Chapter sebelumnya
"jadi apa rencana mu" Tanya naruko. Kemudian mengisyaratkan agar naruko mendekatkan diri padanya setelah itu dia berbisik tepat ditelinga naruko. Setelah selesai mengatakannya pada naruko, sai bertanya "bagaimana rencana ku baguskan". Oke, naruko akui rencana itu memang bagus. "oke, bagus ayo kita lakukan" katanya sambil tertawa evil. Sai akui naruko lebih menyeramkan dari pada ibunya.
Title : I am here
Pair : sasufemnaru, sainaruko, slight gaasaku, shikaino, kibahina, nejiten dll
Warning : smart!naru, femnaru, gaje, typo, ide pasaran, dll
Disclemer : Naruto milik Om Mamashi Kishimoto, tapi cerita abal ini milikku heheheh
Chapter 7: it's really her/him...
"tadaima" sahut seorang gadis pirang yang berjalan gontai memasuki rumahnya. "okearinasai, ruko-sama" balas para pelayan yang ada di rumah besar itu, "darimana saja kamu ruko-chan, kenapa baru pulang" tegur gadis yang mempunyai rambut yang sama dengannya tengah berjalan kearahnya dengan tangan melipat ke depan. Naruko yang sekarang menjadi objek tatapan tajam sang kakak hanya bisa menundukkan kepala sambil mengumamkan "gomenne" dengan suara lirih.
Naruto yang melihat sang adik yang seperti itu, melembutkan tatapannya, "memangnya, tadi ruko-chan dari mana, kok pulangnya hampir malam begini" Tanya naruto dengan suara lembut. "maaf naru-nee,, tadi ruko nungguin sai-kun dulu, ada urusan sedikit" jelas ruko. "urusan apa" Tanya naruto lagi, "naru-nee, mau tau aja," dengus naruko sambil megembungkan pipinya imut. "ya, sudah, mandi sana" balas naruto dengan menghela nafas pelan.
"oke naru-sama" canda naruko sambil berlari ke arah naruto dan memeluknya. Sesaat kemudian, ia berlari menuju kamarnya, sebelum sang kakak mengomelinya.
Naruko pov
Sesampainya aku di dalam kamar, aku kembali teringat dengan rencana sai.
Flashback
"begini rencanaku, pertama kita harus memastikan setelah kita berhasil membujuk mereka, supaya mau memasuki sma dengan kita, kemudian kita mulai rencana kita dengan mendekatkan mereka kembali dengan rancangan matang kita, buat se natural mungkin agar mereka merasa itu seolah bukan bagian rencana kita,, jangan tanya dulu apa rancangan kita, walau aku sudah mempunyai beberapa gambaran tentang itu" jelas sai
End of flashback
Kami-sama, semoga kami bisa menyatukan mereka kembali, setelah berdoa aku segera menuju kamar mandi. setelah itu, aku turun kebawah untuk makan malam bersama dengan keluargaku.
"konbawa, tou-san, kaa-san, naru-nee" sapaku pada mereka.
"konbawa, ruko-chan" balas mereka. Aku mendudukkan tubuhku di kursi sebelah kakakku, dan kamipun memulai makan malam dengan tenang. Khas keluarga Namikaze yang penuh tata karma.
End of naruko pov
Mereka sekarang sedang berkumpul diruang keluarga, membicarakan banyak hal untuk mengakrabkan diri kembali mengingat mereka sudah terpisa lebih kurang 10 tahun dari Naruto.
"nee, naru-chan, apa kau sudah mencocokkan jadwalmu dengan kegiatan sekolah"
Naruto yang mendengar kaa-san nya bertanya seperti itu, memandangnya dengan tatapan heran. "belum kaa-san, tapi bukannya test memasuki sekolah itu baru akan dimulai 1 bulan lagi" ujar Naruto. "iya, kaasan tau, tapi apa salahnya kan, kau mempersiapkan perubahan jadwalnya dari sekarang" balas kaa-sannya.
