Chapter sebelumnya

Setelah acara perkenalannya selesai, kemudian mereka keluar dari bandara, ketika sampai diparkiran mobil, Naruko tiba-tiba berhenti. "kenapa berhenti ruko-chan" Tanya Naruto. "nee, nee-chan bukannya itu sasu-nii dan sai ya" jawab Naruko sambil menunjuk kearah said dan sasuke.

Tubuh Naruto seakan menenggang, dia tidak menyangka akan melihat sasuke secepat itu, melihat Naruto terdiam, mereka pun heran. "daijobuka naru-chan" Tanya sakura. "daijobu, saku-chan, ayo kita masuk ke dalam mobil. Mereka hanya menganggukkan kepala.

Di dalam mobil naruto hanya terdiam, 'sasuke-kun' batinnya.

Title : I am here

Pair : sasufemnaru, sainaruko, slight gaasaku, shikaino, kibahina, nejiten dll

Warning : smart!naru, femnaru, gaje, typo, ide pasaran, dll

Disclemer : Naruto milik Om Mamashi Kishimoto, tapi cerita abal ini milikku heheheh

Capther 5 : naruko and sai's plan part 1

Naruto POV

Apa iya yang aku lihat tadi itu sasuke, kalau iya kenapa dia tidak mengabariku, kalau dia juga sudah kembali, setidaknya Sai mengatakan itu pada Naruko, sasuke, apa kamu benar-benar sudah melupakanku, aku sungguh merindukanmu sasuke, selama 10 tahun terakhir ini yang bisa ku lakukan hanya menangis dalam diam ku, aku selalu meyakinkan pada diriku sendiri bahwa kamu baik-baik saja, jika waktunya kamu akan menjemputku dan kita akan hidup bahagia bersama, dengan dua orang anak, satu laki-laki dan satu perempuan yang mirip denganmu dan diriku.

Membayangkannya saja sudah membuatku bahagia, tapi apakah kamu juga memikirkan apa yang aku pikirkan, atau kamu memang sudah mendapatkan pengganti yang lebih baik. Memikirkannya saja sudah membuat hatiku sakit dan itu membuat air mataku turun.

"-chan, naru-chan" sahut Tenten sambil menggoyangkan badanku "yah, ada apa ten-chan" kata ku sambil mengahapus jejak air mata yang tadi turun dengan sendiri. "daijobuka, kenapa kamu menangis," katanya lagi dengan nada yang kawathir, yang lain mendengar perkataan tenten menoleh kearah ku dengan tatapan 'kenapa' serta penuh tanda Tanya, aku yang melihat perubahan pada mimic wajah sahabat-sahabat saudari kembarku ini Cuma menghela nafas sebentar kemudian mengatakan "daijobu, aku Cuma terharu, setelah sekian lama tidak pulang, akhirnya bisa kembali ke Negara yang menjadi tempat kelahiranku ini" jawabku berbohong walau tidak sepenuhnya, aku akui aku juga merindukan Negara ini terutama keluargaku dan tentu saja dia juga.

Mereka yang mendengar Jawabanku hanya memutar kedua bola mata mereka, tanda kurang percaya dengan ucapanku, "benar kok" kataku lagi dengan nada yang ku buat seyakin mungkin. Mereka kemudian menghela nafas, kemudian berkata "baiklah, oke selamat datang kembali naru-chan" aku hanya membalas ucapan mereka dengan anggukan dan tersenyum manis ke arah mereka.

Di perjalanan menuju kediaman ku ini, aku bisa sedikit melupakan masalah tentang sasuke yang sempat aku pikirkan, karena tingkah konyol ke empat sahabat Naruko ini. Lihat saja, ada di antara mereka yang bisa menirukan gaya konyol guru smpnya, ada juga yang mengeluh masalah sepeleh seperti masalah yang bisa ada di wajah atau yang mengeluh tentang tas yang sedang mereka incar di mall, malah di beli sama orang lain dan banyak tingkah konyol mereka yang lain.

