Chapter sebelumnya...
Aku mendengar interaksi teman-teman sai saat ini, tanpa aku sadari aku bergumam hn, ternyata gadis berambut pirang itu menoleh kearahku, aku bisa melihat mata shappier yang sangat aku rindukan.
"Sa..sasuke-kun" gumamnya lirih,
"na..naru" balasku lirih.
Title : I am here
Pair : sasufemnaru, sainaruko, slight gaasaku, shikaino, kibahina, nejiten dll
Warning : smart!naru, femnaru, gaje typo. Ide pasaran dll
Disclemer : Naruto milik om Mamashi Kishimoto, namun cerita gaje ini milikku hehehehe
Balasan reviews
Dewi15-san, ini sudah dilanjutkan, maafkan author yang updatenya lama...
Aiko Vallery-san, ini lanjutan ceritanya,, terima kasih atas dukungannya,,
Choikim1310-san, ada kok konfliknya, namun di chapter-chapter awal ini masih dalam tahap pengenalan tokoh, aktivitas dan kebiasaannya saja, namun di chapter selanjutnya akan mulai muncul masalah, akan author usahakan menambah bagian romantisnya mereka, tapi nanti kalau kurang feelnya maaf, karena author tidak terlalu berbakat menulis yang terlalu romantis, heheheh
Mondlichblau-san, heheheh kalau masalah bahasa, jujur author masih dalam tahap belajar bahasa jepang, jadi kalau ada bahasanya yang rada maksa, harap dimaklumi saja. Dan juga kalau masalah tata cara penulisan dan masih banyak typo, karena author masih seorang penulis amatir. Namun, author akan berusaha untuk memperbaikinya, terima kasih telah mengatakan ceritanya bagus, dan juga masukannya, terima kasih sudah mereview dan dukungannya..
Puri-chan, terima kasih sudah mengatakan keren, akan authir usahakan untuk update nya lebih cepat, terima kasih atas dukungannya
Yuni yanti45-san, ini lanjutannya, gomenne kalau update nya lama...
Chapter 8 : what should I do?
Seorang gadis yang memiliki rambut pirang, tengah meringkuk dengan malas di bawah selimut tebal di sebuah kamar yang mempunyai nuansa pink dengan motif bunga. Ia masih terbuai mimpi indah, seakan tidak ingin bangun dari mimpinya tersebut.
'tok' 'tok'
Terdengar suara ketukan pada pintu kamar gadis itu, suara sang ibu membangunkannya dari mimpinya. Dengan langkah malas ia menuju pintu itu dan membukanya. "kenapa lama sekali kau membukakan pintunya naru-chan, bukankah hari ini hari pertamamu dan ruko-chan masuk sekolah, kenapa kau belum bersiap, semua sudah menunggumu untuk sarapan bersama, ayo cepat mandi dan bersiap" omel sang ibu. Yang membuat sang gadis mau tidak mau menuruti semua perintah sang ibu, kalau tidak ingin mendapat masalah yang lebih rumit. "baiklah, kaa-san" balasnya pelan. "hmm, cepatlah, naru-chan" ujarnya sambil melangkah meninggalkan kamar gadis itu.
Gadis itu kemudian melangkah pelan kearah pintu kamar mandinya, setelah mandi dan bersiap ia melihat kearah kacanya, ia melihat penampilannya lengkap dengan seragam khas Tokyo International High School. dengan kemeja berwarna putih dipadukan dengan dasi kupu-kupu kotak-kotak berwarna merah dan blazer polos berwarna hitam, dipadukan dengan rok kotak-kotak-kotak berwarna sama dengan dasinya. Tidak lupa ia menata dengan rambut terurai panjang sebahu dengan gaya blunt wavy dan wajahnya dipoles dengan bedak tipis serta memakai eyeliner tipis di sekitar matanya, dan alhasil mata biru bulatnya tampak lebih tajam dan mengoleskan lipglose peach kebibirnya.
Ia kemudian menambahkan gelang mutiara dengan tambahan aksen bunga pink dan rantai yang berwarna emas disekitar mutiara itu. Setelah puas dengan hasil karyanya ia kemudian turun ke bawah untuk sarapan bersama dengan keluarganya. Tak lupa ia menyapa mereka dengan senyum menawannya.
"ohayou, semua" sapanya dengan riang. Mereka masih belum membalas sapaan itu, karena terpaku dengan penampilan naruto yang berbeda dari biasanya. Kalau biasanya ia akan mengikat rambut panjangnya tinggi namun sekarang mereka kaget karena rambut naruto yang sekarang sudah sebahu. "hei, kenapa semuanya terbengong seperti itu" herannya melihat mereka semua terpaku.
"ekhm. Duduk naru-chan kita mulai sarapan" ujar kushina yang terlebih dahulu sadar dari keterpakuannya. "ha'i" ujar naruto yang kemudian mulai menduduki kursinya. Mereka kemudian memulai sarapan dengan tenang dan penuh tata krama khas keluarga Namikaze.
