil menaruh Takoyaki di Meja deket tempat tidur."Dah yak.. Gwe pergi dulu Bayy~ Bay~"
Setelah semua kejadian itu selesai, Itachi dan Tobi pergi ke Konoha tempat mereka dahulu tinggal. Diperjalanan mulus tanpa adanya halangan dari Bandit gunung maupun Missing-nin. Entah apa yang membuatnya seperti itu.
.
.
[Tobi/Yukito PoV] (Zyuki : Jangan sampai lupa namanya lho :v)
.
Yossh... Aku kembali Konohagakure no SATO! Setelah sekian lama dikabarkan mati aku akan melangkahkan lagi kesana! Hahahah... Oh iyaya... Bagaimana keadaan Sasuke ya? Apakah dia tambah dendam pada Itachi? ARRRGH... Kenapa bebanku sangat berat siih?! Ah sudahlah... Lagipula aku akan kembali ke Konoha...
Karena Itachi belum tau bahwa aku dikabarkan mati... Berarti... Jika aku membuat bunshin supaya menggantikanku disana... Aku akan dikira hantu. Kalau aku tidak membuat bunshin, Maka Itachi akan kebingungan mencariku... Haaaah... Bagaimana ya?
Yasudah lah 'Yang lalu biarlah berlalu, Mari kita buka lembaran yang baru' Entah itu pepatah siapa. Itu muncul saja diotakku. Ngomong-ngomong soal pepatah apakah itachi sudah mengartikan pepatah yang dulu aku katakan? Pepatah terakhir yang kukatakan 3 hari sebelum aku melaksakan Misi itu. Misi yang membawa malapetaka bagi Clanku. Andai saja saat itu aku menolak misi itu. Mungkin, aku masih berada di Konoha bersama keluarga dan sahabatku.
.
[Flashback Training Ground Uchiha]
.
"Itachi.. Bisakah kau kemari?" Tanya Remaja bersurai hitam-raven sepunggung a.k.a. Uchiha Yukito memanggil Anak 12 tahun di antara hidungnya ada masing-masing garisan halus yang pendek a.k.a. Uchiha Itachi.
"Ada apa, Nee-chan?" Tanya Itachi kebingungan. Yukito tersenyum.
"Apakah kamu mau bekerja keras untuk menaikan derajat klan kita?" Tanya Yukito. Itachi mengangguk mantap.
"Tentu saja Nee-chan!" Yukito tersenyum mendengarnya.
" 'Kau tidak akan bisaberjalan maju jika kau tidak bisa merangkak.' Buktikanlah. Aku akan menunggu dan memegang ucapanmu." Ujar Yukito masih tersenyum seakan itu kata-kata terakhir yang bisa ia ucapkan.
Itachi yang mendengarnya terlihat kebingungan. Sambil membatin 'Apa maksud Nee-chan?'
"Sudahlah. Ayo pulang..."
.
[Flashback OFF]
.
Mataku memanas mengingatnya. Dan tanpa kusadari Liquid bening terjatuh dari mataku. Mengingatnya saja membuat hatiku sakit walaupun itu tertutup oleh senyum palsuku. Rasanya seperti Terbakar dalam tumpukan Es. Sakit tapi tertutupi.
Aku tidak boleh menangis. Aku harus kuat. Bermimpi menjadi sekuat madara. Aku tidak boleh menangis. TIDAK BOLEEEEH SAMPAI KAPANPUN ITU! Aku tidak akan sudi jika menangis apalagi dihadapan desa. Selama aku didesa. Tempat tinggalku ataupun kamarku. Tidak boleh... Tidak boleh...
.
[Tobi/Yukito PoV OFF] (Hiks... Hiks.. Sedihnyuuuaa T_T)
.
"Kau kenapa Tobi? Kita sudah sampai lho.." Ucap Itachi mengingatkan sekaligus khawatir dicampur rasa senang karena sudah didepan Konoha dan bisa bertemu kakaknya lagi.
Tobi melirik Itachi. Dibalik topengnya ia cemberut karena habis menangis DIHADAPAN DESANYA PULAK (Capslock Jebol). "Kita ke desa masa pakai jubah ini? Lebih baik kita pakai Henge dan Nama samaran. Dasar dobe."
"Hn." Keringat bercucuran didahi Itachi. Melihat aura yang dikeluarkan Tobi. Yaitu, Aura tentang kepedihan, Balas dendam yang tidak terbalaskan, Bangga, Senang, Dan Kebahagiaan. Kepedihan karena mengingat masalalu. Balas dendam pada Danzo. Bangga karena adiknya akan menjadi chunnin walaupun ia tak tau pasti. Senang karena bisa kembali. Dan Kebahagiaan bertemu adik, Dan sahabatnya. Dan itu semua menjadi satu.
