Robot, makalah, riset, prestasi, penemuan, intelektual tinggi, pertemuan dengan para ilmuwan, apa maksud semua ini?
"Tidak... itu bukan aku! Kau... bercanda, kan? Aku tidak pernah menggapai itu semua, kan? Aku hanyalah seorang model dengan otak jongkok, kan? Katakan kepadaku hal yang sebenarnya!"
.
.
Siapa aku yang sebenarnya?
Silhouette
Hetalia itu milik ABANG KETJEH HIMARUYAAAAAAH
Saya MAH yang nistain #ditabok
Warning: Typo, gaje, garing, aneh, krenyes-krenyes, tidak sesuai EYD, bahasa ancur, bahasa asing yang ancur, rating naik mendadak, crossover mendadak, author masih newbie, karakter yang dinistain, OOC, OOT, dll.
Ah... silau! Aku dimana? Batin Mathias sambil membuka matanya. Ia memandang ke segala arah. Ia melihat tangannya. Ia tampak lebih... muda dan kecil(?). Ia melihat beberapa orang memakai jas berwarna putih dan pelindung noda. Ia mengucek-ucek matanya.
"Hei, kambing Denmark, mimpimu indah? Sebaiknya kau mengerjakan bagian chip-nya! Kalau tidak sesegera mungkin, akan kusuapi kamu dengan surströmming! Kurasa, kau membutuhkan nutrisi dari makanan itu," kata Berwald dengan tatapan death glare-nya. Suara pria itu terdengar lebih tinggi dan lebih jelas daripada Berwald yang ia kenal.
"Kaleng ikan, kau terlihat lebih muda. Aiiih! Apaan itu! Sakit, tau!" teriak Mathias setelah menerima sebuah tamparan keras di pundaknya.
"Sebaiknya kau cepat bekerja, Anko! Kau ingin proyek ini cepat jadi, bukan?" tanya Lukas sambil memegang sebuah paperclip dengan dokumen lengkap mengenai proyek itu.
"Apa maksudmu? Dan... apa yang kalian lakukan?" tanya Mathias, masih tidak percaya apa yang ia lihat.
"Kita sedang mengerjakan proyek kita! Kau kira kita ngapain? Piknik ke Oslo terus travelling ke kutub utara?" tanya pemuda Norwegia itu dengan sedikit kesal.
"Ber, kita dimana?" tanya pria itu lagi.
"Kau lupa? Kita berada di Norrköping," jawab pemuda stoic itu sambil menatap layar komputer.
"Tahun?"
"Kau juga lupa tahun sekarang? Min Gud(1)! Tahun 2007." Kemudian, ada salah satu pemuda bertubuh tinggi dan bersurai perak menghampiri Mathias dan menyerahkan sebuah paperclip yang berisi sebuah dokumen berjumlah 6 lembar.
"Apa ini?" tanya Mathias polos.
"Data yang kau minta, Køhler! Kesesese~! Aku sudah menyempurnakan mesinnya! Benar-benar stabil dan tidak ada masalah yang berarti. Hasilnya sangat awesome, tapi masih lebih awesome aku, kesesese~! Biar Kak Ber yang men-setting programnya. Tolong cek data yang awesome yang telah dikerjakan oleh tenaga yang awesome ini! Kesesese~!" jawab pemuda bertubuh kurus dan berpakaian seperti montir dengan atasan tanktop berwarna hitam dan iron cross khasnya itu. Mathias hanya melihat data itu sekilas dan melanjutkan tidur siangnya.
.
"Hoi, Mathias, bangun! Dasar tidak awesome! Kesesese~! Mengapa kau membaca dokumen ini?" tanya suara yang ia kenal.
Hah, apa maksudnya? Bukannya kau memintaku untuk membacanya?tanya Mathias dalam batinnya.
"Hei, dasar bodoh! Bisakah kau membangunkan dengan cara yang lebih lembut, Gilbert? Seperti memainkan lagu dengan aksen fortessimo, acciaccatura dan con brio serta con bravura!" saran Roderich sambil membenarkan kacamatanya.
"Moi, sepertinya kau harus memainkan heavy metal untuk membangunkannya!" saran Tiino dengan aura yang sedikit (atau sangat)... menyeramkan.
Mathias mulai membuka matanya perlahan-lahan. Ia menatap ke segala penjuru ruangan. Ruangan itu sangat ramai.
"Dimana... aku?" tanya Mathias, lirih.
"Moi, Mathias, kau sudah bangun?! Oh, syukurlah! Kau berada di pusat kesehatan di mansion ini," jawab Tiino penuh kekhawatiran.
"Kakak menelepon kami dan berkata kau jatuh sakit. Kondisimu sungguh mengkhawatirkan tadi. Kami segera membawamu kesini dan menghubungi anggota yang lain. Untung Ludwig menanganimu dengan baik. Kami sangat bersyukur," kata Tiina, yang masih memeluk Berwald penuh kekhawatiran. Mathias berusaha mendudukan dirinya. Ia dibantu oleh Ludwig, yang merupakan dokter sebelum ia menghilang. Pria itu berkata,
"Jangan paksakan diri Anda, Tuan Köhler! Anda perlu menenangkan diri Anda. Kami sudah memberikan obat penenang untuk antisipasi." Mathias masih memikirkan hal yang tadi. Ia tidak menyangka bahwa dokumen itu masa lalunya yang terkubur. Ia tidak tahu kalau ia mengalami amnesia yang cukup parah. Ia menghela napas berat.
"Apa yang Anda pikirkan, Tuan Mathias?" tanya Mira dengan nada sedikit khawatir dan ingin tahu.
