Lembur.
Mark, Lee x Donghyuck, Lee
NCT © SM ENTERTAINMENT
bxb ; AU ; daddykink ; crossdress ; typo(s)
slight Jaeyong with fem!Taeyong
Bagian Kedua : Kantor.
.
Mark membuka kacamatanya dan memijat pangkal hidungnya lelah.
"Jaehyun hyung sialan." Umpatnya sambil menenggelamkan kepala dibalik dua lipatan tangannya. Penyebab malam ini ia lembur adalah kakak iparnya, jadi tidak salah, kan, kalau Mark mengumpati Jaehyun?
Ditengah stress yang melanda, Mark mendengar suara dering ponselnya. Dengan sigap, ia mengambil dan mengangkatnya tanpa tahu siapa yang menelfonnya tengah malam begini.
"Yeoboseyo?"
"Daddy..." Suara serak nan manja yang khas dan familiar memasukki pendengaran Mark, membuat lelaki Lee ini merinding, lalu langsung menjauhkan ponsel dari teliganya, memeriksa.
Aegi-Hyuck.
Mark merapal makin banyak makian. Kenapa disaat-saat ia stress begini bayi-nya malah menelfon dan melayangkan kata laknat itu?
"A-ah, ya, baby?" Mark akhirnya memilih meladeni bayi-nya, daripada nanti malah ngambek. "Ada apa?"
"Kenapa belum pulang?" Suaranya terdengar merajuk diseberang, membuat Mark mendesis. "Donghyuck kangen daddy."
"Maaf, maaf. Daddy lupa memberitahu kalau daddy harus lembur malam ini. Jaehyun hyung sedang kencan dengan Taeyong noona dan seenaknya meninggalkan banyak berkas yang belum terurus pada daddy." Keluh Mark.
"Apa masih lama?" Donghyuck terdengar seperti baru saja berlari, karena nafasnya terdengar berat dan putus-putus. Tapi Mark tak sadar karena ia sudah tergoda duluan dengan suara Donghyuck malam ini yang terdengar begitu seksi dan penuh hasrat.
"Sepertinya." Mark terdengar amat sangat menyesal. "Masih ada lima berkas berisi proyek besar yang harus daddy urus lagi." Tangannya meraih map teratas dari tumpukkan berisi 5 map tebal. Menaruhnya didepan laptopnya yang sudah tertidur setengah jam yang lalu. Setelahnya mulai membuka dan membaca deretan kalimat yang tercantum dalam kertas putih penuh noda tinta teratur bernama hangul.
"Baby akan kesana dalam 10 menit, jangan kemana-mana, daddy." Mark serasa terkena serangan jantung mendadak, pandangannya terhadap berkas penting itu mengabur saking shock-nya. Donghyuck pergi ke kantor Mark sama saja akan lembur sampai pagi, bahkan besok ia bisa mengambil cuti karenanya!
"A-apa? Malam-malam begini?!" Mark mencoba menghentikan bayi-nya ini dengan menggunakan alasan waktu. "Sekarang sudah jam berapa? Seoul saat malam itu berbahaya, baby tahu itu, kan?"
"Ung.. Tapi baby kangen daddy. Lagipula baby sudah dimobil, kok. Bersama supir Kim. Baru saja keluar dari komplek apartement."
Mark hanya bisa menghela nafas. Bayi-nya ini sangatlah keras kepala. Tapi setidaknya Mark juga bisa menghela nafas lega, karena Donghyuck bersama supir Kim, supir pribadi sekaligus kepercayaan keluarganya untuk Donghyuck.
Hah, selamat tinggal kepada berkas-berkasmu, Mark Lee.
Lagipula, baru saja minggu lalu mereka bercinta dengan hebat, dan sekarang Donghyuck akan datang kesini, meminta agar digagahi, begitu?
Yang benar saja!
"Oke, oke. Terserah baby saja. Kalau sudah sampai di lobby telfon daddy lagi, biar daddy jemput."
"Ngga usah, kan baby udah hafal. Sampai jumpa nanti, daddy."
"Ya, sampai jumpa nanti juga, baby."
Tepat saat Donghyuck mematikan sambungan, Mark langsung menyandarkan kepalanya di kursi empuknya frustasi. Setelah berkas yang seolah tak ada habisnya, Donghyuck adalah penghalang ia mendapatkan tidur yang baik malam ini.
Tapi Mark setelahnya menyeringai.
Tak apalah sesekali tak tidur semalaman, hm?
.
.
Mark baru saja menyelesaikan sepertiga berkas pertamanya saat pintu berdecit, dan seseorang masuk kedalamnya.
