TITLE :
Sorry, You're Hurt Because of My Love Chapter 3
Cast :
Jung Taekwon
Lee Jaehwan
N
Warn :
Boys love l Hurt l Dramatis l Romance l Mpreg l Typo l Gaje
*Ken Pov*
Kini hari dimana pernikahanku dan Leo hyung dilaksanakan, hatiku bahagia meski aku tau jika Leo hyung menerima ini karena terpaksa dan ia tidak mencintaiku. Tapi tak apa bagiku aku bisa menikah dan bersamanya itu sudah cukup bagiku. Saat ini aku berada di kamar yang dikhususkan oleh pihak pengantin yang ingin merapikan atau berdandan di gereja ini sebelum janji suci dimulai.
"Ken kau sudah siap?" tanya sang Appa yang muncul di pintu dan kini berjalan menghampiriku.
"Sudah Appa" jawabku.
"Ayo kita keluar acara pemberkatan akan dimulai" kata Appa dengan lengan tanga Appa yang disodorkan padaku aku pun mengalungkan tanganku kelengan Appa. Aku dan Appa pun berjalan menuju altar. Saat sudah sampai dialtar melewati para tamu undangan jantungku berdetak sangat kencang. Aku lengan Appa untuk menyalurkan rasa grogiku. Appa tersenyum menenangkan padaku. Jangtung semakin berdetak kencang saat aku sudah sampai didepan Leo hyung. Aku melihat Leo hyung tersenyum pada Appa dan aku tau jika senyum itu senyum yang dipaksakan.
"Aku titip putraku padaku Leo" kata Appa dengan memberikan tanganku pada Leo hyung.
"Pasti Appa"balas Leo hyung dengan menggenggam tanganku. Leo hyung pun menarikku berdiri disampingnya menghadap sang pendeta untuk mengucap janji suci pernikahan kita.
"Jung Leo apa kau bersedia menikah dengan Lee Ken dan akan menjaga dan membahagiakan Lee Ken. dan akan selalu setia sampai akhir hayat ini"
"Ya saya bersedia"
"Lee Ken apa kau bersedia menikah dengan Jung Leo dan akan selalu menyayanginya berada disisinya dalam susah maupun senang"
"Y-ya saya bersedia"
"Mulai saat ini Tuhan merestui kalian sebagai sepasang suami-istri. Kau bisa memberikan ciuman pada pasanganmu"tutur sang pendeta. Leo hyung dan aku pun saling bertatapan aku melihat tatapan benci Leo hyung padaku. Dengan tetetap menatap tajam diriku Leo hyung mendekatkan wajahnya padaku dan tak berapa lama kurasakan bibirnya menempel pada bibirku.
*Ken pov end*
Saat dua bibir itu menyatu air mata seorang pemuda yang duduk dibangku tengah-tengah itu mengalir. Cintanya menikah dengan orang lain. Pemuda yang masih menyandang sebagai kekasih salah satu pemuda yang berdiri dialtar itu pun terluka tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa. Karena tidak kuat melihat pemandangan itu pemuda yang bernama N itu pun berlari keluar dari gereja. Saat N keluar gereja Leo menjauhkan bibirnya pada bibir Ken. Leo mengarahkan pandangannya kejajaran para tamu undangan dan ia melihat bangku N sudah kosong. Leo hanya menghela nafas berat.
####
Ken merebahkan tubuhnya diatas kasur king sizenya. Setelah acara resepsi pernikahan sudah selesai Leo memutuskan mengajak Ken untuk menempati rumah yang sudah disiapkan oleh orang tuanya. Hari ini Ken banyak beraktivitas tidak seperti biasanya. Saat Ken enak-enak rebahan tiba-tiba pintu kamar itu terbuka dan nampaklah Leo yang memasuki kamar itu. Ken yang melihat itu segera mendudukkan badannya.
"Leo hyung"panggil Ken yang diabaikan oleh Leo.
"Aku akan tidur dikamar sebelah" ujar Leo dingin. Ken hanya terdiam melihat itu. saat Leo akan melangkahkan kakinya keluar Leo menolehkan kepalanya kearah Ken.'wajahnya pucat'batin Leo saat melihat wajah pucat Ken. entah karena rasa benci yang terlalu dalam atau apa Leo acuh melihat itu. tanpa rasa khawatir Leo meninggalkan kamar Ken dan menutupnya. Saat kepergian Leo kepala Ken tiba-tiba berdenyut sakit dan kepalanya berputar-putar karena tak kuat Ken pun pingsan diatas kasurnya dengan kaki masih menggantung dilantai.
