Chapter 3
Cast : Do Kyungsoo, Park Chanyeol, Oh Sehun, Byun Baekhyun, Kim Jongin, dll.
Rate : T
"Bila sudah waktunya, aku mau mendonorkan jantung ini oemma" ujar Baekhyun terbata. "Walaupun aku tidak bisa menolong diriku sendiri, setidaknya aku masih bisa menjadi penolong bagi orang lain''. Baekhyun menatap mata ibu mertuanya itu sendu. Dia tahu betapa sedihnya ditinggalkan orang yang begitu dicintai, seperti dirinya yang sudah ditinggalkan oleh kedua orangtuanya saat masih belia.
" Baekhyun-ah" Nyonya Park tidak bisa membendung rasa sedihnya. Dia memeluk sang menantu erat. Sudah banyak kebahagian yang diberikan Baekhyun terhadap anak laki-lakinya dan keluarganya. Mungkin ini sudah saatnya kebahagian itu berpindah darinya. Dia hanya berharap, apapun yang terjadi nanti ini semua memang sudah takdirNya.
"Tapi eomma jangan beritahu ini kepada Chanyeol. Biar waktu yang akan menjelaskannya" ujar Baekhyun disela isakannya. "Dia pasti tidak akan pernah setuju dengan keputusanku ini" dia semakin mengeratkan pelukannya. Hangat, rasanya hangat sama seperti pelukan ibunya yang telah tiada.
888
"Paman Chanyeol" seru Haneul senang saat melihat seorang pria yang dikenalnya berjalan dari arah sebrang. Dia langsung berlari kearah pria tinggi tersebut dan menghambur ke pelukannya.
" Sama siapa disini, hmm?" tanyany melihat sang keponakan bermain sendirian ditaman Rumah Sakit. Chanyeol mengecup pipi gempal itu bertubi-tubi, sementara sang keponakan hanya bisa tertawa geli menghadapi kelakuan pamannya.
" Aku kesini dengan Halmeonni " Haneul melingkarkan kedua tangannya ke leher Chanyeol, sangat menyenangkan bisa bermanja-manja dengan pamannya yang tampan satu ini. Chanyeol sangat memanjakan Haneul, dia akan membela keponakannya ini bila sedang dimarahi Yoora atau ibunya. Sampai membuat ibu dan kakak perempuannya itu kesal sendiri melihatnya.
" Tadi Haneul diperiksa sama dokter cantik" ujarnya berbisik di telinga Chanyeol. "Tenggorokan Haneul sakit".
" Jadi princess paman yang cantik ini sedang sakit?" tanya Chanyeol sedih dengan suara yang dibuat-buat.
" Tapi sekarang sudah sembuh. Kalau paman sakit ke dokter cantik aja. Pasti langsung sembuh. Baekhyun ahjumma juga pasti sembuh. Nanti aku kenalakan ya paman" ujar Haneul semangat dalam gendongan Chanyeol.
" Benarkah? Apa kita harus menculik dokter cantik sekarang? Biar Baekhyun ahjumma bisa disembuhkan?"tanya Chanyeol antusias.
" Jangan Paman! Nanti Paman Chanyeol masuk ke penjara" ucapnya polos.
888
Kota Seoul begitu indah saat malam hari. Apalagi bersama pasanganmu menikmati makan malam romantis seperti saat ini. Ditemani lilin kecil dan mawar merah di meja makan, dan jangan lupa cincin berlian dalam kotak merah.
" Tak kusangka dokter Oh bisa romantis seperti ini" ungkapnya saat sang kekasih memakaikan cincin itu di jari manis Kyungsoo. Kyungsoo tidak bisa menyembunyikan kebahagiannya saat ini. Benarkah ini Sehun? Kekasihnya? Dia tidak sedang sakit atau apakan? Kenapa pria ini bisa begitu romantis.
Sehun memandang mata gelap dan dalam milik Kyungsoo. Inilah cintanya, wanita paling berharga yang ia miliki. " Kau tahu? Terkadang aku masih tidak percaya dengan apa yang terjadi" Kali ini Sehun mencoba membuka percakapan. " Banyak orang berkata kau begitu beruntung mendapatkan dokter tamapn sepertiku. Tapi tidak bagiku, aku sangat beruntung bisa memilikimu" ungkapnya sembari memegang jemari lentik itu.
" Kau ingat betapa marahnya Ayahmu saat kau lebih memilih menjadi dokter sesuai cita-citamu dari pada melanjutkan bisnis miliknya?"
"Kau adalah putri satu-satunya, kau yang cantik, kau yang pintar, kau yang punya segalanya. Lebih memilih menjadi dokter dan berpacaran denganku, seorang yatim piatu yang hanya bisa melanjutkan sekolahnya karena uang beasiswa"
" Kau tidak memandangku hina saat aku hanya bisa mengajakmu makan di warung sederhana, atau hanya menikmati malam minggu kita di sekitar Sungai Han". Sehun menggenggam tangan itu erat, begitu banyak yang Kyungsoo hadapi untuk bersamanya sampai saat ini. Dia bahkan diusir dari rumah dan semua fasilitas yang dimilikinya dari mobil hingga kartu kreditpun disita.
" Aku bahagia dengan jalanku, walaupun Appa belum merestui hubungan kita. Suatu hari nanti pasti appa dapat menerima kita bukan? Apalagi setelah kita menikah dan memberikan cucu untuknya. Appa pasti bisa menerimaku kembali" ujar Kyungsoo sendu ada gurat kesedihan dari pasti yang harus ia terima, bahwa pernikahnnya dengan Sehun tidak akan pernah mendaptkan restu dari Ayahnya.
