Summary: Namjoon adalah mantan pacar Seokjin saat di SMA sekarang Seokjin telah memiliki kekasih baru yaitu Ken. Pertemuan Seokjin dan Namjoon ketika dibioskop ternyata berpengaruh pada hubungan mereka. Lalu bagaimana dengan Ken? NamJin/KenJin. GS .
FF ini pernah di post dengan cast Chanbaek dank Krisbaek
FF ini dibuat berdasarkan novel teenlit Chocoluv by Ninit Yunita namun ada beberapa kejadian serta perbedaan dalam cerita ini. Terimakasih atas perhatianya ..
Selamat membaca.
Previous chapter
"hai Sunshine" sapa Ken.
"hai oppa. Bukanya hari ini kau tidak ada kelas, tumben ke kampus?" Tanya Jin
"hari ini aku ada latihan band untuk festival kampus 2 minggu lagi" senyum Ken .
"oppa Hwaiting!"
...
"gomawo chagi… kalian mau kemana?" Tanya Ken pada Jin.
"kami mau ke café dan mungkin setelahnya berkeliling di Garosugil sambil melihat-lihat" jawab Jin
"Garosugil? Ahh mau beli kado untuk oppa ya hahaha.. baiklah hati-hati dan jangan terlalu banyak memakan cake kau bisa gendut nanti" canda Ken sambil mengusap pelan rambut Jin.
Seketika Jin terdiam dan mengingat sesuatu. "astagaa ulang tahun Ken oppa hari sabtu ini" runtuknya dalam hati. Bagaimana bisa ia melupakan tanggal penting itu. Dimana orang yang paling sabar, setelah orang tuanya, telah dilahirkan dan sekarang menjelma menjadi Namja tampan berstatus Namchin Jin
"rahasiaaa~ dan aku tidak akan gendut oppaa aku kan rajin olah raga" elak Jin.
"oppa apa kau tidak akan terlambat untuk latihan?" Tanya Jungkook
"ah kau benar Kook.. baiklah jaga baik-baik sunshine ku ok. Aku pergi ya.. annyeong sunshine" Ken berjalan menjauh dari mereka menuju kampus.
"annyeong oppa" seru Jin seraya melambaikan tangan pada Ken.
" ayo Princess.." Jungkook menarik lengan Jin menuju mobil Suga.
Mereka pun menaiki mobil Suga lalu menuju café de Paris di daerah Garosugil. Setelah memarkirkan dan turun dari mobil Seokjin, Suga, dan Jungkook berjalan memasuki Café lalu duduk di meja yang berada di tengah café karena hanya tinggal meja itulah yang kosong. Seorang pelayan menghampiri dan memeberikan buku menu pada mereka.
"Aku mau pesan Strawberry and Mango Bon Bon tapi… sepertinya Iced Latte enak" pikir Jin
"Jangan mulai lagi wahai princess" Jungkook frustasi
"baiklah baiklah, aku pesan Iced Latte saja… hmmm Strawberry and Mango Bon Bon sajaa"
"Iced Latte saja.."
"ehhh Strawberry and Mango Bon Bon"
"KIM SEOK JIN!" teriak Suga dan Jungkook
"ara..ara.. aku pesan Strawberry and Mango Bon Bon" Jin menutup kedua telinganya mendengar teriakan kedua sahabatnya.
"Aku sama" singkat Jungkook.
"aku pesan iced Americano dan cheese cake" seru suga
"baik saya akan ulangi pesanannya 2 Strawberry and Mango Bon Bon, 1 iced Americano, dan 1 cheese cake. Silahkan tunggu"
"apakah kalian memiliki ide untuk memberikan kado ulang tahun untuk Ken oppa?"
"mungkin kau bisa membrinya jam tangan, saat Taehyung ulang tahun aku memberinya jam tangan agar dia selalu ingat waktu dan tidak terlambat dating" ucap Jungkook
" aku tidak punya ide. Dan apa kau sedang curhat nona Jeon?" sindir suga.
"kau jelas tidak akan punya ide namchin saja tidak punya hahahaha" canda Jin
"untuk apa aku punya pacar dan berakhir seperti kalian yang dengan susah payah memikirkan hadiah untuk kekasih kalian, menambah beban hidup ku saja" jawab Suga.