"nee, memangnya harus ya kaa-san, tou-san naru kembali ke sma, kaa-san kan tahu sendiri aku harus menjalankan tugasku di rumah sakit, bagaimana dengan pasienku? Ayolah kaa-san tidak perlulah naru pergi ke sekolah itu" rengek naruto.
Naruko yang mendengar itu tidak putus asa dalam membujuk kakaknya untuk ikut dengannya memasuki sma itu. "ayolah, nee-chan, aku nanti akan berbuat ulah jika tidak ada yang mengawasi" ujar naruko. "benar apa yang dikatakan imoutomu itu, tou-san tidak mau ia mendapat nilai jelek, bayangkan sensei yang mengajar di smp nya mengatakan kok naruko beda sekali dengan kakak-kakaknya" jelas tou-san mereka. Naruko mengembungkan pipinya ketika sang ayah mengatakan itu. "hahahaah, betul tuh tou-san" kata naruto membenarkan perkataan sang ayah.
"apaan sih, masa hanya gara-gara aku bukan anak yang berprestasi malah disangka bukan anak tou-san" protes naruko. Mereka yang mendengar keluhan naruko tertawa, naruko yang menjadi bahan tertawaan mereka hanya menggembungkan kedua pipinya.
"sudah, sudah jangan membuatnya semakin merajuk begitu, nanti dia tambah jelek, jika ekspresinya begitu terus" ujar kushina. "nee, naru, tou-san semakin yakin bahwa kalau gen kaa-sanmu memang mengalir seratus persen pada naruko, sedangkan gen tou-san sama sekali tidak dominan terhadapnya" kata minato dengan ekspresi seakan berpikir keras.
Naruto yang mendengar penjelasan sang ayah kembali tertawa, yang berhasil membuat kedua wanita itu marah. "bahkan ekspresi marah kaa-san dan ruko-chan benar-benar sama, sugoii" kata naruto dengan nada yang benar-benar takjub. Tanpa menyadari bahwa ia akan mendapat masalah dengan pernyataannya itu.
"narutooo./naruuu-nee" teriak mereka dengan nada benar-benar marah, naruto yang baru mengetahui bahaya yang telah ditimbulkannya, segera berdiri dari tempat duduknya dan mencoba meminta pertolongan dari sang ayah. Walau sejujurnya minato juga merasakan hal yang sama dengan naruto, ketakutan akan akibat dari kemarahan dua singa betina di keluarga itu (author hanya bercanda).
"heheh, gomenne kaa-san cantik, ruko-chan manis, jangan marah begitu, nanti cepat tua loh, kalau marah-marah" bujuk rayu naruto.
Namun hal itu tidak memberikan efek yang berarti pada mereka, mereka tetap seperti yang pertama. Naruto yang melihat itu, tidak kehabisan cara untuk bisa meredakan kemarahan adik dan ibunya. "hmm, kaa-san, ruko, bagaimana kalau makan malam nanti naru yang masak, jadi maafin naru ya, naru kan hanya bercanda" rayunya lagi. Tapi tetap saja belum berhasil, mereka masih memberikan tatapan tajam nya pada Naruto.
"kalau gak, pada saat weekend naru ajak kaa-san dan ruko pergi belanja yuk"
Masih sama dengan yang sebelumnya.
"kita pergi ke tempat wisata bagus yuk, ruko dan kaa-san aja yang pilih tempatnya. Jadi maafin naru ya"
Masih belum berhasil.
"hmm, kita berkunjung ketempat karura baa-san yuk, kaa-san, ruko, jadi naru minta maaf ya"
Masih sama.
"hmm. Oke, naru akan melakukan semua yang kalian minta, jadi maafin naru ya, kan tadi naru hanya bercanda kaa-san, ruko"
Kushina dan naruko yang mendengar itu, membuat tersenyum misterius. Yang dapat membuat minato dan juga Naruto menjadi cemas akan apa yang direncanakan oleh keduanya,
"baiklah, kami akan memaafkan nee-san, tapi, sesuai dengan janji yang naru-nee ucapkan tadi, aku ingin, pertama nee-san harus ikut dengan ku masuk ke Tokyo International high school. Kedua nee-san harus menemani ku ke salon, ketiga bimbing aku belajar, oke" jelas naruko. "kalau kaa-san sih, kau hanya harus menggantikan kaa-san memasak selama satu minggu," ujar sang ibu (N/A : dirumah mereka memang mempunyai banyak maid, tapi dalam urusan masak-memasak kushina yang ambil alih, kecuali kalau kushina tidak ada dirumah atau sedang tidak enak badan). "bagaimana?" ujar mereka serentak.
