FF ini pernah di post dengan cast Chanbaek dank Krisbaek
FF ini dibuat berdasarkan novel teenlit Chocoluv by Ninit Yunita namun ada beberapa kejadian serta perbedaan dalam cerita ini. Terimakasih atas perhatianya ..
Selamat membaca.
.
.
.
Previous Chapter
.
.
.
"kenapa kau lama sekali mengangkanya?" seru sebuah suara disebrang sana.
"ada apa cepat katakan aku malas berbicara dengan mu" keluh Jin
"aih kau ini tidak bisa kah bersikap ramah sedikit padaku"
"tak ada kata ramah untuk mu dikamusku Namjoon, cepat katakan ada apa kau menelepon ku seperti ingin melaporkan sebuah kebakaran dan sekarang kau malah bertele-tele dengan ku."
"kau ini masih saja dendam pada ku" seru Namjoon.
"ku tutup" seru Jin seraya memutuskan sambungan telepon dengan Namjoon.
Namun tak lama kemudian nama Namjoon kembali muncul dilayar hanphone Jin menandakan ia kembali menghubungi Jin. Jin menganggkatnya.
"jika kau hanya iseng hen…"
"Aku melihat Ken bersama seorang perempuan dibandara" ucapan Jin diputus oleh kalimat mengejutkan dari Namjoon..
.
.
.
.
DEG..!
DEG!
DEG!
Jin terpaku. Seluruh badanya lemas matanya mulai berkaca-kaca. Perasaanya mulai kacau perasaan yang sama saat dia mengetahui namjoon menghianatinya dulu namun ini terasa lebih menyakitkan.
"Jin.."
"Seokjin..?"
"Kim Seokjin kau masih disana?" tanya namjoon"
"Apa?! Ha? Aku tidak mendengarmu maaf sepertinya sinyalnya jelek maaf.." jin pun memutuskan sambungan teleponya.
Klick!
Alasan yang Jin buat memang tidak masuk akal namun Jin tak ingin mendengarnya. Sungguh Jin tak mendengar kelanjutanya dari perkataan namjoon. Ken nya tak mungkin begitu. Dan kenapa Juga ia harus percaya terhadap perkataan namja brengsek seperti namjoon. Ia harus percaya pada Ken, walaupun perkataan namjoon benar pasti ada alasanya Ken bersama perempuan itu. Ya jin harus percaya pada Ken. Lagi pula berjsama seorang perempuan ditempat umum bukan berarti mereka pacaran atau memiliki hubungan yang special kan. Bisa saja mereka sedang mencari keperluan untuk tugas kelompok. Iya Jin harus berfikir positif sebelum mendapatkan kebenaran yang sesungguhnya.
Kringg..
Kring…
Layar handphone Jin menunjukan nama namjoon yang sedang melakuakan panggilan padanya. Jin mengangkat teleponya.
"ada apa lagi?"
"kenapa kau menutup telponya"
"aku tidak mendengar ucapanmu yang menuduh Ken oppa tanpa alasan seperti itu. Tidak cukupkah kau menyakitiku dulu? Tidakkah kau puas membuatku menderita?" nanar Jin
"aku minta maaf atas kesalahanku dimasa lalu, tapi aku bicara serius Jin, aku berbicara berdasarkan fakta yang kulihat" ucap Namjoon Serius.
"baiklah terserah kau saja. Mungkin yang kau lihat itu benar Ken oppa tapi mungkin dia sedang ada keperluan mencari tugas atau apa yang mengharuskan dia pergi bersama yeoja itu" sanggah Jin
"tidak Jin, aku tidak melihat namchin mu tapi aku bertemu dengan namchin mu di bandara" tegas Namjoon.
"apa maksudmu dengan bertemu?" Jin semakin penasaran. Perasaannya semakin kalut air matanya mulai tak terbendung suaranya mulai parau.
"…"
"namjoon cepat jelaskan padaku, apa yang kau maksud dengan bertemu?" bentak Jin. Ia sudah tak bisa mengontrol emosinya.
"tadi pagi saat kita bertemu, pada saat itu aku sebenarnya sedang berada di perjalanan menuju bandara untuk menjemput sepupu ku yang baru kembali dari Jepang. Namun saat aku sampai disana untuk menjemputnya ternyata dia bersama seseorang yang dia memperkenalkan kepada ku sebagai namjachingunya"
"ja.. jadi maksudmu? Yang sepupumu perkenalkan padamu sebagai namja chingunya adalah Ken oppa?" runtuh sudah segala pertahanan Jin air matanya meluncur dengan cepat. Hatinya merasa kelu. Seluruh badanya lemas. Tangisnya pecah isakannya pun mengalun dari bibirnya. Iya tidak bisa membayangkan kenyataan yang ia dengar barusan.
"jin..? kau baik baik saja? Maaf kan aku tapi aku harus memberitahumu semua ini karena aku tak ingin kau sakit" sesal Namjoon.
