Capther sebelumnya
Setelah membaca sms balasan dari sai, emosi ku tidak bisa di tahan lagi, tapi kalau tidak ada bantuan dari dia, aku tidak bisa menjalankan misi ku dong. Baiklah demi nee-san aku akan turutin kemauan sai, setelah aku membalas sms sai, aku turun ke bawa ikut makan malam bersama keluarga ku.
Title : I am here
Pair : sasufemnaru, sainaruko, slight gaasaku, shikaino, kibahina, nejiten dll
Warning : smart!naru, femnaru, gaje, typo, ide pasaran, dll
Disclemer : Naruto milik Om Mamashi Kishimoto, tapi cerita abal ini milikku heheheh
Capther 6 : naruko and sai's plan part 2
Naruko pov
Aku berjalan di koridor sekolah menengah pertama ku ini menuju tempat yang telah kami buat kesepakatan bertemu, aku sungguh menyesal ngikutin kemauan si sai buat ketemuan di sini, malah udah hampIr sorean banget lagi, suasana sepi di sekolah ini, nyesel deh gak mengiyakan ajakan pulang Hinata tadi, sumpah deh, kalau ketemu dengan dia kalau gak ku hajar jangan panggil aku Naruko,
Flashback on
To : sai-kun
From : Namikaze Naruko
Subject : bisa bantu tidak
Hmm, apa gak ada yang lain, kan sai-kun tahu sendiri aku gak terbiasa buat kerja jadi maid, nanti kalau sai-kun menjadikan ku maid bukannya membantu malah akan jadi rumit,,, ya,ya ganti ya,, aku mohoonnn ;-(
Mudah-mudahan dengan aku balas seperti itu dia mau ubah kemauannya, kalau dia mau kan aku gak harus repot-repot buat jadi maid dia, semoga, amin ku pada kami-sama. Setelah mengirim sms singkat itu aku turun ke lantai bawa buat makan malam bersama keluargaku,
Setelah selesai makan malam aku kembali ke kamar untuk melihat, apakah sai sudah membalas sms ku atau belum, yah ternyata belum ada balasan darinya, tak lama kemudian smartphone ku bergetar.
Drrr wah udah di balasnya..
To : Namikaze Naruko
From : sai-kun
Subject : bisa bantu tidak
Oke,, bolehlah,, tapi kamu besok sepulang sekolah harus datang ke taman belakang sekolah, nanti di sana aku akan bilang apa yang aku mau,, jangan sampai gak datang, kalau kamu gak datang aku gak bakalan mau bantuin kamu.. satu lagi kamu harus datang sendiri… mengerti..!
Apaa? Nih orang kenapa sih masa aku harus ke taman belakang sekolah sendiri lagi, sai psikopat, menyesal aku bisa suka sama nih orang. Balas apa ya..
To : sai-kun
From : Namikaze Naruto
Subject : bisa bantu tidak
Iya, iya,.. tapi kamu harus datang ya,,, awas kalau gak..!
Kami-sama apa yang aku lakukan ini, sudah benar atau belum, aku hanya ingin melihat kakakku bahagia, semoga langkah yang ku ambil ini benar.
To : Namikaze Naruko
From : sai-kun
Subject : bisa bantu tidak
Bagus, tenang aku akan datang kok,, ruko-hime..
Setelah aku membaca balasan sms dari sai entah kenapa perasaan ku tidak enak, apa yang akan di rencanakannya, kalau dia mencoba merencanakan sesuatu yang buruk, lihat saja kalau aku tidak akan segan-segan buat melaporkannya pada miko baa-chan dan fuga jii-chan awas saja. Dasar sai bodoh, psikopat, sok kegantengan-hmm, tapi memang ganteng sih, malah ganteng banget, eeh apa yang sedang ku pikirkan, Setelah aku cukup puas menyumpahi aku beranjak naik ke tempat tidur sebelum itu aku berdoa semoga sai tidak merencanakan sesuatu yang aneh.