Setelah selesai sarapan, mereka segera pamit pada kedua orang tua mereka, tidak lupa ciuman yang mereka berikan pada kedua pipi orang tua mereka. Setelah mereka menghilang dari hadapan mereka, khusina menatap sang suami dengan pandangan penuh keheranan, kenapa ia belum berangkat ke kantor. "hm, anata, kenapa kau belum berangkat kekantor," tanya kushina dengan nada heran. Minato yang mendengar itu tersadar dari terkejutannya. "hn, aku berangkat dulu kushina" ujarnya sambil mengecup kening kushina dan kemudian berlalu menuju mobilnya.
Sementara kushina, ia masih bingung kenapa naruto bisa berubah penampilannya seperti itu, padahal sepengetahuannya rambutnya masih panjang saat ia pulang dari sekolah.
Kembali pada dua gadis cantik yang baru saja sampai kesekolahnya, keluar dari mobil yang mengantar mereka layaknya seorang putri. Semua orang yang ada disekitar parkiran sekolah itu, terpaku. Bagaimana tidak, mereka seakan melihat putri yang kecantikannya sama dengan bidadari. Mereka begitu mirip yang membedakannya, salah satunya mempunyai tahi lalat yang ada di pipi disalah satu mereka. Dan juga yang membedakan kepribadian mereka.
Yang pertama turun, gadis berambut pirang dengan tahi lalat dipipinya dengan gaya rambut di ikat dua serta memiliki iris sebiru langit musim panas, sedang yang kedua turun, ia mempunyai ciri-ciri yang sama yang membedakan tahi lalat dan gaya rambut mereka, ia memiliki gaya rambut blunt wavystyle.
Mereka berjalan dengan santai dan saling bercanda menuju papan pengumuman, untuk melihat kelas mana yang akan mereka tempati. Tanpa mereka sadari semua mata tetap mengamati mereka dengan tatapan yang berbeda-beda. Ada yang menatap mereka dengan tatapan kagum, memuja, yang diberikan oleh kebanyakan para siswa, sedangkan para siswinya menatap mereka dengan tatapan iri dan dengki.
Sesampainya disana mereka segera mencari nama mereka dalam daftar tersebut, "yeey, kita sekelas dengan yang lainnya nee-san," teriak gadis yang memiliki gaya rambut dikepang dua sambil menunjuk namanya dalam daftar kelas X A, Namikaze Naruko. Namun, yang disahuti hanya terdiam, karena terpaku dengan satu nama yang ada tertera disana.
Uchiha Sasuke
Nama yang menurutnya sangat sakral disebut, ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan jika bertemu dengannya lagi. Masih segar ingatannya kemarin, awal pertemuan mereka yang masih canggung dan kaku seakan belum pernah saling bertemu sebelumnya.
Naruto pov
Kami-sama apa yang harus aku lakukan, aku tidak tahu harus menghadapinya dengan cara seperti apa. Jujur sekarang, aku malah ingin mengatakan padanya bahwa aku sangat merindukannya. Tapi entah kenapa, setiap aku ingin mengatakan itu, bayangan tentang penolakannya sangat mengangguku.
Aku sadar kami tidak akan bisa dekat seperti saat kami masih kecil, karena keadaan sekarang sudah tidak sama lagi, kami sudah terpisah lama sekali. Jadi, mungkin saja perasaan yang ia katakan waktu itu sudah tidak ada lagi. Apa yang aku harapkan dari perkataan anak yang baru berusia 5 tahun saat itu, aku saja tidak yakin waktu itu, kami tahu apa tahu arti menyukai seseorang.
Tapi, seiring berjalannya waktu aku mulai mengerti, aku memang menyukainya dalam artian suka kepada seorang laki-laki. Bukan teman. Aku teringat dengan kejadian kemarin, kami memang saling menyapa walau dengan nada lirih. Tapi, tetap saja suasananya tidak tepat, setelah mengatakan itu, aku dengan bodohnya berlari menjauh dari mereka.
Flashback
"sa..suke-kun" lirihku
" " balasnya dengan nada lirih juga.
Setelah terpaku melihat kearahnya, kemudian aku hanya bisa menundukkan kepala tidak ada keberanian menatap kearahnya lagi. Aku hanya merasakan kecanggungan diantara kami. Dan tanpa aku sadari aku berlari menjauh dari mereka, berlari sejauh mungkin.
Aku dapat mendengar teriakan mereka memanggil namaku, aku tetap berlari. Aku menghiraukan berapa banyak orang yang aku tabrak. Yang aku tahu, aku harus mencari tempat yang sesuai untuk menenangkan pikiranku.
Dan disinilah aku, di sebuah taman, tempat kami mengucapkan perpisahan. Taman yang ada didekat gereja, tempat kakakku menikah. Aku merenungkan kejadian tadi, sambil mengontrol kembali hatiku. Aku tersadar kenapa aku langsung lari begitu saja, pasti mereka semua akan curiga dengan sikapku ini/
Dasar baka, kenapa aku menjadi blank begini sih, hmm, memang tempat ini memang tepat untuk merenung. Aku menatap kearah padang bunga, yang menurut ku tidak banyak berubah terakhir aku ingat, angin sepoinya membuatku ingin tertidur.
