"aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu
aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada"
(Sapardi Djoko Damono)
Dentuman keras tidak bisa terhindarkan lagi. Tabrakan antara mobil sedan hitam dengan truk pengangkat muatan memecah keheningan malam kota Seoul. Semuanya telah berakhir pikirnya, tidak akan ada lagi kesedihan dan penderitaan kali ini. Maafkan jika caraku salah, aku akan tetap mencintaimu walau dunia menentangnya.
Aku mencintaimu Do Kyungsoo, bisakah kau mendengarnya?
Spring Breeze
Chapter 2
Cast : Do Kyungsoo, Park Chanyeol, Oh Sehun, Byun Baekhyun, Kim Jongin, dll.
Rate : T
Suara ketukan pintu terdengar dari kamar pasien 614. Seorang dokter muda masuk kedalam ruangan tersebut lalu memberi salam kepada laki-laki yang sedang menggengam tangan sang istri erat.
"Saya akan memeriksa keadaan istri anda,bisakah anda menunggu diluar?" tanyanya sembari memeriksa denyut nadi sang pasien.
Park Chanyeol hanya mengangguk dan meninggalkan kamar tersebut.
Ini sudah sering terjadi, Baekhyun kerap jatuh pingsan saat kondisinya tidak stabil seperti ini. Semua ketakutan selalu bersarang di benak Chanyeol, bagaimana kalau ini adalah akhirnya, bagimana kalau Baekhyun tidak akan bangun lagi.
Baekhyun mengerjap dan membuka matanya. Melihat sekitar dan mengingat apa yang telah terjadi.
"Ah..., Kau sudah sadar rupanya nyona Baekhyun"
" Bagaimana perasaan anda? apakah masih pusing?" tanya dokter muda tersebut sambil mengukur tekanan darah Baekhyun.
" Hmm, ya sedikit dr. Oh" jawab Baekhyun lemas.
" Kau nampaknya melawatkan makan siangmu. Padahal kau harus makan yang banyak agar lekas sembuh" ujar Oh Sehun mengingatkan.
" Rasanya hambar aku tidak suka"
"Dan aku bukan anak kecil lagi dr. Oh. Aku tidak bisa kau bohongi, aku tidak akan sembuh hanya dengan makan dan makan. Lagi pula waktuku sudah tidak banyak kan" ucap Baekhyun mencoba untuk besandar dikepala ranjangnya.
" Aku banyak mendengar gosip tentangmu akhir-akhir ini dari para suster"
" Kau tahu? Kau membuat hati mereka hancur mendengar berita pernikahanmu." Goda Baekhyun terhadap dokter muda Rumah Sakit Seoul ini.
" Benarkah? Aku tidak tahu kalau aku mempunyai banyak fans di sini" ujar Sehun kikuk mendengar hal tersebut
" Ku dengar dia dokter disini juga? Siapa namanya? Apakah kami pernah bertemu?" tanya Baekhyun
" Do Kyungsoo, "
" Kukira kalian belum pernah bertemu. Dia dokter spesialis anak dan jarang berkunjung kearea sekitar ini" jelas Sehun. Dia merapikan alat-alat lalu menarik kursi disamping ranjang sang pasien. Nampaknya sedikit mengobrol dapat membuat Baekhyun lebih tenang.
" Dia pasti sangat cantik" ujar Baekhyun menerawang
" Tentu saja. Aku punya fotonya. Kau mau lihat?" tawar Sehun sembari membuka folder foto ponselnya. Disana terlihat seorang wanita dengan dengan casual dress biru tua sedang menggendong anjing putih ditaman.
" Itu vivi, anjingku. Mereka tampak serasi bukan? bahkan aku kalah serasi dari mereka" ujar Sehun melucu.
" Kau beruntung mendapatkannya. Dia sangat cantik" komentar Baekhyun meliaht foto tersebut. "Kau pasti sangat bahagia. Aku bisa melihat raut mukamu begitu berbinar bercerita tentang "
Sehun mengangguk, mengiyakan semua perkataan Baekhyun.
" Aku permisi dulu ya, sepertinya suamimu sudah menunggu lama diluar, aku harap kau tidak akan lagi melewatkan makanmu nyona Baek" ujar Sehun sembari bangkit dari kursi menuju ke arah pintu. " Tentang ucapanmu yang tadi, kita tidak pernah tahu tentang umur sesorang. Setidaknya lihatlah orang-orang yang begitu setia disisimu dan menyayangimu. Berjuanglah untuk mereka" ujarnya lagi sebelum benar-benar meninggalkan ruangan.
888
Chanyeol berjalan lesu kearah kantin rumah sakit. Pikirannya benar-banar kacau akhir-akhir ini. Permasalahan dikantor yang menumpuk serta permintaan Baekhyun yang benar-benar mengganggunya. Mungkin secangkir kopi panas bisa membuatnya sedikit tenang pikirnya.
Dering ponsel bergetar disaku celana Chanyeol. Menampil ID sang istri dilayar
" Iya Baek?" jawab Chanyeol mengangkat telepon
" Aku baru mau ke kantin membeli kopi. Kau mau menitip sesuatu?"
" Baiklah. Aku akan segera kembali"
" Love you" ujarnya mengakhiri telpon dengan sang istri. Dan...
Bruk!
Dia bertabrakan dengan dokter perempuan yang sedang kesusahan membawa beberapa barang. Tangan kirinya penuh dengan dokumen dan tangan satunya kerepotan membawa beberapa permainan.
" Anda tidak papa nona?" tanya Chanyeol sembari ikut merapikan beberapa mainan yang terjatuh.