####
PRANG
Suara pecahan gelas didapur rumah Tuan Lee mengagetkan Tuan Lee yang berada di meja ruang makan. Tuan Lee melihat istrinya meletakkan tangannya didadanya. Tuan Lee segera menghampiri Nyonya Lee.
"Yeobeo ada apa?" tanya Tuan Lee yang kini sudah berdiri didepan Nyonya Lee pecahan gelas yang berada tepat didepan kaki Nyonya Lee tak luput dari pandangan Tuan Lee. Nyonya Lee melihat Tuan Lee.
"Oppa entah mengapa perasaanku tidak enak. Aku takut terjadi sesuatu yang buruk pada Ken. hari ini adalah hari yang panjang untuk Ken. hari ini Ken terlalu banyak beraktivitas aku rasa Ken saat ini sedang dalam kondisi yang tidak baik" kata Nyonya Lee. Tuan Lee yang melihat kekhawatiran diwajah Nonya Lee menarik Nyonya Lee kesamping yang tidak ada pecahan beling. Tuan Lee memeluk Nyonya Lee.
"yeobeo percayalah. Ken pasti baik-baik saja. Lagi pulakan sudah ada Leo disana. Aku yakin jika Leo pasti menjaga putra kita dengan baik" hibur Tuan Lee pada istrinya meskipun demikian hati Tuan Lee juga merasakan firasat yang sama seperti yang istrinya rasakan. Tuan Lee menghawatirkan kondisi putranya.
"Tapi a-aku takut..."
"Sttt sudahlah lebih baik kita istirahat"ajak Tuan Lee dan Nyonya Lee pun hanya menurut dengan apa yang dikatakan oleh sang suami.
####
Dikamarnya yang sederhana itu N menangis tersedu-sedu. Air matanya tidak mau berhenti sejak ia pulang dari gereja tadi. Nyonya Han yang berada didepan pintu kamar cucunya itu ikut merasa sedih. Mengapa cucunya selalu mendapatkan nasib yang kurang baik. Sejak cucunya masih bayi cucunya sudah berkorban untuk adiknya. Nyonya Han tau jika Leo kekasih cucunya hari ini menikah dengan orang lain. Nyonya Han sangat kecewa dengan Leo tapi mau bagaimana lagi ini semua permintaan dari orang tua Leo.'Aku membenci siapapun yang membuat cucuku bersedih. Pertama orang tuanya sendiri,kedua adiknya dan terakir lelaki yang menikah dengan Leo. Aku akan tidak akan memaafkan mereka'batin Nyonya Han dengan tangan yang terkepal kuat hingga kuku-kukunya memutih.
####
Matahari tanpa malu-malu memamerkan sinar pancarannya pada penghuni makhluk bumi ini. hingga seorang pemuda tampan yang sedang tertidur nyeyak itu harus memaksakan matanya untuk terbuka. Mata itu terbuka secara perlahan-lahan hingga kini sudah terbuka penuh. Dengan langkah kaki yang sedikit malas ia mamsasuki kamar mandi yang ada di dalam kamarnya. Setelah kurang lebih 15 menit berada didalam kamar mandi pemuda yang bernama Leo itu keluar dari kamar dengan menggunakan pakaian kantornya. Setelah penampilannya dirasa sudah rapi ia pun keluar dari kamar. Saat ia keluar kamar ia memandang pintu kamar disebelahnya. Tapi sedetik kemudian ia mengabaikan pintu kamar itu. tanpa berniat melihat kondisi si pemilik kamar yang saat ini sedang dalam kondisi yang tidak baik. Leo dengan langkah ringannya menuruni tangga ia melihat ruang dapur yang sepi tidak ada apapun yang bisa dimakan. Yah memang sih orang merekakan baru pindah kemarin otomatis mereka belum belanja keperluan dapur. Leo pun akhirnya memilih sarapan di kantor. Yah, Leo memang tidak mengambil cuti karena ia merasa tidak perlu mengambil cuti meskipun orang tuanya memberinya saran untuk mengambil cuti beberapa hari.