"…" hanya isakan Jin yang terdengar oleh namjoon.
"Jin mungkin kau masih ragu dengan pernyataanku, tapi Hakyeon sepupuku itu aku sudah memintanya untuk bertemu besok. Jika kau mau aku akan mengajakmu dan mencari tahu kebenaranya" Tanya namjoon.
"hikss.. baik besok aku ikut dengan mu" isak Jin dan langsung menutup sambungan teleponya.
Bingung itulah pikiran Jin saat ini. Entah apa yang ada dipikiranya. Dalam hatinya ia percaya pada Ken namun fakta yang namjoon berikan membuat hatinya goyah. Perdebatan batin antara logika dan perasaan sedang bergelut dalam diri Jin. Jin berusaha untuk menenangkan hati serta pikiranya ia harus bisa tenang dan berkepala dingin saat ini sampai ia mendapatkan sebuah bukti yang benar atas semua kejadian ini. Dengan perasaan yang mulai tenang Jin pun memeberanikan diri untuk menghubungi Ken.
Tutt…
Tutt..
Tutt..
Suara sambungan telepon terdengar oleh Jin. Menandakan seseorang yang dihubunginya belum juga mengangkat panggilan darinya. Perasaan Jin mulai tak tenang biasanya Ken akan mengangkat telepon Jin dengan cepat, namun kali ini panggilan Jin tak kunjung diangkat. Jin terpaksa mengakhiri panggilanya karena suara operator ynag memberitahu bahwa seseorang yang ia hubungi tidak menjawab panggilanya. Jin mencoba positif thingking dan kembali mencoba untuk menelepon Ken.
"Sunshine..?ada apa? maaf tadi oppa baru selesai mandi" seru sebuah suara diseberang sana.
"Oppa…" ujar suara Jin yang berat karena menahan tangisnya. Sebuah perasaan senag serta curiga bercampur dalam hati Jin ketika mendengar suara Ken.
"Sunshine kau menangis? Kenapa" khawatir Ken.
"a..nnii oppa aku tidak menangis, suaraku seperti ini karena aku sedang flu" sanggah Jin.
"flu? Bagaimana bisa? Sudah oppa ingatkan jangan terlalu sering begadang cuaca saat ini sedang tidak menentu kau tahu. Jika kau begadang maka imun ditubuh mu akan lemah dan akan mudah terserang penyakit" cerewet Ken.
"maafkan aku. Tugasku menumpuk kemarin dan terpaksa untuk begadang" bohong Jin.
Mendengar segala penuturan serta ceramahan Ken entah kenapa perasaannya mulai tenang dan sebuah senyum terukir di bibir nya yang tadi mengeluarkan sebuah isakan.
"jangan lupa kau minum obatnya sunshine.. aku tidak ingin saat aku bertemu dengan princess ku ini menjadi princess ingusan kkk?" canda Ken.
"isshh lihat saja aku tidak akan meminum obat ku dan jika kita bertemu akan ku usapkan seluruh ingus di kaos serta jaket mu" ujar Jin sebal.
"ewwhh terdengar sangat menjijikan hahaha.. ngomong-ngomong ada apa princess menelepon hmm?" Tanya Ken.
Mendengar pertanyaan Ken Jin kembali mengingat segala cerita Namjoon tujuanya serta menelepon Ken.
"ahh… tidak ada hanya ingin ngobrol bersama oppa saja, Oppa sedang apa?" ucap Jin
"uhh sepertinya ada seseorang yang sedang merindukan ku, aku sedang duduk dipinggir kasur dan mengangkat teleponmo denga tidak memakai baju karena tadi hanphone ku berisik ketika aku keluar dari kamar mandi" ucap Ken Jahil.
"yakkk! Byuntaee segera gunakan pakaianmu oppa.. kau mau masuk angin?" cerca Jin dengan keadaan pipi yang mulai merah membayangkan tubuh Ken yang tidak terbalut pakaian dan sedikit bulir air yang masih tersisa karena badanya yang belum kering.
"hahahaha iya iya princess aku hanya menjahili mu. Aku sudah berpakaian dari tadi" ucap Ken.
"ishh kau memang menyebalkan..hmm.. oppa.." gugup Jin ia ingin menanyakan kemana saja Ken seharian ini.. namun ia takut dianggap terlalu protective.
"ya? Ada apa sunshine?" Tanya Ken.
"seharian ini kau kemana saja?" Tanya Jin pelan.
"hm? Aku? Aku latihan bersama yang lain untuk festival kampus, iya kan leo? Kau sendiri?" jawab Ken
"hmmm" terdengar sebuah suara lain yang menyahut pertanyaan Ken. Suara yang Jin kenal sebagai teman dekat Ken yang sangat pendiam namun memiliki suara yang sangat indah
"aku hari ini aku pergi bersama kookie, sepertinya oppa sedang ada tamu.. lain kali saja kita ngobrolnya ya, hmm oppa lusa nanti kita dinner ya.. " seru Jin. Perasaan lega menyelimuti hatinya
"baiklahh, ahh maaf ya sunshine hari ini leo ingin menginap dirumah ku katanya, kau cepat sembuh ya dan jangan lupa minum obat mu" nasihat Ken.