"Baiklah... Pertama nama samaran. Aku Ryusuke Atane dan akan menjadi warga sipil dan menjadi Wanita." Ucap Tobi dengan kilatan mata tajam+Lembut. (Entah apa jadinya).
"Aa... Aku.. Akita Michiro... Dan akan menjadi warga sipil laki-laki..." Balas Itachi. Setelah itu mereka merapal Handseal dan 'POFFT'
Mereka menjadi :
Tobi, Wanita dewasa dengan tinggi 163 Cm. Bersurai Ungu tua lurus sepunggung dengan mata beriris merah tua. Berkulit putih. Memakai Yukata putih dengan hiasan bunga mawar Violet. Dengan Obi berwarna merah. Memakai Short-Pants 10 cm diatas lutut. Dan memakai sendal Bakiak (Bener gak?).
Itachi, Lelaki dewasa tanpa kumis maupun janggut. Tinggi 172 Cm. Bersurai hitam seleher yang dikuncir (Rambut itachi) dengan mata beriris cokelat. Berkulit Putih porselen. Memakai T-shirt Biru polos dan Celana panjang semata kaki berwarna hitam. Dan memakai sendal entah merk apaan.
.
"Baiklah, Ayo masuk." Ajak Tobi menarik Itachi dengan wajah juteknya melewati gerbang konoha mengabaikan Izumo dan Kotetsu yang kerjaannya ngorok. Tentunya setelah menekan chakra mereka hingga tetes terakhir. Itachi yang di tarik hanya pasrah toh. Yang penting bisa bertemu kakaknya. (Itu kakak lu, Bodoooooh -_-)
Mereka berdua hinggap dikedai dango. Sambil membuka telinga mereka lebar-lebar untuk mendengar informasi tentang ujian Chunnin. Dan tentunya sambil makan.
"To-Atane, Bisa kau tunggu disini? Aku ingin mencari seseorang." Ujar itachi nyelonong meninggalkan Tobi yang sedang melihat-lihat topeng. Tobi yang sekarang menyamar menjadi Atane menatap bingung punggung Itachi yang menyamar menjadi Michiro.
'Palingan mencariku.' Batin Tobi cuek. Lalu berjalan meninggalkan toko topeng itu. Menurutnya tidak ada yang menarik disana. Tadinya ia mau membeli baju. Tapi nanti malah ditanyain Itachi kenapa membelinya.
.
.
Why Be Like This? (Peringatan! Mulai dari sini akan terjadi kelebayan luar biasa dariku :'v)
.
.
.
Megumi. Ya, Uzumaki Megumi sedang berlari mencari asal dari chakra yang barusan ia rasakan. Chakra sahabatnya. Disebelahnya tentu berdiri Hana yang setia berlari disampingnya.
"Yuki... Kau dimana..." Gumam Megumi lirih. Ia masih merasakannya dari dekat toko yang menjual topeng itu. Tapi ia tak melihat ada tanda-tanda temannya itu.
Hana menatap megumi bosan. "Kau mengkhayal, ya? Dia tidak ada disini... Aku juga tidak merasakan chakranya."
Megumi menggeleng cepat. "Aku merasakannya sangat jelas. Ia di dekat sini. Aku tak mengkhayal. Peliharaanku sendiri yang bilang. Kemana dia... ?"
"Haaaah... Yasud-" Ucapan Hana terpotong oleh Megumi yang berlari dan memeluk Wanita dewasa (Bukan Yuri!) dengan tinggi 163 Cm. Bersurai Ungu tua sepunggung dengan mata beriris merah tua. Berkulit putih. Memakai Yukata putih dengan hiasan bunga mawar Violet. Dengan Obi berwarna merah. Memakai Short-Pants 10 cm diatas lutut. Dan memakai sendal Bakiak.
Wanita itu terlihat kaget seperti melihat teman lama. Pancaran rasa rindu yang tak terbendunglah yang membuat ia membalas pelukan tersebut. Tentu saja itu membuat Hana yang melihat dari jauh kaget melihat itu.
"Megumi?! Kau jangan asal peluk orang!" Ujar Hana yang masih kaget. Megumi menolehkan kepalanya kearah Hana. Dan berucap dengan senang.
"Dia Yukito! Dia Yukito! Hwaaaaaa... Yukiiiii... Aku kangeeeen..." Balas Megumi menambah kaget Hana dan juga membuat orang yang dipeluknya lagi Kaget.
