Summary: Namjoon adalah mantan pacar Seokjin saat di SMA sekarang Seokjin telah memiliki kekasih baru yaitu Ken. Pertemuan Seokjin dan Namjoon ketika dibioskop ternyata berpengaruh pada hubungan mereka. Lalu bagaimana dengan Ken? NamJin/KenJin. GS .
FF ini pernah di post dengan cast Chanbaek dank Krisbaek
FF ini dibuat berdasarkan novel teenlit Chocoluv by Ninit Yunita namun ada beberapa kejadian serta perbedaan dalam cerita ini. Terimakasih atas perhatianya ..
Selamat membaca.
Cerita sebelumnya
"tentu saja dengan namjachingu ku" seru Seokjin dengan penekanan pada kata namjachingu.
"oh.. lalu kemana namjachingumu?" Namjoon menganggukk dan kembali bertanya.
"disini.. namjachingu Seokjin ada disini"
.
.
.
.
Terlihat Seokjin dan Namjoon mengalihkan pandangan mereka pada seorang namja yang berdiri di belakang Seokjin dan membawa dua buah potato twist.
Ken memberikan sebuah potato twist pada Seokjin. Terlihat Namjoon berdiri dan mengulurkan tangan pada Ken.
"oh. Hai.. aku Namjoon man..ah teman SMA Seokjin" seru Namjoon
"Aku Ken namjachingu Seokjin" seru Ken sambil membalas uluran tangan Namjoon
"Chagi" terlihat seorang perempuan dengan badan tinggi tubuh ramping dan rambut panjangnya mengahampiri Namjoon.
"ne.. chagi perkenalkan ini Seokjin teman SMA ku dan ini Ken namjachingunya" Namjoon pun memperkenalkan yeoja yang berada disampingnya itu.
"annyeong.. aku Im Jinah tapi kau bisa memanggilku Nana" seru Nana memperkenalkan diri dan mengulurkan tangan pada Seokjin.
Seokjin pun berdiri dari duduknya dan memebalas uluran tangan Nana.
"Seokjin.." seru Seokjin sambil tersenyum
"oh kalian akan menonton juga? Menonton apa? Kami akan menonton film komedi " seru Nana.
"kami akan menonton film Horror" Seokjin pun tersenyum senang karena dia pikir tidak harus bertemu dengan mantan namchin nya itu di dalam ruang theater.
Mereka berempat pun duduk sofa tadi Seokjin terlihat sangat tidak nyaman dia berfikir bagaimana caranya agar bisa menghindar dari situasi ini.
"Oppa tadi sebelum pergi eomma menyuruhku untuk membelikan Parfume untuknya sepertinya parfume eomma sudah habis, lebih baik kita beli sekarang selagi aku masih ingat hehe" ucap Seokjin sedikit keras aga Namjoon bisa mendengarnya.
"benarkah? Baiklah kalu begitu waktu menonton juga masih lama" ujar Ken
"maaf ya kami harus pergi ada keperluan yang harus dibeli, kami duluan" seru Seokjin seraya menggandeng tangan Ken.
Mereka berdua pun keluar dari bioskop dan berjalan menuju toko parfume. Tapi sebelum sampai toko Seokjin mengajak Ken untuk duduk di bangku mall yang disediakan untuk pengunjung.
"kenapa malah duduk? Bukanya ingin membeli parfume hmm?" Tanya Ken bingung.
"sebenarnya eomma tidak menyuruhku untuk membeli parfume aku hanya mals duduk disana" Seokjin hanya mengalihkan pandangan pada pengunjung mall.
"tadi itu mantanmu ya?" Tanya Ken.
"iya oppa.." Seokjin mengangguk lemah.
Seokjin teridam mengingat mantanya itu bagaimanapun Namjoon lah yang membuat dia mengetahui betapa manisnya cinta dan Namjoon jugalah yang mebuat dia mengetahui pahitnya sakit hati
FLASHBACK
Hari itu adalah hari rabu dimana Seokjin ada jadwal kelas olah raga. Seokjin yang lelah setelah olahraga pun berjalan lemas menuju lokernya untuk mengambil seragamnya, tetapi sesampainya di loker Seokjin menatap aneh pada lokernya, karena terdapat setangkai mawar merah serta sebuah surat yang menempel di pintu lokernya. Seokjin mengalihkan pandangan kesekitarnya, sayangnya dia tidak melihat siapapun. Seokjinpun mengambil bunga mawar dan surat tersebut. Betapa terkejutnya Seokjin ketika membaca isi surat tersebut yaitu sebuah puisi romantic dan pengirimnya hanya mengatakan bahwa dia seorang secret admirer.