Aku yang mendengar dan melihat tingkah konyol itupun ikut tertawa, aku kadang iri dengan naruko, ia bisa merasakan suasana sekolah, masa remaja, main sama teman-teman dan lain sebagainya. Sedangkan aku malah berkutit dengan buku tebal, lab, praktek dan sebagainya tentang ilmu kedokteran. Tapi, walaupun seperti itu aku tetap bangga dengan diri aku sendiri, walau aku awalnya berteman dengan buku tebal, setelah masuk kuliah aku mempunyai banyak teman dan juga banyak pengalaman.

Dan yang paling penting dengan ilmu yang aku miliki aku bisa berguna untuk masyarakat umum. Tidak terasa waktu 45 menit akhirnya kami sampai ke kediaman kami. Setelah keluar dari dalam mobil, aku melihat ke sekeliling perkarangan rumahku, tidak banyak yang berubah.

Kami aka aku dan Naruko serta ke empat teman baru ku masuk ke dalam rumah. Yang ternyata sudah di sambut oleh pelayan rumah beserta keluarga ku, bisa ku lihat ada dei-nee dan itachi-nii, ada anak laki-laki kecil di depan mereka berambut hitam dan beriris hitam seperti ayahnya yang kalau tidak salah namanya Uchiha Konohamaru, mereka berdiri di samping sebelah kiri kemudian di ikuti oleh kaa-san dan tou-san, jii-san dan baa-san dan paling kanan ada Karin-nee dan seorang pemuda yang aku kenal dengan nama Hozuki Suigetsu, pemuda berambut perang beriris ungu, dari ceritanya Naruko di mobil tadi, Suigetsu nii-san itu adalah calon suami Karin-nee dan juga ternyata Suigetsu-nii ini adalah seorang pengusaha sukses yang merajai pasar dunia dalam bidang Fashion, pantas saja Karin-nee suka, sama-sama di bidang Fashion sih.

"tadaima minna-san" sahutku riang walau air mataku sedikit ada yang lolos jatuh, tapi kemudian ku sapu kasar. "okeari, naru-chan/naruto-sama" sahut mereka semua.

Dengan gerakan tiba-tiba, ibu ku berjalan ke arah ku, yang kemudian memelukku erat sambil berkata "kaa-san sangat merindukanmu nak" berulang kali, aku pun menjawab dengan pelan "aku juga merindukanmu kaa-san". Setelah beberapa saat, kaa-san melepaskan pelukannya, dan aku kemudian memeluk satu persatu keluargaku.

"ekhm, jangan hiraukan kami dong, kami kan masih disini juga, kalis" kata naruko. Aku yang mendengar perkataannya hanya tersenyum sambil menghentikan kegiatan peluk-memeluknya, "ayo, nak kita ke ruang makan, kaa-san sudah menyiapkan makanan kesukaan kamu" sahut kaa-san sambil menarik ku ke ruang makan. Sesampainya di ruang makan, aku tidak bisa menyembunyikan ekspresi takjubku saat melihat semua makanan kesukaan ku ada di atas meja.

.

.

.

Skip time

Setelah selesai makan, aku ke kamar untuk mandi begitu juga dengan Naruko serta keempat teman ceweknya ini, yang dengan secepat kilat memutuskan untuk menginap di sini, dengan alasan besok juga hari libur yang sebelum itu, mereka sudah meminta izin kepada orang tua masing-masing.

Setelah aku selesai mandi dan mengenakan pakaian, aku mengenakan dress santai berwarna coklat bermotif bunga mawar serta berlengan pendek, rambut pirangku ku gerai. Setelah selesai bersiap-siap, aku kemudian turun ke lantai bawah, lebih tepatnya menuju ruang keluarga.

Sesampainya di sana, aku bisa melihat ada kaa-san dan tou-san, Karin-nee, dan keempat teman-teman Naruko serta Naruko itu sendiri.