"nee.. oppa selamat malam, kututup ya" Jin pun memutuskan sambungan teleponya bersama Ken.
"hhh..siapa yang harus ku percaya?" gumam Jin.
"Ken oppa"
"Namjoon"
"Ken oppa"
"Namjoon"
"Ken oppa"
"Namjoon"
"Astaga kepala ku pusing memikirkan semuanya, sebaiknya aku istirahat dan mempersiapkan mental untuk besok, aku akan menemukan kebenaranya dan masa depan hubunganku bersama Ken oppa"
Jin pun beranjak dari kasurnya menuju kamar mandinya untuk membersihkan dirinya dan beristirahat untuk mengumpulkan staminanya besok. Karana ia tak tahu apa yang akan terjadi besok. Dan perasaanya mengatakan besok akan menjadi hari yang berat untuknya.
Keseesokan harinya Jin bangun dengan mata yang sedikit membengkak akibat tangisanya semalam. Hari sudah menunjukan jam 11 siang Jin sudah bersiap tadi pagi ketika Jin bangun ia menemukan pesan singkat dari Namjoon yang memberitahu tentang tempat dia akan bertemu dengan sepupu namjoon bernama Hakyeon. Jin dan namjoon sudah sepakat untuk bertemu saat jam makan siang maka dari itu Jin sudah siap pergi dan berangkat menuju sebuah café didaerah gangnam.
Sesampainya Jin di café yang namjoon beritahu. Ia langsung masuk dan menemukan namjoon duduk dimeja pojok café dengan sepuntung rokok berada di sela jari tengah dan jari telunjuknya.
"namjoon.. kau belum berhenti merokok?" ujar Jin seraya mendudukan dirinya di depan namjoon.
"tidak bisa.. aku sudah mencobanya namun karena beban kuliah lebih berat aku kembali merokok" jawab Namjoon santai.
"mana sepupumu?" Tanya Jin.
"ia akan datang tenanglah, mau pesan makan?" Tanya namjoon sambil menyodorkan buku menu pada Jin.
"aku akan memesan café latte saja" ucap Jin.
Namjoon memanggil pelayan café tersebut dan memesankan minuman yang jin pesan. Mereka berdua tenggelam dalam keheningan hingga minuman pesanan Jin datang.
"kemarin aku bertanya pada Ken oppa kemana saja ia seharian kemarin" ujar Jin membuka pembicaraan.
"lalu..?" Tanya namjoon
"ia bilang.. ia latihan band bersama temanya untuk festival kampus" seru Jin
"pfftt bwahaahahahhahahahaha" tawa namjoon pecah sesaat setelah ia mendengarkan jawaban Jin
"kenapa kau tertawa? Tidak ada yang lucu disini" kesal Jin.
"kau.. kau itu lucu Jin hahahaha astaga " Namjoon terus tertawa
"kau mempermainkan ku ya?" Bentak Jin.
"tidak.. aku tidak ada niatan mempermainkan mu. Tapi kaulah yang telah dipermainkan Jin" seketika tawa namjoon berhenti dan wajah serta nada bicaranya menjadi serius.
"maksud mu?" bingung Jin
"kau pikir ada orang yang mau mengaku setelah ketahuan mencuri? Jika itu terjadi maka penjara akan penuh jinnie" sarkas Namjoon.
"jadi maksud mu Ken berbohong jika ia latihan band kemarin? Tapi temanya mengiyakan jika kemarin mereka latihan"
"hei.. Kim Seok Jin kau ini kau lupa siapa aku? Aku juga mantan buaya Jin aku tahu taktik murahan seperti itu" bangga namjoon.
"cihh kau membanggakan dirimu yang penjahat itu? Memalukan" sinis Jin.
"terserah kau saja.. tapi ada sesuatu yang ingin ku beritahu padamu tentang fakta sepupuku dan namja chingu mu itu" wajah Namjoon kembali serius.
"apa?" Jin menyeritkan keningnya
"saat aku bertanya soal namja chingu nya itu Hakyeon bilang ia dan Jaehwan sudah berpacaran sejak 2 tahun lalu.." ujar namjoon
Syok itulah yang Jin rasakan sekarang, tadinya Jin masih mengelak jika Ken adalah orang yang sepupu namjoon perkenalkan dengannya bukan lah Ken namja chingu nya namun mendengar nama asli Ken disebutkan oleh Namjoon hatinya kembali merasakan sakit itu serta fakta bahwa mereka sudah berhubungan 2 tahun seperti namjoon bilang sedangkan Jin dan Ken baru saja jadian selama 5 bulan. Membuat Jin semakin kalut.
