Cast : GS!Min Yoongi. Park Jimin. Kim Taehyung. Kim Namjoon. Jung Hoseok.
Rate : M for harsh-word. Violent scene. Emm Sexual content.
Warning!
Cerita ini (lagi-lagi) remake. Kali ini Karya Terri Anne Browning. Novel Terjemahan yang sudah lama terkenal sekali ,salah satu best-selling. Disini Yoongi lebih muda 10tahun dari pada cast lainnya dan tentu saja GS yaa. Setting dan Nama cast ku rubah sesuai kebutuhan remake wkwk but alur tetap seperti apa adanya novel ini dibuat dan BIG WARNIG! Disini bener-bener dengan kehidupan liberal (minuman keras-one night stand-kalimat profokatif) ,so yang gak suka membayangkan member Bangtan jadi so-liberal ,get ur ass off babe!
Jadi ,pengen hidup bersama member Bangtan versi Rocker dan Band ? here we go~~
Bab 10
Ini tidak mudah tapi entah bagaimana aku mendapatkan lima tiket untuk kami semua dalam penerbangan ke Jeju malam itu. Dari sana perjalanan ke rumah pantai kami memakan waktu satu jam. Aku menyewa sebuah SUV besar yang bisa menampung kami semua ditambah koper barang-barang kami kemudian mengatur agar sisanya dikirim ke rumah. Hoseok mengemudi sementara Namjoon dan Taehyung naik di baris ketiga sehingga aku bisa berbaring di kursi panjang di belakang.
Sudah larut malam dan aku lelah. Kami tidak banyak bepergian menggunakan pesawat, kecuali para priaku harus berada di sebuah acara penghargaan atau sesuatu seperti premier film yang hanya melepaskan kami dari rangkaian tur kami untuk satu atau dua hari.
Aku benci terbang, aku selalu mengalami mual dan menghabiskan sebagian besar waktu dengan kantong di tanganku atau di kamar mandi. Itu tidak membuat morning sickness yang aku alami lebih baik dan pada saat kami telah mendarat para pria mengancamku dengan mengunjungi rumah sakit lain. Tapi ketika aku mampu menanggulangi rasa mualku dengan meminum fizzy lemon lime soda mereka tidak mempermasalahkannya lagi.
Pada saat kami sampai di rumah pantai, yang secara teknis hanya sebuah pondok besar, aku tertidur. Lengan yang kuat mengangkat aku dan aku tidak repot-repot untuk membuka mataku saat kau membungkuskan lenganku di leher Jimin dan tertidur lagi.
Cahaya pagi yang cerah membanjiri jendelaku. Aku mengulurkan tangan untuk tambahan bantal dan menariknya ke atas kepalaku untuk menghalangi cahaya yang terang. Kandung kemihku memprotes ketika aku mencoba untuk kembali tidur dan aku duduk perlahan agar perutku tidak memiliki terlalu banyak alasan untuk membenciku.
Sepintas kamarku itu indah. Langit-langit berkubah, pintu Prancis yang menuju balkon, dinding krem dengan karpet cokelat lembut. Sebuah TV enam puluh inci tergantung di dinding di seberang tempat tidurku, yang terbungkus selimut dan seprai yang berwana beige dan krem yang nyaman.
Aku berdiri, melangkah ke kamar mandi yang terhubung dengan kamar. Aksen hijau laut menghiasi dinding, lilin-lilin ada dimana-mana dengan aroma segar kapas dan bunga melati. Ada bak mandi jacuzzi dan sebuah shower pribadi. Aku tahu dari perjelajahan di dunia maya saat online bahwa ini adalah kamar tidur utama dan kamar mandi karena satu-satunya dengan jacuzzi dan bertanya-tanya apakah para pria telah menempatkan aku di sini karena kemewahan itu.
Jika demikian aku benci untuk memberitahu mereka bahwa aku tidak bisa menggunakan jacuzzi karena aku hamil. Tetapi pikiran bijaksana mereka menghangatkan hatiku. Tersenyum aku menggunakan kamar mandi untuk mandi dengan cepat. Perutku menggerutu untuk makanan dan aku punya keinginan gila ini untuk bacon dan bubur jagung keju.