Seketika itu juga pipi Seokjin merona dia sangat senang memiliki Secret admirer. Dan semenjak hari itu setiap hari rabu setelah pelajaran olah raga Seokjin selalu mendapati setangkai mawar merah dan surat berisi puisi dari sang penggemar rahasia. Setelah minggu ke lima Seokjin berjalan riang menuju lokernya karena dia tahu bahwa hari ini dia akan mendapatkan setangkai bunga mawar dan puisi. Ketika dia sampai didepan lokernya dia kaget karena tidak menemukan bunga mawar atau pun suarat yang menempel di lokernya. Seokjin pun berusaha mencari nya siapa tahu saja sang pengagum rahasia sedang terburu-buru sehingga bunga dan suratnya tidak tertempel dengan baik dan terus mencari disekitar lokernya hingga sesosok lelaki menganggu kegiatanya.
"Jin kau sedang apa?" Tanya lelaki tersebut penasaran.
"ah a-a-aku sedang mencari kunci loker ku, iya aku mencari kunci lokerku" seru Seokjin sambil terus mencari surat atau bunga mawar tersebut.
"tapi kunci lokermu tergantung dilokermu Jin" seru namja tersebut.
Seokjin pun menegakan badanya dan melihat kearah lokernya.
"a-ah benar bodohnya aku, terima kasih Namjoon" seru Seokjin salah tingkah.
Ternyata lelaki yang menegur Seokjin adalah teman sekelasnya yaitu Kim Namjoon. Walaupun sekelas Seokjin jarang mengobrol denganya karena Namjoon itu sangat populer. Maklum saja dia itu pemain bass di bandnya walaupun begitu sebenarny Namjoon bisa memainkan drum dan gitar juga tapi entah kenapa dia lebih memilih jadi basis.
"sama-sama, kau bukan sedang mencari setangkai mawar merah dan suratkan?" Tanya Namjoon.
"mwoo! Bagai mana kau bisa tahu?" Seokjin langsung menutup mulutnya menggunakan kedua tanganya.
"tentu saja aku tahu"
"kau kurirnya?" Tanya Seokjin.
"bukan"
"lalu? Kau pernah melihat seseorang yang menyimpanya di lokerku?" Tanya Seokjin penasaran.
"bisa dibilang begitu" seru Namjoon.
"benarkah? Siapa dia? Anak kelas apa?"
"eung.. sebenarnya akulah penggemar rahasiamu itu Jin" seru Namjoon cepat
Seokjin mengerutkan dahinya walaupun dia tidak mendengar jelas apa yang dikatakan Namjoon tapi dia bisa menangkap apa yang Namjoon katakana.
"aku lah penggemar rahasia mu Jin, aku yang selalu menempelkan setangkai bunga mawar merah dan puisi itu dilokermu"
"kenapa kau melakukan itu?"
"karena aku menyukaimu Jin"
"nee?"
"aku Kim Namjoon menyukaimu Kim Seokjin" seru Namjoon sambil menyodorkan sebuket mawar merah yang sedari tadi dia sembunyikan dibelakang punggungya.
"Namjoon.." Seokjin hanya memandang Namjoon tidak percaya.
"Jin aku serius. Maukah kau menjadi yeojachingu ku?" Tanya Namjoon dengan penuh harap.
Seokjinpun hanya mengangguk dan mengambil bunga mawar yang diberikan Namjoon sebenarnya dia juga menyukai Namjoon karena bakat bermusiknya. Setelah hari itupun Seokjin dan Namjoon resmi menjadi pasangan. Seokjin sangat senang dengan perlakuan Namjoon yang sederhana tapi mampu membuatnya tersipu. Hingga suatu hari ketika liburan Seokjin mengunjungi rumah bibinya dan bercerita dengan sepupunya yang hanya berbeda bulan saja denganya. Sepupu Seokjin mendapatkan penggemar rahasia di instagramnya lelaki itu selalu tag gambar sebuah puisi dan setangaki bunga mawar merah pada sepupunya itu hingga suatu hari lelaki tersebut mengajaknya bertemu dan hari itu juga mereka resmi menjadi sepasang kekasih. Ketika sepupu Seokjin menunjukan foto kekasihnya tersebut Seokjin sangat terkejut karena, foto yang sepupunya tunjukan itu adalah foto Namjoon foto namjachingu Seokjin. Seokjinpun menujukan foto-fotonya bersama Namjoon juga meminta foto puisi yang dikirimkan namchin sepupunya tersebut. Ternyata puisi yang dikirimkan Namjoon pada sepupunya itu sama persisi dengan apa yang dia terima dulu dari Namjoon. Hari itu juga tanpa basa basi Seokjin langsung menelepon Namjoon dan memutuskan hubungan mereka begitu pula sepupunya. Liburan selesai Seokjin sama sekali tidak ingin menganggap Namjoon. Hatinya terlalu sakit hanya untuk melihat wajah Namjoon.