Matanya mulai berair. Apakah ia telah dibohongi oleh Ken selama ini? Kenapa Ken mendekatinya jika ia sudah memiliki kekasih? Apakah Ken memacarinya karena ia sedang bosan dengan hubungannya dengan sepupu namjoon? Pertanyaan pertanyaan mulai mengelilingi kepala Jin. Air matanya sudah tidak terbendung dan mengalir begitu saja melewati pipi mulusnya. Namjoon yang melihat itu langsung panic dan memberikan tisu pada Jin.
"jangan menangis kumohon. Aku tidak ingin dituduh yang tidak tidak" ujar Namjoon.
Jin mendengarkan perkataan namjoon ia pun mengusap air matanya dan berusaha kembali tenang.
"apa lagi yang sepupumu ceritakan?" Tanya Jin pelan.
"ia bilang ia dan Jaehwan menjalani LDR karena ia harus menjalani kuliah di Jepang selama 2 tahun ini dan baru kembali kemarin" ujar namjoon.
Hati Jin kembali merasa nyeri ia tidak tahu harus berkomentar apa lagi. Ia hanya ingin mengetahui kebenaranya dari seseorang yang namjoon bilang sepupunya itu. Tapi sudah hamper satu jam menunggu sepupu namjoon tidak kunjung datang.
"kapan sepupumu datang?" Tanya Jin
"mungkin sebentar lagi.. dia sudah berjanji akan datang mungkin ada ada urusan" Namjoon mulai terlihat tidak tenang sedari tadi ia terus berkutat dengan hp nya berusaha menghubungi sepupunya itu. Namun bukanya mendapat jawaban handphone sepupunya itu malah tidak aktif.
"Kim namjoon kau mencoba mempermainkan ku ya?" ujar Jin ketus.
"tidak Jin sungguh, tunggu sebentar dan aku akan mencoba mehubunginya lagi" ujar Namjoon mencoba untuk menenangkan Jin.
"tak usah aku sudah membuang waktuku untuk mendengar segala kebohongan mu dan sekarang kau masih ingin aku menunggu? Maaf tapi aku masih punya urusan yang lebih penting" sinis Jin seraya bangkit dari dudukya dan meninggalkan namjoon namun langkahnya tertahan karena namjoon menahan tanganya.
"aku tidak bohong kita tunggu sebentar lagi, ok? Aku ingin kau tahu kebenaranya agar kau tidak disakiti" ujar Namjoon memelas.
"hahha kau ini sungguh mengesankan. Kaulah yang telah menyakiti ku dan jangan samakan Ken dengan dirimu. Aku sudah muak dengan segala kebohongan mu namjoon. Aku harus mencari kado ulang tahun untuk pacarku maaf" Sarkas Jin seraya menepis lengan namjoon yang sedari tadi menahanya.
Jin pun berlalu pergi meninggalkan namjoon sendirian dalam café dan ia pergi menuju parkiran dan langsung pulang karena batinya sudah terlalu lelah dengan segala cerita namjoon. Keesokan harinya sesuai dengan janjinya bersama jungkook ia pergi untuk mencari kado ulang tahun Ken.
"kookie!" seru Jin sambil melambaikandan menghampiri sahabat gigi kelincinya itu yang sedang duduk di toko donat dalam mall itu.
"Jinnie" jawab Jungkook.
"loh mengapa kau sendirian? Tanya Jin aku kan sudah bilang untuk mengajak suga" ujar Jin seraya menyomot donat milik Jungkook.
"Suga? Gadis itu sedang dimabuk asmara dia hari ini ada janji dengan Jimin dan tak bisa diganggu gugat" ketus Jungkook.
"bagamana kau tahu? Semalam di grup dia tidak membicarakan apapun soal pergi bersama Jimin" Tanya Jin bingung.
"dia itu masih malu kau tahu, aku mengetahuinya dari taehyung dan kau pasti tahu dari mana taehyung tahu jika bukan dari sumbernya langsung alias Jimin" jelas Jungkook.
"ahh kau benar.. haha sudah lah biarkan saja dulu mereka kita tunggu mereka mengumumkan secara resmi pada kita soal hubungan mereka" tutur Jin seraya menghabiskan donta milik Jungkook.
"kau menghabiskan donat kuu" rengek Jungkook melihat donat yang ia pesan telah habis dilahap oleh Jin.
"heheh maaf maaf sudahlah waktu itu kau menghabiskan minumanku sekarang aku menghabiskan donat mu jadi kita impas oke?" senyum Jin
"kau balas dendam hanya karena minuman, astaga kenapa aku punya sahabat pendendam ya tuhan" seru Jungkook dramatis.
"ck dasa ratu drama" seru Jin malas seraya meninggalkan Jungkook dan keluar dari toko donat itu.
"setelah menghabiskan donatku sekarang kau meninggalkan ku? Memang kau sahabat yang sangat baik princess" gerutu jungkook dan meninggalkan toko donat untuk menyusul Jin.