Saat Leo sudah meninggalkan rumah Ken membuka matanya. Ken merasa tubuhnya lemas dan tak bertenaga. Ken merasa sangat haus dan lapar saat ia akan bangkit dari tidurnya kepalanya sangat sakit dan juga ia merasa sulit mengambil nafas. Ken ingin berteriak tapi tidak bisa. Dengan kekuatan yang ia punya Ken mencoba melawan rasa pusingnya untuk turun kebawah mengambil air untuk meminum obatnya Ken harus meminum obatnya sebelum keadaannya semakin parah. Dengan langkah yang lemas dan kaki yang bergetar akhirnya Ken bisa turun dari lantai dua. Ken menuju dapur. Ken pun mengambil gelas dan mengambil air didispenser lalu meminumnya sebelum gelas itu menyentuh bibirnya Ken sudah terjatuh pingsan dan gelas yang ia pegang pecah disekitar tubuhnya tergeletak tak berdaya diatas lantai.
####
Saat ini Nyonya Lee sedang berada diruangan menantunya yang ditemani oleh sekretaris pribadinya Leo yaitu N. N mengamati wanita didepannya yang tak lain adalah Eommanya sendiri tapi mereka berdua tidak tau jika mereka adalah sepasang ibu dan anak. N dapat melihat wanita baruh baya yang ada didekatnya ini sedang khawatir mengapa N bisa tau? Karena diwajah Nyonya Lee sangat terlihat jelas.
Cklek
"Leo kau sudah datang?" Nyonya Lee langsung melayangkan pertanyaan saat melihat menantunya baru memasuki ruangannya. Leo terkejut melihat sang mertua sudah berada didalam ruangannya. Leo berjalan kearah sang ibu mertua Nyonya Lee berdiri saat Leo menghampirinya.
"Eomma ada perlu apa Eomma datang kemari?" tanya Leo.
"Eomma hanya ingin tau keadaannya Ken. Eomma sangat khawatir padanya" jawab Nyonya Lee dengan nada yang kentara jelas jika mertuanya ini sangat khawatir pada istrinya. Leo memandang N sekilas. N hanya menunduk saat Leo memandangnya.
"Ken baik-baik saja Eomma" balas Leo sedikit ragu pasalnya kemarin malam saat ia mendatangi Ken dikamarnya ia melihat wajah Ken yang sangat pucat dan tadi pagi juga ia tidak melihat keadaan Ken. entah mengapa hati Nyonya Lee tetap mengatakan jika Ken dalam kondisi yang tidak baik meskipun Leo-suami Ken- mengatakan jika Ken baik-baik saja. Nyonya Lee menundukkan pandangannya dengan wajah yang lesu sikap Nyonya Lee yang seperti ini menciptakan kerutan pada kening Leo.
"Memangnya ada apa Eommonim?" tanya Leo penasaran. Nyonya Lee yang akan membuka bibirnya untuk mengatakan pada Leo tentang kondisi fisik Ken ia urungkan niatnya itu. Nyonya Lee ingat satu minggu yang lalu saat Ken memintanya untuk tidak memberitahukan semua kondisinya pada Leo dan keluarganya karena ia tidak ingin Leo dan keluarganya menjadi kasihan padanya.
"Tidak. Aku hanya ingin tau keadaan Ken. entah mengapa perasaanku tidak enak sejak semalam" jawab Nyonya Lee jujur. Leo yang tidak ingin ambil pusing hanya menganggukkan kepalanya.
"Baiklah aku akan pulang saja. Maaf karena telah mengganggu waktumu Leo. Dan terima kasih sudah menemaniku menunggu kedatangan Leo Sekretaris N" kata Nyonya Lee yang diangguki oleh Leo dan N. Nyonya Lee pun meninggalkan ruangan Leo dengan langkah yang lesu.
Saat Nyonya Lee sudah keluar dari ruangannya Leo menghampiri N yang menundukkan kepalanya sejak kepergian Nyonya Lee. Leo mengangkat dagu N dan melihat mata bengkak N dan Leo tau apa penyebab mata itu bengkak. Yah, mata itu bengkak karena dirinya yang menikah dengan orang lain sedangkan cintanya dimiliki orang yang ada didepannya ini.
"Mianhae"ucap Leo pelan. N yang mendengar itu sudah tak sanggup membendung air matanya lagi. N meletakkan kepalanya didada bidang Leo dan menangis didada kekasihnya. Leo hanya bisa memeluk tubuh kekasihnya untuk menenangkannya.
