1 hari sebelum pertarungan, Naruto dan Lux kini sedang mendiskusikan beberapa rencana untuk pertandingan besok.

"begini Lux, aku mendengar dari Naruko-chan kalau kemampuan Lisha-sama dan Artemesia-sama tidak bisa dipandang remeh, kita harus bekerja sama untuk mengalahkan mereka"

"Yah kau benar, apalagi menurut Airi, Lisha-sama adalah salah satu orang yang tak terkalahkan di Academy bukan" ucap Lux sambil memegang dagunya.

"Yah terlebih lagi aku mendengar kalau dia mempunyai salah satu Divine Dragon Ride, kemampuanya memang tidak bisa diremehkan, selain itu juga aku sudah mengantongi kemampuan Divine Dragon Ride milik Artemesia-sama." ucap Naruto

"Eh, sejak kapan kau mengetahui hal semacam itu.?" Tanya Lux

"sejak penyerangan beberapa malam kemarin, aku lihat Artemesia-sama waktu itu sedang bertempur melawan pasukan pemberontak diperbatasan." Ujar Naruto

"jadi begitu, lalu seperti apa kemampuanya?" tanya Lux

"begini, Artemesia-sama mempunyai Divine Dragon Ride bernama Glamios, kemampuanya memanipulasi Api biru yang mampu membakar musuh hingga menjadi debu, dan yang aku tahu itu adalah api yang sangat sulit dipadamkan" ujar Naruto

"tidak mungkin, itu sangat mengerikan" gumam Lux yang masih tak percaya dengan pemaparan Naruto

"Bukan hanya itu saja, dia juga memiliki kemapuan Divine Locked, yaitu kemampuan yang mengunci pergerakan musuhnya dengan Barier khusus yang ruang lingkupnya sekitar 150 meter, didalam Barier itu Artemesia-sama bisa bebas melakukan hal apapun, maka dari itu kita juga harus memiliki rencana yang matang untuk melawan mereka berdua" ujar Naruto

"tapi aku hanya bisa menggunakan Wyvren saja Naruto, aku tidak bisa menggunakan Black Divice Sword milikku secara sembarangan, kau sudah tahukan" ucap Lux

"tenang saja, aku sudah menganalisis beberapa kelemahanya, selain itu kita juga harus memancing Lisha-sama agar aku bisa menganalisa kemampuanya, dan aku juga sama sepertimu Lux, aku juga hanya akan menggunakan Eris dalam pertarungan nanti, soalnya sangat riskan bila aku menggunakan Excalibur Divice Sword milikku" ucap Naruto

"Jadi bagaimana rencanamu?" tanya Lux

"Begin rencananya..Bla..bla...bla...bla..." ucap Naruto panjang lebar menjelaskan sedetil mungkin tentang rencanya tersebut kepada Lux.

"Oh Soukka, aku mengerti. Tujuan kita hanya melumpuhkannya, akan ku usahakan untuk hal itu Naruto" ucap Lux

"bagus kalau kau sudah mengerti" ucap Naruto

Flashback end.

Kini Naruto dan Lux berjalan menuju salah satu sudut Arena pertarungan, dan tepat dihadapan mereka Atismata bersaudara sedang menatap mereka denga ekspresi berbeda, Lisha menatap mereka dengan kepercayaan diri tinggi, sedangkan Artemesia hanya tatapan lembut yang dipancarkan kepada Naruto dan Lux

"Naruto Namikaze dan Lux Arcadia, apa kalian tahu kenapa aku dan saudara kembarku menantang kalian berdua untuk bertarung?" ucap Lisha

"apa ini masih ada kaitannya dengan masalah kemarin yah" ucap Lux

"tidak, ini adalah hal berbeda" ucap sinis Lisha sambil menghela nafasnya.

"Jadi?" gumam Naruto

"khe kalian, aku mengetahuinya Alasan yang sebenarnya, setelah Kalian berdua kami Kalahkan!" ucap Lisha dengan sinis


Naruto (ナルト) disclaimer Masashi Kishimoto

Saijaku Muhai no Bahamut (最弱無敗の神装機竜 《バハムート》) disclaimer Akatsuki Senri

Kiiroi Senko no Eiyuu

Summary: Sebagai seorang yang merasakan Perang yang mengakibatkan dirinya kehilangan Keluarga, Tanah Airnya serta Status Kebangsawanannya, Naruto Namikaze memulai petualangan mencari apa arti kedamaian. Dia adalah Putra dari Minato Namikaze dan dia adalah orang yang meneruskan peran sebagai Kiiroi Senko no Eiyuu

Chara : Naruto Namikaze, Lux Arcadia, Lisesharte Atismata, Artemesia Bell Atismata (OC)

Rated : M

Genre : Romance, Sci-fi, Hurt/Comfort, Adventure

Warning : Ooc, Semi canon, tidak suka tidak usah dibaca

Maaf kalau ada kesamaan cerita dengan fic lainya atau kesalahan penulisan karena fic ini karena setiap manusia tak lepas dari kesalahan.

RnR please .. hehehehehe


Chapter 02 : Battle and Accident

Suara teriakan membahana dalam arena pertarungan. Semua siswi sangat antusias menyaksikan pertarungan antara 2 orang calon penerus tahta kerajaan baru Atismata melawan 2 mantan pangeran Kerajaan Namikaze dan Arcadia. Mereka semua yakin Lisha dan Artemesia bisa mengalahkan Naruto dan Lux dengan mudah

"aku yakin pasti Lisha-sama dan Mesia-sama bisa mengalahkan mereka berdua" ucap Leaflet

"Tapi menurutku justru malah sebaliknya, aku malah menyakini Lisha-sama, dan Mesia-sama akan sulit mengalahkan mereka berdua" ujar Airi dengan yakin

"yah Airi-chan memang benar, malah aku meyakini Naruto-niichan dan Lux akan mengalahkan mereka berdua dengan telak" ujar Naruko

Leaflet pun mengernyitkan alisnya mendengar perkataan dari kedua adik mantan pangeran tersebut

"Bagaimana kalian sebegitu yakin? Semua memprediksi kalau Lisha-sama dan Mesia-sama pasti mengalahkan mereka berdua, mengingat mereka mempunyai Divine Dragon Ride" ucap Leaflet

"Nii-san bukanlah orang yang menujukan kekuatan, dia bukanlah orang seperti itu, baginya kekuatan sejati itu adalah yang terdapat dalam usahanya, bukan dari senjata atau bakat sekalipun dan selain itu Nii-san juga dikenal sebagai si lemah tak terkalahkan" ujar Airi

"Si lemah tak terkalahkan, begitu rupanya, lalu bagaimana denganmu Naruko-neesan? Tentang Naruto-niisan?"

"Sama persis hampir dikatakan Airi-chan, hal itu juga ada dalam pribadi Nii-chan, meski aku tidak mengetahui seperti apa kekuatannya karena aku sudah berpisah dengannya sejak jatuhnya Kerajaan Namikaze akan tetapi jika Nii-chan bersungguh-sungguh berusaha bagiku tidak ada mustahil, dia bahkan pernah memenangkan kejuaran Dragon Knight di Kerajaan Namikaze saat berusia belia, itu semua adalah hasil kerja kerasnya" ujar Naruko

"begitu yah, tampaknya ini akan menjadi pertandingan yang menarik" ujar Leaflet

"Yah aku setuju denganmu kali ini" ujar Airi


Arena Pertarungan

Saat ini Atismata bersaudara tengah saling berhadapan dengan 2 mantan pangeran tersebut. Mereka saling menatap satu sama lainya, terlebih lagi untuk Lisha benar-benar menujukan ekspresi kekesalannya tersebut kepada Naruto dan Lux. Dia tidak akan membiarkan harga dirinya jatuh oleh kedua orang itu. Baginya Insiden itu merupakan salah satu penghinaan baginya.

"bagi para peserta pertarungan, kami akan menjelaskan peraturan yang terdapat dalam duel kali ini, pertama ini adalah duel 2 vs 2 secara bebas yang itu berarti kalian boleh memilih opsi pertarungan 1 vs 1 atau 2 vs 2 sekaligus, kedua peserta dibolehkan menggunakan sword divice andalan miliknya, ketiga pemenang akan ditentukan melalui sistem K.O yang artinya apabila peserta mengalami pingsan maka dinyatakan gugur dan terakhir peserta diperbolehkan untuk memilih opsi menyerah pada saat pertandingan tengah berlangsung, apa kalian paham" ucap pengawas pertandingan tersebut.

Mereka berempat pun menganggukan kepalanya yang berarti mereka sudah paham dengan aturan

"Baiklah, semua machine aktifkan Kekai Arena" ucap Pengawas pertandingan

Maka terbentuklah Kekai yang dibuat dari para Dragon Knight, mereka semua berkumpul dibeberapa titik pilar arena pertandingan untuk membuat Kekai.

"Dengan ini, pertandingan antara 2 Penerus tahta Kerajaan Atismata, Lisesharte Atismata dan Artemesia Atismata melawan 2 mantan Pangeran Kerajaan, Lux Arcadia dan Naruto Namikaze dimulai" ucap Pengawas pertandingan.

"Ikuzo, Lux" ucap Naruto

"Yah" ucap Lux

2 mantan pangeran tersebut lalu merapalkan mantra Sword Divice milik mereka. Terlihat Lux menggunakan White Sword Divice miliknya dan Naruto menggunakan Wallace Sword Divice miliknya.

"Datanglah padaku simbol dari Kekuatan lambang Naga bersayap, patuhilah pedangku dan melambunglah Wyvern" ucap Lux sambil merapalkan mantra Sword Divice miliknya

Cahaya pun menyinari tubuh lux, dengan Sekejap sebuah Dragon ride muncul, tampilannya dibaluti silver dengan garis tepi bewarna biru.

Tak mau kalah dengan Lux Naruto pun ikut mengaktifkan Sword Divice miliknya

"Datanglah padaku simbol dari kekuatan kebijaksanaan dari Naga bersayap, buat dunia merasakan Aura milikmu dan hentakanlah tanah ini dengan kebangganmu Eris" ucap Naruto

Dengan sekejap munculah Dragon ride milik Naruto yaitu Eris, tampilannya hampir mirip dengan lux hanya saja pada garis tepi Dragon milik Naruto berwarna emas.

"Oh jadi hanya Wyvern dan Eris rupanya?" ucap sinis Lisha sambil terbang melayang menggunakan Divine Dragon Ride miliknya

Lux pun terlihat kaget melihat Divine Dragon Ride milik Lisha sedangkan Naruto reaksi tetap tenang karena dirinya sudah menduga kalau penerus kerajaan pasti mempunyai Divine Dragon Ride.

Tak jauh berbeda dengan Lisha, Artemesia juga sudah menggunakan Divine Dragon Ride miliknya. Glamios, sudah kuduga pasti dia akan menggunakannya pikir Naruto

"Heh perkenalkan salah satu Divine Dragon Ride milikku Tiamat dan Glamios milik Mesia-chan, aku yakin kalian tidak akan bisa menandingi kehebatan kami bukan" ujar Lisha dengan nada penuh percaya diri.

"Divine Dragon Ride..." gumam Lux dengan expresi terhenyak


Disisi Penoton

Para penoton menatap takjub Divine Dragon Ride milik Atismata bersaudara tersebut, baru kali ini mereka melihat dari 2 Divine Dragon Ride yang kononnya hanya ada satu identitas didunia tersebut. Yang itu berarti setiap Divine Dragon Ride memiliki masing-masing identitas yang tidak sama serta kekuatan khas masing-masing dari Shinsou Kiryuu tersebut.

"Divine Dragon Ride salah satu senjata kuno langka yang tidak bisa dibandingkan dengan Dragon ride biasanya, mereka mempunyai identitas yang saling berbeda dan selain itu mereka juga mempunyai masing-masing kemampuan khasnya" Ujar Airi

"yah terlebih lagi hanya Para Dragon Knight yang terpilihlah yang bisa menggunakan Divine Dragon Ride, mereka semua tentu mempunyai daya tahan dan stamina luar biasa" ujar Naruko

"Jika seperti itu makan baik Wyvern milik Lux-san dan Eris milik Naruto-san tentu memiliki perbedaan besar dari segi Kekuatan dari Tiamat milik Lisha-sama dan Glamios milik Mesia-sama bukan" ujar Leaflet


Disisi Arena

Bel pun berbunyi yang berarti menandakan pertarungan antara kedua pasangan itu sudah dimulai

"Battle Start" ucap Pengawas

Dengan ucapan tersebut pertandingan resmi dimulai. Naruto pun langsung menatap Lux dan memberi kode untuk maju berhadapan dengan Artemesia sedang Lux sendiri berhadapan dengan Lisha.

