''PENCURIII ! KELUAR DARI KAMARKU !''
''tidak sopan sekali, hey ! aku ini pangeran, putra mahkota dari kerajaan oh ! dan kau harus minta maaf padaku nona,''
''BERHENTI MEMANGGILKU NONA ! KAU TIDAK MELIHAT DADAKU ? DADAKU TIDAK BESAR DAN AKU INI LAKI-LAKI !''
''hm, benar juga. Bisa kau buka celanamu itu nona? Kau harus membuktikannya,''
''DASAR MESUM ! KEPARAT KAU !''
''cepat minta maaf,''
''SIAPA KAU SEBENARNYA? KAU PENCURI, KAN? KAU MENYAMAR DENGAN MENGGUNAKAN PAKAIAN HANBOK SEPERTI ITU, APA KAU GILA ? KAU SIAPAAAAAA ?,''
''aku? Aku keluar dari liontin itu,nona.''
''A-APA?,''
.
.
.
.
.
.
BACK IN TIME
.
.
.
Cast :
Xi Luhan
Oh Sehun
.
.
Support cast :
Byun Baekhyun.
Park Chanyeol
And other cast/?
.
.
.
.
.
.
.
''apa pernyataan ku kurang jelas? Aku berasal dari kalung yang kau curi itu,''
Luhan gelagapan. Ia langsung menggenggam kalung cantik itu dengan kuat. Ia tidak percaya. Hell ! Dia bukan anak taman kanak-kanak yang mudah tertipu begitu saja oleh bujukan seseorang. Apalagi pernyataan orang ini sungguh di luar akal pemikiran manusia.
''rumah macam apa ini? Ini sangat aneh, tidak mewah dan desainnya sungguh jelek. Aku tidak suka, terlihat tidak nyaman.''
Luhan menggeram sebal. Sebenarnya siapa orang menjengkelkan yang ada di hadapannya ini? Kenapa dia terus saja mengoceh? Dan terlihat begitu asing, benar. Luhan merasakan kejanggalan dalam pria ini.
''ekhem, maaf sebelumnya, tuan, pangeran, atau apapun itu terserah ! Aku minta, kau keluar dari rumah ku sekarang juga, karena kau orang asing atau aku akan melaporkanmu pada polisi.''
''polisi? Siapa dia? Apa dia orang jahat? Dari kerajaan mana?,''
Sudah habis kesabaran Luhan. Tangannya ia gunakan untuk memukul kepala orang aneh itu agak keras. Orang itu mengaduh, matanya menatap luhan dengan nyalang. Luhan tidak mau kalah, ia tetap berada di atas kasur, membalas tatapan pria tersebut dengan nyalang juga.
Pangeran Oh berjalan mendekati luhan, membuat luhan beringsut mundur. Tangan kekar pangeran oh langsung mendorong tangan luhan hingga ia menindih tubuh ringkih luhan. Luhan memberontak, benar kan dugaannya. Orang gila ini hanya akan mencabulinya.
''yakkk ! Lepaskan, aku tidak ingin di cabuli olehmu.''
''di cabuli?,''
''di cabuli, apa ya istilah lainnya? Di perkosa ! Ya, kau akan memperkosaku, kan? Ku mohon pangeran Oh, pangeran muda eh pangeran mahkota Oh, lepaskan aku. Aku janji tidak akan mengataimu lagi, aku janji.''
KRUYUKKK/?
Pangeran oh memandang ke bawah, membuat luhan meneguk salivanya dengan kasar. Biarkan fikiran kotor luhan menghantuinya malam ini. Hati kecilnya terus saja berteriak, semoga ini hanya mimpi dan mimpi.
Pangeran oh langsung berdiri kembali. Tangannya ia gunakan untuk membersihkan pakaian agungnya yang nampak pas namun kebesaran itu. Ia memandang sekeliling kembali, kemudian berjalan keluar dari kamar luhan.
''hey, kau mau apa? Hey kau ! Kembali masuk ke liontin ! HEY !''
.
.
.
.
.
.
Luhan menopang dagunya dengan malas ketika melihat persediaan bahan makanan seperti mie instan, telur, dan bahan bahan lain di habiskan dalam sekejap oleh pangeran menjengkelkan yang ada di hadapannya. Luhan mulai ragu kalau orang sinting ini adalah seorang pangeran. Bagaimana mungkin pangeran memakan semua makanan orang dengan pemaksaan, apalagi dia makan seperti seorang kuli bangunan.