"N percayalah padaku meskipun aku menikah dengannya tapi hatiku tetap akan menjadi milikmu. Sungguh" kata Leo tulus. N melepas pelukan Leo dan menatap dalam mata Leo begitupula dengan Leo hingga kini mereka menepis jarak diantara mereka hingga bibir keduanya yang saling menempel menyalurkan rasa cinta mereka. Karena kehabisan nafas mereka pun melepaskan ciuman mereka.
"Jangan pernah tinggalkan aku Leo hyung"mohon N dan Leo yang mendengar itu tersenyum manis lalu tangannya mengusap pipi N lembut.
"Aku tidak akan meninggalkanmu N. Aku janji"
####
Karena tidak mendapatkan jawaban yang tidak ia inginkan Nyonya Lee pun mengunjungi rumah putra dan menantunya dan saat ini Nyonya Lee sudah berdiri di depan pintu pagar rumah anak dan menantunya . Nyonya Lee sudah memencet bel pagar rumah itu tapi pagar pintu tak kunjung terbuka Nyonya Lee pun semakin khawatir pada putranya.
"Ken cepat buka pintu pagarnya. Eomma ingn melihat keadaanmu sayang"gumam Nyonya Lee dengan mondar-mandir didepan pintu gerbang rumah didepannya sambil menggigit kecil kuku jempolnya menandakan jika Nyonya Lee sedang khawatir.
####
Seorang pemuda yang tergeletak tak berdaya diatas lantai dengan pecahan beling yang berada dijarak terdekatnya mulai mengerjapkan matanya secara pelan hingga terbuka dengan penuh. Dengan kepala yang masih pening Ken mencoba berdiri dari duduknya. Ken mencoba bertahan diatas rasa sakit yang mendera kepalanya dan rasa lemas yang dirasakan tubuhnya. Dengan segenap kekuatannya Leo melangkahkan kakinya mendekati dispenser dan mengambil air putih lalu berjalan menaiki tangga ke kamarnya. Setelah sampai di kamarnya Ken mengambil obatnya di dalam tas nya lalu meminumnya. Setelah meminum obatnya Ken menjadi lebih baik karena merasa lebih baik ia pun mengambil sebuah t-strit berwarna hijau dan celana selutut berwarna hitam lalu memasuki kamar mandi yang ada dikamarnya. Kurang lebih 20 menit berada didalam kamar mandi Ken pun keluar dari kamar mandi dengan keadaan yang sedikit lebih segar. Ia pun berjalan menuju tempat rias yang berada di sisi kiri tempat tidurnya ia pun merapikan rambutnya serta membasuh kulitnya dengan lotion. Setelah selesai berdandan Ken mulai mengeluarkan semua barang bawaannya dari dalam koper besar yang teronggok didekat lemari besar yang terletak disisi kanan tempat tidurnya. Ken pun menata semua barang yang ia bawa dengan rapi. Setelah melakukan itu Ken turun dari kamarnya meski rasa pusing masih berhinggap dikepalanya tapi Ken tetap melakukan apa yang sudah menjadi kewajibannya. Saat sudah berada didapur Ken membuka kulkas dua pintu yang berada disebelah kanan pantrinya. Kosong itulah yang ditemukan retina ken saat membuka kulkas Ken baru ingat jika rumah ini memang baru ditempati kemarin jadi wajah saja jika tidak ada bahan makanan didalam kulkas. Ken memutuskan untuk berbelanja disupermarket terdekat dari rumahnya yang memiliki jarak kurang lebih 50 100 meter dari rumahnya.
"Ken" panggil Nyonya Lee dari dalam mobilnya yang masih terparkir tidak jauh dari gerbang rumahnya. Ken menoleh kearah mobil Nyonya Lee. Ken melihat sang Eomma turun dari mobilnya dan berjalan kearahnya.
"Kau tidak apa-apa sayang? Kau terlihat pucat apa kau sakit?" tanya Nyonya Lee beruntun dengan kedua tangan yang menyentuh pipi putranya. Ken hanya terdiam melihat tingkah sang Eomma tapi sedetik kemudia ia tersenyum menenangkan pada sang Eomma.
"Ken tidak apa-apa Eomma. Ken baik-baik saja"Balas Ken dengan seulas senyum yang diikuti dengan tangannya yang memegang tangan Eommanya yang masih menempel di kedua pipinya. Nyonya Lee tau jika Ken berbohong padanya agar ia tidak terlalu cemas pada keadaannya.
"Kau berbohong pada Eomma. Kau demam kan? Kulitmu tidak bisa membohongi Eommamu ini" kata Nyonya Lee dengan nada yang sedikit meninggi. Ken hanya tersenyum melihat Eommanya merajuk padanya.