Di lantai bawah aku menemukan dapur modern dengan granit cantik di atas konter dapur dan peralatan dari stainless steel. Sesuai permintaanku kulkas dan dapur terisi penuh dengan makanan dan minuman ringan. Tapi aku tidak bisa menemukan bacon atau bubur jagung dimanapun. Aku tidak meminta barang barang itu, aku bahkan tidak memakan bubur jagung lagi sejak aku masih kecil.
Perutku menggeram dan aku mendesah. Tidak ada lagi yang terdengar menarik. Aku tidak tahu apakah aku bisa memakan makanan yang lain jika aku tidak bisa mendapatkan bacon dan bubur jagung keju.
Menarik keluar Sprite aku membuka botol itu dan meneguknya sedikit.
"Pagi, Yoong." Namjoon datang melalui pintu geser yang mengarah luar.
Dia penuh keringat karena baru saja selesai berjalan di pantai.
"Bagaimana perasaanmu?" Dia bertanya sambil membuka lemari es dan mengeluarkan sebotol air.
"Aku lapar." Kataku dengan sedikit cemberut.
"Itu kabar baik." Dia terduduk di kursi di meja dapur. "Dapatkah kamu membuatkan aku sesuatu juga?"
"Kita tidak punya bubur jagung."
Ada getaran dalam suaraku dan gilanya sebuah air mata lolos dari mata kiriku. Aku akan menangis jika tidak mendapatkan bubur jagung? Apa-apaan ini! Namjoon, melihat air mataku cepat untuk menenangkanku. Dia mengambil tanganku dan memberinya sedikit remasan. "Jadi buatlah sesuatu yang lain, sayang."
Aku menggeleng. "Aku ingin bubur jagung" Bisikku. "Aku kira ini semacam keinginan gila dalam kehamilan karena aku tidak berpikir aku bisa makan apa pun. Aku ingin bacon dan bubur jagung keju...Sama seperti yang dibuat oleh ibuku ketika dia benar-benar sadar."
Dadaku sakit hanya karena berpikir tentang ibuku, menyebabkan rasa sakit yang mendalam menyeruak keluar dan aku mulai tersedu-sedu.
Namjoon yang malang kebingungan. Aku mendengar langkah kaki yang bergegas ke dapur. Suara marah Taehyung menuntut untuk mengetahui apa yang sedang terjadi dan kemudian lengan yang kuat melilitku.
"Yoong? Apa yang salah sayang?"
Tapi aku tidak bisa menjawabnya jadi aku hanya membenamkan wajahku di lehernya dan terus menangis. Aku tidak menangis untuk ibu aku ketika dia meninggal. Pada waktu itu aku sudah sangat lega. Dia adalah mosnter dari jenis terburuk. Aku menjadi sasaran pukulannya secara teratur. Tumbuh di sebuah trailer yang selalu ada setengah botol-botol minuman kosong tergeletak di sekeliling dengan pipa ganja dan jarum heroin, mengherankan bahwa aku ternyata tumbuh setengah normal.
"Dia ingin bubur jagung." Aku mendengar Namjoon menjelaskan kepada Taehyung. "Dengan bacon dan keju seperti yang dulu dibuat oleh ibunya."
"Jadi pergilah dapatkan dia bubur jagung terkutuk dan bacon itu, Namjoon!" Teriak Taehyung, putus asa.
Dia mengangkatku dan kemudian duduk dan menempatkanku di pangkuannya. Aku mendengar Namjoon bergerak cepat kemudian membanting pintu belakang saat ia berlari keluar.
"Yoongi, tidak apa-apa. Kami akan membuatkanmu bubur jagung, saying"Dia mengoyangku sekarang, suaranya yang ia digunakan untuk menyakiti hal-hal kecil.
