'Shimatta kenapa dia bisa berada disini!' pekik Naruto sambil menatap horror sang gadis itu
Naruto sendiri berusaha untuk menyembunyikan diri akan tetapi Stella yang sudah mengetahui Naruto disana. saat dia dipersilahkan untuk mencari kursi kosong, Stella pun tak membuang waktu untuk duduk bersama dengan Naruto itu.
"Naruto-kun akhirnya kau menemukanmu" ujar Stella.
"Ehehehe sebenarnya kamu siapa yah? Aku tidak mengenalmu" ucap Naruto pura-pura tidak mengenal Stella saat itu juga.
"Mou kamu berbohong Naruto-kun, buktinya saat perkenalan tadi kamu terus saja menyembunyikan kepala pirangmu itu, itu artinya kamu memang ingat denganku Naruto-kun" ujar Stella
"Ah begitu yah, maaf kalau aku sedikit lupa ingatan Vermillion-san hehehe" ucap Naruto masih mencari alibi untuk menghindari Stella.
"Mou jangan panggil aku begitu Naruto-kun, panggil aku Stella-chan" ucap Stella
"kalian berdua disana, apa kalian sudah mengenal sebelum?" tanya Instruktur tersebut yang masih memperhatikan mereka berdua itu.
"Oh yah sebenarnya kami. Itu.." ucapan Naruto terputus karena
"sudah bertunangan sejak kecil!" ucap Stella dengan lantang..
Sontak seisi kelas terkejut bukan main mendengar pengakuan Stella.
"EHHHHHHHHHHHHHHH" pekik semua siswi.
Yah dapat dilihat semua siswi terkejut bukan main mendengar pengakuan Ratu ke 12 Kerajaan Vermillion tersebut. Walhasil seisi kelas menjadi ribut menyoal pertunangan Naruto dan Stella tersebut.
Yah masalah terus mendera Naruto, dia tidak habis pikir masalah akan selalu datang padanya. Dan hari ini akan menjadi hari yang panjang untuknya dikarenakan pengumumuman diatas.
Naruto (ナルト) Masashi Kishimoto
( ͡º͜ʖ͡º)
Saijaku Muhai no Bahamut (最弱無敗の神装機竜 《バハムート》) Akatsuki Senri
Kiiroi Senko no Eiyuu
Summary: Sebagai seorang yang merasakan Perang yang mengakibatkan dirinya kehilangan Keluarga, Tanah Airnya serta Status Kebangsawanannya, Naruto Namikaze memulai petualangan mencari apa arti kedamaian. Dia adalah Putra dari Minato Namikaze dan dia adalah orang yang meneruskan peran sebagai Kiiroi Senko no Eiyuu
Chara : Naruto Namikaze, Lux Arcadia, Lisesharte Atismata, Artemesia Bell Atismata (OC)
Rated : M
Genre : Romance, Sci-fi, Hurt/Comfort, Adventure
Warning : Ooc, Semi canon, tidak suka tidak usah dibaca
Maaf kalau ada kesamaan cerita dengan fic lainya atau kesalahan penulisan karena fic ini karena setiap manusia tak lepas dari kesalahan.
RnR please .. hehehehehe
Chapter 03 : The Emergence of the Enemy
Pegunungan Utara, Perbatasan Atisamata-Nordlangarth.
Onyx itu memandang datar disekitarnya, ia melihat begitu banyak mahkluk reruntuhan di wilayah pegunungan utara Atismata, dirinya tak habis pikir bagaimana bisa segerembolan makhluk kuno itu bisa berada disini. Itulah yang ada dibenak pikirannya. Pemuda bergaya rambut pantat ayam itu masih melihat musuh-musuh disekitarnya tersebut.
'Sepertinya memang Kerajaan lama telah bergerak atau mungkin..' pikir Sasuke
Sasuke melihat rekannya sedang menumpas para gerombolan Gargoyle disana, dirinya hanya bertiga bertugas memusnahkan ratusan Gargoyle itu. Mungkin untuk sekaliber Dragon ride biasa hal itu sangat mustahil akan tetapi bagi Sasuke dan kedua temannya itu bukanlah hal sulit karena mereka bertiga adalah pemegang Divine Dragon Ride, mereka memang berasal dari Pharos Academy salah satu Academy terkemuka di Atismata. Sasuke dengan Infernos miliknya, Eugeo dengan Helios dan Kirito dengan Yilbegan miliknya. Mereka bertiga terus bertarung melawan para gerombolan gargoyle tersebut.
"Sasuke, sepertinya tidak ada pilihan lain, kita lakukan rencana B" ujar anak berambut hitam dengan manik mata onyx tersebut yang tengah menaiki Divine Dragon Ride Yilbegan tersebut.
"Hn, aku tidak masalah Kirito, lalu bagaimana denganmu Eugeo?" ucap Sasuke
"Hmm tenang saja, aku serahkan sisanya padamu Sasuke" ucap Eugeo
"Hn, baiklah...Ikuzo!" gumam Sasuke
Rupanya Rencana Kirito kali ini membiarkan Sasuke untuk mengeksekusi para kawanan Gargoyle. Sasuke terbang melesat dengan Infernos miliknya, penampilannya terbalut warna ungu kegelepan dengan garis tepi hitam, seakan-akan menambah kesan bahwa Divine Dragon Ride Sasuke adalah Ksatria Kegelapan.
SCENE SASUKE.
Disisi Sasuke, Sasuke terkepung 45 ekor Gargoyle tersisa disana, para gargoyle kemudian menyerang Sasuke menggunakan sisi tajam miliknya, akan tetapi Sasuke berhasil menghindarinya dengan mudah, kemudian dia terbang melesat cepat kearah gerombolan mahkluk kuno itu menggunakan Divine Dragon ride Infernos miliknya, penampilannya bewarna ungu gelap dengan garis tepi kehitaman.
GROOOAAAAAAAAHHHHHHH
Teriakan para gargoyle itu benar-benar memakan telinga mereka bertiga, segerombolan Gargoyle itu menyerang Sasuke menggunakan sisi tajam dipunggung,
Wushhhhhhhhhhhh...6x
Bagaikan ribuan jarum, itulah yang dilihat Sasuke kini. Melihat hal itu Sasuke hanya memandang datar serangan tersebut.
"Huh, tidak bisa menghindari serangan rupanya, kalau begitu.." gumam Sasuke
DIVINE MODE : PERFECT SUSANOO
Yah salah satu kemampuan Infernos milik Sasuke yaitu Perfect Susanoo, Perfect Susanoo adalah mode dimana Infernos Sasuke berubah dan terlapisi astral ungu layak Tenguu raksasa lengkap dengan zirah zaman kendo dan sayap dikedua punggungya tersebut. Selain itu jangan lupakan perisai Yato no Kagami dan Kusanagi no Tsurugi yang melengkapi Perfect Susanoo milik Infernos Sasuke.
BLAAAAAAAARRRRR..6x
Ledakan pun terjadi disekitar Sasuke, kabut debu kemudian menyelimuti lokasi itu akan tetapi semua serangan para Gargoyle tidak membuahkan hasil setelah melihat Inferno Sasuke masih tegak berdiri disana. yah berkat Yato no Kagami, serangan para Gargoyle itu berhasil dihancurkan dengan mudah.
"Hn, sekarang giliranku berdansa" gumam Sasuke.
DIVINE BLACKLIGHTNING: KUSANAGI BLACKLIGHTNING SWORD
Rupanya Sasuke menggabungkan elemen petir hitam miliknya dengan Kusanagi Perfect Susanoo miliknya. Bunyi 'Clip' terdengar membahana dilokasi itu
dengan mengaktifkan Kusanagi Blacklightning Blade miliknya dia pun langsung melesat menebas musuh-musuhnya diudara, Sasuke pun menari-menari secara bebas diudara untuk menebas para musuh disana. dia menebas dari setengah 45 ekor gargoyle tersebut dengan waktu kurang dari 1,5 menit.
Craaasssssssshhhhh...3x
Bzzzzttttttttt...3x
Duaaaaarrrrrrrrrrr...3x
"Masih belum" gumam Sasuke
Setelah bergumam, tiba-tiba diatas para Gargoyle itu muncul lingkaran sihir raksasa, rupanya lingkaran sihir itu milik Infernos Sasuke
DIVINE BLACKLIGHTNING : KIRIN
Setelah itu munculah Naga petir hitam dilangit. Teriakan naga itu bahkan mengalahkan auman para Gargoyle tersebut, kilatannya bahkan menyinari langit malam tersebut. Bunyi 'Clip2x' bahkan terdengar beberapa puluhan kilometer.
"Dengan in berakhir sudah, lenyaplah" gumam Sasuke sambil menggerakan tangan Infernos kiri miliknya kearah para gargoyle itu. Sontak mengikuti isyarat itu Kirin kemudian melesat kencang menuju gerombolan para Gargoyle itu.
WOOSSSSSHHHHHHH.
BZZZZZZZTTTT...3x
CLIIPPPPP...3x
BLLAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRRRRRRRRR...3x
Hancur sudah tubuh dari 45 ekor Gargoyle tersebut akibat sengatan Kirin milik Infernos Sasuke, tubuh mereka hancur seperti abu, bekas gosong dan terbakar itu pun tecipta di lokasi itu. Sasuke hanya menghela nafas sebagai tanda bahwa pekerjaan nya sudah selesai. Sedangkan Eugeo dan Kirito hanya terperangah melihat kerusakan yang ditimbulkan akibat serangan Kirin.