Flashback off
Aku kemudian menghentakkan kaki pertanda aku sedang kesal, sai kau sebenarnya sedang merencanakan apa sih, bukannya aku gak percaya sama teman kecil ku itu, tapi aku Cuma kurang percaya aja dengan apa yang akan dia lakukan, aku masih ingat dengan kejadian saat kami kelas 2 smp kami merencanakan memberikan kejutan kepada kiba, salah satu teman akrab kami, acaranya malah menjadi rusuh dan kacau saat ia menyanyikan lagu selamat ulang tahun dengan ekspresi datarnya, aku aja sampai ketawa terbahak-bahak kalau ingat kejadian itu,
Flash back 1
"ayo, cepat kita sembunyi, kata garaa-kun kiba sedang berjalan menuju kesini," ajak ku pada ke 8 sahabat ku ini, kamipun mencari tempat persembunyian kami masing-masing, setelah kami berada di persembunyian.
End of naruko pov
"ayolah, kiba cepat bantuin aku nyari buku itu, kalau gak ketemu, kamu harus tanggung jawab" ajak gaara sambil menarik tangan kiba menuju ruangan kelas mereka, tapi tetap dengan ekspresi datar. Kiba yang merasa bersalah hanya pasrah tangannya di tarik oleh gaara, karena ia sadar akan kecerobohannya menghilangkan buku gaara itu. Di perjalanan ia mencoba mengingat kejadian yang ia lakukan dari mulai ia bangun tidur.
Flashback Kiba pov
"kiibaa, ayo bangun" teriak kakak ku, dari depan pintu kamarku, aku yang sedang tertidur hampir saja jatuh dari tempat tidurku. "iya ya, nih aku udah bangun" jawabku sambil berdiri walau masih merasa mengantuk, maklum tadi malam aku lagi smsan sama yayang Hinataku, eeh, jangan salah faham dulu, aku dan hinata itu belum pacaran, tapi asal tahu aja, aku udah suka sama dia sejak aku tk. Ee, lupain aja yang tadi, aku mau mandi dulu.
Skip time
Setelah selesai mandi dan bersiap, aku bersiap turun ke lantai bawah untuk sarapan bersama kakak dan kedua orang tua, kayaknya ada yang kelupaan deh, o, iya, bukunya gaara yang aku pinjam minggu lalu, kalau sampai kelupaan gaara bisa marah. Dimana bukunya ya, aku mencarinya di sekitar meja belajar ku. Akhirnya aku menemukannya di laci meja belajarku. Setelah menemukannya, aku kembali melanjutkan langkahku untuk turun lantai bawah.
"ohayou, tou-san, kaa-san, nee-san" sapa ku pada mereka dengan senyuman khasku. "ohayou kiba-chan" balas kaa-san dan kakakku, "aah, kaa-san jangan panggil aku dengan surfix itu, aku bukan anak perempuan, aku laki-laki" protesku pada mereka sambil menggembungkan pipiku. "imuuttnya kiba-chan ku" kata kakakku sambil mencubit hidungku sambil terkekeh. Kedua orang tuaku hanya menggeleng-gelengkan kepala mereka karena melihat pemandangan yang sering terjadi setiap pagi.
"sudahlah hana, jangan nganggu adikmu lagi" tegur ayah ku, dengan teguran ayah akhirnya kakakku berhenti dari kegiatannya. Akupun duduk di kursi meja makan sambil mengambil roti panggang yang telah di buat oleh ibuku, selesai makan aku pun pamit kepada kedua orang tua ku serta kakak ku, di garasi aku memanaskan sepeda motorku, kemudian menaikinya berangkat dengan kecepatan sedang.
Skip time
Aku tiba di sekolah, kemudian ku memarkirkan sepeda motorku, berjalan kearah teman-teman ku yang juga baru datang, "kyaaaaa,,,saaiii-kun/senpai/sama, shika-kun/senpai/sama, neji-kun/senpai/sama, gaara-kun/senpai/sama" teriak siswi-siswi sekolahku ini dengan muka memerah, sudah hal biasa aku mendengar teriakan seperti itu, wajar mereka adalah para pangeran sekolah, kenapa aku tidak ada yang meneriaki, karena mereka hanya menganggapku sebagai pemuda pencicilan, ceroboh dan bodoh.