"A-... A-Apa Maksudmu.. Namaku Atane. Dan siapa itu Yukito? Aku tak mengenalnya.." Ucap orang yang dipeluk megumi a.k.a. Yukito/Atane dengan sedikit gugup.
"Kau tak perlu berbohong, baka! Buktinya kau membalas pelukanku... Theheheheh... Aku akan bilang pada Hokage-sama bahwa kau sudah pulang..." Balas Megumi dengan nada senang. SKAK MAT... Yukito akhirnya menangis dipelukan Megumi.
"HWAAAAAA... BAKA YAROO... AKU-Hiks ... Aku Tidak menangis... Hiks... Hwaaaaaa..." Teriak Yukito walaupun tidak kencang. Megumi dan Hana yang melihatnya hanya tersenyum dengan liquid bening mengalir dari mata mereka.
"Ah iya... Yuki... Kenapa kau memakai Henge dan menekan chakramu?" Tanya Megumi entah tau darimana. Yukito melihat megumi dengan mata membulat dan air mata masih mengalir dari kedua matanya. (Sungguh tidak elit bagi Reinkarnasi Madara)
Yukito/Atane menunduk dalam-dalam. "Aku sedang misi... Yaitu, Menangkap Jinchuriki... Kyuubi dan Ichibi dalam Ujian chunnin-" Baru saja Megumi ingin memotong tapi Yukito melanjutkannya lagi.
"Dan tentunya aku sangat tidak setuju. Tapi... Bagaimanapun aku hanya Junior disana... Walaupun kekuatanku melebihi Madara sendiri... Ahahahah,,,, Tenang saja aku tak akan menangkapnya. Mungkin hanya Itachi yang bekerja... Aku mana mungkin sanggup melakukan Hal itu." Yukito mengangkat kepalanya seraya tersenyum manis.
Megumi yang tadi mau protes kini tersenyum. Dikiranya sahabatnya yang ingin menangkap adik kecilnya. Maksudnya Naruto. Bukan Menma.
"Yasudah... Aku pe-" Ucapan Yukito dipotong lagi karena ia dikejutkan oleh tangan kecil yang memeluk lengan kanan megumi. Ia melirik lebih itu Remaja berambut merah sepunggung, Poninya dijepit memakai Kimono merah polos. A.k.a. Uzumaki Naruto.
"Aaa... Naru-chan... Ada apa?" Tanya Yukito lembut sungguh mirip ibunya. Perbedaannya adalah dia masih Perawan. (Yaiyalah masa' umur segitu udah ekhem... Ekheman... Hiiiii *Merinding* #DitabokReaders)
Naruto dengan mata birunya melirik Yukito dengan kepala dimiringkan pertanda bingung. "Nee-chan siapa?"
Yukito pundung dipojokan. 'Hiksu... Hiksu... Naru-chan tidak mengingatkuuuu... Hiksu...' Batinnya nista.
"Nee... Ne... Onee-chan! Dia siapa?" Tanya Naruto kembali kearah Megumi yang sweatdrop melihat sahabatnya begitu OOCnes. "Onee-chaaaan! Dia siapaaa?" Teriaknya dan sukses membuat Megumi kembali ketubuhnya.
"E-Eh... D-Dia... Yukito-nee. Naru... Kenapa memangnya?" Jawab Megumi dengan senyumnya yang mengembang. Yukito menolehkan kepalanya kebelakang dengan mata berlinangan air mata.
"Heeh? Yuki-nee?"
1 %
21 %
27 %
51 %
93 %
98 %
99,9 %
"YUKI-NEEE!" Teriak Naruto yang ajaibnya langsung Conected tanpa menunggu 100%. Dan memeluk Yukito dari belakang karena posisi Yukito yang pundung sambil jongkok itu memudahkannya untuk memeluknya.
"Hwaaaaa... Naruuu-chaaaan..."
.
.
.
[SKIP] (Bosen kek begituan mulu -_-")
.
.
"Ciieee... Naru-chan... Kau suka dengan adikku bodohku ya?" Goda Yukito setelah sampai dirumah Megumi tentunya ia belanja dulu karena persedian di markas hampir habis. Belanjaannya habis 1.000.000 Ryo. Dan sekarang sudah disimpan dalam gulungan Fuinjutsu pemimpanan. Beruntung saja ia punya tabungan banyak 'Sekali' saat menabung uang imbalan misi dahulu. Ia juga sudah melepas Hengenya.
Naruto memerah. "Yuki-nee, kan juga masih JOMBLO!" Oooww... Rasanya memohok sekali. Serasa ditusuk ribuan jarum yang dilapisi api hitam amaterasu.