Daripada tidak ada pekerjaan lain, luhan lebih memilih untuk membereskan bungkus makanan atau sampah makanan yang ia buat untuk pangeran oh. Sepertinya, ia harus kembali meminta uang kepada babanya walau ini masih pertengahan bulan.
''huwahhh, makanan ini sungguh enak, apa yang kau masak ini, nona? Benar-benar enak, ini akan menjadi makanan favoritku,''
Luhan berhenti dengan kegiatannya, ia berjalan menghampiri pangeran oh sebentar.
''oh, itu namanya mie ramen. Memang agak pedas, tapi aku suka.''
Pangeran oh mengangguk dengan mantap, membuat nya bergidik ngeri melihat kelakuan pangeran yang nampak menjijikkan.
Selesai membereskan semuanya, luhan kembali berjalan ke meja makan dan melihat piring mangkuk dan kawan-kawannya tercecer dimana-mana. Luhan mendesah frustasi, sebernarnya dia pangeran atau pencuri yang kelaparan?
Saat ia membereskan semua kekacauan yang ada di meja makan, dia mengamati wajah pangeran oh sejenak. Dia memang tampan. Alisnya yang tebal, matanya yang tajam seperti elang, rahang yang etgas dan dagu yang runcing, membuat luhan kembali berfikir, mana ada pencuri setampan ini. Lagi pula untuk apa dia mencuri di rumah luhan, luhan kan tidak punya apa-apa. Hanya uang bulanan yang di kirimkan mama baba nya dari china juga perlengkapan kampusnya. Hanya itu.
Tangan luhan hendak membersihkan noda yang bertengger di bibir pangeran oh, tapi ia langsung menariknya kembali dan menggelengkan kepalanya dengan kuat. Apa yang ia fikirkan? Kenapa ia harus membersihkan noda yang ada di bibir laki-laki aneh ini? Luhan tidak tau pasti, karena hati kecilnya yang ingin melakukan hal itu.
''hey, bangun ! Kenapa malah tertidur? Tidak baik tidur setelah makan. HEY !''
''eughh, apa? Berani-beraninya kau membangunkanku. Kau benar-benar tidak percaya jika aku seorang pangeran?,''
Pangeran oh merengganggkan ototnya ketika ia menegakkan tubuhnya. Ia memandang sekeliling kembali, kemudian ia mengelus perutnya yang sudah terisi penuh oleh makanan milik luhan.
''aku memang tidak percaya. Bagaimana bisa aku percaya kalau kau adalah pangeran yang tinggal pada jaman dulu, tiba-tiba kau muncul keluar dari liontin juga memakan semua persediaanku selama sebulan?,''
''nanti aku ganti,''
''memangnya kau punya uang?,''
''aku pangeran mahkota, kau lupa?,''
''baiklah pangeran mahkota yang terhormat. Sekarang kau tidak berada dalam jaman mu lagi. Kau ada di jaman yang sangat berbeda dengan dulu. Jadi, jika kau benar-benar pangeran mahkota, seharusnya kau bisa berfikir dengan logis.''
Pangeran oh memandang luhan dengan tatapan tidak suka. Luhan dengan secara tidak langsung, menyindir pangeran oh dan pangeran oh merasakan hal tersebut. Tangan pangeran oh menggenggam tangan lentik luhan, membuat luhan berjengit kaget dan menatap pangeran oh dengan tajam.
''apa yang kau lakukan?,''
''kemarikan tanganmu jika kau ingin tau siapa aku sebenarnya,''
Luhan memandang tangan pangeran oh yang menengadah. Dengan ragu, ia meraih kembali tangan pangeran oh dan merasakan sengatan listrik menyengat sekujur tubuhnya.
.
.
.
.
.
BACK IN TIME
.
.
.
.
.
Baekhyun dan chanyeol menggenggam makalah mereka dengan senyuman yang lebar -namun nampak idiot- dan terus saja mencium hasil kerja keras mereka. Luhan menggeleng pelan, pasangan idiot sekaligus sahabat karibnya memang seperti ini. Tapi luhan senang, karena baekhyun dan chanyeol mentraktir luhan di kantin, jadi luhan tidak perlu mengeluarkan uangnya untuk makan siang.