"Woow seperti biasa kau memang hebat Sasuke" ucap Eugeo
"Hnn, Satsuga Kurorai no Kiryuu Shinsou" ucap Kirito sambil memberikan pujian.
Sasuke hanya tersenyum kecil mendengar pujian dari kedua sahabat karibnya itu.
"Hn, kalian ini terlalu melebihkan saja, bukankah kalian juga hebat, lihat masing2 dari kalian saja sudah mengalahkan 45 ekor Gargoyle" ucap Sasuke
"Yah tapi tetap saja menurutku masih ada orang yang lebih kuat dariku, terlebih lagi akan banyak orang kuat muncul di acara Dragon Festa ulang tahun Kerajaan baru nanti" ucap Sasuke
"Hmm kau benar, tapi aku tekankan padamu, kali ini kita pasti akan memenangkan Turnamen itu, kau tahu kan hadiah yang didapat dari turnamen itu" ucap Kirito
"Hnn, 10 besar ranking Dragon Festa akan di angkat menjadi Integrity Dragon Knight?" ucap Sasuke sambil menyeringai.
"yah. Karena itulah kita berjuang mati-matian untuk memenangkan turnamen itu" ujar Eugeo
"yah kau benar, kali ini kita akan berjuang keras untuk itu" ujar Sasuke sambil menerawang langit yang dipenuhi awan
Sasuke memang mempunyai tujuan untuk menjadi pasukan Integrity Dragon Knight, agar memudahkan dirinya untuk mencari kakaknya yaitu Uchiha Itachi yang dikabarkan menghilang saat percobaan Kudeta Kerajaan uchiha 5 tahun lalu.
Yah, menjadi Integrity Dragon Knight merupakan hal sangat prestisius bagi para Dragon Knight, bisa dibilang Integrity Dragon Knight adalah pasukan perdamaian dibawah Royal Alliance, pasukan ini dibentuk atas pakta Saint Amoria. Sebuah pakta sebagai dasar pembentukan Royal Alliance dan Integrity Dragon Knight akibat dampak dari Perang Dunia Dragon Knight III yang membawa banyak kehancuran bagi dunia.
Terlebih dengan kehancuran beberapa kerajaan besar seperti Namikaze, atau perubahan geopolitik dengan jatuhnya Arcadia membuat situasi dunia semakin terancam, oleh karena itulah pada 5 tahun lalu di Saint Amoria, 10 Kerajaan telah menyekapati Pakta Saint Amoria. Dengan membentuk Royal Alliance dan Integrity Dragon Knight.
Integrity Dragon Knight merupakan gabungan Dragon Knight dari 10 Kerajaan anggota Royal Alliance, tugas memelihara perdamaian dunia serta mendukung peranan Royal Alliance dalam upaya menjaga perdamaian Dunia, para perwira Integrity Dragon Knight biasanya dipilih melalui seleksi, atau juga mengambil para lulusan Dragon Knight dari beberapa Akademi di 10 Kerajaaan, dan juga mereka mengambil setiap anggota baru dari Dragon Festa antar anggota Royal Alliance. Tentunya pada Dragon Festa atau festival murid Akademi Dragon Knight, mereka mendapat hak istimewa untuk langsung menjadi perwira Integrity Dragon Knight.
Royal Alliance adalah Aliansi 10 Kerajaan yang berpengaruh didunia. Mereka semua memegang penting dalam percaturan politik Dunia. 10 kerajaan itu bahkan menaungi beberapa negara kecil dengan mekanisme persemakmuran. Karena itulah hanya ada 10 anggota saja dari Royal Alliance.
10 Kerajaan itu adalah Atismata, Asturias, Gremory, Nordlangarth, Riessfeld, Saint Amoria, Uchiha, Vermillion, Wallenstein, Yatogami. Itu semua adalah Kerajaan besar yang paling berpengaruh didunia
Dimulai dari Atismata, walau baru berdiri 5 tahun lalu, tetapi sebagai penerus Kerajaan lama Arcadia, Kerajaan Atismata bisa dibilang mempunyai kekuatan mumpuni dari segi militer, dengan dukungan puluhan Akademi Dragon Knight yang berkualitas dan juga Atismata ditetapkan sebagai markas pusat Integrity Dragon Kngiht, membuat Kerajaan ditengah benua ini mendapat peran di percaturan politik dunia.
Kemudian Asturias, yang begitu mengandalkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang termuktahir membuat kerajaan ini layak menjadi anggota Royal Alliance, lalu disisi lain Gremory sebagai Kerajaan terbesar kedua setelah Norlangarth juga mendapat perhatian tersendiri.
Jangan lupakan peran Kerajaan Norlangarth, meski Kerajaan ini terletak diutara Benua, yang membuat salju putih menutupi hampir seluruh wilayah kerajaan setiap tahunnya akan tetapi peran nya sangat vital bagi Royal Alliance, itu dikarenakan hampir ¾ pasukan Integrity Dragon Knight berasal dari Kerajaan ini.
Kemudian Saint Amoria, disebut sebagai Kerajaan Suci, karena pada mulanya Kerajaan ini terbentuk di masa awal dunia, sang pelindung Wilheim Dulio Elba van Astrea telah banyak memberikan pengaruh pada Dunia baik dalam bidang politik, hukum, pendidikan dan tatanan bangsa. Saint Amoria terkenal dengan aliran pedang Astrea yang begitu melegenda pada saat perang antar Kerajaan, dan faktor terakhir adalah di Kerajaan Saint Amoria lah Royal Alliance dilahirkan. oleh karena itu peran Saint Amoria sangat penting bagi Royal Alliance.
Kemudian Kerajaan Uchiha, Kerajaan belambang kipas tradisional ini awalnya adalah musuh beberapa Kerajaan besar seperti Norlangarth, Vermillion, maupun Gremory. Akan tetapi perubahan geopolitik terjadi dikerajaan Uchiha dimana Madara Uchiha berhasil digulingkan oleh putranya sendiri Fugaku Uchiha, Fugaku Uchiha membuat perubahan besar bagi Kerajaan Uchiha, yang awal Kerajaan ini dikenal sebagai Kerajaan Tirai besi berubah menjadi Kerajaan pengayom negara-negara kecil, bersama Fugaku lah Uchiha membentuk persekutuan dengan Namikaze, akan tetapi sayangnya Namikaze terlebih dahulu hancur saat Percobaan kudeta Uchiha pada 5 tahun lalu pemberontak. Uchiha memiliki reputasi besar terhadapa 10 Kerajaan lainnya, disamping pengalamannya yang sangat mumpuni kerana sudah menghadapi 3 perang Dunia Dragon Knight, Uchiha juga merupakan salah satu pencetus ide pakta Saint Amoria, karena itulah peran Uchiha sangat diperhintungkan bagi Royal Alliance.
Selanjutnya Vermillion, Kerajaan yang dikenal sebagai penghasil anggur terbaik diseluruh benua, selain bidang industri juga terbilang maju dibandingkan 10 kerajaan lainya, Vermillion juga dikenal sebagai Negeri 1000 tulip merah. Tentunya Vermillion juga berperan didalam Royal Alliance karena ratu pertama Vermillion juga sebagai 5 raja pendiri Royal Alliance, bersama Atismata, Saint Amoria, Uchiha, Norlangarth.
Selanjutnya Riessfeld, Kerajaan ini terkenal sebagai lumbung pangan dunia, sektor pertanian dan pertenakan sangat maju, terlebih Kerajaan ini mempunyai iklim yang cocok untuk gandum dan jagung, membuat Kerajaan ini sebagai sentra pangan dunia, Riessfeld hampir memegang 60% penyalur gandum didunia, hal ini membuat peran Riessfeld begitu penting bagi Royal Alliance.
Lalu ada Kerajaaan Wallenstein, Kerajaan yang dikenal negeri 1000 emas, yah di Kerajaan ini emas merupakan produk ekspor andalan Kerajaan, selain itu dinegeri ini juga begitu banyak sumber minyak dan gas, yang membuat Negeri ini dijuluki sebagai Negeri tambang, Wallenstein memegang peranan penting dalam suplai energi Dunia, karena itu perannya sangat vital bagi Royal Alliance.
Dan terakhir Yatogami, dikenal sebagai Kerajaan tanah besi, dikarenakan Kerajaan ini begitu banyak tambang besi dan baja, dan jangan lupakan Yatogami sangat dikenal sebagai negeri yang tetap mempertahankan budayanya seperti aliran pedang Itoryuu, Nitoryuu dan Santoryuu, dibandingkan Negeri lainnya, Yatogami memang dikenal sebagai Negeri para samurai, walau begitu Yatogami tetap terbuka dengan perkembangan, kini mereka sudah menggunakan Dragon ride dalam pasukan keamanannya, ditambah dengan Aliran pedang khasnya, membuat pasukan Keamanan Yatogami mempunyai ciri khas tersendiri, hal ini menambah bukti bahwa peran mereka dalam Royal Alliance cukup unik dan khas.
Dengan 10 Kerajaan besar, Royal Alliance menjalankan perannya sebagai pengayom Dunia, mereka terus berupaya menjaga perdamain yang mereka raih dengan darah dan korban jiwa, karena itu Royal Alliance membuat Integrity Dragon Knight untuk menghadapi ancaman dari kaum terorisme.
