Chapter sebelumnya
"bagaimana dengan putri kita" Tanya minato. "dia ada di ruang bayi, kalau kamu mau lihat ya lihat saja dulu" balas kushina. "nanti saja, aku masih mau disini" kata minato. Kushina hanya mengangguk mengerti, namun di dalam hati dia berharap suasana seperti bisa terus berlangsung.
Tanpa mereka sadari dua pasang mata tengah menatap mereka dengan tatapan bahagia, mereka dei dan Karin.
Title : I am here
Pair : sasufemnaru, sainaruko, slight gaasaku, shikaino, kibahina, dll
Warning : smart!naru, femnaru, gaje, typo, ide pasaran, dll
Disclemer : Naruto milik Om Mamashi Kishimoto, tapi cerita abal ini milikku heheheh
Chapter 3 : perpisahan sementara dengan cinta pertama
Keesokkan harinya, seluruh anggota keluarga Namikaze, kecuali Karin-yang masih berada di sekolah, sedang berkumpul di ruang rawat inap Kushina, mereka bersenda gurau dan mengobrol banyak hal yang bisa di diskusikan bersama, seperti contoh, kyuubi berdebat dengan dei tentang siapa yang paling hebat dalam memimpin perusahaan atau banyak hal serta tingkah konyol balita berusia 3 tahun yang membuat orang dewasa yang berada di ruangan itu tertawa.
"nee, shukaku-kun, bagaimana keadaan karura-chan dan gaara-kun" Tanya Tsunade pada sang adik ipar dari menantunya ini. "mereka baik-baik saja kaa-san, tapi, karena gaara agak sedikit demam kemaren, makanya dia tidak ku izinkan ke sini dulu." Jawab shukaku mengerti pertanyaan apa yang akan dilontarkan oleh sang mertua dari kakak iparnya untuk pertanyaan keduanya, dengan ekspresi dingin dan datar.
.
Tsunade hanya terdiam kemudian menghampiri Kushina dan memeriksa keadaannya sebentar-karena tidak ada lanjutan pembicaraan antara tsunade dan shukaku, shukaku kemudian menghampiri Minato dan Jiraya kemudian mereka membahas bisnis yang akan mereka jalin, yang lain hanya sweatdrop melihat tingkah mereka seakan tidak ada waktu untuk membahas bisnis.
Draakk, pintu kemudian di banting agak keras yang menampakkan seorang wanita yang berusia sudah tidak muda lagi berambut merah serta beriris violet aka Uzumaki Mito, serta seorang wanita berambut abu-abu yang sedang mengendong seorang bayi berambut merah aka Sabaku Karura.
"gaala-chan, kaa-chan, obaa-cama," teriak temari. Orang-orang yang di panggilnya itu hanya melewati temari seakan tidak mendengar teriakan Temari. Wanita berambut merah itu berjalan cepat menghampiri wanita yang sedang terbaring di kasur rumah sakit yang mempunyai cirri-ciri yang sama dengannya, namun yang hanya membedakannya adalah usia.
"kushi-chan, bagaimana keadaanmu nak" Tanya wanita berambut merah itu. "aku baik-baik saja kok, kaa-sama" jawab Kushina pada sang ibu. "yokatta" sahutnya lagi.
Setelah itu, dia menghampiri Tsunade menanyakan kabar, mengobrol antar nenek-nenek tua tentang cucu-cucunya, serta tentang perkembangan Rumah sakit masing-masing, Mito yang juga mempunyai rumah sakit besar di Kyoto.
Karura yang tadi ikut bersama dengan sang ibu menghampiri kakak perempuannya ini, "nee, kushi-nee, bagaimana keadaanmu," Tanya sang adik ketika menghampiri kakaknya itu.
"iya, aku baik-baik saja kok" jawab kushina "eeh, ada gaara-chan juga ya, kawaaii," tambah kushina sambil mencium sang keponakan laki-lakinya ini. Sang bayi hanya diam saat diperlakukan seperti itu. "karu-chan, bagaimana keadaan gaa-chan, kata shukaku-kun tadi, dia sakit ya kemaren" Tanya Kushina.