Sedangkan mereka, selain pangeran sekolah mereka juga murid dengan segudang prestasi, contoh Shikamaru si genius dengan IQ 200 lebih pemengang juara satu parallel di sekolah, ia juga pemenang mendali emas untuk olimpiade matematika se Internasional, Sai si genius Fisika yang juga pemenang olimpiade Internasional bidang Fisika ini juga pemengang juara dua parallel di sekolah dan yang paling special dari dia adalah dia pintar banget ngelukis, Gaara si genius Kimia yang juga pemenang olimpiade Internasional bidang tersebut juga pemengang juara tiga parallel di sekolah dan dia juga wakil ketua osis smp kami, dan terakhir Neji si genius bidang Biologi yang juga pemenang olimpiade Internasional bidang tersebut juga pemengang peringkat empat parallel di sekolah dan juga dia adalah ketua osis di smp kami. Sedangkan aku hanya seorang pemuda biasa yang kebetulan sudah akrab dengan mereka sejak kecil. Aku hanya mendapatkan peringkat dua puluh lima besar di angkatan kami, itu pun aku sudah berusaha sekuat yang aku bisa, beruntung sahabat-sahabat ku ini mau membantu ku.
Para pangeran sekolah ini hanya membalas teriakan mereka dengan tatapan taja dan datar serta berlalu dari hadapan fans girls mereka, aku yang menghela nafas panjang kemudian berbalik menghadap mereka seraya membungkuk kan badan "maafkan sikap mereka ya" mereka malah membalas dengan tanggapan yang menurut ku sangat menyebalkan, yaitu di cuekin.
Karena tidak mau memikirkan hal itu, aku segera menyusul kearah mereka. "sudahlah kiba, tidak perlu kau meminta maaf pada mereka karena sikap cuek kami, modukusai" kata shika sambil menguap, aku heran baru pagi dia sudah menguap seperti, "hn" sambung tiga muka datar yang lain.
"aku kan cuman melakukan hal yang benar, kalian kan sudah mencueki mereka, aku kan minta maaf karena sikap cuek kalian itu" jawab ku dengan sekali nafas. "terserah lah" kata shika sambil berlalu memasuki kelas kami.
Setelah sampai di dalam kelas aku mendudukkan diri ke bangku milik ku, ku lihat mereka melakukan hal yang sama, "ohayou minnaa-san" teriak seorang gadis dengan semangat memasuki kelas, tanpa melihat aku sudah tau kalau dia adalah Naruko, "ohayou hime" balas para siswa yang ada di kelas kami, kecuali para pangeran sekolah dan aku tentu saja.
Tak lama setelah Naruko datang, empat gadis yang mempunyai warna rambut yang berbeda, tapi aku hanya terpaku dengan satu warna rambut, yaitu gadis yang berambut Indigo, Hinata. Dia semakin cantik saja dari hari kehari.
"heii, Kiba, jangan melamun sambil menganga seperti itu, nanti kemasukan lalat" kejut sakura. "eeh" reflekku terjatuh dari kursi. Sontak semua yang ada di kelas tertawa keras, Sejak kapan dia sampai di sini.
Skip time
Teng teng,,, yeee sudah waktunya pulang, aku berteriak kegirangan, teman-teman ku yang lain menatapku dengan ekspresi kaget, mungkin teriakan ku terlalu keras. Kemudian aku mulai membereskan bukuku dan memasukkannya ke dalam tas. O iya, aku baru ingat aku belum mengembalikan buku gaara, setelah mencari-carinya di tas serta di bawah laci mejaku aku tidak menemukan buku itu, padahal itu buku Novel detektif kesukaan gaara, malah itu edisi baru keluar seminggu yang lalu. Kalau gaara tau dia pasti akan marah, aduh gimana nih. Namun, ketika aku tengah sibuk mencari buku itu, ada seorang anak yang mendekatiku.
"kiba, kamu di panggil Mizuki-sensei" sahut salah satu anak di kelas, karena itu, aku bergegas keluar dari ruang kelas untuk menemui mizuki-sensei. Ya, sudah lebih baik aku menemui Mizuki-sensei dulu.