Yukito kembali pundung.
.
.
.
WBLT ?
.
.
.
"Nee-chan... Nee-chan... Aneh... Biasanya dia suka ke Hutan Kematian..." Gumam Sosok Itachi (Bodo' Males Mendeskripsikannya) yang sudah lepas dari jurus Hengenya. Ia seperti sedang mencari sesuatu dan terbukti ia mencari kakaknya.
"Dimana sih..." Gumamnya lagi kesal. Ia menggenggam kunai siaga ketika melihat bayangan hitam yang melesat dengan cepat. "Siapa disana... ?" Tanyanya dengan kegelapan malam.
'Sebaiknya aku kerumah Megumi-nee... Siapa tau disana ada Nee-chan..' Batinnya lalu pergi dengan Shunshin Gagaknya. Ia tak peduli walaupun ia missing-nin, Yang penting sekarang adalah Kakaknya!
.
.
.
.
.
Why Be Like This ?
.
.
.
.
.
Terlihat dirumah kayu ciptaan Mokuton milik Megumi yang diperkuat oleh kayu adam yang menahannya. Didalamsana terlihat 3 sosok wanita berbeda warna. A.K.A. Megumi, Hana, Yukito. Mereka sedang berkumpul dimeja makan.
"Ne, Apakah tak apa jika aku menginap disini?" Tanya Yukito ragu-ragu. Megumi mengangguk.
"Kami masih punya tiga kamar kau pilih saja sendiri. Lagipula kalau kau pulang nanti akan dikira hantu gentayangan. Pffft-" Jawab Megumi sekaligus mengejek. Yukito cemberut. Hana yang dikacangin bertanya.
"Ne, Apa Itachi tidak akan mencarimu? Dia kan tidak tau bahwa kau mati, Oops.. Maaf maksudku dia kan tidak tau bahwa kau dikabarkan mati." Ucap Hana ikutan nimbrung.
Megumi bergubrak 'ria' dan Yukito FacePalm. "Duuh.. Kok aku lupaaa, ya? Hadeeeeh..." Yukito kesal sendiri gara-gara kelupaan untuk ngebuat bunshin.
Megumi tertawa hambar. "Nasibmu sepertinya sedang si-" Ucapan megumi terpotong saat melihat satu gagak hitam yang hinggap di meja makan, Sedetik kemudian gagak-gagak itu membelah diri hingga berjumlah puluhan dan menciptakan sosok yang sudah lama dikejar oleh Hunter-nin yaitu, Uchiha Itachi.
"Itachi..." Desis Hana. Sepertinya ia sedang merencanakan untuk bermain drama. Megumi menatap tajam kearah Itachi sedangkan, Yukito datar-datar saja.
"Yo. Itachi.." Sapa Yukito datar sambil melambaikan tangannya kearah Itachi yang berdiri menatap Yukito dengan tatapan Rindu.
"Nee-chan..." Gumam Itachi tanpa sadar. Ia yang masih tanpa sadar langsung memeluk Yukito yang terkaget-kaget tapi langsung tersenyum dan membalas pelukan Itachi.
"Sudahlah Otouto.. Lupakan saja... Aku tau perasaanmu kok..." Balas Yukito memeluk Itachi dengan erat disertakan air mata rindunya. "Yang Ku khawatirkan hanyalah... Sasuke..."
Itachi yang tingginya lebih beberapa Centi dari Kakaknya sekarang melepas pelukannya dan menatap bingung kearah kakaknya dengan alis yang naik sebelah. Yukito yang masih tersenyum kini tiba-tiba saja memukul perut Itachi dengan kilat dan tidak terlihat oleh siapapun.
"Ughh..." Rintih Itachi kesakitan dengan pukulan maut sang kakak. "N-"
"Baka..." Gumam Yukito memotong perkataan Itachi dengan mata berlinangan air mata. "Baka yarooo!"
'BUAG! BUG! JDUAG! PLAK!'
Itachi sekarang menatap kearah kakaknya dengan tatapan tak percaya. Kakaknya menangis? Fenomena sangat langka yang pernah ia liat.
Suara isakan terdengar dari Yukito. "Bakayaro... Kenapa kau melakukannya? Kenapa kau tidak cerita? Kenapa kau mau saja diperintah danzou? Kenapa kau melakukannya didepan Sasuke yang masih polos? Kenapa? Kenapa? Kenapa? –Hiks... Kenapa Itachi... ? –Hiks.. Kenapa?" Teriak Yukito yang tak tahan lagi menahan emosi yang membanjir di kepalanya.