"iya, nee-san, tapi, dia sudah baikan kok, makanya aku berani membawanya ikut ke Tokyo bersama kaa-sama" jawab karura, Kushina hanya ber'oh' saja. Kemudian mereka melanjutkan kegiatan mereka masing-masing, dei dan kyuu ngobrol bersama Karura dan Kushina, Mito dan Tsunade mengobrol sesama nenek, dan Minato, jiraya, dan shukaku membahas perkembangan bisnis mereka.
.
Tok tok, ketukan pintu menghentikan aktivitas mereka, pintu ruang rawat kushina terbuka dan menampakkan dua sosok suster yang tengah mengendong dua bayi. Mereka kemudian menghampiri Kushina, yang tengah terbaring di kasur rawatnya yang juga tengah mengobrol bersama kyuu,dei dan karura. Menghentikan obrolannya ketika melihat kedua sosok suster itu menghampirinya.
"nee, namikaze-san, kedua bayi cantik anda haus," kata salah satu suster yang mengendong bayi-bayi itu. Kemudian Kushina mengalihkan tatapannya kepada kedua sang bayi langsung terpesona melihat mereka yang sungguh cantik.
"hmm, baiklah, waah kedua putri kaa-san cantik ya," sahutnya sambil mengambil salah satu bayinya kemudian memberikan asi, setelah selesai dengan putrinya yang satu, kemudian kembali memberikan asi kepada putrinya yang lain.
Setelah selesai disusui oleh sang ibu, kedua bayi itu kemudian diletakkan di box bayi yang ada di samping kasur kushina. Setelah meletakkan kedua bayi itu di box bayi, suster-suster itu pamit untuk keluar dari ruangan rawat kushina.
"cucuku cantik ya, sama seperti baa-samanya ini," bangganya sambil membusungkan dada kedepan (author : udah nenek-nenek masih saja narsis #ditendangmito) Tsunade yang melihat tingkah besannnya ini yang agak (baca :sangat) terlihat narsis itu mendengus.
Beberapa saat kemudian, "waah, dedek bayinya cantik ya" teriak bocah yang berusia 3 tahun berambut pirang yang diikat 4 aka Temari sambil menari-nari didepan box kedua bayi pirang itu, mendengar teriakan dari temari, Mito kembali bersikap tenang seolah tidak ada terjadi apapun. "iya, cantik gak seperti tema-chan, tema-chan kan jelek" kata seorang anak perempuan berambut merah yang baru saja masuk ke ruangan rawat itu, mendengar perkataan dari Karin, Temari mendengus sebal sambil mengembungkan pipinya.
"gak kok, tema gak jelek, tema cantik, kalin-nee yang jelek" sunggutnya "nee,,nee,kaa-chan, tema gak jelek kan, tema cantik kan, kalin-nee yang jelekkan kaa-chan" renggek sang balita pirang itu sambil menarik-narik baju ibunya, "iya, tema-chan cantik kok" kata sang ibu, mendengar ibunya berkata seperti itu temari tersenyum penuh kemenangan kearah Karin sambil menjulurkan lidahnya. semua orang dewasa yang ada di situ termasuk Karin sweatdrop melihat tingkah balita imut itu.
Tapi, lain halnya Temari, Ada juga yang sedang serius dalam menatap kedua bayi pirang yang juga sedang menatap mereka dengan iris biru bundarnya, yang ada di dalam box bayi aka Minato, Jiraya dan Kyuubi (yang baru selesai berdebat author: mungkin ngaku kalah heheheh #ditendangkyuu), mereka sungguh terpesona dengan kedua bayi pirang itu, mereka berdua sungguh cantik dengan rambut pirang, kulit putih susu, serta iris mata biru layaknya langit biru di musim panas.