"Eomma maaf. Ken tidak bermaksud berbohong pada Eomma. Ken hanya tidak ingin Eomma cemas pada Ken. eomma Ken sudah menikah jadi Ken tidak bisa jika harus selalu bergantung pada Eomma seperti dulu. Jika Ken selalu bergantung pada Eomma Ken tidak bisa menjadi orang yang dewasa dan mungkin Leo hyung akan tau jika aku ini lelaki perpenyakitan Ken tidak mau jika Leo hyung tau akan itu. jadi mengertilah Eomma" kata Ken dengan memohonnya. Mata Nyonya Lee berkaca-kaca mendengar penuturan putranya. Nyonya Lee tidak menyangka jika anaknya ingin menjadi orang yang mandiri memang sejak kecil Kennya selalu bergantung pada dirinya dan suaminya tapi kali ini Kennya mengatasi sendiri masalah kesehatannya. Nyonya Lee menjadi berfikir apa menikahkan Ken pada Leo suatu keputusan yang salah?.
"Tapi Eomma tidak ingin kau menderita sayang. Eomma tidak ingin kau menahan rasa sakitmu sendiri. Lihat baru satu hari kau menikah kau sudah sakit dan Leo tidak menjagamu. Lalu bagaimana jika nanti kau ..."
"Eomma percayalah padaku. Aku akan bisa melewati ini semua. Jika aku saja bisa melewati masa kritisku waktu aku kecil kenapa aku tidak bisa melewati hal kecil seperti ini? heum" potong Ken dengan jempolnya menghapus air mata yang sudah membasahi pipi ibunya. Nyonya Lee hanya mengangguk pasrah.
"Kalau begitu Eomma jangan sedih. Sekarang lebih baik Eomma membantu Ken untuk belanja keperluan dapur dan ajari Ken untuk memasak bagaimana?" ajak Ken dengan nada yang ceria. Nyonya Lee tersenyum manis melihat tingkah lucu Ken itu.
"Baiklah ayo kita berbelanja dan masak" Ken pun menarik tangan Eommanya untuk menaiki mobil sang Eomma dan pergi ke supermarket.
####
Saat ini Leo bersama Sekretaris N sedang berada di kantin perusahaan Leouis Group. Mereka makan siang bersama di kantin perusahaan. meski N sedikit tidak nyaman makan bersama dengan Leo diarea perusahaan tapi karena ini perintah atasannya yah ia pun mengiyakan saja.
"Kenapa kau merasa risih?" tanya Leo melihat N yang tidak nyaman. N melihat Leo lalu membuang nafas pendek.
"Aku takut mereka akan membicarakan kita yang tidak-tidak." Jawab N jujur. Leo meletakkan sumpitnya disamping mangkuknya lalu memandang N dalam.
"Sudah berapa kali aku bilang kau biasa saja. Jika kau bersikap seperti ini maka besar kemungkinan mereka akan mencurigai kita. Sudahlah kau jangan memikirkan hal lain. Sekarang makanlah aku tidak ingin kau sakit" titah Leo dan N pun mengikuti apa yang diperintahkan atasannya itu. dan mereka pun melanjutkan makannya dengan tenang. Yah meski hanya Leo yang makan dengan tenang dan nyaman tapi tidak bagi N.
####
"Eomma apa dangmyeonnya sudah matang?" tanya Ken dengan mengaangkat dangmyeon dengan garbu pada sang Eomma yang sedang mencincang bawang putih. Nyonya Lee pun segera menghampiri putranya dan melihat dangmyeon yang direbus putranya.
"Ini sudah matang Ken. sekarang angkatlah" perintah sang Eomma dan Ken pun menganggukkan kepalanya lalu mengangkat dangmyeonnya dan mentiriskan dangmyeonnya.
"Selanjutnya bagaimana Eomma?" tanya Ken setelah meniriskan dangmyeonnya. Nyonya Lee pun mengambil wajan dan diletakkan diatas kompor .
"Sekarang lebih baik kau istirahan. Lihatlah wajahmu masih pucat sayang. Eomma tidak ingin kau sakit" kata Nyonya Lee pada Ken yang kini berada diberhadapan dengannya.
"Tapi Eomma aku..."