Mereka memutuskan untuk memisahkan lawan agar mereka berdua tak saling bekerja sama, mengingat mereka masih belum mempunyai informasi yang cukup mengenai Divine Dragon Ride milik Atismata bersaudara tersebut.

Lux pun mulai menyerang dengan pedang Wyvern miliknya, dia pun langsung melakukan tebasan jarak dekat akan tetapi hal itu mudah sekali dihindari oleh Tiamat milik Lisha.

"Begitu rupanya, mencoba memisahkan kami, agar tak saling bekerja sama, rencana kalian mudah kali untuk ditebak" ujar Lisha

"Tapi justru itu sangat menguntungkan kami, karena kamilah yang terkuat" ujar Lisha

Lisha pun kemudian menembakan bullet barage dengan pistol Tiamat miliknya kearah Naruto dan Lux secara membabi buta.

Gugugugugugugugugugugunnnnnnnn

Duaaaarr...duaaaaarrr...duaaaarrrrrr...

Puluhan bullet ditembakan kearah Naruto dan Lux sehingga membentuk gumpalan asap debu yang lumayan besar, Naruto dan Lux kali ini benar-benar ditutupi oleh asap debu.

Lisha pun tersenyum kecil melihat hal itu, dia yakin kali ini mereka pasti sudah kalah.

"Nee-sama, apa ini tidak berlebihan?" tanya Artemesia nada khawatir.

"tidak, menurutku ini sangat pantas bagi 2 orang mesum itu" ucap Lisha

Namun pemikiran Lisha kali ini benar-benar salah ini terbukti saat Naruto dan Lux muncul ditengah kepungan asap debu. Naruto pun langsung melesat kearah Lisha yang sempat terkecoh karena kepercayaan dirinya tersebut.

Naruto langsung mengayunkan Pedang Wallace milik kearah Lisha.

Trrrrrrriiiiiiiiiiinngggggggggggggg...

Akan tetapi hal ini dapat mudah dibaca oleh Lisha, Lisha pun dengan mudahnya menepis Wallace Sword milik Naruto dengan Barrier pelindung miliknya. Disaat bersamaan ia pun langsung menghujamkan Tiamat sword miliknya kearah Eris Naruto.

Melihat Lisha mulai mengayunkan Tiamat Sword miliknya, Naruto pun menghindar kearah belakang sambil berteriak.

"Lux Switching" ucap Naruto

Mendengar kode dari Naruto, Lux pun maju. Mereka berdua lalu bertukar posisi diudara, kali ini Lux pun menyerang Lisha dengan Wyvern Sword miliknya. Lisha pun lengah dan tak bisa membuat Barier Shield milik, celah ini pun langsung dimanfaatkan dengan baik oleh Lux. Dengan sigap Lux pun langsung menyerang Lisha akan tetapi.

Traaaaaaaaaannnnnnnnnggggg...

Ayunan pedang Lux tertepis oleh pedang milik Artemesia, dia menggunakan Glamios Sword dengan berlapis api biru. Melihat api biru sontak dengan spontan Lux pun mundur kearah belakang, dia berusaha lebih jauh agar tak terkena api biru tersebut. Akan tetapi seakan tidak mau kehilangan mangsanya, Artemesia pun lalu menembakan peluru-peluru api biru miliknya kearah Lux.

Divine Blue Flame: Flame Bullet

Wussshhhhh...Wusssssshhhhh...Wusssshhh...

Peluru-peluru api biru tersebut melesat cepat dan berhasil menghantam Arena.

Bllaaaaarrrrrrrrrrr... Duaaaaaaaaaaaarrrrrrrr...

Akibatnya ledakan pun tercipta akibat tembakan peluru api biru tersebut. Artemesia sendiri sedikit merasa bersalah karena dirinya malah menembakan kekuatan itu kepada Lux, dia berharap Lux nanti baik-baik saja meski pun terekena peluru api itu.

Akan tetapi Anggapan Artemesia kini salah besar karena.

Wusssssshhhhhh...

Terlihat gerakan kilat sebelum api biru itu menghantam Lux, rupanya Naruto berhasil menyelamatkan Lux dari Flame Bullet milik Artemesia itu.

"Hah untung saja masih sempat" gumam Naruto berada disisi berbeda

"Naruto" gumam kaget Lux

"kau tidak apa Lux?" tanya Naruto

"tidak aku tidak apa, sebenarnya apa yang terjadi? Mengapa aku bisa disini?" tanya Lux

"aku tadi menggunakan salah satu teknik Dragon ride milikku, karena itu aku bisa menyelamatkanmu dari api biru itu" ujar Naruto

"Arigatou Naruto, sudah menyelamatkanku, aku kira aku sudah jadi Lux panggang, tapi untunglah kau tepat waktu." ujar Lux.

"Yah sama-sama, lagi pula saat ini kita adalah partner bukan, saling membantu sudah menjadi kewajiban" ujar Naruto dengan nafas sedikit kelelahan.

"Hah yah aku mengerti, sepertinya kita harus merencanakan rencana lain, kalau mereka terus bersama memang merepotkan" ujar Lux

"Yah aku paham." Ujar Naruto sambil memandangi Arena yang hangus terbakar tersebut.

Sedangkan disisi Lisha dan Artemesia, mereka begitu dikejutkan dengan selamatnya Lux dari serangan api tersebut. Begitu juga para penonton yang terkagum dengan hal itu, mereka semua berpikir bagaimana bisa Dragon ride biasa bisa menghindar sebegitu cepatnya dari lahapan peluru-peluru api biru tersebut. Mengingat peluru-peluru yang ditembakan oleh Artemesia tadi berkecepatan 100 Km/jam. Itu sudah sangat cepat. Tetapi Naruto berhasil menyelamatkan Lux bahkan tanpa cedera sekali pun.

'bagaimana mereka bisa menghindar sebegitu mudahnya' ucap Lisha yang masih terhenyak dengan aksi penyelamatan Naruto.

Berbeda dengan saudara kembarnya itu, Artemesia tentu tak begitu terkejut melihat aksi Naruto barusan, karena dia tahu Naruto itu adalah orang yang kuat.

'sudah kuduga kalau Naruto-kun bukan orang sembarangan, buktinya dia bisa menghindar serta menyelamatkan Lux-san dari Flame Bullet milikku meskipun dia hanya memakai Dragon Ride biasa, Oh Satsuga Kiiroi Senkou no Eiyuu' ucap batin Artemesia sambil menganggumi aksi Naruto barusan

Sebenarnya dalam penyelamatannya barusan, Naruto sedikit menggunakan teknik Itto Shuura miliknya, yaitu Itto Shuura limited activation, sebuah teknik aktivasi terbatas yang menggabungkan kecepatan dan kepekaan dari kelima panca indra Naruto, Naruto menggunakan teknik itu untuk melepas batas kecepatan milik Eris ditambah dengan kepekaan yang sangat kuat sehingga ia mampu memperkiraakan jeda waktu Flame bullet milik Artemesia, dan hasilnya Naruto mampu menyelamatkan Lux dengan waktu singkat.

Yah walau memiliki kelebihan meningkatkan kinerja fisik, kecepatan dan kepekaan dari Dragon ride, Itto Shuura memiliki kelemahan yaitu tingginya penggunaan energi bagi Dragon ride tentu saja memakai teknik ini sangat menguras stamina walau hanya limited activation.

Walau Artemesia tidak begitu mengerti dengan apa yang diperbuat Naruto barusan, tapi dia bisa memahami kalau Naruto dan Lux tak bisa dipandang remeh. Dengan kerja sama bertukar posisi, lalu strategi yang mereka pakai, kemudian kemampuan Naruto dan Lux yang masih misterius juga bisa menjadi efek bumerang bagi Atisamata bersaudara itu.

"Nee-sama, sepertinya kita tak bisa meremehkan mereka berdua terutama Naruto-kun, aku bisa melihat dia mempunyai kemampuan yang sangat misterius" ujar Artemesia

"Yah kali ini, kita akan serius, dan juga aku tak akan membiarkan pertahananku terbuka lebar seperti tadi" ucap Lisha

"kalau begitu aku akan gunakan Divine Locked milikku, lalu kemudian Nee-sama serang dengan kemampuan itu agar melumpuhkan mereka berdua, setelah itu, kita gunakan serangan combo milik kita untuk penyelesaian akhir." ujar Artemesia

"Ide bagus, memang seperti diharapkan, Imouto tersayangku" ujar Lisha sambil mengaktikan bentu asli dari Tiamat yaitu Seven Heads

" Yosh, Ikuzo Nee-sama" ucap Artemesia

Mereka berdua kemudian bergerak kearah Naruto dan Lux.

"Mereka datang, Lux segera menjauh" ujar Naruto

"Baik" ucap Lux

Baik Eris dan Wyvern kemudian bergerak kearah berbeda agar tidak terlalu dekat dengan Artemesia, mengingat ia mempunyai Divine Locked yang mampu mengunci pergerakan mereka berdua dalam sebuah barrier yang berukuran 150 m.

"Nee-sama, mereka menjauh!" ucap Artemesia

"tak akan kubiarkan!" ucap Lisha

Lisha pun langsung menggerakan panel-panel miliknya, panel-panel yang berujung lancip tersebut bergerak melayang dari Tiamat miliknya, panel-panel tersebut langsung mengincar Naruto dan Lux diudara, akibat pergerakan Naruto dan Lux menjadi terganggu, melihat pergerakan Naruto dan Lux terganggu akibat panel-panel milik, Lisha pun langsung menembakan Laser Tiamat miliknya ke arah Naruto dan Lux yang masih berdeketan diudara.

"Kena kalian" ucap Lisha

Splaaasssssssssssssssssssssssshhhhhhhhhhhhh...

Blaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr...

Akibatnya serangan tersebut Kekai pun langsung hancur, dan bahkan pedang milik Wyvern pun ikut patah akibat menangkis serangan tersebut. Mengapa bisa begitu pasalnya Lux memang berada berdekatan dengan serangan milik Lisha, akibatnya dia hanya menangkis serangan itu dengan Wyvern Sword miliknya. Untuk nya serangan itu masih bisa ditepis meksipun harus mengorbankan wyvern sword milik lux.

"Buset, hampir saja aku mati" ujar Lux dengan nada syok.

Lux sendiri bergidik ngeri dengan serangan yang dilancarkan Lisha barusan, kalau saja mengenainya, bisa jadi apa nasibnya, pikir Lux

Terlihat Kekai pelindung pun hancur, tentu melihat hal ini penonton pun ikut terperangah menyaksikan kehebatan Tiamat.

"Perkuat Kekai pelindung" ucap pengawas pertandingan

"Ara, mereka seperti nya bertarung begitu serius, aku jadi penasaran apa mereka memperhatikan nasib penonton yang menyaksikan pertandingan ini" keluh Kepala sekolah yang menyaksikan pertandingan itu bersama pengawas pertandingan.


Kembali ke Arena

Melihat Lux yang sedikit syok dan terlihat lengah akibat serangan Lisha tersebut. Artemesia pun bermaksud menyerang Lux akan tetapi hal itu berhasil dihalangi oleh Flame Barrage milik Eris Dragon ride milik Naruto, Naruto menembakan puluhan api kecil kearah Artemesia untuk menghalangi Artemesia.

Tapi semua serangan tersebut dapat dimentahkan dengan mudah oleh Artemesia berkat Barrier shield miliknya.

"Maaf Mesia-chan, tapi kali ini lawanmu adalah aku" ujar Naruto dengan mantap.

"begitu yah, kalau begitu kali ini aku akan bersungguh-sungguh Naruto-kun, bersiaplah" ujar Artemesia

"yah aku sudah siap kapanpun Mesia-chan" ujar Naruto dengan sorot mata yang menyiratkan kesiapannya itu.


Disisi Lux dan Lisha

Tampaknya kali ini Lisha harus berhadapan one to one dengan Lux, ini diakibatkan pergerakan Suadaranya dihalangi oleh Naruto, Lisha sudah tahu itu, tampaknya dia tidak mempunyai pilihan lain selain terus menggempur Wyvern milik Lux tersebut.

Lisha terus saja mengejar Lux dengan panel-panel melayang miliknya, akan tetapi Lux selalu dapat menghindar dengan mudah, itu sungguh membuat Lisha sendikit frustasi dengan hal tersebut.

' kenapa, kenapa aku tak bisa mengenainya?' gumam Lisha dalam batin

Terlihat panel-panel tersebut masih terus menyerang Lux didarat, tetapi hasilnya masih saja gagal karena Lux selalu dapat menghindar dengan mudah.