Skip time
Setelah selesai urusanku dengan mizuki-sensei, aku segera melangkahkan kakiku kembali kedalam kelas, tapi, sebelum langkah ku sampai ke pintu, tanganku langsung di tarik oleh gaara, dia minta di temanin ke perpustakaan, tumben sekali gaara minta di temanin seperti ini.
Setelah semua urusan gaara selesai di perpustakaan, di perjalanan kembali kekelas dia menanyakan soal bukunya, aku mengatakan padanya buku itu hilang. Ekspresinya kemudian, berubah menjadi lebih dingin dari biasanya.
"kok, bisa, emangnya kamu hilangkan dimana" kata gaara dengan tenang namun terkesan sangat tajam.
End of Kiba POV
Setelah mereka, mencari kesemua tempat yang pernah kiba datangi siang itu, akhir tempat terakhir yang mereka datangi adalah lapangan. Gaara dan kawan-kawan yang telah merencanakannya dari awal, memberikan kejetutan ulang tahun untuk kiba.
Setelah gaara memberikan kode kepada teman-temannya, mereka kembali ketempat persembunyian masing-masing. Mereka yang telah di berikan tugas masing-masing terdiam ditempat persembunyiannya sambil menunggu gililiran keluar dengan kode yang telah di sepakati.
Setelah kiba dan gaara sampai ditengah-tengah lapangan, tiba sakura, ino dan shikamaru datang tiba-tiba sambil melemparkan telur ayam busuk kearah kiba, kemudian mereka tertawa melihat ekspresi kiba yang kebingungan, tidak hanya itu, kejutan kedua datang dari tenten, hinata, dan neji datang sambil melemparkan tepung kearah kiba. Gaara yang dari tadi hanya diam saja, ikut menceplokkan telur ayam busuk tepat di kepala kiba. Kiba hanya bisa menahan emosinya yang seakan ingin meledak, dia berpikir apakah teman-temannya ini sedang melakukan yang namanya kegiatan buliying, kalau iya apa salahnya. Apa karena ia telah menghilangkan Novel gaara.
Namun, perkiraannya salah, ketika Naruko dan Sai datang dengan kue tart ulang tahun dengan lilin angka 14 diatasnya, tapi yang membuat lucu adalah sai bernyanyi dengan suara datarnya.
"selamat ulang tahun 2x, kiba" nyanyi nya dengan suara datar khas clan uchiha, sontak semua yang mendengarnya tertawa terbahak-bahak mendengarkan suara merdu keturunan Uchiha ini. Yang paling keras tertawanya adalah kiba dan naruko.
End of Flashback
Naruko yang mengingat hal itu, tanpa sadar dia tertawa dengan sendirinya, "kenapa kau tertawa, apa kau sedang dirasuki setan penunggu sekolah ini" kata sai yang baru saja datang.
"aarrrgg" teriak naruko."ngapain kau teriak ini aku baka" sahut sai. Naruko yang baru menyadari keberadaan sai kembali bersikap tenang.
"kenapa kau lama sekali sih sai-kun" bentak Naruko yang dari tadi sudah memendam emosinya agar tidak meledak. "gomenne, tadi aku ada tugas dari kepala sekolah" jawab sai dengan kalem.
"jadi apa rencana mu" Tanya naruko. Kemudian mengisyaratkan agar naruko mendekatkan diri padanya setelah itu dia berbisik tepat ditelinga naruko. Setelah selesai mengatakannya pada naruko, sai bertanya "bagaimana rencana ku baguskan". Oke, naruko akui rencana itu memang bagus. "oke, bagus ayo kita lakukan" katanya sambil tertawa evil. Sai akui naruko lebih menyeramkan dari pada ibunya.
TBC
Sebenar nya apa yang direncanakan oleh sai dan naruko.? Tunggu di capther berikutnya ya guys.. gomenne ya mina-san, karena telat update, yeaah capther 6 is Update…
Thank you, ya yang sudah meng- review, keep RnR ya guys…
