Capther sebelumnya

Dua hari kemudian, Naruto berangkat ke bandara diantar oleh keluarganya dan keluarga uchiha, setelah berpamitan Naruto masuk kedalam pesawat yang akan mengantarkannya ke masa depan.

Title : I am here

Pair : sasufemnaru, sainaruko, slight gaasaku, shikaino, kibahina, nejiten dll

Warning : smart!naru, femnaru, gaje, typo, ide pasaran, dll

Disclemer : Naruto milik Om Mamashi Kishimoto, tapi cerita abal ini milikku heheheh

Capther 4 : Japan, I am coming

Seorang gadis berambut pirang beriris biru tengah berjalan santai menuju ruang kerjanya di salah satu rumah sakit besar di Amerika, tepatnya di kota Los Angeles. Semua orang yang ada dilorong-lorong menuju ruangannya ini, menyapanya ramah dan ada juga yang tersenyum melihat kedatangan sang dokter muda ini.

Semua pasien, suster, dan dokter seniorpun kenal dengan dokter muda berambut pirang ini, bagaimana tidak di usianya yang bahkan belum menginjak 16 tahun ia sudah mendapat gelar professor dari University of California, jurusan kedokteran- khususnya spesialis Bedah, karena kegeniusannya dan prilakunya yang bagus ia di senangi dan di segani banyak senior dan dosennya, tak heran banyak dosen yang berebut menjadi pembimbingnya, makanya dia bisa menamatkan Kuliah S1, S2 dan S3nya dalam 4,5 tahun.

Dan juga ia telah banyak mendapat penghargaan tentang keprofesionalitas dan kepribadian serta ke geniusannya di bidang kesehatan ini yang telah membuatnya mendapatkan izin praktek dari institusi kesehatan yang ada di Amerika maupun di banyak Negara lain di asia, eropa maupun afrika serta Australia. Dia juga telah banyak mengukir prestasi dalam bidang kesehatan, baik nasional (Amerika) maupun Internasional.

Sesampainya di ruangannya, ia mengecek jadwalnya pada hari ini di bantu oleh assistennya, setelah mengeceknya, mereka keluar dari ruangan itu. Satu persatu pasien yang pernah ia tangani ia cek kembali kondisi mereka pada hari itu, sampai pada pasien terakhir.

"oh ya, matsuri, after this, that I have any schedules" tanyanya pada asistennya yang bernama matsuri yang mempunyai cirri-ciri berambut coklat. "wait a minute miss, I'll check in my note, oke, hmm this is the last in your agenda today, that you have any agenda after this" kata sang asisten pada dokter muda itu. "yes, but just one, actually I want talk to head of hospital about moving me to japan" kata sang dokter muda. "wahh, are you serious about that, miss Naruto, I'll miss you" sahut sang asisten, "I'll miss you too, matsuri, nice working with you, wish we meet again in other time" kata naruto.

"yes I hope so, miss" kata sang asisten, setelah mengecek pasien terakhirnya, mereka kembali ke ruangan Naruto, setelah jam prakteknya selesai, naruto pergi menemui kepala rumah sakit tempatnya bekerja ini untuk mengurus kepindahannya ke jepang, setelah selesai mengurus surat-surat kepindahannya yang memang sudah ia ajukan semenjak 1 bulan yang lalu, Naruto pulang, kemudian memesan tiket pesawat untuk penerbangan esok pagi.

Malamnya, ia kemudian bersiap-siap mem packing barang-barang yang akan di bawanya ke Jepang esok, dia memang tinggal sendiri di rumahnya ini, karena sang Nenek dan Kakek sudah pulang ke jepang 3 bulan yang lalu, dia baru bisa pulang esok, karena dia baru bisa mengajukan surat pindah 1 bulan yang lalu, berhubung kerena ia baru mulai aktif di Rumah sakit itu baru sekitar kurang lebih 1 tahun.

Setelah mempersiapkan semua barangnya, ia kemudian menghubungi keluarganya tentang kepulangannya esok, ibunya sangat bahagia mendengar berita atas kepulangannya.

