"Kyunierella Metropolitan!"

.

.

.

Saat ini Kyuhyun tengah berjalan kaki menuju arah kampusnya, dan tolong jangan tanya kenapa. Gadis manis bak boneka itu terlihatbenar-benar sedang gondok, bibir ranumnya tak berhenti mengumpat, memaki atau apapunlah yang bisa menyalurkan rasa dongkol yang ada dihatinya, siapa lagi kalau bukan gara-gara tiga makhluk astral jejadian yang sialnya berstatus sebagai keluarganya itu. Yang selalu mencoba membuatnya menderita. Ya, meski jarang berhasil sih. Tapi tetap saja Kyuhyun dendam juga kalau terus-terusan seperti itu.

Sesaat gadis manis bersurai coklat tersebut menghentikan langkahnya. Dan wajah yangsedari tadi terlihat tertekuk masam, dalamsekejap sudah tergantikan dengan senyum secerah matahari yang menyilaukan mata. Terlalu silau hingga beberapa orang yang berpapasan dengannya jadi salah paham, bahkan seorang anak yang melihatnyapun bisa nangis jejeritan. Ais, berlebihan!. Tapi bagaimana tidak jika melihat senyum Kyuhyun yang seperti malakait itu bercampur dengan seringai ala psikopat berdarah dingin?. Bahkan Kyuhyun sampai tidak menyadari, kalau dia berdiri tepat dipinggir jalan yang tergenang air. Senyumpenuh kenistaan miliknya semakin mengembang saja. Saat Kyuhyun mengingat apa yang telah dilakukannya tadi pagi ketika membuat sarapan.

Bisa dibayangkan jika sekarang, mungkin sang umaa dan kedua noona tiri menyebalkannya itu pasti tengah mules-mules dan bolak-balik ke kamar mandi. Ya, bagaimanpun itu adalah pembalasan darinya, karena induk penyihir beserta kedua anak gadis nyinyirnya yang menyebalkan baginya tersebut telah membuat tidurnya terganggu. Pake acara mengguyurnya lagi, jadi rasakan pembalasannya!.

FLASHBACK...

Setelah perdebatan tadi. Kyuhyun langsung memilih masuk ke kamar mandinya dengan perasaan gondok setengah mampus. Sebelum dirinya pergi kedapur dan membuat sarapan untuk para wanita cecunguk kurangajar yang pagi-pagi selalu membuatnya jengkel. Kadang kalau sudah begini Kyuhyun jad ingin menelfon sang appa, mengadu dan mendramatisir keadaannya biar tedengar sungguh menyedihkan selama ditinggal sang appa dinas keluar kota. Asal tau saja, appanya itu sangat baik hati bak malaikat tanpa sayap yang diturunkan dibumi. Tapi hanya Kyuhyun yang tau kalau sang appa juga bisa mendadak berubah jadi Lucyfer kalau tau dirinya terluka. Hm, mungkin nanti dia akan mencoba.

Selama memasak masih dengan perasaan gondoknya, gadis manis itu belum berhenti ngedumel juga rupanya. Bibir semerah cerinya ternyata masih merapalkan mantra seribu kutukan tak termaafkan untuk sang umma tirinya, jika apa yang dirapalkan Kyuhyun itu mempan niscaya sang umma tiri pasti sudah insaf. Begitu juga dengan kedua noona nyinyirnya yang menyebalkan itu. Nanti Kyuhyun akan menyogok semua penjual pisang yang ada untuk tidak berjualan, dan memastikan semua ikan peliharaan yang ada dirumahnya, ia buat untuk jadi menu utama saat makan malam nanti. Biartau rasa! Tapi mendadak semua perasaan gondoknya tiba-tiba saja menguap, saat ia melihat tiga nasi goreng yang baru saja selesai dibuatnya sudah tersaji diatas mejamakan. Tunggu, kenapa cuma tiga?, Ah, lihat itu kenapa ada seringai tersembunyi diwajah manis milik Kyuhyun?. Dan semakin kentara ketika ia mengingat ada bumbu paling rahasia dibalik pembuatan nasi gorengnya. Apalagi saat telinganya menangkap suara dan langkah kaki yang mulai mendekat kearahnya.