Jin pun berkeliling mencari kaos untuk ia berikan pada Ken. Sampai akhirnya ia memasuki sebuah distro pakaian lelaki ia tertarik pada sebuak kaos dengan desain gravity berwarna biru langit. Serta kemeja dengan perpaduan dua warna yang ada di kerah serta lingkar lenganya. Tanpa banyak berfikir seperti Jin yang biasanya Jin langsung mengambil dua buah pakaian itu dan langsung membayarnya.
"ahhh akhirnya aku mendapatkan hadiah untuk Ken oppa!" riang Jin.
"jadi sekarang kita mau kemana lagi?" Tanya jungkoook.
"kita cari kotak dan kertas kado. Untuk membungkusnya dan diberikan pada Ken oppa~" riang Jin.
"baiklah ayo.." jungkook dan Jin pergi menuju toko aksesoris untuk mencari bungkus kado dan kotak.
Jin dan jungkook pun mendapatkan sebuah berukuran 60x50 cm serta kertas kado berwarna merah dan pita berwarna emas. Setelah berbelanja mereka memutuskan untuk pulang karena jam telah menunjukan pukul 15.00.
Jin sampai dikamarnya dan langsung membuka belanjaannya dan langsung membukusnya. Ia sudah sangat tidak sabar menunggu hari esok. Ia akan pergi dinner bersama sang kekasih dihari ulang tahun nya dengan kado special yang telah ia siapkan. Jin mengistirahatkan dirinya lalu menyimpan kado yang telah ia bungkus dengan sangat rapih.
Suara kicauan burung menerpa telinga Jin. Cahaya matahari yang hangat menerpa kulitnya. Seokjin bangun dengan penuh semangat. Ia yakin Ken oppa akan senang dengan hadiah yang ia berikan.
Jin beranjak dari kasurnya, menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya, lalu ia keluar dan berjalan menuju lemarinya untuk memilih pakaian yang cocok yang akan ia gunakan untuk dinner bersama Ken nanti malam ia menemukan tube dress berwarna merah dengan rok flare sepanjang lutut dan dress warna hitam dengan jenis lengan one shoulder yang membuat Jin galau untuk memilihnya. Jin menggeluarkan kedua dress tersebut dan meletakanya diatas kasur.
"hmmm tube dress"
"one shoulder"
"tube dress"
"one shoulder"
"tube dress"
"one shoulder"
"tube dress"
"one shoulder"
Jin bingung, menggigit ujung kukunya dan terus memperhatikan dress yang akan yang ia gunakan.
"sepertinya tube dress lebih keren" pilih Jin.
"eh tapi one shoulder juga lebih keren" ganti Jin
"tidak tidak Tube dress saja" kukuh Jin. Dan Jin pun mengembalikan dress one shoulder kedalam lemari.
"hmm sekarang mari kita pilih sepatunya" Jin membuka rak sepatunya dan melihat jajaran high heels nya.
mata Jin tertarik pada sebuah stiletto berwarna hitam dengan strap berhiaskan glitter berwarna silver dan entah kenapa Jin tidak bingung dan langsung menjadikan sepatu itu pilihanya.
Waktu berlalu begitu cepat sehingga waktu telah menunjukan jam 17.00 Jin sudah siap dengan pakaianya serta make up tipis dan tatanan rambut yang simple membuat Jin tampak sangat cantik. Jin memilih tas kecil untuk ia gunakan menyimpan handphone serta dompetnya, Ia berjalan keluar dari kamarnya dan mencoba untuk menghubungi nomor Ken. Namun tidak ada jawaban. Dan malah nomor Ken yang ia hubungi tidak aktif. Jin mencoba untuk tenang ia mencoba menghubungi rumah Ken dan diangkat.
"yeobseo.. kediaam Lee …ada yang bisa dibantu?" seru sbuah suara disebrang telepon.
"ah bibi kwon.. ini aku Seokjin.. apakah Ken ada dirumah?" Tanya Jin
"ah tuan muda? Tuan muda sudah pergi pagi pagi sekali nona" jawab bibi Kwon.
"pagi pagi? Kemana?" jin penasaran tidak biasanya Ken pergi pagi pagi diakhir pekan karena tidak ada jadwal kuliah maupun jadwal latihan . karena Ken sangat tidak suka akhir pekanya diganggu.
"saya kurang tahu nona tapi tuan muda berpakaian sangat rapih dan pergi menggunakan mobil" jelas bibi Kwon.
"ahh.. baiklah bi terima kasih" Jin menutup sambungan teleponya. Entah kenapa ia kembali teringat pada cerita namjoon.
Dengan perasaan yang tidak menentu Jin menghubungi nomor Namjoon.
"Yeob.."
"Namjoon apa kau sedang bersama sepupumu?" potong Jin. Saat namjoon belum menyelesaikan perkataanya.
"Hakyeon? Kenapa? Hmm kau percaya pada ku sekarang?" ujar Namjoon
"sudah katakan saja dimana sepupumu itu!" bentak Jin. Perasaanya sudah tidak enak entah kenapa cerita namjoon soal sepupunya memenuhi kepala Jin.
