Previous chapter~

''hey, rusa jelek ! kau juga, cepat pegang tangan temanmu?,''

''apa kau bilang?,''

''luhan, ku bilang jangan memulai !''

Luhan berdecak sebal. Ia menatap ragu tangan chanyeol.

''tidak apa-apa, ayo luhan. Aku sudah tidak sabar.''

''tapi dia akan menyengat kalian seperti semalam. Semalam dia melakukan hal ini juga. Tapi tidak jadi karena aku takut. Makanya aku mengundang kalian kesini.''

''yakinkan dirimu jika kau tidak akan kenapa-kenapa. Ada aku, baekhyun, dan sehun yang akan melindungimu. Tenang saja.''

Luhan menatap tangan chanyeol sejenak. Perlahan, ia meraih tangan chanyeol dan sekujur tubuh mereka kembali seperti tersengat oleh listrik, namun terasa berbeda.

.

.

.

.

.

BACK IN TIME

.

.

Cast :

Xi Luhan

Oh Sehun

.

.

Support cast :

OFFICIAL EXO COUPLE, NO CRACK –

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Kerajaan Oh nampak damai seperti biasa. Tanaman yang mengelilingi menambah kesan indah kerajaan tersebut. Kerajaan Oh termasuk kerajaan yang besar dan maju karena pemimpin mereka, Raja Oh memimpin dengan sangat bijaksana sehingga tidak sering terjadi adanya permasalahan baik dalam hal politik maupun ekonominya.

Luhan, baekhyun, dan chanyeol ternganga ketika mereka sudah sampai di halaman samping kerajaan. Di sana, ada sebuah tempat untuk sang pangeran berlatih dengan panglima kerajaan. Namun, tanaman yang menghiasi halaman tersebut tidak kalah banyak di halaman yang lain. Chanyeol memperhatikan panglima tersebut, wajahnya sangat mirip dengannya.

''hey lihat, orang itu mirip sekali denganku. Sehun, dia siapa?,''

Sehun ikut berhenti dan tersenyum ketika melihat dirinya berlatih dengan sang panglima. Permainan pdangnya nampak lihat dan terlihat begitu memukau, membuatnya tersenyum bangga.

''dia panglima chan. Panglima setia yang di angkat langsung oleh ayahku. Dia sangat setia, mematuhi semua ucapan ayahku, tidak pernah sekalipun dia melanggar. Aku suka dirinya karena dia pandai bicara, walaupun seorang panglima dia bukan orang yang keras dan angkuh. Malah terkesan baik dan menyenangkan. Aku tidak sadar jika dia mirip denganmu, mungkin karena kumis dan jenggot yang tebal di wajahnya,''

''dengar itu, byun. Dulu aku seperti itu. Tidak jauh beda dengan yang sekarang bukan.?''

''simpan saja rasa percaya dirimu itu, tuan park. Hey lihat, ada seorang wanita yang menghampirinya !''

Semuanya kini tertuju pada seorang perempuan yang terlihat tergesa –gesa menjujung tinggi hanbok besarnya dan menatap tajam panglima chan. Wanita dengan sanggung kelabang yang besar tersebut langsung memukuli panglima chan, membuat panglima chan melindungi dirinya dengan tangan kanannya.

Mereka berempat mendekati wanita tersebut, ingin lebih mengetahui dengan jelas apa yang mereka bicarakan. Namun, saat melihat lebih dekat, baekhyun nampak terkaget karena melihat wajah wanita tersebut sangat mirip dengan wajahnya. Hanya saja, wajah wanita itu nampak feminim karena baekhyun adalah seorang laki-laki.

''apa yang kau lakukan dengan pangeran hah? Kenapa kau malah mengajaknya bermain pedang? Kau mau kubunuh? Sang raja sedang mencarinya, kenapa kau menjadi bodoh seperti ini? Rasakan ini, rasakan, rasakan !''