'Kalau begini kami bisa kehabisan waktu dan pertarungan ini akan berakhir seri, apa ini karena ini dia mendapatkan julukan si Lemah tak terkalahkan, kalau begini aku juga tak punya pilihan selain menggunakan itu' ucap Lisha dalam batin


Disisi Naruto dan Artemesia

Pertarungan Naruto dan Artemesia pun berjalan lumayan sengit, ini dikarenakan Naruto selalu saja menghindar saat Artemesia mencoba menjebaknya dengan Divine Locked miliknya diudara tersebut.

Divine Blue Flame: Flame Bullet

Spllaasssssh..Splassshhh..Splaassssh...

Wusshhhhh...Wusssssshhhhhh...Wussssssshhhhh...

Blaaaarrrrrrr...Blaaaaaar...Blaaaarrrrrr...

Dari keseluruhan serangan milik Artemesia semuanya gagal mengenai Naruto tentu ini sedikit membuat Artemesia agak Frustasi.

'Uhh memang sulit mengalahkan Naruto-kun meski dia tak memakai Divine Dragon ride miliknya, dia selalu saja menghindar dengan kecepatannya yang menganggumkan itu' keluh Artemesia dalam hati.

Artemesia pun lalu mencoba kembali serangan tersebut sambil berusaha mengunci Naruto dalam Barrier miliknya akan tetapi Naruto selalu saja menghindar, baik dari serangan miliknya maupun Divine Locked miliknya.

'apa Naruto-kun sudah tahu kelemahan Divine Locked milik Glamios, ah kurasa itu tidak mungkin tapi dari yang kulihat pergerakan miliknya dia selalu saja menjaga jarak dariku, mungkin bisa diperkirakan sekitar 150 m, kalau sesudah begini memang tidak ada pilihan lain selain menggunakan itu' pikir Artemesia

Artemesia pun lalu memanggil suadara kembarnya, dia pun menyisaratkan menggunakan rencana itu, mengingat jarak antara Naruto dan Lux kini mulai berdekatan.

"Nee-sama, aku akan menggunakannya" ucap Artemesia

"Baiklah aku mengerti, aku serahkan padamu" ucap Lisha

Naruto pun sedikit menyadari tingkah aneh Artemesia. Ini dapat dilihat Artemesia tiba-tiba saja berhenti menyerangnya dan ia terlihat berkonsentrasi, ia pun juga melihat Aura biru keluar dari Glamios miliknya. Perasaan Naruto menjadi tidak enak, apa lagi mengingat jarak saat ini dapat dikatakan dia sudah berdekatan dengan Lux. Jaraknya sekitar 350 m.

'jangan-jangan' ucap batin Naruto

Naruto pun sadar kalau mereka tengah dalam keadaan berbahaya, dia pun lalu mencoba memperingatkan Lux

"Lux, cepat menjauh. Dari sini..!" ucap Naruto

Akan tetapi semua nya terlambat, semua itu dikarenakan

Divine Locked : Room Seal.

Dengan cepat Barrier milik Artemesia membesar 2 kali lipat dari biasanya, Naruto dan Lux pun terkejut akan hal itu. Mereka berdua pun akhirnya terjebak dan tak bisa bergerak akibat barrier Divine Locked milik Artemesia.

'sial aku tak bisa bergerak' ucap Naruto dan Lux dalam batin

" Nee-sama sekarang" teriak Artemesia

"yah aku mengerti, tunduklah pada perintah Dewa" ucap Lisha sambil mengayunkan Tiamat Sword miliknya.

Divine Gravity: Spray Shot.

Groooooooooooooooooooooooooooooooo...

Buaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrr...

Sebuah gemuruh pun tercipta akibat serangan itu dan disusul oleh kabut asap debu dari Arena pertandingan , dapat disaksikan kini gravitasi disekitar Naruto dan Lux memaksa mereka untuk terjatuh dan membentur permukaan Arena. Mereka berdua pun terbentur keras di Arena bahkan pergerakan mereka dihentikan oleh gelombang Gravitasi itu.

Penonton pun terperangah melihat hal itu, mereka pun hanya berdecak kagum melihat kemampuan Divine Dragon milik Atismata bersaudara itu.

1 kata untuk mereka, itu adalah kemampuan dewa pikir para penoton.

"sebuah kemampuan unik dari Divine Dragon Ride, Gravitasi kekuasaan mutlak milik Tiamat, aku tak menyangka dia akan menggunakan itu" ujar Airi

"begitu juga dengan barrier khusus yang mengunci pergerakan Nii-chan, ternyata Room adalah kemampuan rahasia milik Glamios" ujar Naruko

"yah dengan begini, tampaknya Naruto-niisan dan Lux-niisan akan mendapat masalah besar." Ujar Leaflet.

"tapi aku masih meyakini, kalau Nii-san masih bisa memenangkan pertandingan ini" ujar Airi

"yah begitu juga denganku" ujar Naruko

"mengapa begitu?" tanya Leaflet

"Yah aku pikir selama ini Nii-san dan Naruto-niisan tidak terlalu bersungguh dalam pertandingan ini, mereka berdua selalu saja menghindari serangan Lisha-sama dan Mesia-sama" ujar Airi

"tapi kan mungkin saja karena mereka terdesak?" ujar Leaflet.

"tidak, aku malah melihat Nii-san lah yang menginginkan hal ini, kalau saja Nii-san bersungguh-sungguh mungkin hasilnya akan berbeda" ujar Airi

"Dan selain itu jika menggunakan kekuatan rahasian dari Divine Dragon Ride tentunya akan memakan banyak energi bukan" ujar Naruko sambil menatap Lisha dan Artemesia yang sudah kehilangan banyak energi.


Arena pertandingan

Tampaknya Kelelahan mendera kedua Atisamata bersaudar tersebut, mereka berdua sudah banyak kehilangan energi akibat mengeluarkan kemampuan rahasia milik mereka. Tapi ini adalah hasil yang setimpal melihat Naruto dan Lux tergeletak tak berdaya di Arena akibat tekanan Sprayshot milik Lisha barusan.

'Sial tubuhku bahkan tak bisa bergerak untuk saat ini' pikir Naruto dan Lux

"Hah..hah sudah berakhir, kedua mantan pangeran" ucap Lisha

Lisha pun langsung menyerang Naruto dan Lux dengan panel melayang miliknya. Akan tetapi

Traaaaaaaaanggg...Praaaaaaaaaang...

Panel-panel tersebut malah saling berbenturan satu sama lain, sontak Lisha pun terlonjak melihat hal itu. Dapat dilihat Tiamat sudah mengalami kehilangan kendali.

"Apa yang terjadi?" gumam Lisha

"Nee-sama, sepertinya Tiamat sudah kehilangan kendali, dan hal ini juga sama dengan Glamios" ucap Artemesia

Yah Glamios pun juga terlihat kehilangan kendali, kedua Divine Dragon Ride kehilangan kendali dikarenakan para penggunanya sudah mengalami kelelahan yang begitu luar biasa akibat penggunaan kemampuan rahasia tersebut.

Melihat hal itu Naruto sedikit Khawatir pada mereka, karena jika mereka sudah kehilangan kendali atas Divine Dragon Ride milik mereka, maka kejadian tak diharapkan bisa saja terjadi

"gawat, Lisha-sama, Mesia-sama cepatlah keluar dari Divine Dragon Ride milik kalian!" ucap Naruto memperingati kedua Atisamata bersaudara tersebut.

Mendengar peringatan dari sang lawan tentu sangat membuat Lisha semakin kesal, dia merasa dirinya akan menang kali ini, tapi selalu saja ada yang menghalangi.

"Nee-sama, sepertinya kita harus.." ucap Artemesia akan tetapi ucapannya belum lah selesai dikarenakan sudah dipotong oleh Lisha

"Tidak. Aku tidak akan mengalah" ujar Lisha

"Tapi...Nee-sama" ujar Artemesia

"Kubilang tidak ya tidak!" ucap Lisha

"Apa kau sudah gila, Divine Dragon Ride milikmu sudah kehilangan kendali, apa kau masih ingin bertarung dengan kondisi seperti ini" ucap Lux

Mendengar peringatan dari Lux bukannya membuat Lisha melunak, malah dirinya semakin kesal. Dirinya bahkan terlihat menggigit pinggir bibirnya tersebut. Lisha benar-benar sangat menolak untuk kalah, baginya pertandingan ini adalah pertaruhan harga dirinya, karena itu dia bertekad untuk tidak kalah.

" Apa kau pikir, aku akan kalah dengan hal seperti ini!" teriak Lisha

Setelah berkata seperti itu. Tiba-tiba saja terdengar suara peluit yang cukup tersamarkan oleh udara.

Naruto pun tentu terlonjak kaget mendengar bunyi ini, begitu juga dengan Artemesia bereaksi sama dengan Naruto karena ia juga pernah mendengar.

Sesaat setelah bunyi tersebut tiba-tiba

Grrrrrrrrroaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhh...

Munculah 2 ekor Gargoyle disekitar Arena, mahkluk kuno itu bahkan memakan salah satu Dragon ride dipilar Arena tersebut. Akibatnya Kekai yang dipasang ikut menghilang dan menimbulkan kepanikan para penonton di Arena tersebut.

"Ituu Gargoyle" ucap Artemesia dengan nada terkaget.

"Sial, kenapa makhluk kuno itu bisa berada disini " ucap Naruto

Pada saat itu Arena dilanda aura mencekam begitu besar, para penonton pun yang sebagaian besar siswi Hosea Academy melarikan diri dari arena mereka pun sangat ketakutan karena makhluk kuno itu selalu saja menyerang siapa pun yang mereka temui.

"Untuk para Intsruktur, panggil semua Triad untuk evakuasi darurat seluruh murid" ucap Pengawas pertandingan

Mendengar perintah itu para Triad pun langsung bergerak kelapangan dan mengkordinir evakuasi para murid disana.

"Semuanya jangan panik!" ucap Sharis

"Semuanya dimohon untuk segera meninggalkan arena menuju Shelter bawah tanah" ucap Tillfar

Para Triad pun terus berusaha mengevakuasi para murid menuju Shelter. Banyak siswi terlihat terus berlari meninggalkan Arena, kekacauan terjadi di arena itu.

"Untuk semua Dragon ride, aktifkan kekai disekitar Gargoyle, usahakan lindungi para murid" ucap salah satu Instruktur tersebut.

Kekai pun diaktifkan disekitar ketiga Gargoyle tersebut untuk melumpuhkan pergerakan mereka, akan tetapi Gargoyle dengan mudahnya menghancurkan Kekai menggunakan panel tajam milik mereka yang berada disayap mereka tersebut. Akibatnya Kekai pun hancur seketika. Dan mengenai seluruh arena.

"apa yang sedang terjadi?" gumam Lisha

Ditengah serangan itu Lisha dan Artemesia sangat syok dan menjadi lengah. Akibatnya mereka pun tidak menyadari kalau ada salah beberapa panel yang akan menghantam mereka berdua

"Haaaa" guma Lisha dan Artemesia kaget melihat panel tersebut. Mereka pun tak dapat menghindar dikarenakan mereka sudah kehilangan kendali atas kedua Divine Dragon milik mereka berdua.

Disaat mereka sudah berputus asa karena mereka tak mampu menghindar. Sesuatu pun terjadi

Howling Roar.

Enigma Shield.

Blaaaaaaaaarrrrr...Blaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrr...

Ternyata Lux dan Naruto melindungi mereka berdua dari serangan panel para Gargoyle tersebut.

"Lux Arcadia/Naruto-kun" gumam Lisha dan Artemesia melihat Lux dan Naruto melindungi mereka disana.

"kau tidak apa-apa mesia-chan?" tanya Naruto

"Ah aku tidak apa-apa Naruto-kun" ujarnya Artemesia sedikit tergagap karena ia dilindungi oleh pujaan hatinya tersebut.

Sedangkan disisi Lisha sendiri sedikit kaget melihat Lux menyelamatkan dirinya, dirinya tak menyangka kalau musuh yang ia lawan kini malah menyelamatkannya.

"kenapa kau malah melindungiku. Kenapa kau tidak lari dari sini!" ucap Lisha

"Aku melindungimu karena tubuhku bereaksi dengan sendirinya, dan selain itu aku juga tak akan pernah meninggalkanmu disini" ujar Lux sambil menatap para Gargoyle tersebut.

Mendengar hal itu sontak membuat jantung Lisha menjadi berdenyut kencang, dia tak menyangka ada seorang pemuda yang mencoba melindunginya. Tentu hal ini belum pernah ia jumpai dalam hidupnya tersebut terlebih lagi disaat Lux berusaha melindunginya itu malah terlihat keren untuk Lux.