"moshi moshi" kata orang di seberang sana, "nee, kaa-san ini Naru" sahut Naruto, "naruu, ada apa sayang nelpon kaa-san" kata kushina "besok pagi Naru pulang ke Tokyo kaa-san" kata Naruto

"benarkah, kamu serius mau kembali ke jepang esok, nak," Tanya sang ibu. "iya kaa-san, kaa-san gak percayaan banget sih, naru pulangnya besok pagi" jawab Naru. "baiklah, kalau begitu, besok kaa-san akan suruh ruko untuk menjemputmu di bandara," kata sang ibu dengan nada yang riang. "tapi.." protes naruto "eith,..gak ada kata tapi, pokoknya kamu akan di jemput oleh ruko" potong ibunya ketika Naruto ingin mengajukan protes. "baiklah kaa-san" pasrahnya "bagus nanti kaa-san akan katakan pada ruko, jam berapa pernebangan kamu , naru," Tanya sang ibu.

"jam 7 kaa-san," kata Naruto. "baiklah,jika kamu sudah sampai di bandara beritahu kaa-san ya, baiklah, sampai jumpa esok naru-chan, cepatlah tidur di sana sudah jam 1 malam kan, I love you dear" kata sang ibu.

"iya, sampai jumpa esok kaa-san, love you too" kata Naruto yang mengakhiri perbincangan antara mereka. Setelah ia menghubungi ibunya, ia beranjak ke kasur queen size nya untuk tidur mempersiapkan diri untuk penerbangan esok.

Di saat yang sama di jepang, tepatnya di Tokyo internasional junior high school, terdapat sekelompok siswa-siswi yang tengah asyik membicarakan tentang lanjutan sekolah menegah atas mana yang akan mereka masuki, remaja-remaja itu terdiri atas 5 siswi dan 5 siswa, yang baru selesai ujian kelulusan.

"guys, kalian akan melanjutkan sekolah kemana" sahut gadis berambut pirang yang di ikat pony tail beriris aquamaire kepada teman-temanya ini aka Yamanaka Ino, anak dari Yamanaka Inochi, seorang pengusaha besar di bidang seni dan mempunyai toko bunga besar di Jepang. " ck mendokusai..perempuan memang sangat merepotkan" kata seorang pemuda berambut nanas tengah menguap aka Nara Shikamaru, anak dari Nara Shikaku, seorang Perdana Menteri pertahanan dan Keamanan Jepang.

"ck, diamlah kau shikamaru" sahutnya lagi. "nee, kalau aku akan ikut kemanapun hime-ku pergi" kata seorang pemuda dengan tato segitiga terbalik di kedua pipinya ini aka Inuzuka Kiba, anak dari Inuzuka Tsume yang merupakan Perdana Menteri Pendidikan Jepang, sambil merangkul gadis berambut indigo beriris lavender aka Hyuuga Hinata, anak dari Hyuuga Hiashi seorang Perdana Menteri social dan hokum jepang dan juga pemilik Hyuuga crop, sang gadis merona sangat merah di kedua pipinya, aksi sang pemuda menghasilkan jitakan keras oleh seorang pemuda berambut indigo panjang yang beriris lavender aka Hyuuga Neji sang kakak dari Hinata.

"awww, kenapa kau memukulku neji" protes Kiba "hn" sahut Neji cuek, yang membuat yang lain tertawa keras kecuali, Uchiha Sai, Sabaku Gaara dan Hyuuga Neji yang mereka memang terkenal cuek, dingin dan datar serta Nara Shikamaru yang kembali tidur tanpa merasa ternganggu dengan suara tertawa teman-temannya ini. "nee, ruko-chan, mau melanjutkan sekolah dimana" Tanya Hinata kepada seorang gadis berambut pirang di ikat dua dan beriris shappier aka Namikaze Naruko. "kalau aku rencananya akan masuk ke Tokyo Internasional High School, tapi kata orang test masuk ke sana sangat susah, aku gak yakin bisa lulus dengan otak ku yang pas-pasan ini" kata Naruko sambil mengeluh.

"waah sama dong" sahut semua teman-temannya ini, kecuali empat pemuda yang memang pada dasarnya cuek. "kamu tenang ajja ruko-chan, kami semua kan juga mau masuk ke sana, gimana kalau kita belajar bareng aja, kami bantuin kamu belajar deh materi yang gak di mengerti" hibur gadis berambut merah muda pendek beriris emerald aka Haruno Sakura, anak dari Haruno Kizashi, seorang pengusaha di bidang alat kecantikan. "iya, ruko-chan, kami akan bantuin kamu kok" sambung gadis berambut coklat bercepol dua dan beriris coklat aka Karasuma Tenten, anak dari seorang ilmuan Karasuma kirio (minjamcharasebelahlagi heheheh) sambil menepuk bahu Naruko.