"hai, minna-san, sudah lama, apa aku boleh bergabung disini" kataku pada mereka. "hai, sayang boleh kok, malahan kami sedang menunggumu" balas kaa-san "menungguku ada acara apa nih, kalau boleh tau" Tanya ku pada mereka. Hmm, aku bisa melihat mereka sedang berpikir, hening. Sejujurnya aku tidak suka dengan suasana canggung begini.

"nee-san, kami boleh minta tolong tidak" kata Naruko dengan nada seperti tidak yakin dengan apa yang ia katakan "boleh, emang mau minta tolong apa" jawabku, mereka kemudian saling berpandangan kemudian berteriak "bombing kami belajar dong karena sebulan lagi kami test masuk ke Tokyo Internasional High School, naru-nee/naru-chan dan…" aku kira mau mereka mau bilang apa, minta tolong bombing belajar rupanya, tapi tunggu ada dannya, "dan juga masuk bareng kita ke Tokyo Internasional High School, ya ya, kami mohon, please" mohon mereka dengan puppy eyes mereka, jujur aku binggung mau jawab apa.

"oke oke.. please" mohon mereka. "kalau yang pertama boleh. Tapi untuk yang kedua gak bisa kayaknya" jawabku. "yah kenapa" kata mereka "karena aku sudah menamatkan masa sma, lagian aku mau praktek di rumah sakit, jadi gak mungkin ada waktu buat ke sekolah" jawabku sambil melirik kearah kaa-san, tou-san dan Karin-nee untuk mencari bantuan. Tapi mereka hanya mengangkat bahu, "ayolah Naru-nee/chan" mohon mereka lagi.

"kan gak ada salahnya, di bangku sma kan kamu bisa menikmati masa remaja kamu, gak seperti sekarang kamu mikirin praktek kamu" kata kaa-san, sebenarnya benar sih apa yang di katakan oleh kaa-san, "iya, benar tuh kata kaa-san mu naru-chan, gak ada salahnya kan" sambung tou-san. "iya, benar siapa tau di sma nanti kamu bisa ketemu dengan calon pacar" tambah nee-san dengan nada menggoda. "ya ya please" renggek mereka lagi. Setelah aku berpikir lagi, "yah baiklah setidaknya anggap ini sebagai hiburan" kata ku pada akhirnya. Bisa aku lihat mereka bersorak gembira., yah setidaknya dengan begini aku bisa melupakan dia sejenak. "kapan kita bisa mulai belajarnya" Tanya sakura "terserah kalian" balas ku. "bagaimana kalau mulai besok, kita belajar di tempat biasa, ajak sekalian anak-anak cowok" usul tenten. "oke, setuju, bagaimana naru-chan" kata ino mewakili yang lain. "baiklah" balas ku.

Setelah pembicaraan tadi, kami masuk ke kamar masing-masing, sesampainya di dalam kamar aku menghempaskan tubuhku ke kasur queen size ku, aku masih terpikirkan masalah yang sedang aku pikirkan dari bandara tadi. "yah, sudahlah gak usah terlalu dipikirkan, lebih aku istirahat" kataku sambil mencari posisi yang nyaman untuk tidur.

End of Naruto pov

.

.

.

Sasuke pov

Aku sedang termenung di kamarku, aku masih ingat saat aku tiba di Tokyo, aku di jemput oleh saudara kembarku, saat berada di dalam mobil di parkiran aku seperti melihat sosok yang aku rindukan tengah berada melihat ke arah ku, walau aku tidak yakin tapi, hatiku menjerit kalau itu benar dia. Sampai mobil berjalan pun aku masih melihat ke belakang, sai pun heran melihat tingkahku. Sampai di rumah aku di sambut oleh kedua orang tua ku, aku heran kenapa aku gak melihat sosok aniki dirumah, yang di jawab kaa-san dia sedang berada di rumah dei-nee. Aku hanya mengangguk mengerti, setelah itu kami pun makan malam bersama, dan juga aku masih ingat saat sai meminta aku membimbingnya belajar dan ikut masuk ke sma yang sama dengannya, entah apa yang aku pikirkan aku reflex spontan mengiyakannya.