"Lisesharte-sama, sebaiknya anda jangan lengah, kali ini musuh kita bukan sembarangan" ujar Lux

Perkataan sontak membuyarkan lamunan Lisha,

"Ah yah maaf." Ujar Lisha

"iah aku mengerti pasti anda masih terkejut dengan hal ini, karena itu aku ingin meminta pertolonganmu Lisesharte-sama, kali ini kita berempat akan bekerja sama" ujar Lux

" Apa kau punya rencana?" tanya Lisha

"Yah, dan aku butuh bantuan yang lainya juga" ucap Lux


Disisi area penoton

Tampak disana Airi, Leaflet dan Naruko masih saja memandangi arena pertandingan. Mereka masih belum pergi kearea perlindungan, sontak hal ini membuat Sharis dan Tillfar menegur mereka bertiga untuk pergi kearea evakuasi.

"kalian bertiga, kenapa kalian berada disini" ujar Sharis

"Nokuto, kenapa kau juga masih disini, kau kan seorang Triad, seharusnya kau mengoraginisir proses evakuasi" ucap Tillfar.

Akan tetapi seakan tidak menanggapi ucapan mereka berdua, Leaflet malah menujuk Naruto dan Lux yang terlihat bertarung melawan 2 Gargoyle tersebut.

"Lihat itu, Airi Onii-san dan Naruko Onii-san malah bertarung dengan para Gargoyle itu" ucap Leaflet

Sontak hal itu membuat Sharis dan Tillfar terlonjak bukan main.

"melawan Abbys dengan Dragon ride biasa apa mereka sudah gila?" ucap Tillfar.

"Seharusnya kita semua tak boleh ikut campur sampai para Instruktur datang dan sekarang lihat apa mereka lakukan tentu mereka bisa saja terluka!" ucap Sharis

"tidak, kalian tak perlu cemas." Ujar Airi

"kau kenapa kau berkata seperti itu, saat ini mereka bisa saja terluka karena serangan Abyys" ujar Tillfar.

"sudah ku bilang kalian tidak perlu cemas. Kalau hanya ada 2 Abbys, aku yakin mereka berdua tak akan kalah, bukankah begitu Naruko-neechan" ucap Airi

"yah aku juga setuju dengan mu Airi-chan, aku yakin Nii-chan dan Lux-san merencanakan sesuatu dan aku yakin pasti mereka semua bisa mengalahkannya" ujar Naruko dengan mantap.

"Tapii.." ucap Sharis terputus oleh Leaflet.

"Sudahlah kita lihat saja bagaimana hasilnya, jika kalian ingin percaya terus saja lihat mereka bertarung" ujar Leaflet


Arena pertarungan

Di arena pertarungan terlihat Naruto dan Lux mencoba terus menyerang sebagai umpan untuk memancing para Abbys tersebut. Mereka berdua terus menyerang Abbys itu.

Lisha pun hanya kesal karena kali ini dirinya dan saudaranya malah disuruh untuk menunggu padahal dirinya juga ingin membantu, tetapi Lux tetap saja memperingatkan mereka berdua agar tidak membantu.

Flashback

"jadi bagaimana rencananya?" tanya Lisha

"tunggu sebelum aku tanya dulu apa Artemesia-sama masih sanggup menggunakannya?" tanya Lux

"Yah aku masih bisa menggunakannnya 1 kali lagi" ujar Artemesia

"baguslah kalau begitu persiapkan disaat tepat, oh yah mengenai seven heads apa Lisesharte-sama masih bisa melakukannya?" Tanya Lux

"yah aku juga masih bisa melakukannya walau hanya satu kali" ujar Lisha

"Oke. Kalau begitu kita pakai rencana itu" ujar Lux

"jadi rencana itu yah, baiklah aku paham" ujar Naruto

"tunggu dulu, aku masih belum mengerti, sebenarnya apa yang kalian rencanakan?" tanya Lisha

"begini, kami sebenarnya akan menjadi umpan untuk memancing para makhluk kuno itu kesini, dan disaat bersamaan kalian berdua gunakan kemampuan kalian, pertama Artemesia-sama menggunakan Divine locked untuk mengunci pergerakan mereka dan setelah itu Lisesharte-sama gunakan Seven heads milikmu untuk menembaknya" ujar Naruto

"apa tidak apa-apa, mengingat kalian berdua hanya menggunakan Dragon ride biasa?" tanya Artemesia dengan nada khawatir.

"tenanglah aku dan Lux akan baik-baik saja, karena kami yakin rencana kami pasti akan sukses" ujar Naruto

"Baiklah aku paham kalau itu mau kalian berdua, ayo kita jalankan rencananya" ujar Lisha

Flashback end

Lux terus saja menembaki para Gargoyle itu dengan bullet miliknya, akan tetapi semua itu dapat mudah dipatahkan oleh para Gargoyle tersebut. Melihat serangan tersebut menghasilkan sedikit kabut dan debu menghalangin pandangan para gargoyle sontak Lux pun bertukar posisi dengan Naruto

"Naruto, swithching" ucap Lux

Dengan sigap Naruto bertukar posisi dengan Lux dan menembakan Flame Bullet miliknya terhadap 2 Gargoyle tersebut.

Spaaallsssssssshhh...Spllllasssssssssssssssh...

Blllaaaaaaaaaaaaarr...Blaaaaaaaaarrrrrrrrrrr...

Akibatnya serangan tersebut sukses melukai 2 gargoyle tersebut, dikarenakan serangan Naruto tak terlihat akibat debu yang menghalangi pandangan mereka, Naruto tentu dengan mudahnya menyerang 2 Gargoyle tersebut. Akibatnya mereka pun tentu mengalami luka yang cukup serius.

Akibat perbuatan itu Gargoyle pun marah dan terus mengejar Naruto, Naruto bergerak mendekat kearah Artemesia yang sudah menunggu di area bidikan tersebut.

"Mesia-chan, sekarang" pekik Naruto

Divine Locked: Barrier

Dua Gargoyle sukses terjebak kedalam barrier tersebut. Akibatnya pergerakan mereka ikut berhenti karena Barrier milik Artemesia sudah mengontrol pergerakan mereka, akan tetapi dapat dilihat para Gargoyle terus saja memberontak dan berhasil sedikit bergerak. Hal ini dikarenakan Artemesia sudah mencapai batas kendalinya.

"Nee-sama sekarang" ucap Artemesia

Mendengar isyarat tersebut Lisha tanpa buang-buang waktu lagi langsung menembakan sinar laser miliknya.

"Matilah kalian"

Seven Heads

Spllllllllllllllaaaaaaaaaaaaasssssssssssssssssshhhhhhhhhhhhhh...

Blaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr...

Akibat serangan tersebut ledakan besar pun terjadi diudara, tampaknya 2 Gargoyle itu berhasil mereka kalahkan. Lisha tentu sangat senang karena mereka berhasil selamat dari ancaman Abbys.

"Yatta kita berhasil" ucap Lisha

"Yah Nee-sama kita berhasil syukurlah" ucap Artemesia

Melihat hal tersebut Lux pun ikut tersenyum. Mereka semua pun berhasil mengalahkan makhluk kuno yang kuat itu. Tentu itu salah satu pencapaian yang baik pikir Lisha.

Akan tetapi Lisha dan Artemesia tampaknya salah karena mereka tak menyadari hanya 1 Gargoyle saja yang berhasil mereka kalahkan.

Dan disaat bersamaan Naruto dan Lux menyadari hal itu dikarenakan tampak sosok siluet dari kabut debu tersebut. Dan benar saja setelah kabut menghilang tampak sosok Gargoyle itu rupanya masih hidup. Hal ini tentu membuat Naruto dan Lux terlonjak

"Lisesharte-sama, Artemesia-sama menjauhlah, ada 1 Gargoyle masih hidup!" ucap Lux

Grooooooooaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhh...

Mendengar hal itu sontak membuat kedua Atismata bersaudara itu terkejut, terlebih lagi untuk Lisha karena dibelakangnya kini ada sesosok Abbys yang mereka serang barusan.

Buuuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaagggggggggghhhhhhhhhhhh

Gargoyle tersebut sukses dalam melakukan penyerangan akan tetapi bukan Lisha melainkan Lux yang terkena serangan itu. Lux mencoba melindungi Lisha dan menjadi tameng untuk mereka berdua akibatnya mereka berdua pun terpental kesisi timur Arena.

"Lux/Nee-sama!" pekik Naruto dan Artemesia

Lisha pun membuka matanya saat mendengar teriakan Naruto dan Artemesia, dia pikir dia sudah mati terkena serangan tersebut, akan tetapi saat ia membuka mata ia begitu terlonjak melihat Lux terluka para akibat serangan Gargoyle itu.

Lisha pun sangat syok melihat hal ini, lagi-lagi dia dilindungi oleh musuhnya itu padahal dirinya sudah berlaku jahat padanya akan tetapi dia masih saja mau melindunginya. Sebenarnya orang macam apa Lux Arcadia ini.

"Kau.. tidak apa-apa kan? Lisesharte-sama?" tanya Lux dengan nada samar.

"hikks...Hikss... kenapa-kenapa kau terus saja melindungiku padahal aku sudah berlaku jahat padamu, tapi kenapa kau terus saja menolongku, kenapa!" ucap Lisha sambil mengeluarkan air matanya itu.

"Sudah aku bilang tubuhku itu bergerak dengan sendirinya, sudahlah yang terpenting Lisesharte-sama selamat bukan" ujar Lux dengan nada samar.


Disisi Naruto dan Artemesia

Naruto pun melihat Lux terluka menjadi kesal, dia benar-benar merutuki kecerobohannya karena masih ada Gargoyle masih hidup kalau begini tidak ada cara lain selain menggunakan teknik itu pikir Naruto saat ini.

"Mesia-chan, sebaiknya kau menjauh dari sini" ucap Naruto

"tapi, bagaimana denganmu Naruto-kun? Aku khawatir kalau kamu terluka?" ucap Artemesia dengan nada khawatir.

"Sudahlah aku tak usah dikhawatirkan, sebaiknya Mesia-chan khawatirkan kondisi Lisha-sama dan Lux" ucap Naruto

"Tapii Naruto-kun kumohon ijinkan aku membantumu, meski hanya sedikit" ucap Artemesia

"baiklah, aku mengerti kalau begitu dengarkan kata-kataku oke" ujar Naruto


Di area penonton

Ruat wajah cemas tampak terlihat diwajah Airi, dia kini begitu khawatir dengan kondisi kakaknya karena kakaknya kini sedang terluka.

"Sharis-senpai, apa bantuan sudah datang?" tanya Airi

"Masih belum, sekitar 5 menit lagi mereka akan tiba" ucap Sharis

"tapi Onii-san sedang terluka dan Gargoyle itu tetap masih hidup" ucap Airi

"Sudahlah Airi-chan, sebentar lagi team medis akan datang jadi tenanglah" ucap Naruko

"bagaimana bisa tenang melihat Nii-san sedang terluka, aku tak pernah melihat Nii-san seperti ini" ujar Airi dengan nada khawatir.

"sudah tenanglah, percayakan masalah ini pada Naruto-niichan, aku yakin dia akan berbuat sesuatu, yang saat ini kita lakukan adalah berdoa agar semuanya baik-baik saja" ucap Naruko menenangkan Airi

Tetapi didalam benak hatinya Naruko sangat khawatir dengan kondisi kakaknya itu.

'Nii-chan aku harap kamu baik-baik saja' pikir Naruko


Arena pertarungan.

Naruto masih menatap Gargoyle itu dengan ekspresi tajam, dia yakin kalau kejadian ini pasti ada sangkut pautnya dengan Fugill mengingat hanya dia yang bisa mengontrol makhluk kuno itu.

Grrrrrooooooooooooaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhh...

Tampak ia melihat Artemesia masih bertarung menggunakan Glamios Sword miliknya untuk menebas Gargoyle itu akan tetapi serangan nya mudah dipatahkan dan membuat Artemesia terlempar kebelakang.

"Naruto-kun Switching" ucap Artemesia

Naruto langsung bertukar posisi dengan Artemesia, dia pun langsung melesat cepat kearah Gargoyle tersebut sambil menggunakan Wallace Sword miliknya

"kali ini aku tak akan membiarkanmu berbuat sesuka hati disini" ujar Naruto sambil menebas Gargoyle itu akan tetapi lagi-lagi tebasannya dapat mudah ditepis oleh Gargoyle tersebut dan membuat Naruto sedikit mundur.