Yah itulah yang ingin dituju oleh Sasuke, menjadi Integrity Dragon Knight dan mengejar tujuan lainnya, yaitu membuka misteri hilangnya kakak tercintanya tersebut.
Hosea Academy, Atismata
Kini waktu sudah menujukan pukul 12 siang, tentunya para murid kali ini mengisi waktu luang dengan makan siang dikatin, ada juga yang makan siang bersama dikelas, akan tetapi kali sang tokoh utama kita, si pemuda pirang berambut jabrik berkulit tan ini sedang menikmati udara di musim semi.
Yah Naruto kini tengah berbaring dibawah pohon, rupanya dia tengah bermalas-malasn dibawah rindangnya pohon, selain itu dia sendiri tengah mengamati awan yang bergerak secara dinamis dilangit biru tersebut. Yah kegiatan itu memang rutin dilakukan olehnya untuk melepaskan penat dan stress yang terkadang melanda dirinya. Seperti beberapa saat lalu, saat ia terus dihadiahi beberapa pertanyaan mengenai hubungannya dengan Stella Vermillion sang Putri Vermellion tersebut, bahkan Adiknya Naruko pun tidak mau kalah untuk meminta klarifikasi soal pengakuan Stella itu, tentunya bukan dengan sikap yang manis, melainkan seperti seorang wanita yang meminta penjelasan terhadap pacarnya yang tertangkap basah sedang selingkuh dihadapannya.
Tentunya melihat tingkah semua cewek dikelasnya yang begitu heboh dengan perkataan Stella tersebut, membuat Naruto hanya memukul keningnya yang sudah mengerut tersebut. Dan selanjutnya dia pun akhirnya memutuskan lari, ketika ia ditatap memita pertanggung jawaban oleh para Siswi dikelasnya itu.
"Fuhhh Akhirnya, aku bebas" gumam Naruto
Ah kini begitulah perasaan Naruto, dirinya begitu lega dan santai saat ini juga akan tetapi semuanya buyar ketika.
"Bebas apa Naruto-kun?" gumam suara feminim itu
Sontak Naruto terperanjat mendengar suara itu,
'Suara itu, Jangan-jangan..!' pikir panik Naruto
Yah Naruto benar-benar panikm, suara itu sangat dikenalnya, perasaanya sendiri mulai was-was, sejenak Naruto mulai mengalihkan manik Shapire nya kearah sumber suara itu, sedikit menggerakan lehernya dengan patah-patah, rupanya tepat disamping Naruto berbaring kini, ada gadis muda bersurai merah bergaya twintail, dia memiliki kulit putih mulus dan juga jangan lupakan manik mata yang sesuai dengan warna rambutnya itu.
Naruto sendiri hanya tersenyum kikuk melihat sosok itu, rupanya dia adalah Stella Vermillion, salah satu teman masa kecilnya yang kini mulai menghantui hidupnya yang tenang tersebut. Stella kini tampaknya tersenyum manis kepada Naruto, senyumannya itu bahkan mampu melelehkan hati para pemuda saat menatap senyumnya yang menawan itu, akan tetapi bagi Naruto kini senyum itu ibarat Shinigami yang tengah menjemputnya dan mengantarkannya menuju Neraka, Aura kematian begitu terpancar dan membuat Naruto bergidik ngeri ketakutan.
'Kami-sama, jika kau memang mau menjemputku, hamba mohon jangan bawa hamba bersama Shinigami didepan hamba ini, Hamba belum siap Kami-sama' jerit Naruto dalam hati.
"Ah hehehehehe, maksud ku aku bebas bisa menikmati pemandang awan disini, ah yah itu.. begitu maksudku" ujar Naruto sambil tersenyum kikuk.
"Kau tidak mencoba untuk melarikan diri dariku kan Naruto-kun" ujar Stella dengan nada lembut dan sambil tersenyum manis akan tetapi bagi Naruto itu adalah senyuman kematian untuknya.
"Ah tidak-tidak, kok aku tidak menghindarimu Stella-chan" ujar Naruto dengan nada gagap dan diwajah tannya itu dibasahi keringat dingin sebagai tanda ketakutan.
"Lalu kenapa kamu malah pergi duluan, padahal kamu udah janji sama aku, untuk makan siang bersama" ujar Stella dengan nada menyelidik.
"Ah.. soal itu yah... ah itu.." ucap Naruto dengan nada gagap.
"Itu apa. Naruto-kun?" ucap Stella sambil terus tersenyum manis.
Naruto kini mulai panik melihat senyuman manis Stella bagaikan dewi kematian untuknya, ' Ah ayolah otak bodoh, berpikirlah.. bisa gawat kalau Stella-chan marah padaku' gumam batin Naruto
Dilihat disamping Stella tampaknya ada 2 bento, Naruto pun akhirnya menemukan ide pengalihan agar kemarahan Stella padanya mereda.
"Ah Stella-chan, ngomong-ngomong itu apa yang ada disampingmu? Apa itu bento?" tanya Naruto
"Hmmppff udah tahu ini bento, kenapa malah nanya!" ucap Stella dengan nada judes.
"Ah jadi itu Bento yah aku kira apa, oh yah apa itu Bento buatanmu Stella-chan?" ucap Naruto
"Memang kenapa kalau buatanku, apa hubungannya coba?" tanya Stella
"Ah tidak aku Cuma bertanya, tapi kalau dilihat-lihat ada 2 bento disampingmu, apa itu memang punyamu ?" tanya Naruto
"Hmppfhh sebenarnya yang satu laginya ini untuk temanku, tapi karena hari ini tidak datang, jadinya bento yang satu ini terpaksa kumakan" ucap Stella sambil memalingkan wajahnya.
"Soukka, kalau begitu daripada terbuang percuma lebih baik untukku saja Stella-chan, bagaimana?" tanya Naruto
"Emangnya kamu belum makan siang Naruto-kun?" tanya Stella dengan nada penasaran.
"Heheh iyah kebetulan aku sih belum makan siang, soalnya hari ini kantin penuh sesak jadinya aku malas makan siang, nah bagaimana Stella-chan dari pada mubazir, mendingan buat aku saja?" tawar Naruto
Mendengar tawaran Naruto tentu Stella begitu senang, padahal tujuan dia sebenarnya adalah membuat Naruto mencicipi bento buatannya, tapi kali ini Naruto sendiri malah menawarkan dirinya untuk mencicipi Bento buatannya itu. Tentu dirinya tidak perlu lagi untuk memaksa Naruto memakan bento buatanya itu.
"Hmppffhh mau bagaimana lagi, dari pada terbuang percuma, lebih baik untukmu saja!" ucap Stella sambil bersikap Tsundere. Kemudian dirinya memberikan salah satu bento buatannya kepada si pemuda tercinta itu.
'Yes, berhasil juga mengalihkan kemarahan Stella, kalau begini kan aman.' pikir Naruto
"Wahh Arigatou Stella-chan, pas banget nih perutku lagi keroncongan." ucap Naruto sambil menyambar bento milik Stella itu.
Naruto dan Stella pun membuka bento masing-masing. Tampak didalam bento Naruto kini adalah Karaage, Onigiri dan beberapa salad disana. Naruto benar-benar berbinar-binar saat melihat bento buatan Stella tersebut. Bahkan terlihat air liur Naruto sendiri mulai menetes saat melihat bento dihadapannya tersebut. Melihat hal itu Stella sendiri hanya terkekeh kecil saat melihat teman sekaligus pria yang ia cintai sejak kecil itu belum berubah sama sekali
'Dia masih saja begitu, dasar Naruto-kun tak pernah berubah hihihi' pikir Stella
Naruto yang merasa ditertawai merasa janggal pada Stella, padahal dirinya memang lapar kenapa dirinya malah ditertawai seperti itu pikir dirinya.
"Kenapa diam saja, Naruto-kun, sebaiknya jangan dipelototi bentonya, nanti yang ada air liur mu malah netes kemari" ucap Stella.
"Hah yah... yah.. ku makan nih, Ittadakimasu!" ucap Naruto
Dengan semangat Naruto mulai melahap bento tersebut, mulai dari Onigiri dan dilanjutkan dengan beberapa potong Karaage, Naruto begitu menikmati Bento buatan Stella tersebut. Yah memang dirasakan Naruto saat memakan Bento buatan sahabat kecil itu memang lezat, sehingga dia begitu lahap memakannya. Stella sendiri melihat Naruto memakan bento buatanya itu hanya memandang cemas, dirinya terus saja berpikir apa masakan buatannya itu enak dilidah sang pemuda yang ia cintai tersebut.
"Ano.. Naruto-kun, bagaimana bentonya? Apa Enak atau.. tidak?" tanya Stellla dengan nada terbata-bata.
"Huhh Innhie sangakk Wuanggekkyy..." ucap Naruto yang masih mengunyah Onigiri tersebut
"Huh maksudnya gmna sih Naruto-kun?" tanya Stella tidak mengerti apa yang dimaksud Naruto.
GLUKKK
Naruto pun kemudian menelan Onigiri yang telah ia kunyah, agar ia bisa berbicara jelas dengan sahabatnya itu.
