TITLE :
Sorry, You're Hurt Because of My Love Chapter 4
Cast :
Jung Taekwon
Lee Jaehwan
N
Warn :
Boys love l Hurt l Dramatis l Romance l Mpreg l Typo l Gaje
####
Suara burung berkicau mengawali aktivitas pemilik rumah yang minimalis yang berada disalah satu perumahan yang ada di Seoul itu. didalam rumah itu terlihat Leo yang berjalan menuruni tangga untuk menuju dapur. saat ia didapur ia melihat Ken sudah duduk manis di meja makan dengan tangan yang mengolesi selai cokelat pada roti tawar yang berada di tangan kirinya. Leo mengambil air putih di dispenser yang berada disamping kulkas lalu meneguknya.
"Hyung kau tidak sarapan?" tanya Ken yang melihat Leo berjalan meninggalkan dapur tanpa duduk dimeja makan untuk sarapan bersama dengannya. Leo yang ditanya menolehkan kepalanya pada Ken dan sedetik kemudian ia berlalu saja tanpa menjawab dan berpamitan pada Ken. Ken menghempaskan nafasnya pelan dan tersenyum perih saat mendengar suara mobil Leo yang meninggalkan rumah mereka.
"Apa kau begitu membenci pernikahan ini hyung? "
####
Dikediaman rumah orang tua Leo,Tuan dan Nyoya Jung sedang bersarapan bersama. "Aku ingin bertemu dengan Ken hari ini" kata Nyonya Jung yang kini terlihat memotong roti tawarnya dengan garbu dan pisau makan.
Tuan Jung menatap sang istri lalu mengambil air putih yang berada disisi kanannya, "Apa kau akan kesana?" Tuan Jung memastikan dan dibalas anggukan kepala dari Nyonya Jung yang memasukkan potongan roti kedalam mulutnya.
"Kalau begitu sampaikan salamku pada menantuku yang manis itu" Tuan Jung tersenyum mengatakan itu. "Kau menyukainya?" Tuan Jung tersenyum kecil mendengar pertanyaan dari istrinya itu.
"Kau sudah tau pasti jawabannya yeobeo. Bukankah kau juga menyukainya?" Nyonya Jung mengulum senyum mendapatkan pertanyaan balik dari sang suami.
"Tentu saja. Aku berharap putraku tidak menyakiti hati menantuku itu. didunia ini tidak ada pemuda yang kuinginkan untuk menjadi menantuku selain Lee Ken" Tuan Jung menyetujui perkataan sang istri karena Tuan Jung memang memiliki pemikirannya yang sama seperti istrinya.
####
Kini mobil Leo sudah berada didepan rumah N sang kekasih,Leo sedang memainkan ponselnya sambil menunggu sang kekasih keluar rumah. Leo menolehkan kepalanya pada cendela mobilnya saat mendengar kaca mobilnya diketuk dari luar dilihatnya N tersenyum manis dari luar.
"Kenapa kau tidak masuk?" tanya N setelah Leo membuka kaca mobilnya. "Aku tidak ingin masuk saja." Jawab Leo seadanya. N menghembuskan nafasnya lalu memandang Leo dengan pandangan cemberutnya. Leo tersenyum kecil melihat tingkah N.
"Lain kali pasti aku akan mampir"hibur Leo sambil mengusap puncak rambut N. N tersenyum manis, "Sekarang masuklah, kita berangkat bersama" tidak perlu disuruh dua kali N langsung berjalan kearah samping sisi kanan pintu mobil Leo,ia duduk tepat disamping Leo.
"Kau sudah siap?" Leo memastikan. "Ne. Kajja kita berangkat"balas N setelah menggunakan sabuk pengamannya. Mobil audi putih pun meninggalkan lataran rumah N.
####
Setelah mobil audi putih itu meniggalakan pelataran rumah N selang dua menit datanglah mobil Mercedes berwarna hitam. Turunlah seorang wanita berumur 45 tahun yang menggunakan pakaian ala istri pengusaha kaya.
Wanita yang tak lain adalah Nyonya Lee memandang sendu bangunan didepannya ini, rumah kecil yang terlihat bersih dan rapi. Rumah ini adalah rumah sang putra dan sang ibu berlindung.
Nyonya Lee mengambil nafas dalam lalu membuangnya secara perlahan,setelah mendapatkan ketengangan Nyonya Lee melangkahkan kakinya menuju pintu rumah itu. dengan sedikit ragu Nyonya Lee mengetuk pintu rumah itu.