Sehun membawa Kyungsoo dalam pelukannya. Memeluknya, menenangkan sang wanita. Bahwa suatu hari nanti semua akan baik kembali. Pelukannya semakin erat saat bahu Kyungsoo mulai bergetar. Ada rasa rindu yang mendalam, entah karena apa. Ada rasa seperti dia akan pergi meninggalkan wanita ini untuk waktu yang sangat lama.
Ia memandang wajah kemerahan yang telah basah oleh air mata. " Mianhae Kyungsoo ya, Mianhae. Aku mencintaimu" ujarnya lembut sembari menghapus air mata sang kekasih dan mengklaim bibir plum semanis gula itu. Sehun memperdalam ciumannya kali ini, mendominasi untuk waktu yang lama hingga mereka kehabisan nafas. " I Love You" ujar Kyungsoo memandang wajah tampan sang kekasih sembari tersenyum.
888
Chanyeol berjalan menyusuri lorong rumah sakit menuju kamar sang istri dengan Haneul dalam gedongannya. Ada rasa kecemasan yang begitu mendalam saat melihat ibunya berda di luar dengan wajah yang sulit diartikan. Kenapa? Kenapa begitu banyak dokter dan suster masuk kedalam ruangan sang istri?
" Eomma? Baekhyun baik-baik saja bukan?" tanya Chanyeol khawatir, ia menurunkan Haneul dan memegang kedua bahu sang ibu yang bergetar hebat. "Baekhyun tidak kenapa-kenapa kan Eomma?" Nyonya Park langsung memeluk anak bungsunya ini erat, ia menangis sejadi-jadinya. Chanyeol hanya bisa diam mematung untuk mencerna apa yang telah terjadi saat ini.
Para dokter bergantian keluar dari ruangan tersebut. Semuanya tampak dengan wajah yang sama sekali tidak ingin Chanyeol lihat untuk saat ini. " Kumuhon katakan padaku apa yang terjadi, HAH!" seru Chanyeol beram meliahat situasi ini. Nyonya Park lantas mencoba menengakan sang putra saat melihat Chanyeol sudah menarik salah satu kerah kemeja dokter rumah sakit ini. Haneul yang melihat kejadian itu pun menangis kencang.
" Saya mohon maaf tuan Park. Kami sudah mencoba sebaik yang kami bisa. Tapi kondisi istri anda benar-benar down saat ini. Dengan sangat menyesal saya harus memberitahukan, bahwa istri anda sudah tidak sadarkan diri dan waktunya sudah tidak banyak lagi " jelas dokter tersebut
" Apa kau Tuhan? Apa kau yang memberinya hidup? Apa maksudmu tadi HAH?" emosi Chanyeol benar-benar meluap saat ini. Bisa-bisanya seorang dokter berkata semacam itu,pikirnya.
"Berapa? Berapa uangnya? Saya akan membayarnya. Rumah Sakit ini? Rumah Sakit ini bahkan bisa saya beli. Katakan, berapa yang kau mau? Tapi selamatkan istri saya. Saya mohon, selamatkan Baekhyun" tangis Chanyeol benar-benar pecah saat ini. Istrinya, Cintanya, cinta pertamanya akan pergi meninggalkan dirinya untuk selam-lamanya.
Semua harapannya tidak lagi tersisa. Semuanya telah selesai. Tidak tersisa lagi.
Chanyeol mencoba berdiri dan memasuki ruangan itu.
Ruangan ini tampak berbeda dari biasanya. Dingin, begitu dingin sama seperti pandangannya kali. Ia melihat cintanya terbujur disana, dengan selang dimana-mana. Hatinya begitu hancur kali ini, ia genggam tangan putih itu erat.
" Apakah sesakit itu Baek? Apakah sesakit itu? Bagian mana yang sakit hmm? Katakan padaku sayang" tangisnya kembali pecah, tapi dia menangis dalam diam. Ia mencoba menerima kenyataan. Garis takdir yang telah ditentukkan untuk dirinya dan sang istri. Jadi ini kah akhirnya? Inikah saatnya?
" Pergilah sayang, Aku tahu kau sudah lelah. Kau sudah berjuang begitu keras hingga saat ini. Pergilah, kau tidak akan merasakan sakit ini lagi." Ujar Chanyeol terbata. Hatinya teriris mengucapkan kalimat itu. " Aku mencintaimu Baekhyun-ah. Tidurlah, aku disini, disisimu" Chanyeol mencium kening sang istri lembut hingga tangan yang digenggamnya jatuh terlepas dan alat penditeksi jantung itu berbunyi panjang.
888
" Lihatlah ke jalan yang benar, Sehun-ah" ujar Kyungsoo memperingatkan. Kekasihnya ini sangat konyol pikirnya. Lihatlah berapa banyak Sehun curi-curi pandang saat sedang menyetir seperti ini.
" Kau sangat cantik. Sangat cantik. Sangat cantik" ungkap Sehun seperti ank kecil sambil memandang wajah Kyungsoo intens.
" Aku tahu. Tapi fokuslah dengan...
" SEHUN- AH, AWAS!
BRAK...! Dentuman keras itu tidak dapat terhindarkan lagi, mobil yang dikendarainya tidak dapat menghindari mobil yang melaju kencang dari arah berlawanan.
888
" Dokter, Bisa kita berbicara" ujar nyonya Park terbata
TBC
Terimakasih yang sudah mau membaca dan meninggalkan komentar. Mohon kritik dan sarannya kembali ^^