"yosh, ayo kita belajar bersama" teriak gadis-gadis dan Kiba, sedangkan Hinata hanya tersenyum melihat tingkah mereka, "hn" guman tiga cowok dingin dan datar aka Sabaku Gaara, Uchiha Sai, dan Hyuuga Neji. "mendokusai.."gumam seorang pemuda berambut nanas yang sedikit kesal, acara tidurnya ternganggu.

"terima kasih ya teman-teman" sahut Naruko yang terharu mendengar pengakuan teman-temannya ini.

Waktu berlalu begitu cepat, bel pertanda pulang telah berbunyi siswa-siswi Tokyo Internasional Junior High School bersorak gembira, sama halnya dengan kelas III-A, mereka juga tengah bersiap untuk pulang.

Seorang gadis pirang emas tengah asyik membereskan peralatan sekolahnya ke dalam tas pink kesanyangannya, sampai seorang pemuda berambut hitam klimis beriris onyx aka Uchiha Sai, tengah berjalan ke arahnya. "Naruko, ayo pulang" ajaknya dengan nada datar khas Uchiha. Naruko yang mendengar suara Sai menoleh, "ayo.." serunya dengan semangat sambil menggandeng tangan sang sahabat kecil.

"cieee, ada yang kencan nih" goda teman-teman dekatnya, "apaan sih" bantah Naruko dengan muka yang memerah padam.

Sai pov

"cieee, ada yang kencan nih" goda teman-teman dekatku, apaan sih mereka ada-ada aja, orang kami Cuma pulang bareng aja, kemudian ku dengar Naruko membantah mereka, "apaan sih" bantah Naruko dengan muka yang memerah padam, kalau lihat mukanya yang memerah kayak gitu tambah manis dan imut deh, arrggh apa yang sedang kupikiran, tapi, jujur ya aku memang mengakui dia cantik dan manis apalagi kalau sedang memerah gitu.

Apa sih yang ku pikirkan. "kita kan hanya pulang bareng iya kan, sai" katanya lagi. Ku balas dengan hn andalanku. Ku dengar mereka masih belum berhenti menggodanya, "kita pulang ajja sekarang yuk sai" ajaknya sambil menarik tanganku, aku tau dia pasti malu, karena di goda terus, setelah kami keluar dari kelas, dapat ku dengar mereka tertawa dengan keras, mungkin mereka senang bisa menjaili Naruko yang memang pikiranya masih polos banget.

End of sai pov

Sesampainya diparkiran, mereka segera menuju ke Motor sportnya sai, di perjalanan menuju Komplek tempat mereka tinggal, Naruko terus mengoceh tentang kakaknya, dia sungguh sangat merindukan kakak kembarannya, namun sai hanya diam saja, walau dalam hati dia juga merindukan sosok kakak kembarannya juga aka Uchiha Sasuke.

Sesampainya di depan rumah Naruko, motor sport sai berhenti, Naruko turun dari motor, kemudian dia mengucapkan terima kasih dan masuk ke dalam rumah, setelah sai pergi meninggalkan perkarangan rumahnya.

Naruko masuk ke dalam rumah dengan gontai, "taidama" sahutnya. "okeari, Naruko-sama" sahut para pelayannya. "kaa-san mana" tanyanya pada kepala pelayan di rumahnya, "Kushina-sama sedang keluar, Naruko-sama" jawab pelayan itu, "trus, baa-san dan Karin-nee mana" tanyanya lagi. "Karin-sama, Tsunade-sama juga sedang pergi bersama Kushina-sama" jawabnya lagi, "Naruko-sama tidak makan siang dulu, biar saya suruh koki memasakkan Naruko-sama makanan" kata sang kepala pelayan.

"tidak usah, nanti saja, kalau ruko udah lapar, ruko akan mengatakannya padamu, iruka-san" kata Naruko, "baiklah, kalau begitu, tapi kalau Naruko-sama butuh sesuatu, panggil saya saja" kata sang kepala pelayan itu. Naruko hanya mengangguk paham, kemudian melangkahkan kakinya menuju kamar.

.

.