"oh astaga nona Min! memangnya apa beban hidup mu hmm? Yang ku tau di dalam otak mu itu hanya ada tidur dan membuat lagu" cibir Jungkook
"hey! Itu lebih berguna dari pada harus memikirkan hal kecil untuk kekasih kalian tak tau apa sebenarnya isi hatinya"
Pesanan merekapun diantarkan dan disimpan diatas meja tepat diahadap masing-masing. Suara bel tanda pengunjung masuk pun terdengar, mendengar itu Jin mengalihkan pandanganya pada pintu café yang terbuka dan terlihat seorang 2 orang namja memasuki café. Jin sangat mengenal kedua orang namja tersebut namja pertama namja dengan rambut orange dengan senyum jenakanya bernama Kim Taehyung, yang sejak 2 tahun lalu menjabat sebagai kekasih dari sahabat Jin yaitu Jeon Jungkook. Dan namja kedua dengan rambut hitam tinggi badan yang lebih pendek 3cm dari Taehyung serta senyum ceria yang selalu tersemat diwajah tampannya, namja itu adalah Park Jimin dan dia adalah penggemar berat Min Yoongi a.k.a Suga sejak mereka masih duduk di bangku Senior High School. Seokjin sedikit menyeritkan keningnya melihat kedua namja itu lalu mengalihkan pandanganya pada Jungkook.
"Kookie-a kau memeberi tahu taehyung kita sedang berada disisni?" Tanya Jin
" Anni~ dia sedang pergi menemani Jimin untuk memebeli topi baru,, emangnya kenapa?"
Belum sempat Jin menjawab suara Park Jimin yang telah menyapa pendengaran mereka bertiga.
"Sugar!" teriak jimin seraya menghampiri meja mereka dan Taehyung hanya mengikuti Jimin dari belakang.
Para pengunjung café menoleh kan pandangan mereka pada namja yang baru masuk itu. Namun, tanpa menoleh Suga mengehelah napasnya dan merubah ekspresi wajahnya yang datar menjadi semakin datar. Suga terlalu mengenal suara itu suara seseorang yang selalu memangilnya dengan ceria selama 4 tahun belakangan ini, Suara seseorrang yang membuat nya sampai sekarang memiliki nama panggilan Suga.
"Sugar kita memang berjodoh lihat dengan tidak sengaja kita bisa bertemu disini" seru jimin
"itu bukan berjodoh namun memang ada kemungkinannya karena kita tinggal disatu kota bodoh" jawab Suga.
"Tae kau bilang tadi ingin mengatar jimin memebeli topi, lalu kenapa berada disini?" Tanya jungkook penasaran.
"memang, kami baru saja selesai memebil topi di toko ujung jalan ini, dan karena aku telah menemaninya Jimin ingin mentraktir ku makan dan disinilah kami berada" jawab taehyung.
"ahh begituu.." jungkook mengangguk.
"karena disini ada baby Sugar ku aku akan sekalian mentraktir kalian semua" seru jimin yang telah mengambil kursi kosong dari meja sebelah dan menempatkan kursinya tepat di sebelah kursi Suga.
"tidak perlu, kami mampu membayar" sinis Suga.
"Waaahhhhh Park Chim kau memang yang terbaik lumayan aku bisa mengirit uang untuk membeli kado Ken oppa" Ucap Jin riang.
"Kau mau membelikan apa untuk Ken hyung?" Tanya Taehyung
"molla aku masih bingung, apa kau ada ide? Kalian kan sesama namja apakah akhir-akhir ini ada hal yang menarik yang sering dibicarakan oleh para namja?" Jin penasaran.
"ada!" seru Taehyung
" apa..? apa? Cepat katakan padaku?" Jin semakin penasaran.
"Akhir-akhir ini para namja sedang tertarik denga Kendall Jenner. Kalian tau model Runway, dia sangat cantik dan seksi" ucap Taehyung antusias.
PLAKK!
Sebuah pukulan mendarat mulus dikepala taehyung.
"appoyo kookies" ringis Taehyung sambil mengusap pelan kepalanya yang menjadi sasaran pukulan kekasihnya.
"kenapa kau tidak bertanya saja pada Ken hyung langsung?" ucap Jimin yang sedari tadi sibuk menggoda Suga namun tidak berhasil.