Naruto pov
"bagaimana?" ujar mereka dengan serentak. Ya, ampun sungguh aku pusing sekali menghadapi mereka, aku sendiri kadang merasa heran kenapa tou-san dapat bertahan dengan sikap kaa-san yang sangat temperamental seperti ini, tapi yang membuat aku lebih binggung kenapa semua anak tousan mirip dengan nya, ya dalam segi sikap, kecerdasannya, tapi naruko tidak.
Apa saat pembentukan naruko, gen tousan mengalami mutasi ya, ahh, pusing aku. Apa yang harus kulakukan. Kalau aku menerimanya, pasti dengan jelas akan mengikutinya sampai ia tamat sma. Tapi kalau tidak mereka akan tambah marah.
Apa yang harus aku lakukan? Merepotkan sekali, apa iya aku harus mengikuti kemauan mereka? Atau jangan-jangan mereka sudah merencanakan ini dari awal. Ya ampun, kenapa aku mudah sekali tertipu oleh ekspresi serius mereka. Ayolah, naru kemana perginya otak geniusmu itu.
"ehemm, kenapa lama sekali dalam menjawabnya, naru-chan" ujar kaa-san. "iya, kenapa lama sekali menjawabnya, naru-nee" sambung naruko. Baiiklah, daripada nanti tambah rumit lebih baik aku setujui saja, akupun mengangguk pelan.
"yeeaa," teriak kaa-san dan ruko. Tousan hanya tersenyum tipis. Berani bertaruh tousan pasti juga ikut dengan rencana mereka.
"apa tou-san juga ikut merencanakan hal ini, dengan mereka" Tanya ku dengan tegas sambil menatap tajam padanya. Ia hanya mengangguk pelan, sedah ku duga.
Ya, sudahlah mungkin memang ada baiknya, aku menikmati masah remajaku, sepertinya memang aku harus mengganti jadwal praktekku pada waktu sorenya.
End of Naruto pov
Sementara itu, di sebuah rumah mewah milik keluarga yang juga tidak kalah terkenalnya di jepang maupun dunia internasional, yaitu keluarga Uchiha. Tampak di sebuah ruangan keluarga, ada beberapa orang tengah berkumpul.
"bagaimana dengan persiapan ujian masukmu sai" Tanya uchiha senior dengan nada datar yang bernama Uchiha Fugaku "baik, kok tou-san" jawab pemuda dengan ciri-ciri rambut klimis hitam bernama Uchiha sai itu dengan nada datar yang sama. Sedangkan satu-satunya perempuan di keluarga itu, hanya menghela nafas pelan mendengar percakapan singkat Antara ayah dan anak itu.
"kalau kau sasuke, bagaimana dengan rencana launching perusahaan baru kau di sini" Tanya sang ayah. "hn,semua berjalan dengan lancar kok tou-san" jawab sasuke dengan nada datar. "hn, baguslah" sambung uchiha senior itu dengan nada tenang walau tidak dapat dipungkiri ada nada bangga yang tersirat.
Setelah pembicaraan itu, mereka terdiam tanpa ada yang membuka pembicaraan. Mereka hanya sibuk dengan kesibukan masing-masing. Sai dengan buku sekolahnya dan juga buku panduan penelitiannya, sasuke tengah memeriksa perkembangan cabang perusahaannya yang baru ia Jepang maupun perusahaan pusatnya di Inggris, sedangkan Fugaku sibuk dengan mengerjakan laporan perusahaan keluarga uchiha.