"baik baik akan kutanyakan tunggu sebentar" seru namjoon. Dan langsung memutuskan sambungan teleponya bersama Jin.
Mata Jin mulai basah, hatinya sakit, pikiranya kacau. Ia sedang menunggu telepon dari namjoon. Ia berharap kecurigaanya tidaklah benar. Seketika telepon Jin berdering menandakan namjoon memanggilnya.
"bagaimana? Dimana sepupu mu?" Tanya Jin panic.
"dia sedang pergi ke Busan." Jawab namjoon pelan.
"Busan? Bersama siapa?" Tanya Jin
"…"
"Kim namjoon cepat katakan! Dia pergi bersama siapa?" marah Jin
"dia bersama Jaehwan"
"…"
"Seok Jin.."
"…"
Tutt…
Sambungan telepon itu terputus. Seluruh badanya terasa lemas, air matanya turun. Riasan Jin luntur oleh air matanya. Namun Jin berusaha tegar ia harus bertanya langsung pada Ken. Jin berusaha membenarkan riasaanya. Dan berangkat menggunakan taksi menuju rumah Ken. Dalam perjalanan nya Jin tidak bisa membendung perasaanya. Ia mencoba menahan air matanya hatinya terasa sangat sakit. Ia sudah berdandan untuk hari ini serta mempersiapkan segalanya. Sesampainya nya Jin dirumah Ken ia menekan tombol bel namun belum sempat seseorang didalam rumah membukakan pagar sebuah mobil datang. Dan ternyata itu adalah mobil Ken. Mobil itu berhenti dan Ken keluar dari mobil menghampiri Jin yang berdiri di depan gerbang rumah miliknya.
"Sunshine?" kau sedang apa disini?" Tanya Ken
"seharunya aku yang bertanya pada oppa, oppa dari mana? Kenapa handphone oppa tidak aktif?" Tanya Jin balik
"a..ku..aku habis latihan band" gugup Ken
"benarkah? Kau bukan dari Busan? Kata bibi Kwon oppa pergi pagi pagi sekali" sinis Jin
"ahh… iya… aku…aku.. dari busan ada urusan" Ken semakin gugup
"ke..ke….kenapa kau tidak mau jujur kepada ku? Kenapa!?" habis sudah kesabaran Jin emosinya memuncak air matanya mengalir.
"Jin aku bisa jelaskan semuanya.. jangan menangis oke..?" Ken kaget dan panic melihat Jin menangis iya menangkup kan tanganya dipipi Jin dan mengusap air mata Jin.
Jin menepis tangan Ken.
"siapa Hakyeon? Jelaskan kenapa kau pergi bersamanya? Dan kenapa kau tidak mengaktifkan handphone mu?" Jin bertanya dengan emosi
"hhh aku akan menjelaskan semuanya sebaiknya kita masuk dulu dan bicara didalam " Ken menarik tangan Jin masuk kerumahnya namun Jin menepis lengan Ken.
"tidak kita bicara disini saja" singkat Jin.
"baiklah tapi stidaknya kita duduk dalm mobil oke.. wan terlihat mendung" jlas Ken pelan lalu membawa Jin masuk kedalam mobilnya.
Jin mencoba menenangkan dirinya ia menghapus air matanya.
"Ceritakan, ceritakan semuanya" lirih Jin
"hhhh aku dan hakyeon berpacaran sejak 2 tahun lalu tapi belum lama kami jadian ia harus melanjutkan pendidikannya Ke Jepang. Pada 2 bulan pertama ia masih sangat sering mengirimiku pesan dan kami selalu rutin melakukan video call namun ketika menginjak waktu 3 bulan kami mulai jarang berkirim pesan ataupun melakukan video call dia bilang dia sangat sibuk dan aku memakluminya aku mengerti karena aku juga mulai sibuk. Dan ketika waktu yang ke 4 bulan ia tiba-tiba menghilang semua pesan yang kukirim padanya tidak pernah dibalas video call pun tak pernah tersambung aku pikir dia sangat sibuk sehingga tidak bisa membalas pesan ataupun menerima panggilan video call dari ku aku pun dengan sabar menunggunya hingga akhirnya tak terasa satu tahun berlalu. Aku pun mulai berfikir bahwa kami sudah putus dan lalu kau hadir. Kau orang yang menarik ceria dan menyenangkan walaupun kau sedikit plinplan, aku tertarik pada mu dan mulai untuk mendekatimu aku hingga sampai kemarin aku sangat baha gia bisa memilikimu disampingku. Namun tiba tiba Hakyeon mengirimi ku pesan untuk menemuinya dibandara. Aku pun menyetujuinya karena aku berfikir kami adalah teman apa salahnya aku menjemputnya, namun ternyata ketika aku menjemputnya dia memperkenalkanku pada sepupunya bahwa kami berpacaran.."