"eiii bukankah sebuah hadiah itu seharusnya menjadi Kejutan jika aku bertanya maka tidak akan seru lagi" ucap Jin.
"akan percuma jika hadiahnya sesuatu yang tidak kau butuhkan dan tidak akan terpakai" seru Suga.
"woahhh my Sugar setuju dengan ucapanku? Kita benar-benar sehati" ucap Jimin Riang seraya merentangkan tanganya dan mendekat untuk memeluk Suga.
"berisik! Dan jangan coba-coba untuk memeluk ku Jim" suga memperingatkan Jimin.
"jika tidak beri hadiah yang sesuai dengan hobiny saja" seru Jungkook
"nah benar! Ken hyung kan seorang vokalis kenapa kau tidak memberinya microphone khusus untuknya saja?" celetuk Taehyung.
"sebaiknya kau tidak usah berbicara Taetae" seru jungkook sambil membekap mulut taehyung.
Akhirnya merekapun menghabiskan waktu dengan mengobrol sebenarnya hanya Jin, Jungkook, dan taehyung yang mengobrol karena Jimin asik mengoda Suga dengan segala gombalannya dan Suga hanya menanggapinya dengan wajah datar dan sedikit kata-kata pedas yang dapat membuat orang yang mendengarnya langsung sakit hati dan mungkin melempar Suga dengan sesuatu di dekat mereka. Namun, Jimin berbeda dia malah akan tersenyum semakin lebar dan semakin gencar menggoda Suga.
Waktu telah menunjukan pukul 17.00 merekapun beranjak dari kusi mereka dan Jimin membayar semua makanan yang mereka pesan lalu berjalan keluar café. Jin mengeluarkan isi tasnya untuk mencari handphone lalu ia mengeluarkan kunci mobil dari tasnya.
"kau bilang mobil mu sedang ada dibengkel? Kenapa kau bawa kunci mobil?" Tanya Suga bingung.
"ahh itu tadi pagi aku membawa mobil namun saat perjalanan ke kampus appa menelepon bahwa mobilku ada jadwal servis hari ini jadi Pak Han membawa pulang mobilku untuk diservis menggunakan kunci cadangan" jelas Jin
"Jadi kalian kesini menggunakan mobil siapa?" Tanya taehyung
"mobil Suga, aku pulang bersama Suga dan Jin saja, kau pulanglah bersama Jimin" seru Jungkook.
"baiklah hati-hati dijalan ya , kami duluan" seru taehyung
"My sugar aku duluan oke.. jika sudah sampai rumah aku akan menghubungimu, bye sugar." Jimin dan taehyung pun berjalan kearah yang berlawanan dengan ketiga gadis tersebut.
Jin, Jungkook, dan Suga berjalan menuju tempat dimana mobil Suga terparkir. Sesampainya di parkiran mereka bertiga langsung menaiki mobil dan Suga menegmudi menuju rumah Jin.
"Suga apa kau tidak tertarik dengan Jimin? Celetuk Jin yang berada di kursi penumpang belakang.
"kenapa kau tiba-tiba menanyakan hal itu?" jawab Suga santai
"kau tahu dia telah mengejar mu selama 4 tahun Min Yoongi, sejak kita sekelas di kelas 2 SHS. Dia selalu mengikuti mu kemanapun dan tidak pernah menyerah walaupun telah kau serang dengan mulut pedas mu itu" jelas Jungkook.
"aku kira dia hanya ingin bercanda saja denganku. Aku tidak pernah berpikiran bahwa dia menyukaiku"
"astaga Min Yoongi lalu untuk apa dia memberi mu panggilan manis yang selama ini kau sandang nona Suga" ucap Jin frustasi.
"aku kira dia hanya mengejekku saja karena kulit ku pucat" jawab Suga santai.
"Astaga kau ini benar-benar tidak peka dan tidak memiliki perasaan" oceh Jungkook.
"hei aku peka dan punya perasaan!" bantah Suga.
"jika kau punya? Kenapa sampai sekarang kau dan Jimin tidak bersama?"Tanya Jin.
"untuk apa aku bersama seseorang yang hanya bisa menggombal dan tidak pernah dengan serius menyatakan perasaanya padaku?" jawab Suga santai.