"Ah maksudku bento ini sunggu lezat kok Stella-cha" ucap Naruto
"Hontou ?" tanya Stella
"Uhm hontou dayo, bento ini sunggu lezat Stella-chan, tak kusangka kamu bisa memasak dengan baik, kalau gak percaya lihat saja bento ini, hampir kosong lompong karena sudah kuhabiskan" ucap Naruto
"Tidak-tidak kok Naruto-kun, kamu berlebihan banget memujinya, masakanku hanya biasa saja." sanggah Stella.
"Masa sih biasa?, buktinya saja aku memakannya dengan lahap, yah asal kamu tahu saja, orang yang menjadi suamimu nanti pasti sangat beruntung kalau punya istri sepertimu, sudah cantik, bisa memasak dan juga dia seorang bangsawan lagi" ucap Naruto dengan polos sambil mengunyah Onigiri selanjutnya.
Naruto memang mengucapkan nya dengan apa adanya, yah memang betul jika ada orang memiliki Stella tentu saja sangat beruntung, dia mempunyai paras yang cantik, bisa memasak, dan jangan lupakan dia seorang bangsawan, tentu pemuda mana yang tidak beruntung mendapatkan istri seperti Stella Vermillion.
Tapi bagi sang empu yang dipuji oleh Naruto, tentu wajahnya kini sudah berhias noda merah layaknya surai rambutnya merah maroon, yah yang dia rasakan kini adalah wajahnya mulai memanas, detak jantungnya mulai berdetak, dan timbul imajinasi kalau dirinya sudah menikah dengan Naruto, dan dirinya tiap pagi selalu menyiapkan sarapan untuk Naruto.
'Aku dibilang Istri yang baik oleh Naruto-kun' pikir Stella.
Lama-lama bayang yang tidak-tidak terngiang dipikiran Stella, tentu dia mulai menjerit tidak jelas ditempat, sedangkan Naruto hanya sweetdrop saat melihat Stella tiba-tiba menjerit tidak jelas.
"Oh hei Stella-chan , kenapa kamu malah teriak-teriak gak jelas begitu, apa kamu kerasukan hantu" ucap Naruto
Sontak mendengar teguran Naruto membuat Stella sadar dari lamunan tingkat langit ke 7 tersebut.
"Apa sih, aku gak kerasukan hantu tahu!" sanggah Stella
"Lah buktinya, kamu malah teriak-teriak gak jelas begitu, aku kira kamu kerasukan roh jahat, kalau memang iya kamu kerasukan roh jahat, tinggal aku sembur aja dengan segelas air ini" ucap Naruto sambil memegang segelas air.
'Dasar Baka Naruto!, gak peka banget sih dia, masa aku yang lagi kasmaran denganya malah dikatain kerasukan roh jahat!' pikir Stella merutuki ketidakpekaan sang pemuda yang ia cintai itu.
"Mou apa sih! Sudah kubilang aku gak kerasukan roh jahat!, hah dasar baka naruto!" ucap Stella tiba-tiba saja berdiri lalu meninggalkan Naruto yang masih terbengong melihat tingkahnya itu. Dirinya hanya memalingkan wajahnya agar tak terlihat Naruto, yah karena akibat ucapan si pemuda pirang itu, kini jantungnya malah makin berdegup tidak karuan.
"Loh kenapa dia pergi sih, huh dasar aneh, tadi dia memaksaku untuk makan siang bersama dan sekarang dia malah pergi begitu saja, hah perempuan memang merepotkan" gumam Naruto
Dan acara makan siang itu pun terpaksa dilanjutkan Naruto dengan seorang diri tanpa kehadiran Stella disana.
Skip Time.
Unknown Place
Disebuah tempat tak dikenal terdapat sesosok pria bersurai hitam jabrik tengah menunggu hal yang menurutnya cukup penting, dia sendiri tidak memperlihatkan rupanya dengan gamblang, yah bisa dibilang begitu dikarenakan sosoknya kini hanya memakai jubah hitam dengan hodie dan wajahnya pun tertutup topeng mirip seperti amon ra, karena dia tidak memakai hodie miliknya, surai hitam jabrik miliknya ikut terlihat. Selain itu dirinya juga mempunyai pedang hitam seperti muramasa, pedang itu diletakan disamping pinggannya tersebut.
Tak beberapa detik kemudian datang sesosok seperti wanita muda dengan surai abu-abu sebahu miliknya, tampaknya dia adalah orang yang ditunggu oleh si pria bertopeng itu.
"Hn, lama sekali, aku sudah menunggumu sejak 1 jam lalu" ucap Pria bertopeng tersebut.
"Maaf, aku baru saja tiba, ini dikarenakan ada beberapa urusan yang harus kuselesaikan" ucap sosok itu.
"Hn, untung saja aku adalah orang yang begitu menghargai toleransi, jika tidak mungkin saja aku akan sedikit memberi hadiah pada bossmu itu" ucap Pria bertopeng itu.
"Ma...ma.. ma... jangan terbawa emosi begitu, lagipula aku sudah meminta maaf bukan." Ucap sosok itu.
"Baiklah sekarang aku akan memaafkanmu tetapi lain kali, mungkin aku akan memberikan sedikit tarian untukmu" ucap Pria bertopeng.
"ahahaha, kau bisa saja Zord-san, tapi maaf saja, asal kau tahu kamu pasti tidak akan bisa mudah menari bersamaku" ucap Wanita tersebut
SRINGGGGGGGGGGGGGG
Ucapan wanita tentu membuat Zord sendiri langsung menghunuskan pedangnya itu tepat dileher siwanita tersebut, tampak Zord kali ini tidak begitu suka dipermaikan oleh sosok yang dihadapnya tersebut
"Kau yakin? Jika kau ingin melakukan nya sekarang, aku tentu akan senang hati menerimanya" ucap Zord sambil menodongkan pedang Murumasa miliknya.
Tetapi bukannya terlihat panik, wanita tersebut malah tersenyum santai melihat Zord mengacungkan Muramasa miliknya itu terhadapnya, sepertinya sang wanita terlihat begitu menguasai emosi dirinya itu.
"Ah maaf atas ketidaksopananku barusan, aku tadi hanya bercanda berkata seperti itu Zord-san" ucap wanita itu sambil tersenyum palsu.
Mendengar perkataan sang wanita itu, Zord pun langsung menyimpan kembali Muramasa miliknya itu kedalam sarung pedangnya tersebut. Sang wanita pun mulai bernafas lega melihat hal itu, kali ini ia berhasil mencairkan suasana yang cukup tegang tersebut.
"Hah baiklah, aku tak ingin membuatmu menunggu lama lagi, perkenalkan namaku Hayes, aku adalah utusan dari Fugil Arcadia-sama, senang bertema dengan anda Zord Elfildog-sama" ucap Hayes
"Hn jadi kau memang benar utusan Arcadia?" tanya Zord masih meragukan sosok yang dihadapannya itu.
"Benar sekali Zord-sama, aku adalah utusan dari Kerajaan lama, aku datang kesini atas perintah Fugil-sama, agar menawarkan kesepakatan padamu untuk bekerja sama" jelas Hayes
"Bekerja sama, memangnya untuk apa dan apa untungnya bagiku?" tanya Zord
"baiklah akan kujelaskan, sebenarnya kami Kerajaan lama sedang melakukan upaya untuk mengkudeta Kerajaan baru, untuk itu kami melakukan banyak hal untuk mewujudkan itu, demi membangun kembali Kejayaan Arcadia yang runtuh akibat bangsa hina Atisamata 5 tahun lalu. Yah salah satunya adalah membangkitkan Ragnarok untuk dipergunakan dalam tujuan itu" jelas Hayes.
"Lalu apa hubunganya dengaku?" ucap Zord
"yah ini semua memang ada hubungannya dengan Zord-sama, kami dari Kerajaan lama ingin menawarkan kerjasama pada anda untuk membangkitkan Ragnarok yang kami idamkan tersebut. Jika anda menerima tawaran kami, tentu akan ada beberapa keuntungan yang anda dapat?" jelas Hayes.
"Hn jika itu menarik untukku, aku akan siap membantu kalian tapi jika tidak ada yang menarik bagiku, silahkan kau pergi kehadapan bossmu itu dan katakan padanya bahwa aku sama sekali tidak tertarik" ucap Zord
"Hmm tentu ini adalah tawaran yang menarik, aku datang kesini tentu tidak datang tanpa membawa hal menarik untukmu Zord-sama" ucap Hayes
Kemudian Hayes pun memberikan sebuah buku tua yang sudah usang itu kepada Zord, melihat apa yang diberikan Hayes, Zord pun hanya mengernyitkan alisnya sebagai tanda tak begitu mengerti, namun Hayes sendiri tetap memberikan isyarat pada Zord agar mau membuka isi buku usang tersebut. Zord pun lalu membuka isi buku tersebut, dan membaca halaman demi halaman, dan tak berselang lama matanya pun mulai melebar saat melihat apa yang ada didalam buku tersebut. Dia pun kemudian membaca seksama apa yang terkandung didalam buku itu, dan tak beberapa lama setelah ia membaca kembali beberapa kalimat tersebut, Zord pun mulai menyeringai melihat apa yang ia dapat.
"Hahahaha omoshiroi..., omoshiroi.., menarik sekali yang kalian tawarkan" ucap Zord sambil menutup buku usang tersebut.
