Capther sebelumnya

"..rin-chan, Karin-chan" panggilan ibunya telah membuyarkan lamunannya, "daijobuka" Tanya ibunya. "daijobu desu, kaa-san, nee kaa-san ayo masuk kerumah, kan kata baa-san, kaa-san harus banyak istirahat," sergahnya. "Baiklah" kata kushina kemudian mereka masuk ke dalam rumah.

Title : I am here

Pair : sasufemnaru, sainaruko, slight gaasaku, shikaino, kibahina, dll

Warning : smart!naru, femnaru, gaje, typo, ide pasaran, dll

Disclemer : Naruto milik Om Mamashi Kishimoto, tapi cerita abal ini milikku heheheh

Capther 2 : hari yang membahagiakan

Kushina tengah memandang sendu sebuah foto keluarga yang berbingkai lucu, di foto itu menampakkan dirinya yang tengah tersenyum bahagia, bersama dengan suami dan ketiga anaknya. Dia kembali teringat sudah 6 bulan terakhir ini, ia ditinggal suaminya.

"sudah 6 bulan ya, nee anak-anak kaa-san yang sangat kaa-san cintai, jangan sedih ya, ketika kalian lahir seminggu lagi tidak dapat melihat sosok tou-san kalian, karena ia sedang berada di luar negeri untuk mengurus salah satu perusahaan kita yang ada disana, yah walaupun kaa-san sebenarnya sangat ingin dia ada disini menemani kaa-san ketika proses melahirkan kalian nanti, sama dengan yang dilakukannya ketika melahirkan nii-san dan kedua nee-san kalian,"katanya sambil mengelus perut buncitnya sambil tersenyum simpul.

Seakan mengerti apa yang dikatakan sang ibu kedua anak itu menendang perut sang ibu, "iya ibu juga sangat ingin melihat kalian lahir," katanya lagi, seakan mengerti dengan ucapan sang ibu kedua sang bayi kembali menendang perut ibunya. Kushina kembali tersenyum simpul dan kembali mengingat betapa bahagia nya suaminya ketika dia mengatakan bahwa dia tengah hamil.

Flashback

Minato yang sedang berada di ruang kerjanya terkejut dengan kehadiran sang istri, yang datang dengan membawakannya bekal makan siang, "nee, mina-kun, belum makan kan, ini aku bawakan bekal makan siang." Kata kushina pada sang suami.

Sang suami aka minato yang memang baru saja selesai dengan kerjaannya, hanya tersenyum melihat sang istri yang sudah mau meluangkan waktunya untuk membuatkannya bekal makan siang untuknya. "mina-kun, jangan jadi kayak tou-san yang workaholic, kamu juga harus banyak istirahat, dan juga jaga kesehatanmu, jangan makan yang sembarangan, makan makanan yang sehat, nih aku buatkan bento dan onigiri kesukaanmu nih." omel sang istri.

Mendengar sang istri yang mengomel seperti itu dia hanya tersenyum simpul, "sudah lama sekali ya aku tidak mendengar omelan darimu lagi, kushi-chan" goda Minato pada kushina. Kushina yang mendengar sang suami berkata seperti itu tersipu malu dengan muka yang memerah.

"baru kukatakan begitu, lihat wajahmu saja sudah memerah, apalagi ku goda dengan seperti ini.." kata minato sambil mendekatkan wajahnya kepada kushina,

5 cm

4 cm

3 cm

2 cm

1 cm

Brruuukk, Minato sudah jatuh ke lantai dengan keadaan yang sangat tidak etis. "eeh kushina kenapa kamu memukulku hah" kata minato dengan tampak sedikit kesal. "yah,, siapa suruh kamu hentai.." kata kushina dengan enteng.

Minato yang mendengar itu kembali mendengus, "huh" kemudian menghela nafas berat sambil memalingkan wajah, serta memenggang wajahnya yang masih terasa sakit terkena bogem gratis dari kushina siang ini.

Kushina yang melihat suaminya meringis kesakitan sambil memenggang wajah yang terkena bogem gratisnya merasa bersalah. Kemudian dengan hati-hati dia mendekati sang suami yang sedang terduduk, di sofa di dalam ruangannya itu, "mina-kun, masih sakit ya,," tanyanya.

"gak lihat apa, ya iyalah masih sakit," jawabnya dingin. Mendengar suaminya berkata dingin membuat hatinya terasa sakit. "iya deh, maaf telah membuatmu seperti ini,"kata kushina dengan penuh rasa sesal. Minato yang menyadari hal itu meringis dan membuang muka.