"woaahhh! jadi kau menunggu Jimin menyatakan perasaanya dengan sungguh-sungguh kepadamu nona Min?" goda Jungkook.
"tidak juga" jawab Suga singkat namun wajah putih Suga terlihat memerah menahan malu.
"aku akan menceritakan ini pada Taehyung supaya Taehyung bilang pada Jimin dan Jimin akan segera menyatakan perasaanya padamu Sugarr dan akhirnya uri Sugar tidak akan melajang lagiii" seru Jungkook antusias.
"apa-apaan kalian ini. .. Jika dia memang serius tanpa disuruh pun dia akan menyatakan perasaanya" sinis Suga.
"woahh uri Sugar ternyata telah menunggu seorang Park Jimin sejak lama" goda Jin.
"aishh kalian semua berisikk! hey princess plinplan kita sudah sampai dirumah mu turunlah.. aku ingin segera pulang dan tidur" runtuk Suga.
"ckck uri suga sedang malu ternyata hahaha. Baiklah aku turun kalian hati-hati, kookie-a jangan lupa kau bilang pada taehyung ok. Annyeonggigaseyoo~! Seru Jin.
Jin turun dari mobil Suga dan langsung berjalan melewati pagar rumah menuju pintu rumahnya. Jin memasuki rumahnya dan langsung menuju kamarnya. Jin menyimpan tas di atas meja belajarnya lalu berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah menyelesaikan ritual mari membersihkan diri Seokjin merebahkan dirinya diatas kasur lalu mulai mengutak-atik Hp nya.
"huaaa apa yang harus aku belikan untuk hadiah ulang tahun Ken Oppa" galau seokjin seraya menguling-gulingkan badannya diatas kasur.
"Apa aku harus mengikuti saran Jimin dan Suga saja?" gumam Jin.
Jin pun membuka Hp nya lalu membuka aplikasi kakaotalk dan menuliskan pesan untuk namchinya.
Oppa~ ^^
Beberapa menit kemudian Ken membalas pesan Jin.
Waeyo sunshine? (From: My Ken)
Apa oppa sedang sibuk?
Anniyo~ kenapa hmm? (From: My Ken)
Apa aku boleh menelepon?
Tidak boleh! Hahahaha (From: My Ken)
Jinjja? Miannn :(((
Aigoo my Sunshine hahaha telepon saja (From: My Ken)
Seokjinpun segera mencari no kontak Ken lalu melakukan sebuah panggilan.
"Oppa~" manja Seokjin
"kenapa Sunshine?" Suara berat Ken menyapa pendengaran Jin.
"anniyo aku hanya sedang merindukan mu~"
"haha aku juga padahal kita baru bertemu tadi pagi"
"nee~"
"…."
"…."
"Jinnie"
"ne?"
"Kenapa diam?"
"hmmm aku hanya sedang bingung"
"bingung? bingung kenapa"
"…"
"…"
"…"
"Sunshine?"
"aku bingung mau membelikan kado apa untuk Oppa~"
"ne? hahahahahahhaha" tawa Ken pecah.
"jangan tertawaa~" rengek Jin.
"kau lucu Sunshine~ aku tidak ingin apa-apa"
"tapi tadi pagi Oppa bilang.."
"Itu hanya bercanda Jin"
"tapi aku tidak mengagap itu sebuah candaan..oppa~" rengek Jin
"aku serius.. aku sedang tidak menginginkan apapun" jelas Ken
"tidakk mungkinnn.."
"aku seriuss oppa!" Jin semakin merengek
"Aku juga serius Sunshine" tegas Ken
"pasti ada yang kau butuhkan opaaa! Jaket, topi, kemeja, atau kaos atau mungkin Micrphone khusus untuk mu?" cerocos Jin.
"HAHAHAHAHA" Ken tergelak
"OPPA! Aku serius"
"hahaha microphone khusus? Hahahaha astaga Jinnie kau ini lucu sekali aku hanya vokalis band kampus bukan band terkenal"
"maka dari itu katakan padaku kau menginginkan apa oppa~"
"haruskah?"
"iya harusss"
"kau memaksa?"
"iya aku memaksa jebal.. jebal.. jebal.."