N/A : sai itu sudah mempunyai banyak prestasi di bidang sains, baik fisika, biologi maupun kimia. Ia juga banyak memenangkan kompetisi penelitian di bidang sains baik tingkat asia maupun dunia.
"hello, apa ada orang disini" teriak mikoto dengan semangat dari arah dapur ke ruang tengah itu, dengan membawa cemilan mereka. "hn" gumam mereka bertiga, dengan menghela nafas ia menduduki dirinya disamping suaminya, ia terkadang heran kenapa semua keturunan yang bermarga Uchiha itu pelit kata, datar dan dingin.
"ayo, dimakan cemilannya dong, jangan sibuk dengan urusannya masing-masing" sungut Mikoto dengan nada kesal. "hn" balas ketiganya. Tidak mau memperpanjang perdebatan dengan tiga angota uchiha itu, mikoto memilih menonton serial drama korea favorit tanpa mempedulikan tatapan tajam dari ketiganya, karena telah menganggu kegiatan mereka.
Sai berhenti sejenak ketika mengingat janjinya pada naruko, ia memikirkan apa cara yang bagus untuk memaksa sang kakak untuk masuk ke sekolah dengannya.
"nee, suke-nee, ada yang ingin aku katakan padamu," ujar sai pada sasuke. "hn" gumam sasuke sambil mengalihkan tatapannya pada sai. "kau maukan ikut denganku, sekolah di Tokyo International high school, suke-nii" ujar sai.
"hn?" tanya sasuke dengan kedua alisnya binggung dengan sai.
"aku hanya ingin merasakan satu sekolah dengan suke-nii" jawab sai dengan nada yang dibuat-buat malu.
Mereka mendengar itu terdiam sesaat, namun kemudian tawa yang cukup kencang terdengar, yang paling keras adalah mikoto dan itachi-yang baru saja datang. Sasuke dan fugaku hanya terkekeh kecil saja.
"itachi/nii/kun" ucap mereka setelah tawa mereka selesai. "hai, semua" sapa itachi dengan nada kikuk. "kapan kau datang" tanya fugaku. "baru saja tou-san" jawabnya. "tapi, kemana kono-kun dan dei-chan itachi-kun" tanya sang ibu karena tidak melihat adanya sang cucu pertama dan menantu kesayangannya itu.
"hn, mereka dirumah minato tousan, jadi hanya aku yang kesini" jelas itachi. "kenapa" tanya sungkay sasuke. "mereka kelelahan, karena kami baru saja sampai dari kyoto" jawab itachi. "kyoto? Ada urusan apa kalian kesana?" tanya mikoto, pertanyaan mikoto di anggukan oleh yang lain.
"hn, tidak ada urusan penting kaa-san, tapi hanya liburan saja, karena kono-kun sedang liburan semester, jadi kami ajak liburan ke kyoto" jelas itachi. "oh" balas mereka berempat. "o ia, kenapa kau mengajak anak ayam ini masuk ke sekolah, klimis, kan anak ayam ini udah menamatkan S3nya" tanya itachi yang tidak lupa memanggil kedua adiknya dengan panggilan sayangnya.
Kedua anak kembar itu menatap tajam sang kakak dengan tatapan tajam khas keluarga Uchiha. "itachi, jangan panggil kedua adikmu seperti itu" tegur sang ayah. Kedua anak kembar itu memberikan serigaian khas mereka ketika sang ayah membela. "heheheh" itachi sambil tersenyum canggung dengan tatapan tajam ayahnya.
"aku hanya ingin menghabiskan masa remajaku dengan suke-nii, karena ia kan sudah lama tinggal jauh dari kita, lagipula aku tidak ingin ia cepat tua kalau dipikirannya hanya bisnis, nanti tidak akan ada gadis yang mau menjadi istrinya kalau ia sudah keriput sebelum tua, seperti baka aniki" jelas sai sambil mengejek kakak sulungnya.