''luhan, aku masih tidak mempercayainya. Aku dan chanyeol mendapatkan nilai A, nilai A Lu ! ini sungguh luar biasa. Ibuku saja tidak percaya jika aku mendapatkan nilai sebagus ini.''
Luhan memutar bola matanya malas, namun tetap melanjutkan makan siangnya.
''karena kita bertekad kuat, maka hasil yang kita peroleh tidak akan sia-sia. Itu semua juga karena ideku, sayang.''
Kini, baekhyun yang memandang memandang kekasih raksasanya ini dengan malas.
Luhan memandang chanyeol dan baekhyun yang terlihat sedang berdebat. Ia ingin menceritakan tentang kalung berliontin berlian merah, pangeran oh, dan semuanya yang semalam ia alami. Tapi, apakah baekhyun dan chanyeol akan percaya itu?
''emm, baekhyun, chanyeol. Sebelumnya, terima kasih karena sudah mentraktirku makan siang. Tapi, apa aku bisa mempercayai kalian jika aku menceritakan suatu hal pada kalian?,''
Baekhyun dan chanyeol mengernyitkan kenignya, kemudian mereka berdua mengangguk paham dan mulai memajukan wajah mereka. Karena mereka tau, luhan akan berbisik pada mereka.
''jadi seperti ini, bagaimana aku harus bercerita, ya? Mmm, kemarin, saat aku berada di kuil bulguksa bersama kalian, aku berjalan menuju terowongan kecil. Tempatnya tidak bersih dan kumuh, seperti tidak pernah di rawat sama sekali. Disana, aku menemukan sebuah kalung, kalung berliontin berlian merah yang sangat cantik dan indah. A-aku berbohong pada kalian jika aku tidak mengambil apapun di sana. Maafkan aku.''
Baekhyun dan chanyeol memilih untuk mengangguk saja, mereka ingin tau kelanjutan cerita luhan.
''aku tidak tau jika kalung liontin itu aneh. Aneh dalam maksud, kalung itu mengeluarkan seorang pangeran mahkota. Kalau kalian tidak percaya, kalian bisa datang ke rumahku nanti seusai kuliah. Bagaimana? Kalian akan di perlihatkan saat ia masih berada di kerajaannya.''
'baekhyun dan chanyeol menjauhkan wajah mereka dari luhan. Luhan melihat, wajah chanyeol dan baekhyun nampak seperti orang berfikir keras.
''baiklah, karena aku penasaran dengan pangeran yang kau sebutkan tadi, aku akan pergi ke rumahmu. Aku dan chanyeol.''
Luhan tersenyum, masih ada baiknya ia mempunyai teman yang tidak waras seperti ini.
.
.
.
.
.
.
.
Pangeran oh melihat sekeliling ruangan rumah luhan. Luhan mengatakan padanya, bahwa ia tidak boleh menyentuh apapun di sini. Hey, dia seorang pangeran mahkota. Jadi tidak ada yang bisa melarangnya, bukan? Apalagi hanya bocah cantik seperti Luhan.
Dia berjalan ke dapur luhan dan melihat peralatan aneh disana. Ada yang berbentuk seperti tameng untuk berperang, tapi bentuknya agak kecil dan bundar. Ada juga kotak aneh yang tidak sengaja sehun pencet, mengeluarkan 2 roti kecoklatan dan itu membuatnya kaget dan mengambil alat seperti tameng tersebut. Ia memukul alat aneh yang mengejutkannya tadi hingga hancur, membuatnya tersenyum bangga lalu melanjutkan perjalanannya.
Karena rumah luhan tidak terlalu besar, pangeran oh sudah tidak ingin melihat-lihat rumah luhan lagi. Ia ingin membersihkan dirinya. Badannya agak lengket dan bau. Bajunya juga sudah kotor karena ia berada di dalam kalung liontin tersebut selama beratus-ratus tahun lamanya.
Luhan, baekhyun, dan chanyeol sudah tiba di rumah luhan. Luhan mempersilahkan baekhyun dan chanyeol masuk, kemudian ia berjalan ke dapur bermaksud untuk membuatkan kedua sahabat karibnya minuman untuk menyegarkan tenggorkan.
Luhan rasanya ingin mati, ketika melihat alat pemanggang rotinya hancur berkeping keping. ia berteriak, hingga membuat baekhyun dan chanyeol menghampirinya ke dapur.
