Blackdaeight Present

(ganti uname again/?)

Inside of me

GOT7 fanfict [2Jae couple]

Romance, acakadut

Rated M [For Mature Content]

WARNING !

YAOI FANFICT, BOYS LOVE AREA

YADONG, MESUM, ETC.

GA JELAS, TYPO EVERYWHERE, OOC-PENISTAAN karakter

GA SUKA SILAHKAN BACK/EXIT/MENJAUH JUSEYOOOOOOO

Akhirnya setelah sekian lama, baru bangkit dari kubur/?

Inside of me Chapter 3

Here we go!

.

.

"Kau melakukannya.." Lirih Youngjae.

"Melakukan apa?"

Youngjae menarik diri dengan tatapan masih berpusat ke depan matanya.

"Kau melakukannya, sunbae. Kau berhasil membuatku berdebar"

Suasana menjadi begitu aneh, ditambah pegakuan Youngjae yang begitu polos-ah, tidak, pernyataan yang bodoh! Sangat bodoh. Youngjae merutuk dirinya dalam. Bagaimana bisa Youngjae mengakui-dengan polosnya, apa yang telah Jaebum lakukan padanya? Sontak ia menggigit bibir bagian bawahnya sendiri. Ya, bibirnya, bibir yang baru saja merasakan betapa manis dan menggairahkannya bibir milik senior Jaebum. Mengingatkan Youngjae akan ciuman tak normal pertamanya. Seketika ia terdiam. Mengenang detik demi detik saat dirinya-tanpa malu, menabrak lembut bibir lelaki di hadapannya. Dimulai dari lumatan lembut hingga hisapan serta-'HAISH! HENTIKAN CHOI YOUNGJAE!' sekuat tenaga Youngjae menghilangkan ingatan akan kejadian beberapa menit lalu.

Melihat Youngjae diam setelah pengakuannya barusan, serta tingkah anehnya seperti ingin melupakan sesuatu itu membuat Jaebum bingung. Keningnya berkerut dalam. Dihaihnya kedua bahu Youngjae sambil di guncang perlahan. "Youngjae, kau baik-baik saja?"

Youngjae menolak kedua tangan dibahunya itu pelan. Di tatapnya lagi wajah Jaebum-untuk keseratus kalinya, sambil mendorong pelan tubuh tegap di hadapannya. Tidak, cukup untuk hari ini. Youngjae merasa telah hilang kewarasannya. Desahan pelan pun terlontar. Gila, bagaimana bisa si jenius Choi Youngjae kehilangan kenormalannya dalam seksualitas hanya karna mencium seorang sunbae? Oh Youngjae butuh sebuah kasur empuk untuk segera bangkit dari mimpi yang luar biasa ini.

"Aku harus pergi" Youngjae membungkuk dalam, sebagai pertanda perpisahan mereka. Secepat kedipan mata si rambut abu-abu itu menghilang dibalik pintu yang sempat menghimpitnya ditengah cumbuan Jaebum. Meninggalkan sang sunbae terdiam tanpa kata, dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.

.

.

Dance practiceroom menjadi semakin hening sepeninggal lelaki abu-abu itu. Waktu semakin berlalu namun Jaebum masih setia mematung di depan pintu yang menutup. Kaget? Jaebum akui itu. Senang? Oh bagaimana bisa Jaebum tidak senang jika keberuntungan semakin berturut-turut datang padanya? Bertemu Youngjae, bahkan mendapat ciuman manis sebagai penutup harinya. How a perfect day!

"Hwaa.." Serunya spontan setelah sadar dari lamunan. Di sekanya pelan keringat yang tiba-tiba memenuhi pelipisnya. Dan seakan telah kembali dari dunia khayalan, Jaebum meraih barang-barang miliknya dan segera meninggalkan ruangan yang menjadi saksi bisu pergulatan manisnya dengan Youngjae.

Ya, Choi Youngjae..

Lelaki manis yang telah menjerat jiwanya hingga tenggelam dalam ketidakwarasan.

Oh, cinta pasti gila, sebuah kegilaan!

Perjalanan Jaebum menelusuri lorong sepi di kampusnya terusik dengan suara dering ponselnya yang memekakan telinga. Tangannya yang terbebas tak memegang ranselnya pun meraih ponsel yang terus bergetar didalam saku celananya.

NAYEON IS CALLING

"Nayeon?" Dahi jaebum berkerut samar.

-ppiipp-

"Ada apa?" Langkahnya terhenti karna dirasa obrolan dari perempuan diujung sambungan begitu serius. Wajah Jaebum berubah datar, tak lagi dihiasi senyum seperti yang tadi Jaebum tunjukkan.

"Aku belum bertemu dengannya. Aku akan menelponmu jika bertemu dengannya nanti"

-ppiipp-

Sambungan pun terputus begitu saja. Yang benar saja. Bagaimana bisa Nayeon yang tak pernah menghubunginya tiba-tiba melakukan panggilan dan merusak malam bahagianya dalam sekejap! "Tidak, tidak mungkin lelaki itu menemukanku. Lebih baik aku segera pergi dari sini" Kaki-kakinya semakin cepat berjalan ke arah kendaraan pribadinya. Menemukan kendaraan yang menjadi satu-satunya yang terparkir di lapangan parkir, Jaebum pun segera menaikinya dan menyalakan mesin. Kendaraan berwarna merah kesayangannya itu segera membawanya melesat dari tempat, saat itu juga.