Tok tok tok
Nyonya Lee menunggu dengan rasa cemas dan gugup. Nyonya Lee berharap hari ini ia bisa bertemu dengan putranya.
Cklek
Pintu rumah itu terbuka dan muncullah Nyonya Han. Ibu dan anak itupun saling menatap. Nyonya Han akan menutup pintunya tapi dicegah oleh Nyonya Lee.
"Eomma, jangan "Nyonya Han pun menyerah saat ia tidak bisa menutup pintu rumahnya akibat Nyonya Lee yang berusaha mencegahnya.
"Ada apa kau kemari?" Nyonya Han bertanya dengan nada sinis. Nyonya Lee hanya tersenyum kecut melihat sikap dingin ibunya padanya. Nyonya Lee tidak tau jika kesalahannya dengan sang suami membuat hubungannya dengan ibu dan putranya semakin jauh dan mungkin akan menimbulkan dendam.
"A-aku ingin meminta maaf dan ingin bertemu dengan putraku"Nyonya Han membelalakkan matanya mendengar penuturan putrinya. Sedetik kemudian Nyonya Han tertawa yang terkesan mengejek ditelingan Nyonya Lee. Nyonya Lee menatap nanar reaksi ibunya.
Nyonya Han pun menghentikan tawanya lalu mendekati Nyonya Lee dengan kedua tangan yang dilipat didepan dadanya lalu berkata, "Kau ingin meminta maaf dan bertemu dengan putramu?" Nyonya Han mengatakan itu dengan ekspresi mengejek. "Sebaiknya kau simpan saja maafmu itu karena yang aku butuhkah bukan maafmu. Dan apa ? kau ingin bertemu dengan putramu ? ckckck putra yang mana?" Nyonya Lee hanya bisa diam saat ini, "Putra yang mana yang ingin kau temui? Bukankah putramu itu hanya ..."Nyonya Han menghentikan perkataannya untuk mengingat siapa nama anak kesayangan putri dan menantunya itu,"Ah Ken iya Lee Ken. bukankah putramu hanya Lee Ken? lalu apa maksud kau berkata ingin bertemu dengan putraku? Memangnya siapa yang kau anggap putra? Apa kau memiliki putra selain Lee Ken itu?"
Air mata Nyonya Lee tidak bisa terbendung lagi,perkataan Eomma membuat hatinya berdenyut nyeri. Apa sefatal itukah kesalahannya saat itu sehingga sangat sulit untuknya meminta maaf pada Eommanya?
Hati Nyonya Han terasa ngilu saat melihat putri yang disayanginya menangis sedih ingin sekali Nyonya Han memeluk putrinya. Tapi tidak Nyonya Han tidak akan melakukan itu sebelum apa yang menjadi hak cucu tersayangnya kembali.
"Oh ya, kudengar kau baru saja menikahkan anakmu kan? Jadi kau lupakan saja masalahmu denganku atau aku akan menghancurkan putramu"Nyonya Lee tersentak saat mendengar perkataan dari sang Eomma. Nyonya Lee mebatap tajam Eommanya yang tersenyum sinis padanya, "Jangan sentuh Ken. eomma apapun yang terjadi diantara kita itu bukan salah Ken. jadi tolong jangan membencinya"Nyonya Lee tidak bisa jika Ken terlibat dalam permasalahannya dengan sang Eomma.
Nyonya Han tersenyum mengejek, "Kau bahkan lebih mengutamakan putra berpenyakitan sepertinya? ... eum baiklah tak apa. Dengarkan aku Lee Nara. Aku tidak akan semudah itu memaafkanmu sebelum semua hak cucuku kembali padanya. Dan selama itu jangan membuatku marah kau mengerti?" setelah mengatakan hal itu Nyonya Han masuk kedalam rumah dan menutup pintu rumahnya.
Nyonya Lee meneteskan air matanya 'kenapa begitu sulit?' batin Nyonya Lee. Nyonya Lee menghapus air matanya lalu meninggkan rumah ini sebelum masuk kedalam mobil Nyonya Lee menolehkan kepalanya untuk melihat rumah itu. setelah itu Nyonya Lee masuk kedalam mobil dan meninggalkan rumah itu.
Sedangkan sepasang mata mengiringi kepergian Nyonya Lee dari halaman rumahnya, dicendela rumahnya Nyonya Han mengamati Nyonya Lee dengan tersenyum misterius.