''hey, akhh ! Hey, hentikan. Ini sakit sekali, nona Byun. Kenapa menjadi ganas seperti ini?,''

''apa katamu? Ganas? Kau gila ! Kau pikir aku singa yang ada di hutan lepas? Kau ingin ku bunuh, ya?,''

''kalian berdua apa bisa diam sebentar? Kenapa setiap kalian bertemu, selalu saja bertengkar? Aku mau menemui ayahku dulu. Kalian berdamai saja, mengerti?,''

Pangeran meninggalkan pelayan istana, nona Byun dan Panglima Chan di sana berdua. Ia meletakkan pedangnya dan bergegeas menuju ruangan pertemuan untuk para kandidat lain, dimana kursi ayahnya berada di sana.

Nona Byun menatap Panglima Chan dengan bengis. Dengan sekuat tenaga, ia menginjak kakinya tepat di atas kaki Pnaglima Chan, membuat Panglima Chan mengaduh. Kembali mengangkat hanbok kebesarannya tinggi-tinggi, ia berjalan menuju dapur istana dan mengabaikan panglima chan yang mengaduh kesakitan.

''baek, dia mirip sekali denganmu. Haha, ternyata dulu kau lebih ganas,''

''apa kau bilang? Ucapkan sekali lagi, atau aku akan mematahkan tulangmu !''

''nah, kalian tidak jauh beda dengan kejadian tadi. Haha,''

Luhan menggelengkan kepalanya ketika melihat baekhyun dan chanyeol mulai bertengkar, sedangkan sehun sedang menertawai mereka. Mata luhan tiba-tiba menangkap sosok kecil yang memakai pakaian hitam seperti prajurit, namun setengah dari wajahnya ikut tertutup oleh kain hitam juga.

Luhan sangat penasaran dengan sosok itu, di ikutinya orang itu dan mengabaikan semua temannya yang sedang berdebat.

Orang tersebut nampak seperti perempuan, tubuhnya yang kecil nan kurus juga langkahnya yang terlihat lincah. Namun saat luhan melihat matanya, ia sangat mengenali mata ini. Dan tidak lain tidak bukan, itu adalah mata miliknya. Sepasang mata rusa yang kecil dan indah, dimana semua orang akan terpikat jika melihatnya.

Luhan terus mengikuti langkah orang tersebut, hingga akhirnya, ia sampai di ruang pertemuan para pejabat tinggi bersamaan dengan sehun yang duduk di samping raja Oh. Wajah rakja oh nampak kusam dan penuh dengan kekhawatiran, seperti sedang ada masalah dalam kerajaan ini. Luhan ingin ikut rapat ini, maka dari itu, ia lebih memilih untuk berdiri di salah satu pejabat tinggi yang tidak mengetahui keberadaannya.

''sebutkan laporan yang anda dapat, panglima Kim Jong Dae,''

Panglima yang berwajah kotak bernama Jong Dae tadi langsung berdiri, dan menjelaskan berbagai perihal yang ia dapat.

''saya ingin membicarakan sesuatu yang penting. Bahwasannya kerajaan seberang, kerajaan Wu, mengadakan pertempuran dengan kerajaan kita,''

''itu artinya, kita akan berperang?,''

Pangeran Oh langsung berdiri, namun kembali duduk karena semua matanya tertuju pada dirinya. Pangeran yang bodoh-batin Luhan.

''lanjutkan,''

Jong Dae mengangguk, kembali melanjutkan laporannya.

''kerajaan kita menjadi sasaran empuk kerajaan lain. Salah satunya kerajaan Wu. Mereka berterus terang karena perekonomian kita tidak ada masalah sama sekali.''

''tidak masuk akal ! mengapa bisa begitu?,''

''saya kurang tau, karena mereka hanya memberikan alasan itu. Mungkin karena rasa iri menyerang mereka, sehingga mereka ingin melihat kerajaan Oh ikut dalam kesengsaraan seperti yang mereka alami. Atau mungkin bisa juga mereka ingin merampas kerajaan kita karena mereka ingin mengganti wilayah Oh menjadi wilayah Wu.''

''hanya itu?,''

Panglima Jong Dae nampak mengangguk. Kemudian, raja Oh menyuruh kembali panglima Jong Dae untuk duduk. Kini, beliau lah yang mulai berdiri, di ikuti oleh anaknya, Pangeran Oh.

