Summary: Namjoon adalah mantan pacar Seokjin saat di SMA sekarang Seokjin telah memiliki kekasih baru yaitu Ken. Pertemuan Seokjin dan Namjoon ketika dibioskop ternyata berpengaruh pada hubungan mereka. Lalu bagaimana dengan Ken? NamJin/KenJin. GS .

FF ini pernah di post dengan cast Chanbaek dank Krisbaek

FF ini dibuat berdasarkan novel teenlit Chocoluv by Ninit Yunita namun ada beberapa kejadian serta perbedaan dalam cerita ini. Terimakasih atas perhatianya ..

Selamat membaca.

Previous Chapter

"Apa kau butuh bantuan Kim Seokjin?"

Tanya seorang namja dari kursi pengemudi yang berhenti disebelah mobil Jin.

.

.

.

Jin menoleh ke arah mobil yang berhenti didekatnya itu. Ia melihat sang pengemudi mobil tersebut ia sangat kenal dengan pengemudi tersebut. Pengemudi mobil dengan senyum lebar serta lesung pipi yang tersemat dipipinya dan surai berwarna hijau tosca nya yang terakhir kali Seokjin melihatnya dengan surai merah muda.

"aku tidak butuh bantuan mu Namjoon" ketus Jin

"benarkah?" seru pengemudi tersebut yang diketahui sebagai Namjoon seraya mengeluarkan sedikit badanya melalui jendela mobilnya untuk melihat keadaan Seokjin

"benar, pergilah jika kau berada disini aku malah semakin sial" seru jin sambil melihat keadaan mesin mobilnya yang sebenaryna jin tidak mengerti apapun ia hanya berpura-pura untuk mengalihkan pandangannya dari Namjoon serta membuat Namjoon mau pergi.

Namun, bukanya pergi Namjoon memajukan mobilnya dan berhenti didepan mobil Jin agar tidak menghalangi jalan, lalu ia turun dari mobilnya sambil membawa peralatan yang selalu ia bawa didalam mobilnya jika ada sesuatu genting seperti ini terjadi. Namjoon berdiri tepat disebelah Jin lalu menggulung lengan kemeja dan sedikit mendorong Seokjin untuk menyingkir dari sana agar ia leluasa memperbaiki mobil Jin. Namjoon mengambil beberapa peralatan lalu mulai mengecek mobil Jin dan mulai memperbaikinya. Tangan Namjoon kotor karena pekerjaanya itu namun ia tersenyum lega karena telah berhasil menyelesaikan pekerjaanya tersebut.

"hey coba kau hidupkan mobilmu" suruh Namjoon pada Jin namun beberapa saat menunggu mesin mobil tersebut tidak kunjung dihidupkan, Namjoon bingung lalu mengitip bagian pengemudi mobil tersebut. Namjoon melongo karena tidak mendapati Jin berada disana Namjoon mengedarkan pandanganya untuk mencari Seokjin namun ia tidak mendapati sosok cantik tersebut berada disekitar nya.

"kemana dia? apa dia meninggalkan mobilnya disini?" curiga Namjoon. Namjoon membuka pintu pengemudi mobil Jin lalu mulai menghidupkan mesin mobil tersebut dan VIOLAA! Mesin mobil Jin menyala. Namjoon tersenyum senang lalu kembali mematikan mesin mobil Jin dan keluar dari mobil Jin.

Namjoon melihat kearah sosok yang familiar berjalan ditrotoar menuju kearahnya. Sosok itu ternyata Jin sambil membawa kantung belanjaan entah berisi apa. Jin pun sampai dihadapan Namjoon.

"Bagaimana? Apa mobil ku sudah benar?" Tanya Jin seraya berdiri dihadapan Namjoon.

"sudah selesai dan bisa hidup kembali tuan putri" jawab Namjoon

"bagus lah" singkat Jin

"kau dari mana? Kenapa kau tiba-tiba menghilang aku kira kau meninggal kan mobilmu disini" Tanya Namjoon

"kau gila? Meninggalkan mobil ku disini bersama penjahat seperti mu?" Histeris Jin.

"hey! Apa yang kau maksud dengan penjahat? Aku sudah memperbaiki mobil mu dan sekarang kau mengataiku sebagai penjahat? Benar benar kau ini"

"kau memang penjahat penjahat yang selalu mempermainkan hati seorang wanita dan menggoda wanita diseluruh Korea, bawa ini dan terima kasih" ketus Jin ia langsung menaiki mobilnya dan melajukan mobilnya menuju kampusnya.