Dan di sinilah aku termenung kembali mengingat tentangnya, kemudian aku mengambil sebuah bingkat foto dia di atas meja lampu yang ada di samping tempat tidurku, di dalam foto itu menampakkan diriku yang masih berumur 5 tahun tersenyum bersama seorang gadis yang seusia denganku, dia berambut pirang beriris biru, dia memakai gaun putih panjang dengan renda-rendah bermotif bunga berwarna sama serta heels 5 cm, rambut pirangnya ia gerai ikal memakai jepit rambut bermotif kupu-kupu berwarna putih, dia cantik sekali. Tanpa sadar bahwa bibirku membentuk senyum ketika mengingatnya.

End of sasuke pov

.

.

.

Normal pov

Keesokan harinya, sesuai dengan kesepakatan, mereka menuju tempat yang biasa mereka gunakan untuk mengahbiskan waktu bersama teman-teman dekat. Sesampainya di sana Naruto tidak bisa berkata apa-apa selain mengatakan decak kagumnya tehadap tempat itu.

Tempat itu adalah sebuah bukit yang tidak terlalu tinggi, yang di lereng bukit itu terdapat hamparan bunga yang memiliki berbagai jenis, juga di tempat mereka berdiri sekarang ada sebuah pondok yang di dalam pondok itu sudah terdapat meja dan kursi, serta 2 tempat tidur kayu tanpa kasur- yang biasa mereka gunakan untuk bersantai di temani oleh hembusan pelan dari angin, di samping pondok itu tedapat sebuah pohon yang cukup rindang.

"wah sugoii,, indah sekali" decak kagum naruto. "iiya, memang, pemandangan di sini memang indah" balas hinata. Yang mereka kemudian kembali menikmati pemandangan indah yang telah di suguhkan oleh sang maha pecipta. "aarrghh, nyebeliinn" teriak ino dan sakura di susul dengan teriakan naruko dan tenten, sambil duduk dan melipatkan kedua tangan mereka ke dada. "kalian, kenapa teman-teman" Tanya hinata di susul anggukan dari naruto.

"ini loh, shika-kun, aku bilang sama dia, kita mau belajar bareng, dia bilang malas dan dia mau tidur, nyebelin kan" kata ino, "iya sama, neji-kun juga bilang, malas, belajar ajja kalian, aku mau latihan taekwondo sama kiba" sambung tenten. "kalian masih mending, mereka kasih alasan, lah aku, gaara-kun Cuma bilang hn doang, terus telponnya langsung di matikan, nyebelin kan" balas sakura "kalau aku malah di matikan telponnya sama sai-kun, dan dia sms lagi sibuk dengan kembaran, nyebelinkan" tambah naruko.

Mereka tidak menyadari bahwa tubuh Naruto meneggang saat mendengar perkataan Naruko "saa..ma kem..baran..nya" Tanya naruto dengan nada memastikan, walau kentara ada getaran di nada bicaranya. Naruko mengangguk tanda mengiyakan, "astaga, berarti sasuke-kun sudah pulang dong" seru naruko yang menyadari hal itu. Naruto yang mendengar hal itu hanya bisa terduduk, 'berarti dia memang sudah kembali, tapi kenapa ia tiding menghubungiku' batin naruto.

Naruko yang melihat perubahan sang kakak, mengerti akan kondisi hatinya, "sudahlah naru-nee, mungkin dia mau bikin surprise padamu, makanya dia gak bilang bahwa dia sudah pulang" hibur naruko sambil mengelus pundak sang kakak. Sedang yang lain hanya terdiam, karena tidak tau tentang apa yang tengah di bahas oleh kakak beradik ini. Sadar akan situasi yang telah terjadi naruto kembali bersikap seperti biasa seolah tidak ada apa-apa yang terjadi.