Melihat Naruto mundur Gargoyle pun kemudian ikut melesat dan mulai menyerang Naruto

Melihat hal itu Naruto pun lalu merasakan Aura membunuhnya, setelah ia dapat merasakan hal itu ia pun langsung mengaktifkan tekniknya

Itto Shuura : Flame Blade Sword

Setelah mengucapkan itu Naruto pun langsung melesat menuju Gargoyle itu. Dia melesat dengan cepat dan mulai menyerang Gargoyle itu dengan Kenjutsu berlapiskan api miliknya.

Naruto menyerang secara tak kasat mata, dia terus saja melancarkan Kenjutsunya kehadapan Gargoyle tersebut..

Zrrrrrraaaaaaaasssssssshhhhhhhhhh..Zrrrrrrrrraaaaaaaaaaaasssssshhhhhh..

Zrrrrrrrrrrrrraaaaaassssssshhhhhh...Zrrrrrrraaaaaaaaaasssssssssssshhhhhhhh..

Naruto dengan cepat melancarkan kombo nya keberbagai sisi, tebasan, sayatan, tusukan, irisan bahkan ayunan memotong dilakukan Naruto dengan cepat dan serentak. Hal ini membuat Gargoyle kesakitan dan sangat terpojok

2 Combo..

Zrrrrrraaaaaaaasssssssshhhhhhhhhh..Zrrrrrrrrraaaaaaaaaaaasssssshhhhhh..

4 Combo..

Zrrrrrraaaaaaaasssssssshhhhhhhhhh..Zrrrrrrrrraaaaaaaaaaaasssssshhhhhh..

8 Combo..

Zrrrrrraaaaaaaasssssssshhhhhhhhhh..Zrrrrrrrrraaaaaaaaaaaasssssshhhhhh..

16 Combo...

Zrrrrrraaaaaaaasssssssshhhhhhhhhh..Zrrrrrrrrraaaaaaaaaaaasssssshhhhhh..

32 Combo..

Zrrrrrraaaaaaaasssssssshhhhhhhhhh..Zrrrrrrrrraaaaaaaaaaaasssssshhhhhh..

Zrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrraaaaaaaaaaaassssssssssssssssssssssssssshhhhhhhhhhhhh

32 hit combo berhasil Naruto lakukan, dan hasilnya tubuh Gargoyle itu benar-benar menjadi potongan daging disana. dia mati tercincang akibat ayunan Kenjutsu milik Naruto. Dan bukan hanya itu saja

Blaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr.

Jilatan api milik Eris sendiri sukses membuat Gargoyle itu musnah bagaikan debu. Kali ini semua yang berada disana menatap kagum Naruto, walau dirinya hanya menggunakan Dragon Ride biasa tapi dia berhasil mengalah 1 ekor Abbys yang kononnya hanya bisa dihadapi oleh Divine Dragon Ride tersebut.

' jadi inikah kemampuan sesungguhnya Naruto-kun, aku tak menyangka kalau dia bisa seperti ini bahkan tanpa Divine Dragon Ride sekalipun' gumam Artemesia

'Naruko-niisan bisa mengalahkan Abbys itu dengan 32 hit combo, dia benar-benar hebat' pikir Airi

'Onii-chan benar-benar keren' pikir Naruko

'Aku tak menyangka kalau Naruto-san benar-benar kuat' pikir Tillfar dan Sharis

'Namikaze Naruto, sebenarnya kamu ini siapa? Bagaimana bisa kamu menjadi sehebat ini' pikir Lisha

Ditengah keadaan itu cahaya pun mulai menyinari Arena tersebut setelah sebelum awan mendung menyelimutinya, yah semua sudah berakhir pikir Naruto. Kini terlihat Naruto hanya diam sambil menatap langit biru disana.

"sudah berakhir" gumam Naruto

Brrrrrrrrrrrrrugggggghhhhhhhhhhtttttttt...

Kemudian ia pun terjatuh dan pingsan disana akibat kelelahan menggunakan Itto Shuura miliknya


Skip Time

Naruto POV

Aku saat ini tengah bermimpi, ini seperti aku kembali memimpikan masa laluku. Saat itu adalah saat terkahir bagiku melihat Kaachan, Uzumaki Kushina. Aku merasa benar-benar hancur saat aku melihat Kaachanh tengah sakit keras dan terbaring lemah diranjangnya tersebut.

"Hikss...Kaachan, kumohon jangan pergi bertahanlah Kaachan" ujarku

"Sudahlah Naruto jangan menangis, Kaachan tak akan pergi jauh kok" ucap Kushina dengan nada samar

"tidak, aku yakin Kaachan pasti pergi jauh, Kaachan pasti pergi jauh dimana tempat Naru dan Ruko-chan tak bisa menjangkau Kaachan, karena itu komohon Kaachan bertahanlah, jangan tinggalkan Naru, Ruko-chan dan Touchan disini" ujar ujarku

"Naruto, kan sudah Kaachan bilang Kaachan tak akan pergi jauh, karena Kaachan akan selalu bersamamu, selalu mengawasi mu, dan selalu menjagamu tepat disini" ucap Kushina sambil menujuk dada kiri milikku

"Hikks Kaachaann" ucapku sambil menangis dan memeluk Kushina begitu erat.

Setelah itu Ibu menghilang dari pandanganku seketika dan itu membuatku panik, Aku terus memanggil namanya akan tetapi semuanya sia-sia karena aku tak bisa menemuinya lagi, diriku terus berjalan dalam kegelapan hingga akhirnya aku menemukan kalau diriku tengah berada di kediaman istana Kerajaan Namikaze tepat 5 tahun lalu.

Saat itu tepat dimana aku terakhir kalinya bertemu dengan Touchan. Dan dihari itu diriku ini menerima Hyperion sebagai tanda kasih sayang dari ayahku.

"Naruto, didalam benakmu pasti banyak pertanyaan yang berkecamuk, tapi tolonglah kau harus mengerti keadaan ini, suatu saat kau pasti akan mengerti tentang apa Tou-chan lakukan" ujar Minato

"Walau begitu, tapi kenapa aku tidak boleh ikut bersamamu, aku takut sendirian lagi, terlebih kita sudah kehilangan Kaa-chan sejak aku berumur 6 tahun, aku tidak mau berpisah denganmu" ucapku

"Gomenne Naruto, kau pasti akan mengerti pada waktunya nanti, selain itu kau juga tidak akan sendirian, kau akan bersama dengan Jiraiya-sensei, dia pasti akan terus menemanimu, jadi jangan bersedih dan menangis, tetaplah menjadi Jagoan kebanggaan Tou-chan oke" ujar Minato

Aku pun hanya mengangguk mengerti, kemudian diriku melihat Touchan sedang memelukku begitu erat, entah kenapa diriku kali ini bisa melihat dari sorot matanya terdapat sebuah kesedihan, dirinya tak mengerti akan hal itu, dan pada saat itu diriku hanya bisa menganggukan perkataan Touchan saat terakhit itu.

'Pelukannya begitu hangat, tapi mengapa aku merasakan nyeri di bagian ulu hatiku, aku merasa tersayat-sayat, mengapa aku merasa begitu sakit, padahal tidak ada luka ditubuhku, tidak ada darah yang menetes ditubuhku, tapi mengapa begitu menyakitkan, aku merasa apakah ini akhir kebersamaanku dengan Tou-chan, tapi mengapa aku tak mengerti akan hal itu semua.' Pikirku saat itu.

Dan disaat bersamaan aku melepas kepergian Touchan dengan rasa sakit didadaku. Aku tak menyangka karena pada hari itulah kehancuran Kerajaan Namikaze sekaligus kematian Namikaze Minato.

Naruto POV end.


Normal POV

Gelap itulah hal pertama yang Naruto lihat. Dirinya pun mulai tersadar, Ah iya, aku baru ingat, kalau aku baru saja menghabisi 1 ekor Gargoyle menggunakan Eris, hah benar-benar nekad sekali diriku ini. Sepertinya aku pingsan setelah pertarungan itu pikir Naruto.

Setelah memikirkannya Naruto pun memutuskan untuk membuka kedua kelopak matanya. Hal pertama yang ia lihat saat pertama kali membuka mata adalah sebuah kamar dengan arsitektur gaya kuno dan bau obat-obatan yang tak terlalu menyengat. Kutolehkan kepalaku kesamping kanan. Tak ada apa-apa, hanya sebuah meja penuh dengan obat yang aku temukan.

Naruto pun langsung meyenderkan Tubuhnya, dia pun menyadari kalau dirinya memang pingsan setelah pertarungan tersebut.

"Hah sepertinya aku benar-benar pingsan, oh yah bagaimana dengan Lux dan lainya, semoga mereka baik-baik saja" ujar Naruto

Tanpa Naruto sadari ada sesosok gadis yang sudah masuk kedalam ruangannya tersebut. Rupanya sosok itu tak lain dan tak bukan adalah Artemesia Bell Atismata.

"Naruto-kun kamu sudah sadar?" tanya Artemesia

"Ah Mesia-chan, aku baru sadar kok" ucap Naruto.

"lalu bagaimana dengan Lukamu, apa lukamu masih sakit Naruto-kun?" tanya Artemesia.

"Yah sedikit sih. Tapi intinya aku merasa baik-baik saja kok" ucap Naruto

"Baka!" gumam Artemesia

Mendengar hal itu Naruto pun sedikit mengernyitkan alis sebagai tanda bingung dengan apa yang diucapkan Artemesia barusan.

"Eh Ano.. Mesia-chan ada apa?" tanya Naruto

"Baka.. Naruto-kun no Baka!" teriak Artemesia

"Eh.." gumam Naruto

Tanpa disadari Artemesia sendiri dirinya malah meneteskan air matanya, dari Naruto lihat raut wajah Artemesia memang sangat sulit diartikan, raut cemas dan khawatir itulah yang bisa Naruto tangkap kali ini.

"Kamu tahu tidak, saat pertarungan kemarin kamu benar-benar gagah melawan Gargoyle itu tapi saat kamu pingsan setelahnya aku takut kalau kamu kenapa-kenapa, seharusnya kamu tak usah memaksakan dirimu Naruto-kun no baka!" ucap Artemesia dengan lirih.

"Mesia-chan?" gumam Naruto

"Lagi-lagi kamu terus saja menyelamatkanku, pertama saat malam itu dan kedua hari ini, kamu terus saja menyelamatkan tetapi aku-aku. Bahkan tak bisa membantumu.. hikss.. sepertinya aku memanglah tidak berguna" keluh Artemesia

Artemesia terus saja menangis, ia benar-benar merutuki kelemahannya saat itu, saat itu dirinya hanya terus menggantung harapanya pada Naruto, sedangkan Naruto sendiri berjuang mati-matian demi dirinya, sungguh ia adalah gadis yang tidak berguna.

Tanpa Artemesia sadari, Naruto dengan spontan memeluk Tubuh surai pirang itu, dia juga membelai puncak rambut gadis itu, seakan-akan memberikan ketenangan bagi sosok yang ia peluk.

"Naruto-kun ap.." ucap Artemesia sambil terkaget karena dirinya dipeluk oleh Naruto.

"Mesia-chan, ucapanmu itu salah, sebenarnya kamu juga sudah banyak membantuku, saat kamu menujukan arah kota ini dan juga saat kamu bersedia membantuku melawan Gargoyle meski hanya sedikit, bagiku itu sudah cukup yang terpenting adalah keselamatan dirimu, aku tak akan pernah memaafkan diriku jika kamu terluka" ujar Naruto yang masih memeluk Artemesia disana.

Mendengar perkataan Naruto barusan, Artemesia merasa sangat nyaman, baru kali inilah ada sosok layaknya seorang pangeran tengah melindunginya terus, tanpa ia sadari Artemesia pun malah membalas pelukan Naruto dengan erat, Sangat erat. Seakan-akan ia merasa kalau ini adalah saatnya menyalurkan ketakutannya saat ini yang ia pendam.

"Hikss. Arigatou Naruto-kun, sudah menyelamatkanku" ujar Artemesia dalam pelukan Naruto

"Doittashimasta Mesia-chan, sekarang hapuslah air matamu dan berjanjilah untuk tidak menangis lagi" ucap Naruto.

"Umm aku berjanji Naruto-kun, aku tak akan menangis lagi" ucap Artemesia.

Bagaikan kedua pasangan kekasih, Naruto dan Artemesia begitu erat saling memeluk tanpa mereka sadari dunia mereka bahkan sudah terasa milik berdua, mereka pun sepertinya mengabaikan keadaanya sekitarnya.

Bahkan saat pintu ruangan terbuka, mereka pun tidak sadar akan hal itu, tentu hal itu membuat sang pembuka pintu terperangah melihat Naruto dan Artemesia sedang berpelukan.

