Cast : GS!Min Yoongi. Park Jimin. Kim Taehyung. Kim Namjoon. Jung Hoseok.

Rate : M for harsh-word. Violent scene. Emm Sexual content.

Warning!

Cerita ini (lagi-lagi) remake. Kali ini Karya Terri Anne Browning. Novel Terjemahan yang sudah lama terkenal sekali ,salah satu best-selling. Disini Yoongi lebih muda 10tahun dari pada cast lainnya dan tentu saja GS yaa. Setting dan Nama cast ku rubah sesuai kebutuhan remake wkwk but alur tetap seperti apa adanya novel ini dibuat dan BIG WARNIG! Disini bener-bener dengan kehidupan liberal (minuman keras-one night stand-kalimat profokatif) ,so yang gak suka membayangkan member Bangtan jadi so-liberal ,get ur ass off babe!

Jadi ,pengen hidup bersama member Bangtan versi Rocker dan Band ? here we go~~

Bab 4

Satu konser lagi dan kemudian kembali ke jalanan.

Apakah kalian tahu seberapa sulitnya menyembunyikan muntah ketika kamu berada dalam bus wisata? Itu hampir tidak mungkin. Tetapi entah bagaimana aku bisa melakukannya. Untuk tiga minggu berikutnya aku merahasiakannya dari mereka. Dengan alarm bangun pagi yang aku dapatkan setiap pagi hari dimana aku tergesa-gesa untuk mencari kamar mandi, aku tidak pernah begitu senang para pria itu bisa tidur dengan begitu nyenyak di dalam hidupku.

Setelah muntah-muntah setiap pagi aku biasanya bisa melalui sisa hari tanpa mengulanginya lagi. Walaupun perutku masih mual sepanjang hari dan aku kehilangan berat badan karena aku tidak dapat memaksa diriku sendiri untuk makan. Hal ini mulai disadari mereka, bahkan Hoseok dalam keadaan hampir selalu mabuknya. Mereka mulai melihatku lebih dekat dan aku tahu bahwa mereka akan mulai mengeroyokku.

Dan sesungguhnya aku lebih khawatir apa yang salah dengan diriku daripada pergi ke dokter sekarang. Tetapi aku menundanya selama mungkin. Aku menemukan rumah untuk kami secara online. Ini sempurna. Pantai pribadi, tak seorangpun dalam satu mil dapat mengganggu kami. Dan jika para lelaki merasa gelisah mereka hanya perlu mengemudi empat puluh lima menit untuk menemukan sebuah klub atau bar.

Harga untuk sebuah rumah sewa di musim panas membuat perutku mengepal. Bahkan setelah bertahun-tahun dan gaya hidup yang kami jalani aku merasa ngeri untuk menghabiskan begitu banyak uang. Tetapi hal ini bahkan tidak akan membuat lekukan kecil di seluruh dompet kami sekarang.

Bahkan dompetku sendiri. Jackson membayarku dengan bagus untuk mengurus para priaku, sesuatu yang aku akan lakukan secara gratis.

Tetapi Jimin dan Taehyung menyuruhnya untuk memasukkan aku di daftar gajinya ketika aku berusia delapan belas tahun. Aku belum mempunyai keperluan untuk menyentuh uang yang aku peroleh. Jika ada sesuatu yang mereka pikir aku inginkan mereka hanya perlu membelinya untukku. Jika aku memerlukan sesuatu mereka menyerahkan kartu kredit mereka ke tanganku dan memastikan aku menggunakannya.

Pada saat semua rincian telah selesai diurus hanya ada beberapa hari yang tersisa hingga akhir tur. Satu pemberhentian, dua kali konser lagi dan kemudian kami akan naik pesawat. Aku sangat bersemangat.

Kami tidak pernah liburan musim panas. Aku ingin tidur selama tiga bulan! Memikirkan itu sendiri membuat aku mendesah.

"Aku rasa kau harus pergi ke dokter."

Kepalaku tersentak saat mendengar suara Jimin. Dia dan Taehyung telah duduk di bagian belakang bis denganku melihat TV untuk sejam terakhir. Aku merasa lebih baik setelah pagi penuh muntah yang menyenangkan.

"Tidak."

Dia duduk tepat disampingku jadi aku tidak punya waktu untuk pindah ketika dia meraih dan menarikku di atas pangkuannya. "Ya, Yoongi. Kamu hanya tinggal tulang sekarang. Kamu tidak makan. Dan aku mendengarmu pagi ini di kamar mandi. Kau tidur sepanjang waktu, dan suasana hatimu sering berubah-ubah menjadi cerewet. Ada yang salah."‖

"Aku tidak ingin pergi ke dokter."

Oke, mungkin aku akan pergi. Aku takut jika ada sesuatu yang salah denganku, seperti kanker atau sesuatu. Aku tidak pernah merasa begitu sakit dalam hidupku. Membutuhkan semua tenaga yang aku miliki untuk tidak memuntahkan lagi air yang aku telan akhir-akhir ini. Tetapi aku masih takut dokter.