"Anda perlu melupakan beban Anda, Tuan Mathias! Kalau tidak, Anda bisa menjadi pemarah seperti Mir– Aduh! Sakit oi!" Stefan sukses mendapatkan tamparan di pipi kirinya.
"Lupakan apa yang ia katakan, Tuan Mathias!" kata Mira dengan wajah sedikit memerah akibat godaan dari pemuda Slovakia itu. Mathias tertawa kecil saat melihat tingkah sepasang insan itu. Benar-benar lucu.
"Hei, bisakah aku bicara empat mata dengan Berwald?" tanya Mathias kepada semua orang yang berada di ruangan itu. Mereka menghormati keinginan Mathias sehingga mereka meninggalkan ruangan dengan segera.
"Hubungi kami jika kau butuh bantuan," kata Elizaveta sambil meninggalkan ruangan. Mathias menarik napas panjang. Ia berusaha melupakan bebannya; beban masa lalu yang baru terungkap sebagian. Ia tidak yakin siapa dirinya sekarang. Ia hanya bisa berbaring lemas di ruangan itu.
"Apa yang ingin kau bicarakan, kambing Denmark?" tanya Berwald yang duduk di sampingnya. Pria keturunan viking itu menoleh lemas ke arah pria berwajah stoic dan mengintimidasi itu. Ia menghela napas panjang lagi. Lalu, ia membuka mulut dan berkata,
"Kau tahu diriku yang sebenarnya, kan?"
"Apa maksudmu?"
"Tentang masa laluku. Aku sudah membaca dokumen itu. Aku tidak pernah ingat aku menyimpannya. Pasti kau tahu sesuatu tentang diriku, kan? Kumohon, ceritakanlah padaku!" Berwald menghela napas saat mendengar permintaan pria itu. Tetapi, ia akan menuruti kemauan pria itu karena ia berpikir pria itu sudah siap dengan konsekuensinya.
"Baiklah, tapi kau harus bisa menerima akibatnya saat aku menceritakan kisahmu. Kita sebenarnya adalah sekelompok ilmuwan. Saat 18 tahun, kita sudah meraih gelar sarjana dan menciptakan sebuah proyek bernama O-33391. Proyek itu berhasil dan hasilnya terdengar hingga seantero Eropa. Tapi kejadian naas itu merengut seluruh ingatanmu hingga kau benar-benar tidak berdaya. Hanya aku, diantara kita berlima, yang menderita luka paling ringan saat kecelakaan pesawat di Spanyol itu. Itupun aku harus koma selama seminggu. Kondisimu dan Emil paling parah saat itu. Emil adalah anggota termuda kita dan saat itu umurnya baru 10 tahun. Kau melindunginya saat kejadian itu terjadi. Dia koma selama 9 bulan; ia bangun saat umurnya 11 tahun. Untungnya, dia bisa bertahan walaupun ia mengalami amnesia sedang. Sedangkan kamu, kau duduk di dekat pusat kerusakan jadi maklum jika kau mengalami luka yang parah sampai menimbulkan trauma. Kau terkena koma selama 1 setengah tahun. Untungnya, kau berhasil bertahan hidup, walau dengan amnesia berat. Kau bahkan tidak mengenali kami. Kami memutuskan untuk hidup bersamamu karena kondisimu benar-benar memprihatinkan. Akhirnya, kau berhasil pulih seutuhnya dengan ingatan baru. Dan, aku mengerti, mendapatkan kembali trauma itu membuatmu syok berat. Karena aku, Emil, Lukas, dan Tiino serta adik-adikku mengetahui kita dicari, dimata-matai, dan dikejar, kami memutuskan untuk membuat kelompok rahasia ini. Kami akan melawannya," cerita pria berkacamata itu dengan wajah datar.
"Itu terdengar bukan seperti diriku, ya?" kata Mathias, lirih.
"Kedengarannya seperti itu, tetapi, itu kenyataannya, Kambing,"
"Apakah kau ingat segalanya? Dari kita masih kecil sampai sekarang?"
"Iya, tetapi aku tidak bisa menjelaskan banyak. Aku tidak tahu bagaimana harus mengatakannya. Setelah kau bisa mengendalikan traumamu, dan jika kau ingin tahu dirimu, kau bisa membaca dokumen terlarang itu. Aku menyebutnya terlarang karena mereka yang membacanya akan terkena trauma, sama sepertimu," kata pria itu.
Mathias hanya duduk termenung saat mendengar itu. Ia tidak se-syok yang sebelumnya. Sekarang ia bisa mengendalikan emosinya pelan-pelan. Ia menyunggingkan senyuman kecil di wajahnya. Ia mengatakan,
"Kau tahu, Ber, aku tidak pernah menyesal menerima ajakan Lucia ke sini. Kupikir, itu keputusan yang tepat. Aku benar-benar beruntung bisa bertemu kalian di dalam hidupku."
Berwald tersenyum kecil juga. Ia sedikit senang dengan pengakuan sahabatnya itu. Ia merasa mereka kembali ke masa dimana mereka masih remaja dulu. Benar-benar sangat hangat, walau kisruh. Berwald bertanya,
"Apakah kau sudah baikan?"
"Iya."
"Ayo ke ruang utama! Aku akan menghubungi seluruh anggota untuk membahas strategi kita. Aku akan membantumu berjalan,"
"Terima kasih, Ber!" jawab pria itu.
.
To be continue
Haeh. Sepertinya mulai OOS, ya? Entahlah apa yang ku pikirkan. Stay tune, ya!
Mini dictionary:
Min Gud(1)!: Ya Tuhan! (Swedia)
.
.
Thanks for read! Wanna Review?