" Benar bukan yang aku bilang, aku sudah mengatakan padamu, bahwa kami tidak akan mencoba memberikan penawaran untukmu kalau memang tidak menarik untukmu" ucap Hayes
"Hn baiklah, aku mengerti, aku akan membantu kalian dalam upaya penaklukan Atismata, tapi asalkan kalian bisa memberikan apa yang ada didalam buku ini" ucap Zord.
"Jadi kau memang menerima penawaran dari kami?" tanya Hayes
"Yah, kita akan bekerja sama untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, aku akan membantu kalian dalam rencana kudeta Atismata, dan kalian juga harus membantuku mendapatkan Artefak tersebut, setelah semua tercapai maka kerja sama diantara kita akan berakhir" ucap Zord
"Baiklah terima kasih atas pengertian anda Zord-sama, tentu kami akan senang jika kita berdua saling bekerja sama untuk menggapai tujuan kita masing-masing" ucap Hayes.
"Hn, tapi ingat jika kalian berani saja mengkhianatiku, aku tidak akan segan-segan pada kalian meskipun aku harus memotong kepala Fugil Arcadia sekalipun" ucap Zord sambil mengeluarkan tatapan intimidasi pada Hayes.
"Tenang saja Zord-sama, kami dari Kerajaan lama tidak pernah mengikari janji kami buat pada siapapun" ucap Hayes
"Hn bagus, jika begitu aku sangat menantikan kerja sama kita" ucap Zord
"Hm aku juga Zord-sama, Arcadia juga tentu sangat menantikan kerja sama ini " ucap Hayes sambil tersenyum.
Zord pun menerima tawaran kerja sama ini dengan menjabat tangan Hayes, kini mereka berdua mememulai kesepakatan itu untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan.
'Dengan ini Redmoon Eye akan semakin dekat denganmu, Dagan Zoat ' ucap Zord dalam hati.
Skip Time
Croosfeed Capital City, Atismata
Disebuah menara lonceng, kini terdapat 2 orang berbeda gender tengah menikmati pemandang kota disana, yah kota bisa terlihat dari menara itu, mengingat menara tersebut merupakan salah satu menara yang tertinggi di Crossfeed, pemadangannya begitu indah sehingga membuat terkagum-kagum sang wanita bersurai pirang bergaya ponytail tersebut.
Sedangkan sang pria bersurai abu-abu itu hanya tersenyum kecil melihat sang wanita itu begitu menikmati pemandangan dari menara tersebut.
Mereka berdua awalnya hanya berjalan-jalan bersama ditengah kota, tentu dengan pemaksaan sang gadis untuk jalan bersama, dengan kedok untuk membantu pekerjaannya, akan tetapi semuanya malah berakhir dengan pergi bersama, begitulah kenapa mereka bisa sampai disini.
"Wah indahnya, aku tak menyangka kalau di Crossfeed ada tempat sebagus ini" ucap sang Wanita tersebut.
"Benarkan? sudah kubilang Lisha-sama, kalau tempat ini sangat indah dan nyaman lagi" ucap sang Pria
"Umm kau benar Lux, ini benar-benar menakjubkan, aku bahkan tak menyangka kalau ada tempat seindah ini" gumam Lisha
Ya seperti itulah yang dirasakan Lisha kini, melirik pemadangan kota dari ketinggian benar-benar menakjubkan untuknya terlebih biasanya dia sering sekali berada dalam kawasan sekolah atau pun istana jadi dia tak begitu mengetahui hal ini.
"lalu sejak kapan kamu bisa tahu ada tempat sebagus ini?" ucap Lisha
"Um kira-kira saat aku kerja serabutan dulu disini, aku sering kok membersihkan tempat ini, jadi aku bisa tahu tempat ini, dan pada akhirnya aku malah menyukai tempat ini " ucap Lux sambil tersenyum melihat pemadangan kota
Angin sepoi sendiri berhembus menerpa mereka berdua, terasa begitu lembut dan sejuk, begitu juga dengan Lisha rasakan kini, berdua dengan Lux membuatnya merasa nyaman, bahkan saat melihat senyum Lux tadi, wajah Lisha sendiri mulai merona merah.
Sejenak mengusir lamunannya itu Lisha pun kembali menatap indahnya pemadangan kota Crossfeed.
"Hmm Pangeran yang kerja serabutan ya" gumam Lisha dengan suara perlahan
Namun tampaknya suaranya itu masih terdengar oleh Lux
"Hmm Lisha-sama tadi apa mengatakan sesuatu?" tanya Lux
"Ah bukan apa-apa kok, Cuma aku tadi berpikir kamu itu orang yang hebat ya Lux, selama ini kamu bisa mandiri mengurus keperluan hidupmu" ucap Lisha
"Ah Lisha-sama bisa saja, menurutku itu bukan hal perlu dibanggakan, bagiku ini bukanlah apa-apa. Berbeda dengan Lisha-sama, bisa menguasai Divine Dragon Ride, seorang murid elit Hosea Academy dan juga seorang calon Ratu yang dihormati dinegeri ini, tentu nya bukan apa-apa dibandingan seorang mantan pangeran yang kerja serabutan ini" puji Lux
Tetapi bagi Lisha sendiri ucapan Lux tadi seperti menusuk hatinya, kalau boleh ia mengutarakan perasaannya kini, ia begitu sakit mendengar penuturan sang pemuda bersurai silver itu, karena baginya kini, menjadi seorang pewaris tahta Kerajaan Atismata hanya sebuah topeng semata.
Semuanya yang dirasakannya kini adalah "Kepalsuan"
Dengan tatapan yang sulit diartikan Lisha tiba-tiba berjalan menuju bangian pinggir menara yang membuat Lux kaget bukan main.
"Eh Lisha-sama, kenapa Anda malah kesana, itu berbahaya, cepat kembalilah!" bujuk Lux
"hmm apanya calon ratu?" gumam Lisha dengan nada dingin
"..."
"Sekarang aku bertanya padamu Lux Arcadia, Bagaimana cara menjadi ratu yang baik?" tanya Lisha
Tidak ada jawaban dari Lux, karena dirinya sendiri juga tak tahu harus menjawab apa.
"Apakah kau masih ingat soal lambang Kerajaan lama ditubuhku ini, ya semua itu karena peristiwa itu, 5 tahun lalu saat aku ditangkap oleh Kerajaan lama sebagai sandera untuk melawan ayahku yang kala itu memimpin kudeta dulu, mereka kira dengan berbuat seperti itu mereka bisa menghentikan kudeta tersebut, tapi kenyataannya benar-benar salah" ucap Lisha
"..."
"Asal kamu tahu, walau aku dijadikan sandera oleh Kerajaan lama, tetap saja Kudeta itu terjadi, dan lebih ironinya lagi Ayahku malah meninggalkanku" ucap Lisha
Mendengar penuturan Lisha Lux sangat terhenyak akan hal itu, ia sendiri tak menyangka kalau Lisha akan mengalami hal itu
"Sungguh ironi bukan, keluarga ku meninggalkanku disana, dan aku malah mendapatkan tanda ini sebagai aib ditubuhku, aku bisa saja untuk membunuh diriku disana, tapi tetap saja aku tak bisa melakukannya, dan pada akhirnya aku malah ikut dalam bagian Kerajaan baru, karena hanya aku dan ArteMesia sebagai keturunan murni dinasti pertama yang menggantikan ayahku yang sudah meninggal, ya hanya ikatan darah ini yang menyelamatkan ku dan menutupi aibku selama ini" ucap Lisha
"..."
"Dan satu hal lagi, mungkin aku bukan lah orang tepat menjadi ratu, mungkin hanya Artemesia-lah yang tepat untuk negeri ini" ucap Lisha
"..."
"Lux, apa rasanya berat ketika kamu kehilangan status Pangeranmu serta Negaramu?, Ketika kamu mengerti akan hal itu, pasti kamu akan mengerti apa yang kurasakan kini" ucap Lisha sambil beranjak pergi meninggalkan Lux sendiri disana
Diam itulah yang dapat dilakukan oleh Lux, tentu ia tak tahu harus berkata apa, karena dirinya sendiri tak mengerti harus berkata apa setelah mendengar cerita Lisha. Walau ia ingin mengatakan apa yang ia rasakan saat mendengar cerita Lisha barusan, tetapi mulut terkunci seakan-akan ia tak mampu untuk berbicara lagi.
'Aku mengerti apa yang kau rasakan Lisha-sama tetapi kenapa aku tak bisa mengatakan padanya' gumam Lux dalam hatinya.
Next Day
Hosea Academy, Atisamata
Cahaya pagi bersinar terang, burung-burung pun berkicauan disana, langit pun terlihat cerah tampak sangat mendukung untuk aktivitas para penduduk seperti bekerja atau bersekolah, terlebih lagi bisa dilihat salah satu sudut Hosea Academy, kini terlihat beberapa murid sedang berlatih disana. Akan tetapi ada hal yang berbeda dilakukan oleh sipemuda bersurai pirang jabrik kali ini.
"Ah mungkin bagian ini masih butuh perbaikan" gumam pemuda bersurai pirang jabrik tersebut.
Ya tampaknya memang ada seseorang sedang memperbaiki Dragon ride miliknya dibengkel sekolah, ya siapa lagi kalau bukan tokoh utama kita Naruto Namikaze, dirinya kini sedang disibukan oleh kegiatan memperbaiki Dragon ride miliknya. Memang banyak sekali kerusakan yang dialami oleh Eris, terlebih melawan Gargoyle yang tiba-tiba muncul kemarin, tentunya membuat Eris mengalami banyak kerusakan akibat melawan yang tak sebanding dengan kemampuanya tersebut.