"Putramu Ken akan menanggung semua kesalahan yang kau dan suamimu perbuat"
####
Bel pintu rumahnya berbunyi,Ken yang duduk diruang televisi segera berdiri dan berjalan kearah pintu. Ken melihat interkom dan tersenyum saat melihat beberapa pelayan dirumahnya sudah datang. Ken pun menekan tombol untuk membuka pintu rumahnya dan pintunya pun terbuka.
"Selamat pagi Ken-ah" sapa salah satu pelayan yang berdiri paling depan yang bernama bibi Oh. Ken tersenyum manis,"Selamat pagi bibi Oh, Vic nonna,Sulli dan Sica nonna" balas Ken dengan menyebut nama mereka masing-masing. Mereka semua tersenyum melihat senyuman manis Ken. mereka sangat menyayangi anak dari majikannya ini. begitu baik dan tulus.
"Masuklah"mereka pun masuk kedalam rumah Ken dan Leo tanpa menutup pintu. Ken duduk membawa mereka ke ruang keluarga dirumah ini.
"Kau baik-baik saja Ken-ah?" Victoria bertanya pada Ken saat melihat wajah Ken yang sedikit pucat. "Aku tak apa nonna,aku baik-baik saja. Oh ya Bibi Oh,Vic nonna,Sulli dan Sica nonna tolong bersihkan rumahku ne"mereka tersenyum melihat sikap tidak enak ken saat menyuruh mereka melakukan susuatu padalah inikan sudah tugas mereka menjadi seorang pelayan kenapa Ken harus sungkan?.
"Ken kau tidak perlu sungkan seperti ini. lagipula ini tugas kami"balas bibi oh. Ken tersenyum, "Tidak meskipun kalian pelayan tapi kalian juga manusia jadi aku tidak bisa menyuruh kalian semauku. Jika aku tidak berpenyakitan mungkin aku tidak akan meminta kalian membersihkan rumahku"
Mereka semua tersenyum, "Baiklah. Kalau begitu kami akan membersihkan rumah ini setelah selesai kita bisa mengobrol lagi"setelah mengatakan itu mereka pun mulai membersihkan rumah.
Tanpa mereka ketahui sedari tadi Nyonya Jung mendengarkan mereka dibilik tembok pembatas antara ruang tamu dengan ruang keluarga. Nyonya Jung tersenyum mendengar interaksi menantunya dengan pelayan yang terkesan tidak seperti seorang majikan dan pelayannya melainkan seperti teman untuk Ken.
"Sepertinya aku memilih Ken untuk Leo tidak salah. Ken begitu tulus dan baik itu akan melengkapi sifat Leo yang acuh dan tidak perduli"gumam Nyonya Jung. Nyonya Jung pun berjalan menghampiri Ken.
"Ken-ah" Ken menolehkan kepalanya keasal suara dan ia terkejut melihat Nyonya Jung berdiri tak jau darinya.
"Eommanim"teriak riang Ken lalu menghampiri Nyonya Jung dan memeluknya erat begitupula dengan Nyonya Jung.
"Eommanim mari duduk"ajak Ken saat sudah puas berpelukan. Mereka pun duduk bersebelahan. Nyonya Jung tersenyum manis pada mantunya, "Eommanim ingin minum apa?" tanya Ken.
"Bagaimana jika secangkir teh saja?" pinta Nyonya Jung, "Baiklah akan Ken buatkan" saat Ken akan berdiri tangannya ditarik untuk duduk Nyonya Jung. "jangan biarkan pelayan yang membuatkan. Pelayan tolong buatkan kami teh dan cemilan jika ada"
Victoria mengangguk paham lalu pergi ke dapur untuk membuat pesanan Nyonya Jung. Ken merasa tidak enak pada victoria, "Eommanim,aku bisa sendiri kenapa harus menyuruh Vic nonna?" keluh Ken, Nyonya Jung terkekeh kecil lalu mengelus bahu Ken.
"Tidak apa. Eomma takut kau kelelahan"hibur Nyonya Jung, Ken menghela nafas lalu berkata, "Aku tidak akan kelelahan hanya membuat dua cakir teh Eommanim." Rengek Ken.