Beberapa saat kemudian, salah satu dari bayi itu menangis dan yang satu lagi menggeliat pelan, "cup-cup anak-anak kaa-san, jangan nangis dong" kata Kushina sambil mengendong bayi-bayi, setelah berada di gendongan sang ibu kedua bayi itu berhenti menangis dan menggeliat. Kedua sang bayi itu kemudian menatap sekelilingnya seakan sedang mencoba merekam wajah keluarga mereka, tatapan mereka terhenti pada dua sosok bayi yang berada di kereta bayi, yang memasuki ruang rawat sang ibu, sedangkan dua bayi yang mereka tatap hanya diam, dan menatap mereka dengan tatapan tajam, yang membuat sang bayi pirang menangis. "wah, cup cup kenapa anak kaa-san menangis sayang" kata Kushina sambil mengelus kepala sang buah hati dengan pelan. Yang membuat kedua sang bayi menangis dan menggeliat.
Beberapa saat kemudian, sosok yang mendorong kereta bayi itu menatap kearah kushina yang tengah menggendong kedua sang bayi. "kushi-chan" teriaknya sambil menghampiri sosok Kushina.
"miko-chan, waah senengnya di kunjungi oleh sahabatku yang paling cantik" pekik Kushina tak kalah besar dari mikoto. Kedua sang bayi pirang terkejut dengan teriakan sang ibu, yang satu menangis, sedang yang satu hanya mengeliat. "waah, cup-cup gomenne sayang, kaa-san jadi membuat kalian terkejut ya" kata sang ibu sambil mengelus kepala kedua sang bayi.
Kedua pasang iris shappier itu kembali menatap lekat sosok dua bayi yang ada di kereta bayi itu, orang dewasa yang melihat tingkah dua bayi pirang itu sweatdrop. "wah, kita benar-benar akan menjadi besan ya, kushi-chan" sahut Mikoto. Kushina yang juga setuju hanya mengangguk paham,
"nee, miko-chan, itachi-kun dan fuga-kun kemana, kok tidak datang kesini" Tanya kushina. "tadi sih mereka ada, mungkin mereka masih di luar, mengurus pembayaran obat di apotek," jawab mikoto. "tapi, siapa yang sakit miko-chan" Tanya kushina.
"itachi, dia sedikit demam, ya kebetulan juga kami ingin menjenguk kamu sekalian itachi berobat" jawabnya.
Kushina Cuma ber oh saja sebagai jawabannya, "nee, kushi-chan nama bayimu siapa" Tanya mikoto. "oh iya aku lupa member mereka nama" kata kushina yang kemudian membuat semua orang di ruangan itu sweatdrop.
"nama mereka Naruto Namikaze dan Naruko Namikaze, Miko-chan" sahut Minato yang sedang berjalan menghampiri mereka. Mikoto yang mendengar itu hanya ber oh saja.
Tok tok.. ketukan pintu terdengar, perlahan pintu terbuka masuk dua orang laki-laki yang sama-sama mempunyai perwatakan mirip, sama-sama mempunyai rambut raven, iris hitam seperti onyx, berwatakan dingin dan datar, berjalan kearah mereka.
"kamuuu" teriak seorang wanita berambut pirang sambil menunjuk salah satu dari kedua laki-laki itu, yang ditunjuk hanya ber hn ria. Semua orang heran melihat interaksi mereka cengo, yang pertama kali tersadar ialah fugaku yang kembali memasang wajah datar khas uchiha, "kamu kenal sama itachi-kun, dei-chan" Tanya kushina yang sudah tersadar dari cengoannya.
Deidara Pov
"kamu kenal sama itachi-kun, dei-chan" Tanya ibu, aku hanya mengangguk malu, aku baru tersadar bahwa aku reflek berkata seperti, kenapa juga aku harus ketemu dengan si keriput itu disini, kenapa juga dia dating dengan fugaku jii-san, atau jangan-jangan dia anak Mikoto baa-san dan Fugaku jii-san, ya ampun kami-sama kenapa juga keriput itu harus anak Mikoto baa-san dan Fugaku jii-san, arrggghh sebel,
"nee,, dei-chan daijobuka" kata miko-baa-chan yang membuyarkan lamunanku. "dai..jo..bu baa-san" kenapa aku jadi gugup seperti ini sih apalagi, keriput yang tampan itu, eeh apa yang kupikirkan keriput tampan ya ampun, "ya sudah kalau begitu," kata mikoto baa-san.