"lalu? Kenpa kau tidak bilang padanya kau sudah punya aku oppa!? Kau anggap aku ini apa?" Tanya Jin
"aku sudah mencobanya Jin tapi perasaan ini … maaf tapi sepertinya aku masih mencintainya Jin" ucap Ken.
"jadi maksud mu kau ingin kita putus dank au kembali pada seseorang yang telah meniggalkanmu begitu saja?" Tanya Jin kesal hatinya sakit air matanya mengalir deras melewati pipinya.
"I'm really sorry Jin but every person can have a second chance, right?"
"hh,,, second chance? Baiklah tapi aku yang akan mengakhiri hubungan ini bukan oppa!?" geram Jin.
Hujan mulai turun Ken hanya terdiam ia tidak berani menatap Jin ia tahu ialah yang pihak bersalah disini wajar jika Jin sangat murka terhadapnya.
" Selamat ulang tahun, selamat tinggal dan terima kasih" ucap Jin sambil menghapus air matanya dan membuka pintu mobil Ken.
"kau mau kemana? Saat ini hujan aku akan mengantarkan mu kerumah, kau bisa sakit jika pergi dengan keadaan begini" Ken menahan lengan Jin agar tidak keluar dari mobilnya.
"jangan pedulikan keadaan ku ketika kau tidak bisa memperdulikan perasaanku" Sinis Jin.
Ia pun melepaskan gemngaman tangan ken di lenganya lalu keluar dari mobil dan hujan pun langsung menerpa tubuh Jin yang dibalut oleh gaun berwarna merah tersebut. Jin berjalan menjauhi rumah Ken berusaha memberhentikan taxi yang lewat namun tak satupun taxi yang berhenti.
"hikkss.. hikss..kenapa semua taxi penuh saat hujan" gerutu. Jin badanya sudah basah kuyup air matanya terus mengalir hatinya sakit. Ia pun terus berjalan sambil seskali memberhentikan taxi. Namun bukan sebuah taxi yang berhenti didepanya malah sebuah mobil pribadi dengan merk BMW berwarna merah yang berhenti dihadapanya Jin mengenal mobil itu, mobil yang sama seperti saat mobilnya mogok. Seketika pengemudi mobil tersebut menurunkan kacanya.
"kenapa wanita cantik dengan pakaian yang bagus ini basah kuyup seperti itu?" Tanya sang pengemudi.
"kau tidak perlu tahu namjoon-shii" jawab Jin ketus.
"kau ini disaat seperti ini pun kau masih bisa ketus kepada ku. Ayo masuk akan kuantar kau pulang" tawar namjoon.
"tidak, terima kasih. Aku naik taxi saja" jawab Jin
"kau tidak akan menemukan taxi kosong ketika hujan seperti ini Jin, ayolah jangan keras kepala. Kau bisa demam jika kehujanan seperti itu." Ucap namjoon.
"taxi…!" Jin melambaikan tanganya dan mencoba memberhentikan Taxi yang lewat.
"see..? sudah kubilang semua penuh ayo naik dan akan kuantar kau kerumah dengan selamat" ujar namjoon seraya membuka pintu penumpang agar Jin bisa masuk.
"hh baiklah tapi jangan salah paham, aku menerimanya karena tidak ada pilihan lain jadi jangan berpikir macam macam" omel Jin.
"baik baik Jinnie aku tidak akan berpikir macam macam oke.." Namjoon pun menjalankan mobilnya. Mereka berdua terdiam tidak ada pembicaraan diantara mereka. Namjoon sedikit melirik kearah Jin yang terlihat mulai kedinginan. Ia pun melepas jaket yang ia pakai lalu memberikanya pada Jin.
" pakailah setidaknya itu akan mengurangi kedinginan mu dan aku akan menyalakan pemanasnya" uja Namjoon.
"terima kasih" ucap Jin singkat lalu memakai jaket yang namjjon berikan.
"kau habis dari mana? Kenapa hujan-hujanan dengan pakaian seperti itu?" Tanya namjoon.
"memangnya salah jika hujan hujanan dengan pakaian seperti ini? Memangya jika ingin hujan hujanan ada aturan berpakaianya?" jawab Jin kesal.
"hhh…bukan begitu maksudku, tapi kenapa kau tidak bersama namjachingu mu?" Tanya namjoon
"mantan.." jawab Jin
"kau putus denganya? Kenapa?" Girang namjoon.
"kenapa kau terlihat senang begitu? Dan jangan pura pura tidak tahu alasanya. Kau senang melihatku menderita, hah!" kesal Jin
"bukan begitu,aku kan hanya ingin basa-basi, jadi kau sekarang single hmm?" Tanya namjoon.
"apa maksud mu bertanya seperti itu? Dasar playboy." Ketus Jin.
"hey, Jinnie tidak kah kau mau melupakan kejadian masa lalu itu? Aku tahu aku salah aku sangat menyesal dan aku sudah berusaha untuk berubah sekarang dan hanya setia pada seseorang namun yang terjadi, aku malah diselingkuhi, mungkin ini namanya karma" sesal namjoon.