Itachi yang mendengar itu menunduk. Ia merasa bersalah sekali.
Beda mereka beda juga Megumi dan Hana yang melihat mereka. Hana menoel Megumi lalu membisikan sesuatu. Mereka mengangguk lalu berjalan keluar dari rumah kayu itu.
"Nee-san... Gomen..." Gumam Itachi lirih masih tak beranimelihat wajah kakaknya yang menangis.
" -Hiks... Hiks... Sudahlah lupakan..." Balas Yukito datar diakhir. Walaupun tak dapat dipungkiri Liquid bening masih mengalir layaknya sungai nil yang tak bisa terbendung di wajahya. Wajahnya kini menjadi datar tapi masih ada pancaran rasa sedih disana.
' –Pluk.' Itachi memeluk kakaknya lagi sambil berucap 'Gomen.' Hingga beratus-ratus kali. (Err... Rasanya terlalu... Romance? Err... Padahal kakak adek..)
"Sudahlah... Aku tidak apa-apa... Yang lalu biarlah berlalu..." Yukito membalas pelukan adiknya. "Oh iya.. Kau nanti tinggal dimana itachi?"
Itachi menggeleng. "Mungkin dihutan... Atau... Disini..." Jawab Itachi lalu melepas pelukannya. "Lho? Gumi-nee kemana?"
Yukito Facepalm. "Huuft.. Palingan ngerumpi diluar... Carilah sana kamar.." Itachi mengangguk lalu pergi keatas melalui tangga. "Haaah... Aku lelah... Dua peran dalam satu tubuh... Beh..."
'KRIET,,,' Pintu kayu yang menghubungkan teras dan ruang tamu terbuka. Tapi tak ada orang disana.
"Megumi? Hana?" Tanya Yukito kepada pintu yang terbuka.
.
.
Hening...
.
.
"Hey... Aku tidak bercanda !" Sekarang Yukito mulai emosi. "MEGUMI! HANA!" Yukito mulai menapakkan kakinya perlahan dengan kunai yang ia genggam ditangan kanannya. Dua hal yang Yukito takuti yaitu, Hantu atau Musuh yang menemukan rumah ini.
"Heelloo? A-Ada orang?" Tanya Yukito kepada gelapnya malam. Kini ia sudah di depan pintu. Mulai melangkah kembali.
"A- Apa ada oraang?" Tanya Yukito kembali dengan nada takutnya. Seperti ada getaran pada kunai yang ia pegang. "Megumii... ? H- Hanaa... ? Heelloo? Megumii? Hanaaa?"
Bayangan hitam melesat dengan cepat melewatinya. Tentu saja ia terkaget-kaget melihat itu. Tubuhnya tak bisa digerakkan saking takutnya. Keringat dingin bercucuran deras dari dahi menuju dagu dan menetes ketanah.
Tangan muncul di bahu kanannya. Ia menoleh ke kanan dan melihat...
MEGUMI DENGAN MUKA HORROR DAN DITERANGI SENTER !
"KYAAAAAAAAA! SETAAAAAN!" Teriaknya lalu pingsan dengan tidak elitnya. Alias dengan posisi Ngejengkang.
"PFfft... Sampai pingsan begitu.. Hey Hana! Cepat turun! Rencana tadi tidak jadi !" Teriaknya dari bawah. Sosok berambut kuning dengan baju panjang dan mukanya yang horror turun dari atas pohon. Ia menoleh kearah Yukito yang pingsan lalu menggelengkan kepalanya.
"Huufft... Sayang sekali tadi... Coba aja kalau dia tadi kebawah pohon yang tadi kuhinggapi..." Desah Hana kecewa. Megumi mengangguk-anggukan kepalanya.
"Tapi ekspresinya lucu, Lho.. Eh iya.. Ayo bawa dia kedalam..." Ajak megumi dan hanya dijawab anggukan. Mereka berdua membopoh tubuh Yukito yang pingsan kedalam rumah kayu itu.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continnued
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
[Ujian Chunnin tahap ke dua] (Zyuki : Tapinya Boong :p Muahahaha... Masih banyak kok...)
.
.
"Teme? Kau sudah menemukan targetnya?" Tanya sosok berambut merah a.k.a. Naruto Uzumaki kepada kepala pantat ayam disampingnya. Kepala pantat ayam itu menggeleng pelan.