"kenapa situasinya jadi seperti ini, sudah lah ayo kita kembali ke tujuan awal kita ke sini, ayo, ayo keluarkan buku kalian, pelajaran apa yang masih kurang kalian pahami" kata naruto sambil mengambil buku pelajaran anak smp dan membukanya perlahan. Mereka pun tahu, bahwa naruto Cuma berpura-pura mengalihkan perhatian mereka supaya mereka tidak bertanya lebih lanjut, ino, sakura, tenten serta hinata menghela nafas berat dan mengikuti naruto untuk membuka buku pelajaran mereka.

Naruko yang melihat keadaan kakaknya menjadi prihatin, dia tahu betul bagaimana rasa sesak merindukan seseorang, karena ia juga pernah mengalami itu walau Cuma sekali, saat itu sai ikut perlombaan lukis tingkat nasional, dan di karanti selama 3 minggu, itu saja sudah membuatnya sesak memikirkan sai. Apalagi kakaknya yang memang sudah jarang bertemu, malahan sudah 10 tahun.

'o iya, bikin rencana ahh' batin naruko, kemudian dia mengambil smartphone nya, menjauhi mereka sebentar kemudian mengetik pesan singkat pada seseorang. "aku belum mengerti pelajaran fisika dan matematika nee-san" kata naruko yang kemudian menghampiri mereka dan di setujui oleh ino.

"kalau aku pelajaran kimia naru-chan" sahut sakura yang disetujui oleh hinata dan tenten. "baiklah, kalau begitu kita bahas pelajaran kimia aja dulu ya, yang mana yang belum mengerti saku-chan , hina-chan, ten-chan" Tanya naruto. Kemudian mereka menunjukan bab yang belum mereka mengerti, naruto kemudian menjelaskan pada mereka dengan detail, mereka mengangguk paham. Setelah menjelaskan pelajaran kimia, naruto melanjutkan mengajari mereka pelajaran fisika dan matematika.

3 jam kemudian,..

"wah, ternyata kimia lebih mudah ya kalau di ajarkan oleh naru-chan" sahut tenten "iya betul tuh, aku lebih paham di jelaskan oleh naru-chan dari pada sensei" balas sakura. "iya" sambung hinata menyetujui perkataan tenten dan sakura. "bagaimana kalian gak akan ngerti, setiap pelajaran kimia kalian tidur" sindir ino. "inoo.." seru ketiga gadis itu sambil mengeluarkan aura hitam "emang iya kan, kalian tidur setiap pelajaran kimia, iya kan ruko-chan" balas ino sambil meminta bantuan dengan tatapan sekan berkata 'tolong bantu aku' pada naruko. Naruko yang mengerti arti dari tatapan itu menghela nafas berat. "kalian juga kan ruko-chan dan ino, kalian juga tidur setiap pelajaran matematika dan fisika" balas tenten dan dianggukan oleh hinata dan sakura.

"eerr, ituu.." kata naruko gugup karena merasa ada aura hitam di sekitar kakaknya. "benar apa yang di katakan oleh ten-chan, ruko-chan" kata naruto. "heheheh.." cengiran canggung naruko. "ittai.." jerit naruko sambil memengang kepalanya "kenapa nee-san, mukul kepala ruko" protes naruko sambil mengembungkan pipinya, naruto hanya mengangkat bahunya santai, seakan itu adalah hal yang paling santai. Hinata, sakura, ino dan tenten tertawa melihat tingkah. "ittaii kenapa kami juga di jitak naru-chan" protes mereka kemudian, "itu karena salah kalian, siapa suruh tidur di dalam kelas" kata naruto. "bukan begitu, naru-chan/nee, soalnya sensei yang mengajar pelajaran itu, membosankan" bela mereka, sekarang malah naruko yang tertawa sekencang-kencangnya. "alasan, nanti ilmunya gak akan melengket di otak kalian, jika kalian bersikap seperti itu di sma nanti, jangan buat lagi ya," nasehat naruto sambil men death glare mereka berlima.

Kelima gadis itu hanya bisa terdiam sambil menundukkan wajah mereka "baiklah kami tidak akan buat lagi" sahut mereka serempak dengan wajah innocent.