"Daddy!"
Mark mendongak, lalu tersenyum manis kepada baby kesayangannya ini. "Duduklah dulu baby, daddy akan membereskan meja, setelah itu baru baby melepas rindu pada daddy, oke?" Perintahnya sambil berdiri, hendak membersihkan mejanya agar kembali resik.
Donghyuck mengangguk imut, dan mulai melangkahkan kaki ke sofa, setelah sebelumnya sempat mengunci ruangan yang lumayan luas bagi pekerja kantoran lain.
Tentu saja, Mark adalah wakil direktur di perusahaan ini. Pencapaian Mark cukup membuat pekerja lain kagum karena ia menempati posisi setinggi itu dengan murni kerja kerasnya sendiri tanpa bantuan siapapun, meskipun kakak iparnya adalah direktur utama di perusahaan internasional ini. Tapi tak sedikit juga yang iri karena umur Mark saat ini masihlah cukup muda, yaitu 27 tahun.
"Daddy," Donghyuck bangkit, lalu melangkah. "Sudah selesai?" Tanyanya sambil bergelayut manja di lengan kokoh Mark.
"Ya." Mark tersenyum, lalu duduk dengan manis di kursi kebanggannya. "Kemarilah, daddy merindukanmu."
Donghyuck dengan patuh menuruti daddy-nya. Ia menduduki Mark, kakinya mengangkang dan keluar menjulur diantara sela tangan kursi dan bantalan duduk. Tangannya sendiri melingkar manja di leher Mark. Ia menatap Mark sayu, lalu bertanya dengan nada sensual. "Bagaimana penampilan baby hari ini, daddy?"
Mark mengulum senyum. "Seperti biasa, stunning. Hari ini baby terlihat seksi dengan kaus panjang hitam kebesaran daddy, leather boots selutut, dan rambut brunette bergelombang yang berantakkan ini." Mark menyempatkan mengusak rambut sepunggung Donghyuck yang tertata cantik."Oh! Apa kau tak memakai apapun dibalik kaus daddy selain bra dan celana dalam, hm?"
"Baby tak mungkin melupakan bra dan celana dalam. Semua orang pasti akan heran saat baby melintas karena baby terlihat seksi dan menarik, tetapi dada baby datar dan bagian bawah baby menonjol." Tukas Donghyuck sambil cemberut.
Mark tertawa memikat. "Baiklah, jadi, baby mau apa malam ini, hm?"
"Ungg... baby ingin lollipop." Donghyuck berbicara dengan polos, tetapi tangannya mulai menggerayangi perut Mark yang tertutup kemeja serta jas. Membuat Mark menatapnya penuh keheranan.
"Lollipop? Serius, malam-malam begini?" Mark menaikkan alisnya, kemudian ia memberikan banyak shower kiss di wajah baby -nya ini.
"Serius," Jawab Donghyuck sambil tersenyum aneh, menikmati setiap dua belah bibir Mark menyentuh seluruh bagian wajahnya. "Baby ingin lollipop yang ini." Lanjut Donghyuck saat tangannya mulai turun, ke selangkangan Mark. Meremasnya penuh damba, membuat Mark menegang seketika.
Sial.
"Boleh, ya?" Donghyuck tersenyum manis, membentuk eye-smile dengan apik. Ia mulai turun dari pangkuan Mark, dan berlulut didepan selangkangan Mark yang memang selalu mengembung. Bukan karena selalu horny, tapi memang ukurannya saja yang cukup gila.
"Err- okay." Mark mengangguk. Lagian, siapa yang mau menolak?
Donghyuck terlihat berbinar-binar. Ia mendekatkan wajahnya kearah selangkangan Mark. Hidungnya dengan apik menggesek permukaan celana Mark, membuat sang daddy mendesis. Setelah itu, gigi-gigi mungil nan rapi Donghyuck mengigit ujung kancing celana daddy -nya, membuka dengan perlahan. Ia juga mengigit ristleting Mark dan menariknya, membuatnya menganga dengan manis.
"Sial." Mark mengumpat karena Donghyuck masih saja bermain-main dan tak berminat untuk membebaskan kejantanannya. Donghyuck tertawa, dan mulai mengigit karet dalaman Mark dan membawanya turun. Membawa kejantanan Mark menghirup nafas segar.
Mark menahan nafas saat mulut Donghyuck mulai membungkus sebagian kecil penisnya hingga kulupnya menghilang dari pandangan. Lidah Donghyuck sendiri dengan terampil memainkan lubang kencing Mark, merangsang cairan mani keluar. Mark menggeram, melampiaskan rasa kenikmatan yang menyiksa. Donghyuck sendiri terkikik-kikik, menggumam tanpa tujuan sambil memasukkan penis Mark lebih dalam hingga menyentuh pangkal tenggorokannya.