"Sasuke-kun. Disana ada pergerakan.. Mungkin ia memiliki gulungan langit." Bisik gadis kecil berambut Gulali a.k.a. Sakura Haruno dengan pelan kepada kepala pantat ayam a.k.a. Sasuke Uchiha
Ya. Mereka sedang mencari musuh yang memiliki pasangan gulungan Bumi yang mereka punya. Alias ini syarat untuk lulus ujian chunnin tahap kedua.
'Srek.. Srek.. Kesrek...' Suara semak-semak mengalihkan perhatian mereka bertiga. Naruto menggenggam kunainya. Sasuke bersiap dengan Fuuma Shurikennya. Sedangkan, Sakura dengan pukulannya.
"Khu... Khu... Khuu... Sasuke-kun... Naruto-chan... Kalian akan menjadi tubuh yang sempurna." Ucap sosok mirip Sadako menjilat bibirnya dengan lidahnya yang panjang.
Reaksi mereka? Geli, Jijik, dan Merinding.
"S-Siapa kau... Aku tak pernah melihatmu.." Tanya Naruto memberanikan diri bertanya. Sosok itu tertawa sinis.
"Khu.. Khu.. Khu... Ternyata Monyet (Maaf Hiruzen) dan Duren (Kalau minato bodo amat :v) itu sudah menghapuskanku Toh... Ukhuu.. Khu.. Khu.."
SasuNaruSaku tambah merinding dibuatnya. Naruto berlari kearah sosok itu sembari kunainya ia hunuskan kearah kepala. Sosok itu dengan mudahnya menghindar lalu...
'DUAAG! ... BRUK.. JDAR..' Menendang Naruto hingga menabrak pohon hingga tumbang.
Sasuke berlari kearah sosok itu dengan Saringgan dua tomoenya yang sudah diaktifkan dan mengambil kunai dari kantung ninjanya. Menghunuskan kearah Sosok itu. Tapi, sama seperti Naruto, Menghindar dengan mudah.
Sosok itu memukul Sasuke tapi dengan Saringgannya ia bisa menghindar. Menggeram marah lalu menghunuskan kunai yang tadi ia simpan.
'POFF' Kepulan asap tempat sasuke tadi berdiri. Sosok itu berdiri tegak mencari Sasuke terbukti dengan matanya yang bergerak-gerak lincah.
"SHAANNAROOO!" Teriakan gila terdengar dari gadis berambut gulali yang tadi diam sekarang memberanikan diri untuk menyerang dengan tangan yang sudah dilapisi chakra. Sosok itu menyadari sakura menyerang langsung memukul perut sakura hingga pingsan.
.
.
[Diwaktu yang sama di semak-semak dekat pertarungan]
.
"Grrr... Sialan kau Oro-pedo..." Geram Wanita berambut kuning seleher dengan iris mata emerald a.k.a. Haruno Hana saat melihat kemunculan Sosok itu.
"Semoga saja Sasuke tidak apa-apa... Aku tidak bisa membantu..." Gumam sedih wanita berambut hitam-raven sepunggung dengan iris mata Onyx gelap a.k.a. Uchiha Yukito
"Naru..." Gumam wanita berambut merah selutut dengan iris mata Violet tua a.k.a. Uzumaki Megumi gelisah.
Mereka melihat sakura dikalahkan dengan mudah oleh sosok itu. Hingga mereka tak tahan lagi untuk membantu.
"Megumi, Hana... Aku pergi... Kalian disini saja.." Ucap Yukito dengan raut wajah kesal bukan marah.
Mereka berdua mengangguk menuruti perkataannya. Karena mereka tau Yukitolah yang lebih pantas membantu.
.
.
.
[Back to Fight]
.
"Khu.. Khu.. Khu.. Ternyata kalian lemah ya.. Ukhu.. Khu.. khu.." Ejek Sosok itu lalu memanjangkan lehernya. Mulutnya terbuka lalu menggerakan kepalanya kearah Sasuke yang pasrah menutup matanya. Tapi...
'POFF...' Sosok berambut hitam-raven dengan baju khas Uchiha kerah tinggi hingga menutupi hidungnya dan lengan panjang dengan celana panjang longgar atau bisa dibilang sangat longgar semata kaki a.k.a. Uchiha Yukito muncul dari kepulan asap dengan posisi bersidekap dada. Oh iya jangan lupakan. Aset yang tak terlihat. (Zyuki : Bayangin aja madara.. Rempong amat -_-)
Yukito langsung memotong kepala sosok itu dengan kunai yang dipegangnya. Sosok itu membulatkan matanya melihat itu.
'CRASSH!' Leher sosok itu terpotong. Dari mulutnya terbuka sangat lebar lalu memperlihatkan sosok tadi yang dipotong oleh Yukito.
