Cast : GS!Min Yoongi. Park Jimin. Kim Taehyung. Kim Namjoon. Jung Hoseok.
Rate : M for harsh-word. Violent scene. Emm Sexual content.
Warning!
Cerita ini (lagi-lagi) remake. Kali ini Karya Terri Anne Browning. Novel Terjemahan yang sudah lama terkenal sekali ,salah satu best-selling. Disini Yoongi lebih muda 10tahun dari pada cast lainnya dan tentu saja GS yaa. Setting dan Nama cast ku rubah sesuai kebutuhan remake wkwk but alur tetap seperti apa adanya novel ini dibuat dan BIG WARNIG! Disini bener-bener dengan kehidupan liberal (minuman keras-one night stand-kalimat profokatif) ,so yang gak suka membayangkan member Bangtan jadi so-liberal ,get ur ass off babe!
Jadi ,pengen hidup bersama member Bangtan versi Rocker dan Band ? here we go~~
Bab 2
Menyiapkan peralatan dan melakukan cek suara adalah hal-hal yang tidak mampu aku lakukan. Jadi, aku memilih untuk berurusan dengan urusan dibelakang panggung. Aku memastikan buffet makan malam telah tersaji rapi sehingga para priaku dapat makan sebelum mereka tampil malam ini. Kemudian aku mengecek daftarku tentang apa yang harus dilakukan untuk menyiapkan diri menghadapi grup fans belakang panggung.
Kebanyakan dari mereka adalah perempuan, yang semuanya berharap untuk dapat berakhir di ranjang setidaknya salah satu anggota band Bangtan. Aku membenci satu persatu dari mereka, namun aku hanya memberi tatapan dingin meremehkan ke arah mereka sebagai gantinya. Mereka juga membenciku, karena siapapun yang menjadi penggemar Bangtan pasti tahu bahwa hanya aku perempuan yang berarti bagi semua anggota band.
Aku memastikan fans setia belakang panggung tetap menempati area yang disediakan untuk mereka dimana para keamanan mengawasi mereka laksana elang- untuk menghindari salah satunya masuk ke ruang ganti untuk sebuah 'seks kilat' atau lebih parahnya untuk mencari ketenaran karena telah berhasil membunuh seorang rocker terkenal- sementara aku memastikan para priaku sudah diurus dengan baik.
Aku lega ketika melihat mereka makan di kamar gantinya. Begitu pula dengan Hoseok, walau dia tetap membuatku menggelengkan kepalaku saat aku melihat dia lebih memilih minum Jack Daniels dibanding soda ataupun air putih. Aku mengambil botol itu dari tangannya dan menggantinya dengan sebotol air dingin dan berbalik untuk melihat apakah yang lain membutuhkan sesuatu. Ketika mereka telah selesai makan, aku membuang piring mereka ke tempat sampah dan memastikan bahwa mereka telah memegang sebotol Air ataupun Minuman isotonik. Mereka butuh cairan karena sebuah konser selalu menghabiskanya. Terutama Jimin yang bernyanyi sambil berlari di atas panggung.
Aku menatap mereka satu persatu, menikmati ketampanan sejati mereka masing-masing. Hoseok dan Namjoon dengan rambut gondrong gelapnya dan mata abu-abu besarnya. Kedua saudara ini begitu tampan dengan struktur wajah yang tegas dan tubuh langsing berotot yang ditutupi tato. Tae dengan rambut pirangnya dan mata besar coklatnya yang bisa berubah sesuai emosinya. Dia besar, dengan semua ototnya yang membuncah keluar, membuat orang terkagum-kagum akan dirinya yang entah bagaimana dapat memainkan drum dengan begitu lancar dengan ukuran tubuhnya. Untuk beberapa detik lebih lama aku membiarkan mataku menatap Jimin. Dengan suaranya yang mampu mengacaukan wanita luar dalam dan sepasang mata biru esnya yang sebagian tersembunyi di balik tirai lembut bulu mata hitam dan tebal, tidak banyak wanita yang mampu untuk mengatakan bahwa seorang Park Jimin tidak mempengaruhi gairah mereka bahkan hanya secuil sekalipun. Tubuh langsing berotot dengan wajah yang membuat para Dewa menangisi hari kelahirannya dan tubuh yang tidak setinggi dengan para saudara band yang lainnya, dia telah membuat seluruh penggemar yang mengikuti Bangtan karena cinta, nafsu maupun iri kepadanya.
"Jadi yang mana malam ini? Pirang, coklat atau rambut merah?"‖aku bertanya sambil menaikkan alisku dan senyuman tipis dibibirku.
Namjoon menyeringai ke arahku dari sofa tempat dia berbaring. "Aku akan mengambil salah satu dari masing-masing mereka."
Aku memutar mataku padanya. Dari mereka berempat, Namjoon adalah playboy terbesar. Membawa satu persatu dari tiap tipe wanita menurutnya 'ringan'
"Hmm...ada banyak pilihan sih, tapi seperti biasa pasti yang pirang yang lebih banyak. Tolong berhati-hatilah." Aku menatap Hoseok penuh arti. "Kau sudah bersiap, kan?"
"Yoongi!" nampak sedikit rona merah dipipinya. Aku terus menatapnya sambil mengangkat alis. Akhirnya dia membuang muka. "Aku punya kondom," gumamnya.
Yang lain hanya tertawa mengejek. Aku mengabaikan mereka ketika berbalik ke pintu. "Kalian punya wawancara jam 9 pagi besok. Aku telah mengatur agar kita dapat menggunakan salah satu ruang pertemuan sesampainya kita di hotel. Jadi, kumohon bawa badanmu keluar dari kamarmu sebelum aku menggedor pintu kamar kalian."