"mina-kun, sini biar aku obati," kata kushina sambil mengeluarkan obat merah dan plaster dari dalam kotak p3k yang ada di dalam ruangan itu. Walau tidak mengatakan apapun pada kushina, tapi dia juga tidak menolak kushina yang sedang mengobatinya.

Setelah selesai mengobati minato, Hening tercipta diantara keduanya, kushina yang binggung apa ini saat yang tepat untuk mengatakan itu atau tidak, tapi dia juga tidak suka keheningan tercipta di antara mereka, sedangkan minato yang sebenarnya kesal yang di buat-buat pun canggung apa yang harus di katakannya.

Karena tidak mau membiarkan hening semakin lama, kushina memutuskan membuka pembicaraan, "nee, mina-kun, ada yang ingin aku katakan pada mu." Sahut kushina "hn" gumam ambigu yang ia dapat dari suaminya, karena yakin hn nya suaminya itu berarti iya, iya mengatakan "aku hamil dan anak yang ada di dalam kandunganku ini kembar"

Minato yang tadi sedikit melamun terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh sang istri, ia tidak pernah membayangkan sang istri akan mengatakan itu.

"koi, benarkah itu?" Tanya nya dengan penuh antusias. Kushina hanya mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan sang suami. Mendengar kushina mengatakan itu minato jingkrak-jingkrak seperti anak kecil yang baru di kasih permen daan mainan kesukaannya. Dia mengangkat badan kushina tinggi sambil berteriak mengatakan aku akan jadi ayah lagi,, sampai berteriak terus menerus, sang istri hanya terkekeh melihat sifat kekanak-kanakan suaminya, tapi dalam hati dia sangat bersyukur pada tuhan yang telah memberikannya keluarga yang sangat menyayangi dirinya.

"maaf ya koi, aku bersikap dingin padamu barusan" sahut sang suami, kushina yang mendengar itu hanya tersenyum, "aku juga minta maaf anata, tidak seharusnya aku bersikap seperti tadi pada suamiku yang paling tampan ini"balas kushina. Mendengar kata dari sang istri minato hanya tersenyum 5 jari khasnya. "arigatou sudah hadir dalam kehidupanku kushina" kata minato "iie,, aku yang malah sangat berterima kasih padamu" balas sang istri. Keduanya kemudian mendekatkan wajah mereka dekat, sangat dekat, sampai pada akhirnya bibir mereka bertemu.

End of flashback

Tok tok tok

Lamunan kushina terbuyar karena suara ketukan pintu dari luar, "masuklah pintunya tidak di kunci" sahutnya sambil menghapus air matanya yang sempat mengalir.

"konichiwa, kaa-san" sahut gadis berambut pirang bermata shappier tengah berjalan kearahnya, sang gadis kemudian mencium pipi kushina dan duduk di tepi tempat tidur disamping kushina "konichiwa dei-chan, nee, dei-chan tumben pulang cepat" Tanya kushina menatap anak perempuannya ini sambil tersenyum manis.

"yah, kebetulan kerjaan dei udah selesai, kaa-san" jawab dei sambil tersenyum sendiri. Kushina yang melihat ada keanehan di dalam diri anaknya ini, binggung apa yang terjadi pada deidara sehingga ia yang biasanya bersikap tenang, jadi senyum-senyum sendiri. "hei dei-chan, kenapa senyam-senyum sendiri pengen rasain gimana tinggal di rumah sakit jiwa, ya" ejek kushina sambil mencubit kedua pipi chubby anak perempuannya yang satu ini.

Dei yang merasakan cubitan ibunya ini hanya memprotes kecil dan mengembungkan kedua pipinya tanda ia sedang kesal, kushina hanya tersenyum simpul sambil berpikir dei akan menjadi sosok dirinya sendiri ketika berada didekat keluarganya, sama seperti sosok suaminya.

Mengingat hal itu, kembali membuatnya sedih, dei yang melihat perubahan yang terjadi pada ibunya ini, binggung, apa yang terjadi padanya, kemudian dei baru sadar satu hal, ibunya teringat pada sosok sang ayah.