''ada apa Lu? Oh tidak, lu ? kau menghancurkan alat itu?,''
''TENTU SAJA TIDAK ! Pasti ulah anak itu, lihat saja ! Aku akan membunuhnya kali ini. HEY KAUUU ! KELUAR KAU, PANGERAN GILA ! KAU APAKAN ALAT INI HAH?,''
''sebentar, aku ganti baju.''
Baekhyun dan chanyeol kaget ketika mendengar suara berat ada di dalam kamar ayah luhan. Luhan berjalan dengan langkah lebar menuju kamar ayahnya,. Namun saat ingin membuka pintu kamar, ia melihat pangeran oh nampak sangat tampan dengan pakaian ayahnya yang pas di tubuhnya. Luhan memandang pangeran oh dengan takjub, rambut pangeran oh nampak basah seperti selesai mandi.
APA ? M-MANDI?
Luhan dengan susah payah berlari ke kamar mandi dan melihat kamar mandinya hancur berantakan seperti kapal pecah. Luhan berjalan dengan raut wajah yang begitu pedih melihat showernya menjadi dua bagian, odolnya yang habis dan tercecer di lantai, sabunnya yang hilang sudah entah kemana. Tangannya mengepal erat, ia benar-benar akan membunuh pangeran tolol itu.
BRAKKK !
Wajah luhan memerah, membuat semua orang, kecuali pangeran oh, bergidik ngeri melihatnya. Luhan langsung berlari ke arah pangeran oh dan mencekik leher nya dengan kuat. Baekhyun dan chanyeol kaget bukan main, ia langsung menjauhkan luhan dari pangeran oh. Pangeran oh langsung terbatuk ketika tangan luhan terlepas dari lehernya, sedangkan luhan terus meronta ingin membunuh orang aneh ini sekarang juga.
''KEPARAT ! KAU APAKAN RUMAHKU ? PERGI DARI SINI ! PERGIIIIII !''
Pangeran oh melihat luhan dengan wajah yang marah juga, namun tidak seperti milik luhan yang sudah mencapai ubun-ubun.
''kau pikir kau siapa? Kenapa kau berani mencekik ku seperti tadi? Kau hanya rakyat biasa kan? Berani sekali,''
Luhan makin terkuras emosinya. Baekhyun dan chanyeol terus saja mencegah luhan untuk membunuh pangeran oh dengan susah payah.
''APA KAU BILANG? RAKYAT BIASA ? KEPARAT ! ENYAH KAU, ORANG SINTING ! AKU MUAK MELIHAT MUKA JELEKMU ! BAJINGAN TENGIK !''
Sumpah serapah semua luhan keluarkan. Baekhyun tidak pernah melihat luhan semarah ini. Ia menyuruh chanyeol untuk membawa luhan pergi dari dapur. Chanyeol mengangguk, dan ia memilih untuk langsung mengangkat tubuh luhan layaknya seperti karung beras dan membawanya ke ruang tamu.
Baekhyun beralih ke pangeran oh. Ia memandangi pangeran oh dari atas sampai bawah. Oarang ini tampan, tapi aneh. Itu kesan pertama baekhyun.
''jadi, siapa kau sebenarnya?,''
''siapa kau, nona? Apakah kau teman dia?,''
''hey, aku laki-laki sama sepertinya. Jangan panggil aku nona.''
''baiklah baiklah. Setidaknya kau tidak ganas seperti rusa kecil tadi. Aku pangeran mahkota dari kerajaan oh. Kalau kau ingin tau siapa aku sebenarnya, aku bisa bercerita sampai besok pagi. Kau mau mendengarkanku?,''
Baekhyun langsung menggelengkan kepalanya. Ini bahkan lebih buruk dari dosen kim.
''kata luhan, kau akan memberitahunya sejarah kehidupanmu, bukan ? jadi apa salahnya jika kami ikut bergabung? Kuharap kau tidak bercerita layaknya dosen membosankan seperti di kampusku.''
Pangeran oh nampak mengerutkan keningnya.
''lupakan, jangan pedulikan ucapanku tadi. Ayo keruang tamu, kita lihat luhan, apakah dia sudah mereda atau tidak.''
.
.
.
.
.
.
''dia merusak semua peralatan rumahku ! Kenapa aku harus memaafkannya? Dasar keparat !''