"hm, bagus juga usulmu" ujar fugaku. "hn, aku juga setuju, baiklah aku akan ikut denganmu masuk ke sma itu" kata sasuke. Mereka mengangguk setuju, "o iya, sai bagaimana hubunganmu dengan naruko, apa ada kemajuan, kaa-san tidak sabar ingin segera mempunyai menantu pirang" ujar sang ibu dengan mata berbinar membayangkan akan memiliki naruko sebagai menantunya. Sai yang mendengar itu hanya menjawab dengan gumamam hn saja, namun kalau dilihat dengan teliti akan ada semburat merah tipis yang menghiasi kedua pipinya. Itu tidak lepas dari pandangan itachi yang lebih peka dari yang lain. "hahahah, ternyata benar klimis menyukai si hiper" kata itachi. Sai yang mendengar itu mendelik tajam pada kakaknya. Sedang ketiga yang lain menatap binggung kearah itachi. "siapa hiper" tanya sasuke. "tentu saja, naruko" jawab itachi. "oh" balas ketiganya, namun
Satu detik kemudian "heh, benaran, sai, yatta akhirnya kaa-san kembali mendapatkan menantu berambut pirang" teriaknya. Uchiha yang lain hanya menatapnya sweatdrop, heran kenapa sang ibu terobsesi sekali dengan gadis berambut pirang.
Sementara itu, di kediaman Namikaze, mereka tengah sedang menikmati berkumpul dengan deidara dan konohamaru yang baru saja datang.
"nee, kono-kun, semester kemaren mendapat peringkat berapa" tanya kushina dengan nada riang. "hn, 1, baa-san" jawabnya dengan datar. Semua orang yang ada di ruangan itu, menghela nafas pelan, kenapa darah Uchiha lebih dominan di diri konohmaru. Tanpa mereka sadari salah satu dari mereka, membayangkan bagaimana jadinya kalau anaknya dan sai juga seperti itu.
Ia akan sangat tidak menikmati hidupnya jika di rumahnya ada makhluk es, 'hmm, tidak-tidak, aku akan berusaha untuk bisa membuat sai lebih ramah, dia kan tampan kalau sedang tersenyum, kyaaa,, sai aku cinta padamu' batinnya dan tanpa ia sadari ia tersenyum sendiri.
Orang yang disekitarnya menatapnya heran, "kenapa kau tersenyum sendiri ruko-chan'' tanya kushina.
"ruko-baa, pasti sedang melamunkan sai-jii" ujar kono dengan tenang dan datar tanpa mengalihkan pandangannya dari bukunya. "heh, benaran ruko-chan" tanya kushina. "kenapa semua anak perempuanku selalu terpikat dengan anak fugaku dan miko-chan" keluh kushina. Minato hanya tersenyum penuh arti, sedang naruko wajahnya bertambah merah ketika semua orang menggodanya kecuali kono dan minato, yang sekarang sibuk dengan urusan masing-masing.
Namun, naruto tersenyum simpul, kenapa ia tidak dapat seperti naruko yang bisa setiap hari bertemu dengan orang yang dicintai, kenapa ia tidak. 'sasuke-kun apa kau masih mengingatku, aku sangat merindukanmu' batinya sedih.
Naruko yang melihat kakaknya sedih hanya menghela nafas, ia berharap semoga rencana ia dan sai berhasil. Karena ia ingin melihat kakanya bahagia.
Skip time
Ujian masuk ke Tokyo International high school sudah berakhir dua hari yang lalu, hari adalah hari pengumuman hasil testnya.
Naruko sudah bersiap dengan baik, ia optimis dapat lulus di sekolah itum karena 1 bulan ini, ia belajar bersama dengan teman-temannya serta dalam bimbingan kakaknya tersayang. O iya, kalau itachi dan deidara sudah kembali ke Belanda kerumah aslinya. Kyuubi sang kakak sudah berjanji jika ia lulus di situ, akan memberikan hadiah.
Dan disinilah ia sudah berada di gerbang Tokyo International High School bersama sang kakak. Mereka berjalan memasuki gedung sekolah itu.
"ruko-chan, naru-chan" teriak sahabat-sahabatnya. "sakura-chan, hinata-chan, ino-chan, tenten-chan, kalian sudah sampai, bagaimana hasilnya lulus" tanya naruko. Mereka mengangguk, "huft, aku cemas apa aku dapat lulus disini" keluh naruko.