Nyonya Jung tertawa melihat tingkah lucu Ken, "Meski begitu kau tidak boleh kelelahan arra" mau tidak mau Ken harus mengiyakan perkataan Nyonya Jung. Nyonya Jung mengangkat dagu Ken dan menelisik wajah Ken, "Kau terlihat sedikit pucat apa kau sakit Ken sayang?" tanya Nyonya Jung khawatir. Ken tersenyum lalu melepaskan tangan Nyonya Jung yang berada didagunya dan sekarang ia genggam tangan itu.
"Aku baik-baik saja Eommanim. " Ken mengatakan itu dengan tersenyum menengankan. Nyonya Jung ikut tersenyum. "Kalau kau sakit dan Leo tidak mengurusmu dengan baik maka kau harus bilang pada Eomma. Biar Eomma beri pelajaran padanya jika berani melukai menantu kesayanganku ini" Nyonya Jung memeluk Ken sayang.
"Ini minumannya Nyonya"pelukan menantu dan mertua itupun terlepas saat mendengar suara Victoria. "Terima kasih Vic nonna"kata Ken saat Victoria sudah meletakkan minuman dan cemilannya. "Ne. Jika butuh apa-apa Nyonya bisa memanggil kami" setelah mengatakan itu Victoria meninggalkan Ken dan Nyonya Jung.
"Eommanim minumlah"suruh Ken dan Nyonya Jung pun mengambil cangkir tehnya dan meminumnya setelah itu diletakkan keatas meja lagi.
"Kau bisa memasak Ken?" tanya Nyonya Jung dan dijawab dengan gelengan kepala oleh Ken lalu berkata, "Tidak Eommanim. Tapi Ken sudah minta Eomma untuk mengajari Ken masak" jawab Ken.
"Kalau kau butuh bantuan Eomma. Eomma siap membantu sayang" tawar Nyonya Jung. "Baiklah jika aku butuh bantuan Eommanim. Aku akan menghubungi Eommanim. Eommanim bagaimana keadaan Appanim?" tanya Ken.
"Appa baik-baik saja. Ia titip salam padamu sayang. " balas Nyonya Jung. "Ne. Eomma makanan kesukaan Leo hyung apa?" tanya Ken dengan antusias."Eum apa ya?" Nyonya Jung berpose seperti orang yang berfikir serius dan itu membuat Ken cemberut, Nyonya Jung tersenyum melihat ekspresi Ken.
"Memangnya kenapa kau bertanya seperti itu heum?"
"Aku hanya ingin tau dan nanti jika aku ingin membuatkan makanan untuk Leo hyung lebih mudah. Aku harus tau makanan apa yang disukai Leo hyung, yang tidak disukai Leo hyung. Leo hyung punya alergi terhadap makanan apa saja aku juga harus tau"penuturan Ken membuat Nyonya Jung yakin jika Ken mencintai putranya dan Ken begitu perduli dengan putranya.
"Leo menyukai semua jenis makanan apapun asal itu makanan itu tidak basi. Leo juga tidak memiliki alergi makanan apapun"
Ken mengangguk mengerti, "Baguslah kalau begitu. Eomma bagaimana jika Eomma mengajariku memasak untuk Leo hyung. Nanti waktu jam makan siang akan aku antar ke kantornya?" tanya Ken antusias. Nyonya Jung menepuk kedua tangannya dengan bibir tersenyum seraya berkata, "Itu ide yang bagus. Kalau begitu ayo kita mulai memasaknya"
Ken mengngangguk, "Ayo Eommanim" setelah mengatakan itu Ken menarik tangan Nyonya Jung menuju dapur.
Setelah sampai di dapur, Nyonya Jung membuka pintu kulkas guna mencari bahan makanan yang akan diberikan pada Leo. "Kau ingin membuatkan menu makan siang apa Ken?" tanya Nyonya Jung yang kini menelisik satu-satu bahan yang ada dikulkas. Sedangkan Ken berada disisi kanan Nyonya Jung yang melihat kegiatan Nyonya Jung. "Bagaimana kalau yang simpel dulu Eommanim? Seperti membuat nasi goreng kimchi, bulgogi atau telur gulung?" saran Ken yang memang tidak bisa memasak sama sekali.
Nyonya Jung kini menatap menantunya dengan tatapan berfikir lalu tersenyum,"Baiklah itu juga bukan ide yang buruk. Kalau begitu Eomma akan mengambil bahannya"Ken tersenyum senang karena Nyonya Jung menerima sarannya sedangkan Nyonya Jung mengambil bahan-bahan yang dibutuhkan.