Sosok itu membulatkan matanya lebar-lebar. Lalu tertawa sinis. "Khu.. Khu.. Khu.. Sang hantu Uchiha kini kembali, Hee? Ukhu.. Ukhu Khuu..." Sosok itu mengira jika Yukito itu Madara yang keluar dari kalung sasuke yang bertengger manis dilehernya.
Kedutan mulai dari yang kecil hingga besar bermunculan dari kepala Yukito. Untung dia masih sabar kalau tidak ular didepannya kini sudah menjadi abu.
Sasuke yang tidak merasakan apapun mencoba membuka matanya. Pertama kali yang ia lihat adalah sosok berambut hitam-raven sepunggung dengan iris mata Onyx gelap. Matanya membulat lalu mengalihkan kepalanya kearah kalung dengan pengaitnya benang karet berwarna hitam dan disana ada bentuk love berwarna emas dengan ukiran 'Otouto' yang bersinar terang.. Sangat terang. Matanya membulat.
"Onee-chan..." Kini air mata mengalir karena bisa melihat sosok kakaknya sekali lagi. Entah ini untuk terakhir kali atau bukan. Yang penting ia senang. Senang sekali.
Yukito mengalihkan kepalanya kearah adiknya dengan senyum tipis yang bertengger manis di wajahnya.
"Kita bertemu lagi.. Baka-Otouto..." Ucap Yukito belum mengalihkan pandangannya dari Sasuke. Sasuke dengan air mata yang mengalir ingin memeluk kakaknya namun, Ditahan oleh dua jari dikeningnya.
'POKE..' Yukito mendorong pelan Sasuke yang masih menangis. "Lain kali saja ya? Sasuke..."
Sasuke cemberut. Padahal baru bertemu langsung di dorong. Kan bikin kesel.
"Masih ada lain waktu, Baka.. Aku tidak akan meninggalkanmu lagi kok... " Ucap Yukito masih tersenyum. Lalu dengan wajah datar mengalihkan pandangannya kearah sosok tadi.
"Orochimaru... Apa yang kau lakukan di Konoha?" Tanya Yukito dengan nada datar nan dingin ia menutup matanya. Orochimaru menyeringai.
"Tentu saja menghancurkan Konoha dan membawamu untuk diperiksa. Ukhu.. khu.. Khu.." Seringainya makin lebar.
"Oh ya? Itupun kalau kau bisa..Orochimaru..." Balas Yukito membuka matanya. Bukan lagi Onyx dimalam hari yang menenangkan. Akan tetapi, Mata merah dengan pola Shuriken dan lingkaran dimatanya. (Err susah mendeskripsikannya '-')/
Sosok yang bernama Orochimaru itu merangkai Handseal. "Sen'eienshu" (Eeeeh? Bener nggak?). Muncullah ratusan ular berbisa dari tangan kanannya.
"Kau yakin itu dapat membunuhku?" Tanya Yukito meremehkan. "Amaterasu.." Keluarlah Api hitam dari ular-ular tadi. Seluruh ular itu terbabat habis oleh api hitamnya.
"Hebat.. Hebat.." Puji Orochimaru menepukan tangannya. "Tapi..." Orochimaru kembali merangkai Handseal lalu menapakkan telapak tangannya ketanah.
'KUCHIYOSE NO JUTSU.' Dan... Keluarlah kepulan asap yang banyak memenuhi arena pertarungan. Setelah kepulan asap itu menghilang nampaklah ular berwarna ungu siap menyantap siapapun.
"Cepat serang dia, Manda..." Perintah Orochimaru.
Ular itu bergerak-gerak dengan cara seretan (:v). Tapi, Yukito tau apa yang perlu dilakukan. Ia menyeringai Lebar, Tidak Sangat lebar hingga matanya menyipit.
"SUSANO'O!" Sosok Astral Tulang kerangka menyelimuti tubuh Yukito perlahan namun pasti tulang itu diselimuti kembali oleh daging memakai baju Zirah wanita dengan Asetnya yang keluar dari (ekhem) Baju zirah bagian dadanya. Dengan dua pedang berbeda aura yang satu putih terang yang satu hitam gelap. Memakai pelindung kepala (Zirah juga) yang menutupi matanya. Rambutnya yang sepunggung bergelombang diikat. Sayap malaikat berwarna ungu muncul dipunggungnya. Nampak anggun nan cantik tapi mematikan. Ya... Complete Susano'o milik Yukito.
Mata Orochimaru terbuka lebar sekali saat melihatnya. Ia membatin. 'Kenapa seperti itu?'