Kyuhyun sudah berada diruang makan lebih dulu, duduk dengan tenang semabari menikmati roti selai coklat kesukaannya, meski dalam ia ingin sekali mengeluarkan tawa setannyasaat membayangkan apa yang akan terjadipada ketiga penyihir nyinyir jejadian itu. Diam-diam ekor matanya memperhatikan sang umma tiri yang mulai duduk ditempat yang biasa ditempati appanya. Kyuhyun jadi berpikir, mungkin kapan-kapan ia akan menaruh lem atau paku sekalian disana. Lalu memperhatikan kedua saudari'MoKan'nya yang kini sudah duduk dikursi yang bersebrangan dengannya dan menatap judes kearahnya.

Dua saudari tiri menyebalkan yang menurut Kyuhyun tidak ada cantik-cantiknya itu, tapi yang sungguh dengan pedenya yang tidak ketulungan, mengklaim bahwa hanya mereka berdualah yang paling cantik didunia. Seriusan Kyuhyun mau semaput saja mendengarnya, ia yang jauh lebih cantik saja tidak sebegitunya.

"Kok, cuma nasi goreng?". Pertanyaan penuh ketidakterimaan dengan apa yang dilihatnya, membuat Kyuhyun jadi ingin sekali menabok mulut Eunhyuk yang penuh gusi itu. 'Sudah bagus dibuatkan sarapan,huh!'

"Nasi gorengnya polos lagi, jadi tidak selera". Cela Donghae sinis. Gadisikan itu tidak sadar apa kalau kata-katanya mengandung pelecehan terhadap makanan. Kyuhyun jadi tambah bernafsu untuk membantai semua ikan yang sebenarnya tidak berdosa, tapi sayangnya punya majikan yang tidak tau diri. Menyebalkan!

"Terus aku harus bilang apa? , wow gitu?". Sahut Kyuhyuna acuh tak acuh. Meski dalam hati, ia sudah tertawa setan melihat kedua MoKan bersaudara tersebut melotot sadis kearahnya.

"Hyukie-ah, Dongie-ah, sudah lebih baik kita makan saja. Tidak usah pedulikan upik abu menyedihkan itu". Mendengar suara tajam dan dingin dengannada dan tatapan meremehkan dari ummatirinya, apalagi dua gadis nyinyir yang jugaikut tersenyum sinis kearahnya. Mendadak hati Hati Kyuhyun jadi panas, ia jadi ingin menyumpal mulut ketiga penyihir hitam menyebalkan itu saat ini juga dengan 'Sambalado', makanan super pedas yang sangat digemari Changmin. Yang berasal dari negara tetangga sebelah yang punya komodo itu.

"Aku selesai". Ujar Kyuhyun datar, sembari berdiri dan hendak melangkahkan kakinya keluar rumah. Sebelum suara umma lampirnya mencegah niatnya. Oh, ayolah ia harus segera pergi, setidaknya sebelum obat itu bereaksi agar dia bisa pura-pura tidak tau.

"Kau tidak boleh pergi sebelum kami semua selesai, Kyuhyun-ah". Terdengar tajam dan dingin, tapi Kyuhyun mana mau peduli dengan ucapan sang umma tiri yang memang selalu seperti itu jika bicara padanya. Sudah biasa!.

"Kelamaan ..,", sahut Kyuhyun tak sabaran, meski jelas sekali Kyuhyun sengaja bertingkah acuh tak acuh. "Kalian saja belum makan sama sekali dari tadi, protes mulu sih bisanya". Lanjutnya sinis. Sembari menyeringai puas pada duo MoKan dan umma lampirnya.

"Kau ...,"

"Apa, Nyet? Mau protes? Itu fakta loh ya". Sela Kyuhyun dengan sok polos, memotong ucapan gadis bergummy smile yang wajahnya sudah merah saja karena menahan amarah.

"Sialan! Jangan memanggil ku monyet, brengsek!". Amuk Eunhyuk. Sepertinya rasa marahnya pada Kyuhyun sudah sampai ubun-ubun. Ia bahkan sudah ingin menampar kyuhyun kalau Danghae, saudari kembar tapi bedanya itu tidak menahannya. Enak saja dia dipanggil monyet, dia kan cantik masa dikatai monyet. Tentu saja Eunhyuk tidak terima.

"Aku tidak memanggilmu monyet kok, tapi cuma 'Nyet' saja". Ralat Kyuhyun dengan wajah tanpa dosa. Tapi siapapun yang ada disitu tau kalau Kyuhyun tengah tertawa setan.

"Kau, evil! Lihat saja nanti akan kami balas kau". Ancam Donghae. Gadis berwajah childish itu menatap sadis Kyuhyun dengan penuh dendam kusumat, karena terakhir kali dengan mata kepalanya sendiri. Ia melihat ikan kesayangannya dibantai Kyuhyun tanpa ampun untuk dijadikan makanan kucing liar diluar sana. Donghae bahkan menangis seharian penuh karenanya.