"Nii-chan.. ap..apa yang kalian sedang lakukan, Kenapa Nii-chan dan Mesia-sama malah saling berpelukan!" ucap Naruko dengan terbata-bata dan terkejut bukan main.

Mendengar perkataan Naruko yang tak lain adalah sang pelaku pembuka pintu ruangan tersebut. Sontak membuat Naruto dan Artemesia sadar dengan dunia mereka. Mereka berdua pun salah tingkah sehingga mereka pun saling melepaskan pelukannya dan berpaling di arah berbeda.

"Ah.. maaaf Mesia-chan, kalau aku sudah lancang memelukmu" ucap Naruto dengan nada panik.

"tidak-tidak apa kok, asal itu hanya Naruto-kun saja" ucap Artemesia dengan gagap.

Tanpa Naruto sadari, wajah Artemesia kini malah merona merah akibat kejadian barusan, dirinya tak menyangka kalau ia sedang berpelukan dengan pujaan hatinya tersebut.

"Nii-chan, sebenarnya apa yang terjadi disini, kenapa kalian berdua saling berpelukan!" ucap Naruko dengan tatapan menyelidik.

"Ah soal itu ano.. begini.. itu.." ucap Naruto malah tergagap.

"Nii-channn!" teriak Naruko

"Huwaaaaaa!" pekik Naruto

Dan hari pun berjalan panjang untuk Naruto dikarenakan ia harus menyelesaikan kesalahpahamannya dengan adiknya yang brocon itu.


Disisi Lux.

Lux kini tengah berdiri disebuah air mancur ditengah istana, dirinya terus memandangi air mancur itu begitu lekat. Tanpa ia sadari seseorang datang dari arah kegelapan.

"Jadi apa yang kau rencanakan sekarang?" tanya orang itu,

Lux pun menoleh keorang tersebut dan ia melihat kakaknya Fugil Arcadia tengah berbicara padanya.

"Apakah Wyvernmu akan bekerja sama dengan Bahamut milikku?" tanya Fugil

Akan tetapi Lux pun masih bungkam dan tak mau menjawab.

"Atau kau punya rencana lain bukan?" ucap Fugil sambil tersenyum jahat kepadanya.

Tanpa Lux sadari, ia pun terbangun dari alam mimpinya. Rupanya mimpi itu datang lagi pikir Lux.

"Hahhh. Mimpi itu lagi" ucap Lux yang terbangun tiba-tiba itu.

Saat ini Lux sepertinya tengah berada disebuah ruangan dengan dipenuhi bau obat-obatan yang begitu menyengat. Dia pun sadar kalau dirinya sudah berada di UKS sekolah. Tampaknya kejadian barusan membuat ia pingsan ditempat.

"Lagi-lagi ketempat ini, apa semuanya baik-baik saja yah" gumam Lux.

Tanpa Lux sadari ada sesosok gadis yang sudah masuk kedalam ruangannya tersebut. Rupanya sosok itu tak lain dan tak bukan adalah Lisesharte Atismata. Rupanya ia juga tengah membawa lap basuh dan sedikit Air disana.

"Apa lukamu masih sakit ?" tanya Lisha

Melihat Lisha kini tengah membawa perlatan diatas dan menanyakan keadaanyan Lux pun berpikir kalau dirinya sudah dirawat oleh sang gadis pirang itu.

"Anoo. Apakah kamu datang untuk merawatku?" tanya Lux

Mendengar pertanyaan itu membuat Lisha gugup bukan main, dirinya mencoba untuk menyembunyikan perasaannya kini terhadap sang penyelamatnya barusan. Ia pun langsung meletakan peralatan itu dengan cepat diatas meja disamping Lux.

"Jangan salah paham yah, ini hanya kulakukan karena kamu sudah menyelamatkanku!" ucap Lisha

Mendengar hal itu Lux sendiri agak sweetdrop melihat perubahan tingkah laku Lisha. Memang gadis Tsundere selalu saja berubah-ubah menyoal sikap.

"Ah tidak juga, aku tidak seperti itu" ucap Lux

"Mataku, kamu sebenarnya bodoh atau apa sih? Kan sudah ku bilang kamu itu sudah menyelamatkanku, apa orang-orang dari kerajaan lama memang seperti ini yah?" ucap Lisha

"Ah soal itu, aku tidak terlalu mengetahuinya, saat aku berumur belia saja, aku bahkan sudah dikeluarkan dari Istana" ucap Lux

"Lalu kenapa kamu begitu ceroboh melakukan itu, apa kamu tidak khawatir dengan keselamatanmu?, bahkan kamu sudah melindungiku dan mendapat luka itu karena menggunakan Dragon ride biasa saat melawan Abbys tersebut. Aku benar-benar tak mengerti apa yang kamu pikirkan saat itu?" tanya Lisha

"Yah aku memang tidak terlalu ingat tetapi aku merasa tidak ada pilihan lain" ucap Lux

"Soukka, sudahlah yang terpenting kamu sudah menyelamatkanku..eh maksudku menyelamatkan kita berempat, berkat aksimu itu, kamu sudah memberi celah pada Naruto-san dan Artemesia-chan untuk menghabisi Abbys tersebut. Bagiku itu sudah cukup kok" ujar Lisha

"Begitu yah, syukurlah kalau begitu, oh yah kamu rupanya sangat ramah yah sebagai seorang putri kerajaan" ucap Lux

"Ah kau benar, aku memang ramah kok, bagi orang-orang berbakat, aku adalah putri yang hebat bukan." ucap Lisha dengan penuh percaya diri

Mendengar hal itu sontak membuat bingung Lux dan melihat tingkah Lux mau tak mau Lisha malah menetertawakan dia dan dengan polosnya Lux malah ikut tertawa walau tak mengerti apa yang ia tertawakan itu.

"Yosh dengan ini aku akan mempercayai kalian berdua, terutama untukmu Lux." Ucap Lisha

"Syukurlah kalau begitu" ucap Lux dengan nafas lega.

Melihat tingkah Lux tentu membuat senyum kecil tersendiri bagi putri Atismata tersebut. Dirinya sepertinya tak salah kalau ia percaya padanya.

"Oh yah aku akan mengatakan mengapa aku menantang kalian berduel, terutama untuk berduel denganmu Lux" ucap Lisha

"Heh?" gumam Lux

Mendengar hal itu tentu membuat Lux mengernyitkan alisnya sebagai tanda kebingungan dengan apa yang dimaksud oleh Lisha saat ini. Terlebih saat ini dia malah melihat Lisha seperti merona merah dan sekedar menghindari pandangannya dengan dirinya.

"Sebenarnya..Aku.. tidak bisa membiarkanmu kabur setelah melihat.. itu jadi-jadi.." ucap Lisha sambil tergagap.

"Oh apa soal insiden itu yah, maaf kalau aku lancang dan melihat semuanya, tapi jujur saja itu indah kok" ujar Lux dengan santainya dan tidak tahu apa yang dimaksud Lisha barusan.

Mendengar hal itu sontak membuat sang Ojou-sama itu malu bukan main.

"Ahooka Omae!. Mati saja kamu dasar mesum!" ucap Lisha sambil melemparkan kain basuh itu kehadapan wajah Lux. Dan membuat pandangan Lux terhalang karenanya.

"yang sebenarnya ingin aku katakan itu, karena kau pasti melihat ini.." ucap terbata-bata Lisha sambil menujukan lambang aneh disekitar area pribadinya.

Lux pun melihat itu sedikit kaget melihat lambang itu.

"Bukankah itu lambang Kerajaan Arcadia, mengapa kamu bisa memilikinya?" tanya Lux dengan ekspersi kaget.

"Mengenai itu aku tak bisa mengatakannya, tapi kumohon jangan mengatakan hal ini pada orang lain" ucap Lisha.

"tenang saja, aku berjanji tak akan mengatakannya kok" ucap Lux

"benarkah, apa kamu mau bersumpah untuk hal ini?" tanya Lisha

"Yah aku bersumpah dengan Sword Divice milikku, aku berjanji tak akan mengatakannya " ujar Lux

"Arigatou Lux, sudah mau berjanji soal itu" ucap Lisha

"yah tak usah berterima kasih kok, bagiku rahasia Ojou-sama adalah hal yang besar, karena itu aku berjanji akan menjaganya" ujar Lux

Dengan perkataan Lux barusan membuat Lisha tersenyum.

"baiklah kalau begitu sudah kuputuskan, tapi aku mau bertanya kenapa kamu tak menggunakan Sword Divice hitam milikmu saat pertarungan?" tanya Lisha

"Ah mengenai itu.. aku.. sebenarnya" ucap Lux

Sepertinya Lux juga mempunyai rahasia, hmm sebaiknya tak usah menganggu rahasianya pikir Lisha.

"baiklah aku mengerti, tak usah dijelaskan kok. Sepertinya kita berdua memang punya rahasia masing-masing" ujar Lisha sambil membuka pintu ruangan itu dikarenakan dirinya akan pergi menuju asramanya.

"Eh yah begitulah" ujar Lux

"Oh yah aku ingat mulai besok kalian berdua secara resmi sudah menjadi anggota di Hosea Academy" ucap Lisha

"maksudmu?" tanya Lux

"siapa lagi, yang ku maksud dirimu dan Naruto" ujar Lisha

"Oh soukka, begitu yah." Ucap Lux

"dan selain itu, dikarenakan kepala sekolah sudah menghilangkan permintaannya jadi mulai besok kalian berdua sudah menjadi murid disini" ujar Lisha

"Eh begitu yah.. hah apa maksudmu!" ucap Lux

Bukannya menjawab Lisha malah pergi menjauh, tentu Lux pun mencoba menghampirinya untuk bertanya kembali.

"tunggu Lisesharte-sama, maksudmu itu apa ?" tanya Lux

"yah seperti yang kumaksud, kalian berdua sudah menjadi murid disini" ucap Lisha

Setelah mengatakan itu Lisha pun berbalik dan tersenyum lembut pada Lux.

"Dan selain itu panggil saja aku Lisha, seperti teman-teman sekelasmu Lux" ujar Lisha

"Ehhhh..." ucap Lux masih sweetdrop ditempat mendengar kebenaran kalau dirinya dan Naruto malah dijadikan murid diakademi ini. Sedangkan Lisha malah meninggalkan Lux yang sedang kebingungan dilorong itu.

Tampaknya kali ini dia merasa sudah menemukan pangerannya seperti saudara kembarnya itu.


Istana Kerajaan, Kerajaan Vermillion.

Sebuah Istana megah berdiri ditengah pusat ibukota Vermillion Kingdom, Persepolis sebuah kota dengan arsitektur gedung pencakar langit bergaya kuno itu, Vermillion Kingdom adalah kerajaan dengan 1001 menara. Itulah julukan, terlebih lagi Istanannya itu berdiri 4 buah menara pencakar langit disekitar bangunan megah itu. Hal ini melambangkan betapa tingginya derajat Kerajaan Vermillion.

Lalu disebuah taman Istana tampaklah seorang putri disana, dia berpenampilan layaknya seorang Ojuo-sama, dengan surai merah Maroon bergaya twintail yang panjangnya sepunggung itu. Kemudian manik matanya pun seperti surai rambut miliknya dan jangan lupakan tubuhnya yang begitu ideal dengan gadis seumuran dengannya seakan-akan menambah kecantikannnya sebagai seorang putri.

Putri kerajaan itu bernama Stella Vermillion salah satu ratu dinegeri itu tetapi mengingat umurnya masih belum genap mencapai 18 tahun pemerintahan sementara dijalankan oleh ibunya yang masih sebagai pendahulunya itu.

Dia terus menatap indahnya bunga-bunga ditaman itu, selain memikirkan hal lain baginya. Itulah yang ada dibenak Stella.

"Stella-chan, Stella-chan? Kenapa kamu masih melamun?" tanya Ibunya

"Ah maaf Okaa-sama, aku sedang kepikiran sesuatu" ujarnya

"Oh apa ini mengenai pemuda itu?" tanya Ibunya

Sontak pertanyaan ibunya membuat malu Stella, wajahnya kini malah merona merah karena digoda ibunya itu.

"tidak-tidak Okaa-sama, aku tidak memikirkan dia" ujar Stella

"begitu yah, tapi jika kamu tak mendengar ini kamu pasti akan menyesal" ujar Ibunya.

"maksud Okaa-sama?" tanya Stella

"aku dengar dia sedang berada di Hosea Academy salah satu akademi Di kerajaan Atismata, bahkan dia malah berhasil mengalahkan Abbys yang konon katanya makhluk kuno yang begitu buas hanya dengan Dragon ride biasa" ujar Ibunya

"Benarkah itu Okaa-sama?" tanya Stella

"kalau tidak percaya coba lihat ini Stella-chan" ucap Ibunya sambil memberi surat kabar mengenai Insiden penyerangan Hosea Academy tersebut.