"Khu.. Khuu.. Khuu... Apakah kau takut Orochimaru-chan? Ah iya... Sasuke... Cepat bawa temanmu ketempat tenang dan damai. Karena disini akan ada operasi besar-besaran... HUAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAH... TERIMALAH KEKALAHANMU! OROCHIMARU!" Teriak Yukito kesetanan mengayunkan pedang putihnya kearah Orochimaru dan Pedang hitamnya kearah Manda yang sudah menghilang duluan karena terkena tekanan mental dari efect Susano'o Complete
Orochimaru yang sadar akan kekagetannya tak sempat menghindar hingga ia harus melakukan jutsu kelahiran kembali.
"MUAHAHAHAHAH... JANGAN MENGHINDAR KAU PENGECUT!" Teriak Yukito masih kesetanan matanya hampir keluar dengan urat-urat yang mulai keluar satu persatu. Ia mengayunkan pedang hitam kearah Orochimaru diikuti pedang putih yang mengayun dengan kilat.
Orochimaru berkeringat dingin. 'Siapa sebenarnya dia?' Orochimaru masih menghindar lalu membuat Handseal dan menarik nafas dalam-dalam.
"KATON : GOURYUKA NO JUTSU!" Keluarlah naga api yang keluar dari mulutnya hendak menelan siapapun yang menghalangi.
"Sayang sekali, Nee? Orochimaru-chan... Waktumu berdansamu telah habis... Dan itupun SANGAT buruk... Khu.. Khu.. Khu... HUAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAH" Yukito yang sekarang mulai menggila langsung saja menghilangkan susano'onya dan merapal segel.
"KATON : GOKKA MEKYAKU!"
.
.
.
Dalam pedalaman hutan terlihat lelaki bertopeng putih dengan dua bolongan pada matanya. Dalam bolongan itu terdapat mata merah dengan 3 tomoe memutarinya..
"Ternyata dia ya... Yang menjadi Reinkarnasinya? ... Mungkin kau bisa ikut andil dalam rencana mata bulan... Iyakan?"
.
.
.
"Nee-chan..."
.
.
.
.
.
.
Orochimarupun kalah telak dan ia pergi melalui media tanah alias kabur. Yukito mendecih pelan.
"Tchih.. Kupikir ia bisa kuajak berdansa... Ternyata tidak... Sayang sekali..." Gumamnya lirih.
Tanpa ia sadari ada beberapa orang yang melihatnya. Dan ninja konoha hanya satu yang melihatnya. Yaitu, Mitarashi Anko. Matanya membulat melihat Yukito menghilang entah dengan cara apa. Yang penting ia menghilang menjadi kepulan asap. Matanya tambah membulat seperti melihat hantu.
"Madara,,," Ungkapnya.
.
.
.
.
.
Sejauh mata memandang hanya pepohonan. Mata kosong seperti menunggu seseorang. Entah siapa dia...
"Tobi... Kau dimana?" Tanyanya pada diri sendiri. 'Mengapa jika tidak ada kau aku tidak tenang sama sekali?' Lanjutnya dalam hati.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Ternyata Yukito bukan reinkarnasi Madara. Apakah Megumi dan Hana juga? Ujian chunnin tahap ke 2 tinggal 3 hari lagi akan selesai. Apakah Tim 7 generasi baru bisa masuk ketahap selanjutnya?
.
.
Penasaran?
.
.
Makanya Tunggu terus di Chapter SELANJUTNYA! :D
.
.
.
.
.
To Be Continnued
.
.
.
.
Special Thanks For :
Readers, , Teman-teman sekalian, Mikano, Ai, Zyuki, Yuuki dan SELURUUHNYA yang tidak dapat kusebutkan.
.
.
.
.
Fic ini Bersambung juga dengan tidak elit pulak :v Maaf Minna-tachi yang menunggu lama... Oke, Daripada merana langsung aja lanjut ke chapter selanjutnya.
E-eh... Tunggu dulu... Sebentar... YANG BILANG LANJUT. AKU DAN ADIKKU AKAN MELANJUTKANNYA! JADI, MOHON DITUNGGU YA!
Dan juga fic selanjutnya akan kami PUBLISH. Insya allah 2 hari lagi... Kalau nggak ada gangguan, Oke? Oke minna jangan lupa Read And Review Fic kami ya?
JAAA, NEEE~~
.
.
.
.
.
.
.
.
.
[Zyuki Hiroshi... dan... Yuuki Hiroshi(OFF)... LOG OUT!]
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Reading and Review , ya? Minna- Tachi ..
.
.
.
\(^~^)/
JAAAAAAA~~~