Skip time

Di ruang makan keluarga Namikaze, Kushina memberitahukan akan kepulangan Naruto kepada semua anggota keluarga, semua anggota keluarga Namikaze sangat bahagia mendengar perkataan Kushina, apalagi Naruko, dia yang mendengar itu langsung menari-nari seperti anak kecil yang baru di kasih permen lollipop kesukaannya, apalagi ia yang akan menjemput sang kakak.

Di kamar Naruko, ia membayangkan seperti apa kakaknya sekarang, terakhir dia bertemu dengan kakaknya pada saat seluruh keluarga Namikaze menghadiri Wisuda S3 kakaknya se tahun yang lalu, dan juga acara penghargaan bergengsi yang di banyak di hadiri oleh Naruto, karena ia salah satu yang mendapatkan penghargaan itu karena dedikasi dan kegeniusannya di bidang kedokteran.

Sejujurnya, kadang Naruko sendiri iri dengan sang kakak kembar, kakaknya ini di umur 9 tahun sudah mengerti pelajaran smp dan di umur 10 tahun ia mengerti pelajaran sma, dia masih ingat Naruto merengek minta di masukin ke smp pada saat umurnya 9 tahun, dan dengan terpaksa orang tuanya memasukkan dia ke smp aka Tokyo Internasional High school, baru belajar 4 bulan pertama ia udah minta ujian kenaikan kelas ke kelas dua, gurunya hanya mengangguk pasrah dengan keinginan sang kakak, dan lebih mencenggangkan hasil ujiannya sempurna semua, begitu seterusnya, akhirnya ia bisa menamatkan smp Cuma dalam waktu 1 tahun, di tahun berikutnya ia masuk ke Tokyo Internasional senior High School dan menamatkannya satu tahun kemudian, makanya kakaknya itu merenggek ingin kuliah di Luar Negeri, dengan terpaksa orang tuanya mengizinkan.

kakaknya genius sedangkan dirinya biasa-biasa saja, tapi, itu tidak membuatnya minder, dia tetap bangga mempunyai saudari kembar seperti Naruto, walau dia genius tetapi, dia tidak pernah sekalipun sombong dan berkata angkuh serta senang dipuji, malahan setiap ada orang yang memujinya dia akan berkata, 'aku masih banyak kekurangan dan masih perlu banyak belajar'.

Di kamar sai, sama halnya dengan Naruko, sai juga sedang membayangkan seperti apa kakaknya sekarang, karena saat ia di ruang makan, ibunya mengatakan bahwa kakak kembarnya dan kakeknya-Uchiha Madara akan pulang dari Inggris, sampai ia tadi bersorak gembira-memang dia hanya menunjukkan ekspresinya pada keluarganya saja serta Naruko, sahabat dekatnya. Kedua orang tuanya hanya terkekeh geli melihat putra bungsunya ini. Jujur ia penasaran bagai mana kakaknya sekarang, wajar dia penasaran karena sang kakak sudah pergi ke Inggris sejak umur mereka 5 tahun dengan sang kakek dengan alasan ingin belajar bisnis dan orang tuanya malah setuju saja.

Dan juga terakhir kali dia ketemu dengan sang kakak ketika, wisuda s3nya di University of Harvard, jurusan business 1 tahun yang lalu, 9 bulan kemudian kakaknya mencoba membangun perusahaannya sendiri dari nol, akhirnya perusahaan itu bisa berdiri dan sekarang sudah berkembang dan bisa bersaing dengan perusahaan lain di Inggris, yang ia beri nama sharingan crop. Itu yang ia tau dari cerita sang kakak dan keluarganya.

Kadang ia iri dengan sang kakak, karena, sang kakak sudah bisa menamatkan s3nya, kakaknya genius, tapi sai sendiri juga pintar. Tapi, walau begitu sai tetap bangga mempunyai kakak seperti Sasuke.

.

.

.

Di Los Angeles, Naruto sedang menunggu jadwal penerbangannya ke Jepang, setelah pemberitahuan dari operator pihak bandara akhirnya ia masuk ke dalam pesawatnya.

Di pesawat yang juga sedang menuju ke Jepang, di dalam pesawat tersebut salah satu penumpangnya ada pemuda berambut raven yang modelnya seperti pantat ayam, sedang memandangi awan namun pikirannya hanya tertuju pada gadis berambut pirang beriris biru yang begitu ia rindukan. Ia tahu gadisnya itu juga sudah menamatkan s3nya sama seperti dirinya. Jujur saja ia bangga terhadap sosok itu.