Tanpa disadari sudah 3 jam ia memperbaiki Eris dengan seorang diri dan hal itu cukup membuatnya lelah.
"Hah lelahnya" ucap Naruto sambil berisitarahat sejenak sambil mengeringkan keringat diwajahnya dengan handuk kecil miliknya.
"Mungkin, setelah perbaikan fisik, aku harus menyetel ulang programnya, dan mengecek kembali beberapa bagian dalamnya, hah aku tak menyangka Eris akan mengalami kerusakan cukup pelik" pikir Naruto
Ya apa mau dikata, bagi Naruto tentu ini adalah risiko yang ditanggungnya karena pertarungan tersebut. Yang terpenting dia berhasil menyelamatkan semuanya meski tak memakai Hyperion sekalipun. Tentunya indetitasnya tak ingin ia ungkapkan mengingat masih banyak musuh yang mengincar dirinya dan teman-temannya, walau tak masalah ia berada dalam bahaya, tetapi bila untuk temannya sendiri Naruto tak mau mengambil pilihan itu. Karena baginya mereka adalah orang yang berharga untuknya.
Tanpa ia sadari, sedari Naruto memperbaiki Eris miliknya, dirinya terus saja diperhatikan oleh gadis bersurai pirang sepinggang bermata manik biru laut, tentunya ia memperhatikan kegiatan Naruto dengan sembunyi-sembunyi, dirinya tentu bersembunyi dibalik pintu depan bengkel. Dirinya terus saja memperhatikan Naruto dengan padangan yang dalam.
'Padahal aku datang kesini, ingin memberikan bento ini kepada Naruto-kun, tapi aku masih belum memiliki keberanian.' batin sang gadis.
Rupanya gadis yang memperhatikan Naruto adalah Artemesia Bell Atismata, sang Calon Ratu Atismata selanjutnya, dia benar-benar jatuh hati dengan pemuda berkumis kucing tersebut, ya sejak dia menyelematkannya pada malam itu, dirinya sudah jatuh hati kepadanya, padahal selama ini ArteMesia adalah tipe wanita yang cenderung menutup dirinya dengan para pria, akan tetapi bagi dirinya Naruto adalah pria yang pertama kali mengisi hatinya tersebut, dia menyukai Naruto bukan dari segi harta, karena harta tentu ia miliki sekarang, lalu paras juga bukan masuk kriterianya, karena bagimya paras bukan jaminan ia bisa hidup bahagia bersama pasanganya, yang membuat ia jatuh hati dengan Naruto adalah, hatinya.
Ya kebaikan hati Naruto memang membuatnya jatuh hati, contohnya saja sikap selalu mementingkan keselamatan orang lain membuat ia jatuh hati padanya. Naruto Namikaze, orang yang diperhatikannya kini.
Ingin sekali mendekat tetapi entah mengapa badannya kali ini tak mau menuruti keinginannya, rasa ia sangat gugup sekali untuk menemuinya
'andaikan aku mempunyai keberanian aku ingin sekali menemuinya, kami-sama aku mohon tolong bantu aku' pikir Artemesia
Dan sepertinya Kami-sama mendengar permohonan Artemesia lewat jalurnya tersendiri, ya sepertinya Naruto sudah mengetahui kalau sudah ada yang memperhatikannya dibalik pintu tersebut. Dengan diam-diam ia pun mengendap-mengendap kesisi sebaliknya melalui pintu samping yang berada dibelakang eris dan menemukan Artemesia sedang mengawasinya sedari tadi.
'Sebenarnya Mesia-chan apa ada disana, kenapa gak langsung menemuiku saja, aneh banget.' pikir Naruto
Lama mengawasi Naruto, Artemesia pun sadar kalau ia sama sekali tak melihat Naruto disana. Dia pun melihat dengan intens ke beberapa sisi dan tidak juga berhasil menemukan si pirang tersebut.
'Are kemana perginya Naruto-kun, cepat sekali dia menghilang' pikir Artemesia
"Ano Mesia-chan, kamu lagi ngapain disitu?" panggil Naruto
Sontak Artemesia seketika terperanjat melihat Naruto sudah berada dibelakangnya. Dirinya betul-betul kaget saat melihat Naruto. Tubuhnya seketika bergerak tanpa kemauan dirinya dan membuat dirinya salah tingkah, kemudian dirinya mencoba menyembunyikan bento buatannya itu dibalik punggungnya tersebut.
"Na-na-naruto-kun kenapa kamu bisa disini dan berapa lama kamu disini? " gumam kaget Artemesia.
"oh soal itu, sebenarnya aku sudah merasakan kalau aku sedang diawasi oleh seseorang, jadi aku putuskan untuk mengeceknya lewat pintu samping, rupanya Mesia-chan yang ada disana dan sebenarnya aku sudah dari tadi kok melihat mengawasi dari sana" ujar Naruto
Artemesia kini merasa tertangkap basah karena sedang menstalker pujaan hatinya tersebut, apalagi mendengar penuturan Naruto barusan membuat wajahnya serasa kepeting rebus
'Uh sungguh memalukan, kenapa aku bisa ketahuan oleh Naruto-kun' pikir Artemesia
"Mesia-chan, kamu tidak apakan? Kenapa wajahmu malah memerah?" tanya Naruto kembali
Sontak pertanyaan itu membuat sang empu salah tingkah bukan main
"Ah iee, aku-aku tidak apa-apa kok, aku baik-baik saja, sungguh Naruto-kun" ucap Artemesia dengan ekspresi gelagapan
"Oh begitu kukira kau kenapa-kenapa?" ujar Naruto
"Ya, aku tak apa kok Naruto-kun, sungguh" ujar Artemesia
"Ya deh aku percaya, terus sebenernya kamu itu sedang apa sih Mesia-chan, ngapain kamu berdiri disitu, kenapa kamu gak masuk saja kedalam bengkel kalau ada perlu?" tanya Naruto
"Ah etoo sebenarnya itu.." ucap gelagapan Artemesia
"Itu itu bagaimana sih?" tanya Naruto
"Ah ya itu sebenarnya aku sudah berada disini sejak Naruto-kun sejak 15 menit yang lalu, awalnya aku sebenarnya ingin bertemu denganmu Naruto-kun , tapi yang aku lihat Naruto-kun sedang sibuk, jadi aku memutuskan untuk menunggu saja" ucap Artemesia
"Oh begitu, lalu kenapa gak masuk saja, lagi pula aku tidak terlalu sibuk juga kok" ujar Naruto
"Tapi, kan yang aku lihat Naruto-kun sedang sibuk-sibuknya memperbaiki Eris, aku takut kalau kehadiranku nanti malah menganggu Naruo-kun" ujar Artemesia
"Mesia-chan, sudah kubilang kalau kamu tak perlu sungkan padaku, jika kamu perlu denganku aku pasti akan membantumu, jadi jangan menganggap kehadiranmu itu malah mengangguku paham" ucap Naruto
"Ya Naruto-kun, aku janji kalau tak akan sungkan lagi denganmu" ujar Artemesia
"Nah baguslah kalau Mesia-chan mengerti, lalu sebenarnya apa yang ada dibelakangmu itu, tadi pas aku lihat kamu sepertinya membawa sesuatu?" tanya Naruto
"Ah ya aku lupa, sebenarnya aku ingin memberikan ini pada Naruto-kun, ini terimalah" ujar Artemesia sambil memberikan kotak bekal makanan itu pada Naruto
Naruto lalu menerima bento buatan Artemesia tersebut. Dirinya mencium aroma yang begitu ia kenal, aroma yang membuat dirinya begitu bersemangat.
"Eto Mesia-chan, apa ini ramen? " tanya Naruto
"Uhmm itu memang ramen kok Naruto-kun, coba aja dibuka" ucap Artemesia
Mendengar penjelasan Artemesia tadi membuat Naruto segera membuka isi bento itu, dan rupanya benar itu adalah Miso Ramen, salah satu makanan kesukaan Naruto. Tentu ia sangat senang menerima bento tersebut, karena kebetulan sekali ramen adalah makanan kesukaan Naruto selama ini.
"Woahhh benar, ini Miso Ramen, persis seperti dugaanku, aku tak menyangka akan dapat ramen gratis hari ini, Arigatou Mesia-chan, kau memang tahu apa yang kubutuhkan saat ini" ucap Naruto dengan penuh antusias.
"umm sama-sama, aku sangat senang bila Naruto-kun sudah mau menerimanya" ujar Artemesia
"Yosh tunggu apalagi, ayo Mesia-chan kita makan bento bersama, kebetulan aku tahu tempat yang cocok" ucap Naruto
"Benarkah? Apa Naruto-kun tak keberatan makan siang bersamaku?" tanya Artemesia
"tentu saja aku tak keberatan, toh kamu sudah memberikan aku bento, tanggung kenapa kita tak makan bento ini bersama-sama? Bagaimana apa Mesia-chan mau?" tanya Naruto
"Uhmm ya aku ikut" cicit Artemesia
"Yosh ayo tunggu apalagi waktunya berangkat" ujar Naruto sambil menarik tangan Artemesia secara spontan
Tentu sang pemilik tangan yang ditarik oleh Naruto pun, merasa naik tingkat langit ke 7, wajah meronah merah saat permukaan telapak tangannya bersentuhan dengan pujaan hatinya, wajahnya mulai memerah membayangkan dirinya akan makan siang bersama dengan sosok yang ia cintainya, bahkan jantungnya mulai tak karuan saat memikirkan itu semua.