.

.

Gemerlap lampu menerangi hampir setiap sudut jalan sekitaran Gangnam. Jalan yang dipadati dengan deretan toko berkelas serta club malam ternama itu masih saja dipadati banyak orang. Keramaian membanjiri sepanjang trotoar disana. Seakan tak pernah mati, jalan Gangnam seakan menjadi tempat yang pas untuk warga Seoul menghabiskan malam.

Begitu pula dengan Youngjae. Bungsu di keluarga Choi itu kedapatan tengah menelusuri sebuah blok di daerah Gangnam. Youngjae masih mengenakan pakaian yang digunakannya sejak seharian tadi. Merasa kegilaan masih menyelimutinya, Youngjae memilih berjalan-jalan sebentar ketimbang pulang ke kediaman keluarga Choi. Kepalanya terasa berdenyut, karna terlalu memaksakan pemikiran rasionalnya beradu dengan apa yang ia rasakan benar dari lubuk hatinya.

"Akh! Sial! Semakin lama memikirkannya, semakin kepalaku terasa sakit. Lebih baik aku tak memikirkannya lagi" Youngjae pergi ke pinggir trotoar, dan memberhentikan taxi yang mengarah padanya. Tampa ragu Youngjae membuka pintu penumpang dan menyebutkan sebuah alamat tempat tujuannya biasa menghilangkan beban. Menunggu pengemudi mengantarkannya ke tempat yang dia maksud, Youngjae menyandarkan punggunya pada jok empuk dibelakangnya. Matanya menutup rapat, seketika bayangan akan kejadian tak terduga tadi bersama Jaebum pun memenuhi nya. Tanpa sadar, Youngjae meraih bibirnya sendiri, menyekanya lembut seakan jari-jarinya itu adalah bibir Jaebum. Oh, ia menginginkan bibir yang terasa lembut itu lagi.

"Jaebum.." lirihnya setelah mendesah kasar.

"Apa yang telah kau lakukan padaku, bodoh!"

.

.

Larutnya malam tak lantas membuat salah satu club malam ternama di korea selatan itu menjadi sepi. Sorak serta siuh semakin semarak, lampu-lampu latar semakin gemerlap, orang-orang di lantai dansa semakin liar menggerakkan tubuhnya seirama musik yang dimainkan DJ malam hari itu. Namun suasana seperti tak mampu membuat Youngjae larut dalam hura-hara yang ada. Terduduk dengan kepala menunduk hingga wajahnya kini tertutup surai keabuannya. Beberapa botol wine yang terlihat mahal kedapatan kosong begitu saja. Hanya tersisa gelas kosong serta lelehan es batu yang mencair. Buruk, beginilah cara Youngjae menghilangkan kegilaannya. Melenyapkan pikirannya dan beganti dengan ketidaksadaran atas akal sehatnya.

Ditengah racauannya, seseorang tiba dan mengambil tempat disisi lain tempat duduknya. Lelaki berparas tampan itu sedikit menyita perhatian Youngjae. Kedua matanya menyipit guna memperjelas penglihatannya akan sosok asing itu. Tampan, tapi terasa asing baginya. Wajahnya seperti bukan berasal dari Seoul.

"Boleh aku duduk disini?" Suara beratnya terdengar mengagetkan. Youngjae mengangguk seadanya sembari bertumpu dagu.

"sepertinya kau mabuk berat"

Youngjae mulai mengumpulkan kedasarannya. "Bukan urusan-hik! Urusanmu.." alasnya sambil sesekali cegukan terdengar. Yang dibalas hanya tertawa renyah.

"Aku hanya.. aku tak bermaksud begitu. Hanya mencari teman berbincang" Lelaki itu menenggak segelas bir setelah sebelumnya ia tuang melalui botol. Dan kembali terfokus pada Youngjae.

Lelaki itu mendekat kearah meja yang menjadi pembatas antara dirinya dan si abu-abu. Semakin penasaran akan sosok Youngjae, lelaki itu mencoba menarik perhatiannya. "Sepertinya sesuatu terjadi. Mau berbagi denganku?"

Youngjae tersenyum dan mengambil langkah mendekati si tampan. "Apa.. kau seorang gay?"

Terkejut dengan pertanyaan Youngjae, alih-alih marah lelaki itu malah kembali tertawa. Si manis ini lucu juga, pikirnya. Membuatnya semakin penasaran dan tertarik untuk mencoba menggodanya. "Apa yang membuatmu berani bertanya seperti itu, hm? Apa kau seorang gay?"

Tak puas dengan jawaban yang diterimanya, Youngjae bangkit dan semakin mendekati wajah si tampan. "Itu bukan jawaban dari pertanyaanku" Tanpa sadar Youngjae mengerucutkan bibirnya. Membuatnya semakin terlihat menggemaskan dimata si tampan.