''kuharap kalian bisa menangani masalah ini. Siapkan pasukan sebanyak mungkin, kita akan melawan mereka.. lebih baik, kalian siapkan sekarang, karena kalian semua, termasuk aku, tidak ada yang tahu kapan mereka akan datang.''

''boleh saya ikut menambahkan, yang mulia?,''

Luhan berjengit kaget ketika melihat orang yang ia ikuti tadi ikut andil dalam rapat ini. Berani sekali dia memotong ucapan sang raja, memangnya dia siapa.

Luhan lebih terkejut lagi ketika melihat raja oh mengangguk dan kembali duduk untuk mendengarkan penjelasan dari orang aneh itu. Perempuan bercadar tersebut membungkukkan badannya, mengucapkan tanda terima kasih.

''baiklah, saya akan langsung pada inti pembicaraan. Saya merasa aneh dengan putri Zhang yang akan di jodohkan dengan pangeran oh, sepertinya ada yang aneh dalam dirinya. Dan saya mengajukan untuk membatalkan perjodohan pangeran oh dengan putri zhang, apa bisa terpenuhi?,''

Semua orang di sana kaget bukan main, termasuk Luhan. Berani sekali orang ini, membatalkan perjodohan yang telah di sepakati oleh raja. Raja oh tentu tidak terima. Dia berdiri, melihat perempuan bercadar itu dengan alis yang mengernyit. Lain dengan pangeran Oh, dia nampak tersenyum melihat perempuan bercadar tersebut. Sebenarnya, siapa perempuan ini?

''apa yang anda bicarakan, nona Xi? Bukankah kau pengawal pribadi yang kuutus langsung untuk menjaga dan menjadi teman pangeran oh, tapi kenapa kau ingin membatalkannya?,''

''karena aku sangat yakin, pangeran oh pun tidak senang dengan perjodohan tersebut. Benarkan, pangeran?,''

Pangeran oh nampak gelagapan. Ia menggeleng dengan cepat, namuna wajahnya nampak ragu dan juga takut ketika melihat mata rusa milik perempuan bercadar tadi sangat tajam dan menusuk.

''lihat? Pangeran tidak menolak, bangkan ia menjawab dengan tegas. Bisa kau ucapkan alasan lain yang masuk akal, nona Xi?,''

Tangan nona Xi itu mengepal erat, ingin rasanya dia meninju seseorang, namun apa daya status dan derajatnya hanya seorang pengawal.

''tidak ada. Kalau begitu, saya undur dari rapat ini, permisi yang mulia.''

Nona Xi itu langsung terburu-buru keluar dari ruangan. Luhan memilih untuk mengikutinya kembali, kali ini langkahnya menuju halaman belakang kerajaan.

Betapa bersinarnya mata luhan ketika melihat latar halam belakang kerajaan yang begitu apik dan memukau. Rumput hijau terbentang luas, jurang curam menambah kesan eksotis namun indah secara bersamaan. Luhan takjub, kerajaan oh memang di luar dugaannya.

Mata luhan kembali melihat nona Xi duduk di atas rerumputan segar dengan hamparan bunga dandelion yang mengelilinginya. Dirinya nampak cantik ketika berada di antar dandelion tersebut, membuat luhan ikut terduduk di dekatnya.

''pangeran bodoh, mengapa dia bodoh sekali? Mengapa dia pengecut? Sebenarnya dia pangeran atau bukan? Padahal dia sudah berjanji untuk mengatakannya di hadapanku. Dasar pengkhianat !''

Luhan menoleh ketika melihat nona Xi menutup wajahnya. Tak lama, ia mendengar isakan kecil yang keluar dari mulut nona xi, tangisannya sama seperti dirinya ketika menangis. Luhan selalu menutup wajah nya ketika menangis, karena menangis adalah hal yang memalukan untuk di tunjukkan pada orang lain.

Luhan mendengar suara langkah yang mendekat. Kepalanya terputar ke belakang dan melihat pangeran oh berjalan mengendap-endap bermaksud mengagetkan nona Xi. Luhan berteriak awas, namun suaranya pasti tidak terdengar oleh siapapun.