" Ah tidak papa . Maaf saya terburu-buru sehingga tidak begitu memperhatikan jalan" balasnya
" Apa anda perlu bantuan? Sepertinya anda sedikit kesusahan membawa mainan sebanyak ini" tanya Chanyeol menawarkan
" Tidak papa. Terimakasih atas bantuannya tapi saya tidak mau merepotkan"
" Pemisi" ucapnya sambil berlalau
" Hmm, Victoria Secret Vanila Lace" ujar Chanyeol pelan sambil tersenyum kecil
888
"Apa Ahjumma sudah menunggu lama?" Perempuan bertubuh ramping itu langsung bertanya kepada wanita paruh baya yang sudah duduk di samping ranjang periksa ruang kerjanya. Dia langsung tersenyum ketika pandangannya bertemu dengan seorang gadis belia yang sudah berbaring disana.
" Park Haneul sayang, sakit apa hmm?" tanyanya sembari mengecek suhu badan sang anak. Park Haneul yang biasanya ceria itu sekarang tampak pucat pasi dan lemas sekarang
" Dia kurang enak badan Kyungsoo-ya, dari kemarin suhu badannya tinggi dan tidak mau makan sama sekali" tutur wanita paruh baya tersebut sembari mengusap telapak tangan cucunya lembut.
Kyungsoo lalu memasang stetoskop dan mengecek mulut sang anak. " Apa tenggorokanmu sakit bila menelan, hmm?" Haneul mengangguk-angguk mengiyakan pertanyaan sang dokter. " Nampaknya Haneul mengalami radang tenggorokkan Ahjumma" jelasnya sembari menuliskan beberapa resep obat di kertas. " Ini ada antibiotik dan beberapa vitamin yang harus diminum ya cantik" jelasnya sembari mengusap kepala sang gadis kecil.
" Cucuku ini terus menerus menangis kemarin. Katanya kalau mau sembuh harus bertemu dengan dr. Do" ucap sang nenek sambil menirukan gaya sang cucu. Kyungsoo yang mendengarnya hanya bisa tersenyum membayangkan tingkah konyol Park Haneul.
Kyungsoo sudah begitu dekat dengan Park Haneul semenjak sang gadis kecil ini mesti dirawat karena typus empat bulan lalu. Makanya dia sudah sangat dekat dengan keluarga ini. Nyonya Park suka bercerita mengenai keluarganya. Dia memiliki dua anak yang sudah menikah. Dan Haneul adalah cucu dari anak pertamanya Park Yoora. Dia juga sedikit bercerita mengenaik anak sulungnya yang sedang menemani pengobatan sang istri di Jepang maknaya tidak sempat menjenguk Haneul kala itu.
" Haneul sayang kau harus tetap makan ya walau tenggorokanmu sakit. Biar cepat sembuh"
" Dan, jangan nakal sama Halmeonni nanti eonni sedih. Oke cantik" ucap Kyungsoo
" Kalau begitu kami permisi dulu Kyungsoo-ya. Aku jadi tidak enak membuatmu cepat-cepat kembali ke ruanganmu saat jam istirahat" Nyonya Park lalu membantu sang cucu turun dari ranjang.
" Gwaenchanayo Ahjumma ini memang sudah tugas saya sebagai dokter"
" Mari Ahjumma, saya juga akan ketempat parkir ada berkas yang ketinggalan di mobil" ajak Kyungsoo
" Kalau begitu kau duluan saja, Aku mau menjenguk menantuku terlebih dahulu. Dia sedang dirawat disini" ujarnya lembut.
" Ah baiklah kalau begitu, saya permisi terlebih dahulu" ucap Kyungsoo sembari memberi salam.
888
" Eomonim" ucap Baekhyun ketika pintu ruangnya terbuka dan menyadari siapa yang berkunjung hari ini. Dia langsung bangkit dari tidurnya dan duduk bersender di kepala ranjang.
Sang ibu mertua langsung menghampiri dan meletakkan keranjang buah yang sudah dipersiapkannya di atas meja. Dia mengusap tangan menantu perempuannya itu lembut. Ada gurat kesedihan yang terpancar dari sorot matanya melihat kondisi sang menantu. Tubuhnya sekarang begitu kurus dan juga rambutnya yang sudah mengalami kerontokan. " Kemana Chanyeol, apa dia masih dikantor?" tanyanya lembut.
" Tidak eomma, dia sedang keluar sebentar" Baekhyun lantas berdiri dan beranjak kearah jendela. Matanya seperti sedang mencari seseorang diluar." Eomma kesini sendiri?" tanyanya balik.
" Tadi sebelum kesini aku memeriksakan Haneul terlebih dahulu, dia sedang bermain di taman depan kalau kau mencarinya" Nyonya Park lalu mengambil apel yang dibawanya dan mengupaskannya untuk sang menantu. " Kau suka apel kan sayang?" tanyanya pada sang menantu yang dijawab anggukan lemah.
Baekhyun menghampiri ibu mertuanya itu dan memegang tangan sang mertua yang sedang mengupaskan buah untuknya. " Eomma" ujarnya tenang. " Aku tahu waktukku tidak banyak lagi" Baekhyun menatap sang mertua dengan lembut, ada sirat dari matanya yang ingin dia katakan. "Aku punya satu permintaan sebelum aku pergi" lanjutnya.
TBC
Terimakasih sudah meluangkan waktunya buat membaca dan review fic abal-abal ini. Bagaimana cerita antara Chanyeol, Kyungsoo, Sehun, Baekhyun nantinya mohon ditunggu ya, karena fic ini masih sangat panjang. Sampai jumpa di chapter depan ^^