Dirinya kali ini begitu merasa sangat nyaman dan hangat.
'Tangan Naruto-kun besar dan juga kasar, seakan-akan memberikan kehangatan dan kenyamanan, aku benar-benar tak ingin melepaskannya Kami-sama' ujar Artemesia dalam hatinya.
Akhirnya mereka berdua makan siang bersama ditaman yang tepat berada disebelah bengkel, suasananya begitu tentram, terlebih ini adalah musim semi yang membuat banyak bunga disekitarnya mekar dengan indah, warna-warni bunga pun menghiasi acara makan siang bersama Naruto dan Artemesia disana. Apalagi melihat Antusiasme Naruto memakan ramen buatannya membuat Artemesia tentu sangat senang sekali.
"Arigatou ya Mesia-chan, ramen yang kamu berikan tadi itu rasanya paling enak sejak aku tiba dikota ini" ucap Naruto
"Ah tidak usah berlebihan memuji Naruto-kun, ramen yang kubuat itu biasa saja kok" ucap Artemesia
"Eh jadi itu ramen buatanmu Mesia-chan?" tanya Naruto
"Umm" gumam Artemesia sambil mengangguk kecil
"Wah padahal itu enak loh, kenapa malah dibilang berlebihan Mesia-chan, ah seharusnya kamu buka Kedai ramen saja, kan ramen buatanmu itu sangat enak" puji Naruto
"Eh kok begitu Naruto-kun? Tapi masakanku biasa saja deh" sanggah Artemesia
"Iah sungguh, ramen buatanmu tadi itu sangat enak, lihat aku saja begitu lahap memakannya" ujar Naruto
Tentu sang empu yang dipuji Naruto tadi kali ini benar-benar menujukan wajah meronanya, mengingat kali ini ia mendapat pujian dari orang yang ia cintainya itu.
"Tapi sih Mesia-chan setelah kupikir-pikir lebih baik kamu tidak usah membuka kedai ramen deh" ucap Naruto sambil menempelkan tangannya didagunya tersebut.
"Eh kok malah begitu Naruto-kun? Bukannya tadi kamu yang menyarankan ide tadi?" tanya Artemesia
"Habisnya jika Mesia-chan benar-benar membuka kedai ramen, nah nanti aku malah gak kebagian ramen lagi. " gumam Naruto
"Mou kamu itu Naruto-kun, masa pemikiranmu itu soal Ramen" ucap Artemesia
"Ya habis mau bagaiamana lagi, nanti aku tak akan dapat merasakan lagi ramen buatan Mesia-chan, jika Mesia-chan membuka kedai ramen" gumam Naruto
"Mou padahal kalau kamu benar-benar ingin Naruto-kun, aku bisa membuatkannya setiap hari" gumam Artemesia dengan nada pelan, pelan sekali. Dan sayangnya ucapanya barusan tidak terdengar oleh Naruto.
"Eh, tadi kamu bilang apa Mesia-chan, aku tidak dengar tadi?" tanya Naruto
Sontak Artemesia sendiri mulai salah tingkah ketika Naruto menanyakan gumamamnya barusan.
"Eh tidak, tidak kok, aku tidak berkata apa-apa kok Naruto-kun" sanggah Artemesia
"Hmm yang benar?" ucap Naruto dengan pandangan meragukan.
"Mou aku serius Naruto-kun, aku tidak berkata apa-apa kok" ucap Artemesia dengan nada pura-pura kesal
"Hmm ya sudah deh. Mungkin salah dengar kali " ucap Naruto dengan nada cuek
'Huh, syukurlah tadi ucapanku tak begitu terdengar, bisa malu kalau terdengar Naruto-kun' pikir Artemesia
"Oh ya Naruto-kun, aku boleh tanya gak?" tanya Artemesia
"Umm, memangnya kamu mau tanya apa Mesia-chan?" ucap Naruto sambil merebahkan badannya di rerumputan taman.
"Itu, ano.. itu.. soal.." ucap Artemesia
"Hmm itu, anoo apa, bicara yang jelas dong Mesia-chan" ucap Naruto
"Itu soal Naruto-kun dengan Vermillion-san, jadi.. apa benar... kalau Naruto-kun dan Vermillion-san sudah bertunangan?" tanya Artemesia dengan hati-hati
"Oh soal itu ya, kenyataannya kami berdua saja belum berpacaran apalagi bertunangan, jadi jangan terlalu percaya dengan gosip itu Mesia-chan" jelas Naruto
"Jadi Naruto-kun dan Vermillion-san belum bertunangan ya, lalu kenapa dia begitu denganmu Naruto-kun?" tanya Artemesia
"Ya bisa dibilang kami berdua itu adalah teman kecil, aku sudah mengenal dia saat aku bersama Tou-san pergi mengunjungi Kerajaan Vermillion, karena itulah kami saling mengenal" jelas Naruto
"Souka, begitu rupanya" ucap Artemesia penuh kelegaan
'Yokatta, untung saja Naruto-kun belum bertunangan dengan Vermillion-san' pikir Artemesia
"Ya begitulah Mesia-chan, terkadang dia itu memang sedikit iseng dan sedikit kekanak-kanakan makanya terkadang dia membuat rumor aneh itu, padahal kenyataannya kami inikan teman kecil, hah dasar sejak kecil memang dia tak bisa berubah" ucap Naruto
"Tapi tetap saja, walau dia seperti itukan, sepertinya dia begitu peduli padamu Naruto-kun, dan dia sangat beruntung bisa mengenalmu sejak kecil " ucap Artemesia tetapi pada bagian kalimat terakhir begitu pelan sekali nadanya, sehingga tak begitu terdengar oleh Naruto
"Eh apa tadi kamu bilang apa Mesia-chan, aku gak begitu mendengar kalimat terakhirmu?" tanya Naruto
"Ah aku tidak bilang apa-apa kok, aku tadi kan Cuma bilang dia itu sepertinya peduli padamu Naruto-kun" sanggah Artemesia
"Hmm tapi rasanya aku mendengar kalau dia beruntung, beruntung bagaimana coba Mesia-cha?" tanya Naruto
"Ah tidak-tidak kok, mungkin kamu salah dengar kali Naruto-kun, ya mungkin kamu salah dengar hehehehe" ucap Artemesia dengan canggung
"Ah begitu ya, tapi... rasanya." Ucap Naruto
"Mou sudahlah Naruto-kun, dari pada membahas itu mendingan membahas yang lain, misalkan tentang ayahmu atau ibumu, aku ingin tahu seperti apa mereka?" tanya Artemesia
Tetapi mendengar pertanyaan ArteMesia tadi tentu nya membuat perasaan Naruto bercampur aduk, sedih dan merasa kehilangan itulah yang ia rasakan kini.
Sedangkan Artemesia sendiri yang melihat gelagat Naruto pun merasa bersalah, soal sudah menanyakan hal yang sensitif itu padanya.
"Gomen Naruto-kun, sepertinya aku sudah salah bertanya tadi" ucap Artemesia
Sedangkan Naruto sendiri mulai menghela nafasnya, mencoba untuk tegar dan mulai sedikit tersenyum pada Artemesia
"Ah tidak apa kok, aku baik-baik saja, kalau kamu memang ingin tahu Mesia-chan, aku bisa ceritakan kok" ujar Naruto sambil tersenyum kecil
"Tapi kan.." ucap Artemesia
"Sudahlah aku baik-baik saja, kamu tidak usah mengkhawatirkanku Mesia-chan" ucap Naruto
"Umm baiklah.. aku paham" ucap Artemesia
Naruto pun mulai membangunkan kembali badannya dan mulai duduk disamping Artemesia disana.
"Baiklah kalau mengenai tentang Ayahku, menurutku dia adalah ayah yang hebat, tak ada bisa mengalahkannya, dia adalah panutanku selama ini, nasehatnya dan ucapannya akan selalu kuingat, bahkan impianya untuk melihat dunia ini penuh kedamaian begitu mulai bagiku, nama Ayahku adalah Minato Namikaze, sosok Raja, Pahlawan, bahkan Ksatria bagiku dan juga para penduduk Kerajaan Namikaze dahulunya, sosoknya bahkan begitu mirip denganku, baik matanya, surai rambut, ataupun wajahnya hanya saja dia tidak memiliki tanda garis kumis kucing sepertiku." Jelas Naruto
"Begitu ya, jadi Ayah Naruto-kun saja sudah tampan, apalagi Anaknya, memang buah tak jatuh dari pohonnya" gumam Artemesia dengan spontan
"Jadi secara tak langsung, Mesia-chan mengakuiku kalau aku tampan ya?" goda Naruto
Tentu perkataan Naruto tadi membuat salah tingkah ArteMesia, dan kali ini wajahnya begitu merah padam.
'Uh kenapa aku bisa berani bilang seperti tadi, sungguh memalukan, terlebih lagi didepan Naruto-kun' ucap Artemesia dalam batinya.
"Ah ayolah akui saja Mesia-chan, kalau aku ini pemuda yang tampan hahahaha" ucap Naruto dengan tingkah narsis
"Eh bu-bu-bukan itu maksudku tadi Naruto-kun" ucap Artemesia dengan nada sedikit meninggi.