Aku menggeleng. "Itu tidak akan sama. Itu tidak akan terasa sama. Dia membuatnya begitu baik. Aku menyukai bubur jagung itu. Itu adalah favoritku."
"Oh, Yoongi." Dia menghembuskan napas frustrasi. "Sayang, dia hampir tidak ingat jelas sembilan puluh lima persen dari waktunya. Mengapa kamu bahkan berpikir tentang dia sekarang?"
"Aku tidak tahu." Aku terisak lebih kencang. "Dia jahat dan aku seharusnya tidak membiarkan dia masuk dalam pikiranku. Tapi...dia adalah ibuku, Taehyung"
Hidungku berair. Dan tanpa berpikir aku menyekanya di bahunya sambil dia terus menggoyangkan tubuhku yang gemetar. "Yang bisa aku pikirkan adalah betapa aku ingin semangkuk bacon dan bubur jagung dengan keju buatannya."
"Oke, sayang. Aku bersumpah kita akan mendapatkannya, dan aku akan bekerja keras hingga rasanya sama seperti yang kau inginkan...Hanya tolonglah berhenti menangis. Kau membuatku bersedih." Ada sedikit getaran dalam suaranya dan aku mengangkat kepalaku untuk melihat mata cokelat besarnya yang basah.
Tangisanku berhenti. Aku tidak menyadari bahwa rasa sakitku ini rasa sakitnya juga. "M-m-maaf."
"Apakah ini bagian dari hormon-hormon kehamilan yang aku dengar?‖ Dia bertanya sambil menjalankan tangan di atas kepala. "Karena jika hal itu penyebabnya aku tidak berpikir aku akan bertahan lama dengan omong kosong ini."
Aku tertawa. "Aku rasa begitu...Aku tidak pernah berpikir tentang ibuku. Hal ini begitu kacau. Aku tidak suka ini. Benci bahwa aku telah menghabiskan waktu meski cuma sedetik menangisi si jalang yang jahat itu."
Aku meringis mengusap mataku dengan punggung tanganku dan menyadari bahwa kemeja Taehyung basah oleh air mata dan ingusku. "Oh. Maaf tentang kemejamu."
Dia menariknya di atas kepalanya dan menggunakannya untuk mengeringkan wajahku. "Ini hanya kemeja, sayang. Lihat, sekarang lebih baik. Yoongi-ku yang cantik kembali lagi."
Dia mengecup keningku dan bergerak sehingga aku kembali duduk sendiri dan dia
berdiri. "Aku butuh kopi."
Jimin baru saja bergabung dengan kami, sepasang celana tidur menggantung di pinggul rampingnya, ketika Namjoon datang dengan dua kantong belanja. Dia tampak lebih dari sekedar kehabisan napas sekarang setelah berlari. "Aku membeli semua bubur jagung yang mereka punya,Yoong. Masing-masing satu jenis. Aku tidak tahu apakah kita mendapatkan keju atau apapun yang kamu inginkan. Jadi aku membeli jenis yang berbeda. Dan aku berharap bacon-nya cukup."
Aku melemparkan tanganku di sekelilingnya, tidak peduli bahwa ia masih bermandi keringat. "Terima kasih, Namjoon."
Dia benar-benar berlebihan tapi dia begitu manis, mendapatkan apa yang aku inginkan karena aku telah begitu sedih.
Dia mencium pipiku. "Apa pun asalkan kau senang, sayang."
"Ada apa tentang bubur jagung?" Tanya Jimin, menambahkan gula ke cangkir kopinya. "Aku kelaparan."
"Yoongi ingin bacon dan bubur jagung dengan keju." Kata Taehyung sambil membuka sebungkus bacon dan melemparkannya ke dalam panci di atas kompor.
"Jadi Yoongi akan mendapatkan bacon dan bubur jagung keju." Dia mengedipkan mata padaku saat ia mulai menempatkan sisa belanjaan. "Seperti yang ibunya buat."
TBC
Note : sigh…Yoongi is The Absolute Princess here!
yook yg minat boleh banget cek profilku ,ada ff baru hehe
review?