"tenang saja, kau pasti lulus kok ruko-chan" ujar naruto. "benar, naruko-chan lulus kok" kata hinata. "kenapa kau tahu hinata" tanya sakura binggung. "iya, kau tahu dari mana hinata" sambung ino. "emang, kau tahu dari mana hinata-chan" tambah tentan.
Naruko dan naruto hanya mengangguk menyetujui pertanyaan teman-temannya. "dari ini," sambil menunjukkan sebuah kertas dan memberikannya pada naruko. "apa ini?" tanya naruko dengan wajah binggung membuka kertas itu secara perlahan.
Setelah melihat isi kertas itu, perlahan raut wajahnya berubah, ia tersenyum sambil berteriak "yeaah aku lulus". "onee-chan aku lulus" sahutnya sambil memeluk erat naruto. Naruto yang tadinya belum mengerti kemana arah teriakan naruko, akhirnya mengerti sambil mengumamkan selamat.
"ternyata orang berisik seperti kalian bisa juga lulus disini ya" ucap seseorang yang menghampiri mereka, pemuda berambut mereh maroon dengan iris mata emaraldnya. "hoam, merepotkan sekali harus satu sekolah lagi dengan orang berisik seperti kalian" sambung seorang pemuda berambut dikuncir seperti nanas.
"wahh, aku satu sekolah lagi dengan mu hime" tambah seorang pemuda dengan tato segitiga terbalik yang berlari kearah hinata. "hn, selamat ya wanita-wanita berisik" kata seorang pemuda berambut coklat dengan iris lavendernya. "selamat ya teman-teman" ucap pemuda berambut hitam klimis bermata onyx. "hn" seorang pemuda yang baru saja hadir ditengah mereka.
Naruto pov
Hn, gumaman itu, aku kenal sekali, aku menoleh kearah sumber suara, tubuhku membeku saat melihat orang itu, apa yang orang itu lakukan disini. Apa kau benar-benar orang itu.
God, don't make me wish again, I really will disappointed if it's just a dream, so please don't make me wish. Tanpa aku sadari aku mencubit diriku sendiri untuk memastikan apakah ini mimpi atau bukan. Aku.. God it's really him,,
"sa..sasuke-kun" gumamku lirih.
End of Naruto pov
Someone pov
Aku sebenarnya terlalu malas untuk ikut kembali ke sekolah, o tuhan, aku terlalu sibuk untuk ini, banyak yang harus aku urus, seperti perusahaanku, yang baru mulai berdiri di Jepang, belum lagi yang ada di benua Amerika dan Eropa. Jadi, aku benar-benar tidak mempunyai waktu. Tapi, karena desakan kaa-san aku ikut saudara kembarku kembali ke sekolah.
"ayo, nii-san kita pergi" aku mendengar suara sai, hn gumamku mengiyakannya. Sesampainya di sekolah itu, "kau duluan saja sai, aku mau mengecek keuanganku sebentar" ucapku tanpa mengalihkan tatapanku dari tablet kerjaku.
"oke" sahutnya sambil keluar dari dalam mobil. Hm, okelah aku memutuskan untuk keluar dari dalam mobil. Aku mendengar suara teriakan, yang ternyata teman-teman sai. Apa aku berhalusinasi, aku melihat seorang gadis berambut pirang, apa itu kau? Atau saudarimu?. It's really her.
Aku mendengar interaksi teman-teman sai ini, tanpa aku sadari aku bergumam hn, ternyata gadis berambut pirang itu. Aku bisa melihat mata shappier yang sangat aku kenali.
"sa..sasuke-kun" gumamnya lirih
"na..naru" balasku lirih.
.
.
.
.
TBC
Hai-hai minna-san, maaf kalau mengecewakan kalian, karena updatenya lama, heheheh… tapi beneran deh, author baru bisa update fic ini, karena baru dapat ide,, heheheh, sampai jumpa di chapter depan ya..
RnR ya minna-san
Wf out