Aku tahu aku harus memperingatkannya sekarang sebab aku takkan bisa membayangkan akan dapat bertemu mereka lagi setelah konser hingga pagi menjelang.
"Hoseok, jangan buat aku memandikanmu di pagi hari. Secepatnya bersihkan badanmu dari aroma jalang itu dan minuman."
"Oh Tuhan, Yoongi!" Dia berteriak kepadaku. "Kenapa kau hanya memarahiku hari ini?"
Aku berhenti sejenak di pintu dan berbalik untuk melotot padanya. "Tolong lakukan saja, Hoseok."
Dia menggerutu dan aku merasa sedikit buruk karena memperlakukannya begitu kejam. Tapi dia seorang pria dewasa dan lebih sering daripada tidak aku memandikannya karena dia terlalu mabuk atau terlalu melayang untuk melakukannya sendiri.
Konser hampir selesai ketika aku merasakan ponselku bergetar. Aku mengambilnya dari kantong belakang celanaku dan melihat nama manajer Bangtan. Dia menyukaiku karena aku melakukan apa yang seharusnya menjadi tanggung jawabnya. Sementara dia enak-enakan tidur di rumahnya di ranjang besarnya yang nyaman, aku disini bekerja keras untuk para priaku.
"Apa yang kau inginkan?" Bentakku sambil mendekatkan ponsel ke telingaku, berjalan menjauh dari panggung sehingga aku bisa lebih jelas mendengarkannya
daripada suara band.
Jackson Wang tertawa, membuatku ingin menampar wajah tampannya. "Siapa yang mengencingi cherrio-mu?"
"Aku sedang kesal" sungutku padanya, tidak yakin mengapa aku jadi pemarah sore ini. Tapi dia seharusnya sduah terbiasa dengan sifatku ini. Aku benci dia ! "Apa yang kau inginkan?"‖
"Seperti biasa...Dominasi dunia...Miliaran Dollar. Dan sebuah band yang membuatku terlihat bagus. Aku punya beberapa dari hal yang terakhir aku sebutkan tadi."
Aku memutar mataku. Bangtan adalah band paling keren yang ditanganinya. Mereka lebih dari membuatnya tampak bagus. Mereka membuat orang-orang berpikir betapa jeniusnya dia 'menemukan‖ mereka.'
"Jimin mengatakan bahwa dia ingin mengambil waktu liburan musim panas, jadi aku hanya ingin memberitahumu bahwa Tur HYYH telah aku pindahkan ke bulan September."
Ini mengejutkanku. Jimin tidak pernah menyebut apapun tentang liburan musim panas. Kenapa dia tidak memberitahuku? Aku menatap tajam ke belakangku, berharap aku bisa mendapatkan jawaban dari Jimin sekarang. Tapi sepertinya hal itu harus menunggu. Semenjak tur musim panas dipindahkan, kami hanya memiliki waktu beberapa minggu ke depan untuk menyelesaikan tur di Gulf Coast.
"Oke" jawabku pada Jackson. "Kirimkan padaku rincian jadwal barunya. Aku akan memastikan semuanya diurus dengan baik.‖
"Aku tahu kau bisa. Karena itu aku sangat menyayangimu, Tuan Putri. Kau membuat hidupku lebih mudah."
Aku menggertakan gigi. "Jangan panggil aku Tuan Putri!" aku berteriak padanya dan mengakhiri pembicaraan. Aku sangat tidak menyukai si brengsek itu. Dan aku tidak suka dipanggil Tuan Putri. Si brengsek itu tahu, tapi dia selalu melakukannya setiap kali ada kesempatan.
Suara Jimin di panggung menyadarkanku dari kebencianku kepada Jackson dan aku mengalihkan perhatianku kembali kepada para priaku. Suara Jimin sungguh membuat populasi para wanita mabuk kepayang.
Ketika salah satu speaker berdentum keras tak sengaja di dekatku, aku segera tersentak sadar dari lamunan penuh hasratku dan segera mencari kesibukan. Aku tidak bisa membiarkan orang lain mengetahui bagaimana Jimin mempengaruhiku. Aku tahu bahwa dia tidak merasakan hal yang sama. Untuknya dan para pria yang lain aku adalah adik kecil perempuan mereka. Mereka akan menyerahkan nyawanya untukku, sama seperti yang akan kulakukan untuk mereka.
Perpaduan antara parau dengan serak dan rayuan merupakan belaian pada tempat kegelapan diantara kedua kaki wanita. Aku jauh daripada kebal pada suara itu dan malah menemukan diriku membiarkan hasratku padanya terlihat saat aku berdiri disana menonton pertunjukan band mereka.
Dan bila pada Jimin aku tidak lain hanyalah gadis kecil yang telah dia rawat sepanjang 17 tahun masa hidupnya. Aku mengabaikan perasaanku karena aku tahu bahwa bukan aku yang diinginkannya. Kebahagiaannya lebih penting daripada kebahagianku.
Dengan bibir gemetar, aku meyakinkan diriku untuk tidak mendengarkannya bernyanyi lagi di sisa malam ini.
TBC
Note :
Hmm dengan ini aku juga mau mengumumkan bahwa aku akan sedikit hiatus :( maaf karna sebentar lagi lebaran aku bakal sibuk dirumah dan setelah lebaran aku bakal disibukkan sama beberapa event hingga akhir tahun. Tapi akan kuusahakan update sebisa aku tapi yaa gak sesering sekarang ini yaa huhu
So ,review gengsss. Semakin banyak review yang masuk semakin semangat aku mencuri waktu ditengah kesibukan mahasiswa akhir ini buat update hihiw
Paypay
And Mohon maaf lahir bathin yaaa