"kau diselingkughi? Dengan pacarmu itu?" Tanya Jin.
"tentu saja, dengan siapa lagi. Ia selingkuh dengan seorang Fotografer" jawab namjoon.
"maafkan aku, maaf membuat mu sedih" ucap Jin
"tak apa setidaknya pengalaman ini mengajarkan ku agar tidak menyakiti ataupun menghianati siapapun, sekarang aku mengerti kenpa kau sangat membenciku dan rasa sakitnya karena dikhianati oleh seseorang yang kita sayang sangat lah menyakitkan." Ujar namjoon.
Mobil namjoon sampai tepat didepan rumah Jin.
" terimakasih telanh mengantarku" ujar Jin ia pun melepas seat beltnya.
"jangan keluar dulu tunggu sebentar." Ucap namjoon
"hmm? Kenapa?"
"kau.. apa kau.. hmmm..apakah kau…mau.. hmm mau…."gugup namjoon
"mau? Mau apa!?bicara yang benar bodoh." Ucap Jin
"kau mau.. hmm mau..haihhh susah sekali mengatakanya" Namjoon semakin gugup.
"tunggu! apa dia mau balikan dengan ku karena sekarang kita sama sama single, jika itu benar apa yang harus ku jawab? dia sepertinya sudah berubah tapi aku kan baru saja putus, tapi dia terlihat semakin kerennn. Argghhtt bagaimana ini" ucap pede Jin dalam hati.
"apakah kau mau bunga?" Tanya namjoon seraya menyodorkan satu buket bunga mawar kehadapan Jin
"heh?bunga?". Jin terlihat bingung dari mana asalnya bunga ini, dan ia pun meruntuki pemikiranya tadi
"iya bunga ini tadinya untuk Nana, tapi sayangnya tadi aku memergokinya dengan fotografernya, kau mau tidak?" ujar Namjoon.
"kau menjadikan ku tong sampah?" kesal Jin.
"bukan begitu, lagi pula sayang jika bunga ini ku buang harganya cukup mahal kau tau" jelas Namjoon.
"berikan padaku" Jin pun akhirnya mengambil buket bunga tersebut.
"terima kasih" ucap Jin.
"sama-sama" ucap namjoon.
Jin keluar dari mobil namjoon lalu berjalan masuk rumahnya. Namun namjoon tidak langsung pergi dari sana malah ikut keluar dari mobilnya.
"Jin!" teriak namjoon sambil menghampiri Jin.
"ada apa? Aahh jaket mu?" Tanya Jin sambil berusaha melepas jaketnya.
"bukan itu.." jawab namjoon.
" lalu?" bingung Jin.
"maukah kau memberiku kesempatan kedua?" Tanya namjoon.
"apa?" Jin kaget mendengar perkataan namjoon.
"kau dan aku kita sama-sama mengalami hal pahit dalam hubungan, mungkin kita bisa saling menyembuhkan luka masing-masing, dan tidak usah terburu-buru kita jalani dulu saja bagaimana?"
Jin terdiam menatap mata namjoon sejenak dan melihat keseriusan Namjoon lalu menganggukan kepalanya.
"baiklah kita mulai pelan-pelan" ucap Jin seraya melemparkan senyumnya pada namjoon.
"terima kasih Jin, beristirahatlah dan selamat malam" Ucap namjon seraya memegang kedua bahu Jin lalu mengecup pelan keningnya. Lalu pergi meninggalkan Jin dan masuk kedalam mobilnya.
END
.
.
.
.
akhirnya ff ini end dengan elitnya #tsaahhh /kibas rambut /
terimakasih untuk segala pihak yang telah membantu Jiah dengan dengan meberi segala omelan
untuk cepat cepat update dan menamatkan segalanya
dan rasa terima kasih terbesar Jiah ucapkan pada kalian semua
readerdeul :
Atiika147 ,ORUL2, Aiko Vallery, Sky Onix, es, kenjin, Sky Onix, cookingseokjin
dan para silent reader ysng bergentayangan
yang mau menghabiskan waktu buat membaca ff Jiah yang picisan ini dan
menyempatkan memberi komentar yang membuat jiah semangat untuk update ^,^
yoshh dengan berakhirnya ff ini maka ..FF BARU PUN AKAN TERBIT
YEAAHHHHH! MARI TEPUK TANGAN
AKAN ADA 2 FF YANG JIAH TERBITKAN
YAITU: 7DEADLY SINS DAN TRUE LOVE
PEMERANYA MASIH ANGGOTA BTS KOK JANGAN KHAWATIR
MOHON BANTUANYA DI FF SELANJUTNYA YAA
(MAAFKAN AUTHOR YANG CEREWET INI /BOW/)
.
.
.
MOHON REVIEWNYA YA JIAH MOHON AGAR BISA MEMPERBAIKI SEGALA KEKURANGAN YANG ADA.