Deep throat.
Donghyuck terus memberikan kenikmatan untuk Mark. Ia berusaha yang terbaik agar lollipop kesukaannya mengeluarkan susu. Tetapi setelah beberapa lama, Donghyuck malah melepaskan kejantanan Mark, membuat daddy-nya kembali menatapnya penuh keheranan.
"Baby?"
"Diam, daddy," Donghyuck mengerang, lalu menurunkan celana bahan Mark hingga sebetis dengan apik. "Baby kesal karena daddy terlalu lama keluarnya. Mulut baby sudah pegal, tahu."
Reaksi Mark setelahnya malah tersenyum geli, lalu mengangkat dagu Donghyuck dan memberikan pangutan manis yang panjang kepada belah bibir merah ranum baby-nya.
Baby-nya benar-benar seperti bayi polos penurut nan bergairah.
.
.
"D-daddy.."
"Mmm?" Mark menanggapi baby-nya dengan gumaman rendah nan seksi, membuat Donghyuck semakin terbakar api gairah dan menginginkan Mark segera menguasainya dengan nikmat.
Uh, Donghyuck semakin tak sabar menantikan lollipop kesukaannya masuk kedalam mulut. Memberikan rasa nikmat yang tak terhingga. Membuatnya melayang-layang, merasakan surga dunia.
Tapi daddy-nya menyebalkan.
Bukannya mengerti dengan hausnya Donghyuck akan kenikmatan, daddy-nya ini malah melanjutkan mengevaluasi berkasnya. Yah, walau Donghyuck masih ada dipangkuan Mark, tetap saja suami sah Donghyuck ini tak mengizinkan Donghyuck melakukan aktifitas seksual. Tapi daddy-nya terus menggoda dengan memberikan ciuman seringan kapas di bagian kulit lehernya yang tersingkap.
Sial.
Donghyuck harus mencari akal agar bisa cepat cepat digagahi.
Ya, anggap saja Donghyuck binal, walau kenyataan didepan mata memang seperti itu. Anggap saja Donghyuck murahan, jalang. Karena memang iya.
Err, walau hanya untuk daddy-nya saja, sih.
"Kapan kau selesaikan berkas itu, daddy?" Pertanyaan itu terloncat keluar dari mulut mungil Donghyuck, sambil mengeratkan pelukannya ke leher Mark. Membuat kegiatan daddy-nya terhenti sejenak. Atensi Mark sepenuhnya tersedot oleh istri cantiknya ini.
"Sedang kuselesaikan sayang," Mark melepas berkas itu. Tangannya mengusap surai brunette halus Donghyuck, sesekali memainkannya. "Daddy tahu kau sudah tak sabar, makanya daddy harus menyelesaikan paling tidak satu berkas ini saj―sial."
Terlalu bosan dengan perkataan daddy-nya, Donghyuck memilih langsung meremas penis daddy-nya yang memang sudah tegak bebas, cara terampuh untuk membuat Mark terdiam. Tangan satunya mengangkat dagu lelaki setengah Kanada dihadapannya dan langsung menyambarnya, menciumnya dengan perlahan, tapi menuntut.
Mark jelas tidak melewatkan kesempatan emas yang baby-nya tawarkan. Ia membalas pangutan Donghyuck dengan cekatan dan seksi, membuat istrinya ini semakin terbakar nafsu. Tanpa Donghyuck sadari, daddy-nya mulai menyingkap kaos kebesaran yang menutupi tubuh montok Donghyuck, meremas pantat bulatnya perlahan dan membakar.
"E-eungh.." Desahan sedikit demi sedikit keluar dari bibir Donghyuck yang masih terbungkam oleh bibir Mark.
Mark menyeringai disela-sela pangutan basah mereka. Sembari meremas, tangan nakal milik Mark menelusup ke g-string hitam Donghyuk, memainkan jari-jarinya, mencari kerutan kenikmatan milik istrinya ini.
Saatnya permainan dimulai.
.
.
Donghyuck mengigit bibirnya kuat, menahan sensasi yang bisa membuat desahan dari mulutnya keluar sewaktu-waktu tanpa disadari. Kedua tangannya melingkari leher Mark dengan bergetar, mencari penopang. Ia mendesah dalam batin, menikmati sesuatu yang luar biasa terjadi di bagian bawah tubuhnya.
"Daddy.."