Hap ! Tangan pangeran oh menutup tangan nona Xi, membuat nya terkaget dan menghentikan isak tangisnya.

''tebak siapa aku,''

Nona Xi nampak menggeram. Ia langsung menepis tangan pangeran Oh dan memukulinya bertubi-tubi. Pangeran oh beringsut mundur, menjauhi pukulan nona Xi yang sanagta menyakitkan. Bagaimanapun walau dia perempuan, dia juga seorang pengawal yang pandai dalam bidang bela diri.

''rasakan ! kenapa kau diam saja tadi seperti orang dungu hah? Kenapa? Kenapa?,''

Pangeran oh mengaduh, tangannya berusaha menggapai tangan nona Xi dan..

GREP !

Kedua tangan nona Xi sudah terkunci sepenuhnya oleh pangeran oh. Pangeran oh menatap mata rusa tersebut memerah karena menangis.

''kau..menangis?,''

''t-tidak, mataku kemasukan debu,''

Luhan berdecih. Alasan yang lokal.

''tidak usah berbohong. Aku tau kau baru saja menangis karena aku mengingkari perjanjian yang kita buat. Maafkan aku, tadi para menteri dan panglima lain sedang berkumpul, jadi kufikir, itu bukan waktu yang tepat.''

''tapi, perjodohan mu beberapa minggu lagi, pangeran bodoh !''

''kenapa? Kau cemburu, kan?,''

''hey, aku temanmu ! kau ingat? Aku harus menjadi HEY APA YANG KAU hmphhh-''

Ucapan nona Xi terpotong karena melihat pangeran oh langsung manrik paksa tubuhnya. memeluk pinggangnya dengan erat, melepas cadarnya saat mata pangeran oh terpejam kemudian mempertemukan kedua benda kenyal yang saling menempel erat.

Luhan ikut kaget sampai ia tersedak. Bukankah nona Xi hanya pengawal pribadi pangeran oh? Kenapa mereka sampai berciuman? Terlihat nona Xi ikut andil dalam permainan ini. Tangannya ia letakkan di leher jenjang sang pangeran dan ikut melumat pelan bibir menggoda sang pangeran. Ia tau, ini tidak seharusnya terjadi.

Ciuman tersebut hanya berlangsung beberapa detik. Pangeran oh lah yang melepas ciuman ringan itu terlebih dahulu. membuat nona Xi ikut melepaskan tangannya dari leher pangeran oh dan bergegas kembali menutup wajahnya. Jantungnya berpacu dengan cepat dan wajah nya merah matang seperti udang rebus.

''kau menyukaiku?,''

''…''

''katakan kalau kau menyukaiku,''

''…''

''jawab !,''

''…''

''kau-''

''AKU TIDAK MENYUKAIMU PANGERAN ! SAMA SEKALI TIDAK ! aku permisi,''

Nona Xi kembali menangis, meninggalkan pangeran sendirian di halaman indah tersebut dengan hati yang teriris.

.

.

.

.

.

Luhan memilih kembali menuju halam samping kerajaan. Walau hatinya masih berkata penasaran dengan wanita bercadar tersebut, ia lebih memilih untuk kembali pada teman-temannya. Mereka pasti sudah mencarinya.

Luhan melihat, teman-temannya masih berada di halaman samping dan meneriaki namanya. Kalau mereka seperti itu, sampai nenek kakek mereka tidak akan tau luhan dimana. Luhan berjalan dengan santai mendekati mereka bertiga. Baekhyun yang melihat kedatangan luhan, langsung memukul lengan luhan dengan keras sampai terdengar rintihan dari bibir mungil luhan.

''darimana saja kau? Waktu kita kurang beberapa menit lagi, karena sehun bilang kita tidak bisa berlama lama disini. Untung saja aku menemukanmu duluan, kalau tidak kau bisa terjebak disini selamanya,''

Luhan memutar bola matanya malas. Dirinya kembali kaget ketika tangan sehun memegang tangannya dengan erat.

''apa yang kau lakukan bodoh?,''

''kau tidak ingin kembali?,''

Luhan ingin menjambak rambut sehun hingga botak. Pangeran ini memang selalu menyebalkan sejak dulu.