"Kali ini biarkan Eomma yang memasakkan makan malam kalian. Kalau kau sudah sembuh dari demammu baru kau sendiri yang akan membuat makan malam kalian dan Eomma akan mengajarimu memasak ok" Ken pun hanya menganggukkan kepalanya. Nyonya Lee pun mengelus lembut surai putranya dengan penuh kasih sayang.
"Kalau begitu sekarang kau naiklah keatas dan tidur dikamarmu nanti Eomma akan membuatkanmu bubur manis untukmu"tak menunggu lama Ken pun beranjak dari dapur dan tidak menolak perintah Eommanya karena Ken merasa badannya memang masih lemas dan kepalanya masih pusing meski tidak separah tadi pagi dan semalam.
####
Dua pemuda dengan pakaian yang berantakan dengan kedua bibir yang masih berciuman dengan panasnya. Tangan pemuda yang memangku pemuda satunya menelusupkan tangannya pada kemeja pemuda yang berada dipangkuannya sedangkan pemuda yang ada dipangkuannya itu menggeliat geli.
"Ahhhss"desah sang pemuda saat tangan kekar pemuda yang ia duduki memelintir nipelnya.
"Ahh suhh dahh hyung" desah sang pemuda saat dirasa nafasnya menipis. Pemuda yang memangkunya melepas tautan bibir mereka dan nafas keduanya terengah.
"Kau cantik N" kata sang pemuda yang memangku pemuda yang bernama N . N pun mengalungkan kedua tangannya pada leher Leo.
"Kalau begitu jangan pernah tertarik pada istrimu itu" kata N dengan bibir yang ia poutkan. Leo yang melihat tingkah sang kekasih hanya tertawa kecil lalu mengecup singkat bibir sang kekasih.
"Pasti" dan kedua bibir itu pun terpagut lagi dengan panasnya.
####
Cklek
Masukkan Nyonya Lee dengan nampan yang ada kedua tangannya lalu menghampiri tempat tidur sang putra yang masih tertidur diatas kasurnya. Nyonya Lee meletakkan nampan yang ia bawa diatas bedside samping tempat tidur Ken. Nyonya Lee pun duduk diranjang sisi kanan Ken lalu mengguncang kecil lengan Ken kanan Ken.
"Ken bangun sayang" mata Ken pun berkedip lalu dua detik kemudian terbuka. Nyonya Lee pun membantu Ken yang mencoba mendudukkan dirinya dan bersandar pada kepala ranjang.
"Sekarang makanlah lalu minum obatmu" kata Nyonya Lee saat Ken sudah menyamankan dirinya dan mengambil semangkuk bubur manis yang ia letakkan di debside samping ranjang Ken. nyonya Lee pun menyuapkan bubur pada mulut Ken hingga habis setelah bubur itu habis Nyonya Lee memberikan beberapa butir obat pada Ken dan Ken pun menelan obat itu lalu meminum segelas air putih yang sudah diberikan Nyonya Lee padanya. Setelah Ken selesai meminum obat Nyonya Lee mengambil gelas yang dipegang Ken lalu meletakkan gelas itu dibedside dengan mangkuk.
"Ken. eomma punya rencana bagaimana kalau Eomma mengirimkan beberapa pelayan rumah kita untuk tinggal bersamamu membantumu mengurus rumah. Eomma rasa kau akan kesulitan jika mengurus rumah ini sendiri ya meski rumah ini tidak terlalu luas tapi Eomma rasa kau pasti akan kesulitan jika kau mengurus rumah ini sendiri apalagi dengan kondisimu yang seperti ini"tawar Nyonya Lee dengan menyentuh tangan putranya.
"Bagaimana jika aku mengatakannya pada Leo hyung dulu. Aku takut ia tidak nyaman jika aku membawa pelayan ke rumah kita"kata Ken.
"Baiklah. Karena Leo adalah suamimu kau harus meminta persetujuan padanya dulu. Oh ya hari sudah mulai gelap. Eomma akan pulang kau tidurlah." Perintah Nyonya Lee.
"Tidak Eomma. Aku akan menunggu Leo hyung pulang. Nanti jika Leo hyung mau aku akan menghubungi Eomma"kata Ken. nyonya Lee tersenyum mengangguk.
"baiklah Eomma pulang dulu ne" kata Nyonya Lee yang kini sudah beranjak dari duduknya saat Nyonya Lee akan berjalan menjauhi ranjang Ken . Ken menarik tangan Eommanya dan Nyonya Lee pun menolehkan kepalanya pada sang putra.