Stella pun melihat surat kabar itu, dan dia melihat jelas wajah itu, wajah yang ia rindukan sejak 5 tahun lalu, sejak saat itu dia menghilang bak ditelan bumi, tetapi kini secercah harapan muncul ketika melihat surat kabar itu, tak salah dia masih hidup pikir Stella.

"Okaa-sama, boleh aku.." ucap Stella

"tidak usah dikatakan, Okaa-sama mengerti kok, cepat kejar dia keburu hatinya berpaling kepada wanita lain" ujar Ibunya itu.

"Arigatou, Okaa-sama, kalau begitu aku pasti berjanji akan membawanya kesini" ucap Stella

"Yah Stella-chan, usahakan dia menjadi suamimu kelak, Okaasama akan menunggunya" ujar Ibunya itu.

"haiii Okaa-sama" ujar Stella

Stella pun memandangi wajah itu dengan lekat, tak salah lagi itu adala dia. seorang pemuda dengan surai pirang jabrik berkulit tan dan terdapat 3 tanda lahir dikedua pipinya tersebut. Sosok yang selama ini ia rindukan sejak 5 tahun lalu. Sejak kejatuhan Kerajaan Namikaze.

'Tunggu aku Naruto-kun' ucap Stella dalam hati.


Skip Time

2 hari kemudian.

Hosea Academy, Atismata Kingdom.

Mentari pagi kini bersinar cerah kota benteng Crossfield Kerajaan Atismata, semua penduduk memulai aktivitasnya hari ini termasuk para murid Hosea Academy yang sudah melakukan kegiatan belajar mengajar. Akan tetapi berbeda dengan pemuda pirang jabrik ini.

Dia tengah berlari-lari kecil dilorong dan meneriakan aku terlambat-aku terlambat itulah yang dilakukannnya.

Pemuda itu tak lain dan tak bukan adalah Namikaze Naruto, padahal Lux sudah memberitahunya kemarin kalau ia akan masuk sekolah akan tetapi ia malah lupa bahwa hari ini dirinya sudah resmi menjadi siswa di Hosea Academy. Dia benar-benar merutuki apa yang dilakukan kepala sekolah, seenak udelnya memasukan dirinya kedalam sekolah, itu pun diberitahu secara mendadak lagi, otomatis mau tak mau ia harus bergelut dengan kegiatan yang bernama sekolah padahal dirinya sama sekali tak berniat untuk sekolah karena terlalu merepotkan pikir Naruto.

"Yabe.. yabe.. akuu.. terlambat... aku terlambat" pekik Naruto ditengah lorong

Naruto terus saja berlari disekitar lorong dan mencari kelas yang dimaksud, kemudian sesampainya kelas yang ia maksud, ia dengan terburu-buru mendobrak pintu kelas tersebut.

Braaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkk...

Sontak melihat pintu terbuka oleh Naruto, para siswi dan guru disana langsung melihat Naruto yang tengah berada dipintu.

"hah..hahh.. hahhh. Maaf aku terlambat sensei, aku Namikaze Naruto siswa pindahan disini" ucap Naruto dengan nafas terengah-engah.

Mendengar nama Namikaze Naruto tentu membuat guru yang mengajar dikelas itu sedikit kebingungan pasalnya.

" Etto Namikaze-kun apa kamu yakin ini kelasmu, mengingat didaftar absensi tidak ada namamu tertera disitu" ujar Guru tersebut.

"Eh" gumam Naruto

Naruto merasa janggal dengan hal ini, seingatnya kalau dirinya memang disuruh untuk menjadi murid disini tapi mengapa namanya masih belum tertera, apa Kepala sekolah sedang mengerjainya.

"Maaf Namikaze-kun bisakah aku bertanya sebenarnya kelas berapa yang akan kamu masuki?" tanya seorang perempuan bersurai hitam sepunggung dengan manik blue shapire tersebut.

"Etto, seingat aku, kelasku yang aku masuki itu kelas 11-1" ucap polos Naruto

Sontak hal itu membuat seisi kelas terkekeh kecil mendengar ucapan polos Naruto, Naruto sendiri bingung karena ia tak mengerti mengapa mereka tertawa.

"Etto maaf sebelumnya Namikaze-kun, sebenarnya ini adalah kelas 12-1 mungkin kamu salah masuk kelas" ujar gadis itu.

"Ehhhhh" pekik Naruto menyadari kesalahanya, dia mencoba membaca tanda papan kelas, dan benar saja, ini adalah kelas 12-1.

'Shimatta, aku salah masuk kelas!' pekik batin Naruto

Semuanya pun terkekeh melihat ada murid baru dari kelas 11 seenaknya saja masuk kedalam kelas 12, apa dia tidak melihat tanda kelasnya pikir semua seisi kelas.

"Etoo sumisen sensei, aku malah salah masuk kelas" ucap Naruto memohon maaf dan sambil menahan rasa malu.

"Tak apa Namikaze-kun, mungkin wajar saja untuk hari ini, tapi dilain hari jangan lakukan seperti itu yah" ucap Guru tersebut.

"Haii sensei" ujar Naruto lesu dan menahan malu,

Melihat reaksi sang Kohai begitu lucu dan menggemaskan sontak membuat para siswi terkekeh kecil. Mereka tak menyangka ada Kohai yang begitu cerobohnya sampai tak menyadari kalau dia salah masuk kelas.

"Semuanya berhenti tertawa, dan untuk Shiba-san sensei meminta tolong padamu untuk mengantarkannya, apa kamu tak keberatan" ujar Guru tersebut.

"Haaii sensei, aku tak keberatan" ujar gadis itu. Kemudian ia berdiri dan menghampiri Naruto disana.

"Nah Namikaze-kun, silahkan ikuti Shiba-san, Shiba-san adalah senpaimu, sudah pasti dia mengetahui dimana letak kelasmu" ujar Guru tersebut.

"Haii sensei" ucap Naruto

"nah Namikaze-kun, silahkan ikuti aku" ujar gadis itu.

Dengan ucapan itu Naruto pun langsung mengikuti gadis itu tetapi sebelum ia memohon pamit pada guru yang sedang mengajar dikelas 12 tersebut. Setelah Naruto dan gadis tersebut pergi meninggalkan kelas. Tampaknya masih ada yang membicarakan kejadian barusan.

"Rias sepertinya dia adalah sosok yang mengalahkan Gargoyle itu 2 hari lalu" ucap gadis bersurai pink sepunggung dengan manik mata blue Shapire tersebut

"yah itu memang dia, Namikaze Naruto, aku tak menyangka pagi ini kita malah bertemu dengannya, Julis" ucap gadis bersurai merah maroon sepinggang tersebut.

"tapi menurutku dia sedikit ceroboh yah" ujar gadis bersurai pirang sepunggung tersebut.

"jangan begitu Aiz-chan, walau dia itu ceroboh tapi menurutku dia adalah Kohai yang manis" ucap gadis bersurai malam bermata permata ungu tersebut tersebut.

"yah kau benar Tohka dan juga dia lumayan menarik dan selain itu dia juga adalah mantan pangeran Kerajaan Namikaze, aku sangat penasaran apa yang akan terjadi selanjutnya nanti" gumam gadis bersurai merah maroon itu sambil tersenyum kecil.

Mereka yang tengah bergosip ria itu rupanya adalah gadis dari 4 kalangan bangsawan dari 4 Kerajaan terkemuka didunia, Rias Gremory dari Kerajaan Gremory, Julis Alexia van Riessfeld dari Kerajaan Riessfeld, Aiz Wallenstien dari Kerajaan Wallenstein dan juga Tohka Yatogami dari Kerajaan Yatogami.

Tampaknya akan banyak hal yang terjadi untukmu Naruto.


Disisi Naruto

Naruto saat ini tengah gugup bukan main, bukan kerena gugup dekat dengan gadis melainkah ia melihat kejadian barusan tentu membuat ia malu karena dirinya malah salah masuk kelas dihari pertama ia masuk sekolah.

'sial hari pertama saja sudah begini bagaimana hari selanjutnya' pikir Naruto

"Namikaze-kun, Namikaze-kun, kenapa kamu malah berdiri disana, cepat keburu kelasmu masuk" ujar gadis tersebut.

Mendengar pernyataan gadis itu, Naruto pun tersadar dari lamunannya.

"Ah yah maaf Shiba-senpai. Aku tak sengaja melamun" ujarnya

"Oh yah tak apa, ayo cepat ikuti aku" ujar gadis itu.

"Ah yah " gumam Naruto

"Oh yah aku mau tanya apa kamu memang seorang Namikaze? Aku pikir Namikaze itu sudah punah?" tanya gadis tersebut.

"Ah soal itu, yah bisa dibilang kalau aku adalah salah satu dari 2 orang yang selamat dari Kejatuhan Kerajaan Namikaze" ucap Naruto

"2 Orang, lalu 1 orang lagi siapa?" tanya gadis tersebut.

"Oh mengenai itu, dia adalah kembaranku, namanya Naruko Namikaze, yah sebenarnya aku sih hanya berniat menjenguk nya disini, tetapi setelah berbagai masalah menimpaku belakangan ini, jadi aku malah dimasukkan kedalam sekolah ini" keluh Naruto

"Habis mau bagaimana lagi, kepala sekolah pastinya sudah mempertimbangkanmu, terutama menyoal berita kalau kau berhasil mengalahkan Gargoyle sendirian" ucap gadis tersebut.

"Oh soal itu tidak lah benar kok, aku saja masih butuh bantuan Lux, Lisha-sama, dan Artemesia-sama untuk mengalahkannya, kukira aku tidak pantas untuk bersekolah disini" ujar Naruto

"Sudahlah Namikaze-kun jangan merendah diri begitu, setiap bakat dan kerja keras akan selau dihargai kok. Maka dari itu jangan merendah seperti itu, sebenarnya kamu itu cukup hebat mengalahkan Gargoyle dengan Dragon Ride biasa. Itu sangat menakjubkan" ucap gadis itu

"Ah senpai terlihat melebihkan saja, aku tidak seperti itu kok" ujar Naruto

"Aku serius Namikaze-kun, karena aku memang selalu memandang objektif seseorang, dan itu adalah penilaian dariku" ujarnya

"Begitu yah, yah Arigatou-senpai atas pujiannya" ucap Naruto

"Yah sama-sama, oh yah sebelum nya kita belum berkenalan nih, namaku Shiba Miyuki, panggil saja Miyuki-senpai, Yoroshiku ne Namikaze-kun" ujar Miyuki

"Oh kalau begitu perkenalkan namaku Namikaze Naruto, senpai boleh memanggilku Naruto, tapi terserah senpai sih yang nyaman aja, aku sih tidak keberatan" ujar Naruto

"bagaimana kalau Naru-kun? Kedengarannya singkat dan mudah dilafalkan bukan?" ucap Miyuki

"Ah yah terserah Miyuki-senpai saja deh" ujar Naruto

"kalau begitu salam kenal yah Naru-kun" ujar Miyuki

"yah salam kenal juga Miyuki-senpai" ujar Naruto

"Yah sudah, kalau begitu Naru-kun kita harus cepat, setelah melewati lorong ini kita akan sampai dikelasmu" ujar Miyuki

"Ah yah Miyuki-senpai" ujar Naruto

Setelah 5 menit berlalu akhirnya Miyuki dan Naruto sampai dikelas yang dituju, Miyuki akhirnya pamit undur diri karena ia harus melanjutkan pelajaran dikelas dan tak lupa Naruto juga berterima kasih pada Miyuki karena sudah mengantarnya.

Tak berselang beberapa saat Lux pun terlihat di dekat pintu kelas. Naruto pun langsung menyapanya.

"Oi Lux dari mana saja kau?" tanya Naruto

"harusnya aku yang bertanya itu Naruto, kau sebenarnya dari mana saja? aku sudah menunggumu disini?" ujar Lux

" maaf Lux tadi aku sempat tersesat dan salah masuk kelas, mangkanya aku jadi terlambat " ucap Naruto

Perkataan Naruto sendiri membuat Lux sweetdrop ditempat.

'Oh padahal sudah ada denah kelas dan tanda papan kelas tapi entah mengapa sipirang ini malah tersesat.' pikir Lux

"Oia, apa kita sudah terlambat Lux meningat jam sudah menujukan waktunya masuk" ucap Naruto

"untungnya Sensei memberikan toleransi mengingat hari ini hari pertama kita, sudahlah cepat ayo masuk" ucap Lux

Naruto dan Lux tanpa basa-basi lagi masuk kedalam ruang kelas 11-1, disana para siswi sangat terkejut melihat kehadiran Lux dan Naruto barusan terutama bagi Lisha, Artemesia dan Naruko, rupanya mereka sekelas dengan 2 mantan pangeran tersebut.