Luhan kembali menggenggam tangan sehun dengan erat. Di ikuti oleh baekhyun dan chanyeol. Merreka memejamkan mata dan tubuh mereka kembali seperti tersengat oleh listrik yang berkekuatan dahsyat namun tidak terasa menyakitkan.

.

.

.

.

.

.

.

Chanyeol dan baekhyun berpamitan pulang. Mereka ingin merayakan keberhasilan mereka bersama keluarga karena mendapat nilai A. sedangkan luhan. Lebih memilih untuk menelfon baba mamanya untuk mengirimkan uang lebih karena pemanggang roti juga shower kamar mandi rusak.

Sehun lebih memilih untuk melihat televisi dengan memakan camilan yang di ambilkan oleh luhan. Benar-benar menyebalkan ! Luhan ingin menjitak kepala sehun jika saja ia tidak tau diri. Kini, luhan menghargai sehun sebagai seorang pangeran karena sehun benar-benar seorang pangeran.

''ma, uang bulanan tranfer sekarang saja. Mama lebihkan karena ada peralatan dapur yang rusak,''

''kenapa uangnya habis? Dan kenapa bisa rusak? Apa ada pencuri di rumah kita?,''

''tidak ma. Aku yang merusaknya, aku menggunakannya terlalu sering jadi rusak. Uang bulanan habis karena ak menggunakannya untuk keperluan kampusku,''

''oh begitu. Baiklah, mama akan kirim uangnya besok. Hati-hati di rumah ya, sayang. Maaf jika mama tidak bisa memenuhi keinginanmu,''

''mama jangan bicara seperti itu. Dengan mengririmkan uang bulanan dan mendoakanku setiap hari, aku sudah senang.''

''terima kasih sayang. Terima kasih. Mama tutup dulu ya, bye sweety.''

Pip.

Luhan melemparkan ponselnya asal di kasur. Ia kembali keluar dan menghampiri sehun yang sedang duduk enak di depan televisi.

''hey,''

Sehun hanya berdehem.

''siapa wanita bercadar yang menjadi pengawal pribadimu itu? Apa kau dekat dengannya? Dan siapa putri zhang? Dia calon istrimu?,''

Sehun tersedak, nampak gugup dan membuat luhan terheran.

''a-aku lelah. Ingin istirahat. Dan kau ! Jangan ganggu aku,''

Sehun dengan cepat pergi ke kamar luhan untuk tidur dan beristirahat. Sedangkan luhan, ia masih bergerumul dalam pikirannya. Ia amat teramat sangat penasaran dengan pengawal pribadi sehun. Kenapa sehun menghindar seperti itu? Apakah dia ada hubungan dengan pengawal pribandinya? Hubungan terlarang?

.

.

.

.

.

.

BACK IN TIME

.

.

.

.

.

.

Suasana kantin kini mulai meramai di karenakan jam istirahat sudah tiba. Luhan kembali harus mendengarkan ocehan pasangan chanbaek yang mengadakan acara makan malam di rumah baekhyun.

''kau tau Lu? Dia tersedak saat aku melamarnya di hadapan kedua orang tuanya, itu lucu sekali,''

''jangan beritahu orang lain tentang hal itu, raksasa jelek. Itu semua karena ucapanmu yang dengan tiba-tiba berkata bahwa kau ingin melamar ku minggu depan ! siapa yang tidak kaget dengan pernyataan konyol tersebut?,''

''oh, jadi kau tidak sabar, baby. Baiklah, aku akan percepat pelamarannya menjadi besok, bagaimana?,''

Baekhyun mendelik dan berkacak pinggang.

''BESOK ? KAU GILA !''

''aku gila karena dirimu sayang,''

Di sisi lain, luhan tidak terlalu memikirkan ucapan kedua teman tidak warasnya ini. Jujur, fikirannya kembali melayang pada kerajaan oh kemarin. Dengan kerajaan wu, putri zhang, bahkan nona Xi, ia ingin tau siapa saja mereka semua.