"nee, kaa-san daijobuka" Tanya dei sambil menatap sang ibu dengan ekspresi khawatir, kushina yang tersadar akan keberadaan deidara, dia kembali mencoba memasang raut wajah ceria seolah-olah tidak ada kesedihan yang berusaha ia tutupi. "daijobu, dei-chan" jawabnya. Dei yang tidak ingin melihat ibunya tambah sedih, hanya bisa diam.

Selang beberapa waktu kemudian, dei sudah pamit keluar dari kamar sang ibu. Kushina yang tidak ingin bersedih lagi, memutuskan untuk tidur.

.

Waktu berlalu begitu cepat, tak terasa kandungan kushina telah memasuki usia 9 bulan 10 hari, hari ini hari yang kesepuluh, saat ini, kushina sedang berjalan kearah dapur dengan tertatih-tatih, yang dia sendiri hendak mengambil air minum, karena rasanya ia begitu haus.

Tapi, beberapa langkah lagi sampai ke dapur, dia merasa ada yang basah di daerah pahanya, karena penasaran air apa itu, ternyata air ketubannya telah pecah seketika ia panik, kemudian dia berteriak,

"Kariiin-chan, tolooonngg kaa-san" teriaknya. Karin yang kebetulan baru keluar dari kamar mandi yang mendengar teriakan ibunya tiba-tiba panic, dia lari ke sana kemari mencari sumber suara, untung kami-sama memihak kepadanya akhirnya ia menemukan ibunya di dekat dapur.

"nee, kaa-san kenapa" Tanya karin panic. "air ketuban kaa-san pecah, Karin tolong telponkan rumah sakit sayang, supaya mereka cepat kesini kaa-san tidak kuat lagi," mohon kushina, Karin yang mengerti maksud ibunya segera menelpon rumah sakit dan memberitahu anggota keluarganya yang lain.

Selang beberapa waktu kemudian, kushina sudah berada di operasi dengan dokter Tsunade, yang sebenarnya juga kebetulan mertuanya sendiri.

Karin duduk didepan ruang operasi bersama dengan kakak perempuannya dan keluarga uchiha yang datang tidak diundang ini.

Masih segar di ingatan nya saat memberitahu soal ibunya yang hendak melahirkan kepada keluarganya, mereka panic dan ayahnya langsung melakukan penerbangan ke jepang dengan jet pribadi, sedangkan sang kakek dan kakak laki-lakinya berjanji akan mengambil penerbangan selanjutnya.

Yang bisa dilakukan Karin dan beberapa orang dewasa yang ikut menunggu kushina selesai di operasi hanya bisa berdoa, semoga ibu dan kedua anaknya selamat.

Selang 2 jam tangisan dua orang bayi terdengar, dan kemudian pintu operasi dibuka, Tsunade dan beberapa suster keluar dengan bayi yang digendong oleh dua orang suster, tapi, kedua suster tersebut langsung membawa sang bayi ke ruangan bayi.

Dei yang ingin bertanya tentang keadaan ibunya langsung dipotong oleh seorang wanita yang tadi duduk disampingnya itu "nee, Tsunade-san bagaimana keadaan kushi-chan" Tanya seorang wanita bersurai hitam panjang dan beiris onyx tengah menatapnya dengan tatapan penuh tanda Tanya. Sementara orang yang ditanya kemudian memasang raut wajah geram, "nee,, miko-chan, kamu baru saja bisa dikatakan hampir pulih dari proses melahirkan 4 bulan yang lalu, kenapa bisa ada disini, sudah kukatakan istirahatlah yang cukup, kalau jahitan operasinya terbuka bagaimana," sembur Tsunade kepada wanita berambut hitam panjang itu aka Uchiha Mikoto itu, yang di sembur Cuma cuek dan memutar kedua bola matanya seakan tidak memperdulikan perkataan sang dokter yang sama menanganinya 4 bulan yang lalu.

Tsunade yang tahu mikoto juga sama keras kepalanya dengan menantunya itu hanya menghela nafas panjang, akhirnya setelah ke sekian kali ia menghela nafas, akhirnya baru ia membuka kata, "syukurlah, dia baik-baik saja, dan kedua putri kembarnya selamat," kata tsunade.

"nee, baa-san, sekarang kaa-san sedang ada dimana?" Tanya dei. "dia sudah dipindahkan ke ruang rawat vip no 202, kalau kalian ingin melihatnya silahkan, aku mau mau ganti baju dulu," jawab Tsunade.