"Nah jadi Namikaze-kun, kenapa kamu malah telat hari ini?" tanya guru tersebut.

"Ah gomen-gomen sensei, aku tadi sebenarnya sudah berada didekat sini tetapi saat aku melihat kucing hitam, aku pun memutuskan untuk memutar balik dan mencari jalan lain akan tetapi ditengah perjalanan aku malah tersesat dijalan yang bernama kehidupan" ucap Naruto sekedar membuat alibi

Sontak seisi kelas agak sweetdrop mendengar itu.

'alasan macam apa itu' pikir Semuanya

"yah sudah aku akan memaafkan mu kali ini Namikaze-kun, tapi jika hal terulang dikemudian hari aku pastikan kamu akan mendapat hukuman yang setimpal" ujar Guru itu.

Mendengar kata Hukuman setimpal sontak membuat Naruto menegukkan ludahnya yang mulai kering itu, dirinya tak bisa membayangkan hukuman seperti apa yang akan didapatnya kelak jika ia terlambat masuk kelas.

"Haii sensei, aku berjanji tak akan mengulanginya lagi." Ucap Naruto dengan penuh hormat.

Melihat Naruto kini malah membuat guru tersebut memijitkan dahinya, dirinya hanya bisa pasrah dan berharap kedepannya Naruto tidak akan terlambat lagi.

"Hah yah sudah, kalau begitu perkenalkan diri kalian, mulai dari kamu" ujar Guru tersebut kepada Lux.

"Etto perkenalkan namaku Lux Arcadia, salam kenal dan mohon bantuannya" ucap Lux.

sesuai perkenalan Lux, seisi kelas pun tampak memperbincangkannya.

"lihat itu dia kan laki-laki yang melindungi Lisha-sama" bsisik siswi A

"yah jadi namanya Lux yah, ternyata dia sangat tampan" bisik siswi B

"yah dia juga kan mantan pangeran yang mengalahkan salah satu Gargoyle itu" bisik Siswi C

"aku tak menyangka kalau sekolah akan menerima laki-laki" bisik Siswi C

"Tapi walau begitu dia tetap manis" ujar Siswi E

'hah sebaiknya aku pulang saja' keluh Lux yang masih sweetdrop ditempat karena ia terus saja diperbincangkan oleh seisi kelas.

Mendengar sayup-sayup diseluruh ruangan kelas, mau tak mau Guru pun mulai menegur para murid.

"Semuanya tolong diam, sekarang Namikaze-kun" ucap Guru tersebut sambil menunjuk Naruto

"Ah yah perkenalkan Namaku Naruto Namikaze, kesukaanku adalah ramen, dan ketidaksukaanku adalah menunggu lebih dari 2 menit saat menunngu cup ramen matang, hobiku berlatih Sword skill, dan cita-citaku etto..ettto masih belum kepikiran, cukup sekian perkenalannya dan mohon bantuannya" ujar Naruto sambil tersenyum cerah

Sama dengan reaksi perkenalan Lux barusan, seusai perkenalan Naruto kelas malah menjadi ribut.

"Jadi dia Naruto Namikaze, aku tak menyangka dia yang kemarin berhasil mengalahkan 1 ekor Gargoyle itu dengan tangannya sendiri" bisik Siswi A

"Ah masa aku tidak percaya" bisik Siswi B

"iah serius, dia mengalahkan Gargoyle itu hanya menggunakan Dragon ride biasa, bukan kah itu sangat mengaggumkan bukan" bisik Siswi C

"Terlebih lagi dia itu rupanya kakak kembaran Naruko-chan, pantas saja mereka mirip sekali" bisik siswi D

"dan jangan lupakan dia juga mantan pangeran seperti Lux, dan dia terlihat manis dengan 3 garis kumis dipipinya itu" ucap Siswi E.

Mendengar hal itu Naruto mulai sweetdrop ditempat, dirinya tak menyangka kalau dia akan sebegitu terkenal nya disini, ah belum lagi soal insiden salah masuk kelas mungkin namanya akan semakin terkenal, ah merepotkan jadinya pikir Naruto

'Hah Nii-chan/Naruto-kun sepertinya sudah mulai populer dikalangan gadis' keluh Naruko dan Artemesia mengenai kepopuleran Naruto saat ini dalam batin mereka berdua.

"Semuanya bisa hentikan pembicaraan kalian, kelas akan segera dimulai" ucap Guru tersebut.

Semuanya pun diam dan mematuhi perintah yang diberikan senseinya tersebut.

"Dan untuk kalian berdua silahkan pilih tempat kursi yang masih kosong disana" ucap Guru tersebut pada Naruto dan Lux.

"Haii.. sensei" ucap Lux dan Naruto secara bersamaan.

Naruto pun mulai berjalan kearah bangku belakang, tampaknya ada bangku kosong dibelakang Artemesia dan Naruko disana, beruntung tidak ada penghuninya jadi Naruto bisa bersantai disana.

Naruto pun dengan cepat duduk ditempat itu.

"Naruto-kun, rupanya kita sekelas yah" ujar Artemesia.

"Ah yah begitulah" ujar Naruto dengan lesu dan malas.

"Huh Naruto-niichan jangan terlihat malas begitu, inikan hari pertama sekolahmu" ujar Naruko

"hah mau bagaimana lagi, aku ini sebenarnya tak ada berniat untuk sekolah, bagiku sekolah itu merepotkan" ujar Naruto

"huh dasar Nii-chan selalu saja pemalas" ujar Naruko

Artemesia sendiri hanya terkekeh kecil melihat tingkah Naruto kali ini, baru tahu kalau Naruto itu sebenarnya sangat pemalas kalau sudah berurusan dengan sekolah.

Sedangkan disisi Lux sendiri dia terus saja mencari tempat bangku kosong, tampak diperjalanan ia terus ditatapi intens oleh para siswi itu, dirinya hanya bisa tersenyum kikuk melihat hal itu. Saat ia terus berjalan ia juga melihat Lisha juga tengah tersenyum padanya. Dan ia pun juga membalas senyuman Lisha dengan senyum kecil miliknya itu.

Tanpa ia sadari ada sesosok wanita bersurai pink sebahu bergaya twintail sedang memanggil namanya.

"Are. Luu-chan?" gumam gadis itu.

Lux pun menoleh kehadapan gadis itu, dan dirinya sepertinya kenal betul dengan sosok itu.

"jangan-jangan Philphie?" gumam Lux

"Umm, Hisashiburi danna Luu-chan" ucap Philphie.

"Sudah 7 tahun kita tak bertemu, aku sungguh terkejut kamu bisa berada disini" ucap Lux.

Memperhatikan Lux dan Philphie berbicara Instruktur kelas pun bertanya pada Lux.

"Kalian sudah saling mengenal?" tanyanya

"Yah kami adalah teman masa kecil" ujar Lux

"kalau begitu kamu duduk disana saja" ujarnya

"Ah yahh, aku akan duduk disini" ucap Lux sambil duduk disebelah Philphie.

Melihat kedekatan Lux dan Philphie tentu membuat cemburu Lisha disana, dia benar-benar iri dengan gadis itu bisa duduk berdekatan dengan Lux.

Kelas pun akhirnya dimulai tetapi sebelum itu ada murid pindahan datang kekelas tersebut.

"Sumimasen Sensei, maaf aku telat, aku pindahan dari Vermillion" ujar gadis bersurai merah maroon bergaya twintail tersebut.

"Oh kamu anak pindahan itu yah, aku kira kamu akan masuk esok nanti" ujar Instruktur kelas tersebut.

"ada perubahan rencana dari sekolah sensei, mangkanya aku sedikit terlambat karena mereka memberitahu bahwa aku masuk kelas hari ini" ujarnya

"baiklah kalau begitu, perkenalkan namamu " ujar Instruktur kelas.

Gadis bersurai merah maroon bergaya twintail itu masuk kedepan kelas, seisi kelas terlihat terkagum-kagum mengaggumi kecantikannya, rupanya rumor soal putri Vermillion bersekolah disini benar adanya.

Beda dengan halnya Naruto masih berusaha untuk tidur ditempatnya.

Sang gadis keturunan Vermillion itu langsung menyapa seisi kelas, dan dirinya juga melihat Naruto juga berada dikelas ini, dirinya merasa senang bisa sekelas dengan Naruto.

"Minna-san, Perkenalkan namaku Stella Vermillion, aku adalah Ratu ke 12 Kerajaan Vermillion, saat ini aku memutuskan untuk bersekolah disini untuk menimba ilmu, salam kenal dan mohon bantuannya yah" ujar Stella.

Mendengar perkenalan Nama Stella membuat Naruto terbangun dari tidur, dirinya terlonjak kaget mendengar nama Stella Vermillion. Karena pada dahulunya dia juga mempunyai hubungan teman kecil dengannya.

'Shimatta kenapa dia bisa berada disini!' pekik Naruto sambil menatap horror sang gadis itu

Naruto sendiri berusaha untuk menyembunyikan diri akan tetapi Stella yang sudah mengetahui Naruto disana. saat dia dipersilahkan untuk mencari kursi kosong, Stella pun tak membuang waktu untuk duduk bersama dengan Naruto itu.

"Naruto-kun akhirnya kau menemukanmu" ujar Stella.

"Ehehehe sebenarnya kamu siapa yah? Aku tidak mengenalmu" ucap Naruto pura-pura tidak mengenal Stella saat itu juga.

"Mou kamu berbohong Naruto-kun, buktinya saat perkenalan tadi kamu terus saja menyembunyikan kepala pirangmu itu, itu artinya kamu memang ingat denganku Naruto-kun" ujar Stella

"Ah begitu yah, maaf kalau aku sedikit lupa ingatan Vermillion-san hehehe" ucap Naruto masih mencari alibi untuk menghindari Stella.

"Mou jangan panggil aku begitu Naruto-kun, panggil aku Stella-chan" ucap Stella

"kalian berdua disana, apa kalian sudah mengenal sebelumnya?" tanya Instruktur tersebut yang masih memperhatikan mereka berdua itu.

"Oh yah sebenarnya kami. Itu.." ucapan Naruto terputus karena

"sudah bertunangan sejak kecil!" ucap Stella dengan lantang..

Sontak seisi kelas terkejut bukan main mendengar pengakuan Stella.

"EHHHHHHHHHHHHHHH" pekik semua siswi.

Yah dapat dilihat semua siswi terkejut bukan main mendengar pengakuan Ratu ke 12 Kerajaan Vermillion tersebut. Walhasil seisi kelas menjadi ribut menyoal pertunangan Naruto dan Stella tersebut.

Yah masalah terus mendera Naruto, dia tidak habis pikir masalah akan selalu datang padanya. Dan hari ini akan menjadi hari yang panjang untuknya dikarenakan pengumumuman diatas.

To Be Continued...


Yosh Chapter 2 is done, oh lama tak mengupdate fic ini. Dikarenakan banyak hal yang terjadi dan juga masalah tugas Kuliah yang semakin mendera Author

Oke tanpa basa-basi lagi Chapter 2 kali ini menceritakan berbagai pengenalan karakter lainya. lalu dichapter ini juga dibahas pertarungan antara Atismata bersaudara yang berhadapan dengan 2 mantan pangeran Kerajaan yang berujung pada insiden Penyerangan Gargoyle tersebut.

Selain itu disini juga terdapat teknik baru Naruto yang belum pernah ia perlihatkan sebelumnya. Yaitu Itto Shura, sebuah tenik kenjutsu dengan menggabungkan Kecepatan dan kepekaan kelima panca indra, yah teknik ini memang diambil dari Rakudai Kishi no Cavylry. Teknik ini memungkikan Eris bergerak cepat melewati batas yang ada akan tetapi ada sisi kelemahannya yaitu penggunaan energi yang berlebihan yang membuat Naruto pingsan setelah pertarungan One to One melawan Gargoyle itu.

Dan terakhir kejutan pun datang dari Stella yang mengakunya sebagai tunangan Naruto tentu membuat gempar seisi kelas. Lantas bagaimakah kisah Naruto dan Lux selanjutnya. Ikuti terus di Fic Kiiroi Senkou no Eiyuu

Maaf kalau masih ada penulisan yang Typo, Ambigu, Gaje dan sebagainya. Author akan berusaha terus untuk memperbaiki hal tersebut.

Dan Author juga mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan serta selama menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankannya. Semoga puasa kali ini menjadi berkah untuk kita semua.

Silahkan RnR Minnaa...