"hey.. kenapa jadi melamun begitu baby? Aku sudah berjanji mentraktir ice cream strawberry kepadamu bukan? Ayo kita beli sekarang" Ken mengusap lembut pipi Seokjin.
"jinjja! Baiklah ayo kita beli ice cream" Seokjin yang mendengar kata Ice cream pun langsung tersenyum ceria.
Setelah itu mereka berdua pun menuju toko icecream yang berada didalam mall setelah menuggu 30 menit akhirnya merekapun kembali kedalam bioskop karena film yang akan mereka tonton akan segera dimulai. Ketika telah masuk ruang theater tiba-tiba handphone Seokjin bergetar menandakan adanya pesan masuk.
Tidak menyangka bisa bertemu dengan mu lagi Jin ;) (From Kim Namjoon)
Mata Seokjin terbelalak seketika membaca nama pengirim pesan tersebut. Dia tidak berniat untuk membalasnya. Seokjinpun memasukan kembali handphone nya kedalam tas kecilnya.
"siapa baby?" Tanya Ken.
"bukan siapa-siapa oppa"
Mereka berduapun memutuskan untuk fokus menonton, walaupun sebenarnya hanya Ken yang menonton sedangkan Seokjin hanya memeluk erat lengan Ken dan berlindung di bahu Ken. Setelah film selesai mereka berdua memutuskan untuk berkeliling sebentar niat awal hanya untuk melihat-lihat tetapi memang dasar wanita tidak bisa jika hanya "melihat-lihat" akhirnyapun Seokjin berbelanja apapun yang dilihatnya mulai dari pakaian, aksesoris, sepatu, sampai tas. Hari telah menunjukan jam 9 malam merekapun memutuskan untuk pulang.
Mobil Ken pun telah sampai didepan rumah Seokjin.
"gomawo oppa.. hari ini sangat menyenangkan" seru Seokjin sambil tersenyum.
"sama-sama baby" Ken mengelus pipi Seokjin.
"oppa tidak ingin masuk dulu?" Tanya Seokjin.
"tidak.. besok oppaoppa ada kuliah pagi"
"baiklah kalau begitu hati-hati oppa.. jalja"
Seokjin menoppacup pipi Ken dan membuka pintu mobil sayangnya pergerakan Seokjin terhenti ketika Ken menahan lengan. Seokjin pun melihat kearah Ken dengan pandangan bingung. Ken mendekatkan badanya kearah Seokjin diraihnya bibir tipis itu menggunakan bibirnya dikecupnya pelan bibir Seokjin.
"jja.. good night baby" seru Ken sambil tersenyum.
Wajah Seokjin sudah sangat merona pun hanya bisa mengangguk dan keluar tanpa berkata apa-apa lagi.
Kesokan paginya Seokjin terbangun dengan ceria dan segera bersiap menuju kampusnya. Dia pun menuju ruang makan untuk sarapan. Terlihat roti bakar kesukaanya telah tersaji Seokjin menghabiskan sarapanya sendirian karena kedua orang tuanya pasti sudah berangkat ketempat kerja masing –masing. Setelah menghabiskan sarapanya Seokjin pun melajukan mobilnya menuju kampusnya. Sesampainya di kampus Seokjin langsung menuju kelasnya dan menghampiri kedua sahabatnya.
"Kookie-yaa, Syugarrrr !" teriak Seokjin menghampiri kedua sahabatnya yang telah duduk di kursi mereka.
"aigooo telinga ku telah terkena pencemaran suara pagi-pagi" seru yeoja bermata sipit yang berpenampilan tomboy.
" heyy suara ku ini merdu kau tahu. Dasar pemanis buatan"cibir Seokjin
"kalian ini ada saja yang kalian perdebatkan" yeoja dengan gigi kelinci tersebut hanya menggelengkan kepalanya melihat kedua sahabatnya yang masih saling mengejek.
"hey..hey.. kalian tahu tidak" seru Seokjin.
"kami tidak tahu" balas Suga singkat.
"eishh aku serius Sugar.."protes Seokjin.
"aku juga serius Kim kau belum memberi tahu kami apapun" balas Suga.