"Bahannya sudah ada. Sekarang ayo kita memasak" kegiatan memasak mereka pun disertai dengan canda dan tawa.
####
Kini jam makan siang pun sudah tiba dan matahari cahaya sinar matahari sudah menampak membulat sempurna tidak. Ken berjalan melewati lorong lantai 30 dengan riang. Tanpa memberi tau Leo. Ken datang ke kantor Leo dengan membawa sebuah kotak makan ditangan kanannya. Ken membuka pintu yang terbuat dari kaca Ken melihat sekretaris Leo yang terlihat mengerjakan sesuatu itu. Ken pung menghampiri meja sekretaris suaminya.
"Selamat siang"sapa Ken dengan lembut. N melihat Ken tersenyum manis padanya. N pernah melihat pemuda didepannya ini ah ingat bukankah pemuda didepannya ini istri dari kekasihnya?. Setelah selesai sibuk dengan pikirannya sendiri N berdiri dan memberikan senyum pada Ken.
"Selamat siang ..."
"Ken. panggil aku Ken saja hyung." Potong Ken. N terhenyak saat Ken memanggilnya hyung. Ken yang melihat wajah tidak enak N saat ia memanggil N hyung jadi merasa sedih.
"Apa aku tidak boleh memanggilmu hyung?" tanya Ken lirih dengan ekspresi takut N yang melihat ekspresi Ken menjadi tidak enak dan N pun tersenyum.
"Boleh. Kau boleh memanggilku hyung Ken-ah. Tapi apa tidak apa kau kupanggil Ken mengingat kau istri dari atasanku"kata N. Ken menggelengkan kepalanya imut.
"Tidak! Hyung tidak apa kok memanggilku Ken lagi pula aku lebih suka dipanggil Ken. oh, ya hyung apa Leo hyung didalam?" tanya Ken sambil menunjuk pintu yang tak jauh darinya itu.
"Sajangnim berada didalam ruangannya"
"Kalau begitu aku masuk dulu hyung." setelah mengatakan itu Ken masuk kedalam ruangan Leo. Saat Leo masuk kedalam ruangan,Ken melihat Leo sedang berkutat dengan laptopnya tidak mengetahui jika ia berada di sini Ken pun mendekati Leo.
"Leo hyung masih sibuk ya?" tanya Ken yang kini sudah berada didepan meja kerja Leo. Leo terkejut saat ia melihat Ken didalam ruangannya tapi dengan cepat Leo bisa menguasai rasa terkejutnya. Leo menatap ken dengan pandangan'kenapa kau kesini'. Dan Ken yang mengerti arti tatapan itu tersenyum manis lalu mendudukkan dirinya dikursi depan meja kerja Leo.
"Aku membawakan Leo hyung makan siang. Ini kan sudah waktunya makan siang tapi Leo hyung masih sibuk bekerja. Sekarang hyung berhenti dulu dari pekerjaan hyung dan makan siang ok. Ini aku sudah membawakan makan siang untuk hyung"kata Ken lalu meletakkan kotak makan yang ia bawa ke meja kerja Leo. Sedangkah Leo mengalihakan tatapan tajamnya kearah kotak makan berwarna hijau yang terletak diatas mejanya lalu menatap lagi ke Ken yang masih tersenyum manis padanya.
"Siapa yang menyuruhmu?" tanya Leo dingin. Ken yang awalnya bahagia dan bersemangat kini menjadi sedikit takut melihat tatapan tajam Leo dan nada dingin suara Leo yang diberikannya padanya.
"A-aku ingin me-melakukannya" jawab Ken dengan nada sedikit bergetar. Ken meremas kedua tangannya takut. Ken semakin takut saat Leo masih setia menatapnya dengan tajam dan sesekali menatap kotak makannya.
"H-hyung marah?" tanya Ken takut. Leo pun membuang nafasnya kasar. Ia menjadi kepikiran akan perasaan N. Bagaimana dengan N apa N mengetahui hal ini? bagaimana jika N terluka ia tidak ingin N terluka karena perbuatan Ken itu.
"Pulanglah dan bawa kotak makanmu itu. aku tidak butuh" ujar Leo dingin. Ken menatap Leo tidak percaya dan sedih. Dengan susah payah ia membuatkan makanan itu untuk Leo. Tapi Leo malah tidak mau memakannya?.
"T-tapi hyung a-aku..."