"cih! Ternyata dia masih marah soal itu haha" tawa Namjoon hambar lalu memasuki mobilnya

Namjoon, melihat isi kantong belajaan yang diberikan Seokjin tadi ternyata kantong itu berisi tisu basah serta minuman dingin kesukaan Namjoon.

"ternyata dia masih peduli kepada ku" seru Namjoon seraya menyunggingkan senyumnya lalu melajukan mobilnya menuju tempat yang ia tuju.

Jin sampai di kampusnya lalu berjalan menuju kantin karena ia tidak mungkin masuk kelas saat ini karena ia sudah sangat terlambat. Jin mencari bangku di sudut kantin lalu memesan minuman ia menunggu sambil memainkan Handphonenya dan membuka aplikasi twitter pada handphonennya dan ia sangat terkejut menemukan sebuah pemberitahuan follower baru dengan username Nmjoonkim iya tau jelas siapa yang sekarang menjadi pengikutnya di media social twitter tersebut. Seokjinn yang penasaran lalu mengklik username tersebut dan melihat isi profil dari followers barunya tersebut, Seokjin melihat beberapa foto yang Namjoon unggah diantaranya ada fotonya yang sedang latihan band serta beberapa foto dirinya bersama seorang perempuan yang ia ketahui sebagai pacarnya Namjoon, dengan rasa berat hati Seokjin pun mengklik kotak follow yang berada pada profil namja tersebut.

Seokjin kehilangan mood untuk membuka twitter nya karena follower barunya itu. Ia pun membuka aplikasi LINE untuk memberitahu keberadaanya pada kedua sahabatnya agar setelah selesai mereka busa menghampiri Seokjin di sini. Ketika membuka aplikasi tesbut banyak pemberitahuan yang masuk berasal dari grup nya bersama kedua sahabatnya tersebut

Suga: kau dimana? (8.15)

Kookie: Princess kau masuk tidak? (8.20)

Kookie: KIM SEOKJIN KAU DIMANA SEBENTAR LAGI DOSEN AKAN MASUK (8.25)

Kookie: SEOK JIN (8.26)

Kookie: JIN! (8.26)

Kookie: JIN! (8.27)

Seokjinnie: Maaf chat kalian baru masuk. (9.45)

Seokjinne: Mobil ku mogok tadi jadi aku terlambat (9.46)

Seokjinnie: sekarang aku dikantin setelah kaian selesai, cepat kesini ada yang harus aku ceritakan pada kalian (9.47)

Jin melihat isi handphonenya dan tertarik untuk membuka gallery lalu melihat foto-foto yang ada didalamnya. Jari Seokjin tergerak untuk mengklik sebuah folder yang berisi foto dirinya dengan namjachingunya, Ia tersenyum melihat beberapa foto yang memperlihat kan ekspresi konyol dari wajah namjachingunya yang biasa terlihat keren itu, ada juga sebuah foto yang diambil secara candid dimana Ken sedang duduk sambil focus memetik gitarnya, foto itu sangat keren menurun Seokjin lihatlah wajah tampan ken yang sedang serius itu. Ken orang koera asli namun wajahnya terlihat seperti campuran dan itulah menjadi charm milik Ken. Ketika Seokjin sedang asik memperhatikan foto ken tiba-tiba ada sebuah hembusan nafas menyapa telinganya seperti membisikan sesuatu.

Seokjin kaget lalu menolehkan wajahnya kearah sumber nafas tersebut. Dan ternya itu ulah Kookie sahabatnya yang sedang menjaihilinya.

"Serius sekali princess kau sedang apa sih ? " Tanya jungkook

"tidak aku hanya sedang mati kebosanan menunggu kalian" keluh Seokjin.

"kau ini berlebihan sekali princess" ujar jungkook seraya menempatkan dirinya duduk disebelah Jin

Seokjin celingukan mencari sesorang yang seharusnya bersama jungkook saat ini. Sesosok gadis dengan badan imut wajah jutek serta perkataan yang pedas dan mampu membuat orang yang mendengarnya akan sakit hati.

"dimana suga? Bukankah dia seharusnya bersama mu?" bingung Jin.

"dia ditarik pergi oleh penggemar sejatinya ketika keluar kelas tadi" santai jungkook seraya menghabiskan minuman yang jin pesan.

PLAKK! Jin menepuk keras lengan jungkook

"BRUSSHHH!" Jungkook menyemburkan minuman yang ada dimulutnya.