"aishh Kailan ini sudahlah. Ada apa Jin?" Tanya Jongkook atau Kookie.
"Kemarin aku bertemu dengan Kim Namjoon di bioskop" bisik Seokjin.
"MWOO!" seru Suga dan Jongkook berbarengan.
"chakaman! Bukankah kau bilang kemarin kau sedang malas pergi kenapa kau bisa bertemu denganya di bisokop" selidik Suga.
"heheheh awalnya aku memang malas tapi ternyata Ken oppa mengajak ku berkencan jadi aku tidak bisa menolaknya" Seokjin hanya menggaruk rambutnya yang tidak gatal itu sambil menampilkan cengiran tidak bersalahnya.
"lalu apa yang terjadi ketika kau bertemu denganya?" Tanya Jongkook.
"yah begitulah dia menyapaku dan menceritakan pacar barunya" seru Seokjin dengan nada malas.
"untuk apa dia menceritakan tentang pacarnya? Berusaha membuatmu cemburu?" Tanya Suga.
"entahlah" Seokjin mengangkat kedua bahunya.
Seorang Dosen terlihat memasuki kelas mereka. Mereka mulai memperhatikan materi yang sedang disampaikan dosen di depan mereka, ada beberapa orang yang mencatat ada juga beberapa orang yang hanya sibuk memperhatikan papan tulis didedepan entah mendengarkan penjelasan sang dosen entah pikiranya yang sedang melayang ke antah berantah. Waktu beralu jam mengajar dosen tersebut telah habis. Ia berpamitan lalu meninggalkan kelas. Jin dan kedua sahabatnya meninggalkan kelas tersebut.
"Ayo kita pergi. Kemarin kita gagal pergi bersama karena Princess Seokjin lebih memilih namjachigunya dibandingkan dengan sahabatnya sendiri" seru Suga dengan nada menyindir.
"astaga.. aku tidak bermaksud mengabaikan kalian.. oh ayolah nona Min kita sudah bertemu setiap hari ketika kuliah.. sedangkan Ken oppa aku sudah tidak bertemu dengannya 5 hari karena dia sangat sibuk dengan group bandnya" seru Jin dengan nada mendramatisir.
"hai kalian! tidak bisakah akur barang semenit saja. Aku lelah dengan segala perdebatan tidak penting kalian. Dan kau nona Min Yoongi sebaiknya kau pergi mencari pacar agar kau tidak selalu mengeluh ketika salah satu diantara kami tidak bias menemani mu pergi" seru jongkook yang berusaha melerai mereka.
"sialan kau bocah kelinci" umpat Suga
"hehe benar kau seharunya mencari pacar. Kau itu cantik dan manis hanya saja mulut pedas mu itu kau harus menguranginya" nasihat Jin.
"hey Princess plinplan kau harusnya berkaca. Kau juga harus menghilangkan sikap plinplan mu itu" balas Suga
"sayangnya tanpa aku harus menghilangkan sifat plinplan ku aku sudah mempunyai namjachingu" ejek Jin
"kau menghinaku!?" teriak suga
Jin menjulurkan lidahnya pada Suga dan suga sudah berniat untuk memukul seokjin dengan buku yang berada ditanganya.
"SUDAH HENTIKAN! Baru saja aku minta kalian untuk akur tapi kalian malah semakin berdebat" bentak jongkook.
"Suga sekarang kau mau pergi kemana?" Tanya jongkook
"kita ke café…" seru suga
"Hey kenapa kau tidak bertanya padaku?" Tanya Jin.
"karena bertanya pada mu sama saja kita akan pergi 100 tahun kemudian" ejek suga.
"Kookie-ya dia terus mengejek ku." rengek Jin sambil merangkul lengan Jongkook.
"sudahlah Jin kau tau sifatnya memang begitu kan. Ohh kau bawa mobil?" Tanya Jungkook
"tidak mobilku masih di bengkel jadi aku ikut mobil mu ya syugarr" cengir Jin.
Jin, Suga, dan Jungkook berjalan menuju parkiran dimana mobil Suga terparkir. Namun belum sampai mereka pada mobil Suga, Ken yang baru memarkirkan mobilnya menghampiri mereka bertiga.
"hai Sunshine" sapa Ken.
"hai oppa. Bukanya hari ini kau tidak ada kelas, tumben ke kampus?" Tanya Jin
"hari ini aku ada latihan band untuk festival kampus 2 minggu lagi" senyum Ken .
"oppa Hwaiting!"
.
.
.
.
tbc
RnR juseyoo gumawo yang udah review chapter sebelumnya
dan maaf late update ;( author akan mengusahakan agar cepat update