"Ada kalanya jawaban dari sebuah pertanyaan adalah.. pembuktian dengan tindakan" Jawabnya sembari menyentuh lembut pipi Youngjae. Jemarinya menyusuri sekitaran wajah Youngjae. Menyingkirkan rambut yang hampir menutupi metra si manis. Si tampan nampak terpana meski sesaat.

"Lupakan, kau tak perlu menjawabnya. Lagi pula aku tak mengenalmu" Youngjae mengambil langkah menjauh dari wajah lelaki itu namun dengan gerak cepat, sebelah tangan lelaki itu menangkap dagunya. Menahannya agar sang empunya tak bisa bergerak. Tanpa menunggu sepatah keluar dari bibir Youngjae, lelaki itu mencuri cepat tepat dibibir Youngjae. Lelaki itu menciumnya, mulai dengan melumat lembut bibir Youngjae yang masih menutup. Tak menyerah, lelaki itu menggunakan lidahnya untuk menyapu lembut bibir yang terasa manis bercampur wine itu. Menekannya hingga dirasa Youngjae menyerah dan mengizinkan orang asing itu menjamah bibirnya. Larut dalam permainan, Youngjae berani membalasnya, ia mendekatkan tubuhnya yang mulai memanas. Si tampan semakin agresif nan lihai. Kedua kepala mereka mulai bergeliat mencari posisi teryaman untuk keduanya saling melumat serta menyesap sensual bibir pasangannya. Oh gila, ini lebih menyenangkan dari ciuman abnormal pertamanya bersama Jaebum! Pikiran Youngjae semakin kalut ditambah permainan lelaki asing pada bibirnya semakin membuatnya hilang kendali. Youngjae semakin tersesat dibuatnya.

"Ngghh-" Erangan mulai terdengar, pertanda liarnya cumbuan mereka. Saliva mulai merembes dari celah bibirnya menuruni leher jenjang Youngjae yang entah dari siapa berasal. Si tampan benar menahlukan Youngjae dengan permainannya.

Cumbuan keduanya masih berlanjut, mereka mengabaikan keadaan disekitar dan semakin larut dengan kesibukan keduanya. Si tampan yang memegang kendali, serta si manis-Youngjae, yang semakin menggoda dibawah kendali birahi. Hingga tidak ada satupun yang tau, kapan kegiatan tidak senonoh mereka di tengah keramaian itu akan berakhir.

The End...

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Boong deng XD

TO BE CONTINUE !

My note :

Haaallllooooo dunia/? Akhirnya aku kembali. Setelah sekian lama, ga tau mau naro muka dimana :'

Pertama-tama, aku memohon maaf yang sebesar-besarnya, sebesar rasa cintaku pada my berondong-Choi Youngjae :' karna aku baru bisa, baru memposting kelanjutan epep gajelas ini setelah hampir setahunan lamanya. Aku bener-bener meminta maaf yang setulus dan sedalm-dalamnya.

Readers-nim, selama aku tak mengupdate beberapa judul ceritaku, itu karna ada beberapa hal yang terjadi -_- perkuliahan, pindahan rumah sampe 2x, leppy rusak sampe sempet mau berhenti nulis fanfiction, semua itu terjadi padaku. Meski pada akhirnya aku memutuskan memulai lagi melanjutkan apa yang sempat kumulai. Rasa bersalahku semakin besar, saat review dari kalian selalu masuk ke emailku. Dan lagi beberapa hari lalu, seseorang dari ffn nongol/? Di line ku dan akhirnya aku memutuskan untuk memposting chapter ini secepat yang ku bisa. Aku harap kalian memaklumkan cara menulisku yang menjadi buruk ini, aku butuh waktu untuk memulai semuanya lagi, aku akan berusaha melanjutkan judul judulku sampai mereka tuntas, meskipun perkuliahan dikampusku sudah mau dimulai kembali -_- dan tentu saja, aku akan memperbaiki lagi cara menulisku yang buruk ini.

Sebenarnya aku ingin memposting Inside of me bersamaan dengan Two side, karna aku selalu membuat meeka secara bersamaan. Dan ada sebuah judul baru-oneshot, yang juga sedang dalam tahap penyelesaian. Cuma karna aku kepalang janji akan memposting 2jae lebih dahulu, maka inilah dia tadaaa! Chapter Two side selanjutnya dan satu judul baru itu akan menyusul secepatnya.

Oh iya, ada yang mau mengobrol atau sekedar berteman denganku di Line? Add aja id ku jaeyaayi_ ga usah malu ga usah sungkan, aku absurb kok orangnya kalo dah ngobrol XD

Dan review, aku membaca semua review dari kalian, lagi-lagi belum bisa kubalas satu persatu melalui pm atau disini. Aku Cuma bisa bilang, kaammmsshhaaaammmnniiddaaaa, gooommaaawwoooyyooo, aarriigggaatttooouuuu, thannkkyyyooouuuuuu!

Oh iya, untuk si tampan yang dah berani cium cium myberondong, ada yang bisa menebak, siapa dia? XD

Ahgase, Review lagi yaaaaaaaaa