"hhh.. baiklah baiklah"
"jadi apa yang oppa inginkan?" harap Jin
"tidak ada"
"OPPA!" Teriak Jin
"hahahahaahaha iya iya iya Kaos saja bagaimana?"
"kaos?"
"Iya kaos. Aku sudah kehabisan kaos untuk manggung aku merasa hanya memakai kaos itu-itu saja"
"ahhh baiklah akan kucarikan Kaos pink polkadot untuk oppa" canda Jin
"Mwoo! Kim seokjin kau sedang bercanda kan?" panic Jin
"anni aku kan ingin memberikan sesuatu yang special dan mudah didiingat"
"Sunshine pleaseee!" mohon Ken
"hahaha aku bercanda Oppa" Jin tertawa
"ahh syukurlah ku kira kau serius" Ken lega.
"tentu saja tidak oppa"
"baguslah.. sekarang sudah malam sebaiknya kau tidur Sunshine"
"ne.. oppa~ saranghae"
"nado.. good night Sunshine"
Sambungan telepon itupun terputus. Jin merasa lega karena mengetahui apa yang akan dia berikan pada Ken. Jin pun memejamkan matanya lalu terlelap kedalam mimpi.
Sinar matahari pagi menyapa indra Seokjin membuat Jin terbangun dari tidurnya. Ia meregangkan badanya. Ia merasa hari ini akan menjadi hari yang sangat baik karena ia bermimpi telah sukses merayakan ulah tahun Ken. Jin bergegas menuju kamar mandi dan bersiap untuk berangkat ke kampus. Setelah keluar dari kamar mandi Jin dan mengenakan skiny jeans biru dengan kemeja berwarna putih dengan lengan yang digulung sampai siku dan menggunakan sepatu converse high berwarna merah. Jin berjalan menuju lemari berisi koleksi tasnya dan ia berdiri di depan jajaran tas tesebut.
"totebag berwarna biru dongker atau ransel hitam?"
Tote bag
"ransel"
"tote bag"
"ransel"
"tote bag"
"ransel"
"ransel saja " Jinpun mengambil tas ransel hitam berbahan kanvas merk Gucci pilihanya lalu memindahkan isi tasnya kemarin kedalam tas pilihanya.
Jin keluar dari kamarnya lalu menuruni tangga dan berjalan menuju dapur.
"Pagi eomma.." sapa Jin seraya mencium pipi eommanya yang sedang duduk di kursinya.
"pagi sayang.. ini eomma sudah memanggangkan roti untuk mu" seru nyonya kim
"gomawo eomma. Appa mana?" Tanya Jin
"appa mu ada perjalanan bisnis ke Jeju dia sudah berangkat pagi –pagi sekali" jelas Nyonya Kim
Jinpun menghabiskan roti panggangnya lalu meminum jus jeruk yang telah disediakan.
"eomma aku sudah selesai.. aku berangkat ya" ucap Jin lalu beranjak dari kursi nya menuju garasi mobilnya.
"Pak Han mobil ku sudah diservis kan?" Tanya Seokjin kepada seorang lelaki yang sedang mengelap mobilnya.
"sudah Nona sekarang sudah bisa dipakai" jawab Pak Han seraya membukakan pintu kemudi untuk Seokjin
"terima kasih pak Han" Jin masuk kedalam mobilnya lalu menghidupkan mesin mobilnya lalu menjalankan mobilnya menuju kampusnya. Namun saat di tengah perjalanan tiba –tiba mobil Seokjin mogok. Seokjin merasa bingung dengan mobilnya yang tiba-tiba mati ia pun keluar dari mobil dan berusaha mengecek kap mesin mobilnya walau sebenarnya Jin tidak mengerti sama sekali dengan dunia permesinnan. Seokjin berdiri di depan kap mobilnya seraya melipat kedua tanganya didepan dadanya. Dan tiba-tiba terlihat sebuah mobil berjalan mundur dan berhenti tepat disebelah mobilnya.
"Apa kau butuh bantuan Kim Seokjin?"
Tanya seorang namja dari kursi pengemudi yang berhenti disebelah mobil Jin.
.
.
.
.
.
tbc
RnR juseyoo
gomawo untuk reviewnyaaa yang udah bikin Author semangat update!