Chanyeol sudah membujuk luhan berkali-kali untuk tidak marah. Tapi luhan tetap saja mengoceh karena barang di rumahnya hancur. Siapa yang terima jika barang di rumahmu hancur seperti keadaan rumah luhan?
''maafkan aku,''
Luhan dan chanyeol menoleh ketika melihat pangeran oh dan juga baekhyun ikut duduk bersama mereka. Pangeran oh nampak berusaha meminta maaf pada luhan, namun luhan langsung membuang mukanya karena sangat marah dengan pangeran oh.
''lihat ! dia tidak mau melihat wajahku, apalagi menerima permintaan maafku. Dasar rakyat kecil ! Tidak punya tata krama !''
''a-apa kau bilang ? UCAPKAN SEKALI LAGI JIKA KAU INGIN MATI !''
''kalian ! bisakah kalian diam ? apa kalian akan terus seperti ini?,''
''terus seperti ini? Aku tidak sudi menampung orang yang angkuh dan sombong seperti dirinya !''
''kau kira aku mau tinggal disini? Rumah kumuhmu ini tidak pantas untuk ku tinggali, kau tau itu.''
''kau benar-benar-''
''CUKUP ! KALIAN MEMBUATKU MUAK SEKARANG !''
Semuanya terdiam ketika mendengar suara melengking yang di keluarkan baekhyun. Luhan dan pangeran oh masih saling memunggungi, membuat chanyeol menepuk dahinya pelan.
''baiklah. Sekarangm ceritakan darimana asal mu, pangeran.''
''nama asliku oh sehun. Kalian bisa memanggilku sehun,''
Luhan mendecih.
''manis sekali hm,''
Sehun memandang luhan dengan sinis.
''luhan, jangan memulai ! baiklah, sehun. Bisa kau gambarkan bagaiman kehidupanmu dulu?,''
Sehun mengangguk. Ia menengadah, bermaksud menyuruh baekhyun untuk memberikan tangannya kepada sehun. Baekhyun dan chanyeol nampak bingung, tapi mereka menerima uluran dari sehun.
''hey, rusa jelek ! kau juga, cepat pegang tangan temanmu?,''
''apa kau bilang?,''
''luhan, ku bilang jangan memulai !''
Luhan berdecak sebal. Ia menatap ragu tangan chanyeol.
''tidak apa-apa, ayo luhan. Aku sudah tidak sabar.''
''tapi dia akan menyengat kalian seperti semalam. Semalam dia melakukan hal ini juga. Tapi tidak jadi karena aku takut. Makanya aku mengundang kalian kesini.''
''yakinkan dirimu jika kau tidak akan kenapa-kenapa. Ada aku, baekhyun, dan sehun yang akan melindungimu. Tenang saja.''
Luhan menatap tangan chanyeol sejenak. Perlahan, ia meraih tangan chanyeol dan sekujur tubuh mereka kembali seperti tersengat oleh listrik, namun terasa berbeda.
.
.
.
.
.
BACK IN TIME
.
.
.
.
.
To be continued….
.
.
.
R : I found typo 'BANCK IN TIME' wkwkw
A : maaf masih newbie hehe :v
R : sehunnya yang ke waktu luhan? Gak luhannya yang ke waktu sehun?
A : baca aja terus biar tau alurnya gimana hwhwh/?
Hallo semuanya /ketjup satu-satu/
Makasih ya yang sudah review di cerita saya. Saya sangat berterima kasih sama kalian karena cerita abal-abal saya laris /gggg. Oh iya, untuk waktu yang akan datang, mungkin saya fokus dengan back in time dulu karena cerita ini agak sedikit rampung. Untuk nightmare, mungkin masih lama karena itu benar-benar menguras imajinasi saya wkwk.
Saya juga masih kecewa dengan sidereaders/?. Apa susahnya review ? kalian tau? Kalian itu kayaknya nggak menghargai cerita saya /gggg :v. Kalian cuma review 'bagus thor' atau 'next' gitu aja nggak papa asal tinggalkan jejak biar authornya semangat hwhw :V Author cinta kalian /plak/
Yang mau nanya-nanya atau deket sama authornya, bisa add Dinnda Byun II okay. Jangan sungkan sungkan, author nggak gigit kok hehe :v
.
.
.
.
.
.
Last, review please *-*