"kalau adek bayinya,"kali ini bukan suara Karin maupun dei, tapi seorang anak perempuan yang kira-kira 3 tahunan berambut pirang diikat 4, yang baru saja datang bersama dengan seorang laki-laki paruh baya.

"tema-chan, kok bisa ada disini" Tanya Karin pada anak perempuan berambut pirang aka sabaku Temari sepupunya, yang datang bersama ayahnya aka sabaku shukaku (hihihi gak tau namanya ayah temari dan gaara), "tadi jii-chan, nelpon cama tou-chan, katanya baa-chan cedang di lumah cakit, kaa-chan juga mau ikut kecini tapi, kata tou-chan gak boleh, coalnya dedek gaalanya nanti gak ada yang jagain" jelas temari dengan logat cadel khas anak-anak.

"nee,, baa-chan dimana dedek bayinya, tema mau lihat,," sambil merengek dan menarik-narik baju Tsunade.

Yang mendengar itu hanya sweatdrop, dengan apa yang dilakukan sang anak perempuan bercepol 4 itu, "adik bayinya ada di ruangan bayi sayang" jawab sang dokter, yang lain lebih sweatdrop dengan tingkah sang dokter, 'tumben dia baik sama anak kecil' batin semua orang ada di situ.

"oo, tapi luang bayinya ada dimana, tema mau lihat cekarang, tou-chan, tema mau lihat dedek bayinya cekalang" rengeknya sambil menarik-narik baju sang ayah. "baiklah, ayo kita ke ruang bayinya, tapi, tema jangan nangis lagi dong" kata sang ayah sambil menggendong anaknya untuk pergi ke ruang bayi, tanpa pamit kepada yang lain. Mereka hanya cengo melihat tingkah laku sang sabaku.

Setelah beberapa saat, "ya sudah, ayo kita pergi keruang rawatnya kushi-chan" sahut mikoto. Mereka kemudian melangkah ke ruang kushina, sesampainya disana mereka melihat kushina masih terbaring lemah di ruangan itu.

Skip time

Akhirnya mereka datang melihat keruangan bayi, melihat kedua bayi perempuan berambut pirang itu, mikoto sempat menjerit girang sambil mengatakan jika ia ingin kedua bayi itu menjadi menantunya, sambil merengek pada suaminya. Sang suami hanya ber'hn' saja, sambil memasang muka datar khas klan uchiha padahal dalam hati ia juga berteriak demikian. Yang melihat tingkah kedua pasang suami itu hanya sweatdrop.

Setelah beberapa saat pasangan uchiha itu pamit kepada dei dan Karin untuk pulang dulu, besok mereka kembali lagi ke rumah sakit.

.

Skip time

Minato yang baru saja sampai di jepang pada sore harinya, segera mengambil mobil kemudian mengemudi sekencang-kencangnya yang kalau dengan kecepatan biasa ,menghabiskan waktu 30 menit tapi,dia sampai di rumah sakit dengan waktu 15 menit, sesampainya di rumah sakit dia segera mengambil langkah cepat untuk sampai di ruangan rawat kushina, kemudian segera menghampiri sang istri yang sedang terbaring lemah di ranjang kamar inap itu.

"kushina." Panggilnya lembut sambil mengelus lembut rambut merah sang istri. Perlahan mata sang istri terbuka menampakkan iris hazelnya, kedua mata itu terbelalak melihat sang suami ada di sampingnya, melihat keberadaan sang suami dia menangis "nee, ini beneran kamu mina-kun," sahut kushina, minato hanya mengangguk sambil mencium lembut bibir sang istri untuk sekedar menenangkan dan meyakinkannya.

"aku sangat merindukanmu mina-kun, jangan tinggalkan aku lagi ya." Pinta kushina sambil memeluk sang suami. "aku janji tidak akan pernah meninggalkanmu lagi" kata minato sambil membalas pelukan sang istri.

"bagaimana dengan putri kita" Tanya minato. "dia ada di ruang bayi, kalau kamu mau lihat ya lihat saja dulu" balas kushina. "nanti saja, aku masih mau disini" kata minato. Kushina hanya mengangguk mengerti, namun di dalam hati dia berharap suasana seperti bisa terus berlangsung.

Tanpa mereka dua pasang mata tengah menatap mereka dengan tatapan bahagia, mereka dei dan Karin.

Tbc

Heheheh gomennasai telat update-nya

Semoga chapter ini lebiiiiihhh baik dari yang sebelumnya ya….

RnR ya minna-san