"Ya?" Suara serak Mark menjawab panggilan Donghyuck, tanpa melepas konsentrasi sedikit pun pada anal Donghyuck.
"Masukkan sekarang, please."
"As your wish."
Tanpa aba-aba, kejantanan Mark melesak masuk lebih jauh, berusaha mencari titik kenikmatan tertinggi milik Donghyuck. Pemilik anal yang sedang dibobol sendiri mendesis diambang nikmat dan sakit, tanpa sedikitpun terbesit untuk menghentikan Mark.
Ah, aku pernah bilang, kan, kalau Donghyuck ini sadistic dan masochist?
Tepat ketika ujung penis Mark menyentuh sesuatu, tepat ketika seluruh kejantanan Mark terhisap oleh anal Donghyuck, pemilik anal menjerit, mendongakkan kepalanya penuh gairah.
"A-aahh!"
Lengkingan suara Donghyuck membuat Mark terbakar sepenuhnya oleh nafsu. Tanpa komando dari Donghyuck, ia langsung menyodok keras anal baby-nya, menabrakkan ujung penisnya ke sweetspot milik istrinya. Membuat Donghyuck menggila.
Tanpa rasa lelah, Mark terus mengagahi Donghyuck brutal, membuat Donghyuck mendesah penuh kepuasan, karena ia dimanjakan dengan baik oleh daddy-nya.
Ah, kita tinggalkan saja mereka untuk bersenang-senang.
.
kkeut!
.
Omake!
"Perasaanku tidak enak, Jae," Seorang wanita menatap langit-langit kamar dengan lekat. "Aku takut Mark mengalami kesulitan karena kau membebankan berkas sebanyak itu."
Yang dipanggil Jae tertawa. "Ayolah noona. Aku sudah mengirimkan adik iparmu sebagai penyegar Mark. Mereka pasti sedang bersenang-senang."
"Ya, dan membiarkanmu besok yang menyelesaikan berkasnya lagi."
Jaehyun tertawa makin kencang, lalu mendekap tubuh polos Taeyong yang terbalut selimut.
Kencan, ya.
.
.
AHAHAHAHAH AHAHAHAH AHAHAHAHAHAH HA. MAAFKAN AKU.
Niatnya mau beberapa hari setelah upload bakal update, tetapi tugas, lomba, dan rapat sangat menghalangiku. Dan disini baru dijelasin sebenernya umur, pekerjaan, gimananya mereka, karena kemaren aku ngebut dan akhirnya lupa untuk menyelipkan umur mereka. hehe.
Oiya, maksud bagian ...Lagipula, baru saja minggu lalu mereka... di narasi itu adalah bagian pertama, ehe.
Aku sedang bosan, jadi kubalas review kalian, ehe!
jhnnyoungho : ini udah dilanjut ;-; mereka itu AU loh ceritanya umurnya udah 27-26 tahun :3
yuchi-kun : brisiq kamu juga bejat kok ehe ehe. Ilfeel aja terus aku mah apa atuh cuma anaknya yuten bukan siapa-siapanya kamuh ;-; ini udah panjang belum ;-;
Yusi865 : iyadong ;-; kan Mark daddy af. Wkwk.
throwing shades : terimakasih! Dan, kupikir ini belum termasuk sexual harassement towards minors.. karena apa ya.. mereka disini tuh diatas 20 semua umurnya. Mark 27, sedangkan Donghyuck 26. Hehe.
Nonono546 : WKWKWK. Ini udah dilanjut! :3
Laxyovrds : kenapa? Karena mereka kalo ngelakuin itu kayak lagi kerja lembur! :3
Nana Lee Jeno :HEHEHE. Pendek dulu soalnya yang ini panjang kayak tali sepatu (?) WKWKWK authornim markhyuck emang rata rata nghh semua aku suka iri T_T . Yuchi udah baca tuh. gatau deh apa reaksi dia, WKWK.
k1mut : selamat! Hahaha. Kamu harus baca yang lain, banyak kok markhyuck nc yang bertebaran hehe /slapped.
dinofreeze : BEJAT KAMU NAK /slapped. Ada, ini! Kan series berantai, jadi kayak lanjutan tapi satu chapter selese :3
smrookiesnct : KAMU DEMEN AKU JUGA DEMEN HAHAHAGAK. Ini dilanjut. Cuma untuk bagian ketiga.. belum yakin, deh :v
.
sampai bertemu di bagian selanjutnya!
((kalau aku ada niat untuk melanjutkannya)) ((kalaupun aku melanjutkannya, bagian selanjutnya berkemungkinan rate T. huah!))