"jangan menghabiskan minuman ku nona Jeon" ketus Jin

"astaga kau ini pelit sekali Jin" protes jungkook

"biarkan saja yang penting aku cantik~" bangga Jin

"apa hubunganya cantik dengan pelit ckckck" keluh Jongkook

"tapi ngomong-ngomong kenapa Jimin menarik Suga?" Tanya Jin

"kalau soal Jimin yang datang tiba-tiba dan menarik Suga itu sudah biasa, yang tidak biasa adalah kenapa Suga mau saja ditarik oleh Jimin? Biasanya ia akan menggunakan segala tenaganya untuk lepas dari bocah pendek itu tapi kali ini dia hanya menggerutu tapi tetap pergi bersamanya" terawang Jungkook

"hmm benar juga katamu kookie, kurasa ada yang aneh disini dan kita harus mengintrogasi Suga sesegera mungkin" seru Jin

"kita akan segera mengintrogasi Suga nanti namun ada yang lebih membuat ku penasaran sekarang, kau bilang ingin menceritakan sesuatu?" Tanya jungkook penasaran.

"ahh benar hampir saja aku lupa, ketika mobilku mogok tadi kau tahu siapa yang memperbaikinya?" Tanya Jin

"tukang bengkel? Astaga Jin kau mau bercerita tukang bengkel yang memperbaiki mobil mu. Yang benar saja princess aku berlari dari kelas kesini kukira ada cerita apa" seru Jungkook malas.

"bukan, ishh! dengarkan dulu ceritaku, tadi Namjoon yang memperbaiki mobilku" jelas Jin.

"Namjoon? Mwoo?! Namjoon, Kim Namjoon mantan mu itu, jadi sekarang dia berhenti kuliah dan kerja di bengkel astagaaa?!" histeris jungkook.

" astaga Jeon Jungkook!" geram Jin

"apa? Ada yang salah?" Tanya Jungkook polos.

"dia tidak berhenti kuliah ataupun menjadi tukang bengkel oke, tadi kami tak sengaja bertemu di jalan dan dia membantu memperbaiki mobil ku" jelas Jin

"ohh kukira dia berhenti kuliah, lalu bagian mana yang ingin kau ceritakan?" Tanya Jungkook polos.

"sudahlah aku ingin mencari kado untuk ulang tahun Ken oppa ke Lotte" seru Jin malas dan langsung berdiri dan berjalan meninggalkan Jungkook.

"loh kenapa? Hey princess aku kan hanya bertanya padamu ayolah jangan meninggalkan ku sendirian" susul Jungkook.

Jin dan jungkook pun berjalan menuju dimana mobil Jin terparkir. Jin pun segera melajukan mobilnya menuju Lotte. Sesampainya di Lotte jin langsung memarkirkan mobilnya. Lalu keluar dari mobil dan memasuki kawasan perbelanjaan.

"apa yang kau cari untuk kado Ken oppa?" Tanya Jungkook

"aku mencari kaos katanya ia butuh kaos untuk manggung" jawab jin

"baiklah kalau begitu gampang mencarinya disini banyak toko pakaian lelaki yang keren aku pernah menemani Taehyung membeli kaos untuknya" jelas Jungkook

Jungkook dan Jin pun mengintari satu persatu isi toko pakaian lelaki di Lotte. Menggingat Jin yang sedikit lama dalam menentukan sesuatu setelah 4 Jam mereka berkeliling pun mereka belum mendapatkan satu kaos pun yang cocok menurut Jin.

"astaga princess kita sudah mengelilingi semua tempat yang ada disini namun kau belum memilih satu pun" frustasi Jungkook

"ini untuk Ken oppa kookie jadi kaos itu haruslah sangat special" ungkap Jin

"sebaiknya kita makan dulu ini sudah lewat dari jam makan siang dan perut ku sudah meraung minta diisi" ajak jungkook

"hh baiklah kita ke foodcourt sekarang, setelah itu kita pulang saja kita bisa cari lusa saja"seru Jin yang tenaganya juga sudah habiskarena ia tidak sempat sarapan tadi pagi.

Mereka berdua pun berjalan menuju escalator menuju foodcourt yang berada dilantai atas dan melihat sekitar Lotte namun mata Jungkook menagkap kedua sosok yang sangat familiar baginya. Kedua sosok itu sedang berada di escalator turun yang berada sedikit jauh dari posisi jin dan jungkook sekarang namun mata tajam jungkook dapat melihat dengan jelas apa yang kedua sosok itu lakukan.