"Hahahah.. kalian harus lihat ekspresi wajah kalian, itu lucu sekali" kata naruto. "naru-chan.." kata mereka sambil mengeluarkan hawa hitam dari dalam diri mereka, "aku kan hanya bercanda hehehe" kata naruto dengan wajah tanpa dosa "ya sudah ayo pulang, sudah sore" ajak naruto. Mereka hanya bisa menghela nafas berat kemudian mengikuti naruto kearah mobil yang memang sudah menjemput mereka.

.

.

Di jam yang sama, dua orang pemuda yang mempunyai fisik yang sama yang ,membedakan mereka Cuma gaya rambut, karena yang satu gaya pantat ayam dan satu lagi gaya klimis, tengah berada di dalam mobil khusus (gak tahu namanya) yang di sediakan oleh pengelolah lapangan golf.

Pemuda berambut klimis mengeluarkan smartphonenya dari dalam sakunya, di buka kuncinya dan dia melihat ada pesan singkat,

To : sai-kun

From : Namikaze Naruko

Subject : bisa bantu tidak

Nee, sai-kun, boleh minta tolong tidak, ≈_≈, aku mohon, hmm, sebenarnya aku juga gak tau harus mulai dari mana, tapi aku ingin sai-kun bantu aku untuk mendekatkan naru-nee dengan sasu-nii lagi, mau kan ? aku mohon,,, ya ya please.. kalau sai-kun mau bantuin aku, aku akan nurutin apa aja yang sai-kun mau.. please kali ini aja..

Sai yang membaca pesan singkat dari naruko terkekeh pelan, sehinggah sasuke yang berada di dekatnya saja heran dengan tingkah adik kembarnya ini. Tapi, dia diam saja, walau dia penasaran siapa yang bisa membuat adik kembarnya seperti itu. Setelah mobil itu sampai di parkiran, mereka membereskan barang-barang mereka serta memasukkannya ke dalam mobil mereka.

.

.

.

Skip time

Setelah sampai di rumah, sai dan sasuke masuk ke dalam rumah, "nee, sai, kapan pendaftaran masuk ke sma itu di mulai" tanya sasuke pada sai, sedang sai yang mendengar pertanyaan sang kakak kembar mengalihkan pandangannya dari smartphonenya.

"hmm, mulainya minggu depan nii-san" jawab sai. 'oh' setelah mengumamkan itu, sasuke kemudian berjalan ke arah kamarnya untuk mandi. Dan sai juga tengah berjalan ke arah kamarnya sambil tersenyum evil.

.

Di kediaman Namikaze, ke dua gadis pirang itu memasuki rumahnya dan menuju kamar masing-masing.

Naruko pov

Aku memasuki kamarku, kemudian aku meletakkan tasku dan smartphone ku ke atas meja belajarku kemudian aku menuju kamar mandi. Setelah selesai mandi, aku bersiap-siap, setelah selesai bersiap-siap aku memeriksa smartphone ku, karena siapa tahu sai-kun telah membalas sms ku tadi, ternyata benar dia sudah membalasnya.

To : Namikaze Naruko

From : sai-kun

Subject : bisa bantu tidak

Jadi, naru-chan sudah pulang, baguslah, baiklah aku akan bantuin kamu, asal kamu mau jadi maid aku selama dua minggu, kalau mau sih, kalau gak ya sudah, aku gak akan mau bantuin kamu, pikirkan baik baik tawaranku :D

Setelah membaca sms balasan dari sai, emosi ku tidak bisa di tahan lagi, tapi kalau gak ada bantuan dari dia, aku gak bisa menjalankan misi ku dong. Baiklah demi nee-san aku akan turutin kemauan sai, setelah aku membalas sms sai, aku turun ke bawa ikut makan malam bersama keluarga ku.

TBC

Hehehe maaf ya minna-san telat update,, semoga kalian suka dengan kelanjutan cerita abal ku ini,, heheh

Jgan lupa RnR ya minna-san..

Arigatou sebelumnya, karena telah mau membaca fic abal ku ini...