"Aku akan mengantar Eomma sampai depan pintu rumah"kata Ken dengan beranjak dari duduknya. Nyonya Lee pun hanya menganggukkankepalanya lalu mereka pun keluar bersama.
####
Sinar matahari yang berwarna kemerahan menandakan jika sang matahari akan terbenam. Disalah satu ruangan perusahaan Leouis Group ada sebuah aktivitas yang dilakukan oleh sang direktur yang membereskan berkas-berkasnya dan memasukkannya pada tas kantornya dan setelah selesai membereskan berkas-berkasnya Leo pun mengambil kunci mobil dan memakai jasnya lalu meninggalkan ruangannya. Dilihatnya meja N yang sudah kosong N memang sudah pulang setengah jam yang lalu. Leo pun melangkahkan kakinya menuju dimana tempat ia memarkirkan mobilnya. Mobil ferrari_enzo 2010 betengger manis di parkiran khusus karyawan di Leousi Group Leo pun membuka mobilnya lalu melajukannya dengan kecepatan sedang.
"kau sudah pulang hyung?" suara Ken menyapa pendengaran Leo saat lelaki kekar itu memasuki rumahnya dilihatnya pemuda ringkih itu menghampirinya dengan senyuman yang manis dan ceria meski terlihat sedikit pucat Leo hanya melihat dengan diam.
"Sekarang kau mandilah hyung lalu makan malam" suruh Ken dengan mengambil tas yang Leo genggam. Leo hanya membiarkan apa yang dilakukan Ken padanya. Karena tidak mau mengambil pusing Leo hanya mengikuti apa yang diperintahkan Ken. ia memasuki kamarnya yang berada didepan kamar Ken. Leo terperengah saat melihat kamarnya yang sudah rapi siapa yang merapikannya seingatnya ia tidak merapikan kamarnya tadi pagi.
"Aku yang merapikan kamarmu hyung. Maaf jika aku lancang" Leo menolehkan kepalanya kearah pintu kamarnya dilihatnya Ken yang berdiri disana. Tanpa mengucapkan sepatah kata Leo mengambil kaos berwarna hitam dan celana trening lalu memasuki kamar mandi tanpa menoleh pada Ken yang masih berdiri diambang pintu kamarnya. Ken hanya membuang nafas berat ia harus sabar menghadapi sikap Leo yang seperti ini Ken akhirnya memilih meninggalkan kamar Leo dan memasuki kamarnya.
Setelah 15 menit membersihkan dirinya Leo keluar kamar mandi dengan rambut yang basah sehingga ada beberapa tetesan rambut turun melewati lehernya tanpa berniat mengeringkan rambutnya Leo langsung turun menuju dapur untuk makan malam dilihatnya dapur yang sepi tidak ada Ken disana Leo pun acuh saja dan ia pun segera mengambil duduk sebelum menyantap makanannya Leo mengamati dulu masakan yang ada dihadapannya 'apa semua ini ia yang masak' tanya Leo dalam hati namun sedetik kemudia Leo mengangkat kedua bahunya acuh lalu mengambil nasi dan lauk pauknya lalu menyuapkannya pada mulutnya sendiri.
"Enak" gumam Leo saat merasakan masakan dihadapannya ini lalu Leo pun menyuapkan lagi seseodok demi sesendok makanan itu kedalam mulutnya.
Saat Leo asyik menikmati makanannya Ken menuruni tangga dan mendekati Leo dilihatnya rambut Leo yang masih basah. Ken hanya melihatnya diam sambil mengambil duduk dihadapan Leo. Leo yang melihat kehadiran Ken hanya diam seakan tak peduli pada pemuda dihadapannya.
"Hyung jika aku mengambil beberapa pelayan dari rumah Eomma apakah boleh?" tanya Ken dengan nada kehati-hatian. Saat mendengar pertanyaan dari Ken Leo langsung menghentikan kunyahannya dan memandang tajam pemuda didepannya itu.
"J-jika tidak boleh juga tak apa hyung"kata Ken pelan tidak berani memandang kearah Leo yang masih memandangnya tajam dengan mengunyah kembali makanannya.
"Kau hanya boleh memanggilnya untuk membersihkan rumah saja setelah sudah selesai membersihkan rumah kau suruh ia pulang" kata Leo lalu menyuapkan kembali makanan pada mulutnya.
"Baiklah"
####
Saat ini Nyonya Lee dan Tuan Lee sedang berada dikamarnya,setelah melewati makan malam mereka yang terasa sepi tanpa kehadiran Ken.