Sosok seorang yeoja dan namja yang tersebut membuat jungkook sedikit menyeritkan dahinya karena Jungkook dengan jelas melihat mereka berdua bergandengan tangan ketika berjalan ke eskalator tesebut serta tingkah sang namja yang terlihat sedikit menggoda yeoja tersebut dan terlihat ekspresi malu dari yeoja itu membuat jungkok semakin menyeritkan alisnya karena tingkah kedua sosok tersebut seperti sepasang kekasih. Dengan sangat penasaran jungkook langsung menarik tangan Jin untuk berjalan menaiki escalator tersebut.

"heyy ada apa? Kenapa kau menarikku kookie?" Tanya Jin

"Diam akan kujelaskan nanti kita harus cepat sebelum kehilangan mereka" seru jungkook dan terus menarik tangan Jin dan sedikit berlari menuju escalator turun dimana kedua sosok yang familiar itu berada.

"mereka? Mereka siapa? Kenapa kita turun lagi? Kita kan mau makan" Tanya Jin bingung dengan tingkah sahabat kelincinya yang satu ini. Yang terus menarik lenganya dan menuruini tangga escalator dengan buru buru.

"sstt jangan banyak Tanya nanti nanti kau akan tahu sendiri, ini adalah hal yang sangat penting menyangkut sebuah hubungan" sergah jungkook.

"hubungan? Siapa? Taehyung selingkuh?" seru Jin syok.

"kalau itu terjadi aku tidak akan segan mencuri sebuah pisau dari toko peralatan dapur sekarang juga, ini lebih dari itu." Jungkook terus menarik tangan Jin dan mencari kedua sosok yang familiar tersebut terlihat sedang memasuki sebuah toko sepatu. Dengan cepat jungkook menarik tangan Jin menuju toko sepatu tersebut namun tidak memasukinya mereka hanya mengawasi dari luar toko. Dan mengintip dari pintu masuk toko tersebut.

"sebenarnya siapa yang kita ikuti dari tadi sih? cepat jawab atau aku akan masuk dan melihatnya sendiri" ancam Jin

" kau intip sendiri saja dan jangan teriak dan menarik perhatian mereka, dan persiapkan jantung mu sebelum melihatnya" bisik Jungkook.

"kenapa apa yang kita mengawasi Ken oppa? Apa yang kau lihat Ken oppa?" ucap Jin sendu.

"aisshhh bukan kalau dia Ken oppa aku tak akan segan untuk mengambil mobil yang sedang dipajang disana dan menabraknya" omel jungkook.

"kenapa kau lebih sadis kepada Ken oppa?" ucap Jin sebal.

"Karena dia berani menyakiti sahabat ku yang berharga ini" ucap Jungkook

"aaahh kau manis sekali kookie~" Jin memeluk Jungkook.

"hey nanti saja acara peluknya yang paling penting adalah kedua makhluk yang sedang kita ikuti sekarang" seru jungkook seraya melepas pelukan Jin.

"ahhh aku hampir lupa" ucap Jin. Jin pun sedikit menyembulkan kepalanya dari arah pintu masuk toko tersebut dan melihat kedalam toko sepatu yang tidak terlalu besar tersebut.

"Jimin?! Apa yang dia lakukan disini? Bukan kah kau bilang dia menarik Suga pergi" Tanya Jin

"lihat siapa yang bersamanya" bisik Jungkook. Jin pun kembali menyembulkan kepalanya dan melihat dengan seksama.

"ommoo! Mereka … mereka berdua? berpegangan tangan!" histeris Jin.

"ssttt! Jangan berisik kau ingin kita ketahuan" seru jungkook seraya membekap mulut Jin.

Sosok namja yang sedaritadi mereka ikuti adalah Jimin. Jimin terlihat sedang melihat-lihat deretan sepatu couple dengan tangan Suga yang berada digenggamanya.

"astagaaa sejak kapan mereka berduaa jadi pasangan?!" Tanya Jin bingung pada Jungkook.

"mana ku tahu sudah kubilang ada yang aneh dengan Suga dan ternyata Tuhan membantu kita secepat ini" ujar Jungkook.

"Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang? Kita akan menghampiri mereka? Dan menayakan semuanya?" Tanya Jin.

"tidak tidak sekarang, sekarang kita harus membiarkan dulu mereka menikmati waktunya namun kita harus mendapatkan bukti dari ini semua untuk mengintrogasi Suga" jawab Jungkook

"Baiklah aku akan mengambil foto mereka berdua" seru Jin.

Jin pun mengeluarkan Handphone nya lalu memotret moment Jimin dan Suga. Angle yang Jin dapatkan sangatlah pas di foto tersebut terlihat Jimin sedang menanyakan sesuatu pada Suga dan menatap matanya sedangkan suga sedikit mendongkak dan membalas tatapan mata Jimin.