Luhan tau, ia terlalu jauh untuk ikut mencapuri urusan sehun. Tapi ia sudah terlanjur ikut di dalamnya, membuat rasa penasarannya terus terngiyang dalam otak nya membuat rasa penasaran tersebut tidak akan pernah mati.

Karena asik dalam fikirannya, luhan tidak sadar ketika ada seseorang duduk disampingnya, kemudian memeluk pinggangnya dengan erat. Luhan berjengit kaget, kemudian matanya menoleh dan mendesah malas. Kenapa orang ini harus kembali muncul dalam kehidupanya?

Baekhyun dan chanyeol yang semula kembali bertengkar, kini mereka terdiam karena sosok tinggi di samping luhan yang membuat mereka diam. Baekhyun dan chanyeol menatap luhan taku-takut, takut karena luhan akan meledak karena orang tinggi menyebalkan itu.

''hai sayang, bagaimana kabarmu setelah aku lama sekali meninggalkan mu? Sekitar berapa bulan? 2 ? 3 ? pasti kau merindukanku, kan?,''

Luhan menggenggam sedok serta garpunya dengan erat, membuat otot tangannya nampak terlihat jelas jika ia sedang marah.

''sebelum aku meledak disini, lebih baik kau jauhi aku, keparat !''

Chup !

Luhan membelalakkan matanya ketika orang sinting di sampingnya mengecup bibirnya sekilas. Baekhyun yang awalnya ingin minu, langsung menyemburkan minumannya pada muka chanyeol karena kaget.

Brak !

Luhan menggebrak meja. Sudah habis kesabarannya, ia ingin meninju orang yang ada di sampingnya ini sekarang. Tidak perduli kalau dia anak pemilik kampus, cucu pemilik kampus, atau apalah luhan lupa, yang pasti berperan penting dalam kampusnya.

''kris, pergilah. Atau luhan akan marah kepadamu,''

Sosok bernama kris tersebut berdiri. Ia tersenyum remeh memandang luhan dari atas sampai bawah. Tangannya ingin kembali merangkul bahu luhan, namun dengan cepat luhan menepisnya dengan kasar. Nafas nya berderu, membuat chanyeol dan baekhyun bergidik ngeri.

''kau menolakku? Jalang tidak berguna ! bahkan kau pernah tidu bersama ku. Sombong sekali kau.''

''sudah ku katakan JANGAN MENDEKATIKU !''

Luhan mengarahkan tangannya tepat di perut kris. Belum sampai menyentuh perut kris, tiba-tiba angin kencang membantu mendorong tangan luhan hingga kris terpental sangat jauh, hampir lebih dari 10 meter dari jarak luhan berdiri.

Semua yang ada di kantin tersebut bingung dengan tragedi kris yang terpental jauh. Luhan, baekhyun, dan chanyeol masih ternganga di tempat. Baekhyun dan chanyeol memandang luhan tidak berkedip.

Luhan memandang tangannya. Sedikit ia gerak-gerakkan, tangan yang mulus ini bisa mengeluarkan sesuatu yang dahsyat. Benarkah ?

''untung saja aku datang tepat waktu. Dia sudah kembali,''

.

.

.

.

.

.

BACK IN TIME

.

.

.

.

.

.

Halloo semuanya. Maaf ini sudah saya usahakan fast update. Tugas saya sebagai anak sekolahan masih menumpuk /elap ingus/. Makalah itu yang nggak bisa lepas dari saya. Terkesan kayak anak kuliahan ya? Tapi itulah tugas yang selalu saya peroleh. Makalah makalah dan makalah. Yang k13 pasti merasakannya juga eaaa :v

Huaaahhhhh iniff paling menguras imajinasi saya karena jujur, saya harus ngubek-ubek internet tentang kesejarahan tentang jama dinasti korea dulu tentang kuil bulguksa juga wkwk. Tapi nggak papa lah, untung-untung nambah ilmu kan.

Makasih yang udah nge review bagi yang belum segeralah bertobat /g. plis, review plis plis plis :v. saya butuh sekali pendorong semangat dari kalian. Saya nggak sanggup hidup tanpa kalian /apalah/

Yang pengen deket atau nanya-nanya sama author, add aja Dinnda Byun II okay ;)

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Last, review or end?