"Aku tadi ke rumah Ken dan ia dalam kondisi demam. Oppa aku berfikir apakah dengan kita menikahkan Ken dengan Leo adalah pilihan yang tepat karena saat Ken sakit saja Leo meninggalkan istrinya bekerja. Aku merasa jika Leo tidak perduli pada putra kita" kata Nyonya Lee membuka percakapan diantara mereka. Tuan Lee yang duduk disamping Nyonya Lee diatas ranjang mereka yang sedang membaca majalah bisnis harian.
"Yeobeo mungkin saja Leo memang tidak mengerti jika Ken sedang demam. Lagipula Leo kan tidak tau kondisi tubuh Ken. mungkin jika kita memberitahukan kondisi Ken. leo pasti akan menjaga putra kita" kata Tuan Lee berusaha meyakinkan sang istri agar sang istri tidak berfikir yang tidak-tidak pada menantu mereka.
" Semoga saja seperti itu." setelah Nyonya Lee mengatakan hal itu tiba-tiba suara ponselnya berbunyi Nyonya Lee pun segera mengambil ponselnya yang berada dimeja riasnya tertera nama Ken dilayar ponselnya Nyonya Lee punsegera mengangkatnya.
"Iya Ken"
"..."
"Baiklah tak apa jika itu memang maunya Leo"
"..."
"Ok! Tak apa sayang. Kalian sudah makan malam?"
"..."
"Baiklah. Besok Eomma akan mengirim mereka ke rumahmu."
"..."
"ok selamat malam juga sayang. Jaga kondisimu" setelah mengatakan itu sambungan telepon itu pun terputus. Nyonya Lee meletakkan ponselnya kembali kemeje riasnya lalu menghampiri suaminya dan duduk kembali disamping sang suami.
"Ada apa?" tanya Tuan Lee yang masih membaca majalah bisnis itu.
"Leo hanya ingin pelayan itu membersihkan rumah mereka lalu kembali ke rumah kita jika mereka sudah selesai membersihkan rumah mereka" jawab Nyonya Lee. Tuan Lee pun menutup majalahnya lalu meletakkannya pada bedside disamping ranjangnya.
"Itu lebih baik dari pada Leo tidak mengizinkannya sama sekali" komentar Tuan Lee yang diangguki oleh Nyonya Lee . Tuan Lee pun mulai merebahkan tubuhnya pada ranjangnya dan diikuti oleh Nyonya Lee dan mereka pun tidur.
####
Ken baru saja selesai menghubungi sang Eomma ia pun meletakkan ponselnya diatas badside disamping ranjangnya. Ken merebahkan dirinya dikasur king sizenya ia merasa tubuhnya lelah butuh istirahat dan tak berapa lama ia pun memejamkan matanya.
Saat ini Leo berada diruang televisi melihat acara berita mengenai keadaan Korea saat ini. saat ia terbawa suasana pada tayangan televisi itu ia mendengar ponselnya berbunyi ia pun menolehkan pandangannya pada ponselnya yang terletak pada meja didepannya ia pun mengambil ponselnya tertera nama N dipanggilan itu. leo pun menyentuh tombol hijau dilayar ponselnya dan mendekatkan ponselnya pada telinganya.
"Ne"
"..."
"Sudah. Kau sendiri apa sudah makan malam?"
"..."
"Aku tidak tau. Mungkin dia yang memasak. Apa kau belum tidur?"
"..."
"Tidurlah aku yakin jika kau lelah"
"..."
"Tidurlah aku tidak ingin kau sakit N"
"..."
"Kau memang harus mematuhi perkataan atasanmu ini jika kau tidak ingin mendaptkan hukuman besok"
"..."
"Ok tidurlah yang nyeyak. " setelah mengatakan itu sambungan telepon pun terputus. Dan Leo pun mematikan televisinya dan meninggalkan ruangan itu untuk pergi ke kamarnya saat ia akan memasuki kamarnya ia berhenti sejenak dan melihat pintu yang berwarna cokelat didepannya tak lama Leo melakukan itu karena 10 detik kemudian ia memasuki kamarnya dan menutup pintu kamarnya. Setelah memasuki kamarnya Leo langsung merebahkan tubuhnya dan memandang langit-langit kamarnya karena rasa lelah yang menderanya ia pun dengan mudah memejamkan matanya untuk meraungi dunia mimpi.
TBC