Tapi, entah kenapa aku merasa perasaanku gak enak ya, aku merasa sang uchiha keriput ini sedang menyerigai kearah ku.
End of deidara pov
"ya sudah, kami pulang dulu ya kushi-chan," pamit Mikoto pada kushina, "ya baiklah, hati-hati di jalan ya miko-chan" sahut Kushina.
Ketika keluarga Uchiha meninggalkan ruang rawat, keluarga Namikaze mengintrogasi dei tentang sebenarnya dia kenal dengan Uchiha Itachi dimana, ya dei hanya menjawab pertanyaan dengan apa adanya,
Jika dei di introgasi tentang sebenarnya dia kenal dimana dengan Itachi, Itachi malah di introgasi apakah dia suka dengan deidara.
Itachi pov
"nee,, dei-chan daijobuka" Tanya kaa-san pada gadis rambut pirang yang aku baru tahu namanya Deidara, "dai..jo..bu baa-san" jawabnya gugup, wah sungguh imut dengan wajah gugupnya itu, issh apa sih yang aku pikirkan. Aku masih ingat waktu pertama kali bertemu dengannya, wajah cantiknya dengan iris aquamaire yang sungguh cantik.
Aku merasa aku jatuh terlalu dalam pada tatapan iris itu sejak pertama kali bertemu, melihat kaasan yang sudah berjalan menjauhi kushina baasan selesai pamit, kami sekeluarga pergi meninggalkan ruang rawat kushina baasan itu, sesampainya di mobil kaa-san menanyakan tentang bagaimana perasaanku terhadap gadis itu, aku hanya membalas dengan hn favoritku.
End of itachi
Beberapa hari kemudian, keluarga Namikaze dan Uchiha sedang berkumpul di Ruang keluarga Namikaze, untuk membahas acara pertunangan Deidara dan Itachi, yang pada awalnya harus dipaksa supaya mereka menyetujui pertunangan itu, yang pada akhirnya mereka menyetujuinya. Yang pesta pertunangan mereka tepat di hari peringatan ke 10 tahun keluarga Namikaze dan Uchiha bekerja sama dalam bidang bisnis.
Seiring berjalannya waktu, pada tahun ke 5 dari pertunangan deidara dan itachi, mereka akhirnya menikah pada tanggal yang sama disaat mereka melaksanakan pertunangan mereka, sebulan setelah pernikahan itachi dan deidara, Kyuubi dan Shion- anak dari composer terkenal- Nishikiori Michiru (maafminjamsalahsatukarakterkamichamaKarinheheheh).
.
.
.
.
Skip time
Di sebuah taman di dekat Gereja, terlhat seorang anak perempuan yang usianya sekitar 10 tahunan berambut pirang sedang terduduk sendirian seperti sedang menunggu seseorang, tapi kalau dilihat dari dekat akan menampakkan kesedihan di tatapan kedua iris shappiernya. Ia masih ingat saat pertama kalinya kakak kembarnya membawanya ke taman ini 5 tahun yang lalu, saat itu adalah hari kakak perempuannya menikah.
Flashback 5 tahun yang lalu
Di sebuah rumah yang bisa dikatakan mansion, terdengar teriakan seorang anak perempuan yang berusia sekitar 5 tahun, sedang di paksa mengenakan gaun yang berwarna putih.
"ayolah, ruko-chan.. masa ruko-chan gak mau mengenakan gaun cantik dari kaa-san ini" pujuk dari sang ibu. "popoknya luko gak mau mengenakan gaun yang itu, luko maunya gaun yang ini" renggeknya sambil menunjukkan sebuah gaun yang berwarna pink dengan motif bunga sakura.
"tapi, sayang ini pernikahan dei-nee, kita semua harus memakai gaun yang sama" pujuk ibunya lagi.