"Ah masa ya sih, ayolah akui saja Mesia-chan" goda kembali Naruto
"Mou Naruto-kun ngeselin banget sih, sudah kubilang bukan itu maksudku tahu!" gumam kesal Artemesia
"Hehehehe ya deh maaf-maaf, Cuma bercanda tapi memang benar kan kalau wajahku ini tampan" ujar Naruto dengan percaya diri
Sedangkan Artemesia sendiri sedikit kesal hanya mendiamkan perkataan Naruto barusan, walau memang ia harus akui kalau ia juga sudah jatuh hati pada pemuda yang menggodanya kini.
"Baiklah, baiklah dari pada kamu marah aku sebaiknya melanjutkan ceitanya, oh ya sampai dimana tadi?" tanya Naruto
"Tadi Naruto-kun masih bercerita tentang ayah Naruto-kun bukan?" jawab Artemesia
"Ah ya, itu tadi mengenai Ayahku, sekarang aku akan menjelaskan tentang Ibuku, Ibuku sih bernama Kushina Namikaze, tapi asalnya dari Uzumaki, tetapi sejak menikah dengan Ayahku menjadi Namikaze, kalau mengenai sifatnya ummm... Ibuku sih orangnya lembut, pengertian, penyabar dan selalu memperhatikanku setiap saat, bagiku dia ibu yang hebat yang pernah ada. Sifatnya bahkan hampir mirip sepertimu Mesia-chan" jelas Naruto
"Eh benarkah itu Naruto-kun?" tanya Artemesia
"Iah sungguh, hanya saja kalau sudah marah dia begitu sangat mengerikan, bahkan Tou-chan saja takut dan tunduk terhadapnya. Uhh membayangkan bagaimana Kaa-chan, marah membuatku merinding, oleh karena itu aku tidak pernah berusaha membuatnya marah, itu sama saja menyerahkan nyawaku padanya." ucap Naruto
"Jadi kalau aku marah akan terlihat seperti ibu Naruto-kun ya, tadi kamu bilang sifatnya hampir mirip denganku" ucap Artemesia dengan tersenyum manis.
Senyumannya itu bahkan mampu melelehkan hati para pemuda saat menatap senyumnya yang menawan itu, akan tetapi bagi Naruto kini senyum itu ibarat Shinigami yang tengah menjemputnya dan mengantarkannya menuju Neraka, Aura kematian begitu terpancar dan membuat Naruto bergidik ngeri ketakutan.
"Ah bukan-bukan... bukan itu maksudku Artemesia-chan, aku tak bermaksud seperti itu kok, bagiku Kaa-chan dan dirimu sungguh berbeda Mesia-chan, sungguh.." ucap Naruto dengan gelagapan
"Oh Souka begitu ya, aku kira kamu berpikiran seperti itu Naruto-kun" ucapnya kembali
"Ahahaha aku tidak berpikiran seperti itu kok sungguh" ucap Naruto
'Uhh sepertinya, aku tak akan mencoba membuat Mesia-chan marah, kalau tidak nasibku akan tamat' pikir Naruto
Setelah itu Naruto kemudian melanjutkan kembali ceritanya.
"Tapi walaupun begitu, bagiku kalian memiliki kesamaan juga kok. kalian berdua itu sama-sama cantik dan menawan hanya saja paras kalian begitu berbeda, Kaa-chan itu bersurai maron merah, memiliki manik mata violet sedangkan kamu Mesia-chan, bersurai pirang dan bermanik mata biru laut. Dan keduanya itu juga sanggup mengalihkanku, bagiku kamu itu adalah gadis yang mampu menandingi kecantikan Kaa-chan, ya begitulah" gumam Naruto dengan polosnya sambil meletakan tangannya didagunya tersebut
Tentu ucapan Naruto membuat wajah sang empunya itu merona merah, kali ini ucapan Naruto sukses mengenai hati Artemesia kini. Detak jantungnya begitu tak karuan, dan bagaikan ingin pergi kelangit tingkat ketujuh.
"Are, Mesia-chan, kenapa wajah mu memerah lagi" tanya Naruto dengan nada polos
Dan tentu saja Naruto masih belum sadar dengan ucapan yang barusan ia katakan itu, mungkin saja kadar ketidakpekaan dan kepolosan Naruto memang tidak bisa ditolerir lagi. Yah Naruto selama ini hanya menggunakan hati Nuraninya dalam bertindak jadi ini memungkinkan baginya untuk tidak peka dengan hal semacam ini.
'Baka Naruto-kun, huh mau sampai kapan dia tidak peka dengan perasaan wanita' ucap Artemesia merutuki ketidakpekaan Naruto
"Mou sudahlah lupakan saja Naruto-kun, dari pada membahas itu, mendingan aku pergi saja, ada hal lain yang harus kukerjakan" ucap Artemesia kesal sambil mengambil kotak bento nya dan mencoba untuk pergi.
"Eh Mesia-chan, tunggu dulu, kenapa kamu malah pergi?" tanya Naruto dengan penuh kebingungan
Akan tetapi hal tak begitu digubris oleh Artemesia, karena perasaannya kini sudah bercampur malu, senang dan kesal. Dia tetap saja pergi tanpa membalas perkataan Naruto barusan, Naruto yang kembali ditinggal sendirian hanya menghela nafasnya kembali
"Hah perempuan itu penuh teka-teki dan begitu membingungkan, sudah 2 gadis yang bertingkah padaku seperti ini, memang apa salahku ya, apa aku tadi berkata kasar, sepertinya tidak juga" gumamnya sambil berpikir
Padahal memang dirinya sendiri yang patut dipersalahkan kali ini, itu karena ketidakpekaannya akan perasaan gadis serta situasi yang dihadapinya, malang sekali nasibmu Naruto Namikaze
Sementara itu
Unknown Place
Tampaknya ada pergerakan kelompok tak dikenal diperbatasan Kota Crossfeed, mereka kini tengah menunggu perintah dari pemimpinnya.
"Bagaimana Persiapannya?" tanya sipemuda bersurai jabrik hitam bertopeng Amon Ra
"Sudah siap Zord-sama, kami sudah menyiapkan 500 Abbys dan 1000 orang Dragon Ride dari pihak Kerajaan lama untuk menghancurkan Atismata" jawab pria bersurai ungu
"Kali ini kau akan menjadi pemimpin pasukan, aku sudah memberikan bantuan 500 Abbys itu, dan jika masih kurang, kau tinggal siapkan Dyatus Pyta" ucap Zord
"Arigatou Zord-sama, aku pasti akan menjalankan tugasku dengan baik" ucap pria bersurai ungu tersebut
"Baiklah, kalau begitu cepat laksanakan, dan ingat aku hanya ingin mendengar berita kemenangan" ucap Zord
"Haiii" ucap pria itu kemudian pergi menjauh dari sang pria bertopeng tersebut.
Dan sesudah itu tampak seorang gadis bersurai perak sebahu, sedang memakai jaket berhodie hitam mendekati Zord
"Apa rencana kita akan berhasil Hayes?" tanya Zord
"tentu saja rencana kita akan berhasil, bila tida aku tidak akan memanggil dia untuk memimpin pasukan ini bukan" ucap Hayes dengan penuh keyakinan
"Tch, kau benar-benar yakin rupanya, tapi ingat musuh kita juga masih memiliki banyak misteri, aku harap kau tak lengah Hayes" ucap Zord
"tentu saja, aku sudah memperhitungkan ini semua Zord-sama, kali ini rencana kita pasti berhasil" ucap Hayes
"Ya aku berharap begitu" ucap Zord sambil menatap tajam keseluruh pasukan yang ada
Apakah Rencana mereka berdua akan berhasil atau mereka akan dihentikan oleh pihak Atismata, kita nantikan di Chapter Selanjutnya.
To Be Continued...
Yosh Chapter 3 is done, oke aku kembali, wah sudah lama sekali aku tak mengupdate Fic. Dikarenakan banyak hal yang terjadi dan juga sudah 3 bulan ini menjadi silent reader akibat buntunya ide untuk menulis Fic, mangkanya aku memutuskan untuk Hiatus beberapa bulan, tapi tenang saja saat aku sudah kembali lagi.
Oke tanpa basa-basi lagi Chapter 3 kali ini menceritakan berbagai pengenalan karakter lainya. Seperti Zord dan Hayes yang berperan sebagai Antagonis cerita ini, lalu dichapter ini juga dibahas tentang berbagai macam pengenalan seperti Integrity Dragon Knight, Royal Aliance, banyak Kerajaan yang dijelaskan, Dragon Festa, dan juga tentang Sasuke dan juga teman-temannya.
Selain itu aku juga membahas interaksi antara Lux-Lisha, NaruStella, ataupun NaruArteMesia, tentunya lengkap dengan berbagai persoalannya.
Dan terakhir Zord dan Hayes sudah menyiapkan serangan kepada Atismata sebagai pusat Royal Aliance.
Lantas bagaimakah kisah Naruto dan Lux selanjutnya untuk menghentikan upaya serangan terhadap Atismata, Ikuti terus di Fic Kiiroi Senkou no Eiyuu.
Maaf kalau masih ada penulisan yang Typo, Ambigu, Gaje dan sebagainya. Author akan berusaha terus untuk memperbaiki hal tersebut.
Silahkan RnR Minnaa...