"Ku bilang pulang dan bawa kotak itu sekalian apa kurang jelas perintahku?" kata Leo dengan menaikkan satu okfat suaranya. Ken pun dengan tangan bergetar mengambil kotak makannya lalu berjalan keluar ruangan Leo. Saat ia keluar ruangan ia melihat N sedang bersiap untuk keluar mencari makan siang.
"Ken kau kenapa?" tanya N saat melihat mata Ken yang berembun. Ken pun mengusap matanya lalu tersenyum manis pada N dan menghampiri N.
"Aku tidak apa hanya kelilipan. Hyung kau akan makan siang?" tanya Ken mencoba mengalihakan perhatian N.
"Iya aku akan mencari ma... "
"kalau begitu makanlah makanan ini" potong Ken dengan memberikan kotak makan yang ia bawa pada N. N menatap bingung kotak makan yang kini sudah beralih ketangannya 'bukannya ini makan siang untuk Leo kenapa diberikan padaku?'batin N.
"Aku pulang dulu hyung" belum sempat N membuka mulutnya untuk bertanya Ken sudah berlalu pergi. N hanya menatap kotak makan yang ada ditangannya.
Cklek
N melihat Leo keluar dari ruangannya dan menatapnya dengan wajah khawatir hingga ia tidak menyadari jika N membawa kotak makan yang diberikan Ken.
"kau tak apa? Maaf aku tidak tau jika ia datang kemari"N yang mendengar kata Leo mengerutkan keningnya bingung.
"memangnya kenapa hyung? "
"Kau tidak marah padaku kan karena Ken kemari?" N terkekeh kecil melihat kedangkalan kekasihnya ini.
"Hyung kau fikir aku kekanakan heum? Lagipula aku cukup tau diri jika aku hanya kekasihmu bukan istrimu. Yang harusnya marah itu istrimu bukan aku. Lagipula sepertinya dia orang yang baik hyung"kata N lalu menatap kotak makan yang ada ditangannya Leo pun mengikuti arah pandang N ia terkejut saat melihat kotak makan yang Ken bawakan untuknya sekarang berada ditangan kekasihnya N.
"Ia memberikannya padamu?" tanya Leo dan balas anggukan kepala oleh N. Leo mengusap wajahnya kasar.
"Buang saja makanan itu" suruh Leo tak berperasaan. N membelakkan matanya.
"Tidak. Aku tidak akan membuang makanan ini lagipula ia memberikan ini untukku. Sepertinya makanan ini lezat hyung. Kenapa hyung tidak memakanannya"
"N buanglah makanan itu. aku melakukan ini semua untukmu aku tidak ingin kau terluka akan pernikahanku dengannya"kata Leo. N yang sekarang sudah tau alasan Leo tidak menerima makanan ini karenanya ia pun senang dan tersenyum manis pada Leo .
"Kau sangat mencintaku ya hyung hingga kau lebih menghawatirkan perasaanku daripada perasaan istrimu sendiri" goda N.
"Kau tau pasti jawabannya N"
Rasa bersalah pun terbelesit didalam hati N,Leo begitu mencintainya dan ia juga mencintai Leo. Tapi bagaimana dengan Ken?. jika N boleh mengatakan yang sejujurnya perasaan cinta N untuk Leo sedikit berkurang setelah Leo menikahi Ken. tapi N tidak mengatakan hal itu kepada siapapun termasuk Leo. Biarlah dia dan Tuhan yang mengetahuinya.
N menghela nafas dan tersenyum nanar, "Dan kau juga tidak boleh melukainya hyung"saran N pada Leo. Leo hanya berdecih, "Aku tidak menyukainya atau mungkin membencinya. Tapi saranmu akan kupikirkan lagi" setelah mengatakan hal itu Leo meninggalkan N keluar ruangan mereka.
N membuang nafas kasar lalu mengikuti Leo dari belakang keluar ruangan mereka.
####
Ken kembali ke dalam mobil dengan wajah sendu ia merasa sedih mendapatkan perlakukan tidak berperasaan Leo padanya. Tapi sebisa mungkin Ken merahasiakan semua itu dari orang lain ia tidak ingin mereka memandang Leo kejam.
'Leo hyung hanya tidak terbiasa dan aku harus bisa memahami itu. aku tidak boleh menangis dan merasa sedih. Besok aku bisa mencoba lagi siapa tau Leo hyung mau menerimanya'batin Ken dengan kobaran semangat baru.
TBC