Tapi sang balita tetap tidak mau mengenakan gaun itu, sampai pada akhirnya masuk seorang balita yang juga mempunyai cirri-ciri yang sama dengannya itu, sedang berjalan kearah sang adik dan ibunya ini.
Dia kemudian berhenti didepan sang adik, dan mengelus kepalanya pelan "memangnya kenapa, ruko-chan tidak mau mengenakan gaun itu" Tanya sang kakak, walaupun umur mereka sama, tetapi sifat mereka sungguhlah berbeda, sang kakak walau usianya bisa dikatakan masih 5 tahun, tapi sifatnya sama dengan anak yang umurnya lebih tua darinya, di usianya yang sekarang dia sudah bisa membaca kanji dan juga memahami buku-buku anak yang lebih tua darinya saking geniusnya.
"nalu-nee, luko kan cuka dengan walna putih, luko kan cuka walna pink, boleh ya nalu-nee, kalau luko makai gaun yang ini" renggek sang adik pada kakak perempuannya ini. "tapi, ruko-chan gak boleh seperti itu, ruko-chan juga harus mengikuti apa yang telah di tentukan dalam tema di usung oleh dei-nee, jadi kita harus memakai gaun yang putih, benar kan kaa-san" jelas kakaknya yang mempunyai nama lengkap Namikaze Naruto ini, sambil mengedipkan mata pada sang ibu.
Kushina yang tadi melamun sedikit tersentak, "iya sayang, yang dibilang Naru-nee, tadi" kata sang ibu, sebenarnya kushina heran kenapa kedua putrinya sungguh berbeda sifatnya, yang satu genius dan pembawaannya tenang sama seperti sang suami, tapi yang satu manja, cerewet, hiperaktif seperti dirinya, padahal mereka lahir hanya beda 5 menit. Berbeda dengan Kyuu dan Dei mereka juga kembar, tapi sifatnya juga kembar.
"yah, baiklah, luko mau mengenakannya" pasrah sang bungsu. Perkataan Naruko membuat sang ibu menghela nafas lega. Setelah itu, Keluarga Namikaze berangkat ke tempat berlangsungnya pernikahan Dei dan Itachi, sesampainya disana mereka memakirkan mobil dan berjalan memasuki Gereja tempat berlangsungnya pernikahan itu.
.
.
Skip time
Setelah semua prosesi terlaksanakan, Naruto beranjak pergi ke luar dan ia menemukan sebuah taman ,yang di taman itu, terdapat banyak sekali jenis bunga yang tertanam rapi disekelilingnya.
"eeh, sudah ku kira dobe sepertimu pasti tidak akan mau bertahan lama di dalam" ejek seorang anak laki-laki bersurai raven seperti pantat ayam dan beriris onyx yang berusia sama dengannya ini tengah berjalan kearahnya-Uchiha Sasuke. Mendengar suara ejekan itu, membuat Naruto menoleh kearahnya sambil tersenyum mengejek, "eeh, kau bilang aku dobe, kau juga sama teme, juga gak akan betah" sahut Naru, sambil kembali memandang ke arah bunga yang bermekaran.
Sunyi menyeliputi mereka berdua, "hmm, naru" kata sasuke, "yah" balas naruto tanpa menoleh kearahnya. "aku…aku akan pergi ke luar negeri untuk waktu yang cukup lama" kata sasuke dengan nafas yang sedikit terengah tanda ia sedang memaksakan untuk mengatakan hal itu.
Naruto yang mendengar itu agak terkejut, dan langsung menoleh kearah sang uchiha sambil menatap matanya mencari kebohongan dimata hitam sekelam langit malam itu, tapi, ia tidak bisa menemukan kebohongan itu. Beberapa saat kemudian, yang bisa dilakukannya hanya menunduk, "tapii.. siapa yang akan menemaniku membaca buku diperpustakaan, kalau kau pergi" kata Naruto sambil menahan air matanya agar tidak jatuh.