"Kami akan pergi denganmu, Yoong" Janji Taehyung, memutar-mutar stick drum di jarinya dengan ahli. "Kami tidak akan membiarkan mereka menyakitimu."

Aku menatapnya lebih tajam. Dia benar-benar mengkhawatirkanku. Aku dapat melihat dari cara dia menatap padaku bahwa dia telah sedikit takut juga. Aku tidak bisa menahannya. Jadi aku mengalah.

"Okey." Aku berbisik. "Aku akan menemui dokter ketika kita sampai di rumah pantai."

Mereka berdua tampak sedikit santai. "Apapun itu, kita akan melewati itu."

Saat itu aku menyadari bahwa Taehyung berfikir bahwa ada sesuatu yang buruk denganku. Aku turun dari pangkuan Jimin dan naik ke pangkuan sang drumer. Tangannya mengepal di sekitar tubuhku dan aku membiarkannya memelukku. Tidak ada yang berbicara sepatah katapun ketika kami melewati malam, kedekatanku tampaknya menenangkan sesuatu dalam pikiran pria ini.

Aku bangun dengan tubuh hangat menyelimutiku. Ini sudah biasa bagiku untuk tidur di tempat tidur yang sama dengan salah satu dari mereka. Ketika kau hidup di dalam bis kau tidur dimanapun kau bisa. Aku tahu siapa itu dengan cara dia bernapas di belakang leherku. Tae si Napas Bau. Menguap aku bergerak hingga aku duduk. Taehyung bahkan tidak bergerak. Tangannya jatuh kembali di sofa di sampingnya dan aku berdiri, mencoba untuk merenggangkan beberapa kekakuan dari otot-ototku yang lelah.

Ketika aku melirik ke arah temanku hatiku sedikit meleleh. Dia, seperti para priaku lainnya, mencintaiku lebih dari apapun di dunia ini. Dan aku mencintainya sama banyaknya. Tersenyum ,aku mengambil selimut dari kursi di seberang dinding dan

menutupkannya padanya sebelum membungkuk untuk menciumnya singkat di alisnya.

Bis masih tetap bergerak dan aku tahu aku harus tidur. Tidak akan ada waktu untuk tidur ketika kami sampai di Gwangju. Tidak aka nada hal lain kecuali bergerak cepat ketika kami telah berhenti. Perutku untungnya bekerjasama denganku dan aku tidak harus berjuang dengan keinginan untuk muntah. Jadi aku masuk melewati ruang tempat tidur, dimana ada dua set tempat tidur yang saling

berlawanan di tepi setiap dinding.

Namjoon bergumam dalam tidurnya, Gibson favoritnya dicengkram dalam pelukannya seperti anak kecil dengan boneka hewannya. Di tempat tidur bawah adikknya sudah tidur. Aku memastikan bahwa dia tidak memiliki botol minuman keras yang terbuka tutupnya dan kemudian menarik selimut untuk menutupi punggung telanjang Hoseok. Aku paling mengkhawatirkan Hoseok. Tidak ada seorangpun yang pernah membicarakan tentang alasannya membutuhkan minuman untuk melupakan masa lalu. Kami semua tahu setan apa dalam dirinya. Dan kami semua tahu sampai dia telah siap tidak ada yang bisa kamu lakukan selain melihatnya. Dua kali kami membujuknya untuk ke rehabilitasi berakhir dengan tidak baik.

Aku menemukan Jimin tertidur di tempat biasa aku tidur di bagian depan bis. Dia terbaring tengkurap dengan memeluk erat bantalku dan selimut kesukaanku di pinggangnya. Kenapa dia tidur disini? Dia benci bagian depan bis karena jendela-jendelanya tidak berwarna dan membiarkan masuk cahaya matahari terlalu banyak saat siang hari.

Tetapi disinilah dia, air liur di seluruh bantalku dan memonopoli sofaku. Sambil mendesah aku mendorong pundaknya, membuatnya berputar sehingga aku bisa naik di sampingnya. Dia bahkan tidak protes saat aku meringkuk dekat dengan dadanya yang telanjang dan berbantalkan kepalaku di dadanya. Aku menghirup aroma Jimin yang bersih, dan benar-benar unik dan aku memejamkan mata. Ini hamper mendekati surga yang hanya bisa aku dapatkan.

Bibir lembut yang hangat menyapu dahiku dan tangannya yang kuat melingkar di sekitarku menarikku lebih dekat lagi ke dadanya. "Kau tidak tahu betapa bahagianya aku karenamu saat ini." Gumamnya.

Tetapi aku sudah setengah tertidur, aman dalam pelukan pria yang memiliki tubuh dan jiwaku.

TBC

NOTE: anggaplah aku menyebalkan. Tapi respond sekarang ga sebagus dulu :( aku jadi ga tertarik update