"Sudahlah aku mau berangkat, aku akan membereskannyasaat pulang kuliah nanti". Ucap Kyuhyun akhirnya. Ini bukan berarti Kyuhyun mengalah, jangan salah paham ia hanya ingin cepat pergi ke kampusnya.

"Jangan berani beranjak untuk pergi Kyuhyun-ah, sebelum kau minta maaf pada kedua putriku". Kata sang umma tiri dingin dengan menatap penuh intimidasi kearahnya. Tapi ucapan penyihir hitam itu hanya dibalas Kyuhyun dengan tatapan datar miliknya. Dan tanpa mengucapkan sepatah katapun lagi Kyuhyun langsung melenggang pergi begitu saja tanpa memperdulikan teriakan dua noona tiri menyebalkannya itu.

"Yak! Gadis sialan kemari kau! Aku belum menghajarmu!". Teriak Eunhyuk. Ia masih bernafsu sepertinya untuk menghajar gadis manis yang menjadi dongsaeng ternistanya itu

"Awas kau evil! Aku akan membalasmu atas kematian ikan-ikan kesayanganku!". Teriak Donghae berapi-api. Nanti ia harus bisa membuat si gadis evil nangis darah. Setidaknya itu adalah balasan setimpal karena selalu menjadikan ikannya sebagai tumbal. Yang Donghae tidak sadar, bahwa itu juga sebenarnya karena dirinya.

"Sudah lebih baik ayo kita sarapan. Nanti kita pikirkan cara untuk membalasnya". Mendegar ucapan sang umma, kedua EunHae akhirnya bisa tenang kembali. Setelah sebelumnya jiwa siluman MoKan keduanya muncul kepermukaan. Untng belum seratus persen, coba kalau sudah. Kyuhyun bisa saja almarhum seketika. Tapi jangn lupa Kyuhyun itu evil jadi tidak masalah.

FLASHBACK OFF...

CROOOOTTTTTT...

KRIKK... KRIKKK... KRIKKKKK...

Kyuhyun cengo. Kejadiannyaterlalu cepat. Wajah yang tadi tengah tersenyum cerah itu kini terlihat bodoh. Otak gadis manis tersebut sepertinya masih dalam masa transisi, ia sedang membayangkan sang umma dan kedua noona tirinya yang sedang mules-mules karena perbuatannya. Tapi sesuatu yang basah berwarna coklat tiba-tiba saja mendarat dibeberapa bagian tubuhnya danmembuatnya kotor. Kyuhyun membulatkan kedua mata bonekanya. Saat melihat pakaian yang dikenakannya kotor karena genangan air yang ada disebelahnya. Kyuhyun sepertinya baru sadar, apalagi otak jeniusnya langsung memproses apa yang terjadi ketika ia melihat sebuah mobil mewah yang berhenti tepat sepuluh meter didepannya dari tempatnya berdiri.

Tanpa menunggu lagi. Gadis manis itu langsung saja mendekati mobil mewah tersebut. Kyuhyun ingin memarahi sang pengemudi karena berani sekali pemilik mobil itu melintas tidak pelan-pelan, apa dia tidak melihat ada genangan air disitu dan ada orang yang berdiri disebelahnya?. PerasaanKyuhyun yang tadinya sedang bahagia, dalam sekejap kembali buruk jadinya. Siapapun pemilik mobil itu Kyuhyun berjanji akan membuat perhitungan. Karena dua kesalahan yang telah dibuat orang yang tak dikenal itu. Pertaman karena orang itu dengan tidak sopannya menyipratnya dengan genangan air kotor lewat mobilnya, tentu saja Kyuhyun gondokitu mengingatkan kejadian tadi pagi saat kedua noona nyinyirnya mengguyurnya. Kedua karena hal itu juga telah merusak kesenangannya yang sedang membayangkan ketiga penyihir jejadian yang saat ini sedang menderita sakit perit karenanya jadi tertunda. Jadi orang itu harus tanggung jawab. Yah, meski sebenarnya ini hanya persepsi sepihak Kyuhyun saja sih. Tapi biar saja kyuhyun sudah terlajur gondok. Saat itu Kyuhyun tidak menyadari bahwa tangan takdir baru saja memulai menorehkan jalan cerita untuk dilakoninya.

.

.

.

TBC...