"tenang aja, aku akan selalu bisa nemenin kamu kok, walau dari jauh" sahut sasuke sambil memeluk tubuh Naruto, akhirnya air mata naruto jatuh (author: anak kecil 5 tahun udah bisa kayak gitu, ddasar anak kecil yang cepat dewasa, sasunaru : biarin, emang siapa yang bikin kami kayak gini heh #darkaura ancang-ancang mau nendang author, kabuurr).
"naru, aku suka sama kamu" kata sasuke dengan muka yang memerah, naruto yang mendengar itu juga ikut memerah. "aku juga suka sama kamu suke-kun" jawab naruto dengan muka yang memerah layaknya tomat kesukaan sasuke.
"kalau begitu, tunggu aku ya, sampai aku pulang lagi kesini" kata sasuke. "Hmm" angguk naruto. "ayo kita masuk lagi kedalam" ajak sasuke. Naruto kemudian mengikuti sasuke masuk ke tempat acara lagi.
Tanpa mereka sadari seorang gadis berambut merah tersenyum licik, karena berhasil merekam apa yang telah mereka lakukan.
Sesampainya didalam Naruto mencari Naruko, setelah dia menemukan Naruko, dia menariknya kearah taman tadi, tak lama kemudian, terdengar suara teriakan cempreng naruko.
"wahh cugooiii, tamannya cantik cekali nee-chan" teriak naruko. Yang kemudian dia berlari mengitari taman itu, "eeh boleh kami ikut bermain juga" Tanya sepasang anak laki-laki kembar yang seusia dengan mereka.
"boleh kok, cai-kun, cacu-kun" jawab naruko. "ayo, main" teriak mereka.
Mereka bermain dengan puas di taman itu, setelah itu mereka kembali ke dalam tempat acara karena takut kedua orang tua mereka kawhatir
End of flashback
Dia menghela nafas berat, saat ini dia sedang kabur dari rumahnya karena tidak sengaja mendengar pembicaraan kakak dan orang tuanya bahwa sang kakak akan pergi ke luar negeri, lebih tepatnya ke tempat sang nenek di Amerika untuk menyambung sekolah disana.
Flashback
Naruko yang baru saja pulang dari rumah sai, tak sengaja mendengar pembicaraan kedua orang tuanya dan sang kakak kembar.
"kamu serius, naru-chan" Tanya sang ibu dengan nada suara yang tidak yakin. "iya, kaa-san, naru ingin melanjutkan sekolah di sana, ayo lah kaa-san, tou-san, izinkan naru" mohonnya.
"memangnya kenapa naru ingin sekolah di Amerika" Tanya sang ayah. "naru ingin seperti dei-nee dan kyuu-nii menamatkan s3 mereka di usia muda, karena naru baca di artikel di internet kalau di Amerika ada sekolah khusus untuk mereka yang ingin menamatkan sekolah mereka dengan cepat kaa-san, tou-san, lagian sekolah dokternya bagus, naru pengen belajar di sana tou-san, kaa-san naru mohon, izinkan naru" jelas naruto sambil memohon.
Setelah beberapa saat kemudian, "yah baiklah, tousan dan kaa-san izinkan, tapi, naru harus janji bahwa naru harus bisa jaga diri baik baik, oke" kata ayahnya. Braakk suara pintu rumah itu terbuka menampakkan sosok anak perempuan yang dikenal bernama Naruko. "naru-nee jahat" teriaknya sambil berlari keluar rumah itu tanpa merespon panggilan dari naruto dan orang tuanya.
End of flashback
"ternyata benar, kamu disini" sahut seseorang sambil menepuk bahunya. Naruko yang mendengar itu mendonggak kearahnya dan memeluk naruto sambil berkata jangan pergi, setelah naruko tenang, narutp menjelaskan apa tujuanya pergi ke Amerika, dan akhirnya setelah di jelaskan seperti itu naruko akhirnya berhasil dipujuk.
.
Dua hari kemudian, Naruto berangkat ke bandara diantar oleh keluarganya dan keluarga uchiha, setelah berpamitan Naruto masuk kedalam pesawat yang akan mengantarkannya ke masa depan.
Tbc
Gomenne telat updatenya ya minna-san
Somaga kalian suka dengan capther ini
RnR ya..