.

.

.

Di jepang, tepatnya di Tokyo Internasional High School, kelas III-A, masuk seorang gadis berambut pirang dengan penuh semangat menyapa teman sekelasnya.

Hari pun berlalu indah, sepulang sekolah, "nee, gimana kalau kita ke Mall, dulu sebentar mumpung baru jam 16:30" usul ino. "ide bagus tuh" sahut para gadis yang lain.

"gomenne teman-teman, kayaknya ruko gak bisa ikut dengan kalian," kata Naruko. "kenapa, Naru-chan" Tanya hinata. "karena, ruko harus jemput kakak kembar ruko, di bandara" jawab Naruko.

"baiklah, kalau begitu, kita ikut dengan Naruko ajja, sekalian aku pengen lihat bagaimana rupa kakak Naruko ini" kata sakura yang disetujui oleh yang lain.

.

.

Skip time

Di sinilah mereka sampai di bandara Narita airport, mereka menunggu kedatangan Naruto, sampai akhirnya datang seorang gadis berambut pirang sepunggung di gerainya serta di blow di setiap ujungnya beriris shappier yang mengenakan dress berwarna biru langit dengan handbag berwarna hitam serta dia memakai high heel 5 cm senada dengan handbagnya tengah berjalan kearah mereka sambil mendorong troli kopernya.

"onee-chan" teriak Naruko sambil melambaikan tangan, Naruto yang melihat tingkah sang adik hanya tersenyum manis. Setelah, Naruto mendekat, Naruko segera memeluk sang kakak, sambil berkata aku merindukanmu.

"ekhm" batuk buatan dari sakura. Naruko tersadar dari apa yang dilakukannya, segera ia lepaskan pelukan dari sang kakak.

"oh iya, kenalin ini teman-teman, ini kakak kembarku, namanya Namikaze Naruto" kata naruko

"hallo, namaku haruno sakura, panggil aja sakura, salam kenal Naru-chan, bolehkan aku memanggilmu begitu" kata sakura sambil menjulurkan tangannya. " aku Namikaze Naruto, tentu saja boleh saku-chan, salam kenal juga" kata naruto sambil ikut menjulurkan tangannya.

"hallo, namaku hyuuga hinata, panggil aja hinata, salam kenal Naru-chan, bolehkan aku memanggilmu begitu" kata hinata sambil menjulurkan tangannya. " aku Namikaze Naruto, tentu saja boleh hina-chan, salam kenal juga" kata naruto sambil ikut menjulurkan tangannya.

"kalau aku yamanaka ino, panggil aja ino, salam kenal Naru-chan" kata ino sambil menjulurkan tangannya. " aku Namikaze Naruto, ino-chan, salam kenal juga" kata naruto sambil ikut menjulurkan tangannya. "aku karasuma tenten, panggil aja tenten, salam kenal Naru-chan, bolehkan aku memanggilmu begitu" kata tenten sambil menjulurkan tangannya. " aku Namikaze Naruto, tentu saja boleh tenten-chan, salam kenal juga" kata naruto sambil ikut menjulurkan tangannya.

Setelah acara perkenalannya selesai, kemudian mereka keluar dari bandara, ketika sampai diparkiran mobil, Naruko tiba-tiba berhenti. "kenapa berhenti ruko-chan" Tanya Naruto. "nee, nee-chan bukannya itu sasu-nii dan sai ya" jawab Naruko sambil menunjuk kearah said dan sasuke.

Tubuh Naruto seakan menenggang, dia tidak menyangka akan melihat sasuke secepat itu, melihat Naruto terdiam, mereka pun heran. "daijobuka naru-chan" Tanya sakura. "daijobu, saku-chan, ayo kita masuk ke dalam mobil. Mereka hanya menganggukkan kepala.

Di dalam mobil naruto hanya terdiam, 'sasuke-kun' batinnya.

TBC

Heheheh maaf telat updatenya ya minna-san, arigatou yang udah review nya (sambil membungkukkan badan)

Soalnya lagi buntu ide heheheh #emangadayangnanya

Semoga kalian suka dengan capther ini, gomenne kalau masih banyak kesalahannya.

Akhir kata RnR ya minna-san