"Aku dapat.." sorak Jin pelan dan memperlihatkan hasil hepretanya pada Jungkook.

"bagus ini akan menjadi bukti yang sangat kuat, lihat tatapan mereka itu, tatapan mabuk asmara cihh, Suga tidak akan bisa mengelak lagi sekarang" Seru Jungkook.

"Lalu kita harus kemana sekarang?" Tanya Jin.

"Kita sebaiknya pulang saja karena aku sudah kenyang dengan melihat mereka" ceria Jungkook.

" baiklah aku bisa menghemat uang dengan makan dirumah hahaha" seru Jin.

mereka berdua pun beranjak dari depan toko tersebut yang membuat mereka berdua menjadi perhatian para pengunjung yang melihatnya. dan meninggalkan kedua sejoli yang sedang asik memilh sepatu itu.

"hattcchii!"

"kau baik baik saja? Kenapa tiba-tiba bersin?" seru Jimin seraya menagkupkan tangannya pada pipi Suga.

"aku baik-baik saja. Mungkin ada yang sedang membicarakan ku" ucap Suga santai dan membalas perlakuan Jimin dengan sebuah senyuman manis di wajahnya.

"haha mungkin kedua sahabat mu sedang membicarakan mu. Kita pilih yang ini saja oke?" canda jimin

"terserah kau saja aku sudah bilang aku tak suka barang berpasangan seperti itu, sangat kekanakan kau tahu" ujar Suga.

"aishh berhrntilah mengomel kau harus menikmati kencan kita ini Sugar"

"cepatlahh aku sudah lapar" rengek Suga.

"iya iya sabar"

Kedua sejoli itu pun melanjutkan perjalanan kencan mereka tanpa mengetahui bahwa tadi ada uda sosok yeoja yang mengikuti mereka.

Jin telah sampai dirumahnya setelah mengantarkan Jungook pulang. Ia langsung memasuki kamarnya dan merebahkan badanya lelah karena seharian mengelilingi Lotte. Namun, baru saja jin ingin memejamkan matanya Handphonenya berdering menandakan panggilan masuk. Jin meraih tasnya dan merogoh isi tasnya untuk mencari handphonenya. Namun setelah mendapatkan handphonenya dan melihat siapa penelepon tersebut jin langsung mengerutkan alisnya.

"untuk apa dia menelepon ku? " Tanya Jin. Jin hanya membiarkan Handphone itu berdering tanpa ada niatan untuk mengangkatnya. Namun sang penelepon tak kunjung menyerah dan terus membanjiri Handphone Jin dengan panggilanya.

"ohh astaga manusia ini ada apa sih!" Jin pun akhirnya menyerah dan memilih mengangkat panggilan telepon tersebut.

"Ada apa?" ketus Jin

"kenapa kau lama sekali mengangkanya?" seru sebuah suara disebrang sana.

"ada apa cepat katakan aku malas berbicara dengan mu" keluh Jin

"aih kau ini tidak bisa kah bersikap ramah sedikit padaku"

"tak ada kata ramah untuk mu dikamusku Namjoon, cepat katakan ada apa kau menelepon ku seperti ingin melaporkan sebuah kebakaran dan sekarang kau malah bertele-tele dengan ku."

"kau ini masih saja dendam pada ku" seru Namjoon.

"ku tutup" seru Jin seraya memutuskan sambungan telepon dengan Namjoon.

Namun tak lama kemudian nama Namjoon kembali muncul dilayar hanphone Jin menandakan ia kembali menghubungi Jin. Jin menganggkatnya.

"jika kau hanya iseng hen…"

"Aku melihat Ken bersama seorang perempuan dibandara" ucapan Jin diputus oleh kalimat mengejutkan dari Namjoon.

.

.

.

.

.

tbc

rnr juseyoo

Jiah selaku author mau minta maaf banget karena late update ini author lagi sibuk ngurus psersiapan wisuda heheh doakan Jiah.

dan Jiah akan usahakan fast update untuk chapter kedepanya. Jiah juga udah menyiapkan beberapa ff lain yang akan Jiah Publish setelah FF ini selesai. mohon bantuanyaaa.

thanks untuk semua yang udah menanti dan mereview ff ini:

untuk cookingseokjin gomawoo atas semangatnyaa~~panggil aja Jiah ne. maafkan jiah karena late update yaa /bow/, jiah usahakan untuk fast update. termia kasih yaa terus membaca dan revief ff Jiah

terimakasih untuk semua orang yang udah review FF second chance

ORUL2, Aiko Vallery, Sky Onix, es, kenjin, Sky Onix