Skip time
Aku melirik kearah jam tanganku, Oh My God, sudah hampir dua jam aku tertidur disini. Aku tadi seperti mendengar seseorang membisikkan sesuatu. Tapi aku tidak ingat itu. Aku kemudian memutuskan untuk pergi dari taman itu. Aku kemudian menuju salah satu salon kecantikan untuk mengubah model rambutku aku ingin membuat suatu perubahan. Dan aku berharap setelah itu, aku juga bisa merubah apa yang sekarang terjadi.
"selamat datang, apa yang bisa kami bantu," ucap salah satu pegawai disana. Aku mengatakan untuk mengubah gaya rambutku. Mereka kemudian menunjukan model rambut yang mereka miliki, aku kemudian memilih gaya rambut sebahu bergelombang dengan aksen kasar. Setelah selesai dengan ini, aku kembali pulang kerumah, aku sengaja memakai topi, supaya kaa-san tidak tahu. Aku segera menuju kamarku.
End of flashback
"nee-san, kau mendengarkanku kan" ujar naruko yang kemudian membuatku membuyarkan lamunanku tentang kejadian kemarin. "apa yang kau katakan tadi, ruko-chan" tanyaku padanya. Ia mendengus, kemudian menarikku kekelas.
End of naruto pov
Kakak beradik itu memasuki sebuah kelas dengan papan kelas bertuliskan X A itu, mereka dapat mendengar suara berisik yang diciptakan oleh seorang pemuda bertato segitiga terbalik tengah bersorak kepada teman-temannya karena kembali satu kelas,
"ohayou" sapa kedua saudari kembar itu pada mereka. Yang dibalas dengan semangat oleh mereka "ohayou naru-chan/ruko-chan" balas mereka. "ayo duduk disini naru, ruko" ajak sakura sambil melambaikan tangan pada mereka.
"baiklah, ayo nee-chan" ajak naruko. Naruto hanya menganggukkan kepalanya sambil mengikuti naruko menuju bangku yang ada didepan sakura.
Someone pov
Sebenarnya aku malas sekali kembali kesekolah, kalau tidak karena ia ada disekolah ini aku tidak akan mau mengikui rencana mereka sungguh menjengkelkan sebenarnya, aku bertemu kembali dengannya, tapi aku tidak tahu apa yang harus aku katakan dan lakukan padanya, aku kembali mengingat kejadian kemarin.
flashback
Aku terus mengikutinya, setelah ia berlari dari kami tadi, sampai pada akhinya ia berhenti di sebuah taman yang sangat aku kenali. Ya, taman yang menjadi saksi aku mengatakan kalimat perpisahan dan juga pernyataan sukaku padanya, walau aku saat itu, masih berusia 5 tahun, aku sudah mengerti apa yang tengah aku rasakan. Perasaan berdebar saat melihat ia tersenyum dan tertawa. Aku benci melihatnya menangis.
Aku kemudian melihatnya teduduk di bawah pohon, menangis yang aku tidak tahu kenapa ia menangis, namun yang aku tahu aku sekarang membenci air mata yang keluar dari matanya, aku sengaja tidak menghampirinya, membiarkannya menumpahkan perasaannya disana.
Setelah beberapa saat aku melihat nya berhenti menangis, dan ternyata ia jatuh tertidur. Aku menghampirinya, aku memandang wajahnya, masih sama dengan yang terakhir aku ingat. Namun, sekarang wajah itu bertambah berkali lipat kecantikannya. Wajah ini yang selalu aku rindukan selama 10 tahun terakhir ini.
Aku membelai wajahnya dengan lembut, aku tersenyum tipis melihat ekspresi tidurnya yang masih sama. Aku mendekatkan wajah ku padanya, aku kemudiam mencium keningnya, turun kemata, hidung dan terakhir bibirnya, aku bisa merasakan lembut dan manisnya bibir gadisku ini. Aku kembali tersenyum saat ia menyebut namaku dalam mimpiku. Aku sangat merindukanmu naru. Bisikku padanya, setelah itu aku berdiri dan pergi meninggalkannya di sana, karena aku ingin memberikan ia waktu untuk sendiri.
Karena aku tahu pasti tidak mudah untuk mengekspresikan apa yang ia rasakan.
End of flashback
"hei, ayo kita harus segera berangkat nii-san" sahut seseorang yang membuatku harus tersadar dari lamunanku. "hn" balasku singkat. Kami kemudian segera memasuki mobil, yang akan mengantar kami pergi setelah pamitan dengan orang tua kami.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Hai, hai semua, author kembali dengan lanjutan fic I am here, author sungguh minta maaf jika update ceritanya lama, karena aktivitas UAS yang padat, heheheh, baiklah ini dia lanjutannya, semoga hasil cukup memuaskan, jangan segan-segan mengkritik kalau ada banyak typo yang kalian temukan dalam cerita ini.
Author mengucapkan terima kasih, atas dukungannya, Mind RnR ya guys,,,
Selamat membaca,,
Wf out..
